Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31694 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hermes Santosa; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mardiati Nadjib, Meike Magnasofa, I Gusti Agung Ngurah Anom
Abstrak:
Nama : Hermes Santosa Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Pre-Arrival Experience Terhadap Pengambilan Keputusan Melakukan Medical Tourism Di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Nusa Dua, Bali dalam rangka memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Magister Kesehatan Masyarakat Pembimbing : Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc, Ph.D Latar belakang: Medical tourism menjadi bidang yang penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Perkembangan medical tourism di Indonesia, khususnya Bali memiliki potensi yang cukup tinggi karena Bali telah dikenal dengan keindahan alam serta budayanya sebagai tujuan wisata. Pre-arrival experience merupakan aspek penentu dalam pengambilan keputusan melakukan medical tourism. Tujuan Penelitian: Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pre-arrival experience dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan melakukan medical tourism. Metodelogi penelitian Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilakukan di RSK Bedah BIMC Nusa Dua Bali, pada Oktober-November 2023. Hasil penelitian: Faktor pre-arrival experience yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yaitu faktor reputasi rumah sakit, komunikasi, sumber infrormasi, status ekonomi, biaya layanan, kualitas layanan, kualifikasi tenaga medis, citra lokasi, dan faktor motivasi individu. Faktor pendukung dalam pengambilan keputusan sebagian besar berkaitan dengan kualitas rumah sakit, jarak yang dekat dengan negara asal, dan Word-of-Mouth (WoM). Peneliti tidak menemukan adanya faktor penghambat dalam pengambilan keputusan, namun terdapat beberapa kondisi yang membuat tourist kurang nyaman dalam pre-arrival experience yaitu faktor psikologis, kendala bahasa di luar rumah sakit, dan kekhawatiran dari lingkungan sekitar, berkaitan dengan kualitas layanan medical tourism di Indonesia. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan beberapa faktor pre-arrival experience memberikan pengaruh besar dalam pengambilan keputusan, terutama faktor biaya layanan. Citra lokasi dan faktor motivasi individu menjadi faktor baru yang peneliti temukan. Kata Kunci: Medical Tourism, Pengambilan Keputusan, Pre-Arrival Experience

Nama : Hermes Santosa Program Studi : Hospital Administration Study Judul : Pre-Arrival Experience Analysis of Decision Making for Medical Tourism at the BIMC Nusa Dua Special Surgical Hospital, Bali in order to fulfill one of the requirements for achieving a Master of Public Health degree Pembimbing : Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc, Ph.D Background: Medical tourism is an important field in the economic development of a country. The development of medical tourism in Indonesia, especially Bali, has quite high potential because Bali is known for its natural beauty and culture as a tourist destination. Pre-arrival experience is a determining aspect in decision making for medical tourism. Research Objective: This study aims to determine the factors that influence pre-arrival experience in relation to decision making to undertake medical tourism. Research methodology This research uses a qualitative design with a phenomenological approach. The research was conducted at the BIMC Surgical Hospital Nusa Dua Bali, in October-November 2023. Research results: Pre-arrival experience factors related to decision making, namely hospital reputation, communication, information sources, economic status, service costs, service quality, qualifications medical personnel, location image, and individual internal factors. Supporting factors in decision making are mostly related to hospital quality, proximity to the country of origin, and Word-of-Mouth (WoM). Researchers did not find any inhibiting factors in decision making, but there were several conditions that made tourists less comfortable in the pre-arrival experience, namely psychological factors, language barriers outside the hospital, and concerns from the surrounding environment, related to the quality of medical tourism services in Indonesia. Conclusion: This research finds that several pre-arrival experience factors have a big influence on decision making, especially the service cost factor. Location image and individual motivation factors are new factors that researchers discovered. Keywords: Medical Tourism, Decision Making, Pre-Arrival Experience
 
Read More
B-2409
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stephanie Paramita; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Hans Lie, Meike Magnasofa
Abstrak:
Seiring dengan pertumbuhan popularitas wisata medis, penting bagi sebuah Rumah Sakit untuk memahami sejauh mana rumah sakit siap dalam menyediakan pelayanan yang optimal bagi turis medis. Menurut Roland Berger Research, Jakarta, Medan, dan Bali merupakan tiga kota yang memiliki potensial menjadi wellness and health tourism hub di Indonesia. Oleh karena itu, merupakan syarat yang mutlak bagi Bali untuk menyediakan fasilitas dan pelayanan kesehatan kesehatan bertaraf internasional. Untuk itu, penting bagi RS BIMC Nusa Dua Bali yang saat ini berlokasi di salah satu kota yang memiliki potensial menjadi hub wisata medis untuk ecara terus menerus mempersiapkan dan mengembangkan pelayanan baik dari segi Sumber Daya Manusia, Fasilitas, serta pelayanan dimana saat ini belum pernah dievaluasi untuk kesiapan pelayanan tersebut. Untuk itu penelitian dilakukan untuk mengetahui kesiapan RS BIMC Nusa Dua Bali untuk memberikan pelayanan kepada turis medis, dari segi kesiapan Sumber Daya Manusia, kesiapan fasilitas, dan kesiapan teknologi informasi dan inovasi layanan. Penelitian ini menggunakan metode kualtitaif deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam kepada tiga informan. Triangulasi data dilakukan dengan melakukan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa RS BIMC Nusa Dua Bali sudah siap untuk melakukan pelayanan kepada turis medis, meskipun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangan pelayanan yang sudah ada.

With the growing popularity of medical tourism, it is important for a hospital to understand to what extent it is ready to provide optimal services for medical tourists. According to Roland Berger Research, Jakarta, Medan, and Bali are three cities with the potential to becaome wellness and health tourism hubs in Indonesia. Tehrefore, it is an absolute requirement for Bali to provide internationally-recognized healthcare facilities and services. In this regard, it is important for BIMC Nusa Dua Bali hospital, located in one of the cities with potential as a medical tourism hub, to continuously prepare and develop its services in terms of human resources, facilities, and the currently unevaluated service readiness. Hence, this research aims to assess the readiness of BIMC Nusa Dua Bali hospitals in providing services to medical tourists, specifically in terms of Human Resources readiness, facility readiness, and information technology and service innovation readiness. This study employs a descriptive qualitative method, conducting in-depth interviews with three informants. Data triangulation is performed using both methodological and source triangulation. From the findings of this study, it is revealed that BIMC Nusa Dua Bali hospitals is ready to provide services to medical tourist, although there are areas for further improvement in the existing services.
Read More
B-2357
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vrilia Adirasari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Yuli Prapanca
B-1683
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Indra Wijaya; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Purnawan Junadi, Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono, Maryarni
Abstrak:

Rekam medis elektronik (RME) telah diimplementasikan di Rumah Sakit Khusus BIMC sejak tahun 1998. Pada tahun 2005, BIMC berganti status dari sebuah sentra medis menjadi sebuah rumah sakit khusus. RME dimodifikasi sesuai kebutuhan. Hingga tahun 2011, belum pernah dilakukan evaluasi terhadap RME. Metode penelitian ini adalah explanatory sequential yang merupakan kombinasi metode kuantitatif dengan metode kualitatif, dengan metode kuantitatif dilakukan terlebih dahulu. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan self-assessment questionnaire kepada seluruh pengguna RME yaitu dokter, perawat, administrator, staf radiologi, staf farmasi, dan staf teknologi informasi (TI), sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peran peneliti sebagai human instrument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut RME berpengaruh terhadap kinerja RME dengan atribut presentation sebagai atribut RME yang paling berpengaruh. Penelitian juga mendapatkan adanya faktor lain yang berpengaruh terhadap kinerja RME, yaitu kemampuan pengguna RME dan perangkat keras. Untuk meningkatkan kinerja RME perlu dilakukan peningkatan terhadap semua faktor yang berpengaruh terhadap kinerja RME.


 Electronic medical record (EMR) has been implemented in BIMC since 1998. In 2005, BIMC developed into a hospital from a mere medical center. EMR was adjusted to the needs then. Up to 2011, EMR has not been formally evaluated. This study is a mixed methods research, namely explanatory sequential design, in which quantitative research was performed previously followed by qualitative one. Quantitative data was derived by distributing self-assessment questionnaires to the EMR users consists of doctors, nurses, administrators, radiology staff, pharmacy staff, and IT staff. Qualitative data was obtained from interview, observation, and documentation with researcher as the human instrument. The results showed that EMR attributes influenced its performance with presentation as the most influential attribute. Research revealed that there are two other factors influencing EMR performance. They are EMR users? ability and hardware. EMR performance can be increased by improving those three factors mentioned above.

Read More
B-1435
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Susianingsih; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Jaslis Ilyas, Amal Chalik Sjaaf, Harry Arifin Kaiin
Abstrak:
ABSTRAK Era globalisasi menuntut rumah sakit untuk melakukan pelayanan prima. Pelayanan prima terlaksana jika lingkungan rumah sakit tersebut mempunyai budaya kerja tinggi. Setiap pimpinan rumah sakit bertanggung jawab dan memainkan peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja dengan budaya kerja tinggi. Pimpinan rumah sakit di lingkungan YBRS-GKP berakhir pada bulan Maret 2009. Proses pencarian kandidat pimpinan rumah sakit dengan metode rekrutmen dan seleksi, menghasilkan beberapa kandidat pimpinan rumah, tetapi metoda untuk pengambilan keputusan kandidat terpilih belum ada, sehingga analisis pengambilan keputusan pimpinan rumah sakit dilingkungan YBRS-GKP menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian untuk mengetahui metode dan hasil dari rekrutmen, seleksi serta pengambilan keputusan kandidat pimpinan rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian operational research dengan metode deskriptif analitik dan observasi-partisipatif. Penelitian ini menghasilkan metode rekrutmen pimpinan rumah sakit melalui proses prospecting theory of recruitment dan matching theory recruitmet. Dari sumber rekrutmen internal dan ekternal dihasilkan 21 dan 2 kandidat. Dari saluran rekrutmen job offer dan job posting dihasilkan 10 dan 13 kandidat. Metode seleksi melalui sistem compensatoy-approach dan sistem succesive hurdle. Pengambilan keputusan mempertimbangkan hasil seleksi berdasarkan ranking penilaian presentasi manajer, asessor. Hasil assesment center dipakai jika sesuai dengan kebutuhan. Wawancara sebagai bagian dari proses seleksi hanya dilakukan terhadap calon kandidat terpilih. Test kesehatan tidak dilaksanakan. Dasar pengambilan keputusan yang ada dalam penelitian ini adalah : rasional, intuisi, pengalaman, wewenang, fakta dan model pengambilan keputusan yang ada adalah formalisasi. Pada penilaian presentasi teknik pengambilan keputusan yang dipakai adalah nominal group technique. Teknik ini menghasilkan nilai kandidat terbaik tanpa menimbulkan konflik, tetapi teknik ini tidak dilakukan pada proses pengambilan keputusan akhir. sehingga pada pengambilan keputusan akhir timbul konflik dalam pengambilan keputusan karena adanya perbedaan pendapat. Hasil penelitian menyarankan sebaiknya dalam keadaan konflik maka tehnik pengambilan keputusan yang dipakai sebaiknya menggunakan Metoda Delphi. Seluruh hasil seleksi disarankan untuk diarsipkan sebagai bahan pertimbangan evaluasi penilaian kinerja.

ABSTRACT At this globalization era, a hospital should give their services excellently. An excellent service will be made as the hospital having a high working ethos. The hospital leader, in this case, is the one who take the responsibility and play an important role in managing and maintaining the working environment with its high working ethos. The leadership of the hospital at the YBRS-GKP is ended in March 2009 and a new leader supposes to be recruited. The candidate selection processes is using a recruit and select method, and has producing several candidates. However, there is still no method on making final decision for choosing the best hospital leader, a situation that interesting to analyze. Therefore, this study has a purpose in exploring the method on recruitment, selection, and decision making on choosing the candidate for the hospital leader of YBRS-GKP. The study is an operational research using a descriptive and participation-observational approach. The study produces a recruitment method through a process of prospecting theory of recruitment and matching theory recruitment. From the internal and external sources there are 21 and 2 candidates. From the channel of job offering and job posting, there are 10 and 13 candidates. The selection is using the compensatory-approach system and the successive hurdle system. Decision is made by considering the result of the selection based on the rank of presentation judgment from the managers and from assessors. The result from the assessment center is used if it reaches the criteria needed. An interview as a part of the selection process will be carried out toward candidate chosen, and there is no health examination to the candidates. The decision is made though, in this study, based on rationality, intuition, experience, authority, facts and decision making model of formalize. The judgment of presentation of decision making technique is using the nominal group technique. This technique is yielding the best candidate score without any conflict when it comes to decision. But, this technique is not proceeding in the process of final decision. Therefore, conflicts are emerging as there are some different opinions at the final decision. The study suggest that in order to prevent the conflict at the process, a decision technique would be better to use Delphi method, and all selection process is should be recorded as a consideration substance to evaluate the working performance.
Read More
B-1200
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronny Sutanto; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono, Amila Megraini, Vetty Yulianty Permanasari
B-1821
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darian Mandala Sofian; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Sury Darmawan, Sandi Iljanto, Budiman Widjaja, Eka Nursiaty
Abstrak: ABSTRAK Pembatalan operasi di RSK THT-Bedah KL Proklamasi, dilaporkan sebesar 17% (di atas angka standar 5%). Pembatalan operasi memiliki dampak negatif yang besar kepada pasien, staf medis, dan rumah sakit sehingga perlu dilakukan analisa terhadap pembatalan operasi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan faktor yang berkontribusi terhadap pembatalan operasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data rumah sakit dan diskusi kelompok terarah. Data yang terkumpul dilakukan analisis univariat, analisis bivariat, analisis multivariat dan analisis konten. Dari 1.129 rencana operasi, ditemukan pembatalan operasi sebanyak 308 (27%) kasus disebabkan oleh keputusan pasien sebanyak 177 kasus (57%), keputusan rumah sakit karena penyebab klinis sebanyak 125 kasus (41%), dan keputusan rumah sakit karena penyebab non klinis sebanyak enam kasus (kurang dari 2%). Faktor yang berkontribusi secara bermakna terhadap pembatalan operasi didalam penelitian ini adalah usia pasien, penanggung biaya operasi pasien, dan hari operasi. Disarankan untuk rumah sakit memberikan perhatian khusus kepada pasien yang berusia lebih lanjut, pasien yang menanggung biaya operasi sendiri atau keluarga, operasi yang dilaksanakan bukan pada hari libur, membentuk klinik pra bedah serta melakukan perbaikan alur prabedah, memperbaiki kebijakan terkait biaya, melakukan perbaikan berkelanjutan pada masalah pembatalan operasi dan pengelolaan data rumah sakit. Kata kunci: Faktor yang berkontribusi, Pembatalan operasi, Penyebab pembatalan. Cancellation of surgery in RSK THT-Bedah KL Proklamasi, reportedly 17% (standard rate ≤ 5%). Cancellation of surgery has a great negative impact to Patient, Medical Staff, and Hospital so it is necessary to analyze the cancellation of operation. This study aims to determine the causing and contributing factor of cancellation. Data collection was performed using hospital data and focus group discussion. The collected data were analyzed by univariate analysis, bivariate analysis, multivariate analysis and content analysis. The cancellation of surgery are 308 cases (27%) from 1.129 plan of surgery was caused by the decision of the patient (177 cases, 57%), hospital decision due to clinical cause (125, 41%), and hospital decision due to non-clinical cause (6 cases, 2%). Factors that contribute significantly to cancellation of surgery in this study are the age of the patient, payer of patient operation, and the day of surgery. It is recommended that hospitals pay special attention to older patients, patients without insurance, surgery on work day, establish a pre-surgical clinic and improve pre-surgical flow, improve cost- related policies, make continuous improvements to surgery cancellation issues and hospital data management. Keywords: Cancellation of surgery, Causes of cancellations, Contributing Factors.
Read More
B-2020
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Ira Damayanti; Pemb. Mieke Savitri; Penguji: Yuli Prapancha Satar, R. Suhasbagyo
Abstrak:

Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh RS pada dasarnya adalah upaya untuk memahami kebutuhan dan keinginan para pelanggan yang memerlukan jasa pelayanan kesehatan yang disediakan rumah sakit. RS PMC dengan beberapa pesaing di sekitarnya memiliki angka kunjungan persalinan yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik personal dan bauran produk dengan keputusan pembelian pelayanan persalinan di RS PMC. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional, Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara mendalam terhadap manajemen RS PMC. Jumlah sampel sehanyak 76 responden yang diperoleh dari pasien poli kandungan. Analisa menggunakan uji univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisa bivariat dan multivariat didapatkan bahwa persepsi terhadap harga persalinan mempengaruhi keputusan pembelian pnlayanan persalinan. Melalui wawancara diketahui bahwa RS PMC memiliki paket persalinan SC dan paket persalinan normal yang dalam tahap uji coba. Peneliti menyarankan agar tariff yang ditetapkan oleh RS PMC saat ini sebaiknya dipertahankan dan memperluas jaringan kerjasama dengan perusahaan dan asuransi baik yang di wilayah Jakarta maupun sekitarnyadengan memberikan informasi kepastian biaya persalinan atau system yang ada di RS PMC.


Basically marketing conducted by hospital is an effort to recognize the customer's need and want that calls for health care service provided by hospital. The Port Medical Centcr (PMC) Hospital and the competitors nearby have the low number or delivery care visit. The Study was aimed to asses the association of patient's characteristics and mix product with decision to buy of delivery care service in PMC Hospital. The study was an analytic descriptive using cross-sectional design. It used quantitative and qualitative study approach. Instrument used in the study was questionnaire and the in-depth interview was oonducted toward the management of PMC Hospital. There were 76 respondents as sample gained from the obstetric and gynecology clinic. Statistic analysis used was univariate, bivariate and multivariate test. Bivariate and multivariate analysis revealed that the perception of delivery care price influenced the decision to buy of delivery care service. From the interview conducted in hospital showed that PMC Hospital had SC and normal delivery care packages that was in trial. The study recommended the price decided by the PMC Hospital should be maintained and the hospital should enlarge the network with other companies and insurance companies in the region of Jakarta and around it by providing the information of certain price of delivry care service of package system that is available in the Hospital.

Read More
B-1118
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herqutanto; Pembimbing: Petter A.W. Pattinama
B-757
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Maryam; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Amila Megraini, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Pentingnya pemahaman tentang konsumen dalam pemasaran telah dikembangkan yaitu para pemasar berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukamn dalam hidup mereka. Prinsip-prinsip dan riset perilaku konsumen dapat mambantu pengambilan keputusan manajerial salah satunya pada bidang pengembangan bauran pemasaran. Medical Check Up merupakan satu produk pusat layanan kesehatan yang memiliki dua jenis kegiatan yaitu kegiatan intemai dan kcgiatan ekstemal. Kegiatan intemal adalah pemeriksaan penunjang medis lengkap didukung oleh pemeriksaan medis, sedangkan kegiatan eksternal adalah berupa pemasaran ke perusahaan dan publik yang ingin menjaga diri terhadap kemungkinan penyakit. Lengkap dan akurat pelayanan Medical Check Up sering digunakan dalam upaya promosi suatu rumah sakit sehingga diharapkan dapat menjaring lebih banyak konsumen dalam penggunaan fasilitas kesehatan lainnya di rumah sakit tersebut. Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor berdiri sejak pertengahan tahun 2003, yang pada saat itu telah didahului 2 rumah sakit swasla lainnya di Kota Bogor. Dari data kunjungan pada tahun 2005 dapat diketahui bahwa tezjadi penurunan penjualan dari pelanggan pribadi sebesar 29,l% jika dibandingkan tahun sebelumnya hal ini berakibat penurunan pendapatan rumah sakit sebesar 5,2 % dari total pendapatan unit Medical Check Up pada tahun 2005. Oleh karena itu dilakukan pcnclitian yang bcrtujuan mcngctahui gambaran perilaku pelanggan pribadi dalam pengambilan keputusan berdasarkan bauran pemasaran di Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode Rapid Asessment Procedure (RAP) untuk meneliti dampak dari sistem pemasaran pelayanan kesehatan terhadap perilaku pelanggan dalam pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pelanggan pribadi datang karena adanya motivasi ingin mendeteksi kesehatan baik untuk melengkapi persyaratan rnelanjutkan sekolah, mencari pekerjaan atau untuk mendapatkan saran pengobatan yang teramh. Selanjutnya mereka mencari infoxmasi secara luas terutama infonnasi dari mulut ke mulut, beberapa atribut yang membentuk sikap positif yaitu produk yang ditawarkan dalam hal ini manfaat dan kemasannya , orang-orang yang memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan profcsional, serta bukti fisik sebagai penunjang pcmcriksaan pelayanan baik tata ruang, kclengkapan alat penunjang medis atau suasanya di lingkungan unit Medical Check up. Selanjutnya adalah proses pengintegrasian dari sikap pelanggan pribadi adalah mernilih bukti Hsik yang ada di Unit Medica! Check Up Rumah Sakit PMI Bogor terutama karena kelengkapan alat medis yang tersedia. Pengalaman yang dirasakan setelah melakukan pemeriksaan sebagian besar adalah baik dan merasakan kepuasan karena mendapatkan pelayanan yang sesuai atau lebih dari yang diharapkan. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan upaya promosi tidak hanya menginfommasikan keberadaannya tetapi juga kearah edukatif , kecendemngan pemilihan dan pembelian yang tidak terlepas dari pengembangan bauran pemasaran lairmya dan dengan cara pendekatan psikologis internal yang menyertai proses pengambilan keputusan.


 

The importance of understanding clients in marketing effort is developed that the marketers are trying to satisfy the needs and wants of the target market. Client behavior concept is a dynamic interaction between affection and cognition, as well as behavior and environment in where men perfonning the activity of exchange in their lives. The principle and research of clients? behavior may help taking a managerial decision of which is the development of marketing. Medical check-up is a product of health center which has two types of activity, that is, internal and extemal ones. lntemal activity is a complete medical supports inspection followed by medical inspection. While extemal activity is performing marketing to corporate and public intending to protect themselves from possible diseases. The completeness and accuracy of Medical Check Up services are often used in promoting a hospital and expected to gain more clients to use the health facilities available in it. Medical Cheek Up unit of PMI Bogor Hospital was established in mid 2003. At that time, two hospitals in the city of Bogor have already set up. From the visitor?s data in 2005, it is known that there was a decrease in personal clients market of 29,1% compared to the previous years. This makes a decrease in hospital income of 5,2% ofthe total revenue of Medical Check Up unit in 2005. Therefore, a research is conducted in order to know the all about of personal clients? behavior in making a decision based on marketing mix of Medical Check Up Unit of PMI Bogor Hospital. This research uses qualitative approach with Rapid Assessment Procedures (RAP) method in order to know the effect of marketing system of the health center to clients? behavior in taking a decision. Based on the research it is concluded that personal clients come in because they want to check their health both to complete the requirement to continue study, find a job or seek for medical advices. Further they are looking for information in wide scope mainly mouth to mouth information, some attributes which are positive in benefit and package, people who make good, fast and professional services, as well as physical evidences which support the services (lay out, medical equipment, and surroundings in Medical Check Up Unit). Further, integration process in personal clients is selecting physical evidences available at the unit in the hospital, particularly the completeness of medical support in the premises. Experiences gained when receiving medical services is mostly due to satisfaction from the good services as expected. It is suggested that the hospital can improve the promotion efforts by not only informing its existence but also for education. The tendency of selecting and using the services are due to the creation of other marketing mix and intemal psychological approach following the process of decision making.

Read More
B-957
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive