Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36031 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anggika Yelzi Pratiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Fify Mulyani, Loli J.Simanjuntak
Abstrak:
Kejadian Insiden Keselamatan Pasien (IKP) yang terjadi di rumah sakit dapat menyebabkan kerugian kepada pasien dan rumah sakit. IKP merupakan beban kematian dan kecacatan yang tinggi di seluruh dunia. Salah satu upaya rumah sakit untuk mengelola dan mengidentifikasi potensi risiko IKP yaitu melalui manajemen risiko proaktif dengan metode Failure Mode and Effect Analysis(FMEA). FMEA telah digunakan rumah sakit di berbagai dunia dalam mengidentifikasi risiko pada layanan baru rumah sakit. RSUD Pasar Minggu saat ini sedang mengembangkan layanan baru yaitu layanan CAPD, dimana layanan ini merupakan layanan berisiko yang tidak hanya melibatkan petugas kesehatan di rumah sakit namun pasien sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko IKP dengan metode FMEA pada layanan CAPD di RSUD Pasar Minggu dalam rangka mencegah risiko IKP terjadi. Penelitian secara kualitatif dengan pendekatan operational research. Data penelitian diperoleh dari data primer yaitu wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) serta data sekunder yaitu telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses post-pemasangan akses peritoneal dan CAPD mandiri oleh pasien merupakan fokus proses penyusunan FMEA. Prioritas risiko yang ditemukan yaitu infeksi exit site/ tunnel, infeksi peritonitis, obstruksi kateter, dan leakage. Akar penyebab risiko terjadi yaitu regulasi layanan CAPD belum seluruhnya tersedia, rencana edukasi dan re-edukasi belum diterapkan, dan monitoring dan evaluasi perawatan CAPD belum ditentukan. Rekomendasi dalam pencegahan risiko tersebut yaitu melengkapi regulasi layanan CAPD pada panduan layanan CAPD, memaksimalkan rencana edukasi dan re-edukasi pasien dengan CAPD training plan matrix dan poster edukasi pasien, serta menetapkan prosedur monitoring dan evaluasi perawatan CAPD pasien.

Patient safety incident occur in hospital can cause harm to both patients and hospital. Patient safety incident represent a significant burden of death and disability worldwide. One of the hospital’s effort to manage and identify potential risks of patient safety incident is through proactive risik management using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. FMEA has been used by hospitals worldwide to identify risks in hospital new services. Pasar Minggu Regional General Hospital is currently developing CAPD as a new service, which is a high-risk service involving healthcare professionals and patients themselves. This research aim to identify the risk of patient safety incident using the FMEA method in CAPD at RSUD Pasar Minggu in order to prevent the incident risk. The research is qualitative research with an operational research approach. Data were obtained from primary sources through in-depth interview and focus group discussion (FGD) and secondary data through literature review. The result shows that the post insersion process of peritoneal access and patient self management in CAPD are the focus of the FMEA process. The identified priority risks found were exit site/ tunnel infection, peritonitis infection, catheter obstruction, and leakage. The root cause of the risks that occure are the incomplete of CAPD service regulatory, education and re-education plans have not been implemented, and monitoring and evaluation have not been determined. Recommendations for preventing these risks include completing CAPD regulations in the service guidelines, optimalizing patient education and re-education plans with CAPD training plan matrix and patient education poster, and establishing monitoring and evaluation procedures for CAPD patient care.
Read More
B-2410
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vidianita Shelcia; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Purnawan Junadi, M. Syafruddin Hak
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang desain Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) sebagai upaya pencegahan pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap RSAB Harapan Kita Tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya desain FMEA sebagai upaya pencegahan pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap pasien RSAB Harapan Kita pada tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan operational research dengan metode observasi, wawancara mendalam, telaah data sekunder dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini adalah faktor rumah sakit (ketersediaan sarana prasarana) dan faktor pasien/ keluarga (pengetahuan pasien/ keluarga) ikut berkontribusi sebagai penyebab pasien jatuh di RSAB Harapan Kita. Desain FMEA yang evidence based dan sesuai dengan kebutuhan RSAB Harapan Kita diperoleh melalui proses Focus Group Discussion (FGD) Tim FMEA sehingga diperoleh prioritas perbaikan dan menghasilkan upaya-upaya pencegahan pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap RSAB Harapan Kita. Kata kunci: Failure Mode And Effect Analysis, Jatuh, Pencegahan Pasien Jatuh This study discusses the design of Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) as prevention of inpatient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital in 2017. The purpose of this research is to obtain the design of FMEA as prevention efforts of inpatient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital in 2017. This type of research is qualitative by using operational research with the method of observation, in-depth interview, secondary data study and document review. The results of this study are hospital factors (availability of infrastructure) and patient / family factors (patient / family knowledge) contributed as the cause of the patient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital. The evidence based design of FMEA and in accordance with the needs of Harapan Kita Women and Children Hospital is obtained through the Focus Group Discussion (FGD) process of FMEA Team to obtain the priority of improvement and resulted prevention efforts of the inpatient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital. Keywords: Failure Mode And Effect Analysis, Fall, Patient Falls Prevention
Read More
S-9421
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Azmi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Masyitoh, Dede Setyadi
Abstrak: Pasien jatuh merupakan jatuhnya pasien secara tidak sengaja ke lantai/tanah/tempat yang lebih rendah dari sebelumnya dengan atau tanpa cedera pada pasien. Pasien jatuh termasuk ke dalam tiga besar insiden keselamatan pasien di rumah sakit yang menempati posisi kedua setelah medical error. Kejadian pasien jatuh di rumah sakit tidak hanya terjadi di instalasi rawat inap namun juga rawat jalan. Rumah sakit harus memiliki prosedur pencegahan pasien jatuh di rawat inap maupun rawat jalan. Salah satu cara pencegahan yaitu dengan mengenali risiko apa saja yang mungkin terjadi menggunakan desain Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini membahas proses pembuatan desain Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mencegah pasien jatuh di instalasi rawat jalan (Poli Fisioterapi) di RS Hermina Tangerang pada tahun 2019. Tujuan penelitian ini yaitu diperolehnya desain FMEA sebagai upaya pencegahan pasien jatuh di Instalasi Rawat Jalan (Poli Fisioterapi). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan operational research. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan telaah data sekunder. Hasil penelitian ini yaitu ditemukannya faktor risiko yang dapat menyebabkan kejadian jatuh dari faktor rumah sakit dan faktor pasien/keluarga. Desain FMEA yang dibuat berdasarkan hasil penelitian yang kemudian dilakukan skoring dengan pihak terkait. untuk mengetahui nilai Severity, Occurrence, Detection dan RPN. Diperolehnya prioritas perbaikan dan rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan di Instalasi Rawat Jalan (Poli Fisioterapi).
Read More
S-10079
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Natalia; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Andriani, Yudianto Budi Saroyo, Friana Asmely, Purnawan Junaidi
Abstrak:
Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi indikator utama kualitas pelayanan kesehatan, dan belum mencapai target SDGs, terutama akibat keterlambatan deteksi dini dan penanganan komplikasi maternal (WHO, 2023). Kondisi kegawatan maternal sering diawali dengan tanda yang tidak spesifik, sementara pemantauan kondisi ibu masih bersifat konvensional dan subjektif, sehingga meningkatkan risiko keterlambatan intervensi dan kejadian failure to rescue. Modified Early Obstetric Warning System (MEOWS) terbukti efektif dalam mengidentifikasi perburukan kondisi maternal secara objektif dan mempercepat respons klinis (Kemenkes RI, 2024). Namun, implementasi MEOWS sangat bergantung pada kesiapan struktural rumah sakit. RSUD Pasar Minggu sebagai rumah sakit rujukan dengan layanan PONEK menunjukkan peningkatan kasus komplikasi maternal, namun belum menerapkan sistem deteksi dini secara optimal, sehingga diperlukan analisis kesiapan struktural untuk implementasi MEOWS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus di RSUD Pasar Minggu pada periode Desember 2025–Februari 2026. Data dikumpulkan melalui triangulasi metode yang meliputi wawancara mendalam, observasi non-partisipan, Focus Group Discussion (FGD), dan telaah dokumen. Informan dipilih secara purposive dan dikembangkan dengan teknik snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data (data saturation), dengan melibatkan tenaga kesehatan dan manajemen yang berperan dalam implementasi MEOWS. Fokus penelitian adalah menganalisis kesiapan aspek struktur berdasarkan pendekatan 5M (man, material, machine, method, dan milieu). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis tematik melalui proses transkripsi, pengodean, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil: Kesiapan implementasi MEOWS di RSUD Pasar Minggu belum optimal pada seluruh aspek struktur. Aspek man menunjukkan keterbatasan kompetensi dan belum adanya pelatihan terstruktur. Pada aspek material dan machine, sarana tersedia namun lembar MEOWS belum standar dan belum terintegrasi dengan SIMRS. Aspek method ditandai belum adanya SOP baku dan sosialisasi tanpa praktik. Sementara aspek milieu relatif mendukung, meskipun masih terdapat kendala pada privasi dan pelaporan insiden. Hambatan utama terletak pada regulasi, kompetensi SDM, dan integrasi sistem. Kesimpulan: Implementasi MEOWS di RSUD Pasar Minggu belum siap secara optimal ditinjau dari aspek struktur (5M), terutama pada regulasi, kompetensi SDM, dan integrasi sistem. Diperlukan penguatan melalui penyusunan SOP baku, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui on the job training, serta pengembangan integrasi MEOWS ke dalam SIMRS agar implementasi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Introduction: Maternal Mortality Ratio (MMR) remains a key indicator of healthcare quality and has not yet achieved the SDGs target, primarily due to delays in early detection and management of maternal complications (WHO, 2023). Maternal emergencies often begin with non-specific signs, while clinical monitoring remains conventional and subjective, increasing the risk of delayed intervention and failure to rescue. The Modified Early Obstetric Warning System (MEOWS) has been proven effective in objectively identifying maternal deterioration and accelerating clinical response (Ministry of Health Indonesia, 2024). However, its implementation depends on the structural readiness of hospitals. RSUD Pasar Minggu, as a referral hospital with comprehensive emergency obstetric and neonatal care (PONEK) services, has shown an increase in maternal complication cases but has not optimally implemented an early warning system. Therefore, an analysis of structural readiness for MEOWS implementation is required. Method: This study employed a qualitative case study design conducted at RSUD Pasar Minggu from December 2025 to February 2026. Data were collected through methodological triangulation, including in-depth interviews, non-participant observation, Focus Group Discussions (FGD), and document review. Informants were selected purposively and expanded using snowball sampling until data saturation was achieved, involving healthcare providers and management personnel engaged in MEOWS implementation. The study focused on analyzing structural readiness based on the 5M framework (man, material, machine, method, and milieu). Data were analyzed using thematic analysis, including transcription, coding, categorization, and theme development. Result: The findings indicate that the readiness for MEOWS implementation at RSUD Pasar Minggu is not yet optimal across all structural aspects. The man aspect reveals limited competencies and the absence of structured capacity-building initiatives. In the material and machine aspects, facilities are available; however, the MEOWS chart is not standardized and has not been integrated into the hospital information system. The method aspect is characterized by the absence of standardized clinical guidelines and the implementation of training without practical components. The milieu aspect is relatively supportive, although challenges remain in patient privacy and incident reporting. Key barriers include regulatory gaps, limited human resource capacity, and lack of system integration. Conclusion: The implementation of MEOWS at RSUD Pasar Minggu is not yet structurally ready based on the 5M framework, particularly in terms of regulation, human resource capacity, and system integration. Strengthening efforts are required through the development of standardized clinical guidelines, capacity building of healthcare personnel through on-the-job training, and integration of MEOWS into the hospital information system to ensure effective and sustainable implementation.
Read More
B-2615
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Susilo; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Budi Hartono, Yuli Prapancha Satar
Abstrak: Membangun budaya keselamatan pasien merupakan langkah awal dalampengembangan keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien di rumah sakitmerupakan bagian dari budaya organisasi, sehingga pengkajian tentang budayaorganisasi diperlukan untuk menjadi panduan dalam mengembangkan keselamatanpasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui budaya keselamatan pasien di kalanganpemberi pelayanan di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung danmengidentifikasi profil budaya organisasi pada jajaran pimpinannya.Penelitian deskriptif dengan interpretasi dan analisis kualitatif ini mengambilsubyek penelitian para pemberi pelayanan dan jajaran manajemen rumah sakit, dengancara menyebarkan kuesioner dan melaksanakan Consensus Decision Making Group(CDMG). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner AHRQ (Agency for HeathResearch and Quality) membagi budaya keselamatan pasien menjadi 1.) BudayaKeterbukaan, 2.) Budaya Keadilan, 3.) Budaya Pelaporan, 4.) Budaya Belajar, 5.)Budaya Informasi. Sedangkan kuesioner Organization Culture Assesment Instrument(OCAI) menilai 6 kriteria budaya yaitu 1.) Karakter Dominan, 2.) KepemimpinanOrganisasi, 3.) Manajemen Karyawan, 4.) Perekat Organisasi, 5.) Penekanan Strategis,6.) Kriteria Keberhasilan. Budaya organisasi terbagi menjadi Tipe Clan, Adhocrazy,Market dan Hierarki.Hasil penelitian mendapatkan bahwa budaya keterbukaan, terutama kerjasamadalam unit merupakan dimensi budaya keselamatan pasien yang terkuat dan dominan.Sedangkan respons non punitive dan pencatatan merupakan dimensi yang terlemah.Tipe budaya Hierarki didapatkan sebagai tipe budaya organisasi yang dominansekaligus kuat untuk saat ini dan yang diharapkan. Hal ini menjadi panduan untukmemilih strategi peningkatan mutu melalui Competing Value Framework dalamrangka pengembangan dan peningkatan keselamatan pasien. Rencana tindak lanjutdibuat dan disepakati dalam Consensus Decision Making Group (CDMG) untukmembumikan unsur keselamatan pasien dalam visi dan misi organisasi sertapenguatan budaya keselamatan melalui pelatihan keselamatan pasien bagi seluruh staf.Blamming culture harus secara perlahan dan signifikan segera dihilangkan dalamsemua bentuk pelayanan di rumah sakit.Kata Kunci: Budaya Organisasi, Budaya Keselamatan Pasien, Budaya Hierarki,RSUD dr. H. Abdul Moeloek.
Building a culture of patient safety is the first step in the developmentof patient safety. Culture of patient safety in hospitals is part of the cultureof the organization, so that the assessment of organizational culture neededto be a guide in developing patient safety. This study aims to determine thepatient safety culture among providers in dr. H. Abdul Moeloek Lampungand identify organizational culture profile in the ranks of leadership.Descriptive study with qualitative interpretation and analysis of thestudy subjects took care providers and hospital management board, bydistributing questionnaires and implement the Consensus Decision MakingGroup (CDMG). The research instrument used questionnaires AHRQ(Agency for Heath Research and Quality) dividing the patient safety cultureto 1.) Cultural Openness, 2.) Cultural Justice, 3) Cultural Reporting, 4.)Cultural Learning, 5.) Cultural Information. While questionnairesOrganization Culture Assessment Instrument (OCAI) assesses six culturalcriteria, namely 1.) Dominant character, 2) Organizational Leadership, 3)Employee Management, 4.) Adhesive Organization, 5.) Strategic Emphasis,6.) Success Criteria. Organizational culture is divided into Type Clan,Adhocrazy, Market and Hierarchy.Results of the study found that a culture of openness, especiallycooperation in the unit are the dimensions of patient safety culture isstrongest and dominant. While the non-punitive responses and recording theweakest dimension. Type Hierarki culture obtained as the dominant type oforganizational culture as well strong for the current and expected. It servesas a guide to select a quality improvement strategy through CompetingValue Framework in order to develop and increase patient safety. Follow-upplan prepared and agreed in the Consensus Decision Making Group(CDMG) to ground elements of patient safety in the vision and mission ofthe organization and strengthening a culture of safety through patient safetytraining for all staff. Blamming culture must gradually and significantlysoon be eliminated in all forms of service in hospitals.Keywords: Organizational Culture, Patient Safety Culture, Patient safety,Cultural Hierarchy, RSUD dr. H. Abdul Moeloek
Read More
B-1798
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Margaretha L.T; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Ede Surya Darmawan, Purnawan Junadi, Amal Chalik Sjaaf, Friana Asmely
Abstrak:
Latar belakang: Layanan onkologi di RSUD Pasar Minggu memegang peranan penting sebagai salah satu pusat rujukan utama di Jakarta Selatan dan telah ditetapkan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Kanker Strata Utama oleh Kementerian Kesehatan RI pada pelaksanaannya masih menghadapi tantangan pengembangan layanan dan kelengkapan infrastruktur hingga sehigga diperlukan rencana strategi. Tujuan: Membuat strategi pengembangan layanan onkologi RSUD Pasar Minggu untuk mengetahui gambaran situasi layanan onkologi, dan secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dengan pendekatan Ginter, Duncan, dan Swayne, yaitu dengan melakukan analisa eksternal (aspek ekonomi, sosiodemografi, epidemiologi, legislatif politik, teknologi, dan pesaing yang ditempatkan ke dalam lingkungan umum, sistem pelayanan kesehatan, atau area layanan) dan yang akan menghasilkan strategi terpilih yang kemudian diturunkan menjadi program kerja strategis. Metodologi: P deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode action research, menggunakan data primer (wawancara mendalam, observasi, dan diskusi terarah/CDMG) dan data sekunder (regulasi Kemenkes, BPS, data rekam medis RSUD Pasar Minggu). Hasil Penelitian: Layanan onkologi pada posisi kuadran Growth (Pertumbuhan), dengan pemilihan strategi adaptif yaitu pengembangan produk dan penetrasi pasar. Strategi ini dijabarkan ke dalam penguatan layanan onkologi komprehensif melalui penambahan SDM onkologi, fasilitas radioterapi LINAC, penguatan Tim Multidisiplin (MDT), menambah kelengkapan teknologi serta digitalisasi sistem navigasi pasien untuk meningkatkan aksesibilitas dan kepuasan pasien. Kesimpulan: Rencana strategi yang telah disusun ini diharapkan akan menjadi pedoman bagi manajemen RSUD Pasar Minggu dalam mewujudkan layanan onkologi yang terpadu, bermutu tinggi, dan mencapai strata utama. Kata Kunci: Rencana Strategis, Layanan Onkologi, RSUD Pasar Minggu, Manajemen Strategis, Jejaring Pengampuan Kanker.

Background: Oncology services at RSUD Pasar Minggu play a pivotal role as a primary referral center in South Jakarta and designated as Main Stratum Cancer Network Hospital, thus precise strategic planning is imperative. This thesis discusses the strategic plan for the development of oncology services at RSUD Pasar Minggu, as mandated by the Indonesian Ministry of Health. Objective: To formulate a development strategy for oncology services at RSUD Pasar Minggu by elucidating the current service landscape. Specifically, it identifies a situational analysis employing the Ginter, Duncan, and Swayne approach, comprising an external analysis and an internal analysis. These analyses yield selected strategies that are subsequently translated into strategic work programs. Methodology: A descriptive qualitative research design with a action reserch method utilizes primary data (in-depth interviews, observations, and Consensus Decision Making Group/CDMG discussions) and secondary data (Ministry of Health regulations, Statistics Indonesia/BPS, and RSUD Pasar Minggu medical records). Results: Oncology services within the Growth quadrant, selecting adaptive strategies of product development and market penetration. These strategies are elaborated into the strengthening of comprehensive oncology services through the addition of oncology human resources, LINAC radiotherapy facilities, the reinforcement of Multidisciplinary Teams (MDT), technological enhancement, and the digitalization of patient navigation systems to improve accessibility and patient satisfaction. Conclusion: Expected to serve as a guideline for the management of RSUD Pasar Minggu in realizing integrated, high-quality oncology services that meet the standards of the Main Stratum. Keywords: Strategic Plan, Oncology Services, RSUD Pasar Minggu, Strategic Management, Cancer Network.
Read More
B-2580
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melanie Husna; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Vetty Yulianty Permanasari, Balkis Rahmah, John S.T. Marbun
Abstrak: Waktu tunggu yang lama pada pelayanan rawat jalan akan mengurangi kepuasan pelanggan. Dari sisi karyawan, tidak mengetahui beban kerja sebenarnya menyebabkan karyawan mudah mengeluh dan meminta untuk diadakan tambahan karyawan yang sebenarnya bisa jadi tidak perlu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti melakukan observasi alur proses pelayanan rawat jalan dan waktu yang digunakan pasien untuk melakukan proses pengobatan di poliklinik paru RSUD Pasar Minggu dan melakukan analisis beban kerja dan penghitungan kebutuhan SDM dokter spesialis paru. Dari hasil observasi dilakukan analisis waste dan pemetaan Value Stream Map rawat jalan.

Hasil penelitian pada Curent State Map menunjukkan 90% waktu pelayanan rawat jalan poliklinik paru merupakan kegiatan yang tidak bernilai tambah (waste) dan hanya 10 % yang merupakan kegiatan bernilai tambah (value added). Usulan perbaikan dengan metode lean dituangkan dalam Future State Map dan diproyeksi dapat menurunkan kegiatan non value added menjadi 69,2% dan meningkatkan kegiatan value added menjadi 30,7%. Menurunkan waktu tunggu dari awalnya 279 menit menjadi 72 menit

Kata Kunci: Lean Hospital; Lean Thinking; Poliklinik Paru; Rawat Jalan; Waktu Tunggu.

Long waiting time on outpatient services will reduce customer satisfaction. From the employee side, not knowing the actual workload causes the employees to easily complain and ask to be held additional employees who may actually be unnecessary. In this study, the researcher observed the outpatient service process flow process and the time used by the patient to perform the treatment process at the Lung Polyclinic of RSUD Pasar Minggu and analyzed the work load and the calculation of the HR requirement of lung specialist doctor. From the results of observations conducted waste analysis and mapping Outstanding Output Value Stream Map.

The results of the research on the Curent State Map shows 90% of the outpatient service time of pulmonary polyclinic is an activity that is not value added (waste) and only 8% is a value added activity. Proposed improvement by lean method, set forth in the Future State Map is projected to reduce non value added activities to 69.2% and increase value added activities to 30.7% and reduce waiting time from 279 minutes to 72 minutes.

Key words: Ambulatory service; Lean Thinking, Lean Hospital; Waiting Time
Read More
B-1931
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadiya Nabila; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Purnawan Junadi, Endah Kartika, Supriyantoro
Abstrak:

Mutu pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh waktu tunggu pasien, yang merupakan indikator penting dari kepuasan pasien. Peraturan Menteri Kesehatan No. 129 menetapkan waktu tunggu maksimal 60 menit untuk pelayanan rawat jalan. RSUD Pasar Minggu telah menerapkan reservasi online untuk mengurangi waktu tunggu, namun waktu tunggu di klinik rehabilitasi medik masih tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Lean untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan dalam proses pelayanan. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain action-research dengan pendekatan kualitatif, 24 pasien BPJS klinik rehabilitasi medik yang mendaftar melalui online akan dijadikan sampel sebagai data observasi waktu tunggu dengan metode time-motion Hasil : Hasil penelitian dengan pendekatan Lean berhasil mengidentifikasi waste waiting pada tahap pelayanan dokter sebagai waste tertinggi, akar masalah yang ditemukan pada waktu tunggu pelayanan dokter yang lama teridentifikasi metode fishbone analysis mencakup kurangnya SDM, tata letak ruangan, serta belum adanya SPO pada pelayanan pasien pendaftaran online. Intervensi dilakukan mengikuti prinsip Lean yaitu standardized work dan visual management. Berdasarkan perhitungan future state map secara simulatif dapat menurunkan lead time dari 2 jam 28 menit menjadi 1 jam 46 menit dengan penurunan persentase aktivitas non value added (¯28%). Ksesimpulan : kombinasi penerapan prinsip Lean yang dibutuhkan mencakup prinsip heijunka, standardized work, visual management, dan 5S dapat waste (NVA) dari 2 jam menjadi 1 jam 16 menit (¯63%).


The quality of healthcare services is significantly influenced by patient waiting times, which are a crucial indicator of patient satisfaction. The Ministry of Health Regulation No. 129 sets a maximum waiting time of 60 minutes for outpatient services. RSUD Pasar Minggu has implemented online reservations to reduce waiting times; however, waiting times at the medical rehabilitation clinic remain high. Therefore, this study uses a Lean approach to identify and reduce inefficiencies in the service process. Methodology : This study uses an action-research design qualitative approaches, employing probability sampling to select a sample of 24 BPJS patients who registered online at the medical rehabilitation clinic. Results : The Lean approach identified "waiting" waste at the doctor service stage as the highest waste. The root cause analysis using the fishbone method identified long doctor service waiting times caused by the shortage of human resources, inefficient room layout, and the absence of Standard Operating Procedures (SPO) for online registration patients. Interventions were implemented following Lean principles, including standardized work and visual management. A future state map simulation showed that lead time could be reduced from 2 hours 28 minutes to 1 hour 46 minutes, with a 28% reduction in non-value-added activities. Conclusion : The combination of Lean principles needed includes heijunka, standardized work, visual management, and 5S. These principles successfully reduced non-value-added activities from 2 hours to 1 hour 16 minutes, a 63% decrease.

Read More
B-2462
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astefany Welda; Pembimbuing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Masyitoh, John Sihar Tony Marbun, Arief Riadi Arifin
Abstrak: Sejak operasionalnya sampai akhir tahun 2016, IGD RSUD Pasar Minggu mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien yang cukup signifikan, yaitu sebesar 5,3 kali lebih besar. Dari data kunjungan didapatkan bahwa perbandingan pasien dan perawat belum ideal, sehingga adanya keluhan beban kerja tinggi dan kurangnya jumlah perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pasar Minggu Jakarta dengan menggunakan time motion study yang kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan jumlah perawat IGD dengan menggunakan metode Work Indicator Staffing Need (WISN). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi terhadap perawat mahir didapatkan kebutuhan perawat yaitu 31 orang. Kata kunci: Beban kerja perawat, time motion study, WISN, perhitungan kebutuhan perawat Since its operation until the end of 2016, Pasar Minggu Hospital has experienced a significant increase in the number of patient visits, which is 5.3 times greater. From the data, it was found that the comparison of patients and nurses was not ideal, so there were high workload complaints and lack of nurses. This study aims to calculate the workload of nurses at the Emergency Department (IGD) of Pasar Minggu Hospital by using time motion study which then calculated the need for the number of nurses using Work Indicator Staffing Need (WISN) method. By using qualitative research method with observation approach to the advanced nurse, the result of nurse needs are 31 people. Key word: Nursing workload, time motion study, WISN, nursing demand
Read More
B-1886
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ainurinsan Amaludin; Pembimbuing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Netry Listriani, Khafifah Any
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ainurinsan Amaludin Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Efisiensi Pengadaan dan Penyimpanan Obat dalam Penyusunan Rencana Pengadaan Obat di RSUD Pasar Minggu Masalah terkait pengadaan obat di rumah sakit kerapkali terjadi, tidak terkecuali di RSUD Pasar Minggu. Masalah pengadaan obat yang sering terjadi di RSUD Pasar Minggu adalah peningkatan anggaran obat, seringnya terjadi kekosongan stok obat, dan lead time  pengadaan obat yang relatif lama. Oleh karena itu, diperlukan upaya efisiensi pengadaan dan penyimpanan obat dalam penyusunan rencana kebutuhan obat untuk memperlancar kegiatan operasional dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Bentuk penelitian ini adalah riset operasional dengan metode kualitatif dan kuantitatif untuk menyusun upaya efisiensi baik dari pendekatan farmasi dan non farmasi. Pendekatan farmasi dilakukan dengan mengelompokkan obat menurut Analisis ABC nilai investasi kemudian membandingkan beberapa model inventori demi mendapatkan model dengan total biaya pengadaan dan penyimpanan obat terkecil, sementara pendekatan non farmasi melalui upaya manajemen formularium. Hasil Analisis ABC nilai investasi menunjukkan bahwa terdapat 34 jumlah obat kelompok A yang menjadi fokus utama efisiensi pengendalian biaya obat. Obat kelompok A tersebut kemudian dihitung perencanaan kebutuhannya dengan menggunakan model inventori Economic Order Quantity (EOQ) untuk menghasilkan perhitungan total biaya pengadaan dan penyimpanan obat (TIC) terkecil. Untuk mengantisipasi kejadian kekosongan stok obat dilakukan dengen menentukan nilai safety stock yang mempertimbangkan jumlah pemakaian dan lead time masing – masing obat. Kata kunci: Analisis ABC; Efisiensi; EOQ; TIC.


ABSTRACT Name : Ainurinsan Amaludin Program of Study : Hospital Administration Study Title : Medication Procurement and Inventory Efficiency in Planning Medication Procurement in RSUD Pasar Minggu Problems related to procuring medication often occur in hospital, including in RSUD Pasar Minggu. The problems involved are increased medication budget, the frequent occurrence of out of stock medication, and relatively long medication procurement lead time. Therefore, it is necessary to determine efforts to maximize efficiency in medication procurement and inventory in planning medication needs so that operational activities can be reinforced and the quality of health service can be improved. This is an operational research with qualitative and quantitative method to establish efficiency efforts both from pharmaceutical and nonpharmaceutical approaches. Pharmaceutical approach involves doing ABC Analysis to group the medication based on its investment values. Then, three inventory models will be compared to get the model with the lowest total inventory cost (TIC). Meanwhile, nonpharmaceutical approach is done by formulary management efforts. ABC Analysis of investment value indicates that group A medication consist of 34 items. Those items become the main focus of medication cost containment. The medication needs for group A are then calculated by Economic Order Quantity (EOQ) model to generate the lowest TIC. In addition, safety stock calculation that determines not only the demand of the medication but also the procurement lead time of each drug is vital to anticipate the occurrence of out of stock medication. Keywords: ABC Analysis; Efficiency; EOQ; TIC.

Read More
B-1865
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive