Ditemukan 34379 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dea Triasari Indriyanti Wahidin; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Tri Yunis Miko Wahyono, Soewarta Kosen
Abstrak:
Read More
Vaksinasi adalah salah satu upaya untuk mengakhiri pandemi COVID-19. Kabupaten Cirebon tidak luput dari serangan COVID-19 dimana pada Minggu ke 4 Februari 2022, Kabupaten Cirebon mengalami gelombang serangan COVID-19 yang ketiga kalinya meskipun pada bulan Februari capaian vaksinasi mencapai 84,47%.Sehingga studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi vaksinasi dengan kejadian infeksi COVID-19 .Desain studi ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 8607 responden yang dari data All Record COVID-19 dan KPCPEN.Hasil analisis univariat menunjukan sebagian besar masyarakat di Kabupaten Cirebon yang dites RT-PCR COVID-19 sudah mendapatkan Vaksin Booster(67,9%), dengan mayoritas (81,9%) mendapatkan vaksin heterolog, berjenis kelamin perempuan (54,5%), berusia 18-25 tahun (22%),tinggal di wilayah endemik sedang (53%), bertujuan pemeriksaan untuk skrining (66%), WNI (100%), bukan merupakan PPLN (99,6%),bukan SDM Kesehatan(90,1%). Hasil analisis lanjutan menunjukan responden yang divaksin 1 kali tidak berhubungan dengan infeksi COVID-19 dibandingkan responden yang divaksin booster dengan PR 0,831 (95%CI :0,668-1,337) dan p value 0,096. Sedangkan responden yang divaksin 2 kali tidak berhubungan dengan infeksi COVID-19 dibandingkan dengan responden yang mendapat vaksin booster dengan PR 1,117 (95% CI : 0,934-1,337) dan p value 0,223.
Vaccination is one of many method to end the COVID-19 Pandemic. In the 4th week of February of 2021, Cirebon Regency happens to start the third wave of COVID-19 infection eventhough the vaccine coverage in February is 84,47%. Therefore, this study aims to determine the corelation between vaccine frequency with the Incidence of COVID-19. The study design was cross sectional with total sample 8607 respondents who were selected from the All Record Data dan KPCPEN in Cirebon Regency.. Univariate analysis shows that majority of the respondents had received booster vaccine (67,9%), heterologue type vaccine (81,9%) age 18-25 years old (22%), female (54,5%), non health care workers (90,1%), aim of examination id screening (66%), dan not a foreign traveller (99,6%). Multivariate analysis shows that that respondents who received first dose of vaccine correlated with COVID-19 infection compared to those who received booster dose with PR 0,831 (95%CI :0,668-1,337) and p value 0,096. While respondents who have received second dose of vaccine is not correlate significantly in statistical analysis compared to those who received booster dose with PR 1,117 (95% CI : 0,934-1,337) and p value 0,223.
T-6885
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Luqman; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal Syarif, Inggariwati
Abstrak:
Salah satu upaya untuk mengeluarkan Indonesia dari pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Data capaian vaksin primer COVID-19 di DKI Jakarta per Juli 2022 sudah sangat baik yaitu mencapai 106,5%, dengan 78% diantarnya ber KTP DKI. Tetapi dalam waktu yang sama kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta menembus angka 1.749 kasus per hari. Sehingga dalam studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status vaksinasi dan jenis vaksin dengan kejadian infeksi COVID-19. Desain studi yang dipilih adalah case-control (1:1) dengan jumlah sampel sebanyak 5.574 responden yang terpilih dari data COVID-19 DKI Jakarta. Penegakkan sampel penelitian berdasarkan hasil positif atau negatif COVID-19 dengan RT-PCR. Hasil univariat menunjukkan sebagian besar responden kasus telah mendapat vaksin 2 kali (81,92%) dan jenis vaksin homolog (88,87%). Hasil analisis multivariat hubungan status vaksinasi dengan kejadian infeksi COVID-19 menunjukkan hasil yang kontradiktif, dimana pada kelompok dengan status vaksinasi belum cukup (vaksin 1 kali atau belum vaksin) justru memberikan perlindungan dari infeksi COVID-19 sebesar 77,5%. Kemudian pada hasil analisis multivariat hubungan jenis vaksin dengan kejadian infeksi COVID-19 menunjukkan hasil pada kelompok yang mendapat jenis vaksin homolog lebih berisiko terinfeksi COVID-19 sebesar 3,220 kali dibandingkan dengan kelompok yang telah mendapat jenis vaksin heterolog (95%CI: 0,033-0,045). Perlu adanya penelitian lanjutan dengan menggunakan desain studi yang berbeda atau menggunakan sumber data yang berbeda sebagai upaya memvalidasi hasil studi ini. Upaya menurunkan kasus COVID-19 dapat dilakukan dengan cara meningkatkan capaian program vaksinasi hingga dosis booster dengan metode heterolog pada populasi berisiko.
Read More
T-6365
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yudha Asy`ari; Pembimbing: Helda; Penguji: Yovsyah; Krishna Adi Wibisana
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Long COVID pada penyintas COVID-19 di Kelurahan Jatisampurna Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitia cross-sectional. Penelitian ini diikuti oleh 308 responden, dengan proporsi perempuan 64% dan laki-laki 36%. Hasil penelitian ini menunjukan proporsi kejadian Long COVID sebesar 80,2%. Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah kelelahan (64%), brain fog (30.5%), dan batuk kering (21.8%). Analisis bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dan pekerjaan dengan kejadian Long COVID. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian Long COVID (p= 0,011 OR=2,157) dan komorbid dengan kejadian Long COVID (p= 0,006 OR= 2,652).
Read More
S-10798
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Priskatindea; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Indri Oktaria Sukmaputri, Bayu Aji
Abstrak:
Perilaku pencegahan merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Vaksinasi merupakan salah satu kunci dari perilaku pencegahan terhadap COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksin COVID-19 pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan menganalisis hasil survei daring yang dilakukan pada 264 orang Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia yang berlangsung selama bulan Mei 2021. Hubungan asosiasi dinilai pada faktor sosidemografi yakni usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, agama, tingkat pendidikan, status menikah, status pekerjaan dan kepemilikan asuransi, gambaran riwayat individu/kerabat terkena COVID-19 sebelumnya, persepsi terhadap COVID-19 yang terdiri atas persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan, serta tingkat pengetahuan tentang COVID-19, tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19, tingkat pengetahuan tentang vaksin COVID-19, dan perilaku pencegahan COVID-19 dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan menggunakan analisis logistic regression. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 88,6% mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19. Hasil analisis multivariat menemukan bahwa faktor status menikah, kepemilikan asuransi, persepsi hambatan, dan pengetahuan tentang vaksin COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan vaksin COVID-19 mahasiswa FKM UI. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi hambatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa FKM UI. Upaya edukasi yang lebih luas, transparan dan konsisten serta klarifikasi terhadap misinformasi perlu dilakukan untuk meningkatkan keyakinan pada populasi berusia muda khususnya mahasiswa mengenai manfaat dan hambatan dari vaksinasi sehingga diharapkan dapat mengedukasi orang lain di lingkungan sekitarnya. Pemahaman perspektif mahasiswa tentang vaksin COVID-19 dan dukungan keterlibatan mereka terhadap pelaksanaan vaksinasi dapat berguna dalam merencanakan respon yang memadai. Upaya penelitian lebih lanjut diperlukan dengan menggunakan metode, desain dan variabel yang lebih baik dan lebih spesifik serta dengan lingkup yang lebih luas untuk mengetahui lebih jauh mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa khususnya mahasiswa FKM
Preventive behavior is the key to success in dealing with the COVID-19 pandemic. Vaccination is one of the keys to against COVID-19. The purpose of this study was to determine and explain the factors influencing COVID-19 vaccine acceptance among Public Health students, Universitas Indonesia. This research used a crosssectional design by analyzing the results of an online survey conducted on 264 Public Health students, Universitas Indonesia during May 2021. The relationship is assessed between COVID-19 vaccine acceptance and sosidemographic factors, namely age, gender, economic level, religion, education level, married status, occupation and health insurance status, a history of individuals / relatives affected by COVID-19 before, perceived of COVID-19 consisting of perceived risk, perceived severity, perceived benefits, and perceived barriers, knowledge about COVID-19, knowledge about COVID-19 prevention, knowledge about the COVID-19 vaccine, and COVID-19 prevention behavior among Public Health students, Universitas Indonesia using logistic regression analysis. The results of this study indicate that 88,6.% students of Faculty of Public Health, Universitas Indonesia stated that they are willing to receive the COVID-19 vaccine. The results of multivariate analysis showed that marital status, insurance ownership, perceived barriers, and knowledge of the COVID-19 vaccine had a significant relationship with the acceptance of the COVID-19 vaccine for public health students. This study showed that the perception of barriers was the most dominant factor related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in the public health students, Universitas Indonesia. Broader information, transparent and consistent education with appropriate communication approaches and clarification of misinformation are needed to increase confidence in the young population, especially university students, about the benefits and barriers of vaccination so it is expected to educate others. Understanding students' perspectives on the COVID-19 vaccine and supporting their involvement in vaccination programme can be useful in planning an adequate response. Further research are needed by using better and more complete methods, designs and variables as well as with a wider scope to find out more about the factors related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in students, especially Public Health students
Read More
Preventive behavior is the key to success in dealing with the COVID-19 pandemic. Vaccination is one of the keys to against COVID-19. The purpose of this study was to determine and explain the factors influencing COVID-19 vaccine acceptance among Public Health students, Universitas Indonesia. This research used a crosssectional design by analyzing the results of an online survey conducted on 264 Public Health students, Universitas Indonesia during May 2021. The relationship is assessed between COVID-19 vaccine acceptance and sosidemographic factors, namely age, gender, economic level, religion, education level, married status, occupation and health insurance status, a history of individuals / relatives affected by COVID-19 before, perceived of COVID-19 consisting of perceived risk, perceived severity, perceived benefits, and perceived barriers, knowledge about COVID-19, knowledge about COVID-19 prevention, knowledge about the COVID-19 vaccine, and COVID-19 prevention behavior among Public Health students, Universitas Indonesia using logistic regression analysis. The results of this study indicate that 88,6.% students of Faculty of Public Health, Universitas Indonesia stated that they are willing to receive the COVID-19 vaccine. The results of multivariate analysis showed that marital status, insurance ownership, perceived barriers, and knowledge of the COVID-19 vaccine had a significant relationship with the acceptance of the COVID-19 vaccine for public health students. This study showed that the perception of barriers was the most dominant factor related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in the public health students, Universitas Indonesia. Broader information, transparent and consistent education with appropriate communication approaches and clarification of misinformation are needed to increase confidence in the young population, especially university students, about the benefits and barriers of vaccination so it is expected to educate others. Understanding students' perspectives on the COVID-19 vaccine and supporting their involvement in vaccination programme can be useful in planning an adequate response. Further research are needed by using better and more complete methods, designs and variables as well as with a wider scope to find out more about the factors related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in students, especially Public Health students
T-6215
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Amelia Rahmitha Helmi; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyuni; Penguji: Helda, Nani H. Widodo, Hidayat Nuh Ghazali Djadjuli
Abstrak:
Kelelahan merupakan efek jangka Panjang COVID-19 dengan proporsi tertinggi yang sering dilaporkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan infeksi COVID-19 dengan kelelahan pada populasi umum. Kelelahan diukur menggunakan instrumen MFI20 yang terdiri dari 4 dimensi kelelahan, yaitu kelelahan umum, kelelahan mental, kelelahan fisik, dan motivasi berkurang. Kuesioner daring diberikan kepada 416 orang populasi umum berusia 25-40 tahun dan tidak memiliki riwayat rawat inap karena COVID-19. Kelompok terpapar adalah penyintas 6-12 bulan pasca infeksi dan kelompok tidak terpapar belum pernah terinfeksi COVID-19. Hasil penelitian diketahui prevalensi kelelahan umum adalah 18.8% dan nilai POR interaksi COVID-19 dan penyakit 7.14 (95% CI 1.11-45.87) setelah dikontrol variabel lain; prevalensi kelelahan mental 9.9% dan POR 2.25 (95% CI 1.07-4.73; p value 0.031); prevalensi kelelahan fisik 8.9% dan POR 2.248 (95% CI 1.033-4.896; p value 0.041) setelah dikontrol pekerjaan, IMT, dan riwayat penyakit; serta prevalensi motivasi berkurang 9.9% dan POR 1.24 (95% CI 0.592.58; p value 0.556) setelah dikontrol IMT dan insomnia. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan infeksi COVID-19 dengan kelelahan umum, kelelahan mental, dan kelelahan fisik pada populasi di Kota Depok. Sehingga perlu adanya tatalaksana terhadap penyintas untuk pencegahan dan pemulihan kelelahan
Read More
T-6412
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Chaliq Setiawan; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda; I Nyoman Kandun
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku 3M untuk pencegahan serta hubungannya dengan persepsi terhadap COVID-19 pada mahasiswa yang berdomisi di Kota Palu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional). Sampel pada penelitian ini berjumlah 200 sampel, adapun metode pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner daring melalui aplikasi google form.
Read More
S-10658
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lutfiani Fajrin; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Nurhayati Adnan, Helmi; Ahmad Hidayat
Abstrak:
Read More
Reinfeksi Covid-19 didefinisikan sebagai telah sembuh dari infeksi COVID-19 kemudian terinfeksi kembali. Banyaknya laporan kejadian reinfeksi dibeberapa negara seperti Hongkong, Nevada, Amerika Serikat, Belgium, Ekuador, India, dan negara lainnya menunjukkan besaran masalah reinfeksi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang beresiko terhadap kejadian reinfeksi COVID-19. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dalam mengetahui faktor resiko reinfeksi COVID-19. Subjek penelitian ini adalah pasien dengan riwayat reinfeksi yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dari data surveilans epidemiologi di RSDC Wisma Atlet, Jakarta pada bulan Juli – Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 variabel yang berhubungan dengan reinfeksi COVID-19 pada pasien RSDC WAK: usia 30-39 tahun (POR: 0.60, 95% CI: 0.47-0.77), usia ≥40 tahun (POR 0.41, 95%CI: 0.32-0.53), variabel pekerjaan; non-nakes (POR: 0.91, 95% CI: 0.68-1.22), nakes (POR: 1.80, 95% CI: 1.32-2.46), riwayat kontak erat (POR: 0.75, 95% CI: 0.59-0.97), penggunaan transportasi umum (POR: 1.36, 95% CI:1.02-1.79), perjalanan ke luar daerah (POR: 0.69, 95% CI: 0.51-0.96), bepergian ke fasilitas umum (POR: 2.01, 95% CI: 1.45-2.78), status vaksin; vaksin dosis 1 (POR: 0.56, 95% CI: 0.42-0.74), dan belum vaksinasi (POR:0.62, 95% CI: 0.48-0.78). Determinan atau faktor prediktor dominan reinfeksi COVID-19 pada pasien rawat inap RSDC WAK adalah variabel bepergian ke fasilitas umum.
COVID-19 reinfection defined as a person who has recovered from infection with COVID-19 then re-infected. The number of reinfection report in several countries such as Hongkong, Nevada, Amerika Serikat, Belgium, Ekuador, India, and the other country shows the magnitude of the reinfection problem. Therefore, this study was conducted to determine risk factor of COVID-19 reinfection. This study is an analytical study with a cross-sectional to determine the risk factors of COVID-19 reinfection. The subjects of this study were patients with a history of reinfection who met the inclusion and exclusion criteria from secondary data (epidemiological surveillance data) at the RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta (RSDC WAK) in July – December 2021. The results showed that there were 7 variables related to the incidence of reinfection of COVID-19 in RSDC WAK patients, including: age; age 30-39 years old (POR: 0.60, 95% CI: 0.47-0.77), age ≥40 years old (POR 0.41, 95%CI: 0.32-0.53), occupation; non-health workers occupation (POR: 0.91, 95% CI: 0.68-1.22), health worker occupation (POR: 1.80, 95% CI: 1.32-2.46), history of close contact (POR: 0.75, 95% CI: 0.59-0.97), public transportation uses (POR: 1.36, 95% CI: 1.02-1.79), travel outside the region (POR: 0.69, 95% CI: 0.51-0.96), visit public facilities (POR: 2.01, 95% CI: 1.45 -2.78), vaccine status; vaccinated doses 1 (POR: 0.56, 95% CI: 0.42-0.74), and unvaccinated (POR:0.62, 95% CI: 0.48-0.78). Predictor of COVID-19 reinfection in inpatients at RSDC WAK is visit public facilities.
T-6560
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yesi Maria; Pembimbing; Syahrizal Syarif; Penguji; Renti Mahkota, Hyang Wreksagung
Abstrak:
Read More
Tenaga kesehatan berada pada garis terdepan yang menangani Covid-19 dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 sehingga resiko paparan Covid-19 yang diterima jauh lebih besar daripada tenaga pelayanan umum lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan penularan covid-19 pada tenaga kesehatan. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan data primer kuisioner dalam bentuk google form sebanyak 136 responden, Chi Square dan Cox Regression digunakan sebagai uji statistik pada penelitian ini . Sampel merupakan tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang dengan kriteria inklusi masa kerja minimal satu tahun, tidak pernah terinfeksi covid-19 pada saat penelitian ini dilakukan , berusia 20 tahun keatas. Hasil menunjukkan proporsi tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 dengan beban kerja berlebihan sebesar 91,2 % .Besar asosiasi beban kerja dengan penularan covid-19 sebesar aPOR 1,192 kali [aPOR 1,192 (95% CI 0,824? 1,723)] tanpa dikontrol variabel confounding, dikarenakan tidak terdapat variabel yang confounding. Dapat disimpulkan bahwa beban kerja tidak memberikan efek yang signifikan terhadap penularan covid-19 pada tenaga kesehatan. Namun ,upaya dalam menurunkan penularan covid-19 pada tenaga kesehatan masih sangat dibutuhkan, salah satunya dengan memperkuat screening penerimaan pasien yang akan dirawat , mengevaluasi rasio antara jumlah pasien dengan ketersediaan tenaga kesehatan dan melakukan rotasi unit kerja untuk pemenuhan kapasitas tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Health workers are at the forefront of handling Covid-19 in providing health services to overcome the surge in Covid-19 cases so that the risk of exposure to Covid-19 received is much greater than other public service workers. Because the risk is higher for infections, serious diseases, and even death, it will affect the service system in health care facilities if it is not adequately protected and it is feared that if cases of Covid-19 exposure to health workers will increase the surge in Covid-19 cases. Due to the increase in Covid-19 cases, it has a very big influence on hospitals, which in general where health workers work to provide health services with the aim of creating a sense of security and comfort to patients, it is hoped that they can consider all efforts and aspects in reducing the risk factors for transmission of Covid-19. Therefore, this study aims to determine the relationship between workload and covid-19 transmission in health workers. The design of this study is cross sectional using questionnaire primary data in the form of google form. The sample was a health worker who worked at the Tangerang Regency General Hospital with a work period of at least one year, had never been infected with covid-19 at the time this study was conducted, aged 20 years and above. The results showed the proportion of health workers infected with covid-19 with excessive workload of 91.2%. The magnitude of the workload association with covid-19 transmission was 9.979 times aPOR (95% CI 1,998-49.84 and p-value 0.005) after controlled confounding and covariate variables. It can be concluded that workload has a significant effect on the transmission of covid-19 in health workers. Efforts to reduce the transmission of covid-19 to health workers are still very much needed, one of which is by strengthening screening the admission of patients to be treated, evaluating the ratio between the number of patients and the availability of health workers and rotating work units to fulfill the capacity of health workers if needed.
T-6556
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melia Fatrani Rufaidah; Pembimbing: Helda, Ratna Djuwita; Penguji: Desty Wijayanti, Inggariwati
Abstrak:
Pada pertengahan tahun 2021, Indonesia mengalami lonjakan kasus COVID-19 dengan infeksi berat yang berdampak pada peningkatan jumlah kematian. Hipertensi diketahui menjadi salah satu penyakit penyerta yang paling banyak dimiliki oleh pasien COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh hipertensi secara independen terhadap mortalitas COVID-19 di RSUD Pasar Minggu periode tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan data yang digunakan berasal dari rekam medis pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sampel terpilih dengan metode simple random sampling dan analisis yang digunakan adalah analisis survival Kaplan-meier dan analisis multivariat Cox proportional-hazards regression. Dengan demikian, seiring dengan perjalanan waktu pandemi COVID-19 ini diharapkan rumah sakit dapat tetap melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap pasien dengan komorbiditas terutama hipertensi sehingga dapat terus menurunkan angka kematian akibat COVID-19
Read More
T-6414
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Soraya Hidayati; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Helda, Ririn Saptorini
Abstrak:
Jumlah penderita dan kasus kematian akibat infeksi virus COVID -19 setiap harinya terus bertambah dan terus muncul varian virus COVID yang baru. Lebih dari 80% kematian karena COVID-19 terjadi pada penderita yang berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat komorbid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang dapat meningkatkan risiko kematian COVID-19 pada pasien lansia yang melakukan rawat inap di RSUD Karanganyar Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder dari file data base rekam medis pasien rawat inap di RSUD Karanganyar yaitu sebanyak 322 pasien lansia Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi logistik untuk menguji hubungan variabel independen jenis kelamin, TBC paru, diabetes mellitus, ginjal kronis, stroke, dan jantung dengan kematian pasien COVID-19 lansia sebagai variabel dependennya Sebanyak 61 (18,9%) pasien COVID-19 lansia meninggal dunia. Sebanyak 33 (54,1%) pasien lansia adalah perempuan
Read More
T-6404
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
