Ditemukan 39914 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Siti Pujiwati Permata Rima; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Rakhmad Hidayat, Tiersa Vera Junita
Abstrak:
Read More
Stroke adalah penyakit penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung di dunia. Analisis faktor yang mempengaruhi lama perawatan pada rawat inap dengan populasi Indonesia masih jarang dilakukan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk mengevaluasi hubungan antara hiperglikemia dan hiperkloremia dengan lama perawatan pada pasien stroke iskemik akut di unit rawat inap RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia. Data sekunder rekam medis dari pasien stroke iskemik akut yang dirawat antara 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022 digunakan untuk analisis. Metode non-probability sampling tipe purposive digunakan untuk merekrut sampel. Analisis statistik yang dilakukan termasuk analisis deskriptif, bivariat, stratifikasi, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pasien dengan stroke iskemik akut yang masuk ke unit rawat inap RSUD Pasar Minggu adalah 84.5%. Proporsi hiperglikemia pada pasien tersebut adalah 27%, sedangkan proporsi hiperkloremia adalah 10.2%. Median lama perawatan pasien adalah 5 hari. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi perawatan ≥ 5 hari dengan lama perawatan setelah dikontrol dengan variabel kovariat, (adjusted PR 2.21, 95% CI 1.70-2.88, p-value 0.00). Sementara hubungan antara hiperkloremia dan lama perawatan tidak signifikan secara statistik (adjusted PR 1.02; 95% CI 0.66-1.45, p-value 0.56) setelah dikontrol dengan variabel kovariat. Diperlukannya kampanye kesehatan publik, program pemeriksaan berkala, serta penyediaan sistem monitoring pengobatan bagi pasien dengan gangguan metabolik seperti diabetes. Penting untuk memberikan edukasi, mengembangkan protokol penanganan yang jelas, dan melakukan pemantauan glukosa darah serta elektrolit secara teratur pada pasien stroke iskemik akut.
Stroke is the leading cause of death after heart disease in the world. Analysis of factors affecting the length of hospital stay among the Indonesian population is still rarely conducted. This study employed a cross-sectional design to assess the association between hyperglycemia and hyperchloremia with the length of stay in acute ischemic stroke patients at the inpatient unit of RSUD Pasar Minggu Hospital, South Jakarta, Indonesia. Secondary data from acute ischemic stroke patients admitted between January 1, 2022, and December 31, 2022, were analyzed. A purposive non-probability sampling method was used to recruit the sample. Statistical analyses included descriptive, bivariate, stratification, and multivariate analyses. The results revealed that 84.5% of patients admitted to the RSUD Pasar Minggu Hospital had acute ischemic stroke. The proportion of hyperglycemia among these patients was 27%, while hyperchloremia was 10.2%. The median length of stay was 5 days. After controlling for covariates, the association between hyperglycemia and length of stay remained statistically significant (adjusted PR 2.21, 95% CI 1.70-2.88, p-value 0.00), while the association between hyperchloremia and length of stay remained not statistically significant (adjusted PR 1.02; 95% CI 0.66-1.45, p-value 0.56). There is a need for public health campaigns, regular screening programs, and integrated treatment monitoring systems for patients with metabolic disorders such as diabetes. It is essential to provide education, develop clear treatment protocols, and regularly monitor blood glucose and electrolytes in acute ischemic stroke patients.
T-6923
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Telly Purnamasari Agus; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Amal Chalik Sjaaf, Adisasmita, Asri C.; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Mardiati Nadjib, Evi Martha, Rizaldy Taslim Pinzon, Trihono
Abstrak:
Pengaruh pelaksanaan clinical pathway terhadap proses pelayanan dan lama hari rawat pasien stroke iskemik di tiga rumah sakit Indonesia Pengaruh pelaksanaan clinical pathway terhadap proses pelayanan dan lama hari rawat pasien stroke iskemik di tiga rumah sakit Indonesia
Read More
D-379
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Taruli Tua Pane; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Julianty Pradono
Abstrak:
Stroke merupakan penyakit nomor 3 terbesar dan paling sering menyebabkan kematian di Indonesia. Prevalensi kejadian stroke di Indonesia menurut riskesdas 2007 adalah sebesar 8,3 per 1000 penduduk. Di Jakarta sendiri prevalensi kejadian stroke masih berada di atas prevalensi nasional yaitu 12,5 per 1000 penduduk dan menimbulkan banyak problem baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor risiko kejadian stroke iskemik dan stroke hemoragik pada pasien stroke di RS Harapan Kita Tahun 2012. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data sekunder berupa status rekam medis pasien menggunakan desain studi cross sectional. Hasil menunjukkan terdapat pasien penderita stroke iskemik (10,4%) dan hemoragik (89,6%) dengan karakteristik umur ≥62 tahun (51,5%), berjenis kelamin laki-laki (62%), pendidikan rendah (17,8%), memiliki perilaku merokok (37,4%), mengidap hipertensi (81,6%) dan DM (50,3%). Berdasarkan analisis bivariat tidak ditemukan adanya perbedaan yang secara statistik bermakna antara faktor risiko dengan kejadian stroke, namun perbedaan proporsi faktor risiko pada stroke iskemik selalu lebih besar dibandingkan stroke hemoragik.
Stroke is the third disease which often cause death in Indonesia. Prevalence of stroke in Indonesia from Riskesdas 2007 is 8,3 per 1000 person. Prevalence of stroke in Jakarta is still higher then national prevalence that is 12,5 per 1000 person and cause a lot of problems both in terms of social and economic. This research aims to identify different risk factors of ischemic and hemorragic stroke in inpatient of stroke at National Cardiovascular Center Harapan Kita 2012. The study was conducted by analyzing secondary data from patient medical record by using cross sectional study. Results showed that there were patients with ischemic stroke (10,4%) and hemorrhagic (89,6) with a characteristic age ≥62 years (51,5%), male (62%), low education (17,8%), smoking behaviour (37,4%), hypertension (81,6%) and diabetes (50,3%). Based on bivariate analysis, result shows that there is no statistical difference between risk factors and incidence of stroke, but the difference proportion of risk factors in ischemic stroke always greater than hemorrhagic stroke.
Read More
Stroke is the third disease which often cause death in Indonesia. Prevalence of stroke in Indonesia from Riskesdas 2007 is 8,3 per 1000 person. Prevalence of stroke in Jakarta is still higher then national prevalence that is 12,5 per 1000 person and cause a lot of problems both in terms of social and economic. This research aims to identify different risk factors of ischemic and hemorragic stroke in inpatient of stroke at National Cardiovascular Center Harapan Kita 2012. The study was conducted by analyzing secondary data from patient medical record by using cross sectional study. Results showed that there were patients with ischemic stroke (10,4%) and hemorrhagic (89,6) with a characteristic age ≥62 years (51,5%), male (62%), low education (17,8%), smoking behaviour (37,4%), hypertension (81,6%) and diabetes (50,3%). Based on bivariate analysis, result shows that there is no statistical difference between risk factors and incidence of stroke, but the difference proportion of risk factors in ischemic stroke always greater than hemorrhagic stroke.
S-7850
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizka Fahmia; Pembimbing: Helda; Penguji: Syahrizal Syarif, Astuti Giantini, Tristiyenny Pubianturi
Abstrak:
COVID-19 menjadi pandemi di seluruh dunia sejak Maret 2020. Hipertensi merupakan penyakit penyerta yang banyak diderita oleh pasien COVID-19. Banyaknya kasus COVID-19 membuat daya tampung fasilitas kesehatan hampir tidak mencukupi untuk memberikan pelayanan medis rawat inap yang memadai pada pasien COVID-19.Perpanjangan lama rawat inap pasien COVID-19 berefek terhadap besaran biaya yang ditanggung pemerintah atau pasien sendiri. Penentuan prioritas pasien rawat inap menjadi penting untuk rekomendasi panduan pelayanan pasien COVID-19. Saat ini penelitian tentang hubungan hipertensi dengan durasi lama rawat inap pasien COVID-19 di Indonesia masih belum ada. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara hipertensi dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Desain studi kohort retrospectif dilakukan pada 369 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat inap di RSUI selama Maret sampai dengan Oktober 2020, menilai hubungan hipertensi dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 setelah di kontrol usia, jenis kelamin, komorbid, tingkat keparahan, status PCR saat pulang dan status pasien pada akhir rawat
Read More
T-6216
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anis Kurniawati; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Iin Pusparini
Abstrak:
Read More
Stroke menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia sebesar 17,9 juta kematian dan prevalensi stroke secara global mencapai 101 juta kasus. Stroke hemoragik sendiri menyumbang angka 13% dari stroke keseluruhan dan di Indonesia tahun 2001 mencapai 18,5% dan perdarahan subarachnoid sebesar 1,4%. Namun, pasien stroke hemoragik memiliki kondisi lebih parah dengan risiko kematian yang lebih tinggi hingga 4 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan stroke hemoragik pada pasien rawat inap di RS Pusat Otak Nasional tahun 2022 setelah dikontrol variabel confounding. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel yang diperoleh sebesar 1010 sampel. Variabel confounding yang dipakai dalam penelitian ini adalah obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, status pernikahan, jenjang pendidikan, pekerjaan, usia, dan jenis kelamin. Hasil penelitian ini menunjukkan jika terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dengan stroke hemoragik (p=0,044) hingga 2,37 kali lebih tinggi dibandingkan pasien stroke yang tidak hipertensi setelah dikontrol variabel confounding. Pentingnya peningkatan kesadaran dengan melibatkan anak muda mengenai hipertensi dan stroke hemoragik perlu dilakukan. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap menerapkan pola hidup sehat dan cek kesehatan berkala di Posbindu setempat terutama masyarakat yang memiliki hipertensi
Stroke is one of the main causes of death in the world with 17.9 million deaths and the prevalence of stroke globally reaches 101 million cases. Hemorrhagic stroke itself accounts for 13% of all strokes and in Indonesia in 2001 it reached 18.5% and subarachnoid hemorrhage was 1.4%. However, hemorrhagic stroke patients have a more severe condition with a higher risk of death up to 4 times. This study aims to determine the relationship between hypertension and hemorrhagic stroke in inpatients at the National Brain Center Hospital in 2022 after controlling for confounding variables. The research method used was cross sectional with a sample of 1010 samples. The confounding variables used in this study were obesity, smoking habits, alcohol consumption, marital status, level of education, occupation, age and gender. The results of this study indicate that there is a significant relationship between hypertension and hemorrhagic stroke (p=0.044) up to 2.37 times higher than stroke patients who are not hypertensive after controlling for confounding variables. The importance of raising awareness by involving young people regarding hypertension and hemorrhagic stroke needs to be done. In addition, the community is expected to continue to adopt a healthy lifestyle and periodic health checks at the Posbindu, especially people who have hypertension
S-11231
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mailisafitri; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Yovsyah, Fatum Basalamah
S-6787
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Nastiti; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Yovsyah, M. Sugeng Hidayat
S-6971
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abdelrahman M S Alnweiri; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Helda, Hadianti Adlani
Abstrak:
Read More
Demam berdarah dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan komplikasi pada fungsi hati yang sering dijumpai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peningkatan enzim transaminase hati hati (SGOT/SGPT) dan lama hari rawat inap (LOS) pada pasien dewasa DBD di RS Ummi Bogor selama periode Januari 2021–Desember 2023. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif analitik kasus-kontrol berdasarkan data rekam medis. Variabel utama meliputi status peningkatan kadar SGOT/SGPT, lama rawat inap, komorbiditas, dan penggunaan obat hepatoprotektor. Analisis statistik mencakup uji Chi-square bivariat dan regresi logistik multivariat. Dari 786 pasien DBD, 329 (41,9%) mengalami peningkatan enzim transaminase hati hati. Rata-rata lama rawat inap pada pasien dengan peningkatan enzim transaminase hati hati adalah sekitar 5 hari, sedangkan kelompok tanpa peningkatan sekitar 4 hari (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa peningkatan enzim transaminase hati hati secara mandiri berhubungan signifikan dengan lama rawat inap lebih lama (adjusted odds ratio 1,42; 95% CI 1,05–1,94). Komorbiditas dan tidak menerima terapi hepatoprotektor juga terbukti berhubungan signifikan dengan perpanjangan lama rawat inap. Temuan ini mengindikasikan bahwa gangguan fungsi hati pada pasien DBD berkaitan dengan masa rawat inap yang lebih panjang. Diharapkan deteksi dini dan penatalaksanaan gangguan hati sejak awal dapat meningkatkan hasil perawatan pasien.
Dengue fever remains a significant public health problem in Indonesia, and hepatic complications are frequently observed. This study aimed to analyze the relationship between elevated liver enzymes (SGOT/SGPT) and length of hospital stay (LOS) in adult dengue patients at UMMI Bogor Hospital from January 2021 to December 2023. We conducted a retrospective case-control study using medical records. The main variables included elevated SGOT/SGPT levels, length of stay, comorbidities, and hepatoprotective therapy. Statistical analysis involved bivariate Chi-square tests and multivariate logistic regression. Of the 786 dengue patients, 329 (41.9%) had elevated liver enzymes. The mean LOS was about 5 days for patients with elevated enzymes, compared to about 4 days for those without elevation (p < 0.05). Multivariate analysis showed that elevated liver enzymes remained independently associated with longer hospital stays (adjusted OR 1.42; 95% CI 1.05–1.94). In addition, comorbidities and lack of hepatoprotective therapy were also significantly associated with longer LOS. These findings suggest that liver involvement in dengue is linked to extended hospital stays. Early detection and management of hepatic dysfunction upon admission may improve patient outcomes.
T-7462
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melia Fatrani Rufaidah; Pembimbing: Helda, Ratna Djuwita; Penguji: Desty Wijayanti, Inggariwati
Abstrak:
Pada pertengahan tahun 2021, Indonesia mengalami lonjakan kasus COVID-19 dengan infeksi berat yang berdampak pada peningkatan jumlah kematian. Hipertensi diketahui menjadi salah satu penyakit penyerta yang paling banyak dimiliki oleh pasien COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh hipertensi secara independen terhadap mortalitas COVID-19 di RSUD Pasar Minggu periode tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan data yang digunakan berasal dari rekam medis pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sampel terpilih dengan metode simple random sampling dan analisis yang digunakan adalah analisis survival Kaplan-meier dan analisis multivariat Cox proportional-hazards regression. Dengan demikian, seiring dengan perjalanan waktu pandemi COVID-19 ini diharapkan rumah sakit dapat tetap melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap pasien dengan komorbiditas terutama hipertensi sehingga dapat terus menurunkan angka kematian akibat COVID-19
Read More
T-6414
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Restya Sri Sugiarti; Pembimbing: Helda, Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Hendrivand; Ananda
Abstrak:
Obesitas adalah kondisi gizi lebih yang jika terjadi selama kehamilan memiliki dampak besar pada kesehatan ibu dan bayi serta berisiko untuk terjadinya preeklampsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur estimasi risiko obesitas kehamilan terhadap terjadinya preeklampsia. Penelitian ini merupakan studi case control dengan menggunakan data rekam medis pada ibu bersalin RSUD Pasar Minggu. Analisis data dilakukan dengan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat hubungan signifikan secara statistik antara obesitas kehamilan yang berinteraksi dengan umur terhadap kejadian preeklampsia setelah dikontrol variabel hipertensi gestasional pada ibu yang mengalami obesitas dan berusia ≤35 tahun untuk terjadinya preeklampsia dengan OR sebesar 2,81 (95% CI: 1.41-5.60; p 0.003). Risiko pada ibu yang berusia >35 tahun dengan OR 2,46 (95% CI: 1.02-5.93, p 0.043). Sementara risiko pada ibu obesitas dan berusia >35 tahun sebesar 0,80 (95% CI: 0.24-2.59; p 0,070). Ibu hamil diharpakan untuk menjaga berat badan normal untuk menghindari terjadinya preeklampsia
Read More
T-6413
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
