Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31675 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Deas Sativa Hasna Dinanti; Pembimbing: Kurniasari; Penguji: Purnawan Junaedi, Boga Hardhana
Abstrak:
SATUSEHAT Mobile, aplikasi transformasi dari PeduliLindungi yang diluncurkan pada 1 Maret 2023, mengalami penurunan pengguna hampir 50%, dari 105 juta menjadi 57 juta pengguna bulanan, dengan rating rendah 2,4 di Google Play. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan niat untuk terus menggunakan SATUSEHAT Mobile di lima provinsi teratas fasilitas kesehatan terkoneksi SATUSEHAT, pada pengguna berusia 19-59 tahun. Penelitian ini menggunakan teori model UTAUT, DeLone McLean, dan HOT-Fit Model dengan menggunakan pendekatan kuantitatif pada 167 responden dan diolah dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, kualitas sistem, dan kualitas layanan dengan niat untuk terus menggunakan SATUSEHAT Mobile. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan fitur dan fungsi yang sesuai kebutuhan masyarakat, peningkatan kemudahan penggunaan, sosialisasi yang jelas, pembaruan informasi, perbaikan sistem, dan penyediaan fitur live chat dengan customer service.

SATUSEHAT Mobile, a transformation of the PeduliLindungi application that launched on March 1, 2023, has experienced a nearly 50% decline in users, from 105 million to 57 million monthly users, with a low rating of 2.4 on Google Play. This study aims to analyze the factors related to the intention to continue using SATUSEHAT Mobile in the top five provinces with the most SATUSEHAT-connected healthcare facilities, focusing on users aged 19-59 years. The research utilizes the UTAUT model, DeLone McLean model, and HOT-Fit Model, employing a quantitative approach with 167 respondents analyzed using SEM-PLS. The results indicate significant relationships between performance expectancy, effort expectancy, social influence, system quality, and service quality with the intention to continue using SATUSEHAT Mobile. This study provides recommendations for improving features and functions to meet public needs, enhancing ease of use, clear socialization, information updates, system improvements, and the provision of live chat features with customer service.
Read More
S-11606
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabbila Dinda Pramesti; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Purnawan Junadi, Stefanus Nofa
Abstrak:
Aplikasi SatuSehat Mobile atau yang sebelumnya dikenal sebagai PeduliLindungi merupakan aplikasi yang diinisiasi oleh pemerintah dalam melakukan pelacakan digital guna menghentikan penyebaran COVID-19. Pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sejak tanggal 1 Maret 2023, PeduliLindungi resmi bertransformasi menjadi SatuSehat Mobile. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan aplikasi SatuSehat Mobile oleh masyarakat di DKI Jakarta usia 20-29 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan pengaplikasian Technology Acceptance Model (TAM). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada pengguna aplikasi SatuSehat Mobile di DKI Jakarta usia 20-29 tahun, sebanyak 420 responden. Penelitian dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2023. Hasil analisis univariat menunjukkan pandangan yang baik terhadap aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa perceived ease of used berpengaruh terhadap perceived usefulness, perceived usefulness berpengaruh terhadap attitude toward using, perceived usefulness berpengaruh terhadap attitude toward using, attitude toward using berpengaruh terhadap behavioral intention to use, dan behavioral intention to use berpengaruh terhadap actual system use. Pada analisis multivariat terhadap variabel attitude toward using, menunjukkan bahwa perceived ease of used merupakan variabel yang paling berpengaruh yang menentukan sikap pengguna dalam menggunakan aplikasi SatuSehat Mobile. Penerimaan aplikasi SatuSehat Mobile oleh pengguna sudah cukup baik, serta perlu dilanjutkan untuk meningkatkan fitur-fitur, keamanan data, dan maintenance pada aplikasi untuk meminimalisir potensi eror dan meningkatkan penerimaan pada pengguna.

The SatuSehat Mobile application, previously known as PeduliLindungi, is an application initiated by the government to carry out digital tracking to stop the spread of COVID-19. The government requires the use of the PeduliLindungi application. Since March 1st 2023, PeduliLindungi has officially transformed into SatuSehat Mobile. This research aims to analyze the acceptance of the SatuSehat Mobile application by the people in DKI Jakarta aged 20-29 years. This research was conducted by applying the Technology Acceptance Model (TAM). The type of research used is quantitative. This research was conducted on SatuSehat Mobile application users in DKI Jakarta aged 20-29 years, for total 420 respondents. The research was conducted during May-June 2023. The results of the univariate analysis show a good perception of the SatuSehat Mobile. The results of bivariate analysis show that perceived ease of use take effect to perceived usefulness, perceived usefulness take effect to attitude toward using, perceived usefulness take effect to attitude toward using, attitude toward using take effect to behavioral intention to use, and behavioral intention to use take effect to actual system use. In the multivariate analysis of the attitude toward using variable, show that perceived ease of use is the most take effect variable that determines user attitudes in using the SatuSehat Mobile application. The acceptance of the SatuSehat Mobile application by users is quite good, and it is necessary to continue to improve features, data security, and maintenance of the application to minimize potential errors and increase user acceptance.
Read More
S-11347
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afiana Salma Andhani; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Kesumadewi
Abstrak:
Dalam rangka mengoptimalkan penerapan RME di Indonesia, pemerintah mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia menerapkan dan mengintegrasikan sistem RME dengan platform nasional SATUSEHAT. Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana penerapan RME di suatu fasilitas kesehatan setelah menggunakan sistem RME yang telah terintegrasi dengan SATUSEHAT, terutama dari sisi petugas sebagai pengguna. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui penerapan RME yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT berdasarkan persepsi petugas pelaksana di salah satu rumah sakit yang telah terkoneksi dengan SATUSEHAT, yaitu RS Fatmawati melalui RME Transmedic. Penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan mengadopsi metode UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology). Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian memperoleh hasil bahwa penerapan RME Transmedic di RS Fatmawati belum optimal. Hal ini disebabkan petugas masih mempelajari sistem dan terdapat kendala yang sering dihadapi oleh petugas. Mayoritas kendala menyita waktu petugas sehingga efisiensi waktu kerja petugas menurun. Penurunan efisiensi waktu ini mempengaruhi produktivitas dan sikap petugas terhadap penerimaan RME secara sukarela. Meski begitu, kondisi sosial dan fasilitas di RS Fatmawati telah memberikan dukungan yang cukup positif terhadap penerapan RME. Hanya saja, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diselesaikan dan beberapa kebutuhan yang perlu diadakan, salah satunya pelatihan rutin. Melalui penelitian ini, diharapkan pihak Transmedic mampu menyelesaikan kendala dan melengkapi fitur yang sudah ada maupun belum ada serta pihak RS Fatmawati memberikan pelatihan rutin guna meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas.

To optimize the implementation of Electronic Medical Records (EMR) in Indonesia, the government has mandated that all healthcare facilities in Indonesia implement and integrate the RME system with the national SATUSEHAT platform. However, it is unclear how EMR is applied in a healthcare facility after integrating the system with SATUSEHAT, particularly from the perspective of staff as users. Therefore, this study aims to understand the implementation of EMR integrated with the SATUSEHAT platform based on the perceptions of staff at a hospital connected to SATUSEHAT, specifically Fatmawati Hospital through the Transmedic EMR system. This research employs a qualitative design adopting the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The study found that the implementation of the Transmedic EMR at Fatmawati Hospital is not yet optimal. This is due to the staff still familiarizing themselves with the system and frequently encountering obstacles. Most of these obstacles consume the staff’s time, thereby reducing their work efficiency. This decrease in efficiency affects the staff’s productivity and their voluntary acceptance of the EMR. Despite this, the social and facility conditions at Fatmawati Hospital provide positive support for the EMR implementation. However, several issues need to be resolved, and certain needs must be met, including routine training sessions. This study hopes that Transmedic can address the issues and enhance the existing and missing features, and Fatmawati Hospital can provide regular training to improve the staff’s knowledge and competence.
Read More
S-11587
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Milza Syafira Chairani; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Jaslis Ilyas, Nurwidyawati Purnaningrum
Abstrak:
Angka turnover perawat di RS X di Kota Depok pada tahun 2021-2023 dikatakan tinggi karena melebihi standar ideal angka turnover pertahun, yaitu 5-10%. Turnover intention merupakan langkah awal dari terjadinya turnover yang apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan konsekuensi yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh workload, job insecurity, dan job satisfaction terhadap turnover intention perawat di RS X di Kota Depok Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional, dengan menggunakan data primer yang berasal dari hasil penyebaran kuesioner kepada perawat di Rumah Sakit X di Kota Depok yang dilakukan dari bulan April-Mei 2024, dengan jumlah sampel sebanyak 128 orang perawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh signifikan dari workload, job insecurity, dan job satisfaction terhadap turnover intention perawat di Rumah Sakit X dengan nilai p value < α (0.05), yaitu variabel workload (p value = 0.013 dan 0.000), variabel job insecurity (p value = 0.000), dan variabel job satisfaction (p value = 0.000). Selain itu, dari hasil analisis yang dilakukan terhadap turnover intention diperoleh bahwa 64 (50%) perawat memiliki keinginan kuat terhadap turnover intention dan 64 (50%) perawat lainnya memiliki keinginan lemah terhadap turnover intention. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti memberikan saran kepada RS X untuk menjadikan turnover intention perawat sebagai fokus bagi RS X untuk meminimalkan risiko turnover yang sebenarnya, melakukan survei untuk mengukur tingkat turnover intention dan kepuasan kerja secara berkala kepada seluruh perawatnya, mengevaluasi kebutuhan perawat secara berkala, mendistribusikan beban kerja dan jam kerja secara merata dan adil antar perawat, menyediakan program konseling dan dukungan untuk membantu perawat mengatasi stres dan kelelahan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan lebih jelas dan rinci mengenai peran, tugas, tanggung jawab, dan ekspektasi kerja perawat. melakukan pengembangan pengetahuan dan kompetensi perawat secara berkala, melakukan peninjauan kembali terkait sistem pemberian gaji, serta menjadikan kesejahteraan perawat sebagai hal penting untuk diperhatikan.

Nurse turnover rate at Hospital X in Depok City is considered high from 2021 to 2023, exceeding the ideal annual turnover standard of 5-10%. Turnover intention is the initial step towards actual turnover, which if not managed properly, it can lead to detrimental consequences. This study aims to determine the influence of workload, job insecurity, and job satisfaction on nurse turnover intention in Hospital X in Depok City in 2024. The study employs a quantitative approach with a cross-sectional design, utilizing primary data from the results of questionnaires distributed to nurses at Hospital X, Depok City, conducted from April-May 2024, with a sample size of 128 nurses. The results of this study indicate that there is a statistically significant effect of workload, job insecurity, and job satisfaction on nurses' turnover intention at Hospital X with a p value < α (0.05), include the workload variable (p value = 0.013 and 0.000), the job insecurity variable (p value = 0.000), and the job satisfaction variable (p value = 0.000). In addition, the analysis of turnover intention indicates that 64 (50%) nurses have a strong intention to leave, while the remaining 64 (50%) nurses have a weak intention to leave. Based on these results, the researcher the researcher provides advice to Hospital X to make nurse turnover intention a focus for RS X to minimize the actual risk of turnover, conduct regular surveys to measure turnover intention and job satisfaction among all nurses, periodically evaluate nurses' needs, distribute workload and working hours fairly and equitably among nurses, provide counselling and support programs to help nurses cope with stress and fatigue, evaluate and communicate more clearly and in detail about the roles, duties, responsibilities, and work expectations of nurses, conduct regular training and development programs to enhance nurses' knowledge and competencies, review the salary system, and make nurses' welfare an important thing to consider.
Read More
S-11625
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isna Mutiara Salsabila; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta faktor-faktor yang berhubungan dengan intention-to-use layanan telekonsultasi di masa pandemi COVID-19 pada penduduk Jabodetabek usia 19-49 tahun. Kriteria tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan jumlah kasus COVID-19, tingkat mobilitas, keluhan kesehatan dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan, serta tingkat penggunaan internet. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dan metode analisis data PLS-SEM. Pengambilan data dilakukan pada Januari 2022 dengan sampel sejumlah 222 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengaruh sosial, perceived usefulness, trust in provider, dan trust in internet terhadap intention-to-use layanan telekonsultasi.
Read More
S-10887
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asti Nur Attriani; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Dwi Ratna Puspitasari
Abstrak:
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aspek yang sangat penting bagi keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan juga peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan SDM Kesehatan adalah untuk menghasilkan tenaga kesehatan bermutu dalam jumlah yang mencukupi dan terdistribusi adil sesuai dengan kebutuhan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan administrator kesehatan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara, telaah dokumen, dan perhitungan menggunakan metode ABK Kes. Informan yang terlibat pada penelitian ini sebanyak 4 orang yang terdiri dari 4 administrator kesehatan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian ini adalah waktu kerja tersedia sebesar 1250 jam. Uraian tugas dan norma waktu sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing program. Standar beban kerja selama satu tahun administrator kesehatan pertama sebesar 9951,7 jam, administrator kesehatan muda sebesar 3992,9 jam, dan administrator kesehatan madya sebesar 294,7 jam. Administrator kesehatan memiliki tugas pokok seperti menyiapkan pelayanan administrasi kesehatan, meyusun kebijakan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan kesehatan, dan menyusun laporan. Selain itu juga terdapat tugas penunjang seperti mengikuti seminar dan diklat, menjadi narasumber, menjadi fasilitator, serta menulis karya ilmiah. Saat ini terdapat 12 orang administrator kesehatan terdiri dari 2 ahli pertama, 8 ahli muda, dan 2 ahli madya. Hasil perhitungan dengan metode ABK Kes didapatkan jumlah kebutuhan administrator kesehatan yang diperoleh dari capaian tugas pokok selama kurun waktu satu tahun dibagi dengan standar beban kerja dan dikalikan dengan jumlah standar tugas penunjang yang ada. Perhitungan tersebut menghasilkan kebutuhan 58 administrator kesehatan, terdiri dari 17 ahli pertama, 30 ahli muda, dan 11 ahli madya. Jadi, jumlah administrator kesehatan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta masih mengalami kekurangan dan perlu penambahan.

Human Resources (HR) are a very important aspect for the success of government administration, implementation of development, and also improving services to the community. Health human resource development is to produce quality health workers in sufficient numbers and distributed fairly according to needs. This research aims to analyze the needs of health administrators at the DKI Jakarta Health Service office. This research is a qualitative descriptive study using a case study method. Data collection through interviews, document review, and calculations using the ABK Kes method. The informants involved in this research were 4 people consisting of 4 health administrators at the DKI Jakarta Health Service office. The results of this research are that the available working time is 1250 hours. Job descriptions and time norms are in accordance with the functions and tasks of each program. The standard workload for a first year health administrator is 9951.7 hours, young health administrator is 3992.9 hours, and middle health administrator is 294.7 hours. Health administrators have main tasks such as preparing health administration services, preparing policies, monitoring and evaluating the implementation of health development programs, and compiling reports. Apart from that, there are also supporting tasks such as attending seminars and training, being a resource person, being a facilitator, and writing scientific papers. Currently there are 12 health administrators consisting of 2 first-time experts, 8 junior experts, and 2 intermediate experts. The results of calculations using the ABK Kes method show that the number of health administrator needs obtained from the achievement of main tasks over a period of one year is divided by the standard workload and multiplied by the standard number of existing supporting tasks. This calculation resulted in the need for 58 health administrators, consisting of 17 first-time experts, 30 junior experts, and 11 intermediate experts. So, the number of health administrators at the DKI Jakarta Health Service office is still lacking and needs to be increased.
Read More
S-11714
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pandu Perdana; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mieke Savitri, Samsul Bahri
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan sikap dan perilaku mahasiswa FKM UI terhadap aplikasi Mobile JKN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 356 mahasiswa FKM UI. Diperoleh hasil bahwa mahasiswa FKM UI memiliki tingkat pengetahuan tinggi (50,3%), sikap yang favorable (mendukung/positif) (58,9%) dan perilaku yang tidak sesuai (78,8%) terhadap aplikasi Mobile JKN. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p-value 0,001), pendidikan (p-value 0,001), pekerjaan (p-value 0,002), dan sumber informasi (p-value 0,001) dengan tingkat pengetahuan mahasiswa FKM UI. Terdapat hubungan yang signifikan juga antara pengetahuan dengan sikap (p-value 0,008) dan perilaku (p-value 0,001) Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional This study discusses the factors related to knowledge, attitude, and behavior of FKM UI students to JKN Mobile application. This study use quantitative approach with cross sectional design. The number of respondents of this study were 356 college students of FKM UI. The result obtained that college student of FKM UI have high level knowledge (50,3%), favorable attitude (supportive/positive) (58,9%) and inappropriate behavior (78,8%) towards JKN Mobile app. There is a significant relationship between age (p-value 0,001), education (p-value 0,001), occupation (p-value 0,002), and source of information (p-value 0,001) with knowledge level of FKM UI college student. And there is also significant relationship between knowledge level with attitude (p-value 0,008) and behavior (p-value 0,001) Key words: Knowledge, Attitude, Behavior, Universal Health Coverage Mobile Application
Read More
S-9643
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bintan Muthia Farha; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Ahmad Doananto Riztama
Abstrak:

Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku Karang Taruna Kelurahan Pejaten Barat mengenai aplikasi Mobile JKN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 80 Karang Taruna Kelurahan Pejaten Barat. Diperoleh hasil bahwa Karang Taruna Kelurahan Pejaten Barat memiliki tingkat pengetahuan tinggi (86,3%), sikap yang favorable (mendukung/positif) (53,8%), dan perilaku bukan pengguna (66,3%) terhadap penggunaan aplikasi Mobile JKN. Terdapat hubungan antara sumber informasi (p-value 0,021) dengan perilaku penggunaan aplikasi Mobile JKN. Terdapat hubungan yang signifikan juga dengan perilaku penggunaan aplikasi Mobile JKN dengan sikap (p-value 0,005).


This study discusses the factors associated with the knowledge, attitudes, and practices of Karang Taruna in Pejaten Barat Sub-district regarding the Mobile JKN application. A quantitative approach was employed using a cross-sectional study design. The study involved 80 respondents from the Karang Taruna in Pejaten Barat. The results indicated that the majority of respondents had a high level of knowledge (86,3%), favorable (positive) attitudes (53,8%), and were predominantly non-users (66,3%) of the Mobile JKN application. Statistical analysis revealed a significant relationshio between information sources and application usage behavior (p-value = 0,021). Additionally, there was a significant association between attitudes and the use of the Mobile JKN application (p-value = 0,005).   

 

Read More
S-12154
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajrina Kintari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Jaslis Ilyas, Irvieny Rumondang
Abstrak:

Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu layanan dan budaya keselamatan rumah sakit. Menurut National Patient Safety Agency, pelaporan insiden berfungsi sebagai sarana pembelajaran untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Namun, data tahun 2019 menunjukkan bahwa hanya sekitar 12% rumah sakit di Indonesia yang melaporkan IKP. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pelaporan IKP rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta secara eksternal berdasarkan wilayah administrasi, kelas rumah sakit, jenis pelayanan, dan status kepemilikan rumah sakit, serta menganalisis hubungannya dengan keempat variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan dilengkapi wawancara untuk memperkaya pembahasan. Data sekunder berasal dari laporan IKP rumah sakit Provinsi DKI Jakarta tahun 2024, dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan Uji Kruskal-Wallis yang merupakan uji statistik nonparametrik. Hasil menunjukkan bahwa hanya variabel wilayah administrasi yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pelaporan IKP. Jakarta Timur menjadi wilayah dengan tingkat pelaporan terendah, diduga dipengaruhi oleh jumlah rumah sakit yang lebih banyak dan efektivitas supervisi wilayah. Sementara itu, rumah sakit kelas C, rumah sakit umum, dan rumah sakit pemerintah cenderung memiliki pelaporan lebih rendah, meskipun tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini memberikan gambaran variasi pelaporan IKP antar karakteristik rumah sakit dan menyoroti pentingnya peran wilayah administrasi dalam pembinaan dan pengawasan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan strategi pelaporan IKP secara eksternal di tingkat provinsi, terutama bagi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.


 

The reporting of Patient Safety Incidents (IKP) is a critical component in improving service quality and fostering a culture of safety in hospitals. According to the National Patient Safety Agency, incident reporting serves as a learning tool to prevent the recurrence of similar events. However, 2019 data showed that only about 12% of hospitals in Indonesia reported their IKP. This study aims to assess the level of external IKP reporting by hospitals in DKI Jakarta Province based on administrative region, hospital class, type of service, and ownership status, and to analyze the relationship between these variables and reporting compliance. This study used a quantitative cross- sectional design, with additional interviews to support the discussion. Secondary data were obtained from the 2024 IKP reports submitted by hospitals in DKI Jakarta Province. Data were analyzed using frequency distribution and Kruskal-Wallis test, a nonparametric statistic test. Results indicated that only the administrative region variable had a significant relationship with the level of IKP reporting. East Jakarta was identified as the region with the lowest reporting rate, which may be influenced by a higher number of hospitals and the effectiveness of local supervision. Meanwhile, Class C hospitals, general hospitals, and government-owned hospitals tended to report less frequently, although the differences were not statistically significant. This study highlights the variation in IKP reporting across hospital characteristics and underscores the important role of administrative regions in supervision and support. These findings may serve as evaluation material to strengthen external IKP reporting strategies, particularly for the DKI Jakarta Provincial Health Office.

Read More
S-11964
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalya Adyanissa; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mieke Savitri, Mas Herlanto Yudho Pradono
Abstrak: Penelitian ini membahas faktor yang mempengaruhi persepsi kualitas pengguna aplikasi Mobile JKN yang pernah berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bekasi Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi crosssectional. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner pada bulan April 2018. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kualitas pengguna aplikasi Mobile JKN baik sebanyak 63,6%, dan persepsi kualitas pengguna aplikasi Mobile JKN yang tidak baik sebanyak 36,4%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa sikap, motivasi, tampilan aplikasi, keunikan, dan promosi memiliki hubungan yang bermakna terhadap persepsi kualitas pengguna aplikasi Mobile JKN. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah menambah jumlah media promosi, menambah dekorasi berupa banner flag bernuansa aplikasi Mobile JKN, meningkatkan motivasi pengguna dengan memberikan keuntungan eksklusif, dan memperbaiki gangguan teknis yang sering terjadi seperti forced close.
Kata kunci: Persepsi, Persepsi kualitas, Aplikasi Mobile

This study discusses the perceived quality of the users of Mobile JKN application that has visited the branch office of Bekasi of BPJS Kesehatan. This study is a quantitative study with the use of cross-sectional study design. The data used for the sake of the study was primary data that was taken by the use of questionnaire as a research instrument in April 2018. Based on the results of statistical tests, it is known that the user of Mobile JKN application with good perceived quality of the said service are 63,6%, and the user of Mobile JKN application with bad perceived quality of the said service are 36,4%. Bivariate analysis showed that attitude, motivation, user interface, uniqueness, and promotion have significant relation to the perceived quality of the users of Mobile JKN. The researcher suggests that the company should enhance the number of media for promotion, make addition of banner flags of Mobile JKN as decoration, build up motivation by proffering any exclusive benefit for the user, and to fix the technical issue such as forced close.
Keywords: Perception, Perceived Quality, Mobile Application
Read More
S-9670
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive