Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33147 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zayyinatul Fathonah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Gunawan Santoso
Abstrak:
Perubahan lingkungan bisnis yang menekankan pada penggunaan transformasi digital dapat menjadi peluang dan tantangan baru yang harus dihadapi dalam layanan kesehatan. Rumah Sakit X menanggapi hal tersebut melakukan trasformasi digital pada penggunaan rekam medis elektronik (RME). Proses implementasi RME perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kinerja sistem informasi yang lebih baik salah satunya dengan menggunakan HOT-Fit Model. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran implementasi RME dan hubungan human, organization dan technology terhadap net benefit RME pada pelayanan rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan sampel total sejumlah 49 orang pengguna RME pada pelayanan rawat jalan yang datanya akan diambil menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran implementasi RME berdasarkan human, organization, technology dan net benefit sudah berjalan dengan baik. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara human (kepuasan pengguna dan penggunaan sistem), organization (struktur organisasi) dan technology (kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan) terhadap net benefit. Sementara itu ditemukan bahwa organization (struktur organisasi) tidak memiliku hubungan terhadap net benefit.

In healthcare, changes in the business environment that emphasize the use of digital transformation can become new opportunities and challenges that must be faced. Hospital X responded to this by carrying out digital transformation in the use of electronic medical records (EMR). The EMR implementation process needs to be evaluated to improve better information system performance, one of which is by using the HOT-Fit Model. The purpose of this study was to determine the description of EMR implementation and the relationship between human, organization and technology to the net benefits of EMR in outpatient services. This research is a quantitative study using a cross-sectional study design. The sample selection uses a total sample of 49 EMR users in outpatient services whose data will be taken using questionnaire. The results of this study indicate that the description of EMR implementation based on human, organization, technology and net benefits has gone well. This study also shows the relationship between human (user satisfaction and system usage), organization (organizational structure) and technology (system quality, information quality and service quality) to net benefits. Meanwhile, its was found that organization (organization structure) has no relationship to net benefits.
 
Read More
S-11624
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pusposari Purwoko; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Artha Prabawa, Dwi Edhityasrini Pratikto
Abstrak:
Rekam medis merupakan berkas yang wajib dimiliki oleh rumah sakit, karena berisi tentang catatan pengobatan pasien di rumah sakit (RS). Saat ini rekam medis di Indonesia telah mengalami perubahan menjadi rekam medis berbasis elektronik dan wajib diimplementasikan paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Beberapa RS telah mengembangkan RME namun implementasinya tidak berjalan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi rekam medis elektronik (RME) menggunakan metode Human, Organization dan Technology (HOT)-Fit di Instalasi Rawat Jalan RS AN-NISA Tangerang. Hubungan antara ketiga variabel tersebut akan dianalisis mengenai kaitannya dengan net benefit penggunaan rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melalui survei. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada hubungan antara teknologi RME dengan pengguna RME, ada hubungan antara teknologi RME dengan organisasi RS, ada hubungan antara organisasi RS dengan net benefit RME, ada hubungan tidak langsung antara teknologi RME dengan net benefit RME melalui organisasi RS, dan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan hubungan antara pengguna RME dengan net benefit RME. Saran dari penelitian ini supaya RS melakukan evaluasi rutin dan melibatkan para pengguna RME dalam pengembangan aplikasi.

Medical records are files that must be owned by hospitals, because they contain records of patient treatment in hospitals. Currently, medical records in Indonesia have changed to electronic-based medical records and must be implemented no later than December 31, 2023. Some hospitals have developed RME but the implementation is not running smoothly. This study aims to evaluate the implementation of electronic medical records (RME) using the Human, Organization and Technology (HOT)-Fit method at the Outpatient Installation of AN-NISA Tangerang Hospital. The relationship between the three variables will be analyzed regarding their relationship with the net benefits of using electronic medical records. This research is a quantitative study with a cross sectional approach through a survey. The data analysis technique uses path analysis to see the relationship between variables. The results illustrate that there is a relationship between RME technology and RME users, there is a relationship between RME technology and hospital organization, there is a relationship between hospital organization and RME net benefits, there is an indirect relationship between RME technology and RME net benefits through hospital organization, and there is no evidence strong enough to prove the relationship between RME users and RME net benefits. The suggestion from this study is for hospitals to conduct regular evaluations and involve RME users in application development.
Read More
B-2386
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raymond Surya Tan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Dian Ekawati, Iing Ichsan Hanafi
Abstrak:
Latar Belakang:. Rekam medis elektronik (RME) merupakan teknologi informasi yang bertujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan mengakses data dalam sistem informasi manajemen RS. Grup RS Hermina mulai menerapkan RME paling pertama pada November 2022. Untuk menjaga keberlangsungan serta meningkatkan pengembangan RME, grup RS Hermina perlu melakukan analisis implementasi RME. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penggunaan RME di grup RS Hermina. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang di grup RS Hermina selama bulan April hingga Mei 2024 dengan melibatkan 49 RS di Indonesia. Terdapat 12.429 karyawan tenaga medis yang terdiri dari bidan/ perawat, dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis, 149 karyawan direksi/ manajemen RS, dan 277 karyawan rekam medis. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner Human Organization Technology net benefit (HOT-fit) digital sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden pengguna diambil dengan proportional sampling. Sampel responden pengguna terdiri dari bidan/ perawat, dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis sebanyak 200 orang. Sampel responden manajemen diambil dengan total sampling yaitu sebesar 149 orang. Sementara itu, seluruh perwakilan responden rekam medis dari masing-masing RS Hermina diambil untuk mengetahui widget mana yang masih dikerjakan secara manual. Data yang diperoleh dilakukan analisis univariat, bivariat, hingga multivariat dengan kemaknaan p<0,05. Penelitian ini telah lolos dari komite etik riset FKM UI. Hasil: Kuesioner HOT-fit modifikasi dilakukan uji validitas dengan hasil seluruh pernyataan valid dan reliabel. Setelah dilakukan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan responden yang berpartisipasi dalam penelitian ialah 392 responden. Dari sisi pengguna, sebagian besar memberikan respon positif (>50% setuju atau sangat setuju) pada pernyataan yang ada di faktor manusia, organisasi, teknologi, dan manfaat dari implementasi RME. Hasil analisis multivariat menunjukkan ketiga faktor memiliki hubungan bermakna dengan manfaat efektivitas RME. Pada manajemen, terdapat 34 responden yang melakukan pengisian kuesioner. Hasil jawaban manajemen menunjukkan respon positif (>50% setuju atau sangat setuju) pada pernyataan yang ada di faktor organisasi, teknologi, dan manfaat dari implementasi RME). Diskusi: Implementasi RME di grup RS Hermina dapat dikatakan efektif dilihat dari cara mendapatkan informasi lebih cepat dan efisien, mengurangi angka kesalahan penulisan diagnosis, kemudahan konsultasi, alat legal untuk klaim BPJS, serta meningkatkan keamanan data pasien. Dari hasil penelitian, hal yang dapat ditingkatkan meliputi RME dikurangi tingkat error melalui alokasi dana untuk peningkatan jaringan dan perlu standar prosedur operasional jika terjadi kendala RME. Selain itu, tampilan menarik, sederhana, dan mudah digunakan dapat diperbaiki melalui adanya focused group discussion antara pengguna dengan vendor penyedia RME. Kesimpulan: Implementasi RME di grup RS Hermina sudah efektif dan ketiga faktor baik faktor manusia, organisasi, maupun terknologi memiliki hubungan dengan efektivitas RME. Kuesioner HOT-fit modifikasi ini dapat digunakan untuk menilai analisis implementasi RME di masing-masing grup RS Hermina.

Background: Electronic medical record (EMR) is an information technology for collecting, saving, processing, and accessing data in hospital management information system. The Hermina Hospital Group began implementing EMR firstly in November 2022. To maintain sustainability and enhance the EMR development, the Hermina Hospital Group needs to conduct an analysis of EMR implementation. Objective: This study aims to analyze the implementation of EMR usage in the Hermina Hospital Group. Methods: This study used a a cross-sectional method in the Hermina Hospital Group from April to May 2024 involving 49 hospitals around Indonesia. There were approximately 12,429 medical staffs consisting of midwives/nurses, general practitioners, dentists, and specialists, 149 hospital management/ director staffs, and 277 medical record staffs.. The study was carried out through the distribution of the modified Human Organization Technology Net Benefit (HOT-fit) digital questionnaire according to inclusion and exclusion criteria. User respondent samples were taken using proportional sampling. User respondent samples consisted of 200 midwives/nurses, general practitioners, dentists, and specialists. Management respondent samples were taken with a total sampling of 149 people. Meanwhile, all representative respondents of medical records from each Hermina Hospital were taken to determine which widgets were still being manually processed. Data obtained were analyzed univariately, bivariately, and multivariately with significance p50% agree or strongly agree) to the statements in the human, organizational, technological, and benefits factors of EMR implementation. Multivariate analysis showed that these three factors had a significant relationship with the effectiveness benefits of EMR implementation. In management, there were 34 respondents who completed the questionnaire. The management response results showed positive responses (>50% agree or strongly agree) to the statements in the organizational, technological, and benefits factors of EMR implementation. Discussion: The implementation of EMR at Hermina Hospital Group can be considered effective based on quicker and more efficient information retrieval, reduced diagnostic error rates, ease of consultation, legal compliance for BPJS claims, and enhanced patient data security. Areas for improvement identified from the study include reducing EMR error rates through increased network funding and establishing standard operational procedures for EHR challenges. Additionally, improving user interface attractiveness, simplicity, and usability could be achieved through focused group discussions between users and EHR vendors. Conclusion: EMR implementation at Hermina Hospital Group has been effective with all three factors—human, organizational, and technological—demonstrating a relationship with EHR effectiveness. This modified HOT-fit questionnaire can be used to reproduce for analysis of EMR implementation in each Hermina Hospital group.
Read More
B-2453
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fibrian Yusefa Ardi; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty, Syaifuddin Zuhri
S-8811
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhia Ticha Pertiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Agus Mutamakin
Abstrak: Penerapan teknologi pada bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan mutu,efisiensi dan efektivitas biaya. Rekam medis elektronik merupakan data medis pasienyang diproses secara digital dalam sistem manajemen rumah sakit yang juga bertujuanuntuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Pemanfaatan rekam medis elektronikrumah sakit di Indonesia baru mulai berkembang dan belum optimal. Perlu dilakukanpenilaian kesiapan sebagai kegiatan pra-implementasi untuk menggambarkan kondisiorganisasi rumah sakit saat ini demi mencapai keberhasilan implementasi suatu program.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor beserta indikator dalam penilaiankesiapan implementasi rekam medis elektronik pada rumah sakit di Indonesia. Penelitianini menggunakan metode literature review terhadap studi yang berlatar tempat negaraberkembang dengan basis data PubMed, ProQuest, Google Scholar, Sinta Indonesia, danGaruda. Hasil penelitian berdasarkan 10 studi terinklusi, ditemukan terdapat 4 faktor,yaitu budaya organisasi (budaya, keterlibatan seluruh pihak, pengembangan rencana),manajemen dan kepemimpinan (tim eksekutif, finansial, rencana strategis, peningkatanmutu dan pelayanan), kesiapan operasional (desain alur kerja, integrasi sistem, kebijakan,manajemen vendor, kebutuhan staf, pelatihan) dan kesiapan teknis (penggunaan sistemsaat ini, penilaian kebutuhan teknis, manajemen dan staf teknologi informasi). Sebaiknya,rumah sakit perlu melakukan penilaian kesiapan dengan menggunakan instrumen yangtelah dibuat dalam penelitian ini.
Kata kunci:penilaian kesiapan; rekam medis elektronik; teknologi informasi kesehatan
The application of technology in the health sector is to improve quality, efficiency, andcost-effectiveness. Electronic medical records is a patient data that require digital inhospital management systems are needed to improve quality and patient safety.Publishing electronic medical records in Indonesia is just beginning to be developed andnot optimal. It is necessary to discuss the pre-implementation process or readinessassessment that aims to evaluate the preparedness of the organization component toachieve the successful implementation of the program. This study aimed to prove thefactors and indicators that comply with a readiness assessment for electronic medicalrecords in Indonesian hospitals. This study uses a literature review method with PubMed,ProQuest, Google Scholar, Sinta Indonesia, and Garuda databases. The results based on10 pieces of research, found 4 factors, such as organizational culture (culture, theinvolvement of all parties, project plan development), management and leadership(executive teams, finance, strategic plans, quality improvement and care management,),operational readiness (workflow design, integration system, policy, vendor management,staff needs, training), and technical readiness (use of existing technology, technical needsassessment, management and staff of information technology). The researcherrecommended for the hospital to do the readiness assessment by using the instrumentsthat have been made in this study.
Key words:electronic medical record; health information technology; readiness assessment.
Read More
S-10389
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Ayu Mustikaningrum; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Rico Kurniawan, Teni Hernawati
Abstrak:
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menuntut tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas, salah satunya melalui pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang memadai. Pengelolaan data sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang optimal diperlukan agar fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas, mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar. Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) merupakan sistem yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan untuk mempermudah pengumpulan, pemantauan, dan perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, di Kabupaten Cianjur, pengelolaan ASPAK belum berjalan optimal, ditunjukkan dengan hanya 22 dari 47 Puskesmas yang aktif memperbarui data ASPAK per Maret 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan ASPAK di Puskesmas Kabupaten Cianjur menggunakan metode HOT-Fit. Penelitian ini pendekatan kuantitatif melalui kuesioner Google Form yang disebarkan kepada pengguna ASPAK di seluruh Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel human, organization, dan technology berhubungan signifikan dengan net benefit yang dirasakan dari penggunaan ASPAK. Diperlukan peningkatan pelatihan, penguatan dukungan organisasi, dan perbaikan kualitas sistem serta kualitas layanan untuk mengoptimalkan pengelolaan ASPAK di Kabupaten Cianjur.


The increasing population growth demands the availability of quality healthcare services, one of which is through the provision of adequate facilities, infrastructure, and medical equipment. Optimal management of data related to healthcare facilities, infrastructure, and equipment is essential to ensure that healthcare facilities, particularly Puskesmas, can provide services that meet established standards. Aplikasi Sarana Prasarana Alat Kesehatan (ASPAK) is a system developed by the Ministry of Health to facilitate the collection, monitoring, and planning of health facility needs. However, in Cianjur Regency, the management of ASPAK has not been optimal, as indicated by the fact that only 22 out of 47 Puskesmas were actively updating their ASPAK data as of March 2025. This study aims to evaluate the management of ASPAK in Puskesmas in Cianjur Regency using the HOT-Fit method. This research uses a quantitative method using a questionnaire distributed via Google Forms to ASPAK users in all Puskesmas. The results indicate that the human, organization, and technology variables are significantly related to the perceived net benefit of using ASPAK. Improvements in training, organizational support, and improvements in system quality and service quality are needed to optimize ASPAK management in Cianjur Regency.
Read More
S-12052
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairunnisa Callista Ardinigrum; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Popy Yuniar, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Satu Sehat sebagai platform integrasi data akan memiliki kemampuan interoperabilitas berbasis rekam medis elektronik (RME). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 mengintruksikan seluruh rumah sakit untuk dapat mengimplementasikan RME yang sesuai standar interoperabilitas yang dirilis pemerintah. Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto masih mempersiapkan RME yang terintegrasi baik dalam internal pelayanan maupun Satu Sehat. Penilaian kesiapan diperlukan untuk mengidentifikasi kendala dan optimalisasi implementasi RME. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan menganalisis kesiapan rumah sakit dalam mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam mendukung Satu Sehat meninjau aspek budaya organisasi, manajemen dan kepemimpinan, operasional, dan teknis. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitihan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah data sekunder, dan focus group discussion. Hasil penelitian ini menemukan bahwa secara keseluruhan rumah sakit siap dalam mengimplementasikan RME yang dapat terintegrasi dengan Satu Sehat dari keempat aspek tersebut serta telah terdafar pada Satu Sehat. Meski demikian, terdapat bebeapa hal yang dapat ditingkatkan dalam implementasi RME diantaranya, penyusunan dan pendokumentasian SPO dan alur kerja RME, penambahan tenaga IT dan rekam medis, sosialisasi KLPRM, pembaharuan buku pedoman RME, penyusunan blue print manajemen TI, mitigasi risiko downtime, serta penyusunan KPI yang mengevaluasi vendor.

Satu Sehat as a data integration platform will have interoperability capabilities based on electronic medical records (RME). Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 instructs all hospitals to be able to implement RME that complies with interoperability standards released by the government. Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto Hospital is still preparing an integrated RME in both internal services and Satu Sehat. Readiness assessment is needed to identify obstacles and optimize EMR implementation. This study aimed to determine and analyze the hospital's readiness to implement Electronic Medical Records (EMR) in supporting Satu Sehat by reviewing aspects of organizational culture, management and leadership, operational, and technical. The research method used was qualitative research with data collection through in-depth interviews, observation, secondary data review, and focus group discussions. The results of this study found that overall the hospital is ready to implement RME that can be integrated with Satu Sehat from all four aspects and has been registered with Satu Sehat. However, there are several things that can be improved in the implementation of RME, including the preparation and documentation of SOP and RME workflows, the addition of IT and medical records personnel, socialization of KLPRM, updating the RME guidebook, preparing an IT management blue print, mitigating downtime risks, and preparing KPIs that evaluate vendors.
Read More
S-11538
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afiana Salma Andhani; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Kesumadewi
Abstrak:
Dalam rangka mengoptimalkan penerapan RME di Indonesia, pemerintah mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia menerapkan dan mengintegrasikan sistem RME dengan platform nasional SATUSEHAT. Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana penerapan RME di suatu fasilitas kesehatan setelah menggunakan sistem RME yang telah terintegrasi dengan SATUSEHAT, terutama dari sisi petugas sebagai pengguna. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui penerapan RME yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT berdasarkan persepsi petugas pelaksana di salah satu rumah sakit yang telah terkoneksi dengan SATUSEHAT, yaitu RS Fatmawati melalui RME Transmedic. Penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan mengadopsi metode UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology). Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian memperoleh hasil bahwa penerapan RME Transmedic di RS Fatmawati belum optimal. Hal ini disebabkan petugas masih mempelajari sistem dan terdapat kendala yang sering dihadapi oleh petugas. Mayoritas kendala menyita waktu petugas sehingga efisiensi waktu kerja petugas menurun. Penurunan efisiensi waktu ini mempengaruhi produktivitas dan sikap petugas terhadap penerimaan RME secara sukarela. Meski begitu, kondisi sosial dan fasilitas di RS Fatmawati telah memberikan dukungan yang cukup positif terhadap penerapan RME. Hanya saja, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diselesaikan dan beberapa kebutuhan yang perlu diadakan, salah satunya pelatihan rutin. Melalui penelitian ini, diharapkan pihak Transmedic mampu menyelesaikan kendala dan melengkapi fitur yang sudah ada maupun belum ada serta pihak RS Fatmawati memberikan pelatihan rutin guna meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas.

To optimize the implementation of Electronic Medical Records (EMR) in Indonesia, the government has mandated that all healthcare facilities in Indonesia implement and integrate the RME system with the national SATUSEHAT platform. However, it is unclear how EMR is applied in a healthcare facility after integrating the system with SATUSEHAT, particularly from the perspective of staff as users. Therefore, this study aims to understand the implementation of EMR integrated with the SATUSEHAT platform based on the perceptions of staff at a hospital connected to SATUSEHAT, specifically Fatmawati Hospital through the Transmedic EMR system. This research employs a qualitative design adopting the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The study found that the implementation of the Transmedic EMR at Fatmawati Hospital is not yet optimal. This is due to the staff still familiarizing themselves with the system and frequently encountering obstacles. Most of these obstacles consume the staff’s time, thereby reducing their work efficiency. This decrease in efficiency affects the staff’s productivity and their voluntary acceptance of the EMR. Despite this, the social and facility conditions at Fatmawati Hospital provide positive support for the EMR implementation. However, several issues need to be resolved, and certain needs must be met, including routine training sessions. This study hopes that Transmedic can address the issues and enhance the existing and missing features, and Fatmawati Hospital can provide regular training to improve the staff’s knowledge and competence.
Read More
S-11587
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Cahya Paramitha; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Popy Yuniar, Purnawan Junadi, Endang Adriyani, Erni Trisnasari
Abstrak:
Layanan kefarmasian di rumah sakit merupakan suatu sistem kompleks dalam berbagai aspek. Dalam Instalasi Farmasi, efisiensi dan efektivitas layanan akan berpengaruh pada kepuasan dan keselamatan pasien. Penggunaan sistem informasi rumah sakit dapat membantu layanan kefarmasian. Rumah Sakit Permata Serdang menggunakan SIMRS Khanza untuk mendukung layanan kefarmasian rumah sakit dengan mengaplikasikan peresepan dan penginputan bahan medis habis pakai secara digital. Salah satu model yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan SIMRS adalah menggunakan model HOT-Fit yang dikembangkan oleh Yusof et al (2008) yang menempatkan aspek human (manusia), organization (organisasi), technology (teknologi) dan bagaimana ketiga aspek tersebut mempengaruhi manfaat (net benefit) dalam implementasi sebuah sistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran evaluasi dan implementasi penggunaan SIMRS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Permata Serdang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data pada 56 responden. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SEM-PLS, penggunaan sistem (p=0,000) dan kepuasan pengguna (p=0,031) dari aspek human berhubungan dengan net benefit, kualitas sistem dari aspek technology memiliki hubungan bermakna dengan aspek human, sedangkan aspek organization baik struktur maupun lingkungan organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap net benefit. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan mengevaluasi feedback dari user untuk menerapkan format sesuai kebutuhan pengguna, investasi dalam infrastruktur IT, serta pembentukan tim IT

Pharmaceutical services in hospitals constitute a complex system in various aspects. In the Pharmacy Installation, the efficiency and effectiveness of services will affect patient satisfaction and safety. The use of hospital information systems can assist pharmaceutical services. Permata Serdang Hospital uses the Khanza Hospital Management Information System (SIMRS) to support pharmaceutical services by applying digital prescription and inputing disposable medical materials. One model used to evaluate the success of SIMRS is the HOT-Fit model developed by Yusof et al. (2008), which places emphasis on the human, organization, and technology aspects and how these three aspects influence the net benefit in the implementation of a system. The purpose of this study is to understand the evaluation and implementation overview of SIMRS usage in the Pharmacy Installation at Permata Serdang Hospital. This research is a cross-sectional study using a questionnaire as a data collection instrument on 56 respondents. Based on data analysis using SEM-PLS, system usage (p=0.000) and user satisfaction (p=0.031) from the human aspect are related to net benefit; system quality from the technology aspect has a significant relationship with the human aspect, whereas the organization aspect, both structure and organizational environment, does not have a significant effect on net benefit.Recommendations include evaluating user feedback to implement formats according to user needs, investing in system quality in internet networks, software, and hardware supporting SIMRS, and forming the IT team.
Read More
B-2535
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Paramita; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Helen Andriani, Firmansyah
Abstrak:
Kepuasan pasien merupakan evaluasi subjektif terhadap layanan rumah sakit yang berperan penting dalam membangun loyalitas dan meningkatkan citra rumah sakit. Salah satu faktor yang sering menyebabkan ketidakpuasan pasien adalah waktu tunggu yang terlalu lama. Selain Actual Waiting Time (AWT), faktor subjektif seperti Expected Waiting Time (EWT), Perceived Waiting Time (PWT), dan Disconfirmation juga turut memengaruhi tingkat kepuasan pasien. Berdasarkan survei awal, terungkap bahwa waktu tunggu pasien BPJS di Poliklinik Reguler Rumah Sakit PMI Bogor masih belum memenuhi standar pemerintah, yang menyebabkan tingkat kepuasan pasien yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara EWT, PWT, AWT, dan Disconfirmation terhadap kepuasan pasien BPJS di Poliklinik Reguler Rumah Sakit PMI Bogor pada tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional terhadap 132 sampel pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, serta data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara PWT, AWT, dan Disconfirmation dengan kepuasan pasien BPJS di Poliklinik Reguler Rumah Sakit PMI Bogor pada tahun 2024, sementara EWT tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien BPJS. Saran untuk perbaikan rumah sakit meliputi penyediaan demo registrasi pasien, layar monitor kedatangan dokter, loket prioritas bagi lansia dan anak-anak, serta dorongan kepada pasien untuk mengisi survei kepuasan dan memberikan umpan balik. Temuan ini dapat ditingkatkan pada penelitian berikutnya dengan perbaikan instrumen, teknik sampling, serta pendalaman melalui pendekatan kualitatif.

Patient satisfaction is a subjective evaluation of hospital services that plays a crucial role in building loyalty and enhancing the hospital's image. One factor that often leads to patient dissatisfaction is excessively long waiting times. In addition to Actual Waiting Time (AWT), subjective factors such as Expected Waiting Time (EWT), Perceived Waiting Time (PWT), and Disconfirmation also influence the level of patient satisfaction. Based on an initial survey, it was revealed that the waiting time for BPJS patients at the Regular Polyclinic of PMI Hospital Bogor still does not meet government standards, leading to low patient satisfaction. This study aims to examine the relationship between EWT, PWT, AWT, and Disconfirmation on BPJS patient satisfaction at the Regular Polyclinic of PMI Hospital Bogor in 2024. The research method uses a quantitative approach with a crosssectional study design involving 132 patient samples. Data collection was carried out through questionnaires, observations, and secondary data. The results of the study show a correlation between PWT, AWT, and Disconfirmation with BPJS patient satisfaction at the Regular Polyclinic of PMI Hospital Bogor in 2024, while EWT does not show a significant relationship with BPJS patient satisfaction. Recommendations for hospital improvements include providing a patient registration demo, doctor arrival monitor screens, priority counters for the elderly and children, and encouraging patients to complete satisfaction surveys and provide feedback. These findings can be enhanced in future research with improved instruments, sampling techniques, and deeper qualitative approaches.
Read More
S-11613
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive