Ditemukan 40672 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ganisya Septry Hardinda; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Sandra Fikawati, Vitria Melani
Abstrak:
Read More
Pubertas adalah fase penting dalam perkembangan remaja, dan menarche merupakan tanda utama pada remaja perempuan. Menarche dini dapat berdampak negatif pada kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, remaja dapat mengalami stres, sementara dampak jangka panjang seperti penyakit metabolik. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 114 siswa SD dan SMP X di Pondok Aren, Tangerang Selatan, usia 9-14 tahun. Data dikumpulkan secara primer melalui pengukuran status gizi, wawancara food recall, kuesioner aktivitas fisik, usia menarche ibu, dan konsumsi ultra-processed food. Hasil menunjukkan 48,2% responden telah mengalami menarche. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, aktivitas fisik, dan konsumsi ultra-processed food dengan menarche dini (p value < 0.05). Sementara tidak ada hubungan antara asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, dan usia menarche ibu terhadap kejadian menarche dini. Penelitian ini merekomendasikan penambahan variabel keterpaparan media sosial dan peran aktif pemerintah serta sekolah dalam program kesehatan reproduksi.
Puberty is a critical phase in adolescent development, with menarche being a primary milestone in girls. Early menarche can negatively impact health, both in the short and long term. Short-term effects include stress among adolescents, while long-term effects may lead to metabolic diseases. This cross-sectional study involved 114 students from elementary and middle schools in X Pondok Aren, South Tangerang, aged 9-14 years. Primary data collection methods included nutritional status measurements, food recall interviews, physical activity questionnaires, maternal menarche age, and ultra-processed food consumption. Results indicated that 48.2% of respondents had experienced menarche. Significant relationships were found between nutritional status, physical activity, and ultra-processed food consumption with early menarche (p value < 0.05). However, no associations were observed between energy intake, protein intake, fat intake, carbohydrate intake, and maternal menarche age with early menarche occurrence. The study recommends incorporating variables related to social media exposure and emphasizes the active roles of government and schools in reproductive health programs.
S-11756
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nisrina Azra Fernandi; Pembimbing: Nurul Dina Rahmawati; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Imas Arumsari
Abstrak:
Read More
Status gizi lebih merupakan masalah kesehatan yang belum terkendali secara optimal baik di seluruh dunia, maupun di Indonesia, termasuk pada kalangan pekerja. Salah satu faktor utama terjadinya masalah ini adalah karena mengonsumsi makanan yang padat energi, tinggi lemak, gula, dan garam, seperti Ultra-processed Food (UPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi UPF dan faktor lainnya dengan status gizi lebih pada karyawan PT X tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan 123 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei melalui pengisian kuesioner secara online dan mandiri, yang dipandu di tempat oleh peneliti dan enumerator. Sebagian besar karyawan PT X tahun 2025 memiliki status gizi lebih (82,9%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square, ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel usia (p-value = 0,049), konsumsi Sugar-sweetened Beverages (p-value = 0,037), dan aktivitas fisik (p-value = 0,007) dengan status gizi lebih. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi PT X dalam menyusun kebijakan internal yang mendukung lingkungan kerja sehat, termasuk edukasi gizi, penyediaan pilihan makanan sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Overnutrition remains a significant global health challenge, including in Indonesia, and increasingly affects the working population. One of the primary contributing factors is the high intake of energy-dense foods rich in fat, sugar, and salt, particularly Ultra-Processed Food (UPF). This study aimed to examine the association between UPF and other factors with overnutrition status among employees of PT X in 2025. A cross-sectional study design was employed, involving 123 respondents. Data were collected in May through self-administered online questionnaires, facilitated on-site by the researcher and enumerators. The majority of PT X employees in 2025 were classified as overnourished (82.9%). Chi-square statistical analysis showed significant associations between overnutrition and age (p-value = 0.049), sugar-sweetened beverage consumption (p-value = 0.037), and physical activity (p-value = 0.007). These results underscore the need for internal policy development at Company X to foster a healthier work environment, including nutrition education programs, access to healthier food options, and the implementation of regular health screenings.
S-11932
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarah Keisya Budiargo; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Dieta Nurrika
Abstrak:
Read More
Obesitas merupakan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Pengukuran obesitas menggunakan persen lemak tubuh dinilai lebih akurat dibandingkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Prevalensi obesitas mahasiswa FKM UI berdasarkan data pemeriksaan kesehatan tahun 2022–2024 mencapai 13,6%, melebihi ambang batas masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi ultra-processed food (UPF), asupan energi, lemak, karbohidrat, protein, serat, serta perilaku sedentary dengan kejadian obesitas berdasarkan persen lemak tubuh pada 147 mahasiswa FKM UI tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas berdasarkan persen lemak tubuh sebesar 12,9%. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi UPF, konsumsi energi UPF, asupan energi; lemak; protein, dan perilaku sedentary dengan obesitas (p-value<0,05). Sedangkan asupan serat dan karbohidrat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p-value>0,05) tetapi menunjukkan kecenderungan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari dan mengurangi aktivitas sedentary. FKM UI diharapkan menciptakan lingkungan kampus yang mendukung gaya hidup sehat serta program pemantauan status gizi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan alat objektif untuk mengukur perilaku sedentary, serta menggunakan analisis multivariat untuk memahami hubungan mendalam antara konsumsi UPF, asupan gizi, dan perilaku sedentary terhadap kejadian obesitas
Obesity is the excessive accumulation of body fat that elevates the risk of non-communicable diseases. Compared to Body Mass Index (BMI), body fat percentage offers a more accurate measure of obesity. Based on health screening data from 2022 to 2024, the prevalence of obesity among FKM UI students reached 13.6%, surpassing the public health concern threshold. This study investigated the association between ultra-processed food (UPF) consumption, energy, fat, carbohydrate, protein, fiber intake, and sedentary behavior with obesity—measured by body fat percentage—among 147 FKM UI students in 2025. This quantitative study used a cross-sectional design. Findings revealed an obesity prevalence of 12.9%. Significant associations were observed between obesity and the frequency of UPF consumption, UPF-derived energy intake, total energy, fat and protein intake, and sedentary behavior (p-value<0.05). Although fiber and carbohydrate intake were not statistically significant (p-value>0.05), both showed trends. These results highlight the importance of making healthier dietary choices and reducing sedentary time. FKM UI encouraged to promote a supportive campus environment for healthy lifestyles and establish nutrition monitoring initiatives. Future studies should incorporate objective tools to assess sedentary behavior and utilize multivariate analysis to better understand the interactions between those risk factors and obesity
S-11984
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melvin Junior Tanner; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Yuni Zahraini
Abstrak:
Penelitian dengan menggunakan data sekunder ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara variabel independen yang terdiri atas jenis kelamin, status gizi berdasarkan IndeksMassa Tubuh menurut Umur (IMT/U), kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan asupan gizi(energi, karbohidrat, protein, lemak) terhadap variabel dependen persen lemak tubuh(PLT) pada remaja. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional denganmelibatkan 131 siswa-siswi SMAN 39 Jakarta Tahun 2019. Hasil menunjukkan 53,4%responden memiliki PLT berlebih dengan rata-rata PLT perempuan 28,59±5,02% yangtergolong berlebih dan rata-rata PLT laki-laki 20,8±5,94% tergolong tidak berlebih.Terdapat hubungan yang bermakna (p-value <0,05) pada jenis kelamin dan IMT/Udengan PLT pada remaja, sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna (p-value>0,05) pada kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan asupan gizi (energi, karbohidrat,protein, dan lemak) dengan PLT pada remaja. IMT/U merupakan faktor dominan yangberhubungan dengan PLT pada remaja. Peneliti menyarankan untuk mengupayakan IMTdan PLT berada di keadaan normal dengan dilakukan monitoring penimbangan beratbadan dan tinggi badan secara rutin, mengadakan kegiatan olahraga satu kali dalamseminggu, mewajibkan siswa-siswi untuk mengikuti ekstrakulikuler olahraga, danmemberikan edukasi terkait pola makan dan olahraga sebagai pencegahan obesitas.Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengetahui pengaruh kualitas dan kuantitasasupan gizi makro terhadap persen lemak tubuh.
Kata kunci:IMT/U, obesitas, persen lemak tubuh, siswa SMA.
Read More
Kata kunci:IMT/U, obesitas, persen lemak tubuh, siswa SMA.
S-10518
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adeline Vashtianada; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Fajrinayanti
Abstrak:
Read More
Ultra-processed food/UPF merupakan produk yang melalui serangkaian teknik dan proses industri serta memiliki nilai zat gizi yang rendah. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, UPF dapat meningkatkan risiko berat badan lebih dan obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proporsi konsumsi UPF berdasarkan karakteristik individu, faktor lingkungan, dan faktor gaya hidup pada mahasiswa S1 non-kesehatan Universitas Indonesia tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 149 sampel. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online yang diisi secara mandiri. Data yang diperoleh akan dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,3% mahasiswa mengonsumsi UPF tingkat tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dan akses terhadap UPF dengan tingkat konsumsi UPF. Peneliti menyarankan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran terkait pemilihan makanan dan minuman serta menjadi penggerak dalam lingkungan teman sebaya terkait hal tersebut. Pihak Universitas Indonesia dapat memberikan edukasi dan membuat ketentuan terkait UPF dan konsumsi makanan sehat kepada mahasiswa. Pemangku kebijakan dapat meningkatkan dalam penyampaian pesan kesehatan, mendukung lembaga pendidikan, dan mendukung penelitian terkait pola makan mahasiswa dan faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi UPF. Peneliti selanjutnya dapat meneliti pada populasi lain dengan variabel dan teknik yang berbeda.
Ultra-processed food/UPF is a product that undergoes a series of industrial techniques and processes and has low nutritional value. Overconsumption of UPF can increase the risk of overweight and obesity. The purpose of this study is to determine the differences in the proportion of UPF consumption based on individual characteristics, environmental factors, and lifestyle factors among non-health undergraduate students in Universitas Indonesia in 2023. A cross sectional study design conducted on 149 samples. The data was collected using a self-administered online questionnaire. The data was analyzed using univariate and bivariate (chi-square) analyses. The results showed that 50,3% of the students consumed a high level of UPF. The bivariate analysis showed a significant difference in the proportion of UPF consumption based on peer influence and access to UPF. The researchers suggest students to increase awareness of food and beverage choices, also become advocates within their peer groups regarding this matter. Universitas Indonesia should implement health education and make provisions regarding UPF and healthy food consumption for students. Policymakers suggested to improve the delivery of health messages to students, support educational institutions, and support research on students’ dietary patterns and factors influencing UPF consumption. Future researchers can examine other populations with different variables and methods.
S-11414
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sherly Ardi Vantono; Pembimbing; Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Triyanti, Kusuma Wijayanti
Abstrak:
GIZI LEBIH MERUPAKAN MASALAH KESEHATAN YANG DAPAT BERDAMPAK BURUK PADA ANAK SEKOLAH. SD X JAKARTA TIMUR TELAH MEMILIKI PROGRAM KESEHATAN, NAMUN PREVALENSI GIZI LEBIH TAHUN 2016 MASIH TINGGI YAITU SEBESAR 20%. TUJUAN UMUM PENELITIAN INI ADALAH DIKETAHUINYA FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA SISWA KELAS 4 DAN 5 DI SD X JAKARTA TIMUR TAHUN 2017. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN DESAIN CROSS-SECTIONAL. RESPONDEN DALAM PENELITIAN INI SEBANYAK 201 RESPONDEN DI SD X JAKARTA TIMUR. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN SEBESAR 58,2% SISWA MENGALAMI GIZI LEBIH. PADA ANALISIS BIVARIAT MENUNJUKKAN HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN ASUPAN LEMAK DENGAN STATUS GIZI LEBIH. PENELITIAN INI JUGA MENDAPATKAN HASIL ANALISIS MULTIVARIAT YAITU JENIS KELAMIN SEBAGAI FAKTOR DOMINAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA SISWA DI SD X JAKARTA TIMUR TAHUN 2017. OLEH KARENA ITU SEKOLAH DIHARAPKAN DAPAT MEMBERIKAN EDUKASI MENGENAI MAKANAN SEIMBANG, MEMILIKI CONTROLLER DI KANTIN SEKOLAH SERTA DAPAT MEMPERBARUI PROGRAM KESEHATAN DI SEKOLAH. KATA KUNCI: GIZI LEBIH, SISWA, SEKOLAH DASAR, JENIS KELAMIN. OVERNUTRITION IS HEALTH PROBLEM THAT CAN AFFECT ADVERSELY TO SCHOOL CHILDREN. X PRIMARY SCHOOL EAST JAKARTA ALREADY HAVE HEALTH PROGRAM, BUT PREVALENCE OF OVERNUTRITION IN 2016 IS STILL HIGH AT 20%. GENERAL PURPOSE OF THIS RESEARCH IS TO KNOW THE DOMINANT FACTOR RELATED TO OVERNUTRITION AT 4TH AND 5TH GRADE STUDENT AT X PRIMARY SCHOOL EAST JAKARTA IN 2017. THIS RESEARCH USE CROSS-SECTIONAL DESIGN. THERE IS 201 RESPONDENT OF THIS RESEARCH AT X PRIMARY SCHOOL EAST JAKARTA. RESULT OF THIS RESEARCH SHOWN THAT 58,2% STUDENTS SUFFER FROM OVERNUTRITION. ON BIVARIATE ANALYSIS SHOWN RELATION BETWEEN GENDER AND FAT INTAKE WITH OVERNUTRITION. THIS RESEARCH ALSO OBTAINED MULTIVARIATE ANALYSIS RESULT THAT GENDER IS THE DOMINANT FACTOR OF OVERNUTRITION AT X PRIMARY SCHOOL STUDENT EAST JAKARTA IN 2017. KEYWORDS: OVERNUTRITION, STUDENT, PRIMARY SCHOOL, GENDER.
Read More
S-9517
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Salsabila Permata Sari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
Abstrak:
Read More
Prevalensi PTM (Penyakit Tidak Menular) termasuk di dalamnya hipertensi pada tenaga pendidik yaitu guru cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi populasi umum oleh karena faktor-faktor seperti beban kerja yang cukup tinggi, stres yang mempengaruhi pola makan, hingga perilaku tidak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, status gizi, asupan natrium, asupan lemak, asupan serat, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X tahun 2025. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada tenaga pendidik dan kependidikan Sekolah X Kota Tangerang Selatan pada rentang bulan Mei-Juni sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa angka hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025 sebesar 38,5%. Hasil analisis menemukan hubungan signifikan yang bermakna antara asupan natrium (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), asupan lemak (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), aktivitas fisik (p-value <0,001; OR=66,5(8,33–531,23)), dan kebiasaan merokok (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)) dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025. Oleh karenanya, disarankan para tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengurangi atau membatasi asupan natrium dan lemak, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjauhi kebiasaan merokok.
The prevalence of non-communicable diseases (NCDs), including hypertension, may be higher among educators such as teachers compared to the general population, likely due to factors such as high workload, stress that influences dietary habits, and sedentary behavior at work. This study aims to examine the association between age, sex, family history of hypertension, nutritional status, sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, and smoking habits with the incidence of hypertension among teaching and educational staffs of X School in the year 2025. This research is a quantitative method with a cross-sectional study design. Data collection was carried out at X School, located in South Tangerang City from May-June 2025 among teaching and educational staffs who met the inclusion and exclusion criteria. Results showed the prevalence of hypertension among the teaching and administrative staff at School X in 2025 was 38,5%. Bivariate analysis revealed significant associations between hypertension and sodium intake (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), fat intake (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), physical activity (p-value<0,001; OR=66.5(8,33–531,23)), and smoking habits (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)). Therefore, it is recommended that educators and school staff reduce or limit their intake of sodium and fat, engage in regular physical activity, and avoid smoking to help prevent hypertension.
The prevalence of non-communicable diseases (NCDs), including hypertension, may be higher among educators such as teachers compared to the general population, likely due to factors such as high workload, stress that influences dietary habits, and sedentary behavior at work. This study aims to examine the association between age, sex, family history of hypertension, nutritional status, sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, and smoking habits with the incidence of hypertension among teaching and educational staffs of X School in the year 2025. This research is a quantitative method with a cross-sectional study design. Data collection was carried out at X School, located in South Tangerang City from May-June 2025 among teaching and educational staffs who met the inclusion and exclusion criteria. Results showed the prevalence of hypertension among the teaching and administrative staff at School X in 2025 was 38,5%. Bivariate analysis revealed significant associations between hypertension and sodium intake (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), fat intake (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), physical activity (p-value<0,001; OR=66.5(8,33–531,23)), and smoking habits (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)). Therefore, it is recommended that educators and school staff reduce or limit their intake of sodium and fat, engage in regular physical activity, and avoid smoking to help prevent hypertension.
S-12067
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alya Dzihni Nafisah; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Triyanti, Eti Rohati
S-12123
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ingee Dhita Agustin; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Muktia Wahyudi
S-6349
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kartika Eka Prasetyarini; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Rahmawati
S-7153
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
