Ditemukan 31573 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Lilis Dwi Kristyaningrum; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Evi Martha, Susi Dyah Puspowati, Lianita Prawindarti
Abstrak:
Read More
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal dan menekan angka kematian bayi. Namun, keberhasilan praktik ini tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan dari lingkungan terdekat, terutama suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dukungan suami terhadap praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Gilingan, Kota Surakarta menggunakan pendekatan teori social support for health. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposif yang terdiri dari lima suami ibu menyusui, lima ibu menyusui, dua keluarga ibu menyusui, enam kader kesehatan, dua tenaga kesehatan di puskesmas dan seorang staf dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Grop Discussion pada bulan Juni 2024 dan dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan suami memainkan peran yang signifikan dalam praktik pemberian ASI eksklusif, yang mencakup dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan. Dukungan emosional berupa motivasi dan empati menjadi pilar utama dalam mendorong ibu untuk tetap konsisten menyusui. Dukungan instrumental seperti membantu tugas rumah tangga juga memberikan ruang bagi ibu untuk fokus pada pemberian ASI dan dapat mempengaruhi produksi ASI. Selain itu, suami yang memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya ASI eksklusif cenderung mampu memberikan informasi yang relevan dan apresiasi terhadap usaha istri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan ASI eksklusif tidak hanya memerlukan kesadaran dan komitmen ibu, tetapi juga keterlibatan aktif suami. Oleh karena itu, program promosi kesehatan perlu melibatkan suami secara lebih intensif untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
Exclusive breastfeeding during the first six months of a baby's life is a crucial step in supporting optimal child development and reducing infant mortality rates. However, the success of this practice does not solely depend on mothers but is also influenced by support from their immediate environment, especially husbands. This study aims to explore the role of husband support in exclusive breastfeeding practices in the working area of Puskesmas Gilingan, Surakarta City, using the social support for health theory approach. This research employs a qualitative design with a case study approach. Informants were purposively selected and comprised five husbands of breastfeeding mothers, five breastfeeding mothers, two family members of breastfeeding mothers, six health cadres, two healthcare workers at the community health center, and one staff member from the Surakarta City Health Office. Data were collected through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) in June 2024 and analyzed using a thematic method. The findings reveal that husband support plays a significant role in exclusive breastfeeding practices, encompassing emotional, instrumental, informational, and appraisal support. Emotional support, such as motivation and empathy, serves as a cornerstone in encouraging mothers to remain consistent in breastfeeding. Instrumental support, such as assisting with household chores, allows mothers to focus on breastfeeding and can influence milk production. Additionally, husbands with a good understanding of the importance of exclusive breastfeeding tend to provide relevant information and appreciation for their wives' efforts. This study concludes that the success of exclusive breastfeeding requires not only the awareness and commitment of mothers but also the active involvement of husbands. Therefore, health promotion programs should intensify the involvement of husbands to create an environment that supports the success of exclusive breastfeeding.
T-7189
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mery Ramadani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Luknis Sabri, Sandra Fikawati, Emy Nurjasmi, Yulianti Wibowo
T-3066
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Awalia Hanifah; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Evi Marta, Esih Samiasih
Abstrak:
ABSTRAK Angka cakupan K1 dan K4 di wilayah UPT Puskesmas Kecamatan Cimanggis pada tahun 2013 adalah sebesar 99,4% dan 91%. Dukungan suami merupakan salah satu faktor yang berperan penting terhadap kesehatan ibu pada masa kehamilan, termasuk pada kunjungan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat dukungan suami pada kunjungan ANC istri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rencangan Rapid Assessment Procedure (RAP). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut berperan terhadap dukungan suami pada kunjungan ANC istri, dan tingkat pendapatan suami paling memiliki peran terhadap dukungan suami. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk mendorong suami sehingga suami dapat memberikan dukungan secara maksimal kepada istri.
ABSTRACT , In the Cimanggis Public Health Center working area, Coverage of both ANC1 and ANC4 was 99,4% (2013) and 91% (2014) respectively. The husbands? support is one of the factors that play an important role in mothers? health seeking behavior during pregnancy, including ANC visit. This study aims to assess predisposing, enabling, and reinforcing factors of the husbands? support towards their wives? ANC visit. This study used a qualitative method research using a Rapid Assessment Procedure design. The result of this study shows that those three factors play an important role to the husbands? support towards their wives? ANC visit. In addition, the level of income is estimated to play the most important role towards the husbands? support. It is recommended for the health care personnel to encourage the husbands so that they feel more supported by health care personnel. Thus, they are expected to provide optimum support for their wives.
Read More
S-8843
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Ristya Haridiani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Triyanti, Rizki Nurrahmawati
Abstrak:
Read More
WHO dan UNICEF merekomendasikan agar bayi diberi ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya karena ASI mengandung berbagai nutrisi lengkap dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan gizi bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Jombang belum mencapai target nasional dan mengalami penurunan pada tahun 2024, sebesar 67,97%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jombang Kota Cilegon tahun 2025. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 88 ibu diambil sebagai sampel dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistik menggunakan SPSS versi 25 dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian mendapatkan sebesar 70,5% ibu memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan uji statistik, diketahui pendidikan (p= 0,002), sikap (p< 0,001), IMD (0,014), dan dukungan suami (p= 0,034) memiliki hubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Namun, usia (p= 0,337), pekerjaan (p= 0,875), paritas (p= 1,000), pengetahuan (p= 0,573), promosi susu formula (p= 0,709), dan dukungan tenaga kesehatan (p= 0,516) tidak memiliki hubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Diperlukan berbagai upaya yang dapat mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jombang, seperti penguatan edukasi sesuai dengan kebutuhan ibu dengan metode yang menyesuaikan tren saat ini, pelibatan suami dalam program kesehatan ibu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan optimalisasi koordinasi serta pemantauan program ASI eksklusif.
WHO and UNICEF recommend exclusive breastfeeding for the first six months of life, as breast milk contains complete nutriens and adapts to the baby’s needs. However, the coverage of exclusive breastfeeding at Jombang Health Center declined in 2024 to 67,97%, below the national target. This study aimed to identify determinants of exclusive breastfeeding behavior in the working area of Jombang Health Center, Cilegon City, in 2025. This research used a quantitative method with a cross-sectional study design. A total of 88 mothers were selected as samples using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collection was conducted primarily through interviews using a questionnaire instrument. Statistical analysis was performed using SPSS version 25 with bivariate analysis through the Chi-Square test. The results showed that 70,5% of mothers exclusively breastfed. Based on statistical tests, education (p= 0,002), attitude (p< 0,001), early initation of breastfeeding (p= 0,014), and husband support (p= 0,034) were found to have a relationship with exclusive breastfeeding behavior. However, age (p= 0,337), occupation (p= 0,875), parity (p= 1,000), knowledge (p= 0,573), formula milk promotion (p= 0,709), and health worker support (p= 0,516) had no significant relationship with exclusive breastfeeding behavior. To improve exclusive breastfeeding coverage in the working area of Jombang Health Center, efforts such as strengthening education tailored to the needs of mothers using methods aligned with current trends, involving husbands in maternal health programs, increasing the capacity of health workers, and optimizing coordination and monitoring of exclusive breastfeeding programs are recommended.
WHO and UNICEF recommend exclusive breastfeeding for the first six months of life, as breast milk contains complete nutriens and adapts to the baby’s needs. However, the coverage of exclusive breastfeeding at Jombang Health Center declined in 2024 to 67,97%, below the national target. This study aimed to identify determinants of exclusive breastfeeding behavior in the working area of Jombang Health Center, Cilegon City, in 2025. This research used a quantitative method with a cross-sectional study design. A total of 88 mothers were selected as samples using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collection was conducted primarily through interviews using a questionnaire instrument. Statistical analysis was performed using SPSS version 25 with bivariate analysis through the Chi-Square test. The results showed that 70,5% of mothers exclusively breastfed. Based on statistical tests, education (p= 0,002), attitude (p< 0,001), early initation of breastfeeding (p= 0,014), and husband support (p= 0,034) were found to have a relationship with exclusive breastfeeding behavior. However, age (p= 0,337), occupation (p= 0,875), parity (p= 1,000), knowledge (p= 0,573), formula milk promotion (p= 0,709), and health worker support (p= 0,516) had no significant relationship with exclusive breastfeeding behavior. To improve exclusive breastfeeding coverage in the working area of Jombang Health Center, efforts such as strengthening education tailored to the needs of mothers using methods aligned with current trends, involving husbands in maternal health programs, increasing the capacity of health workers, and optimizing coordination and monitoring of exclusive breastfeeding programs are recommended.
S-12075
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kusuma Dini; Pembimbing: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq; Penguji: Ella Nurlelawati, Eti Rohati
T-3900
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmi Fitri; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Nadira, Siti Zubaidah
Abstrak:
Read More
Nama : Rahmi Fitri Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Analisis Dukungan Keluarga Terhadap Pencegahan Penularan Tuberculosis Oleh Penderita TBC Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Tahun 2023 Pembimbing : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hulu merupakan peringkat ke – 3 tertinggi jumlah kasus penderita TBC Paru dari 12 kab/kota yang ada di Provinsi Riau. Puskesmas Ujung Batu merupakan salah satu puskesmas yang memiliki kasus penderita TBC terbanyak se-Kabupaten Rokan Hulu. Faktor penyebab dari tingginya angka penderita TBC Paru dapat disebabkan oleh praktik perilaku pencegahan penularan penyakit TBC Paru yang rendah sehingga mempercepat penyebaran TBC Paru. Faktor- faktor yang mempengaruhi pencegahan penularan TBC Paru adalah faktor pengetahuan, sikap dan tindakan dari individu. Dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi penderita TBC Paru dalam berperilaku untuk mencegah penularan TBC Paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru di wilayah kerja Puskesmas Ujung Batu. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap lima orang informan utama dan lima orang informan kunci. Hasil dari penelitian ini diperoleh mayoritas penderita TBC Paru berjenis kelamin laki-laki yang berusia 30 - 60 tahun,status sosial ekonomi keluarga berada di level menengah kebawah dengan tingkat pendidikan mayoritas tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), praktik dalam keluarga sebagian besar sudah menerapkan perilaku pencegahan penularan TBC Paru, budaya dalam batuk /bersin sebagian penderita sudah berperilaku menutup mulut dengan tangan / masker namun budaya meludah masih disembarang tempat. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh kuat terhadap perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Bagi puskesmas sebaiknya mengoptimalkan sosialisasi terkait peran dukungan keluarga bagi penderita TBC Paru, sehingga masyarakat khususnya keluarga dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan penyakit pada penderita TBC Paru. Kata Kunci : Dukungan keluarga, perilaku pencegahan penularan TBC Paru
Name : Rahmi Fitri Study Program : Public Health Sciences Title : Analysis of Family Support for Transmission Prevention Tuberculosis by Pulmonary TB Patients in the Working Area of Ujung Batu Health Center, Rokan Hulu Regency, Riau Province in 2023 Advisor : DR. Drs. Tri Krianto, M.Kes Based on health profile data for Riau Province, Rokan Hulu Regency is ranked 3rd with the highest number of cases of pulmonary TB sufferers from 12 districts/cities in Riau Province. Ujung Batu Health Center is one of the health centers that has the most TB cases in Rokan Hulu Regency. The causal factor for the high number of patients with pulmonary tuberculosis can be caused by the low level of practice of prevention of transmission of pulmonary tuberculosis, thereby accelerating the spread of pulmonary tuberculosis. The factors that influence the prevention of transmission of pulmonary tuberculosis are the factors of knowledge, attitudes and actions of individuals. Support from the family is the most important element in increasing the self-confidence and motivation of people with pulmonary tuberculosis in behavior to prevent transmission of pulmonary tuberculosis. The purpose of this study was to determine the description of family support for the behavior of preventing disease transmission in patients with pulmonary tuberculosis in the working area of the Ujung Batu Health Center. Methods This research uses qualitative methods with case studies through in-depth interviews with five key informants and five key informants. The results of this study obtained that the majority of pulmonary TB sufferers were male aged 30-60 years, the socioeconomic status of the family was at the lower middle level with the education level of the majority graduating from junior high school (SMP), most of the practices in the family had implemented behavioral prevention of pulmonary TB transmission, culture in coughing / sneezing, some sufferers have the behavior of covering their mouths with their hands / masks, but the culture of spitting is still everywhere. This study shows that family support has a strong effect on disease prevention behavior in patients with pulmonary tuberculosis. It is better for puskesmas to optimize socialization related to the role of family support for pulmonary tuberculosis sufferers, so that the community, especially families, can play an active role in providing support to improve disease transmission prevention behavior in pulmonary tuberculosis sufferers. Keywords: Family support, behavior to prevent pulmonary TB transmission
T-6704
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yasmin Hanani Reza; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Nunung Baitaningsih
Abstrak:
Promosi kesehatan adalah suatu proses memampukan masyarakat sehingga mereka memiliki kendali atas dan untuk meningkatkan kesehatannya. Untuk mencapai suatu peningkatan kesehatan maka seseorang atau sekelompok masyarakat harus bisa berubah dan menghadapi lingkungannya serta memulai peningkatan ini sejak dini seperti memberi bayi ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi upaya strategi promosi kesehatan yang dilakukan Puskesmas Cisalak Pasar pada tahun 2022 untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif ang ditinjau berdasarkan lima strategi promosi kesehatan pada Piagam Ottawa seperti kebijakan kesehatan, lingkungan yang mendukung, gerakan masyarakat, kemampuan perorangan, dan reorientasi pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam terhadap 5 orang ibu dengan bayi usia 0-6 bulan, 4 orang tenaga kesehatan, dan 1 orang kader sementara untuk data sekunder diteliti melalui telaah dokumen dan telaah observasi sarana. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya kebijakan khusus ASI Eksklusif, ruang laktasi sudah ada namun belum berfungsi serta prasarana sudah tersedia meski media belum disebar secara masif, pemberdayaan masyarakat melalui workshop KP ASI dan promosi lewat kader serta peningkatan keterampilan melalui konseling. Upaya preventif berupa kelas ibu hamil dan ibu balita serta promotif berupa penyuluhan.Diharapkan nantinya dibuat kebijakan internal khusus ASI Eksklusif serta penyediaan ruang laktasi sesuai dengan standar Permenkes no.15 tahun 2013. Terkait media dan kegiatan promosi untuk dilakukan secara masif dan dibuat sesuai sasaran.
Health promotion is the process of enabling people to increase control over, and to improve, their health. To reach a health improvement, an individual or group must be able to change or cope with the environment and start this improvement from early, like giving baby an exclusive breastfeeding. This study aims to describe the implementation of health promotion efforts to increase coverage of exclusive breastfeeding in Cisalak Pasar Public Health Center in 2022 based on Ottawa Charter 5 health promotion strategies which are public health policy, supportive environment, community action, personal skill, and reorient health service. This study is a qualitative analytical research. Data collection was done by using document review, observation, and in-depth interview with 1 leader of Public Health Center, 3 health workers, 1 cadre, and 5 mothers of baby aged 0-6 months. This study found that there is no written regulation about exclusive breastfeeding, lactation room has not been functioning, several medias are used to promote exclusive breastfeeding but have not been seen by many patients/visitor. Also there are efforts to make community development as well as developing individual skills through workshop KP ASI, promotion through cadre, and counselling. Suggestion for Cisalak Pasar Public Health Center based on the results of this study is to make an internal regulation based on Government Regulation Number 33 of 2012, to improve lactation room based on standard on Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 15 of 2013 and utilize media as a way to promote exclusive breastfeeding.
Read More
Health promotion is the process of enabling people to increase control over, and to improve, their health. To reach a health improvement, an individual or group must be able to change or cope with the environment and start this improvement from early, like giving baby an exclusive breastfeeding. This study aims to describe the implementation of health promotion efforts to increase coverage of exclusive breastfeeding in Cisalak Pasar Public Health Center in 2022 based on Ottawa Charter 5 health promotion strategies which are public health policy, supportive environment, community action, personal skill, and reorient health service. This study is a qualitative analytical research. Data collection was done by using document review, observation, and in-depth interview with 1 leader of Public Health Center, 3 health workers, 1 cadre, and 5 mothers of baby aged 0-6 months. This study found that there is no written regulation about exclusive breastfeeding, lactation room has not been functioning, several medias are used to promote exclusive breastfeeding but have not been seen by many patients/visitor. Also there are efforts to make community development as well as developing individual skills through workshop KP ASI, promotion through cadre, and counselling. Suggestion for Cisalak Pasar Public Health Center based on the results of this study is to make an internal regulation based on Government Regulation Number 33 of 2012, to improve lactation room based on standard on Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 15 of 2013 and utilize media as a way to promote exclusive breastfeeding.
S-10951
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Esthetika Wulandari; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Zulazmi Mamdy, Edi Setiawan Tehuteru, Vida Parady
Abstrak:
Penelitian ini membahas pengaruh pendidikan laktasi di tempat kerja terhadap self efficacy pemberian ASI Eksklusif pekerja wanita usia subur (15-49 tahun). Desain penelitian adalah kuasi eksperimen. Data primer dikumpulkan dengan kuesioner sebelum intervensi, satu minggu dan tiga bulan sesudah intervensi. Variabel yang diselidiki adalah pendidikan laktasi, self efficacy memberikan ASI Eksklusif, pengalaman menyusui, persepsi menyusui, keterpaparan terhadap informasi menyusui, pengetahuan menyusui dan usia. Penelitian ini menemukan bahwa self efficacy menyusui sebelum intervensi meningkat satu minggu sesudah pendidikan laktasi disarankan agar perusahaan mengembangkan program laktasi berbasis tempat kerja yang berkesinambungan untuk meningkatkan self efficacy menyusui Eksklusif.
This thesis aims to investigate the effect of lactation education at workplace on breastfeeding self efficacy among working women (15-49 years old). Research design is quasi-experiment. Primary data were collected prior, one week, and three months after intervention using questionnaires. Variables investigated included lactation education, breastfeeding self efficacy, experience, perception, exposure to information, knowledge and age. Self efficacy score before intervention increased one week after lactation education (Mean=89.3277; p value=0.02l) in the intervention group. It is suggested that continous lactation program at workplace be developed by the company to increase breastfeeding self efficacy among working women.
Read More
This thesis aims to investigate the effect of lactation education at workplace on breastfeeding self efficacy among working women (15-49 years old). Research design is quasi-experiment. Primary data were collected prior, one week, and three months after intervention using questionnaires. Variables investigated included lactation education, breastfeeding self efficacy, experience, perception, exposure to information, knowledge and age. Self efficacy score before intervention increased one week after lactation education (Mean=89.3277; p value=0.02l) in the intervention group. It is suggested that continous lactation program at workplace be developed by the company to increase breastfeeding self efficacy among working women.
T-3169
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Ratnawati; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Evi Martha, Rita Damayanti, Dwi Wahyu Balebu, Melyana
Abstrak:
Read More
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Meskipun pengobatan hipertensi tersedia, banyak penderita yang tidak sepenuhnya mematuhi pengobatan yang diberikan oleh tenaga medis. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan dalam kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Toili II. Penelitian menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 152 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan two-stage cluster sampling, dan data dikumpulkan secara primer pada bulan Mei 2025. Variabel independen adalah literasi kesehatan, variabel dependen yaitu kepatuhan pengobatan, serta variabel konfonder meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, dan dukungan sosial. Instrumen yang digunakan MMAS-8 untuk kepatuhan pengobatan, HLS-EU-Q16 untuk literasi kesehatan, dan DUFSSQ untuk dukungan sosial. Analisis data meliputi univariat, bivariat (menggunakan uji Pearson dan t-test independen), serta multivariat dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan dan kepatuhan pengobatan (r= 0,156; p= 0,05). Adanya hubungan positif antara literasi kesehatan dan kepatuhan pengobatan. Artinya semakin tinggi tingkat literasi kesehatan seseorang, maka semakin besar pula kecenderungan untuk patuh dalam menjalani pengobatan hipertensi, namun literasi kesehatan bukan satu-satunya faktor penentu. Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi pasien dan keluarga terkait pentingnya kepatuhan pengobatan jangka panjang melalui penyuluhan yang terjadwal dan strategi komunikasi yang sesuai, terutama bagi lansia dan kelompok berpendidikan rendah. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal atau kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor kepatuhan pengobatan hipertensi.
Hypertension, or high blood pressure, is one of the most common health problems worldwide, including in Indonesia. Although treatment for hypertension is available, many patients do not fully adhere to the prescribed medication regimen. One of the factors influencing medication adherence in hypertensive patients is health literacy. This study aims to examine the relationship between health literacy and medication adherence among hypertensive patients in the working area of Toili II Public Health Center. This research employed a cross-sectional design involving 152 respondents. Sampling was conducted using a two-stage cluster sampling technique, and primary data were collected in May 2025. The independent variable was health literacy, the dependent variable was medication adherence, and the confounding variables included age, sex, education level, and social support. The instruments used were MMAS-8 for medication adherence, HLS-EU-Q16 for health literacy, and DUFSSQ for social support. Data analysis included univariate, bivariate (using Pearson correlation and independent t-test), and multivariate analysis with multiple linear regression. The results showed a significant relationship between health literacy and medication adherence (r = 0.156; p = 0.05). The existence of a positive relationship between health literacy and medication adherence. However, health literacy alone is not the sole determinant. Community health centers (Puskesmas) are expected to enhance patient and family education regarding the importance of long-term treatment adherence through scheduled health counseling and appropriate communication strategies, especially for the elderly and those with low educational backgrounds. Future research is recommended to employ longitudinal or qualitative designs to explore in greater depth the factors influencing hypertension treatment adherence.
T-7276
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rifka Silmia; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Trini Sudiarti, Fatmiaty
Abstrak:
Stunting adalah permasalahan gizi yang ada di Indonesia yang masih terjadi di seluruhwilayah Indonesia. Hal tersebut mendorong pemerintah Indonesia melakukan berbagaiupaya menekan angka stunting. Beberapa dampak stunting adalah meningkatkankematian anak, perkembangan kognitif motorik dan bahasa pada anak yang menurun danperawakan pendek saat dewasa. Pemberian makan baduta yang tepat menjadi salah satufaktor yang dapat mempengaruhi status gizi baduta. Penting bagi ibu untuk melakukanpemberian makan baduta yang sesuai ajaran WHO/DEPKES. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran perilaku ibu dalam pemberian makan pada baduta stuntingusia 6-24 bulan dan faktor yang berperan terhadap perilaku ibu dalam pemberian makanbaduta stunting meliputi faktor predisposisi, penguat dan pemungkin.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus denganteknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam secara daring dantelaah dokumen. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kampung melayu daribulan Maret-Juli 2020. Sampel dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi daneksklusi. Informan penelitian terdiri dari lima ibu yang memiliki baduta stunting usia 6-24 bulan, lima informan dari keluarga dan tiga informan kunci (Kepala PuskesmasKelurahan Kampung Melayu, Staf puskesmas bagian gizi dan kader posyandu). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa belum ada ibu baduta yang melakukan pemberian makankepada baduta secara menyeluruh sesuai WHO. Pengetahuan, dan tradisi (Faktorpredisposisi) berperan terhadap perilaku ibu dalam pemberian makan baduta stunting.Selanjutnya faktor penguat yang berperan adalah dukungan keluarga dan kader posyandu,sedangkan sebagai pendorong yang berperan adalah daya beli keluarga.
Kata kunci:baduta ; perilaku ibu ; pemberian makan ; stunting
Read More
Kata kunci:baduta ; perilaku ibu ; pemberian makan ; stunting
S-10365
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
