Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34628 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Evarista Theofika; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Masyitoh, Wachyu Sulistiadi, Yanwar Hadiyanto, Diba Astried Mixmarina
Abstrak:

Latar Belakang : Rawat jalan sebagai salah satu garda terdepan layanan di rumah sakit yang dituntut untuk memberikan layanan yang cepat dan berkualitas. RS. X merupakan rumah sakit swasta yang dalam pelaksanaan kegiatan usahanya sepenuhnya bergantung pada pembiayaan dari pasien pribadi dan penjaminan pihak ketiga. Semakin meningkatnya jumlah pasien rawat jalan yang menggunakan penjaminan pihak ketiga, maka tuntutan kualitas dan kecepatan pelayanan rumah sakit juga semakin tinggi. Proses verifikasi penjaminan untuk pemeriksaan penunjang di rawat jalan merupakan suatu proses di tengah alur rawat jalan untuk memastikan apakah pemeriksaan penunjang yang disarankan oleh dokter dapat dijaminkan atau tidak oleh pihak penjamin sebelum pasien melakukan pemeriksaan tersebut. Target proses verifikasi ini tercapai dalam waktu 15 menit, namun rata-rata capaian baru mencapai 66,9% dan belum memenuhi target yang ditetapkan RS. X minimal 90%.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian operational reasearch dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengambilan sampel secara non probability sampling dengan jumlah 90 sampel. Pemilihan sampel berdasarkan pola distribusi poliklinik, hari dan waktu.
Hasil : Pada posisi current state, rata-rata lead time proses verifikasi untuk pemeriksaan penunjang di rawat jalan RS. X 16 menit 58 detik, dimana 53,9% merupakan kegiatan non value added yang didominasi waste waiting (87,8%) dan over processing (12,2%). Dari analisis 5 Whys didapatkan akar masalah yang menyebabkan waste adalah menunggu antrian pemeriksaan berkas verifikasi, menunggu catatan medis dokter, konfirmasi biaya tindakan rehabilitas medik, konfirmasi kronologis sakit dan menunggu terhubung dengan pihak penjamin. Penerapan metode Lean menggunakan tools Standardization berhasil menurunkan lead time sebesar 23,2% yaitu menjadi 13 menit 2 detik dengan penurunan kegiatan non value added sebesar 26,2% (2 menit 24 detik).
Kesimpulan : Penerapan metode Lean berhasil menurunkan lead time dan mengurangi waste pada proses verifikasi penjaminan untuk pemeriksaan penunjang di RS. X.


 Background                 : Outpatient service as one of the hospital’s frontline services that is required to provide fast and quality services. Hospital. X is a private hospital that in carrying out its business activities fully financially relies on private patients and third party guarantees. The increasing number of outpatients using third party guarantees, in line with the increasing of quality and speed demands of hospital services. The guarantee verification process for outpatient examinations is a process occur in the middle of the outpatient flow aim to ensure whether the examinations recommended by the doctor can be guaranteed or not by the guarantor before the patient undergoes the examination. Target for this verification process is achieved within 15 minutes, but the average achievement has only reached 66.9% and has not met the target set by the X Hospital minimum 90%. Method                : This study adopted an operational research design with a quantitative and qualitative approach. The sampling technique used was non-probability sampling, with a total of 90 samples. Sample selection based on the distribution pattern of the polyclinic, day and time. Result                        : In the current state position, the average lead time for the verification process of supporting examinations in outpatient care at Hospital X is 16 minutes 58 seconds, where 53.9% is non-value added activities dominated by waste waiting (87.8%) and over processing (12.2%). From the 5 Whys analysis, the root cause of waste is waiting for the verification file examination queue, waiting for the doctor's medical records, confirmation of medical rehabilitation costs, confirmation of the chronology of illness and waiting to be connected with the guarantor. The application of the Lean method using the Standardization tool succeeded in reducing the lead time by 23.2% to 13 minutes 2 seconds with a decrease in non-value added activities by 26.2% (2 minutes 24 seconds). Conclusion                 : The implementation of the Lean method has succeeded in reducing lead time and waste in the assurance verification process for supporting examinations at X Hospital.

Read More
B-2520
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Lenita; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi, Amal Chalik Sjaaf, Djiwan Satria Setiawan, Hasri Dinirianti
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Sri Lenita Program Studi : Pasca Sarjana Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Penerapan Konsep Lean Pada Alur Proses Pemeriksaan Laboratorium di RSUD Cengkareng Tahun 2015. Tesis ini membahas tentang faktor – faktor yang menyebabkan waktu tunggu layanan Laboratorium RSUD Cengkareng  tidak mencapai target dengan menggunakan konsep lean. Penelitian ini  bersifat analitik dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan telaah dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian  digambarkan dalam current state VSM  menunjukkan bahwa 19% total waktu layanan merupakan waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan value added  sedangkan  81%  total waktu layanan merupakan waktu yang digunakan untuk kegiatan non value added (waste). Penelitian ini menyarankan pelaksanaan kegiatan 5S, visual mangement di laboratorium dan perencanaan pengadaan sistem yang terintegrasi serta pemanfaatan pneumatic tube. Kata kunci: Waktu tunggu, konsep lean ,waste.


ABSTRACT Name : Sri Lenita Study Program: Post Graduate Study of Hospital Administration Title  : Analysis of The Implementation Lean Concept on The Laboratory Process of RSUD Cengkareng in 2015 This thesis discusses the factors that led to the waiting time Cengkareng Hospital Laboratory services do not reach the target by using lean concepts. This research is an analytical qualitative approach through the observation and study of the document, followed by in-depth interview to the informant. The results of the study are described in the current state VSM showed that 19% of the total service time is the time required for value added activities, while 81% of the total service time is the time spent on non-value added activities (waste). This study suggests the implementation of 5S, visual mangement in the laboratory , procurement planning of the integrated system and utilization of pneumatic tube. Keywords: Waiting time, lean concepts, waste.

Read More
B-1789
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Ari Wijaya; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Pujiyanto, Heri Iswanto, Muhammad Baharuddin
Abstrak: Pelayanan Farmasi merupakan pelayanan yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan rumah sakit. Lamanya waktu tunggu di farmasi akan memengaruhi mutu layanan di rumah sakit secara menyeluruh. Demikian juga di RSU Bali Royal, didapatkan waktu tunggu diatas dari standar pelayanan minimal rumah sakit. Lamanya waktu tunggu di farmasi rawat jalan disebabkan belum berjalannya manajemen mutu yang baik di RSU Bali Royal. Peneitian ini akan melihat bagaimana proses pelayanan farmasi rawat jalan dengan menggunakan metode lean, di tahun 2017 dengan observational action process research, dengan melakukan observasi terhadap 15 pasien dari bulan oktober 2017 sampai dengan Januari 2018 di farmasi rawat jalan RSU Bali Royal, dengan melihat waste yang ada. Ditemukan kegiatan yang bersifat value added sebesar 45,65% dan kegiatan non value added (waste) sebesar 54,28%. Waste yang banyak ditemukan adalah waste waiting dan waste defect. Eliminasi waste yang sudah ditemukan dengan implementasi intervensi antara lain: memindahkan konter kasir, merubah lay out farmasi, membuat loket antara konter farmasi dengan ruang pengerjaan obat mengunci pintu ruang farmasi dan merubah alur layanan farmasi rawat jalan, sehingga kegiatan non value added dapat di eliminasi menjadi 18,28% dan kegiatan value added menjadi 81,72%. Dari segi outcome dapat dilihat adanya perbaikan waktu tunggu, perbaikan kepuasan pelanggan, peningkatan kunjungan dan peningkatan omset di farmasi. Peneitian ini menyimpulkan adanya peningkatan mutu layanan setelah dilakukan perbaikan proses pelayanan farmasi rawat jalan dengan menggunakan metode lean.
Kata kunci : Mutu; Lean; Farmasi

Pharmaceutical Services is a service that cannot be separated from hospital services. The length of waiting time in the pharmacy will satisfy the overall quality of hospital services. Currently the waiting time in Bali Royal Hospital pharmacy for out patient is still above the standard waiting time, which is not in accordance with the hospital guidelines. The standard waiting time for outpatient pharmacy cannot be achieved due to lack of quality management at RSU Bali Royal. This study will look at how the process of outpatient pharmacy service using lean method, in 2017 with observational action process research, by observing 15 patients from October 2017 to January 2018 at outpatient pharmaceutical RSU Bali Royal, by looking at the waste. It is founded that there are 45.65% value added activities and non-value added activities (vaste) of 54.28%. Most of the wastes that are found are waste waiting and waste defect. Elimination of waste that has been done by the implementation of intervention, among others: moving cashier counters, changing the lay out of pharmacy, making counter between the pharmaceutical counter with space lock pharmaceutical door lock and change in outpatient pharmacy service, so that non value added activities can be eliminated to 18.28% and value added activities to 81.72%. In terms of outcome can be seen the improvement of waiting time, improvement of customer satisfaction, increased visits and increased turnover in pharmacy. This study concludes that there is a significant improvement of service quality after the refinement of outpatient pharmacy service process using lean method.
Keyword : Quality; Lean; Pharmacy
Read More
B-2003
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Mardiana; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Ricky Agusiady, Naniek Isnaeni Lestari
B-1294
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Fahriza; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Asviandri, Mayang Sari Ayu
Abstrak: Lamanya waktu tunggu menjadi salah satu indikator bagi suatu rumah sakit dalam menjaga mutu layanannya, menunggu yang terlalu lama akan memunculkan penilaian negatif dari pasien terkait kualitas pelayanan. Kunjungan rawat jalan pasien di RSUD Sungai Dareh terus meningkat, pada tahun 2020 poliklinik rawat jalan melayani 72,22 % dari total kunjungan ke RSUD Sungai Dareh, sehingga kepuasan pasien rawat jalan bisa menjadi cerminan pelayanan RSUD Sungai Dareh. Menurut laporan dari komite mutu tahun 2019 waktu tunggu pelayanan rawat jalan masih melebihi target yaitu 72,11 menit yang seharusnya menurut Peraturan Bupati Dharmasraya Nomor Tahun 2014 tentang SPM RSUD Sungai Dareh ≤ 60 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menurunkan lama waktu tunggu pasien untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan di RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya dengan metode lean kaizen. Metode penelitian ini merupakan operational research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer yang diambil melalui observasi langsung dengan Teknik time motion study dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini ditemukan 2 jenis waste yaitu 79,49% waste waiting, 20,51% waste overprocessing, setelah dilakukan penerapan metode lean kaizen dengan pendekatan PDCA, terjadi penurunan terjadi penurunan lead time dari 98,38 menit menjadi 74,42 menit dengan penurunan TNVAT dari 86,27 menit menjadi 63,50 menit. Kesimpulan penelitian ini bahwasanya pendekatan PDCA pada lean kaizen tepat dilakukan pada kondisi dimana waste terbanyak berkaitan dengan perilaku manusia. Adapun hasil penelitian ini belumlah maksimal karena metode lean kaizen ini harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan, sehingga saran peneliti adalah agar dapat menjadikan prioritas dilakukan pengawasan yang berkelanjutan
The length of waiting time is one of the indicators for a hospital in maintaining the quality of its services, waiting too long will lead to negative assessments from patients regarding the quality of service. Outpatient visits of patients at Sungai Dareh Hospital continue to increase, in 2020 the outpatient polyclinic serves 72.22% of the total visits to Sungai Dareh Hospital so that outpatient satisfaction can be a reflection of the services of Sungai Dareh Hospital. According to a report from the quality committee in 2019, the waiting time for outpatient services still exceeded the target of 72.11 minutes which should have been according to the Dharmasraya Regent's Regulation Number 2014 concerning the SPM of Sungai Dareh Hospital 60 minutes. The purpose of this study was to reduce the patient's waiting time to get outpatient services at Sungai Dareh Hospital, Dharmasraya Regency with the lean kaizen method. This research method is operational research with qualitative and quantitative approaches with primary data sources taken through direct observation with time-motion study techniques and in-depth interviews. The results of this study found 2 types of waste, namely 79.49% waiting for waste, 20.51% overprocessing waste after applying the lean kaizen method with the PDCA approach, there was a decrease in lead time from 98.38 minutes to 74.42 minutes with a decrease in TNVAT from 86.27 minutes to 63.50 minutes. This study concludes that the PDCA approach to lean kaizen is appropriate for conditions where the most waste is related to human behavior. The results of this study have not been maximized because the lean kaizen method must be carried out continuously and continuously so the researcher's advice is to make continuous monitoring a priority.
Read More
B-2215
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adeline Tjahjanto; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Suprijanto Rijadi, Wawat Setiamiharja
Abstrak: Waktu tunggu yang lama di rawat jalan akan menghambat pelayanan, dan akanberdampak pada antrian yang menumpuk, serta mengakibatkan pelayanan menjaditidak efisien. Penelitian dengan metode kualitatif ini mengobservasi waktu yangdigunakan oleh pasien selama berada di Rumah Sakit dan bertujuan untukmeningkatkan efisiensi pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Sumber WarasCiwaringin dengan metode lean.Hasil penelitian menunjukkan, 90% waktu pelayanan merupakan kegiatan nonvalue added dan hanya 10% yang merupakan kegiatan value added. Usulanperbaikan dengan metode lean, yang dilakukan secara simulatif, menghasilkanperbaikan pada proses pelayanan rawat jalan dengan menurunkan kegiatan nonvalue added menjadi 70,59% dan meningkatkan kegiatan value added menjadi 29,41%.
Kata kunci: waktu tunggu, metode lean, kegiatan value added, kegiatan non valueadded.
Long waiting times in the outpatient care would hamper the service, have an impacton queues and will end up with an inefficient service. This qualitative research,using the lean method, observed the time spent by the outpatients while in hospitalwith the aim to improve the efficiency of outpatient services at the Sumber WarasHospital Ciwaringin with lean method.The results showed that 90% of the service time is non-value added activities andonly 10% is counted as value added activities. Simulation is applied and has leadto improvement in the process of outpatient services by decreasing the non valueadded activities to 70,59% and increasing the value added activities to 29,41%
Keywords: waiting time, lean methods, activities of value added, non-value addedactivities.
Read More
B-1755
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Angga Perdana Kusumah; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Masyitoh, Adik Wibowo, Dedi Wahyudi, Muhammad Bascharul Asana
Abstrak: Rumah sakit memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminatif dan efektif. Salah satunya adalah pelayanan kefarmasian yang merupakan bagian integral sistem pelayanan RS yang bertanggung jawab memastikan ketersediaan obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. KMK 129/Menkes/SK/II/2008 menyebutkan bahwa RS wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang salah satunya adalah Waktu Tunggu Pelayanan Obat. RS Jantung Hasna Medika Cirebon melayani 4000-5000 kunjungan rawat jalan setiap bulan dengan 92% diantaranya pasien BPJS Kesehatan. Rerata pencapaian waktu tunggu obat racikan hanya tercapai ≤ 72% dan obat jadi ≤40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecepatan pelayanan resep rawat jalan pasien BPJS Kesehatan di instalasi farmasi RS Jantung Hasna Medika Cirebon menggunakan Lean Hospital. Metode penelitian ini adalah operational research dengan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer diambil melalui observasi langsung dengan teknik time and motion study, telaah dokumen, wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian ditemukan 2 jenis waste yaitu 99,31% waste waiting dan 0,69% waste motion, setelah dilakukan intervensi berupa optimalisasi e-resep, 5S dan visual management serta continuous flow dan process balancing terjadi penurunan lead time dari 01:24:47 menjadi 00:25:30 detik atau menurun sebesar 59 menit 17 detik (69,93%). Kesimpulan penelitian ini bahwa Lean Hospital merupakan metode atau tool yang tepat untuk meningkatkan value to waste ratio dengan mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai tambah untuk pasien. Penelitian ini belum maksimal dikarenakan pilihan lean hospital tools sangat terbatas mengingat waktu yang juga terbatas. Sehingga saran peneliti adalah meminta manajemen RS untuk menjadikan penelitian ini sebagai langkah awal continuous improvement untuk dapat dilanjutkan menggunakan tools lain dan di unit pelayanan yang berbeda
Hospitals have an obligation to provide safe, high quality, anti-discriminatory and effective services. One of them is pharmacy services as an integral part of the hospital service system that is responsible for ensuring the availability of safe, high quality and efficacious drugs. KMK 129/Menkes/SK/II/2008 states that hospitals are required to meet the Standards of Minimum Services (SPM), one of which is the Waiting Time for Drug Services. RS Jantung Hasna Medika Cirebon serves 4000-5000 outpatient visits every month with 92% of them being BPJS Kesehatan patients. The average waiting time for concoction drugs was only achieved by 72% and non-concoction drugs achieved by 40%. The purpose of this study was to increase the speed of outpatient prescription services for BPJS Kesehatan patients at the pharmacy installation of the RS Jantung Hasna Medika Cirebon using Lean Hospital. This research method is operational research with a qualitative approach. Primary data sources taken through direct observation with time and motion study techniques, in-depth interviews and Focus Group Discussion (FGD). The results of the study found 2 types of waste, namely 99.31% waiting waste and 0.69% motion waste, after intervention in the form of optimizing e-prescription, 5S and visual management as well as continuous flow and process balancing there was a decrease in lead time from 01:24:47 to 00:25:30 or decreased by 59 minutes 17 seconds (69.93%). The conclusion of this study is that Lean Hospital is the right method or tool to increase the value to waste ratio by reducing wasting time and increasing additional value for patients. This research has not been maximized because the choice of lean hospital tools is very limited considering the time is short. The researcher's suggestion is to encourage the hospital management to use this research as the first step of continuous improvement by using other tools in another service units
Read More
B-2224
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nilandari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Puput Oktamianti, Andi Basuki Prima Birawa
Abstrak: Keterlambatan pengajuan klaim BPJS berakibat pada turunnya cashflow rumahsakit. Proses klaim saat ini berjalan tidak efisien dan efektif. Tujuan daripenelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis dan usulan perbaikan alur prosesdokumen klaim BPJS pasien rawat jalan dengan menerapkan konsep LeanHospital. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif inimengobservasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dokumen klaimsebelum diberikan kepada verifikator BPJS serta melakukan wawancaramendalam, observasi proses, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkanterjadi waste terbesar di unit mobilisasi dana yaitu selama 32,5 hari 18,8 menitdalam penyelesaian dokumen klaim. Jenis waste terbanyak adalah waiting dantransportation. Berdasarkan VSM diketahui Lead Time dari proses klaim saat iniadalah 33,9 hari. Usulan perbaikan yang diberikan dari penelitian ini adalahdengan optimalisasi tim Casemix yang baru saja dibentuk, sehingga lead timepengerjaan klaim yang dibutuhkan menjadi 6,44 menit. Standardisasi kerja danpenilaian kinerja berupa KPI, IKI, dan IKU dinilai perlu diterapkan agar kinerjapetugas menjadi optimal.
Kata Kunci: Lean Thinking, BPJS, klaim, value added activity, non value addedactivity, waste
Delay in the submission of BPJS claims resulted in decreasing hospital cash flow. The currentclaim process is not efficient and effective.The objective of this reseach is to analize and proposeimprovement in the claim process by applying Lean Hospital concept. This research usedquantitative and qualitative approaches to observed the time required to complete the claimprocess before submitted to the BPJS verificator and also have an in-depth interview, observe theprocess, and document review. The result showed most waste happened in mobilisasi dana unitfor 32.5 days 18.8 minutes in the settlement BPJS document claims. Based on Value StreamMapping, Lead Time of the claim process at this time is 33.9 day. Most types of waste arewaiting and transportation. Proposed improvement provided from the study is to optimizing thecasemix team which newly formed. By optimizing the casemix team, Lead Time required tocomplete the claims process is 6.44 minutes. Standardize work and performance appraisal (KPI,IKI, and IKU) consider to apply to reach employee best performance.
Keywords: Lean Thinking, BPJS, claim, value added activity, non value added activity, waste
Read More
B-1795
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Wayan Ari Anindita Sari; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Pujiyanto, Purnawan Junadi, I Putu Oka Dharmawan, Dewa Ayu Swastini
Abstrak:
Lamanya waktu tunggu di pelayanan di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Ari Canti masih belum sesuai target Standar Pelayanan Minimal, dimana standar pelayanan minimal (SPM) mewajibkan waktu tunggu obat non racikan ≤30 menit dan obat racikan ≤60 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan JKN dengan lean hospital di RS Ari Canti Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah operational research (OR). Tempat dari penelitian adalah Depo Farmasi Rawat Jalan di RS Ari Canti saat hari kerja pada bulan Mei – Juni 2023. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 98 resep obat yang dibagi ke dalam beberapa poliklinik di RS Ari Canti. Pengamatan langsung menggunakan lembar observasi VSM dan lembar waste, wawancara mendalam dengan infoman menggunakan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu dalam pelayanan kefarmasian pada kondisi current state adalah 53 menit 12 detik. Lead time untuk obat racikan selama 1 jam 2 menit 28 detik sedangkan pada resep obat non-recikan selama 51 menit 41 detik. Setelah dilakukan pengkajian ditemukan 10 aktivitas waste yang terdiri dari 56,89% waste waiting, 20,75% waste defect, 15,53% waste motion, dan 6,83%waste overprocessing. Setelah dilakukannya intervensi lean hospital berupa 5S, visual management, heijunka borda pareto dan PDCA terjadi penurunan lead time dari 53 menit 12 detik menjadi 19 menit 47 detik dengan persentase penurunan sebesar 62,80%. Kemudian lead time berdasarkan resep obat racikan pasca intervensi selama 42 menit 7 detik, sedangkan lead time resep obat non racikan selama 18 menit 47 detik. Nilai value to waste ratio juga terjadi peningkatan dari sebelumnya pre intervensi sebesar 40,90% menjadi 88,32% pasca intervensi. Kesimpulan penelitian ini alalah Lean Hospital merupakan metode atau tool yang tepat untuk meningkatkan value to waste ratio dengan mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai tambah untuk pasien. Manajemen dapat melakukan langkah awal continuous improvement seperti menghitung kebutuhan obat secara berkala untuk dapat memproyeksikan persiapan obat sesuai dengan permintaan.

The length of time waiting for service at the outpatient pharmacy installation at Ari Canti Hospital is still not in accordance with the Minimum Service Standard target, where the minimum service standard (SPM) requires waiting time for non-concoction drugs ≤30 minutes and for mixed drugs ≤60 minutes. This study aims to analyze the waiting time for JKN outpatient drug services with lean hospital at Ari Canti Hospital in 2023. The design of this research is operational research (OR). The location of the research was the Outpatient Pharmacy Depot at Ari Canti Hospital during weekdays from May to June 2023. The sample in this study was taken as many as 98 drug prescriptions which were divided into several polyclinics at Ari Canti Hospital. Direct observation using VSM observation sheets and waste sheets, in-depth interviews with informants using interview sheets. The results showed that the total time in pharmaceutical services in the current state was 53 minutes 12 seconds. The lead time for concoction drugs is 1 hour 2 minutes 28 seconds while for non-recipe drug prescriptions it is 51 minutes 12 seconds. After conducting the study, it was found that 9 waste activities consisted of 56,89% waste waiting, 20,75% waste defects, 15,53% waste motion, and 6,83% waste overprocessing. After the lean hospital intervention in the form of 5S, visual management, heijunka borda pareto and PDCA, the lead time decreased from 53 minutes 12 seconds to 19 minutes 47 seconds with a decrease percentage of 62.80%. Then the lead time based on post-intervention concoction drug prescription was 42 minutes 7 seconds, while the non-concoction drug prescription lead time was 18 minutes 47 seconds. The value to waste ratio also increased from the previous pre-intervention of 40.90% to 88.32% post-intervention. The conclusion of this study is that Lean Hospital is the right method or tool to increase the value to waste ratio by reducing waste and increasing added value for patients. Management can take initial steps for continuous improvement, such as calculating drug needs on a regular basis to be able to project drug preparations according to demand.
Read More
B-2390
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Bima Arrynugrah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Masyitoh, Arthur Ferdinand, Sibroh Malisi
Abstrak: Dampak Jaminan Kesehatan Nasional di poliklinik spesialis Obstetric dan Gynecology RS. Annisa Citeureup Bogor adalah meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan sebesar 61% pada awal tahun 2014. Semakin banyaknya jumlah pasien akan berakibat pada lamanya waktu tunggu. Tahapan penelitian ini menggunakan 5 (lima) prinsip lean untuk mendapatkan perbaikan yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan efisiensi alur proses pelayanan di poliklinik spesialis Obstetric dan Gynecology. Hasil value assesment pada pasien tunai didapatkan 85% kegiatan yang tidak bernilai tambah dan 14% kegiatan yang bernilai tambah, sedangkan pada pasien Jaminan Kesehatan Nasional didapatkan prosentase kegiatan yang tidak bernilai tambah sebesar 88% dan 11% untuk kegiatan yang bernilai tambah. Metode lean dinilai mampu meminimalisir pemborosan, hasil future state value stream map didapatkan penurunan kegiatan yang tidak bernilai tambah menjadi 38,09% Kata kunci : waktu tunggu; 5 (lima) prinsip lean; kegiatan yang bernilai tambah; kegiatan yang tak bernilai tambah; Metode Lean The impacts of the National Health Insurance at the Obstetric and Gynecology specialist polyclinic RS. Annisa Citeureup Bogor is increase frequency of outpatient visits by 61% at the beginning of 2014. The increasing number of patients will result in long waiting times. This research uses 5 (five) lean principles to get continuous improvement to improve the efficiency of service process flow in Obstetric and Gynecology specialist clinic. Result of assessment value in patients with cash payment was 85% non value-added activities and 14% value-added activities, while in the National Health Insurance patients, the percentage of non value added activities was 88% and 11% for value-added activities. Lean method is considered able to minimize waste, the results of the future state value stream map can reduce activities that do not add value to 38.09% Keywords: waiting time, 5 (five) lean principles, value added activities, non value added activities, Lean Method
Read More
B-1915
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive