Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35011 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Crefinda Hanna Ananda Yoam; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Transformasi digital telah menjadi topik pembicaraan di era globalisasi. Menurut APJII, tingkat penetrasi Internet di Indonesia terbilang tinggi. Namun, belum dapat mengimbangi peningkatan literasi digital yang memadai. Selain itu, laporan kunjungan peserta di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok menunjukkan bahwa sebanyak 60% peserta mengunjungi loket Layanan Administrasi. Melihat hal tersebut, BPJS Kesehatan melahirkan Layanan Administrasi Digital yang bernama Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pandangan peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok mengenai kemudahan dan manfaat layanan Pandawa tahun 2025. Penelitian dilakukan dengan menerapkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang bersifat kuantitatif. Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah peserta JKN yang merupakan pengguna layanan Pandawa dan sedang mengunjungi BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok, sebesar 109 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel-variabel yang memiliki hubungan dengan niat menggunakan layanan Pandawa, adalah variabel usia, pendidikan, perceived ease of use, perceived usefulness, dan attitude, dengan attitude sebagai faktor dominannya. Sementara itu, variabel jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan niat menggunakan layanan Pandawa. Penerimaan pengguna pada layanan Pandawa sudah cukup baik, serta diperlukan untuk peningkatan kualitas layanan sehingga dapat mengoptimalisasikan penerapan layanan Pandawa.

Digital transformation has become a prominent topic in the era of globalization. Despite the growing digital transformation trend, many health service users in Indonesia still prefer face-to-face interactions, indicating a gap in digital literacy and service adoption. In response to this issue, BPJS Kesehatan launched a digital administrative service called Pandawa (Administrative Service via WhatsApp). This study aims to explore the perceptions of JKN participants who visited the BPJS Kesehatan, Depok Branch Office in 2025, focusing on the perceived ease of use and usefulness of the Pandawa service. The research employs a quantitative approach using the Technology Acceptance Model (TAM) through a cross-sectional study design. The secondary data used in this study consists of participant visits to the BPJS Kesehatan Depok Branch Office in 2024. Primary data will also be needed through distributed questionnaires. The sample consists of 109 JKN participants who are users of the Pandawa service and visited the BPJS Health Depok office during the study, conducted in February 2025. The multivariate analysis shows that age, education, perceived ease of use, perceived usefulness, and attitude are significantly related to the intention to use the Pandawa service, with attitude being the dominant factor. Meanwhile, sex does not show a significant relationship to the intention to use the Pandawa service. Overall, user acceptance of the Pandawa service is relatively good, although further improvements in service quality are necessary to optimize its implementation.
Read More
S-11876
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riza Aulia; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Latar Belakang: BPJS Kesehatan menetapkan target pencapaian peserta BPJS Kesehatan yang mengunduh dan menggunakan aplikasi Mobile JKN sebanyak 10.000.000 pengguna selama tahun 2018 di seluruh Indonesia. Namun hingga saat ini, jumlah pengguna aplikasi Mobile JKN sampai tahun 2021 berjumlah 245.341 pengguna. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas aplikasi mobile JKN pada peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok tahun 2023. Metode: Desain studi cross-sectional. Jenis data primer menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan peserta aplikasi Mobile JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok mengatakan bahwa kualitas aplikasi Mobile JKN baik dengan persentase (50.5%). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN yaitu variabel sikap, motivasi, kebutuhan, pengalaman, tampilan aplikasi, keunikan dan promosi. Selain itu terdapat satu variabel yang tidak berhubungan dengan persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN yaitu variabel pengetahuan. Kesimpulan: Variabel pengalaman, tampilan aplikasi, keunikan, kebutuhan dan sikap merupakan predikator yang dominan dalam persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN.

Background: BPJS Health has set a target of achieving 10,000,000 BPJS Health participants downloading and using the Mobile JKN application throughout Indonesia in 2018. However, until now, the number of users of the Mobile JKN application until 2021 is 245,341 users. Objective: To determine the factors associated with the perceived quality of the JKN mobile application among JKN participants who visit the BPJS Kesehatan Depok Branch Office in 2023. Methods: Cross-sectional study design. The primary data type uses a questionnaire. Results: The results of this study found that the participants of the Mobile JKN application who visited the BPJS Kesehatan Depok Branch Office said that the quality of the Mobile JKN application was good with a percentage (50.5%). Factors related to the perceived quality of the JKN Mobile Application are attitude, motivation, needs, experience, appearance of the application, uniqueness and promotions. In addition, there is one variable that is not related to the perceived quality of the JKN Mobile Application, namely the knowledge variable. Conclusion: The variables of experience, application appearance, uniqueness, needs and attitudes are the dominant predictors in the perception of the quality of the JKN Mobile Application.
Read More
S-11481
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Octaviana Dwi Prismayanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran peserta mandiri di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional menggunakan data primer dengan menyebar kuesioner kepada peserta mandiri yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah peserta mandiri yang patuh membayar iuran lebih tinggi (89%) dibandingkan dengan peserta yang tidak patuh membayar iuran (11%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan yaitu variabel pengetahuan, besar iuran, dan peraturan dan sanksi. Selain itu variabel yang tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku kepatuhan membayara iuran BPJS Kesehatan yaitu variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, lama kepesertaan, kelas kepesertaan, pendapatan, kanal pembayaran iuran, status kesehatan, dan dukungan orang terdekat.

This study discusses the factors related to compliance with paying contributions for independent participants at the BPJS Kesehatan Depok Branch Office. This study used a quantitative approach with the type of cross-sectional research using primary data by distributing questionnaires to independent participants who visited the BPJS Kesehatan Depok Branch Office. The results of this study indicate that the number of independent participants who comply with paying contributions is higher (89%) than participants who do not comply with paying contributions (11%). The bivariate analysis shows that there are three variables that have a significant relationship with the compliance behavior of paying BPJS Health contributions, namely the variable knowledge, the amount of contributions, and regulations and sanctions. In addition, variables that do not have a significant relationship with compliance behavior in paying BPJS Kesehatan contributions are age, gender, education, length of membership, membership class, income, contribution payment channels, health status, and support from those closest to them.
Read More
S-11446
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nola Radhiah Kusumawati; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Prastuti Soewondo, : Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Penelitian ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas aplikasi mobile JKN pada peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data primer melalui kuesioner dengan 102 responden. Hasil penelitian ini didapatkan peserta aplikasi Mobile JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong mengatakan bahwa kualitas aplikasi Mobile JKN baik dengan persentase (77.5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat tujuh variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan persepsi kualitas aplikasi Mobile JKN pada peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong yaitu variabel sikap, motivasi, kebutuhan, pengetahuan, tampilan aplikasi, keunikan dan promosi. Selain itu terdapat satu variabel yang tidak memiliki hubungan signifikan dengan persepsi kualitas aplikasi Mobile JKN pada peserta yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong yaitu variabel pengalaman. Saran yang dapat diberikan adalah sosialisasi untuk mempromosikan Mobile JKN secara merata dan terus mengembangkan serta memanfaatkan kemajuan teknologi agar aplikasi Mobile JKN selalu update, banyak fitur-fitur yang dapat mempermudah akses peserta JKN di semua segmen kepesertaannya.

This study discusses factors related to the perceived quality of the JKN mobile application among JKN participants visiting the BPJS Kesehatan Cibinong Branch Office in 2024. This study is a quantitative study with a cross-sectional design using primary data through questionnaires with 102 respondents. The results of this study showed that participants of the Mobile JKN application who visited the BPJS Kesehatan Cibinong Branch said that the quality of the Mobile JKN application was good with a percentage of (77.5%). Bivariate analysis shows that there are seven variables that have a significant relationship with the perception of the quality of the Mobile JKN application among JKN participants who visit the BPJS Kesehatan Cibinong Branch, namely the variables of attitude, motivation, needs, knowledge, appearance of the application, uniqueness and promotion. Apart from that, there is one variable that does not have a significant relationship with the perception of the quality of the Mobile JKN application among participants who visit the BPJS Kesehatan Cibinong Branch, namely the experience variable. Suggestions that can be given are outreach to promote Mobile JKN evenly and continue to develop and utilize technological advances so that the Mobile JKN application is always updated, there are many features that can facilitate access for JKN participants in all membership segments.
Read More
S-11654
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Yuli Wulandari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Yessi Kumalasari
Abstrak: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan angka rujukan peserta selama bulan Januari-Maret 2015. Sampel adalah Puskesmas Cimanggis dengan angka rujukan tinggi dan Puskesmas Cipayung dengan angka rujukan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka rujukan dipengaruhi oleh kebijakan, ketersediaan obat, peralatan penunjang pelayanan kesehatan, pemahaman dokter tentang prosedur rujukan dan peran gatekeeper. Diagnosis penyakit yang banyak dirujuk di kedua puskesmas adalah penyakit jantung. Hal tersebut berhubungan dengan ketersediaan obat dan peralatan penunjang pelayanan kesehatan serta peran gatekeeper. Pasien penyakit jantung memerlukan tindakan promotif preventif serta kontrol rutin setiap bulan untuk pemeriksaan dan menebus obat di RS, sehingga mempengaruhi angka rujukan. Diharapkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak Puskesmas dalam mengendalikan pelayanan rujukan. Kata Kunci: rujukan peserta JKN, puskesmas, BPJS This qualitative study aimed to analyze the factors associated with the referral of BPJS members during January until March 2015. Samples were Cimanggis and Cipayung health centers representing high and low referral cases respectively. The results showed that the referral numbers were influenced by the policy, availability of drugs, medical equipment, physician perceptionabout the referral procedure as well asthe role of gatekeeper. Heart disease was the diagnosis with the highest referral number in the sampled health centers. Factors were related to the availability of drugs, medical equipment as well as the role of gatekeeper. Patients with heart disease require preventive and promotive actions, regular controls, and monthly check up and drugs in hospitals, this has made increased referral numbers. It is expected that BPJS Kesehatan will improve coordination with the health center to manage the referral system. Key Words: referral, JKN, health center, BPJS
Read More
S-8625
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Dwi Fadila; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto; Eddy Sulistijanto Hadie
Abstrak: Keberlangsungan program BPJS Kesehatan didukung oleh iuran yang diperoleh dari peserta yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Peserta mandiri atau PBPU merupakan salah satu jenis peserta dalam JKN. Namun, jumlah persentase kolektabilitas iuran pada peserta mandiri di BPJS Kesehatan Kota Bekasi belum mencapai target ideal 100%, sampai dengan bulan April 2020 hanya sebesar 86,88%. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan peserta mandiri dalam melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan di BPJS Kesehatan KC Kota Bekasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan peserta mandiri yang terdaftar di BPJS Kesehatan Kota Bekasi dengan sampel 124 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner online. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah peserta mandiri yang patuh membayar iuran (76,6%) lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang tidak patuh membayar iuran (23,4%). Selain itu, faktor predisposisi pada variabel pengetahuan (p-value = 0,032) memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Sedangkan faktor pemungkin dan faktor pendorong tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Kata kunci: BPJS Kesehatan, Peserta Mandiri, Kepatuhan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan The progression of the BPJS Health program is supported by payment premiums that obtained from participants who registered with BPJS Kesehatan. Independent participants or PBPU are one of the type participants in JKN. But, the percentage of contribution collectibility for independent participants in BPJS Kesehatan Bekasi City has not reached the ideal target of 100%, until April 2020 only amounted to 86.88%. The purpose of this research is to find out the factors related to the compliance behavior of independent participants in making BPJS Health payment premium at branch office BPJS Kesehatan in Bekasi City. The methodology of this research is quantitative research by using cross sectional study design. Population in this research is independent participants who registered in BPJS Kesehatan Bekasi city with 124 respondents as sample. Data retrieval from the participants by using accidental sampling. The data collection has been collected through online questionnaire. The results indicated that the number of independent compliance participants in payment premium is 76.6%, which is higher than noncompliance participants, only get 23,4%. In addition, predisposing factors of variable (pvalue = 0.032) has a significant relationship with the compliance behavior in payment premium of BPJS Kesehatan. While as, the enabling factors and reinforcing factors do not have relationship with compliance behavior in payment premium of BPJS Kesehatan. Key words: BPJS Kesehatan, Independent Participants, Compliance in Payment Premium of BPJS Health.
Read More
S-10426
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Dwi Rahayu; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Ina Hirina
Abstrak: Pada tahun 2014, BPJS Kesehatan memiliki angka rasio klaim mencapai 104,73% sedangkan di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok memiliki angka rasio klaim lebih dari 100% setiap bulannya pada tahun 2015. Kondisi ini mengartikan bahwa biaya klaim yang dikeluarkan lebih besar daripada pendapatan premi yang diterima. Rawat Inap Tingkat Lanjut menjadi salah satu jenis pelayanan yang menerima biaya klaim paling besar untuk pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang berhubungan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut peserta Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok Periode September 2014-September 2015. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan desain studi crosssectional. Data yang digunakan berasal dari data sekunder register klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, lama hari rawat, diagnosis penyakit, severity level, kelas perawatan, tipe rumah sakit, jenis kepesertaan memiliki hubungan yang signifikan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut (p=0,0005), sedangkan jenis kelamin tidak ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut (p=0,579). Variabel yang paling berhubungan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut adalah variabel severity level 3. Kata Kunci: Besaran Klaim; Rawat Inap Tingkat Lanjut; Jaminan Kesehatan Nasional
In 2014, BPJS Kesehatan have claims ratios reached 104.73% while in BPJS Kesehatan Depok have claims ratios more than 100% per month in 2015. This condition means that the cost of claims incurred is greater than the premium income be accepted. Secondary Care Inpatient is one of the types of health services that receive the most claim costs for the utilization of health services. This research aims to examine the factors associated with the number of claims secondary care inpatient of participants National Health Insurance in BPJS Depok period September 2014- September 2015. This research is quantitative descriptive and applied cross-sectional design. Data were collect from secondary source, for example claims register data. The results showed that the age, length of stay, diagnosis of disease, severity level, care class, hospital type, the type of membership has a significant correlation with the number of the secondary care inpatient claims (p = 0,0005), whereas gender was not found to have a significant correlation with tthe number of the secondary care inpatient claims (p = 0,579). The variables most associated with the number of the secondary care inpatient claims are variable severity level 3. Keywords: Claims, Secondary Care Inpatient; National Health Insurance
Read More
S-9028
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriya Syaputri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Akhmad Fauzan Zen
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN badan usaha di BPJS Kesehatan KCU Jakarta Pusat Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional melalui pendekatan kuantitatif serta didukung informasi kualitatif dari narasumber pada pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa badan usaha yang tidak patuh membayar iuran ada sebesar 44,9%. Sementara itu, didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara riwayat kesehatan dalam jaminan kesehatan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN badan usaha.
 

 
ABSTRACT
 
 
This study aims to discover the factors associated with firm compliance of Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Contribution Payment in Central Jakarta Main Branch Office of BPJS Kesehatan in 2014. This study uses cross-sectional study design with quantitative study and supported by qualitative information from informants. Based on the result of the study, it is known that there are 44,9% firms that do not comply contribution payment. Beside that, there is significant difference between membership history in health insurance with the firm compliance of Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) contribution payment.
Read More
S-8624
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Zakiyah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Latar Belakang: Gangguan kesehatan mental memberikan beban ekonomi signifikan secara global, dengan proyeksi kerugian mencapai USD 6 triliun pada tahun 2030. Di Indonesia, estimasi biaya langsung tahunan mencapai Rp87,5 triliun apabila seluruh invidiu dengan gangguan mental menjalani pengobatan rutin. Tujuan: Mengetahui besaran biaya dan faktor-faktor yang berhubungan dengan biaya layanan kesehatan mental pada rawat jalan FKRTL Peserta JKN. Metode: Desain studi dengan potong lintang menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan 2024. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat terhadap 785.150 peserta aktif layanan kesehatan mental. Hasil: BPJS Kesehatan menanggung total biaya layanan kesehatan mental sebesar Rp3,4 triliun dalam satu tahun. Terdapat hubungan signifikan antara biaya layanan dengan usia, segmentasi peserta, jumlah diagnosis, frekuensi kunjungan RJTL, regional FKRTL, kepemilikan FKRTL, dan kondisi penyakit kronis. Kesimpulan: Biaya tertinggi ditemukan pada kelompok usia lanjut dan wilayah Regional 1, yang mencerminkan konsentrasi layanan serta akses yang lebih optimal. Temuan ini menyoroti pentingnya pemerataan dan pendekatan berbasis kebutuhan layanan kesehatan mental.  


Background: Mental health disorders present a significant global economic burden, with projected losses reaching USD 6 trillion by 2030. In Indonesia, the estimated annual direct cost may reach IDR 87.5 trillion if all individuals with mental disorders undergo routine treatment. Objective: To identify the total cost and factors associated with mental health service expenditures in outpatient care at advanced referral health facilities (FKRTL) for JKN participants. Methods: This study uses cross-sectional design using the 2024 BPJS Kesehatan Sample Data. Univariate and bivariate analyses were conducted on 785,150 active mental health service users. Results: BPJS Kesehatan covered a total of IDR 3.4 trillion in mental health outpatient services within one year. There was a significant relationship between service costs and age, participant segmentation, number of diagnoses, outpatient visits frequency, advanced health facilities regional, advanced referral health facilities ownership, and chronic disease conditions. Conclusions: The highest costs were observed among the elderly and in Regional 1, reflecting a concentration of services and better access. These findings highlight the importance of equitable distribution and need-based approaches in mental health service financing. 
Read More
S-12051
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Darawani Talaohu; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Herman Dinata Mihardja
Abstrak:
Mobile JKN hadir sebagai upaya peningkatan efisiensi dan kualitas pelayanan, namun kunjungan dan pemberian layanan kepesertaan langsung di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan tetap tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi alasan peserta memilih datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan dibandingkan dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN, dengan mempertimbangkan preferensi dan faktor internal serta eksternal yang mendasarinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus, dengan menerapkan metode wawancara mendalam dan observasi. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan lebih cenderung memilih pelayanan langsung daripada menggunakan aplikasi Mobile JKN, dengan alasan seperti preferensi pelayanan yang sesuai, kecepatan layanan langsung, dorongan dari orang sekitar, budaya tatap muka, dan harapan untuk dilayani dengan baik. Kendala pada penggunaan aplikasi Mobile JKN meliputi minimnya informasi, kendala kuota internet, rendahnya literasi digital, dan ketidaktahuan mengenai fitur aplikasi. Berdasarkan temuan dalam penelitian, disarankan untuk memperkuat pelayanan versi offline dengan menyediakan layanan call center, mengembangkan versi offline Aplikasi Mobile JKN, serta menjalin kerjasama dengan provider seluler dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN untuk meningkatkan aksesibilitas dan penggunaan aplikasi tersebut.

Mobile JKN was introduced to improve efficiency and service quality, but visits and in-person membership service delivery at the BPJS Kesehatan South Jakarta Branch Office remain high. This study explores why participants prefer to visit the BPJS Kesehatan South Jakarta branch office instead of using the Mobile JKN app by considering their preferences and underlying internal and external factors. This research uses a qualitative case study approach by applying in-depth interview and observation methods. Data validation was conducted through source and method triangulation. The results showed that informants were more likely to choose direct service rather than using the Mobile JKN application, with reasons such as appropriate service preferences, speed of direct service, encouragement from surrounding people, face-to-face culture, and expectations to be served well. Obstacles to using the Mobile JKN application include lack of information, internet quota constraints, low digital literacy, and ignorance of application features. Based on the findings in the study, it is recommended to strengthen the offline version of the service by providing center services, developing an offline version of the JKN Mobile Application, and establishing cooperation with mobile providers in the use of the JKN Mobile application to increase accessibility and use of the application.
Read More
S-11601
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive