Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41088 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aleydia Tridita Putri; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Eti Rohati
Abstrak:
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengkhawatirkan, masih banyak remaja di Indonesia yang belum menyadari kondisi defisiensi zat besi yang mereka alami. Kelurahan Jatimulya menjadi wilayah dengan prevalensi anemia tertinggi di kota Depok tahun 2023 yaitu sebesar 39%. Konsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin merupakan salah satu intervensi pencegahan anemia defisiensi zat besi yang efektif, namun belum seluruh remaja putri melaksanakannya sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, self-efficacy, dan faktor lainnya dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri usia 15 - 18 tahun di SMK Walisongo 2 Kota Depok tahun 2025. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode pengambilan sampel consecutive sampling yang melibatkan 103 responden dari kelas X dan XI. Data penelitian diambil dengan cara pengisian kuesioner langsung oleh responden. Data kemudian akan dianalisis secara univariat, dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah di SMK Walisongo 2 Kota Depok memiliki persentase sebesar 15,5%. Pada penelitian ini, variabel pengetahuan dan dukungan teman memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri dengan p – value 0,011 dan 0,011 (P<0,05). Diharapkan sekolah serta Dinas Kesehatan dapat meningkatkan edukasi serta pendampingan terkait program konsumsi TTD pada remaja putri di sekolah.

Anemia is a serious health concern, yet many adolescents in Indonesia remain unaware of their iron deficiency. The Jatimulya subdistrict has the highest prevalence of anemia in Depok in 2023, at 39%. Regular consumption of iron supplements is an effective preventive intervention for iron-deficiency anemia, but not all adolescent girls are following the recommended guidelines. This study aims to investigate the relationship between knowledge, self-efficacy, and other factors with compliance in consuming iron-rich tablets among adolescent girls aged 15–18 years at Walisongo 2 Vocational High School in Depok 2025. The study used a cross-sectional design with consecutive sampling, involving 103 respondents from grades X and XI. Data were collected through direct questionnaire completion by the respondents. The data were then analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results showed that the compliance rate for iron supplement consumption at Walisongo 2 Vocational High School in Depok was 15.5%. In this study, the variables of knowledge and peer support were significantly associated with compliance with TTD consumption among adolescent girls, with p-values of 0.011 and 0.011 (P<0.05). It is hoped that schools and the Health Department can enhance education and guidance related to the TTD consumption program for adolescent girls in schools.
Read More
S-11901
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nikmah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Triyanti, Giri Wurjandaru, Henny Herlina Hasyim
Abstrak: Tingginya angka anemia pada remaja putri dan wanita usia subur masih menjadi masalah diIndonesia. Upaya penanggulangan dengan penambahan zat besi dengan minum Tablet TambahDarah. Hal ini perlu monitoring untuk mengukur sejauh mana kepatuhan remaja putri dalamkonsumsi Tablet Tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh sms reminderdan telepon terhadap kepatuhan dalam konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri diSMP Negeri 3 Kota Tangerang pada bulan Januari 2016. Desain penelitian adalah quasyexperimental, total sampel sebanyak 90 siswi yang terbagi menjadi 3 kelompok yaitu 30 siswikelompok perlakuan dengan sms reminder dan telepon, 30 siswi kelompok perlakuan smsreminder saja dan 30 siswi kelompok kontrol. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat,dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Analisis multivariatmenggunakan regresi logistik. Remaja putri yang mendapatkan sms reminder dan telepon 1,6kali lebih patuh dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,006). Perlakuan sms reminder dantelepon memiliki tingkat kepatuhan 93,3%. Remaja putri yang mendapatkan dukungan keluargacenderung 1,5 kali lebih patuh dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan dukungankeluarga (p=0,002). Hasil multivariat menunjukkan adanya pengaruh dukungan keluarga,pengetahuan, dan efek samping TTD terhadap kepatuhan konsumsi TTD. Di samping smsreminder dukungan keluarga merupakan kovariat yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan(p=0,00) dengan koef (B) sebesar 3,244. SMS Reminder dan telepon dapat digunakan untukmeningkatkan kepatuhan remaja putri dalam konsumsi TTDKata Kunci : Kepatuhan, TTD, remaja putri, sms reminder dan telepon.
Read More
T-4783
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nelda Amir; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ahmad Syafiq, Diah Mulyawati Utari, Dewi Damayanti, Dwi Suwartini
Abstrak: Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terkena anemia karena menstruasi tiap bulan. Anemia mempunyai dampak yang serius terutama pada ibu hamil, oleh sebab itu remaja putri harus mempunyai status besi yang baik untuk mencegah anemia, salah satunya dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Tesis ini membahas faktorfaktor yang berhubungan dengan niat konsumsi TTD pada remaja putri di dua sekolah menengah atas di kota Pariaman tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara manfaat yang dirasakan (perceived benefit), hambatan yang dirasakan (perceived barrier), dukungan keluarga, dan dukungan teman dengan niat konsumsi TTD pada remaja putri. Faktor dominan pada penelitian ini adalah hambatan yang dirasakan (perceived barrier) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 6,910.
Kata kunci: Remaja putri, Tablet Tambah Darah (TTD), Perceived Barrier, Sekolah Menengah Atas

An adolescent girl is a group that more affected by anemia due to menstruation every month. Anemia has a serious impact especially in pregnant women, therefore adolescent girls must have a good iron status to prevent anemia, one of which is by taking iron tablets (TTD). This study aims to discuss the factors associated with the intention of consumption TTD in Adolescent girls in two high schools in Pariaman in 2019. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The results showed a significant relationship between perceived benefits, perceived barriers, family support, and friend support to consume TTD in adolescent girls. The dominant factor in this study is the perceived barrier with an Odds Ratio of 6,910.
Key words: Adolescent girl, iron tablet, Perceived Barrier, senior high schoo
Read More
T-5770
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathia Maulida; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Endang Laksminingsih, Wahyu Kurnia, Yuni Zahraini, Rahmawati
Abstrak: Program pemberian tablet tambah darah (TTD) merupakan salah satu upaya penanggulangan anemia berdasarkan rekomendasi WHO yang salah satu sasarannya adalah remaja putri. Indikator keberhasilan program ini adalah menurunnya kejadian anemia pada remaja putri dan meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pemberian TTD kepada remaja putri tahun 2019 di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang kemudian disajikan dengan naratif deskriptif. Data yang diperoleh adalah data primer yang didapatkan dan dikumpulkan dengan wawancara mendalam terhadap informan dan data sekunder dengan telaah dokumen dan kemudian di analisis dengan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program TTD remaja putri di Kota Pekanbaru sudah berjalan, namun masih terdapat banyak kendala dalam pelaksanaannya sehingga cakupan keberhasilan dari program ini belum mencapai target nasional. Kendala dalam pelaksanaannya berupa masih kurangnya koordinasi kerjasama antar lintas sektor, perlu ditambahnya tenaga kesehatan dalam pelaksanaan, masih kurangnya penyediaan media KIE dalam sosialisasi dan masih rendahnya tingkat kepatuhan remaja putri dalam konsumsi TTD. Dibutuhkan penguatan koordinasi dan pengontrolan dalam pelaksanaan program TTD remaja putri di Kota Pekanbaru, perlu adanya inovasi yang baik sehingga pelaksanaan program dapat optimal dan remaja putri semakin termotivasi dalam mendukung program ini, perlu adanya peningkatan pengadaan media KIE untuk menunjang keberhasilan program ini dan perlu adanya peningkatan pemberian edukasi terhadap remaja putri dan bahkan orang tua atau wali terhadap pengetahuan mengenai pentingnya program tablet tambah darah ini.
The program for giving Fe tablets is one of the efforts to overcome anemia based on WHO recommendations, one of the targets is the adolescent girl. Indicators of the success of this program are decreasing the incidence of anemia in adolescent girls and increasing adherence to iron tablets consumption. This study aims to determine the implementation of the Fe tablets program for adolescent girls in 2019 in Pekanbaru City. This study uses a qualitative method which is then presented with a descriptive narrative. The data obtained are primary data obtained and collected by in-depth interviews with informants and secondary data by document review and then analyzed by content analysis. The results showed that the implementation of the Fe tablets program for young women in Pekanbaru City has been running, but there are still many obstacles in its implementation so that the scope of success of this program has not reached the national target. Constraints in its implementation include the lack of coordination of cross-sectoral cooperation, the need for additional health workers in the implementation, the lack of provision of IEC media in socialization, and the low level of compliance of adolescent girls in consuming iron tablets. It is necessary to strengthen coordination and control in the implementation of the Fe tablets program for adolescent girls in Pekanbaru City, there is a need for good innovation so that program implementation can be optimal and adolescent girls are more motivated in supporting this program, it is necessary to increase the procurement of IEC media to support the success of this program and there is a need for improvement providing education to the adolescent girl and even parents or guardians on the knowledge about the importance of this Fe tablets program
Read More
T-6144
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivia Putri Tianto; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Endang L. Achadi
Abstrak: Data UNICEF menunjukan bahwa prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia belum mengalami penurunan yang signifikan selama satu setengah dekade [2000 (11,2%) ? 2015 (10%)]. Indonesia berada diurutan ke sembilan di dunia dengan kejadian BBLR terbanyak. Kemudian, bayi yang lahir dengan berat <2500 gram (BBLR) berisiko lebih tinggi mengalami kematian usia dini, pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat, IQ rendah, dan penyakit tidak menular. Salah satu penyebab BBLR adalah anemia yang mana diketahui kekurangan zat besi menjadi salah satu faktor resikonya. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat dicegah dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) selama kehamilan sesuai anjuran (≥90 tablet). Namun, ibu hamil di Indonesia yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran masih tergolong rendah (38%). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi TTD pada ibu selama kehamilan terhadap BBLR. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan menganalisis data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018. Analisis chi square untuk mengetahui hubungan antara exposure (konsumsi TTD) dan outcome (BBLR) serta variabel lain yang diikutkan dalam penelitian ini. Konsumsi TTD sebagai determinan, dan variabel independen lainnya adalah komplikasi kehamilan, usia gestasi, paritas, riwayat hipertensi, keinginan memiliki anak, usia kehamilan saat K1, frekuensi ANC, umur ibu saat kehamilan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, wilayah tempat tinggal, dan kebiasaan merokok. Ada hubungan signifikan antara konsumsi TTD ibu selama kehamilan dengan kejadian BBLR. Ibu yang tidak mengonsumi TTD minimal ≥90 tablet berisiko 1,12 kali lebih besar untuk melahirkan BBLR (95% CI: 1,02-1,2). Faktor lain yang berhubungan secara signifikan dengan BBLR adalah komplikasi kehamilan, usia gestasi, paritas, riwayat hipertensi, keinginan memiliki anak, frekuensi antenatal care, umur ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan, wilayah tempat tinggal, dan kebiasaan merokok. Diharapkan selama kehamilan ibu rutin mengonsumsi TTD 1 tablet setiap hari minimal 90 tablet, dan rutin melakukan pemeriksaaan kehamilan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga mencegah kejadian BBLR.
UNICEF data shows that the prevalence of Low Birth Weight (LBW) in Indonesia has not decreased significantly for a decade and a half [2000 (11.2%) ? 2015 (10%)]. Indonesia is ranked ninth in the world with the highest incidence of LBW. Then, babies born weighing <2500 grams (LBW) are at higher risk of premature death, stunted growth and development, low IQ, and non-communicable diseases. One of the causes of LBW is anemia where iron deficiency is known to be a risk factor. Iron deficiency in pregnant women can be avoided by taking blood-added tablets (TTD) as long as recommended (≥90 tablets). However, pregnant women in Indonesia who consume iron tablets as recommended are still low (38%). Therefore, this study aims to determine the relationship between maternal consumption of iron tablets during pregnancy and low birth weight. The study design used was cross-sectional by analyzing the 2018 Basic Health Research data. Chi-square analysis was used to determine the relationship between exposure (TTD consumption) and outcome (LBW) as well as other variables included in this study. TTD consumption as a determinant and other independent variables are pregnancy complications, gestational age, parity, history of hypertension, desire to have children, gestational age at K1, frequency of ANC, maternal age at pregnancy, education level, employment status, area of residence, and smoking habits. There is a significant relationship between maternal TTD consumption during pregnancy and the incidence of LBW. Mothers who did not take TTD at least 90 tablets had a 1.12 times greater risk of giving birth to LBW (95% CI: 1.02-1.2). Other factors that were significantly associated with LBW were pregnancy complications, gestational age, parity, history of hypertension, desire to have children, frequency of antenatal care, maternal age, maternal education level, employment status, area of residence, and smoking habits. It is expected that during pregnancy the mother routinely consumes 1 tablet of TTD every day at least 90 tablets, and routinely conducts pregnancy checks to unite the growth and development of the baby to prevent the incidence of LBW.
Read More
S-11058
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhiyatma Nizar Fuaddy; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Evi Fatimah
Abstrak: Kegiatan inspeksi K3 untuk alat berat menjadi syarat utama bagi setiap kegiatan yang dilaksanakan pada sektor konstruksi. Kegiatan inspeksi meliputi jenis alat berat, jenis inspeksi yang dilakukan, pelaksana inspeksi K3 alat berat, hingga tahapan dari pelaksanaan inspeksi yang didalamnya terdapat proses pencatatan (recording) dan pelaporan (reporting). Proses inspeksi K3 alat berat dapat dilakukan dengan memanfaatkan bantuan teknologi berbasis Android yang melibatkan pengguna, yaitu operator, pelaksana inspeksi K3 alat berat, supervisor, dan manager. Penelitian ini menggunakan metode penelitian (research) dan pengembangan (development) untuk membuat suatu rancang bangun aplikasi inspeksi K3 alat berat di sektor konstruksi.
Kata kunci: Inspeksi, alat berat, konstruksi

Occupational Health and Safety (OHS) inspection activities for heavy equipment are the main requirements for every activity carried out in the construction sector. Inspection activities include the type of heavy equipment, the type of inspection carried out, the implementer of OHS inspection of heavy equipment, up to the stages of carrying out the inspection in which there is a recording and reporting process. The process of inspection of heavy equipment can be done by utilizing the help of Android-based technology that involves users, such as operators, inspector of heavy equipment, supervisors, and managers. This study uses research and development methods to create a design for OHS heavy equipment inspection applications in the construction sector.
Key words: Inspection, heavy equipment, construction
Read More
S-10500
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wawan Gunawan; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Siti Arifah Pujonarti, Eka Rosiyati, Farida
Abstrak:
Anemia Gizi Besi pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin yang sedang berkembang. Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan suplemen bagi ibu hamil yang bermanfaat mencegah dan mengobati anemia selama kehamilan. Masih rendahnya tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD di Kelurahan Terpilih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan desain studi cross-sectional dengan populasi seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan sejak awal kehamilan hingga melahirkan di kelurahan terpilih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Hasil penelitian: Dari 224 orang ibu, sebanyak 72.8% tidak patuh mengonsumsi TTD selama hamil. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan konsumsi TTD adalah usia Ibu. Ibu dengan usia tidak beresiko memiliki peluang untuk tidak patuh mengonsumsi TTD sebesar 2.729 kali dibandingkan dengan ibu yang memiliki usia berisiko, setelah di kontrol oleh pendidikan suami, dukungan suami, pekerjaanibu, pengetahuan ibu, keterpaparan media sosial dan efek samping. Diperlukan KIE (komunikasi, Informasi dan Edukasi) tentang manfaat konsumsi TTD dan dampak anemia pada ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi TTD.

Iron Nutritional Anaemia in pregnant women is a significant public health problem as it can adversely affect the health of the mother and the developing fetus. Blood Additive Tablets (TTD) are a supplement for pregnant women that is beneficial to prevent and treat anemia during pregnancy. Many factors influence the low compliance rate of TTD consumption among pregnant women. The purpose of the study was to determine what factors are associated with pregnant women's compliance in consuming TTD in Selected Village, Sawangan Subdistrict, Depok City. This study used secondary data with a cross-sectional study design with a population of all pregnant women who had examinations from the beginning of pregnancy to childbirth in selected villages in Sawangan Subdistrict, Depok City. Results: Of 224 mothers, as many as 72.8% were not compliant with taking TTD during pregnancy. The most dominant variable associated with adherence to TTD consumption was maternal age. Mothers with non-risk age had a chance to be non-compliant in taking TTD by 2.729 times compared to mothers with risk age, after controlling by husband's education, husband's support, mother's occupation, mother's knowledge, exposure to social media, and side effects. KIE (communication, information, and education) on the benefits of TTD consumption and the impact of anemia on non-adherent pregnant women consuming TTD is needed.
Read More
T-6898
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Zainura Syafiqoh; Oembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Fajrinayanti
Abstrak:
Eating disorders merupakan gangguan pola makan yang berlangsung terus-menerus dan berdampak pada kesehatan fisik maupun fungsi psikososial. WHO (2019) memperkirakan terdapat 14 juta kasus eating disorders secara global, dengan 3 juta di antaranya dialami oleh anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship, body image, dan faktor lainnya dengan risiko eating disorders pada remaja putri penggemar K-Pop di Daerah Khusus Jakarta tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan secara daring melalui kuesioner online yang diisi oleh 160 responden. Sebanyak 85% responden teridentifikasi memiliki risiko eating disorders, dengan rincian 33,8% risiko anorexia nervosa, 1,9% bulimia nervosa, 2,5% binge-eating disorder, dan 46,9% other specified feeding or eating disorders (OSFED). Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara body image, pengaruh teman sebaya, pengaruh keluarga, pengaruh media sosial, dan tingkat stres dengan risiko eating disorders. Sementara itu, diketahui bahwa celebrity worship, kepercayaan diri, dan pengetahuan gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko eating disorders. Untuk meminimalisasi risiko eating disorders, dibutuhkan intervensi edukatif mengenai pentingnya persepsi tubuh yang sehat, kemampuan mengelola stres, dan kesadaran dalam bermedia sosial yang bijak, termasuk dalam menyaring pengaruh tren K-Pop yang sangat populer di kalangan remaja.

Eating disorders are persistent eating behaviour disturbances that negatively affect both physical health and psychosocial functioning. According to the World Health Organization (2019), an estimated 14 million cases of eating disorders occurred globally, with 3 million affecting children and adolescents. This study aims to examine the relationship between celebrity worship, body image, and other influencing factors with the risk of eating disorders among female adolescents who are K-Pop fans in Daerah Khusus Jakarta in 2025. A quantitative approach was used with a cross-sectional study design. Data were collected online through a questionnaire completed by 160 respondents. Results showed that 85% of respondents were at risk for eating disorders, comprising 33.8% at risk for anorexia nervosa, 1.9% for bulimia nervosa, 2.5% for binge-eating disorder, and 46.9% for other specified feeding or eating disorders (OSFED). Bivariate analysis revealed significant associations between body image, peer influence, family influence, social media exposure, and stress levels with the risk of eating disorders. On the other hand, celebrity worship, self-esteem, and nutritional knowledge were not significantly associated with eating disorder risk. To reduce the risk of eating disorders, educational interventions are needed to promote healthy body perception, effective stress management, and critical awareness in social media use, including discerning the influence of K-Pop trends, which are highly prevalent among adolescents.
Read More
S-11895
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fithri Nur Shobah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-5971
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Rana Nabila; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Fadila Wirawan
Abstrak: Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) sebanyak minimal satu kali per minggu merupakan suatu bentuk usaha pemerintah dalam penanggulangan anemia pada remaja putri. Meski demikian, konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah. Terlebih pada kalangan mahasiswi karena mereka tidak lagi menerima TTD program seperti saat di bangku sekolah. Penelitian ini membahas faktor faktor yang berhubungan dengan konsumsi TTD pada mahasiswi di Rumpun Ilmu Kesehatan UI tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang yang melibatkan 115 mahasiswi berusia 18 19 tahun yang aktif berkuliah pada tahun ajaran 2021/2022. Mahasiswi yang sedang hamil dan/atau tidak dapat mengonsumsi TTD karena kondisi kesehatan dikeluarkan dari penelitian. Responden dipilih melalui sampel acak sederhana. Hubungan antara sikap, pengetahuan, perceived threat, perceived benefit, perceived barrier, self-efficacy, dukungan keluarga, dukungan sebaya, dan pekerjaan orang tua dianalisis menggunakan analisis bivariat dan multivariat. Penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara perceived benefit (P-value=0,01; OR=2,72) dan dukungan keluarga (P-value=0,00; OR=4,19) dengan konsumsi TTD pada mahasiswi. Dukungan keluarga ditemukan paling berhubungan dengan konsumsi TTD pada mahasiswi RIK (P-value=0,00; OR=4,01). Hasil penelitian menyarankan perlu dilaksanakannya sosialisasi TTD kepada orang tua, pembentukan kelompok sebaya untuk saling mengingatkan konsumsi TTD, dan sosialisasi TTD kepada mahasiswi melalui organisasi mahasiswa di kampus.
Read More
S-10988
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive