Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37793 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amalia Ane Istamayu; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Fathimah Sulistyowati Sigit, Suparno, Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak tidak hanya pada ibu namun juga pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status anemia ibu hamil di Puskesmas Terpilih di Wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dan data sekunder dengan sampel adalah ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 124 ibu hamil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Analisis data terdiri dari analisis univariat, bivariat dan juga multivariat, dimana masing-masing wilayah dilakukan analisis untuk melihat kecenderungan dari masing-masing wilayah. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata kadar Hb ibu hamil di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor adalah 11,46 g/dL dimana ibu hamil di wilayah Kota Bogor mengalami anemia sebesar 17,2% dan 28,3% di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil analisis bivariat secara keseluruhan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai anemia dan TTD (p value = 0,03; OR = 2,95; 95% CI: 1,18-7,36) dan juga status KEK (p value = 0,01; OR = 4,23; 95% CI: 1,34-13,39) dengan status anemia ibu hamil. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan status anemia ibu hamil adalah status KEK yaitu ibu hamil yang mengalami KEK di Kota Bogor berisiko 10,828 kali lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan  ibu hamil yang status KEK normal sedangkan ibu hamil yang mengalami KEK di Kabupaten Bogor berisiko 8,743 kali lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan ibu hamil yang status KEK normal. Oleh karena itu diperlukan skrining status gizi ibu hamil yang dimulai sejak ANC K1, mengintegrasikan edukasi konsumsi makanan yang bergizi, pencegahan anemia dan bahaya KEK terhadap ibu dan anak dalam penyuluhan rutin sehingga ibu hamil dapat memastikan asupan makanan yang bergizi dan asupan zat besi, vitamin C dan folat terpenuhi setiap hari.

Anemia during pregnancy is one of the public health problems that can affect not only the mother but also the child. This study aims to determine the factors associated with anemia status of pregnant women in Selected Puskesmas in Bogor City and Regency, West Java 2025. This study is a quantitative research using cross sectional design and secondary data with the sample is pregnant women. Sampling using total sampling which amounted to 124 pregnant women based on inclusion and exclusion criteria. Data analysis consists of univariate, bivariate and multivariate analysis, where each region is analyzed to see the tendency of each region. The results of univariate analysis showed that the average Hb level of pregnant women in Bogor City and Regency was 11.46 g/dL where pregnant women in Bogor City experienced anemia by 17,2% and 28,3% in Bogor Regency. The results of the overall bivariate analysis in Bogor City and Regency showed that there was a significant association between pregnant women's knowledge about anemia and TTD (p value = 0.03; OR = 2.95; 95% CI: 1.18-7.36) and also Chronic Energy Deficiency (CHD) status (p value = 0.01; OR = 4.23; 95% CI: 1.34-13.39) with anemia status of pregnant women. The results of multivariate analysis showed that the most dominant variable associated with anemia status of pregnant women was CHD status, pregnant women who experienced CHD in Bogor City had a 10,828 times higher risk of anemia compared to pregnant women with normal CHD status, while pregnant women who experienced CHD in Bogor Regency had a 8.743 times higher risk of anemia compared to pregnant women with normal CHD status. Therefore, it is necessary to screening the nutritional status of pregnant women starting from ANC K1, integrating education on nutritious food intake, prevention of anemia and the dangers of CHD for mothers and children in routine counseling so that pregnant women can ensure nutritious food intake and daily intake of iron, vitamin C and folate.
Read More
T-7263
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahaya Mahatma Sembahen; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit, Daden Setiawan
Abstrak:
Pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status gizi ibu dan janin. Namun, masih banyak ibu hamil yang mengalami pertambahan berat badan tidak sesuai rekomendasi, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan bayi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, sebanyak 17,3% ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Di Kabupaten Bogor, 22,7% ibu hamil memiliki berat badan kurang, sedangkan di Kota Bogor sebanyak 50% mengalami defisit energi berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu, asupan zat gizi, serta faktor keluarga dengan pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan di Kabupaten dan Kota Bogor tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang menggunakan data sekunder dari penelitian Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., berjudul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI dan Status Gizi Bayi.” Penelitian ini melibatkan responden ibu hamil dari wilayah kerja puskesmas terpilih Kabupaten dan Kota Bogor. Analisis data dilakukan dengan metode uji chi-square dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63,93% responden mengalami pertambahan berat badan yang tidak sesuai rekomendasi, dengan proporsi 42,31% di Kabupaten Bogor dan 57,69% di Kota Bogor. Uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT prahamil, asupan energi, karbohidrat, lemak, pengetahuan ibu tentang kehamilan, serta dukungan suami dengan pertambahan berat badan ibu hamil (p-value < 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, persepsi, pendidikan, status pekerjaan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga (p-value > 0,05) dengan pertambahan berat badan ibu hamil. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya asupan energi dan zat gizi makro, serta pelibatan keluarga khususnya suami dalam mendukung kehamilan, sebagai upaya perbaikan status gizi ibu hamil di Kabupaten dan Kota Bogor.

Weight gain during pregnancy is one of the important indicators in assessing the nutritional status of the mother and baby. However, there are still many pregnant women who experience weight gain that is not as recommended, which can increase the risk of health problems in mothers and babies. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018, 17.3% of pregnant women experienced Chronic Energy Deficiency (CHD). In Bogor Regency, 22.7% of pregnant women were underweight, while in Bogor City as many as 50% experienced severe energy deficit. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal factors, nutrient intake, and family factors with maternal weight gain during pregnancy in Bogor City and District in 2025. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design that uses secondary data from the research of Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., entitled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women's Diet on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status.” This study involved pregnant women respondents from selected health centers in Bogor City and District. Data were analyzed using chi- square and independent t-test methods. The results showed that 63.93% of respondents experienced weight gain that was not as recommended, with a proportion of 42.31% in Bogor Regency and 57.69% in Bogor City. Bivariate tests showed that there was a significant relationship between pre-pregnancy BMI, energy intake, carbohydrates, fat, protein, maternal knowledge about pregnancy, and husband and family support with gestational weight gain (p-value < 0.05). However, there was no significant relationship between age, perception, education, employment status, number of family members, and family income (p-value > 0.05) with gestational weight gain. Therefore, it is recommended to increase education on the importance of energy and macronutrient intake, as well as family involvement, especially husbands in supporting pregnancy, as an effort to improve the nutritional status of pregnant women in Bogor City and District.
Read More
S-11913
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winfried Ichtussend Hartnajaya Chrisna; Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Daden Setiawan
Abstrak:
Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan komprehensif untuk mengoptimalkan outcome kehamilan melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan saat kunjungan yang dilakukan oleh ibu atau “calon” ibu. Di Indonesia, cakupan kunjungan ANC dengan jumlah kunjungan sebanyak 6 kali (K6) hanya mencapai 17,6%, sehingga belum mencapai target yang diharapkan menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Pada tahun 2023 di Kota Bogor, angka cakupan ANC K6 sudah mencapai target tersebut (98,63%), tetapi tidak demikian halnya dengan cakupan di Kabupaten Bogor (62,25%). Kunjungan ANC yang tidak mencapai standar tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pendukung, serta faktor kebutuhan kesehatan. Jika ketimpangan ini dibiarkan, hal ini dapat meningkatkan angka kematian ibu hamil akibat minimnya tindakan pencegahan dan penanganan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor-faktor lainnya dengan kunjungan ANC ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 124 ibu hamil di Puskesmas Semplak dan Sindangbarang (Kota Bogor) serta Puskesmas Cibinong dan Sukaraja (Kabupaten Bogor). Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 90% ibu di kabupaten dan 79,7% ibu di kota yang melakukan kunjungan ANC sesuai rekomendasi. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pada variabel pengetahuan dengan kunjungan ANC. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk mengoptimalkan cakupan kunjungan ANC melalui peningkatan pengetahuan ibu hamil dan partisipasi aktif dari suami dan orang tua/mertua/saudara untuk memantau kebutuhan/status gizi dan kesehatan ibu hamil.

Antenatal Care (ANC) is a comprehensive health service to optimize pregnancy outcomes through examinations by health workers during visits made by mothers or "prospective" mothers. In Indonesia, the coverage of ANC visits with a total of 6 visits (K6) only reached 17.6%, so it has not reached the target expected according to the National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In 2023 in Bogor City, the ANC K6 coverage rate has reached the target (98.63%), but this is not the case with coverage in Bogor Regency (62.25%). ANC visits that do not reach the standard can be influenced by predisposing factors, supporting factors, and health needs factors. If this inequality is allowed to continue, it can increase the maternal mortality rate due to the lack of preventive measures and early treatment. This study aims to determine the relationship between knowledge and other factors with ANC visits of pregnant women in the working areas of selected health centers in Bogor City and Regency in 2025. This study is quantitative with a cross-sectional design on 124 pregnant women at Semplak and Sindangbarang Health Centers (Bogor City) and Cibinong and Sukaraja Health Centers (Bogor Regency). The results of this study were analyzed using the chi-square test. This study found that 90% of mothers in the district and 79.7% of mothers in the city made ANC visits according to recommendations. The results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between the knowledge variable and ANC visits. Based on these results, it is recommended to optimize the coverage of ANC visits by increasing the knowledge of pregnant women and active participation from husbands and parents/in-laws/siblings to monitor the nutritional needs/status and health of pregnant women.
Read More
S-11924
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifa Aqilah Mahedinar; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Suparno
Abstrak:

Hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada ibu hamil dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu dan perinatal di tingkat global. Berdasarkan data WHO, prevalensi HDK di dunia bervariasi antara 0,51% hingga 38,4%, dengan angka kejadian di negara berkembang berkisar antara 5–6%. Di Indonesia, laporan Riskesdas mencatat bahwa HDK merupakan komplikasi kedua terbanyak setelah mual/muntah, dialami oleh sekitar 3,3% ibu hamil. Didukung oleh data lokal, pada Kabupaten Bogor, prevalensi HDK dilaporkan mencapai 28,1% pada tahun 2023, sedangkan di Kota Bogor hanya sebesar 5% pada tahun 2022. HDK sendiri memiliki dampak serius terhadap keselamatan ibu, baik dalam jangka pendek maupun panjang, sehingga keterkaitannya dengan kematian ibu tidak dapat diabaikan. Perbedaan prevalensi tersebut diperkuat oleh tren kontribusi HDK yang secara konsisten muncul sebagai salah satu penyebab utama kematian ibu di kedua wilayah selama periode 2019–2023. Tujuan dari adanya penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan antara asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan (HDK) pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK) pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Data yang digunakan adalah data primer milik Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M. Sc. dengan judul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu) dan Status Gizi Bayi” yang didapatkan dari hasil turun lapangan secara langsung di Kota dan Kabupaten Bogor pada bulan Februari–April Tahun 2025. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Hasil penelitian ini menemukan bahwa prevalensi HDK di Wilayah Kerja Puskesmas Terpilih di Kota Bogor Tahun 2025 sebesar 9,4% dan Kabupaten Bogor Tahun 2025 sebesar 18,3%. Analisis uji chi square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, asupan lemak, paritas, gravida, jarak kehamilan, usia ibu, tempat tinggal, pengetahuan, kunjungan ANC, dan aktivitas fisik (p-value > 0.05) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Namun, terdapat hubungan antara riwayat hipertensi pra-hamil (p-value 0.007 pada Kota dan 0.001 pada data gabungan) dan status gizi pra-hamil (p-value 0.03 pada Kota dan 0.017 pada data gabungan) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Walaupun secara umum tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor risiko dengan HDK, terdapat kecenderungan responden dengan tempat tinggal di kabupaten, paritas berisiko, asupan natrium berlebih, kunjungan ANC tidak sesuai rekomendasi, pengetahuan rendah, dan jarak kehamilan berisiko mengalami kejadian HDK pada kehamilannya. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkuat pemantauan selama kunjungan ANC, khususnya pada ibu hamil dengan risiko tinggi, disertai dengan peningkatan edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan HDK, serta mendorong partisipasi aktif ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilannya secara menyeluruh.


Hypertension in Pregnancy (HDK) is a common complication among pregnant women and a leading cause of maternal and perinatal morbidity and mortality globally. According to WHO data, the global prevalence of HDK ranges from 0.51% to 38.4%, with rates in developing countries estimated at around 5–6%. In Indonesia, the National Basic Health Research (Riskesdas) reported that HDK is the second most common pregnancy complication after nausea/vomiting, affecting approximately 3.3% of pregnant women. Local data show that the prevalence of HDK in Bogor Regency reached 28.1% in 2023, while in Bogor City it was only 5% in 2022. HDK poses serious short- and long- term risks to maternal health and has consistently contributed to maternal mortality in both regions from 2019 to 2023. This study aims to determine the relationship between sodium intake and other factors with the incidence of HDK among pregnant women in selected public health centers (puskesmas) in Bogor City and Regency in 2025. This quantitative research uses a cross-sectional study design and utilizes primary data from the study by Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M.Sc., titled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women’s Diets on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status,” collected from February to April 2025. Univariate and bivariate analyses were conducted. The results show that the prevalence of HDK in selected puskesmas was 9.4% in Bogor City and 18.3% in Bogor Regency. Chi-square analysis found no significant association between HDK and sodium intake, fat intake, parity, gravida, pregnancy spacing, maternal age, residence, knowledge, ANC visits, or physical activity (p > 0.05). However, a significant association was found between a history of pre-pregnancy hypertension (p = 0.007 in the city, p = 0.001 combined data) and pre-pregnancy nutritional status (p = 0.03 in the city, p = 0.017 combined data) with HDK. Despite the lack of statistically significant associations for most factors, there is a tendency for HDK to occur among respondents who lived in the regency, had at-risk parity, excessive sodium intake, inadequate ANC visits, low knowledge, and risky pregnancy spacing. Therefore, it is recommended to strengthen monitoring during ANC visits, especially for high-risk pregnant women, accompanied by enhanced education on balanced nutrition and HDK prevention, as well as encouraging active participation of pregnant women in maintaining their overall health throughout pregnancy.

Read More
S-11915
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Ilhami Irgananda; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Eka Rosiyati, Fadila Wirawan
Abstrak:
Pada masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan gizi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil asupan energinya belum mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil di kelurahan terpilih di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional menggunakan data sekunder dan analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Terdapat 225 orang ibu hamil dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil di kelurahan terpilih di Kecamatan Sawangan mengalami ketidakcukupan energi (63,1%). Asupan energi dan zat gizi makro dari makanan (p-value 0,000), konsumsi minuman khusus ibu hamil (p-value 0,026), pengetahuan ibu (p-value 0,006), frekuensi makan (p-value 0,001), dan keragaman makan (p-value 0,019) merupakan faktor yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil. Faktor dominan yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil adalah konsumsi minuman khusus ibu hamil. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi minuman khusus ibu hamil berisiko 9,086 kali lebih tinggi untuk mengalami ketidakcukupan energi dibandingkan dengan ibu yang tidak mengonsumsi setelah dikontrol oleh variabel asupan energi dan zat gizi makro, pengetahuan ibu, frekuensi makan, dan keragaman makan. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi berupa pemberian edukasi untuk mengonsumsi makanan secara teratur dan menerapkan gizi seimbang dalam kebiasaan makan.

During pregnancy, energy and nutrient requirements increase. Several studies have shown that pregnant women have inadequate energy intake. This study aims to determine factors with energy adequacy of pregnant women at selected village in Sawangan Sub District, Depok City. This quantitative research with cross-sectional study design used secondary data, and data analysis was conducted using Chi-square test and multiple logistic regression. There were 225 pregnant women in this study. The results of this study showed that the majority of pregnant women in selected villages in Sawangan Subdistrict experienced energy deficiency (63.1%). Energy and macronutrient intake from meal (p-value 0,000), consumption of commercial milk formula-pregnant (p-value 0.026), maternal knowledge (p-value 0.006), meal frequency (p-value 0.001) and dietary diversity (p-value 0.019) were factors associated with energy adequacy of pregnant women. The dominant factor associated with energy adequacy in pregnant women is consumption of commercial milk formula-pregnant. Pregnant women who did not consume commercial milk formula-pregnant had a 9.086 times higher risk of energy inadequacy compared to those who did, after controlled by energy and macronutrient intake from meal, maternal knowledge, meal frequency, and dietary diversity. For this reason, pregnant women need education about eating regularly and the importance of a balanced diet.
Read More
T-6891
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathimah Zahro Aidina Afliansa; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Suparno
Abstrak:
Latar belakang: Prevalensi KEK Ibu Hamil di Indonesia dan beberapa daerah masih cukup tinggi dengan angka bervariasi dari 11,6 – 57,6%. Tujuan: memperoleh perbedaan proporsi kejadian KEK berdasarkan asupan zat gizi makro dan faktor lainnya pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Metode: cross-sectional kuantitatif menggunakan data sekunder dari penelitian utama milik Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., dengan 124 ibu hamil. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: 11,3% ibu hamil di seluruh wilayah, dengan 10,9% di Kota dan 11,7% di Kabupaten yang mengalami KEK. Terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan konsumsi lauk pauk di kota; IMT pra-hamil, anemia, dan status PMT di seluruh wilayah penelitian. Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan asupan (energi, protein, lemak, dan karbohidrat), konsumsi lauk pauk, frekuensi makan, jarak kehamilan, paritas, kunjungan ANC, pengetahuan gizi, dan wilayah tempat tinggal. Kesimpulan: IMT pra-hamil dan anemia meningkatkan risiko KEK ibu hamil dan PMT sesuai diberikan kepada ibu KEK. Efek risiko dari konsumsi lauk pauk di wilayah kota tidak cukup kuat. Optimalisasi ANC, edukasi gizi, pemantauan status gizi sebelum hamil, hingga pencegahan dan penanggulangan anemia penting sebagai langkah pencegahan KEK pada ibu hamil.

Background: The prevalence of CED among pregnant women in Indonesia and several areas remains relatively high, ranging from 11.6% to 57.6%. Objective: To determine the differences in the proportion of CED based on macronutrient intake and other factors among pregnant women in selected public health center (Puskesmas) areas in Bogor City and Regency in 2025. Method: A quantitative cross-sectional study using secondary data from a primary research project led by Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., involving 124 pregnant women. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: CED prevalence was 11.3%, with 10.9% in City and 11.7% in Regency area. Significant differences in the proportion of CED were found based on animal-based food consumption in the city area; pre-pregnancy BMI, anemia, and nutritional supplementation (PMT) status in overall areas. No significant differences were found based on energy, protein, fat, and carbohydrate intake, animal-based food consumption, meal frequency, birth spacing, parity, ANC visits, nutrition knowledge, or residential area. Conclusion: Pre-pregnancy BMI and anemia increase the risk of CED among pregnant women, and PMT has been appropriately distributed to mothers with CED. The risk effect of animal-based food consumption in the city area was not strong enough. Optimizing ANC visits, nutrition education, pre-pregnancy nutritional status monitoring, and prevention and management of anemia are essential in preventing CED in pregnant women.
Read More
S-11927
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bonnita Nur Kamila; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Trini Sudiarti
Abstrak:
Status gizi ibu menyusui berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) penting untuk diperhatikan karena hal ini berimplikasi pada kesehatan ibu dan anak. Status gizi ibu menyusui merupakan faktor risiko penting pada produksi Air Susu Ibu (ASI) yang penting terhadap pemenuhan gizi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proporsi status gizi ibu menyusui serta karakteristik dan asupan ibu menyusui dan analisis hubungannya di kelurahan terpilih Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder. Pengambilan data primer dilakukan pada bulan Juli 2022 hingga Februari 2023. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menyusui berada dalam kategori status gizi gemuk (52,9%) dan disusul ibu dengan status gizi tidak gemuk (47,1%). Tidak ada hubungan signifikan antara status gizi ibu menyusui dengan usia ibu, tingkat pendidikan, status bekerja, kecukupan asupan energi, kecukupan asupan protein, kecukupan asupan lemak, kecukupan asupan karbohidrat, riwayat penyakit selama kehamilan, paritas, pendapatan rumah tangga, dan pengetahuan ibu. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi ibu menyusui dan dukungan suami terhadap konsumsi ibu (p-value = 0,049). Hal ini menunjukkan diperlukan penguatan edukasi gizi berbasis keluarga serta peningkatan keterlibatan suami dalam mendukung pola makan dan kesehatan ibu menyusui guna mencegah risiko status gizi gemuk dan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi.

The nutritional status of breastfeeding mothers based on Body Mass Index (BMI) is important to note as it has implications for the health of the mother and child. The nutritional status of breastfeeding mothers is an important risk factor for the production of breast milk which is important for fulfilling infant nutrition. This study aims to describe the proportion of nutritional status among breastfeeding mothers, as well as their characteristics and dietary intake, and to analyze the associated factors in several selected sub-districts in Sawangan District, Depok City in 2023. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design using secondary data. The data was collected from July 2022 to February 2023. Data analysis showed that most breastfeeding mothers were in the category of overweight nutritional status (52,9%) dan followed by mothers with non-overweight nutritional status (47,1%). There was no significant relationship between the nutritional status of breastfeeding mothers and the mother's age, education level, employment status, adequacy of energy intake, protein intake, fat intake, & carbohydrate intake, history of illness during pregnancy, parity, household income, and mother’s knowledge. There was significant relationship between husband's support for maternal consumption and the nutritional status of breastfeeding mothers (p-value = 0,049). These findings indicate the need to strengthen family-based nutrition education and increase husbands’ involvement in supporting the dietary practices and health of breastfeeding mothers to prevent the risk of overweight nutritional status and its impact on maternal and infant health.
Read More
S-12187
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Priyantini; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi
S-3100
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tursiwi Widiarti; Pembimbing: Syafri Guricci, Asih Setiorini; Penguji: Diah M. Utari, Iip Syaiful, Kaptiningsih
T-2672
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Puspitasari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Agus Triwinarto
Abstrak: Obesitas merupakan salah satu masalah gizi pada dewasa. Prevalensi obesitas pada dewasa di beberapa negara cukup tinggi, bahkan pada penderita hipertensi menunjukkan angka yang sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada penderita hipertensi. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 105 responden laki-laki dan perempuan umur 30-65 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 49,5 % responden mengalami obesitas. Ada hubungan signifikan antara asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak, dan riwayat obesitas keluarga (p < 0,05) dengan kejadian obesitas. Perlunya pembatasan asupan zat gizi makro untuk mencegah terjadinya obesitas. Selain memerhatikan asupan makanan, untuk mencegah obesitas dapat dilakukan dengan mengurangi tingkat stres dan peningkatan aktivitas fisik. Kata kunci : Obesitas, penderita hipertensi Obesity is one of the nutritional problems in adults. The prevalence of obesity in adults in some countries is quite high, even in hypertension patients showed a very high number. The aim of this study is to know the factors associated with obesity in hypertension patients. This research was conducted at PHC Bojonggede, Bogor Regency, West Java using cross sectional study design. Sampling using purposive sampling method. The sample in this study amounted to as much as 105 respondents men and women aged 30-65 years. The results showed that 49,5 % of respondents experiencing obesity. There is a significant relationship between energy intake, carbohydrate intake, protein intake, fat intake and history of family obesity (p < 0,05) with obesity. The limitation of total macronutrients intake in diet need to prevent obesity. In addition to pay attention to food intake, to prevent obesity can be done by reducing levels of stress and increased physical activity. Key words : Hypertension patients, obesity
Read More
S-8669
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive