Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39881 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Winfried Ichtussend Hartnajaya Chrisna; Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Daden Setiawan
Abstrak:
Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan komprehensif untuk mengoptimalkan outcome kehamilan melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan saat kunjungan yang dilakukan oleh ibu atau “calon” ibu. Di Indonesia, cakupan kunjungan ANC dengan jumlah kunjungan sebanyak 6 kali (K6) hanya mencapai 17,6%, sehingga belum mencapai target yang diharapkan menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Pada tahun 2023 di Kota Bogor, angka cakupan ANC K6 sudah mencapai target tersebut (98,63%), tetapi tidak demikian halnya dengan cakupan di Kabupaten Bogor (62,25%). Kunjungan ANC yang tidak mencapai standar tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pendukung, serta faktor kebutuhan kesehatan. Jika ketimpangan ini dibiarkan, hal ini dapat meningkatkan angka kematian ibu hamil akibat minimnya tindakan pencegahan dan penanganan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor-faktor lainnya dengan kunjungan ANC ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 124 ibu hamil di Puskesmas Semplak dan Sindangbarang (Kota Bogor) serta Puskesmas Cibinong dan Sukaraja (Kabupaten Bogor). Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 90% ibu di kabupaten dan 79,7% ibu di kota yang melakukan kunjungan ANC sesuai rekomendasi. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan pada variabel pengetahuan dengan kunjungan ANC. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk mengoptimalkan cakupan kunjungan ANC melalui peningkatan pengetahuan ibu hamil dan partisipasi aktif dari suami dan orang tua/mertua/saudara untuk memantau kebutuhan/status gizi dan kesehatan ibu hamil.

Antenatal Care (ANC) is a comprehensive health service to optimize pregnancy outcomes through examinations by health workers during visits made by mothers or "prospective" mothers. In Indonesia, the coverage of ANC visits with a total of 6 visits (K6) only reached 17.6%, so it has not reached the target expected according to the National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In 2023 in Bogor City, the ANC K6 coverage rate has reached the target (98.63%), but this is not the case with coverage in Bogor Regency (62.25%). ANC visits that do not reach the standard can be influenced by predisposing factors, supporting factors, and health needs factors. If this inequality is allowed to continue, it can increase the maternal mortality rate due to the lack of preventive measures and early treatment. This study aims to determine the relationship between knowledge and other factors with ANC visits of pregnant women in the working areas of selected health centers in Bogor City and Regency in 2025. This study is quantitative with a cross-sectional design on 124 pregnant women at Semplak and Sindangbarang Health Centers (Bogor City) and Cibinong and Sukaraja Health Centers (Bogor Regency). The results of this study were analyzed using the chi-square test. This study found that 90% of mothers in the district and 79.7% of mothers in the city made ANC visits according to recommendations. The results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between the knowledge variable and ANC visits. Based on these results, it is recommended to optimize the coverage of ANC visits by increasing the knowledge of pregnant women and active participation from husbands and parents/in-laws/siblings to monitor the nutritional needs/status and health of pregnant women.
Read More
S-11924
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahaya Mahatma Sembahen; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit, Daden Setiawan
Abstrak:
Pertambahan berat badan selama kehamilan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status gizi ibu dan janin. Namun, masih banyak ibu hamil yang mengalami pertambahan berat badan tidak sesuai rekomendasi, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan bayi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, sebanyak 17,3% ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Di Kabupaten Bogor, 22,7% ibu hamil memiliki berat badan kurang, sedangkan di Kota Bogor sebanyak 50% mengalami defisit energi berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu, asupan zat gizi, serta faktor keluarga dengan pertambahan berat badan ibu selama masa kehamilan di Kabupaten dan Kota Bogor tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang menggunakan data sekunder dari penelitian Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., berjudul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI dan Status Gizi Bayi.” Penelitian ini melibatkan responden ibu hamil dari wilayah kerja puskesmas terpilih Kabupaten dan Kota Bogor. Analisis data dilakukan dengan metode uji chi-square dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63,93% responden mengalami pertambahan berat badan yang tidak sesuai rekomendasi, dengan proporsi 42,31% di Kabupaten Bogor dan 57,69% di Kota Bogor. Uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT prahamil, asupan energi, karbohidrat, lemak, pengetahuan ibu tentang kehamilan, serta dukungan suami dengan pertambahan berat badan ibu hamil (p-value < 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, persepsi, pendidikan, status pekerjaan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga (p-value > 0,05) dengan pertambahan berat badan ibu hamil. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya asupan energi dan zat gizi makro, serta pelibatan keluarga khususnya suami dalam mendukung kehamilan, sebagai upaya perbaikan status gizi ibu hamil di Kabupaten dan Kota Bogor.

Weight gain during pregnancy is one of the important indicators in assessing the nutritional status of the mother and baby. However, there are still many pregnant women who experience weight gain that is not as recommended, which can increase the risk of health problems in mothers and babies. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018, 17.3% of pregnant women experienced Chronic Energy Deficiency (CHD). In Bogor Regency, 22.7% of pregnant women were underweight, while in Bogor City as many as 50% experienced severe energy deficit. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal factors, nutrient intake, and family factors with maternal weight gain during pregnancy in Bogor City and District in 2025. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design that uses secondary data from the research of Prof. Dr. Ratu Ayu D. S., Apt., M.Sc., entitled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women's Diet on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status.” This study involved pregnant women respondents from selected health centers in Bogor City and District. Data were analyzed using chi- square and independent t-test methods. The results showed that 63.93% of respondents experienced weight gain that was not as recommended, with a proportion of 42.31% in Bogor Regency and 57.69% in Bogor City. Bivariate tests showed that there was a significant relationship between pre-pregnancy BMI, energy intake, carbohydrates, fat, protein, maternal knowledge about pregnancy, and husband and family support with gestational weight gain (p-value < 0.05). However, there was no significant relationship between age, perception, education, employment status, number of family members, and family income (p-value > 0.05) with gestational weight gain. Therefore, it is recommended to increase education on the importance of energy and macronutrient intake, as well as family involvement, especially husbands in supporting pregnancy, as an effort to improve the nutritional status of pregnant women in Bogor City and District.
Read More
S-11913
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifa Aqilah Mahedinar; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Suparno
Abstrak:

Hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada ibu hamil dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu dan perinatal di tingkat global. Berdasarkan data WHO, prevalensi HDK di dunia bervariasi antara 0,51% hingga 38,4%, dengan angka kejadian di negara berkembang berkisar antara 5–6%. Di Indonesia, laporan Riskesdas mencatat bahwa HDK merupakan komplikasi kedua terbanyak setelah mual/muntah, dialami oleh sekitar 3,3% ibu hamil. Didukung oleh data lokal, pada Kabupaten Bogor, prevalensi HDK dilaporkan mencapai 28,1% pada tahun 2023, sedangkan di Kota Bogor hanya sebesar 5% pada tahun 2022. HDK sendiri memiliki dampak serius terhadap keselamatan ibu, baik dalam jangka pendek maupun panjang, sehingga keterkaitannya dengan kematian ibu tidak dapat diabaikan. Perbedaan prevalensi tersebut diperkuat oleh tren kontribusi HDK yang secara konsisten muncul sebagai salah satu penyebab utama kematian ibu di kedua wilayah selama periode 2019–2023. Tujuan dari adanya penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan antara asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan (HDK) pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK) pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Data yang digunakan adalah data primer milik Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M. Sc. dengan judul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu) dan Status Gizi Bayi” yang didapatkan dari hasil turun lapangan secara langsung di Kota dan Kabupaten Bogor pada bulan Februari–April Tahun 2025. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Hasil penelitian ini menemukan bahwa prevalensi HDK di Wilayah Kerja Puskesmas Terpilih di Kota Bogor Tahun 2025 sebesar 9,4% dan Kabupaten Bogor Tahun 2025 sebesar 18,3%. Analisis uji chi square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, asupan lemak, paritas, gravida, jarak kehamilan, usia ibu, tempat tinggal, pengetahuan, kunjungan ANC, dan aktivitas fisik (p-value > 0.05) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Namun, terdapat hubungan antara riwayat hipertensi pra-hamil (p-value 0.007 pada Kota dan 0.001 pada data gabungan) dan status gizi pra-hamil (p-value 0.03 pada Kota dan 0.017 pada data gabungan) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Walaupun secara umum tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor risiko dengan HDK, terdapat kecenderungan responden dengan tempat tinggal di kabupaten, paritas berisiko, asupan natrium berlebih, kunjungan ANC tidak sesuai rekomendasi, pengetahuan rendah, dan jarak kehamilan berisiko mengalami kejadian HDK pada kehamilannya. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkuat pemantauan selama kunjungan ANC, khususnya pada ibu hamil dengan risiko tinggi, disertai dengan peningkatan edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan HDK, serta mendorong partisipasi aktif ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilannya secara menyeluruh.


Hypertension in Pregnancy (HDK) is a common complication among pregnant women and a leading cause of maternal and perinatal morbidity and mortality globally. According to WHO data, the global prevalence of HDK ranges from 0.51% to 38.4%, with rates in developing countries estimated at around 5–6%. In Indonesia, the National Basic Health Research (Riskesdas) reported that HDK is the second most common pregnancy complication after nausea/vomiting, affecting approximately 3.3% of pregnant women. Local data show that the prevalence of HDK in Bogor Regency reached 28.1% in 2023, while in Bogor City it was only 5% in 2022. HDK poses serious short- and long- term risks to maternal health and has consistently contributed to maternal mortality in both regions from 2019 to 2023. This study aims to determine the relationship between sodium intake and other factors with the incidence of HDK among pregnant women in selected public health centers (puskesmas) in Bogor City and Regency in 2025. This quantitative research uses a cross-sectional study design and utilizes primary data from the study by Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M.Sc., titled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women’s Diets on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status,” collected from February to April 2025. Univariate and bivariate analyses were conducted. The results show that the prevalence of HDK in selected puskesmas was 9.4% in Bogor City and 18.3% in Bogor Regency. Chi-square analysis found no significant association between HDK and sodium intake, fat intake, parity, gravida, pregnancy spacing, maternal age, residence, knowledge, ANC visits, or physical activity (p > 0.05). However, a significant association was found between a history of pre-pregnancy hypertension (p = 0.007 in the city, p = 0.001 combined data) and pre-pregnancy nutritional status (p = 0.03 in the city, p = 0.017 combined data) with HDK. Despite the lack of statistically significant associations for most factors, there is a tendency for HDK to occur among respondents who lived in the regency, had at-risk parity, excessive sodium intake, inadequate ANC visits, low knowledge, and risky pregnancy spacing. Therefore, it is recommended to strengthen monitoring during ANC visits, especially for high-risk pregnant women, accompanied by enhanced education on balanced nutrition and HDK prevention, as well as encouraging active participation of pregnant women in maintaining their overall health throughout pregnancy.

Read More
S-11915
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathimah Zahro Aidina Afliansa; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Suparno
Abstrak:
Latar belakang: Prevalensi KEK Ibu Hamil di Indonesia dan beberapa daerah masih cukup tinggi dengan angka bervariasi dari 11,6 – 57,6%. Tujuan: memperoleh perbedaan proporsi kejadian KEK berdasarkan asupan zat gizi makro dan faktor lainnya pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Metode: cross-sectional kuantitatif menggunakan data sekunder dari penelitian utama milik Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., dengan 124 ibu hamil. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: 11,3% ibu hamil di seluruh wilayah, dengan 10,9% di Kota dan 11,7% di Kabupaten yang mengalami KEK. Terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan konsumsi lauk pauk di kota; IMT pra-hamil, anemia, dan status PMT di seluruh wilayah penelitian. Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan asupan (energi, protein, lemak, dan karbohidrat), konsumsi lauk pauk, frekuensi makan, jarak kehamilan, paritas, kunjungan ANC, pengetahuan gizi, dan wilayah tempat tinggal. Kesimpulan: IMT pra-hamil dan anemia meningkatkan risiko KEK ibu hamil dan PMT sesuai diberikan kepada ibu KEK. Efek risiko dari konsumsi lauk pauk di wilayah kota tidak cukup kuat. Optimalisasi ANC, edukasi gizi, pemantauan status gizi sebelum hamil, hingga pencegahan dan penanggulangan anemia penting sebagai langkah pencegahan KEK pada ibu hamil.

Background: The prevalence of CED among pregnant women in Indonesia and several areas remains relatively high, ranging from 11.6% to 57.6%. Objective: To determine the differences in the proportion of CED based on macronutrient intake and other factors among pregnant women in selected public health center (Puskesmas) areas in Bogor City and Regency in 2025. Method: A quantitative cross-sectional study using secondary data from a primary research project led by Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., involving 124 pregnant women. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: CED prevalence was 11.3%, with 10.9% in City and 11.7% in Regency area. Significant differences in the proportion of CED were found based on animal-based food consumption in the city area; pre-pregnancy BMI, anemia, and nutritional supplementation (PMT) status in overall areas. No significant differences were found based on energy, protein, fat, and carbohydrate intake, animal-based food consumption, meal frequency, birth spacing, parity, ANC visits, nutrition knowledge, or residential area. Conclusion: Pre-pregnancy BMI and anemia increase the risk of CED among pregnant women, and PMT has been appropriately distributed to mothers with CED. The risk effect of animal-based food consumption in the city area was not strong enough. Optimizing ANC visits, nutrition education, pre-pregnancy nutritional status monitoring, and prevention and management of anemia are essential in preventing CED in pregnant women.
Read More
S-11927
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Ane Istamayu; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Fathimah Sulistyowati Sigit, Suparno, Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak tidak hanya pada ibu namun juga pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status anemia ibu hamil di Puskesmas Terpilih di Wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dan data sekunder dengan sampel adalah ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 124 ibu hamil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Analisis data terdiri dari analisis univariat, bivariat dan juga multivariat, dimana masing-masing wilayah dilakukan analisis untuk melihat kecenderungan dari masing-masing wilayah. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata kadar Hb ibu hamil di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor adalah 11,46 g/dL dimana ibu hamil di wilayah Kota Bogor mengalami anemia sebesar 17,2% dan 28,3% di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil analisis bivariat secara keseluruhan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai anemia dan TTD (p value = 0,03; OR = 2,95; 95% CI: 1,18-7,36) dan juga status KEK (p value = 0,01; OR = 4,23; 95% CI: 1,34-13,39) dengan status anemia ibu hamil. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan status anemia ibu hamil adalah status KEK yaitu ibu hamil yang mengalami KEK di Kota Bogor berisiko 10,828 kali lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan  ibu hamil yang status KEK normal sedangkan ibu hamil yang mengalami KEK di Kabupaten Bogor berisiko 8,743 kali lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan ibu hamil yang status KEK normal. Oleh karena itu diperlukan skrining status gizi ibu hamil yang dimulai sejak ANC K1, mengintegrasikan edukasi konsumsi makanan yang bergizi, pencegahan anemia dan bahaya KEK terhadap ibu dan anak dalam penyuluhan rutin sehingga ibu hamil dapat memastikan asupan makanan yang bergizi dan asupan zat besi, vitamin C dan folat terpenuhi setiap hari.

Anemia during pregnancy is one of the public health problems that can affect not only the mother but also the child. This study aims to determine the factors associated with anemia status of pregnant women in Selected Puskesmas in Bogor City and Regency, West Java 2025. This study is a quantitative research using cross sectional design and secondary data with the sample is pregnant women. Sampling using total sampling which amounted to 124 pregnant women based on inclusion and exclusion criteria. Data analysis consists of univariate, bivariate and multivariate analysis, where each region is analyzed to see the tendency of each region. The results of univariate analysis showed that the average Hb level of pregnant women in Bogor City and Regency was 11.46 g/dL where pregnant women in Bogor City experienced anemia by 17,2% and 28,3% in Bogor Regency. The results of the overall bivariate analysis in Bogor City and Regency showed that there was a significant association between pregnant women's knowledge about anemia and TTD (p value = 0.03; OR = 2.95; 95% CI: 1.18-7.36) and also Chronic Energy Deficiency (CHD) status (p value = 0.01; OR = 4.23; 95% CI: 1.34-13.39) with anemia status of pregnant women. The results of multivariate analysis showed that the most dominant variable associated with anemia status of pregnant women was CHD status, pregnant women who experienced CHD in Bogor City had a 10,828 times higher risk of anemia compared to pregnant women with normal CHD status, while pregnant women who experienced CHD in Bogor Regency had a 8.743 times higher risk of anemia compared to pregnant women with normal CHD status. Therefore, it is necessary to screening the nutritional status of pregnant women starting from ANC K1, integrating education on nutritious food intake, prevention of anemia and the dangers of CHD for mothers and children in routine counseling so that pregnant women can ensure nutritious food intake and daily intake of iron, vitamin C and folate.
Read More
T-7263
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lianny Alda Suhendra; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Yuliani
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan pengetahuan gizi dan faktor lainnya dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemirimuka. Pengendalian tekanan darah dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Terdapat terapi farmakologis dan non farmakologis berupa edukasi faktor risiko. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor yang mempengaruhi pengendalian tekanan darah. Pengetahuan gizi dan faktor lainnya yang tidak diteliti tidak mempengaruhi pengendalian tekanan darah. Variabel usia mempengaruhi hubungan antara pengetahuan gizi dengan keadian tekanan darah tidak terkendali. Usia mempengaruhi hubungan antara pengetahuan gizi dengan kejadian hipertensi tidak terkendali setelah dikontrol kebiasaan merokok, keadaan stress, dan jenis kelamin pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemiri Muka pada tahun 2023.
This study focuses on the relationship between nutritional knowledge and other factors and blood pressure control in hypertensive patients in the working area of the Kemirimuka Community Health Center. This study focuses on blood pressure control is carried out to prevent complications. There are pharmacological and non-pharmacological therapies in the form of risk factor education. The results of this study show that age is a factor that influences blood pressure control. Nutritional knowledge and other factors not studied did not influence blood pressure control. The age variable influences the relationship between nutritional knowledge and the incidence of uncontrolled blood pressure. Age influences the relationship between nutritional knowledge and the incidence of uncontrolled hypertension after controlled by smoking habits, stress conditions, and gender in hypertensive patients in the Kemiri Muka Community Health Center working area in 2023.
Read More
S-11749
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Nurhidayah Tri Kusumah; Pembimibing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Sada Rasmada
Abstrak:
Stres dapat meningkatkan tekanan darah melalui mekanisme saraf simpatis ataupun perilaku gaya hidup kurang sehat yang terinduksi akibat stres. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel stres dengan pengendalian darah setelah dikontrol variabel kepatuhan minum obat, kepatuhan diet DASHI, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kualitas tidur pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemiri Muka, Kota Depok. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sejumlah 156 orang pasien hipertensi berusia > 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi hipertensi tidak terkendali yang tinggi, yaitu 68,5%. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara stres ataupun variabel confounding (kepatuhan minum obat, kepatuhan diet DASHI, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kualitas tidur) dengan pengendalian tekanan darah. Namun, analisis sub pertanyaan kuesioner stres (PSS-10), ditemukan hubungan yang bermakna pada ‘marah karena sesuatu yang tidak terduga’ dengan frekuensi ‘sering’ dibandingkan frekuensi ‘tidak pernah’ (p = 0,003; OR= 4,955; 95% CI 1,724-14,242) dan ‘merasa tidak mampu mengontrol hal penting dalam hidup’ dengan frekuensi ‘sering’ dibandingkan frekuensi ‘tidak pernah’ (p = 0,007; OR= 4,955; 95% CI 1,724-14,242). Tidak ada hubungan antara stres dengan pengendalian tekanan darah. Kepatuhan minum obat mempengaruhi hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi tidak terkendali, setelah dikontrol oleh kepatuhan diet (p = 0,016; OR= 2,850; 95% CI 1,216-6,679).

Stress can increase blood pressure through sympathetic nervous mechanisms or unhealthy lifestyle behaviors that are induced by stress. This research is secondary research conducted in May-June 2024. This research aims to determine the relationship between stress and blood control after controlling medication adherence, DASHI diet adherence, smoking habits, physical activity, and sleep quality in hypertensive patients in the region works at Kemiri Muka Community Health Center, Depok City. The study design used was cross-sectional and purposive sampling technique with a total sample of 156 hypertensive patients aged > 18 years. The results showed that the proportion of uncontrolled hypertension was high, 68.5%. No significant relationship was found between stress or confounding variables (medication adherence, DASH diet adherence, smoking habits, physical activity, and sleep quality) and blood pressure control. However, analysis of the sub-questions of the stress questionnaire (PSS-10), found a significant relationship between 'getting angry because of something unexpected' with the frequency of 'often' compared to the frequency of 'never' (p = 0.003; OR= 4.955; 95% CI 1.724 -14.242) and 'feeling unable to control important things in life' with a frequency of 'often' compared to a frequency of 'never' (p = 0.007; OR= 4.955; 95% CI 1.724-14.242). There is no relationship between stress and blood pressure control. Medication adherence influenced the relationship between stress and uncontrolled hypertension, after controlled by diet adherence (p = 0.016; OR= 2.850; 95% CI 1.216-6.679). Key words: Stress, uncontrolled hypertension, unhealthy lifestyle
Read More
S-11764
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutia Mei Tsuroyya; Pembimbing: Endang Laksiminingsih Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Diah Mulyawati Utari, Eti Rohati, Fajrinayanti
Abstrak: Stunting adalah masalah gizi pada balita dimana terjadi hambatan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Anemia defisiensi besi pada kehamilan merupakan faktor risiko terjadinya berat badan lahir rendah yang menunjukkan adanya pertumbuhan janin yang tidak optimal akibat terhambatnya pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stunting serta hubungan anemia ibu saat hamil dan faktor lainnya dengan kejadian stunting pada baduta di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang pada bulan April-Juni 2017 di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Data yang diambil adalah status anemia ibu saat hamil, faktor ibu, faktor baduta, riwayat menyusui, asupan makanan, riwayat penyakit infeksi dan status sosial ekonomi. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 190 baduta usia 6-23 bulan. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian yaitu kejadian stunting pada baduta sebesar 23,7%, tidak terdapat hubungan antara anemia ibu hamil dengan kejadian stunting pada baduta, faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada baduta adalah tinggi badan ibu, usia baduta, panjang badan lahir, inisiasi menyusu dini, imunisasi dasar lengkap dan asupan energi. Imunisasi dasar lengkap merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada baduta di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Peneliti menyarankan kepada pengambil kebijakan untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan ibu dan anak. Kata kunci: stunting, baduta, anemia ibu hamil Stunting is a nutritional problem among children under five years with linier growth barrier caused by chonic malnutrition during the First 1000 Days of Life. Iron deficiency anemia in pregnancy is a risk factor of low birth weight that indicates a fetal growth. This study aims to determine the description of stunting and correlation of maternal anemia in pregnancy and other factors with the incidence of stunting among children under two years in Bumiayu, Brebes, Central Java. This study is a quantitative research with cross-sectional design in April-June 2017 in Bumiayu, Brebes, Central Java. Data taken are maternal anemia status in pregnancy, maternal factor, children under two years factor, history of breastfeeding, food intake, history of infectious diseases and social leconomic status. Samples in this study is 190 children under two years 6-23 months. Analysis of this study is univariate, bivariate and multivariate with 95% confident interval. The result of the study are incidence of stunting among children under two years is 23.7%, there is no correlation between maternal anemia in pregnancy with stunting among children under two years, factors related to stunting among children under two years are maternal height, age of children under two years, length of birth, early breastfeeding initiation, complete basic immunization and energy intake. Complete basic immunization is the dominant factor related to stunting among children under two years in Bumiayu, Brebes, Central Java. Researcher suggest to policy maker to be more optimal in maternal and child health promotion. Keywords: stunting, children under two years, maternal anemia in pregnancy
Read More
T-4974
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Nur Azizah Purwanto; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Firlia Ayu Arini
Abstrak:
Pengendalian tekanan darah adalah kondisi yang menggambarkan tekanan darah sistolik dan diastolik pasien hipertensi. Kondisi tersebut dapat berasal dari kepatuhan ataupun ketidakpatuhan pasien hipertensi dalam menjalankan modifikasi gaya hidup dan terapi farmakologis. Suatu penelitian menemukan bahwa tingkat pengendalian tekanan pasien hipertensi di Indonesia kurang dari 25%. Cakupan layanan kesehatan dan prevalensi minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi pun masih rendah. Jika keadaan tersebut dibiarkan terus menerus dan tidak terdapat penanganan yang tepat maka dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada pasien hipertensi. Tujuan dari adanya penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan antara asupan natrium dan faktor lainnya dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder yang bersumber dari penelitian primer dengan judul “Hubungan Kebiasaan Minum Kopi dan Faktor Lainya dengan Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kemiri Muka Tahun 2023”. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada 156 pasien hipertensi berusia ≥ 18 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan metode uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat 68,6% pasien hipertensi memiliki tekanan darah tidak terkendali. Analisis uji chi square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, aktivitas fisik, durasi tidur, kepatuhan minum obat, pengetahuan mengenai hipertensi, jenis kelamin, pendapatan, status gizi, serta dukungan sosial (p-value > 0,05) dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p-value 0,001) dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Sementara itu, analisis regresi logistik ganda menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Namun, pengendalian tekanan darah pasien hipertensi dipengaruhi oleh usia (p-value 0,000) dan durasi tidur (p-value 0,048) setelah dikontrol oleh variabel confounding, yaitu aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, pengetahuan hipertensi, pendapatan rumah tangga, dan status gizi. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan intervensi dan tatalaksana hipertensi pada pasien hipertensi dengan menekankan kategori pasien hipertensi yang lebih berisiko memiliki tekanan darah tidak terkendali, yaitu berusia dewasa dan durasi tidur pendek. Namun, tetap memperhatikan asupan natrium, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, pengetahuan mengenai hipertensi, status gizi, dan dukungan sosial yang baik.

Blood pressure control refers to a condition that describes the systolic and diastolic blood pressure of hypertensive patients. This condition can result from the compliance or non-compliance of hypertensive patients with lifestyle modifications and pharmacological therapy. A study found that the rate of blood pressure control among hypertensive patients in Indonesia is less than 25%. The coverage of hypertension healthcare services and the prevalence of taking antihypertensive medication are also low. If this situation persists without proper intervention, it can increase the risk of morbidity and mortality in hypertensive patients. This study aims to determine the relationship between sodium intake and other factors with blood pressure control among hypertensive patients in the working area of UPTD Puskesmas Kemiri Muka, Depok City in 2023. This study is secondary research deriving from a primary study titled “Relationship between Coffee Drinking Habits and Other Factors with Blood Pressure Control in Hypertensive Patients at the Kemiri Muka Public Health Center 2023”. This study is quantitative with a cross-sectional study design involving 156 hypertensive patients aged ≥ 18 years in the working area of UPTD Puskesmas Kemiri Muka, Depok in 2023. Data analysis in this study was conducted using the chi-square test and multiple logistic regression method. The result of this study found that 68,6% of hypertensive patients had uncontrolled blood pressure. The chi-square test analysis found no significant relationship between sodium intake, physical activity, sleep duration, medication adherence, knowledge about hypertension, sex, household income, nutritional status, and social support (p-value > 0,05) with blood pressure control among hypertensive patients. However, there was a significant relationship between age (p-value 0,001) with blood pressure control among hypertensive patients. Meanwhile, multiple logistic regression analyses found that there was no significant relationship between sodium intake with blood pressure control among hypertensive patients. However, the blood pressure control in hypertensive patients is influenced by age (p-value 0,000) and sleep duration (p-value 0,048) after being controlled by confounding variables, namely physical activity, medication adherence, knowledge about hypertension, household income, and nutritional status. Therefore, it is recommended to implement intervention and management for hypertensive patients by emphasizing hypertensive patient categories at higher risk of having uncontrolled blood pressure, namely adults and those with short sleep duration. However, attention should still be given to other factors such as adequate sodium intake, sufficient physical activity, strong medication adherence, comprehensive knowledge about hypertension, optimal nutritional status, and good social support.
Read More
S-11773
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Arumsari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji : Widjaja Lukito, Wahyu Kurnia Yusrin Putra
Abstrak: Kebiasaan melewatkan sarapan memperbesar risiko terjadinya obesitas, pola hidup sehat, dan penurunan kecerdasan, khususnya pada pelajar. Terlebih, remaja sedang mengalami proses growth spurt dimana terjadi peningkatan kebutuhan gizi. Kabupaten Tangerang memiliki tingkat kelulusan UN SMA terrendah di provinsi Banten pada tahun ajaran 2013 lalu, sehingga perlu diteliti lebih lanjut mengenai pola sarapan remaja di wilayah ini.
 
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan sarapan dan faktor lainnya dengan pola sarapan siswa/i SMA terpilih di Kabupaten Tangerang tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi crosss sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner isian mandiri yang diisi 160 siswa. Asupan sarapan dinilai menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam.
 
 
Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 71,8% responden memiliki pola sarapan buruk. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarapan (P= 0,014) dengan pola sarapan responden.
 

 
Skipping breakfast habit increase the risk of obesity, unhealthy lifestyle, and lack of intelligence, especially the students. Moreover, adolescent growth spurt is undergoing a process whereby an increase in nutritional requirements. Tangerang has lowest high school graduation rate in Banten Province for the academic year 2013 so it is important to develop research on adolescent breakfast pattern in this region.
 
 
This study aims to determine the relationship between the availability of breakfast and other factors with student breakfast pattern in selected high school in Tangerang on 2014. Research method is a quantitative research with crosss sectional design study. Data were collected using self-completed questionnaires for 160 students. Breakfast intake was assessed using a 2x24 hour food recall questionnaire. The results showed, 71,8% of respondents had a bad breakfast pattern. There is a significant association between the availability of breakfast (P=0.014) with respondents’ breakfast pattern
Read More
S-8346
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive