Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36054 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nisrina Azra Fernandi; Pembimbing: Nurul Dina Rahmawati; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Imas Arumsari
Abstrak:
Status gizi lebih merupakan masalah kesehatan yang belum terkendali secara optimal baik di seluruh dunia, maupun di Indonesia, termasuk pada kalangan pekerja. Salah satu faktor utama terjadinya masalah ini adalah karena  mengonsumsi makanan yang padat energi, tinggi lemak, gula, dan garam, seperti Ultra-processed Food (UPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi UPF dan faktor lainnya dengan status gizi lebih pada karyawan PT X tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan 123 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei melalui pengisian kuesioner secara online dan mandiri, yang dipandu di tempat oleh peneliti dan enumerator. Sebagian besar karyawan PT X tahun 2025 memiliki status gizi lebih (82,9%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square, ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel usia (p-value = 0,049), konsumsi Sugar-sweetened Beverages (p-value = 0,037), dan aktivitas fisik (p-value = 0,007) dengan status gizi lebih. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi PT X dalam menyusun kebijakan internal yang mendukung lingkungan kerja sehat, termasuk edukasi gizi, penyediaan pilihan makanan sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Overnutrition remains a significant global health challenge, including in Indonesia, and increasingly affects the working population. One of the primary contributing factors is the high intake of energy-dense foods rich in fat, sugar, and salt, particularly Ultra-Processed Food (UPF). This study aimed to examine the association between UPF and other factors with overnutrition status among employees of PT X in 2025. A cross-sectional study design was employed, involving 123 respondents. Data were collected in May through self-administered online questionnaires, facilitated on-site by the researcher and enumerators. The majority of PT X employees in 2025 were classified as overnourished (82.9%). Chi-square statistical analysis showed significant associations between overnutrition and age (p-value = 0.049), sugar-sweetened beverage consumption (p-value = 0.037), and physical activity (p-value = 0.007). These results underscore the need for internal policy development at Company X to foster a healthier work environment, including nutrition education programs, access to healthier food options, and the implementation of regular health screenings.
Read More
S-11932
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Balqis Nisrina Safari; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit; Penguji: Asih Setiarini, Try Nur Ekawati Lukman
Abstrak:
Menarche dini merupakan menstruasi pertama yang terjadi pada usia lebih awal dari usia normal dan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan pada masa remaja maupun dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi UPF dan faktor lainnya dengan kejadian menarche dini pada remaja putri di Depok tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode stratified cluster sampling. Subjek penelitian adalah 128 siswi pada SD dan SMP terpilih di Kota Depok. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung (berat badan dan tinggi badan), wawancara (FFQ dan SQ-FFQ), dan kuesioner (karakteristik responden, YPAST-Ina, dan PAQ-C) menggunakan berbagai kuesioner yang telah disesuaikan dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ultra-processed food (UPF) pada responden relatif seimbang antara kategori tinggi dan rendah. Rerata usia menarche responden adalah 10,95 ± 0,95 tahun. Sebagian besar responden (70,3%) mengalami menarche pada usia normal, sedangkan 29,7% mengalami menarche dini. Hasil analisis menunjukkan bahwa status gizi (IMT/U) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian menarche dini (p=0,02), sedangkan faktor lainnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Oleh karena itu, upaya menjaga status gizi dalam kategori normal perlu menjadi perhatian untuk mendukung kesehatan dan perkembangan reproduksi remaja putri.

Early menarche is the onset of the first menstrual period at an earlier age than the normal age range and may increase the risk of various health problems during adolescence and adulthood. This study aimed to determine the association between ultra-processed food (UPF) consumption and other factors with early menarche among adolescent girls in Depok in 2026. This study employed a cross-sectional design with a stratified cluster sampling method. The study subjects consisted of 128 female students from selected elementary and junior high schools in Depok City. Data were collected through direct measurements (body weight and height), interviews using the FFQ and SQ-FFQ, and questionnaires on respondent characteristics, YPAST-Ina, and PAQ-C that were adapted to the study variables. The results showed that UPF consumption was relatively balanced between the high and low consumption categories. The mean age at menarche was 10.95 ± 0.95 years. Most respondents (70.3%) experienced menarche at a normal age, while 29.7% experienced early menarche. The analysis revealed that nutritional status (BMI-for-age) was significantly associated with early menarche (p=0.02), whereas the other factors showed no significant association (p>0.05). Therefore, maintaining a normal nutritional status should be prioritized to support the health and reproductive development of adolescent girls.
Read More
S-12336
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Dzihni Nafisah; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Triyanti, Eti Rohati
S-12123
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ganisya Septry Hardinda; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Sandra Fikawati, Vitria Melani
Abstrak:
Pubertas adalah fase penting dalam perkembangan remaja, dan menarche merupakan tanda utama pada remaja perempuan. Menarche dini dapat berdampak negatif pada kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, remaja dapat mengalami stres, sementara dampak jangka panjang seperti penyakit metabolik. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 114 siswa SD dan SMP X di Pondok Aren, Tangerang Selatan, usia 9-14 tahun. Data dikumpulkan secara primer melalui pengukuran status gizi, wawancara food recall, kuesioner aktivitas fisik, usia menarche ibu, dan konsumsi ultra-processed food. Hasil menunjukkan 48,2% responden telah mengalami menarche. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, aktivitas fisik, dan konsumsi ultra-processed food dengan menarche dini (p value < 0.05). Sementara tidak ada hubungan antara asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, dan usia menarche ibu terhadap kejadian menarche dini. Penelitian ini merekomendasikan penambahan variabel keterpaparan media sosial dan peran aktif pemerintah serta sekolah dalam program kesehatan reproduksi.

Puberty is a critical phase in adolescent development, with menarche being a primary milestone in girls. Early menarche can negatively impact health, both in the short and long term. Short-term effects include stress among adolescents, while long-term effects may lead to metabolic diseases. This cross-sectional study involved 114 students from elementary and middle schools in X Pondok Aren, South Tangerang, aged 9-14 years. Primary data collection methods included nutritional status measurements, food recall interviews, physical activity questionnaires, maternal menarche age, and ultra-processed food consumption. Results indicated that 48.2% of respondents had experienced menarche. Significant relationships were found between nutritional status, physical activity, and ultra-processed food consumption with early menarche (p value < 0.05). However, no associations were observed between energy intake, protein intake, fat intake, carbohydrate intake, and maternal menarche age with early menarche occurrence. The study recommends incorporating variables related to social media exposure and emphasizes the active roles of government and schools in reproductive health programs.
Read More
S-11756
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Keisya Budiargo; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Dieta Nurrika
Abstrak:
Obesitas merupakan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Pengukuran obesitas menggunakan persen lemak tubuh dinilai lebih akurat dibandingkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Prevalensi obesitas mahasiswa FKM UI berdasarkan data pemeriksaan kesehatan tahun 2022–2024 mencapai 13,6%, melebihi ambang batas masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi ultra-processed food (UPF), asupan energi, lemak, karbohidrat, protein, serat, serta perilaku sedentary dengan kejadian obesitas berdasarkan persen lemak tubuh pada 147 mahasiswa FKM UI tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas berdasarkan persen lemak tubuh sebesar 12,9%. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi UPF, konsumsi energi UPF, asupan energi; lemak; protein, dan perilaku sedentary dengan obesitas (p-value<0,05). Sedangkan asupan serat dan karbohidrat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p-value>0,05) tetapi menunjukkan kecenderungan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari dan mengurangi aktivitas sedentary. FKM UI diharapkan menciptakan lingkungan kampus yang mendukung gaya hidup sehat serta program pemantauan status gizi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan alat objektif untuk mengukur perilaku sedentary, serta menggunakan analisis multivariat untuk memahami hubungan mendalam antara konsumsi UPF, asupan gizi, dan perilaku sedentary terhadap kejadian obesitas

Obesity is the excessive accumulation of body fat that elevates the risk of non-communicable diseases. Compared to Body Mass Index (BMI), body fat percentage offers a more accurate measure of obesity. Based on health screening data from 2022 to 2024, the prevalence of obesity among FKM UI students reached 13.6%, surpassing the public health concern threshold. This study investigated the association between ultra-processed food (UPF) consumption, energy, fat, carbohydrate, protein, fiber intake, and sedentary behavior with obesity—measured by body fat percentage—among 147 FKM UI students in 2025. This quantitative study used a cross-sectional design. Findings revealed an obesity prevalence of 12.9%. Significant associations were observed between obesity and the frequency of UPF consumption, UPF-derived energy intake, total energy, fat and protein intake, and sedentary behavior (p-value<0.05). Although fiber and carbohydrate intake were not statistically significant (p-value>0.05), both showed trends. These results highlight the importance of making healthier dietary choices and reducing sedentary time. FKM UI encouraged to promote a supportive campus environment for healthy lifestyles and establish nutrition monitoring initiatives. Future studies should incorporate objective tools to assess sedentary behavior and utilize multivariate analysis to better understand the interactions between those risk factors and obesity
Read More
S-11984
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adeline Vashtianada; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Fajrinayanti
Abstrak:
Ultra-processed food/UPF merupakan produk yang melalui serangkaian teknik dan proses industri serta memiliki nilai zat gizi yang rendah. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, UPF dapat meningkatkan risiko berat badan lebih dan obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proporsi konsumsi UPF berdasarkan karakteristik individu, faktor lingkungan, dan faktor gaya hidup pada mahasiswa S1 non-kesehatan Universitas Indonesia tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 149 sampel. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online yang diisi secara mandiri. Data yang diperoleh akan dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,3% mahasiswa mengonsumsi UPF tingkat tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dan akses terhadap UPF dengan tingkat konsumsi UPF. Peneliti menyarankan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran terkait pemilihan makanan dan minuman serta menjadi penggerak dalam lingkungan teman sebaya terkait hal tersebut. Pihak Universitas Indonesia dapat memberikan edukasi dan membuat ketentuan terkait UPF dan konsumsi makanan sehat kepada mahasiswa. Pemangku kebijakan dapat meningkatkan dalam penyampaian pesan kesehatan, mendukung lembaga pendidikan, dan mendukung penelitian terkait pola makan mahasiswa dan faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi UPF. Peneliti selanjutnya dapat meneliti pada populasi lain dengan variabel dan teknik yang berbeda.

Ultra-processed food/UPF is a product that undergoes a series of industrial techniques and processes and has low nutritional value. Overconsumption of UPF can increase the risk of overweight and obesity. The purpose of this study is to determine the differences in the proportion of UPF consumption based on individual characteristics, environmental factors, and lifestyle factors among non-health undergraduate students in Universitas Indonesia in 2023. A cross sectional study design conducted on 149 samples. The data was collected using a self-administered online questionnaire. The data was analyzed using univariate and bivariate (chi-square) analyses. The results showed that 50,3% of the students consumed a high level of UPF. The bivariate analysis showed a significant difference in the proportion of UPF consumption based on peer influence and access to UPF. The researchers suggest students to increase awareness of food and beverage choices, also become advocates within their peer groups regarding this matter. Universitas Indonesia should implement health education and make provisions regarding UPF and healthy food consumption for students. Policymakers suggested to improve the delivery of health messages to students, support educational institutions, and support research on students’ dietary patterns and factors influencing UPF consumption. Future researchers can examine other populations with different variables and methods.
Read More
S-11414
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Najma Rienita Marsya;Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Dieta Nurrika
Abstrak:
Ultra-processed food atau UPF adalah produk pangan yang telah melalui serangkaian teknik dan proses industri. 38% dari total energi harian anak usia prasekolah berasal dari produk UPF. Konsumsi UPF secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko berat badan lebih dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi UPF pada anak usia 3–6 tahun di Kecamatan Cinere, Kota Depok tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 150. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online yang diisi secara mandiri. Data yang diperoleh akan dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 49,3% anak dilaporkan mengonsumsi UPF tingkat tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status pendidikan orang tua, status pekerjaan ibu, pengetahuan UPF orang tua, penggunaan UPF sebagai regulasi emosi, praktik modeling, praktik pengawasan, dan praktik pembatasan UPF oleh orang tua dengan tingkat konsumsi UPF anak. Modeling, pengawasan, dan pembatasan upf untuk kesehatan oleh orang tua bersifat protektif terhadap konsumsi UPF anak prasekolah, sementara pemberian makan berbasis regulasi emosi dan ibu tidak bekerja merupakan faktor risiko. Intervensi sebaiknya mempromosikan praktik pemberian makan adaptif, bukan hanya peningkatan pengetahuan. Orang tua dapat secara konsisten memberikan contoh makan sehat, aktif memantau asupan anak, dan membatasi akses terhadap UPF tanpa menggunakan makanan sebagai regulasi emosi anak. Program edukasi gizi perlu dikembangkan dengan fokus pada keterampilan praktis seperti membaca label pangan dan strategi pengaturan makan di rumah.

Ultra-processed foods (UPF) are food products that have undergone a series of industrial techniques and processes. UPF accounts for 38% of total daily energy intake among preschool children in Indonesia. Excessive UPF consumption is known to increase the risk of overweight and obesity. This study aimed to identify factors associated with UPF consumption in children aged 3-6 years in Cinere District, Depok City, in 2026. A cross-sectional design was used with a sample size of 150 participants. Data were collected using a self-administered online questionnaire. Data were analyzed using a univariate and bivariate (chi-square) method. The result showed that 49,3% of children were reported to have high levels of UPF consumption. Bivariate analysis revealed significant associations between parents' education level, maternal employment status, parental UPF knowledge, UPF as emotion regulation, parental modeling practices, monitoring practices, and restriction of UPF for health and children’s UPF consumption levels. Parental modeling, monitoring, and restriction for health were protective against preschool children’s UPF consumption, while emotion regulation feeding and non-working mothers were risk factors. Interventions should promote adaptive feeding practices rather than solely increasing knowledge. Parents are advised to consistently model healthy eating during meals, actively monitor children’s intake, and restrict access to UPF without using food as a soothing tool. Health institutions need to develop nutrition education programs that focus on practical skills, such as reading food labels and implementing household food management strategies.
Read More
S-12400
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sherly Ardi Vantono; Pembimbing; Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Triyanti, Kusuma Wijayanti
Abstrak: GIZI LEBIH MERUPAKAN MASALAH KESEHATAN YANG DAPAT BERDAMPAK BURUK PADA ANAK SEKOLAH. SD X JAKARTA TIMUR TELAH MEMILIKI PROGRAM KESEHATAN, NAMUN PREVALENSI GIZI LEBIH TAHUN 2016 MASIH TINGGI YAITU SEBESAR 20%. TUJUAN UMUM PENELITIAN INI ADALAH DIKETAHUINYA FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA SISWA KELAS 4 DAN 5 DI SD X JAKARTA TIMUR TAHUN 2017. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN DESAIN CROSS-SECTIONAL. RESPONDEN DALAM PENELITIAN INI SEBANYAK 201 RESPONDEN DI SD X JAKARTA TIMUR. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN SEBESAR 58,2% SISWA MENGALAMI GIZI LEBIH. PADA ANALISIS BIVARIAT MENUNJUKKAN HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN ASUPAN LEMAK DENGAN STATUS GIZI LEBIH. PENELITIAN INI JUGA MENDAPATKAN HASIL ANALISIS MULTIVARIAT YAITU JENIS KELAMIN SEBAGAI FAKTOR DOMINAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA SISWA DI SD X JAKARTA TIMUR TAHUN 2017. OLEH KARENA ITU SEKOLAH DIHARAPKAN DAPAT MEMBERIKAN EDUKASI MENGENAI MAKANAN SEIMBANG, MEMILIKI CONTROLLER DI KANTIN SEKOLAH SERTA DAPAT MEMPERBARUI PROGRAM KESEHATAN DI SEKOLAH. KATA KUNCI: GIZI LEBIH, SISWA, SEKOLAH DASAR, JENIS KELAMIN. OVERNUTRITION IS HEALTH PROBLEM THAT CAN AFFECT ADVERSELY TO SCHOOL CHILDREN. X PRIMARY SCHOOL EAST JAKARTA ALREADY HAVE HEALTH PROGRAM, BUT PREVALENCE OF OVERNUTRITION IN 2016 IS STILL HIGH AT 20%. GENERAL PURPOSE OF THIS RESEARCH IS TO KNOW THE DOMINANT FACTOR RELATED TO OVERNUTRITION AT 4TH AND 5TH GRADE STUDENT AT X PRIMARY SCHOOL EAST JAKARTA IN 2017. THIS RESEARCH USE CROSS-SECTIONAL DESIGN. THERE IS 201 RESPONDENT OF THIS RESEARCH AT X PRIMARY SCHOOL EAST JAKARTA. RESULT OF THIS RESEARCH SHOWN THAT 58,2% STUDENTS SUFFER FROM OVERNUTRITION. ON BIVARIATE ANALYSIS SHOWN RELATION BETWEEN GENDER AND FAT INTAKE WITH OVERNUTRITION. THIS RESEARCH ALSO OBTAINED MULTIVARIATE ANALYSIS RESULT THAT GENDER IS THE DOMINANT FACTOR OF OVERNUTRITION AT X PRIMARY SCHOOL STUDENT EAST JAKARTA IN 2017. KEYWORDS: OVERNUTRITION, STUDENT, PRIMARY SCHOOL, GENDER.
Read More
S-9517
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Revaline Arianditha; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Sandra Fikawati, Trini Sudiarti
Abstrak:
Ultra-Processed Foods (UPF) merupakan produk olahan industri dengan kepadatan energi tinggi serta kandungan lemak, gula, dan garam berlebih yang konsumsinya terus meningkat di kalangan remaja dan berisiko menimbulkan berbagai penyakit tidak menular. Berbagai faktor individu, lingkungan, dan komersial diduga berperan terhadap tingginya konsumsi UPF pada kelompok remaja, termasuk jenis kelamin, uang saku, screen time, penggunaan online food delivery (OFD), kebiasaan sarapan, pengetahuan terkait UPF, tingkat stres, pengaruh peer group, dan akses terhadap UPF. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan, dan komersial dengan konsumsi UPF pada siswa SMA Negeri 81 Jakarta tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 117 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data konsumsi UPF dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk periode satu bulan terakhir, dan hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,4% responden memiliki konsumsi UPF kategori tinggi. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan (p=0,001), pengetahuan terkait UPF (p=0,001), dan pengaruh peer group (p=0,021) dengan konsumsi UPF. Sementara itu, jenis kelamin, uang saku, screen time, tingkat stres, penggunaan OFD, dan akses terhadap UPF tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan konsumsi UPF. Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang intervensi edukasi gizi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan terkait UPF, pembentukan kebiasaan sarapan yang rutin, serta pemanfaatan pengaruh kelompok sebaya secara positif untuk mendorong pola konsumsi pangan yang lebih sehat pada remaja.

Ultra-Processed Foods (UPF) are industrially manufactured products with high energy density and excessive content of fat, sugar, and salt, whose consumption continues to rise among adolescents and poses risks for various non-communicable diseases. Multiple individual, environmental, and commercial factors are presumed to contribute to high UPF consumption among adolescents, including sex, pocket money, screen time, the use of online food delivery (OFD) services, breakfast habits, nutrition knowledge related to UPF, stress levels, peer influence, and access to UPF. This study aimed to analyze the relationship between individual, environmental, and commercial factors and UPF consumption among students of SMA Negeri 81 Jakarta in 2026. The study employed a cross-sectional design involving 117 respondents selected through purposive sampling. UPF consumption data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ) covering the past one month, and the relationships between variables were analyzed using the Chi-square test. The results showed that 50.4% of respondents had a high category of UPF consumption. The Chi-square test results showed significant associations between breakfast habits (p=0.001; OR=3.709), knowledge related to UPF (p=0.001; OR=3.690), and peer group influence (p=0.021; OR=2.389) with UPF consumption. Meanwhile, sex (p=0.110), pocket money (p=0.508), screen time (p=0.406), stress level (p=0.494), OFD use (p=0.198), and access to UPF (p=0.176) showed no significant association with UPF consumption. This study may serve as a basis for schools and policymakers in designing nutrition education interventions that focus on improving knowledge related to UPF, establishing regular breakfast habits, and leveraging peer group influence positively to promote healthier dietary patterns among adolescents.
Read More
S-12420
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dianty Ayu Putri; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Asih Setiarini, Henri Tua
s-7270
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive