Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32050 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Elsa Adila Ramadhian; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Rico Kurniawan, Wachyu Sulistiadi, Ivoni Pollatu, Setiaji
Abstrak:
Transformasi digital di sektor kesehatan menghadirkan tantangan serius terhadap keamanan sistem informasi, terutama di rumah sakit yang menyimpan data pasien bersifat sensitif. Rendahnya kesadaran staf terhadap keamanan informasi dapat meningkatkan risiko kebocoran data dan pelanggaran etika profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran keamanan sistem informasi di kalangan sumber daya manusia RSIA Bina Medika serta memberikan rekomendasi strategi peningkatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 134 responden yang merupakan sumber daya manusia pengguna rekam medis elektronik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis model Knowledge, Attitude, Behavior (KAB) dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48% responden memiliki tingkat kesadaran sistem informasi rumah sakit yang rendah. Dimensi pengetahuan, sikap, dan perilaku menunjukkan hubungan signifikan terhadap tingkat kesadaran keamanan (masing-masing p < 0,001). Model regresi logistik menunjukkan bahwa perilaku menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kesadaran keamanan sistem informasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kesadaran keamanan sistem informasi tidak hanya memerlukan penguatan aspek pengetahuan dan sikap, tetapi juga pembiasaan perilaku aman melalui pelatihan aktif, audit berkala, dan dukungan kebijakan manajemen rumah sakit.

Digital transformation in the health sector presents serious challenges to information system security, especially in hospitals that store sensitive patient data. Low staff awareness of information security can increase the risk of data leakage and violations of professional ethics. This study aims to analyze the level of information system security awareness among human resources at RSIA Bina Medika and provide recommendations for strategies to improve it. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design and involved 134 respondents who were human resources who used electronic medical records. Data collection was carried out through a questionnaire based on the Knowledge, Attitude, Behavior (KAB) model and analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The results showed that 48% of respondents had a low level of hospital information system awareness. The dimensions of knowledge, attitude, and behavior showed a significant relationship to the level of security awareness (each p <0.001). The logistic regression model showed that behavior was the dominant factor influencing information system security awareness. The conclusion of this study is that increasing information security awareness requires not only strengthening aspects of knowledge and attitude, but also habituation of safe behavior through active training, periodic audits, and support for hospital management policies.

Read More
B-2541
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mas Aditya Soebangil; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Adang Bachtiar, Prastuti Soewondo, Danyel Suryana, Supriyantoro
Abstrak: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merencanakan percepatan digitalisasi di sektor kesehatan, yang salah satunya adalah penerapan rekam medis elektronik di seluruh fasilitas kesehatan. Namun, seperti yang kita ketahui dengan semakin berkembangnya proses digitalisasi di dunia kesehatan, semakin besar pula ancaman terhadap kebocoran data medis. Hingga saat ini belum ada suatu standar terkait praktik keamanan sistem informasi rumah sakit yang diatur dalam regulasi. Pada penelitian ini, standar ISO 27001:2013 digunakan sebagai alat evaluasi penilaian praktik keamanan sistem informasi rumah sakit RSIA Bina Medika. Didapatkan pada hasil penelitan bahwa dari 6 kontrol ISO 27001:2013 yang dipilih (manajemen aset, kontrol akses, perlindungan fisik dan lingkungan, keamanan operasional, keamanan komunikasi dan keamanan sumber daya manusia), 4 diantaranya sudah sesuai dengan standar dan 2 masih belum lengkap. Belum adanya kebijakan terkait pelabelan informasi serta belum adanya pelatihan rutin terkait praktik keamanan sistem informasi kepada pegawai menjadi poin yang belum dilaksanakan oleh rumah sakit. Hal ini membuka risiko ancaman kebocoran data medis terutama terkait dengan pengelolaan data medis secara internal rumah sakit.
Indonesia’s Ministry of Health is currently enacting a plan to further accelerate the digitalization of the healthcare sector. One of the plans is to ensure the application of Electronic Medical Record (EMR) in all healthcare facilities across Indonesia. Though it is known that the further we accelerate digitalization, the higher the risk of data breaches. The current regulations do not state any standard to adopt as a framework for hospital cybersecurity. Thus, this research aims to implement ISO 27001:2013 standards as one of the means to evaluate the practice of hospital cybersecurity at Bina Medika Maternal and Children Hospital. The results are, according to 6 controls chosen in this research (asset management, access control, physical and environmental security, operational security, communication security, and human resources security), that 4 of the controls are practiced according to the standards. 2 controls that are still not practiced according to the standards, lack the practice and regulation regarding information labeling and routine training of the employees regarding the practice hospital cybersecurity. This opens a risk of medical data breach particularly from inside the organization due to the mishandling of medical information by employees.
Read More
B-2360
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lili Susanti; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Acim Heri Iswanto, Vica Claudia Budiono
Abstrak:
Proses distribusi obat ke rawat inap merupakan salah satu proses kritis dalam pelayanan rumah sakit yang berpengaruh terhadap kesinambungan terapi dan mutu pelayanan pasien. Di RSIA Bina Medika, proses distribusi obat pasien baru rawat inap masih menghadapi permasalahan berupa panjangnya lead time pelayanan yang disebabkan oleh dominasi aktivitas non value-added, khususnya aktivitas menunggu dan koordinasi lintas unit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan efektivitas waktu distribusi obat ke rawat inap menggunakan pendekatan Lean Six Sigma. Penelitian ini menggunakan desain before–after study dengan kerangka kerja DMAIC (Define, Measure, Analyse, Improve, Control). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan pencatatan waktu proses pada sistem informasi rumah sakit (SIMRS) terhadap 25 resep pasien baru rawat inap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data meliputi Value Stream Mapping, analisis Pareto, analisis akar masalah menggunakan metode 5 Whys, serta uji statistik non-parametrik Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi pre-intervensi, aktivitas non value-added mencapai 82,65% dari total waktu proses, dengan pemborosan utama berasal dari aktivitas menunggu perawat ke farmasi dan menunggu verifikasi resep. Rata-rata lead time distribusi obat sebelum intervensi masih tinggi dengan variasi waktu proses yang besar. Setelah dilakukan intervensi berupa penataan ulang alur kerja, perbaikan pembagian tugas tenaga kesehatan, serta penerapan standar operasional prosedur distribusi obat berbasis SIMRS, terjadi penurunan lead time distribusi obat yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Penurunan signifikan terutama terjadi pada aktivitas non value-added utama, termasuk menunggu perawat ke farmasi, konfirmasi resep ke dokter, dan aktivitas komunikasi manual, sementara aktivitas value-added tetap stabil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Lean Six Sigma efektif dalam meningkatkan efisiensi proses distribusi obat ke rawat inap  sehingga dapat dijadikan pendekatan strategis dalam upaya peningkatan mutu pelayanan farmasi rumah sakit secara berkelanjutan.

The inpatient medication distribution process is a critical component of hospital services that affects the continuity of therapy and overall quality of care. At RSIA Bina Medika, the distribution process for newly admitted inpatients experienced prolonged lead times due to the dominance of non–value-added activities, particularly waiting and cross-unit coordination. This study aimed to analyze and improve the effectiveness of inpatient medication distribution time using the Lean Six Sigma approach. A before–after study design was applied using the DMAIC (Define, Measure, Analyse, Improve, Control) framework. Process time data were collected through direct observation and hospital information system (SIMRS) records from 25 newly admitted inpatient prescriptions before and after the intervention. Data analysis included Value Stream Mapping, Pareto analysis, root cause analysis using the 5 Whys method, and non-parametric statistical testing using the Mann–Whitney U test. The results showed that prior to intervention, non–value-added activities accounted for 82.65% of the total process time, with the main sources of waste being waiting for nurses to collect medications and waiting for prescription verification. The average medication distribution lead time before intervention was relatively high with considerable process variation. Following interventions involving workflow restructuring, improved task allocation among healthcare staff, and the implementation of a SIMRS-based standard operating procedure for medication distribution, a statistically significant reduction in lead time was observed (p < 0.05). Significant reductions were primarily observed in major non–value-added activities, including waiting for nurses, prescription clarification, and manual communication, while value-added activities remained stable. This study concludes that the application of Lean Six Sigma effectively improves the efficiency of inpatient medication distribution and can serve as a sustainable quality improvement strategy for hospital pharmacy services. Keywords: Lean Six Sigma, medication distribution, inpatient, lead time, hospital pharmacy
Read More
B-2594
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Dwi Anggraini; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, Irma Rismayanty, Danyel Suryana
Abstrak:
Keselamatan adalah isu fundamental bagi rumah sakit, dimana keselamatan pasien merupakan prioritas utama karena berkaitan dengan kualitas dan nama baik rumah sakit. Pelaksanaan keselamatan pasien di rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi. Pada tahun 2021, RSIA Bina Medika telah melakukan pengukuran budaya keselamatan pasien dimana diketahui bahwa budaya keselamatan pasien di RSIA Bina Medika masih tergolong rendah. Selain itu, pada tahun 2021 tercatat telah terjadi 37 insiden keselamatan pasien di RSIA Bina Medika, dimana tercatat telah terjadi 1 kejadian sentinel. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika pada tingkat individu dengan melakukan tela?ah dokumen Ongoing Professional Practice Evaluation (OPPE). Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui gambaran sikap petugas terhadap keselamatan pasien dan hubungannya, serta gambaran pengetahuan petugas terhadap keselamatan pasien dan hubungannya. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk menemukan strategi yang tepat yang harus dilakukan manajemen rumah sakit dalam rangka meningkatkan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika. Penelitian ini adalah penelitian mix method dengan pendekatan cross-sectional, dimana dilakukan survei kuesioner terkait sikap (dengan SAQ-INA) dan pengetahuan, serta wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) dan tela?ah dokumen terkait termasuk OPPE bagian Keperawatan tahun 2021. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 54% petugas menerapkan keselamatan pasien dengan baik. Lalu, diketahui bahwa 56% petugas bersikap negatif terhadap keselamatan pasien dan 78% petugas berpengetahuan baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap petugas dengan keselamatan pasien, begitu pula pengetahuan (p =1 dan p=0,08). Dari wawancara mendalam diketahui terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika. Dari FGD didapatkan berbagai strategi peningkatan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika yang akan diterapkan kedepannya. Dari keseluruhan penelitian ini diketahui bahwa penerapan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika masih belum baik karena terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika. Mayoritas petugas sudah berpengetahuan baik, namun masih banyak petugas yang bersikap negatif terhadap keselamatan pasien. Selain sikap dan pengetahuan, diketahui banyak faktor lainnya yang juga turut berkontribusi dalam pelaksanaan keselamatan pasien di RSIA Bina Medika.

Safety is a fundamental issue for hospitals, where patient safety is a top priority because it relates to hospital?s quality and reputation. The implementation of patient safety in hospitals is influenced by various factors, such as individual factor, psychological factor and organizational factor. In 2021, RSIA Bina Medika had measured patient safety culture where the result showed that patient safety culture at RSIA Bina Medika was still relatively low. In addition, in 2021 there was 37 patient safety incidents at RSIA Bina Medika, where 1 sentinel incident had been recorded. Therefore, this research was conducted to find out the description of the implementation of patient safety at RSIA Bina Medika at individual level by conducting a review of the Ongoing Professional Practice Evaluation (OPPE) document. This study was also conducted to describe staff?s attitude towards patient safety and its relationship, as well as an overview of the staff's knowledge of patient safety and its relationship. In addition, this research was conducted to find the right strategy that hospital management must implement in order to improve patient safety at RSIA Bina Medika. This research was a mixed method research with a cross-sectional approach, in which a questionnaire survey was carried out regarding attitudes (with SAQINA) and knowledge, as well as in-depth interviews, Focus Group Discussion (FGD) and a review of related documents including the 2021 OPPE of Nursing section. The research results showed that 54% of staff implement patient safety well. Then, it was known that 56% of staff had a negative attitude towards patient safety and 78% of staff had good knowledge. There was no significant relationship between staff?s attitudes and patient safety, as well as knowledge (p = 1 and p = 0.08). From in-depth interviews it was known that there were several obstacles in implementing patient safety at RSIA Bina Medika. From the FGD, various strategies were obtained to improve patient safety at RSIA Bina Medika which will be implemented in the future. From all of this research it was known that the implementation of patient safety at RSIA Bina Medika was still not good because there were several obstacles in implementing patient safety at RSIA Bina Medika. The majority of staffs had good knowledge, but there were still many staffs who had negative attitude towards patient safety. Apart from attitude and knowledge, it was known that there were many other factors that also contribute to the implementation of patient safety at RSIA Bina Medika.
Read More
B-2304
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natalia Suzana; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wachyu Suilistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Made Koen Virawan, Ida Ayu Oka Purnama Wati
Abstrak: Keselamatan pasien merupakan hal yang sangat mendasar dalam pelayanankepada pasien di rumah sakit. Sebagai langkah awal dalam upaya meningkatkankeselamatan pasien di rumah sakit adalah dengan mengukur budaya keselamatanpasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepemimpinantransformasional, kerjasama tim, dan kesadaran individual dengan budaya keselamatanpasien di Rumah Sakit Prima Medika (RSPM) Denpasar. Metode yang digunakanadalah metode campuran (mix method). Pendekatan kuantitatif menggunakan jenispenelitian potong-lintang (cross-sectional). Kuesioner dibagikan kepada sampelsebanyak 218 responden. Pada pendekatan kualitatif dilakukan penelusuran lebih lanjutterhadap hal-hal yang dirasa masih belum terjawab, untuk melengkapi penjelasan hasilpenelitian kuantitatif. Analisis statistik menggunakan Structural Equation Modelling(SEM), dengan program STATA-SE 12.1. Wawancara mendalam dilakukan denganDireksi RSPM dan pegawai yang terkait, untuk konfirmasi hasil penelittian. Hasilanalisis menunjukkan variabel independen yang saling berhubungan yaituKepemimpinan Transformasional, Kesadaran Individual, dan Kerjasama Tim, danketiganya berhubungan secara bemakna dengan variabel dependen BudayaKeselamatan Pasien (p<0,001). Variabel kesadaran individual mempunyai hubunganpaling besar (77,8%) dengan budaya keselamatan pasien dibandingkan variabel lainnya.Disarankan untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien di RSPM, maka perludiadakan pelatihan keselamatan pasien secara rutin, meningkatkan komunikasi yangefektif, kompetensi dan kewaspadaan terhadap risiko, belajar dari kesalahan, danevaluasi beban kerja, agar tercipta budaya keselamatan pasien yang diinginkan.Kata kunci: budaya keselamatan pasien, structural equation modeling, kepemimpinantransformasional, kerjasama tim, kesadaran individual.
Patient safety is very basic in the service to patients in the hospital. As a firststep in improving patient safety in hospitals is by measuring the patient's safety culture.The purpose of this research is to know the relationship of transformational leadership,teamwork, and individual awareness to patient safety culture at Prima Medika Hospital(RSPM) Denpasar. The method used is mix method. The quantitative approach usescross-sectional research. Questionnaires were distributed to a sample of 218respondents. In a qualitative approach, further searches on things that remainunanswered, to complement the explanation of the results of quantitative research.Statistical analysis using Structural Equation Modeling (SEM), with STATA-SE 12.1program. In-depth interviews were conducted with the RSPM Board of Directors andrelevant employees, to confirm the results of the study. The results of the analysis showthat the independent variables are Transformational Leadership, Individual Awareness,and Team Cooperation, and all three are related significantly to the dependent variableof Patient Safety Culture (p <0.001). The individual consciousness variable had thegreatest relation (77,8%) with patient safety culture compared to other variable. It isrecommended to improve patient safety culture in RSPM, it is necessary to conductroutine patient safety training, improve effective communication, risk competence andawareness, learn from mistakes, and evaluate workload, in order to create desiredpatient safety culture.Keywords: patient safety culture, structural equation modeling, transformationalleadership, teamwork, individual awareness.
Read More
B-1971
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulika Harniza; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Mieke Savitri, Wirda Saleh, Alim A. Irsal
Abstrak: Abstrak
Sistem informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang akurat bagi rumah sakit. Saat ini RS Anna Medika telah memiliki SIMRS, tetapi penerapannya masih belum maksimal dengan adanya selisih pencatatan obat secara manual yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan digital. Maka diperlukan evaluasi implementasi SIMRS di instalasi farmasi RS Anna Medika. 
Penelitian mengenai evaluasi implementasi sistem pencatatan dan pelaporan obat di instalasi farmasi RS Anna Medika tahun 2012 berdasarkan kualitas sistem, kualitas informi dan kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif interpretative dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen terhadap dengan menggunakan informan yang berjumlah 9 orang dari staf pelayanan farmasi hingga direktur rumah sakit. 
Dari hasil triangulasi sumber, metode dan data diperoleh hasil bahwa saat ini sistem pencatatan dan pelaporan obat belum optimal. Untuk mendapatkan alternatif strategi pemecahan masalah maka dilakukan analisis dengan matriks QSPM yang sebelumnya telah dilakukan analisa SWOT dan pembobotan dengan matriks EFAS/IFAS. Alternatif strategi pemecahan masalah dari hasil pembobotan yaitu memperbaiki kelemahan internal dan menggunakan kesempatan eksternal dengan melakukan pemanfaatan dan memperbaiki sistem informasi yang sudah ada. Selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan rekomendasi kebijakan RS Anna Medika Bekasi dalam mengatasi permasalahan terkait sistem pencatatan dan pelaporan obat di instalasi farmasi RS Anna Medika Bekasi. 
Hospital Management Information System has an important role to accurately provides information for Hospital. As today, Anna Medika Hospital has one of the system, but has not been optimally implemented for it has been a difference on manual drugs recordings with digital version. Hence, implementation evaluation of the system in Pharmacy Installation must be needed. 
This study evaluated the information system in Pharmacy Installation on Drugs recordings at Anna Medika Hospital in 2012, by means in system quality, information quality, service quality. This study conducted with interpretative qualitative design with in depth interviews, direct observations, and document's reviews. There were 9 interviewee from pharmacy staff until the board of directors. 
From triangulation analysis of source, methods and data we concluded that the system of drug report and drug records were notoptimally used. Using QSPM matrix preceeding with SWOT analysis and weighted with EFAS/IFAS Matrix, we found an alternative problem solving strategic by internal weakness repairment and using provided external opportunities, with information system fixing and optimally use. Therefore, it will be a policy recommendation to Anna Medika Hospital regarding drug recording and drug report.
Read More
B-1469
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Purnawan Junadi, Solichatin Yatminah
B-1887
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andini Tri Wijayati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Fushen; Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kinerja, RS UKRIDA melakukan implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penerimaan atau penolakan sistem oleh pengguna adalah penentu keberhasilan atau kegagalan adopsi sistem. Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu metode untuk melakukan penilaian penerimaan teknologi yang paling banyak digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis penerimaan penggunaan SIMRS oleh karyawan RS UKRIDA dengan menggunakan TAM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional terhadap 104 karyawan RS UKRIDA. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap persepsi manfaat. Persepsi kegunaan dan persepsi manfaat berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan. Sikap terhadap penggunaan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Persepsi manfaat berpengaruh secara langsung namun tidak signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Pada pengaruh tidak langsung, persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku melalui sikap penggunaan. Dan pengaruh tidak langsung persepsi kemudahan terhadap intensi/niat perilaku bernilai positif dan signifikan. Sikap terhadap penggunaan merupakan prediktor terpenting dari intensi/niat perilaku karyawan RS UKRIDA terhadap penggunaan SIMRS
Read More
B-2293
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Firdaus; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Helen Andriani, Dwi Noerjoedianto, Muhammad Syukri
Abstrak: Praktik cuci tangan merupakan faktor kunci dalam menurunkan dan mencegah infeksi terkait pelayanan kesehatan. Masih rendahnya praktik cuci tangan di kalangan petugas kesehatan menyebabkan angka infeksi di rumah sakit masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen yang menjadi penyebab masih rendahnya praktik cuci tangan enam langkah melalui pendekatan elemen strategi implementasi multimodal WHO di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Batanghari. Dengan pendekatan kualitatif, Hasil penelitian menunjukkan praktik cuci tangan enam langkah baik (89,6%) dan ketersediaan handrub berbahan dasar alkohol merupakan faktor yang paling dominan berkontribusi terhadap pelaksanaan praktik cuci tangan enam langkah.
Read More
T-5798
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evie Ni'matunnisa; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Septiara Putri, Titi Anggraini Nasution, Avicena M. Iqbal
Abstrak:

Tesis ini membahas tingkat kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional di RS Multazam Medika tahun 2018. Pelayanan farmasi yang bermutu merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja rumah sakit dalam hal kendali mutu dan biaya. Pada lokasi tempat penelitian didapatkan gambaran peresepan obat pasien BPJS diluar formularium nasional sehingga mengakibatkan peningkatan biaya paket. Tingkat kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional di RS Multazam Medika tahun 2018 adalah 79,4%, dimana tingkat kepatuhan terendah terjadi di UGD (58,4%), dan poli syaraf (68,4%). Pada wawancara terdapat hubungan antara pengetahuan, informasi, sikap dan motivasi yang mempengaruhi faktor kepatuhan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif untuk mengetahui persentase kepatuhan dokter dan metode kualitatif dengan wawancara mendalam. Kata Kunci: Farmasi, Formularium Nasional (Fornas), Kepatuhan Dokter, Peresepan Obat.


This thesis discusses the level of compliance of doctors in prescribing national formulary drugs at Multazam Medika Hospital in 2018. Quality pharmaceutical services are one of the indicators to assess hospital performance in terms of quality and cost control. At the location where the study was obtained, an overview of the prescription of drugs for BPJS patients outside the national formulary resulted in an increase in package costs. The level of compliance of doctors in prescribing national formulary drugs at Multazam Medika Hospital in 2018 was 79.4%, where the lowest level of adherence occurred in the ER (58.4%), and neuroscientists (68.4%). In the interview, there is a relationship between knowledge, information, attitudes and motivation which influence the compliance factor. The method used in this research is quantitative methods to determine the percentage of doctors' compliance and qualitative methods with in-depth interviews. Keywords: Pharmacy, National Formulary, Doctor's Compliance, Prescribing Medicines.

Read More
B-2585
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive