Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26515 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syifa Aulia Aminudin; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dwi Susanti
Abstrak:
Pemberian makanan pada bayi dan anak merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat. Keragaman Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi salah satu indikator dalam menilai kecukupan gizi bayi 6-23 bulan. Praktik pemberian MPASI beragam ini melibatkan peran besar orang tua/pengasuh. Namun, jika pengetahuan tidak memadai, kurangnya waktu, dan terbatasnya peran orang tua maka pemberian MPASI beragam tidak akan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian MPASI beragam pada bayi usia 6-23 bulan di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase bayi 6-23 bulan di Desa Cibokor yang mendapatkan MPASI beragam yaitu 68,6%. Uji regresi logistik ganda menunjukkan pengetahuan ibu dengan praktik pemberian MPASI beragam pada bayi 6-23 bulan berhubungan signifikan secara statistik setelah dikontrol variabel kunjungan ANC (AOR=5,688; 95% CI: 2,135-15,155). Temuan ini menunjukkan bahwa pelayanan ANC berfungsi secara efektif sehingga Puskesmas dapat lebih meningkatkan edukasi tentang Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), khususnya mengenai keragaman MPASI, melalui peningkatan pemanfaatan layanan perawatan nifas (PNC).


Infant and young child feeding is the main key in promoting healthy growth and development of children. The diversity of complementary foods is one of the indicators in assessing nutritional adequacy of infants aged 6-23 months. Providing diverse complementary foods relies heavily on the active involvement of parents or caregivers. However, inadequate knowledge, time constraints, and limited parental involvement can hinder the optimal provision of diverse complementary foods. This study aimed to examine the relationship between maternal knowledge and the provision of diverse complementary foods for infants aged 6-23 months in Cibokor Village, Cibeber District, Cianjur Regency. The study employed a cross-sectional design with a sample of 105 respondents. The study found that 68,6% of infants aged 6-23 months in Cibokor Village received diverse complementary foods. Logistic regression analysis revelead a statistically significant relationship between maternal knowledge and the provision of diverse complementary foods for infants aged 6-23 months, after controlling for ANC visit variable (AOR=5.688; 95% CI: 2.135-15.155). These findings suggest that the ANC services are functioning effectively. Public Health Center could further enhance maternal education on Infant and Young Child Feeding (IYCF), particularly regarding the diversity of complementary foods, through increased utilization of postnatal care (PNC) services.
Read More
S-12131
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adimas Siti Helvanisari Denang; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Irwan
Abstrak: Stunting atau pendek (PB/U < -2SD) merupakan kegagalan pertumbuhan liniear yangmenjadi permasalahan dunia terutama negara berkembang. Stunting terjadi akibat daribanyak faktor diantaranya, faktor maternal, lingkungan, MPASI tidak adekuat, danpemberian ASI. Faktor maternal yang mempengaruhi kejadian MPASI adalahkarakteristik ibu, riwayat kehamilan, dan kesehatan mental. Salah satu masalahkesehatan mental pada ibu adalah gangguan mood. Pada penelitian ini penulis inginmengetahui hubungan gangguan mood dan pola asuh gizi terhadap stunting. Penelitianini menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan data Riskesdas 2018.Penelitian ini dimulai dari September 2019 s/d April 2020. Analisis pada penelitian iniadalah univariate, bivariate dan multivariate. Uji Chi-square pada penelitian inimendapati bahwa ada hubungan signifikan gangguan mood, pola asuh gizi dankarakteristik ibu terhadap stunting (p value < 0.001). Gangguan mood, ASI Eksklusif,MPASI tepat waktu, dan pekerjaan ibu merupakan faktor protektif terhadap stunting(OR<1) Hasil analisis multvariat mendapati usia adalah faktor yang paling kuatmempengaruhi kejadian stunting. Peneliti menyaranakan pemerintah untuk melakukanupaya yang lebih gencar lagi pada skrining gangguan mood, pemantauan status gizi danpemantauan status gizi ibu dan anak.Kata Kunci :Stunting, gangguan mood, pola asuh gizi.
Read More
S-10374
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmala Hayati; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Henny Hermayani
Abstrak: Pembahasan skripsi ini mengenai hubungan karakteristik ibu (pendidikan,pengetahuan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, kenaikan berat badan selamakehamilan), karakteristik bayi (berat badan lahir, jenis kelamin), praktek pemberian makan (praktek pemberian ASI dan MP ASI) dengan status gizi bayi6-11 bulan di Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung tahun 2012. Penelitian inimenggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 77 bayi usia 6-11 bulan. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dalam penelitian ini adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi, pendapatan keluarga dan praktek pemberian ASI. Penulis menyarankan agar meningkatkan kegiatan pendidikangizi bagi ibu, melalui penyuluhan di posyandu terutama yang berkaitan denganpemberian ASI Eksklusif, PUGS (Panduan Umum Gizi Seimbang), sertameningkatkan pengawasan menganai sosialisasi terkait ASI Eksklusif.Kata kunci: Status gizi bayi, praktek pemberian makan, ASI, MP ASI
This research is about the correlation maternal characteristics (educational level,level of knowledge, employment status, family income, the weight gain duringpregnancy), infant characteristics (gender and birth weight), feeding practices(breastfeeding practices and complementary feeding) with nutritional status ofinfants aged 6 until 11 months in Jatinegara, Cakung Subdistrict, in 2012. Thedesign of this research is cross sectional. The sampel of this research is 77 infantsaged 6 until 11 months. The independent variabels are maternity education,maternity knowledge of nutrition, the family income, and the practice ofbreastfeeding. Based on the result of this research improving the activities aboutmaternity knowledge of nutrition by attending illuminations at Posyanduespecially related to exclusive breastfeeding and improving the control ofsocialization related to exclusive breastfeeding.Keywords: Infant nutritional status, feeding practices, breastfeeding,complementary feeding
Read More
S-7637
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Agustini; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martya Rahmaniati M., Sandra Fikawati, Anies Irawati, Hikmah Kurniasari
Abstrak:
ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu dengan kehamilan yang tidak diinginkan berisiko untuk tidak memberikan ASI eksklusif atau bahkan tidak menyusui sama sekali. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia menurut SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data SDKI 2017. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun di Indonesia, sampel penelitian 1.244 WUS dengan anak usia 0-5 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif, variabel independen adalah kehamilan tidak diinginkan dan variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, paritas, status ekonomi, pekerjaan, status pernikahan, IMD, kunjungan ANC, dan wilayah tempat tinggal. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariate dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan persentase ASI eksklusif di Indonesia yaitu sebesar 59,4% dan persentase kehamilan tidak diinginkan di Indonesia sebesar 19,5%. Hasil analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol oleh variabel kovariat (p=0,064), namun ditemukan interaksi variabel kehamilan tidak diinginkan dan paritas dengan OR primipara 2,78, artinya ibu primipara dengan kehamilan tidak diinginkan berisiko 2,78 kali lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI Eksklusif dibandingkan ibu dengan kehamilan diinginkan setelah dikontrol status ekonomi. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan capaian pemberian ASI eksklusif yaitu pelatihan tenaga konselor, peningkatan KIE terkait pemberian ASI eksklusif khususnya pada ibu dengan KTD dan optimalisasi penyediaan ruangan dan fasilitas yang mendukung ibu bekerja untuk tetap melanjutkan pemberian ASI eksklusif.

Breast milk is the best food for babies. WHO recommends exclusive breastfeeding. Mothers with unwanted pregnancies are at risk for not giving exclusive breastfeeding or not even breastfeeding at all. The research objective was to determine the relationship between unwanted pregnancies and exclusive breastfeeding in Indonesia according to the 2017 IDHS. This research was a cross-sectional study using data from the 2017 IDHS. The population of this study was all Women of Reproductive Age (WUS) 15-49 years in Indonesia, the study sample was 1,244 WUS with children aged 0-5 months who met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable in this study was exclusive breastfeeding, the independent variable was unwanted pregnancy and the covariate variables were age, education, parity, economic status, employment, marital status, IMD, ANC visits, and area of residence. The analyzes performed were univariate, bivariate and multivariate analysis with multiple logistic regression tests of the risk factor model. The results showed that the percentage of exclusive breastfeeding in Indonesia was 59.4% and the percentage of unwanted pregnancies in Indonesia was 19.5%. The results of the multivariate analysis showed that there was no relationship between adverse event status and exclusive breastfeeding after being controlled by the covariate variable (p=0.064), however, there was an interaction between the unwanted pregnancies and parity variables with OR primipara 2.78 meaning that primiparous mothers with unwanted pregnancies are at risk of 2.78 times higher for not giving exclusive breastfeeding compared to mothers with wanted pregnancies after controlling for economic status. Efforts need to be made to improve the ability of exclusive breastfeeding, namely counselors, increasing IEC related to exclusive breastfeeding, especially for mothers with unwanted pregnancies and optimizing the provision of rooms and facilities that support working mothers to continue to provide exclusive breastfeeding.
Read More
T-6681
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Latipatul Anshor; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Eko Prihastono, Popy Irawati
Abstrak: ASI merupakan gizi terbaik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dan sistem kekebalan tubuh bayi. WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. IMD merupakan kunci keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia menurut SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan SDKI 2017. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun di Indonesia, sampel sebanyak 1243 WUS dengan anak usia 0-5 bulan dan masih menyusui serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah ASI eksklusif, variabel independen utama yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan variabel kovariat umur, paritas, pendidikan, status pekerjaan, status ekonomi, daerah tempat tinggal, frekuensi kunjungan ANC, tempat persalinan, metode persalinan dan penolong persalinan. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariate dengan chi square dan analisis multivariate dengan regresi logistic ganda model faktor resiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia yaitu sebesar 37,5%, dan IMD (39,5%). Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMD dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol oleh variabel kovariat dengan (p=0,001 dan OR=2,537) artinya ibu yang melaksanakan IMD memiliki peluang 2,537 untuk memberikan ASI eksklusif. Pada penelitian ini tidak ada variabel konfounding dalam hubungan IMD dengan pemberian ASI eksklusif. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatan capaian pemberian ASI eksklusif yaitu optimalisasi proses KIE terkait IMD dan ASI eksklusif, memfasilitasi ibu untuk melakukan IMD sesuai prosedur, pelatihan pelaksanaan IMD untuk setiap tenaga kesehatan yang menjadi penolong persalinan dan adanya kebijakan yang terintegrasi di setiap fasilitas kesehatan dari pusat ke daerah terkait pelaksanaan IMD sesuai flowchart.
Breast milk is the best nutrition to optimize baby growth and development and the baby's immune system. WHO recommends exclusive breastfeeding for 6 months. Early initiation of breastfeeding (EIBF) is the key of exclusive breastfeeding?s success. The purpose of the study was to determine the relationship between EIBF and exclusive breastfeeding for infants 0-5 months in Indonesia according to the 2017 IDHS. This research was a cross-sectional study using the 2017 IDHS. The population of this study were all of fertile women 15- 49 years old in Indonesia, a sample of 1243 women on fertile age who have the children 0-5 months and still breastfeeding and met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable in this study was exclusive breastfeeding, the main independent variable EIBF and the covariates were age, parity, education, employment status, economic status, area of residence, frequency of ANC visits, place of delivery, delivery method and birth attendant. The analysis for this research is univariate analysis, bivariate with chi square and multivariate analysis with logistic regression. The results showed that the percentage of exclusive breastfeeding for infants 0-5 months in Indonesia (37,5%) and EIBF (39,5%). The results of the multivariate analysis showed that there was a significant relationship between early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding after being controlled by covariate variables with (p=0.001 and OR=2.537) meaning that mothers who carried out early initiation of breastfeeding had a 2.537 chance of exclusive breastfeeding. In this study, there were no confounding variables between early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding. Various efforts need to be done to increase the achievement of exclusive breastfeeding with optimizing the IEC process related to EIBF and exclusive breastfeeding, facilitating mothers to carry out EIBF according to procedures, training in the implementation of EIBF for every health worker who assists childbirth and the existence of integrated policies in every health facility from the center to areas related to the implementation of EIBF according to the flowchart.
Read More
T-6474
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Sekarini; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Zaterti
S-9609
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeniza Catheleya; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Rina Artining Annggorodi
S-7550
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Virgin Susilowati; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Evi Fatimah, Ade Jubaedah
Abstrak: Perkembangan anak di awal kehidupannya akan mempengaruhi kesejahteraannya dikemudian hari. Perkembangan awal anak akan optimal bila kebutuhan gizinya terpenuhi. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi di awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubangan pola pemberian ASI dengan perkembangan bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jambon dengan jumlah responden sebanyak 141 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif 47,5% mengalami perkembangan suspek terhambat, dan bayi dengan ASI eksklusif yang mengalami perkembangan suspek terhambat sebesar 26,2%. Berdasar analisis statistik regresi logistik berganda menunjukkan hasil ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI dengan perkembangan bayi p=0,010 (95% CI 1,349-9,517). Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 3,6 kali lebih besar untuk mengalami perkembangan suspek terhambat
Read More
T-6006
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Savitri Utami; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Triyanti, Fatmah, Dyah Santi Puspitasari, Yuni Zahraini
Abstrak:
ABSTRAK Selain metode konvensional, ada metode pemberian MPASI alternatif yang disebut Baby-Led Weaning BLW yang menjadi populer dikalangan ibu. Meski tak sedikit yang kontra karena menganggap metode ini dapat membuat bayi tersedak karena bayi makan dalam bentuk padat sejak awal, sebagian orang tua di Indonesia pro karena menganggap BLW dapa t melatih motorik dan sensorik bayi serta membuat bayi menjadi tidak susah makan sehingga memilih untuk menggunakan metode ini ketika memberikan MPASI pada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perilaku pemberian MPASI pada bayi dengan metode BLW pada member aktif komunitas cerita BLW dan follower instagram @ceritablw tahun2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure, metode pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi terhadap informan ibu yang menggunakan metode BLW pada pemberian MPASI. Didapatkan hasil bahwa pengetahuan, sikap, ketersediaan informasi, dan dukungan keluarga baik sehingga informan dapat melakukan perilaku pemberian MPASI dengan metode BLW dengan sebaik-baiknya yaitu dengan memerhatikan zat gizi dan keamanan. Saran bagi bidang penelitian sekiranya dapat melakukan penelitian lebih mendalam tentang metode ini dengan melibatkan jumlah populasi yang lebih besar dan bagi penentu kebijakan di Kementerian Kesehatan sekira nya dapat mempertimbangkan metode ini.

ABSTRACT In addition to konventionall methods, there is an alternative feeding method called Baby Led Weaning BLW which is popular among mothers. Although not a few people who cons because in this method babies eat in solid form since the beginning of complementary feeding that can make babies choking, some parents in Indonesia pro because think BLW can train motor and sensory skill of their baby and make the baby not become a picky eater. This study aims to conduct behavioral analysis of MPASI in infants by BLW method on active member of cerita BLW community and follower instagram ceritablw in 2018. This study used a qualitative approach with Rapid Assessment Procedure design, in depth interview data collection method and observation of maternal informant which uses the BLW method. It was found that knowledge, attitude, availability of information, and family support of informants were good so that informants could perform the behavior of giving complementary food with BLW method as best as they can by paying attention to nutrition and savety. Suggestions for Puslitbang should be able to conduct more in depth research on this method by involving larger populations and for policy makers in the Kementerian Kesehatan Indonesia should consider this method as a complementary feeding method.
Read More
T-5401
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Indah Puspitasari; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Hadi Pratomo, Sandra Fikawati, Sri Durjati, Rusmiyati
Abstrak: Pemerintah Indonesia telah menargetkan cakupan ASI eksklusif sebesar 80%,namun hasil data dari Kementrian Kesehatan RI tahun 2017 cakupan ASI eksklusifsemakin menurun menjadi 30% pada tahun 2016, dengan berbagai alasan salah satunyaibu bekerja. Pemerintah juga telah menetapkan peraturan bagi setiap perusahaan untukwajib menyediakan ruang laktasi bagi ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan pemanfaatan fasilitas ruang laktasi dengan pemberian ASIeksklusif 6 bulan pada ibu bekerja di perusahaan BUMN Jakarta. Penelitian inimenggunakan dua macam jenis penelitian, kuantitatif dengan studi cross-sectional dankualitatif untuk mengetahui kebijakan perusahaan dalam mendukung pemberianASIeksklusif yang dilaksanakan pada Mei-Juni 2018. Jumlah sampel kuantitatif sebanyak147 ibu bekerja dengan metode simpel random sampling dan kualitatif dilakukan padaibu bekerja ASI eksklusif dan tidak ASI eksklusif, penanggungjawab ruang laktasi, sertaperwakilan pimpinan perusahaan dengan metode wawancara mendalam. Hasilpenelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan fasilitasruang laktasi dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan dengan nilai p value (0.002) danOR 3.692 yang berarti bahwa ibu bekerja yang memanfaatkan fasilitas ruang laktasimemiliki peluang 4 kali memberikan ASI esklusif 6 bulan dibandingkan yang tidakmemanfaatkan. Hasil wawancara membuktikan bahwa ibu bekerja yang memanfaatkanruanglaktasi dan berhasil ASI eksklusif mendapatkan dukungan dari perusahaan dalambentuk menyediakan ruang laktasi yang nyaman dan sesuai kebutuhan, mengijinkanuntuk memerah ASI diruang laktasi meskipun saat jam kerja. Pada ibu yang tidak ASIeksklusif mendapatkan dukungan yang sama namun ASI yang sedikit dan polamanagement waktu yang kurang baik untuk memerah ASI memutuskan untuk tidakeksklusif.Kata kunci :ASI Eksklusif, Ibu Bekerja, Kebijakan Perusahaan BUMN
The government has targeted exclusive breastfeeding of 80%, but data from theMinistry of Health of the Republic of Indonesia in 2017 saw exclusive breastfeeding to30% by 2016, for various reasons one of the mothers worked. The government has alsoestablished a regulation for every company to be obliged to provide lactation room forworking mothers. This study aims to determine the relationship of utilization oflactation room facility with exclusive breastfeeding in working mother in a state-ownedcompany Jakarta. This research uses two kinds of research, quantitative with cross-sectional and qualitative study to know company policy in support of exclusive givingconducted on May-June 2018. Quantitative number of samples of 147 working motherswith a simple random sampling and qualitative methods performed on exclusivebreastfeeding mother and not exclusive breastfeeding, person in charge of lactationroom, and representatives of corporate leaders with in-depth interview method. Theresults showed that there was a significant correlation between utilization of lactationroom with exclusive breastfeeding 6 month with p value (0.002) and OR 3,692 whichmeans that working mothers utilizing lactation room facilities have 4 times more chanceof exclusive breastfeeding 6 month than those who did not. The results of the interviewsprove that working mothers who utilize lactation room and succeed exclusivelybreastfed get support from the company in the form of providing a convenient andappropriate space for treatment, allowing to pump in the lactation room even duringworking hours. In non exclusive breastfed mothers get the same support but littlebreastfeeding and poor time-management patterns for breastfeeding pumps decide not tobe exclusive.Key word :Exclusive Breast Milk, Working Mother, State Owned Enterprise In Company Policy.
Read More
T-5413
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive