Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31505 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Vicky Danis Ilmansyah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Popy Yuniar, Savitri Handayana, Verry Adrian
Abstrak:
Sejak diberlakukannya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014, pasien peserta JKN yang mencari layanan kesehatan harus mengikuti sistem rujukan berjenjang. Untuk mengakomodir rujukan pasien gawat darurat, Kementerian Kesehatan RI menerapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dan mengembangkan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 mengamanahkan layanan kesehatan rujukan berbasis kompetensi sehingga Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengembangkan sistem informasi rujukan berbasis kompetensi JakConnected. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan penggunaan sistem informasi rujukan berbasis kompetensi JakConnected di RS Daerah Provinsi DKI Jakarta. Desain penelitian menggunakan studi kualitatif dengan analisis deskriptif. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam kepada dua puluh enam narasumber, dan telaah dokumen. Hasil Penelitian menunjukkan penerimaan penggunaan sistem informasi JakConnected lebih baik dibandingkan SISRUTE namun tren penggunaanya semakin menurun. Tidak ada kendala pendanaan, tata kelola, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, maupun dukungan manajemen. Persepsi kebermanfaatan dan kemudahan sistem baik namun niat perilaku pengguna perlu ditingkatkan. Perlu perbaikan manajemen SDM dan penguatan regulasi untuk meningkatkan penggunaan sehingga dapat memberikan user experience terhadap sistem yang lebih baik.


Since the implementation of the National Health Insurance (JKN) system in 2014, JKN participants seeking health services must follow a tiered referral system. To accommodate emergency referrals, the Indonesian Ministry of Health has implemented the Integrated Emergency Response System (SPGDT) and developed the Integrated Referral System (SISRUTE). Law No. 17 of 2023 mandates competency-based referral healthcare services, prompting the Jakarta Provincial Health Office to develop the competency-based referral information system JakConnected. This study aims to assess the acceptance of the JakConnected competency-based referral information system at regional hospitals in the Jakarta Provincial Government. The research design employs a qualitative study with descriptive analysis. Data collection methods included observation, in-depth interviews with twenty-six informants, and document review. The research findings indicate that the acceptance of the JakConnected system is better than SISRUTE, but its usage trend is declining. There are no funding, governance, infrastructure, or management support issues. Perceptions of the system's usefulness and ease of use are positive, but users' behavioural intentions need to be improved. Improvements in human resource management and strengthened regulations are needed to increase usage, thereby enhancing the user experience with the system.
Read More
B-2554
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andini Tri Wijayati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Fushen; Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kinerja, RS UKRIDA melakukan implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penerimaan atau penolakan sistem oleh pengguna adalah penentu keberhasilan atau kegagalan adopsi sistem. Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu metode untuk melakukan penilaian penerimaan teknologi yang paling banyak digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis penerimaan penggunaan SIMRS oleh karyawan RS UKRIDA dengan menggunakan TAM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional terhadap 104 karyawan RS UKRIDA. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap persepsi manfaat. Persepsi kegunaan dan persepsi manfaat berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan. Sikap terhadap penggunaan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Persepsi manfaat berpengaruh secara langsung namun tidak signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Pada pengaruh tidak langsung, persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku melalui sikap penggunaan. Dan pengaruh tidak langsung persepsi kemudahan terhadap intensi/niat perilaku bernilai positif dan signifikan. Sikap terhadap penggunaan merupakan prediktor terpenting dari intensi/niat perilaku karyawan RS UKRIDA terhadap penggunaan SIMRS
Read More
B-2293
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widia Hitayani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Artha Prabawa, Supriyantoro, Devi Novianti Santoso
Abstrak:
RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya melakukan implementasi SIMRS GOS 2 untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kinerja. Penerimaan penggunaan SIMRS merupakan penentu dalam kesuksesan implementasi. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan pengguna SIMRS GOS 2 terbanyak di rumah sakit, sehingga dianggap perlu untuk menganalisis penerimaannya. Analisis penerimaan pengguna dilakukan berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) dalam penelitian kuantitatif berdesain cross sectional. Responden penelitian sebanyak 265 tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUD dr Doris Sylvanus. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan Structural Equation Model (SEM).Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan langsung yang positif dan terbukti secara statistik antara persepsi kemudahan dengan persepsi manfaat. Persepsi manfaat memiliki hubungan yang positif dengan sikap. Sikap memiliki hubungan positif dengan niat menggunakan. Niat menggunakan memiliki hubungan positif dengan penggunaan SIMRS GOS 2 secara nyata. Hubungan tidak langsung dan positif didapatkan antara persepsi manfaat dengan niat menggunakan melalui sikap.Tidak didapatkan hubungan langsung antara persepsi kemudahan dengan sikap, demikian pula antara persepsi manfaat dengan niat menggunakan SIMRS GOS 2 oleh para tenaga medis dan tenaga kesehatan di RSUD dr Doris Sylvanus.

RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya implemented SIMRS GOS 2 to improve efficiency, effectiveness, and performance. Acceptance of the use of SIMRS is decisive in successful implementation. Medical personnel and health workers are the most users of SIMRS GOS 2 in hospitals, so it is considered necessary to analyze their acceptance. User acceptance analysis was conducted based on the Technology Acceptance Model (TAM) in quantitative research with a cross sectional design. The respondents of the study were 265 medical personnel and health workers of Dr. Doris Sylvanus Hospital. The analysis was carried out with univariate tests and the Structural Equation Model (SEM). The results of the study found that there was a positive and statistically proven direct relationship between the perception of convenience and the perception of benefits. The perception of benefits has a positive relationship with attitude. Attitude has a positive relationship with intent to use. The intention to use has a positive relationship with the real use of SIMRS GOS 2. An indirect and positive relationship is obtained between the perception of benefits and the intention to use through attitude. There is no direct relationship between the perception of convenience and attitude, nor between the perception of benefits and the intention to use SIMRS GOS 2 by medical personnel and health workers at Dr. Doris Sylvanus Hospital.
Read More
B-2364
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raden Vasthu Broto Ariyo; Pembimbing: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Purnawan Junadi
Abstrak:
Penggunaan teknologi di bidang kesehatan bukanlah hal yang baru. Pemanfaatan teknologi informasi memberikan dampak pemberian pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas. Resep elektronik merupakan salah satu terobosan teknologi di bidang kesehatan, yang digunakan oleh dokter di fasilitas Kesehatan, namun belum semua dokter menggunakannya. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi nyata penggunaan resep elektronik di RS Permata Cibubur melalui pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). TAM merupakan suatu model yang menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi yang berlandaskan atas kepercayaan (beliefs), sikap (attitude), minat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (user behavior relationship). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan analisis dengan pendekatan cross sectional, kemudian dilakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan. Didapatkan hasil yang signifikan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung oleh aspek persepsi kemudahan penggunaan terhadap kondisi nyata penggunaan resep elektronik, aspek persepsi tentang kemanfaatan berpengaruh secara tidak langsung terhadap kondisi nyata penggunaan resep elektronik, serta aspek minat perilaku untuk menggunakan memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kondisi nyata penggunaan resep elektronik. Sedangkan pada aspek sikap terhadap penggunaan tidak berpengaruh secara signifikan dengan kondisi nyata penggunaan resep elektronik. Dalam upaya peningkatan penerimaan penggunaan resep elektronik, aspek persepsi kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan utama yang harus diperhatikan dengan seksama. Semakin mudah penggunaan, maka akan semakin berminat untuk menggunakan resep elektronik tersebut. Yang menjadi tantangan ke depan pada pengembangan resep elektronik adalah jaringan internet yang lambat, sistem resep yang sering mengalami error, desain dan terminologi sistem yang tidak user friendly, fitur atau kemampuan sistem yang belum sesuai dengan kebutuhan dokter, sosialisasi petunjuk atau pedoman penggunaan belum menyeluruh, serta pelatihan penggunaan yang belum dilakukan secara berkala dan menyeluruh. 

The use of technology in the health sector is nothing new. Utilization of information technology has an impact on providing better and quality health services. Electronic prescriptions are one of the technological breakthroughs in the health sector, which are used by doctors in health facilities, but not all doctors use them. This research aims to determine the real conditions of using electronic prescriptions at Permata Cibubur Hospital through the Technology Acceptance Model (TAM) approach. TAM is a model that describes information technology user behavior based on beliefs, attitudes, intentions and user behavior relationships. This is a quantitative research with non-experimental design and analysis using a cross-sectional approach, and then conducted in-depth interviews and observation of informants. Significant results were obtained that there was an indirect effect by the perceived ease of use aspect on the real conditions of using electronic prescriptions, the perceived usefulness aspect indirectly influenced the real conditions of using electronic prescriptions, and the behavioral interest aspect to use had a significant direct effect on real conditions use of electronic prescriptions. Meanwhile, the attitude towards use aspect does not significantly influence the real conditions of using electronic prescriptions. In an effort to increase acceptance of the use of electronic prescriptions, aspects of perceived ease of use are the main considerations that must be considered carefully. The easier it is to use, the more interested it will be to use the electronic prescriptions. The challenges going forward in the development of electronic prescriptions are slow internet networks, prescription systems that often experience errors, system design and terminology that are not user friendly, system features or capabilities that are not in accordance with doctor's needs, dissemination of instructions or usage guidelines that are not comprehensive, as well as usage training that has not been carried out periodically and thoroughly.
Read More
B-2372
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mentari Olivia Fatharanni; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Rico Kurniawan, Tris Eryando, Theryoto , Hilda Rizckya Badruddin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap Rekam Medis Elektronik berdasarkan Kombinasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Diffusion of Innovation Theory (DOI) di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Data penelitian dikumpulkan dengan menggabungkan desain kuantitatif dan kualitiatif. Pengumpulan data untuk desain kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan pengumpulan data untuk desain kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan antara Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU), serta antara PEOU dan Attitude toward Using (ATU). Kemudahan penggunaan menjadi faktor paling dominan dalam membentuk sikap positif terhadap RME. Faktor demografis usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap PEOU, sementara profesi menjadi variabel pembeda utama persepsi manfaat RME. Apoteker Klinis dan staf pendaftaran menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi, sedangkan dokter umum dan radiografer menghadapi hambatan beban kerja dan ketidaksesuaian alur kerja. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi RME sangat bergantung pada kemudahan sistem dan kesesuaian fungsional dengan kebutuhan profesi pengguna.

This study investigates user acceptance of Electronic Medical Records (EMR) using an integrated framework of the Technology Acceptance Model (TAM) and Diffusion of Innovation Theory (DOI) at Mitra Husada Pringsewu Hospital. A mixed-methods design was applied, combining questionnaire-based quantitative data and qualitative data from in-depth interviews. The findings reveal a positive, very strong, and significant relationship between Perceived Ease of Use (PEOU) and Perceived Usefulness (PU), as well as between P and Attitude toward Using (ATU). Ease of use emerged as the most influential factor shaping positive attitudes toward EMR. Age and gender showed no significant effect on PEOU, while professional role significantly differentiated perceptions of EMR usefulness. Clinical pharmacists and registration staff exhibited the highest acceptance, whereas general practitioners and radiographers faced workload and workflow-related barriers. These results highlight the importance of usability and role-specific system alignment in successful EMR implementation.

Read More
B-2563
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernita Sari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Hibsah Ridwan, Nanang Sugiarto
Abstrak: Digital marketing saat ini banyak digunakan dan dicari pelaku bisnis, Perkembangan teknologi yang semakin canggih mempermudah proses pemasaran. Kebutuhan atas digital marketing yang terus meningkat, mengakibatkan para pebisnis rumah sakit menggunakan strategi pemasaran online terutama disaat pandemi Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) banyak orang menghindari untuk berkunjung ke rumah sakit dan lebih memilih menggunakan aplikasi medis berbasis digital. Penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerimaan penggunaan Digital Marketing pada media Instagram dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) di Rumah Sakit Bunda Palembang. TAM merupakan suatu model yang menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi yang berlandaskan atas kepercayaan (beliefs), sikap (attitude), minat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (user behavior relationship). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survey cross-sectional. Dimensi Perceived usefulness memberikan pengaruh sebesar 31,1% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram, perceived ease of use memberikan pengaruh sebesar 13,1% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram, attitude toward using hanya memberikan pengaruh sebesar 17% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram sedangkan behavioral intention to use memberikan pengaruh sebesar 17,5% terhadap penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram di Rumah Sakit Bunda Palembang. Evaluasi menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dari berbagai dimensi didapatkan hanya dimensi perceived usefulness yang secara signifikan mempengaruhi penerimaan penggunaan digital marketing pada media Instagram di Rumah Sakit Bunda Palembang.
Digital marketing is currently widely used and sought after by business people. The development of increasingly sophisticated technology makes the marketing process easier. The need for digital marketing continues to increase, resulting in hospital businesses using online marketing strategies. Especially during the Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) pandemic, many people avoid visiting hospitals and prefer to use digital-based medical applications. This study is to determine the evaluation acceptance of the use of Digital Marketing on Instagram media using the Technology Acceptance Model (TAM) approach at Bunda Hospital Palembang. TAM is a model that explains the behavior of information technology users based on beliefs, attitudes, intentions, and user behavior relationships. This study is a quantitative study with a cross-sectional survey design. The dimension of Perceived usefulness had an impact of 31.1% on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media. Meanwhile, perceived ease of use had an impact of 13.1% on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media, the attitude toward using had given 17% impact on acceptance of digital marketing use on Instagram media. Meanwhile, behavioral intention to use had given 17.5% impact on acceptance of digital marketing use on Instagram media at Bunda Hospital Palembang. The evaluation by using Technology Acceptance Model (TAM) approach from various dimensions. Perceived usefulness dimension was found significantly affected on the acceptance of the use of digital marketing on Instagram media at Bunda Hospital Palembang.
Read More
B-2323
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Ekawati; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Wachyu Sulistiadi, Khiat Yulixar, Sri Mulyani
Abstrak:
Abstrak Unit Dose Dispensing (UDD) merupakan sistem distribusi obat di rumah sakit, di mana obat dikemas dalam bentuk dosis tunggal dan diserahkan kepada pasien untuk sekali pemakaian selama pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektifitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan Unit Dose Dispensing di RS Hermina Bekasidengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode potong lintang /cross sectional. Uji hipotesis dengan melakukan uji statistik univariat dan multivariat menggunakan Pearson Chi Square dengan sistem SPSS untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dan mempengaruhi implementasi sistem UDD dengan metode TAM. Penelitian menggunakan 100 sampel yang terdiri dari 5 profesi yaitu dokter spesialis anak, dokter umum, perawat, apoteker dan asisten apoteker. Pelaksanaan UDD di RS Hermina Bekasi yang merupakan Variabel Independent sedangkan Variabel Dependent adalah permodelan TAM yang terdiri dari 4 hal yang dinilai iatu persepsi kemudahan, persepsi manfaat , sikap penggunaan dan kecenderungan perilaku pengguna UDD. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Manfaat yang didapatkan, Sikap terhadap penggunaan, dan Kecenderungan Perilaku menghasilkan nilai uji statistik yang signifikan bahwa terdapat pengaruh dan hubungan terhadap Pelaksanaan UDD. Sedangkan karakteristik responden yang terdiri dari Profesi, usia, jenis kelamin dan tingkat Pendidikan menujukan hanya kriteria usia dan profesi yang mempengaruhi terhadap pelaksanaan UDD. Sedangkan hasil dalam kepuasan pengguna didapatkan persersi kemudahan paling tinggi yang mempengaruhi kepuasan dari pengguna, dan ketidakpuasan terhadap pelaksanaan UDD berdampak pada kecenderungan perilaku yang tidak setuju apabila UDD tetap dilaksanakan selanjutnya. Kata kunci: unit dose dispensing, technology acceptance model, farmasi.

The Dose Dispensing Unit (UDD) is a drug distribution system in a hospital, where drugs are packaged in a single dose and given to the patient for one use during treatment. The purpose of this study was to assess the effectiveness and factors that influence the successful implementation of the Dose Dispensing Unit at the Secondary Hermina Hospital using the Technology Acceptance Model (TAM) method. This study uses a quantitative approach with cross sectional method. Hypothesis testing by performing univariate and multivariate statistical tests using Pearson Chi Square with the SPSS system to see the factors that are related and affect the implementation of the UDD system with the TAM method. The study used 100 samples consisting of 5 professions, namely pediatricians, general practitioners, nurses, pharmacists and pharmacist assistants. The implementation of UDD in RS Hermina Bekasi which is the Independent Variable while the Dependent Variable is a TAM modeling which consists of 4 things which are assessed, one is perceived ease, perceived usefulness, attitude of use and behavior tendencies of UDD users. Based on the results of the study showed that the perceived ease of use, perceived benefits, attitudes towards use, and behavioral tendencies resulted in a statistically significant test value that there was an influence and relationship to the implementation of UDD. Meanwhile, the characteristics of respondents which consisted of profession, age, gender and level of education indicated only the criteria of age and profession which influenced the implementation of UDD. While the results in user satisfaction obtained the highest level of convenience that affects user satisfaction, and dissatisfaction with the implementation of UDD has an impact on the tendency of behavior to disagree if the UDD is continued. Key words: unit dose dispensing, technology acceptance model, pharmacy
Read More
B-2452
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Valencia Imelda Triastuti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Tris Eryando, Savitri Handayana , Sunardi
Abstrak:
Tesis ini membahas implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) yang dinilai dari hubungan faktor manusia (human), faktor organisasi (organization), dan faktor teknologi (tekhnology) dengan manfaat bersih (net benefit) dalam kerangka evaluasi sistem model HOT-Fit untuk mendapatkan analisis optimalisasi waktu respon dan gambaran hambatan-hambatannya. Faktor manusia (human) dinilai dari pengaruh penggunaan sistem (system use) dan kepuasan pengguna (user satisfaction). Faktor organisasi (organization) dinilai dari pengaruh struktur organisasi (structure organization), lingkungan organisasi (environment organization), dukungan manajemen (management support). Faktor teknologi (tekhnology) dinilai dari pengaruh kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), dan  kualitas layanan (service quality). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif cross sectional dengan penguatan hasil penelitian dengan mendapatkan informasi melalui metode wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara positif faktor faktor manusia (human), faktor organisasi (organization), dan faktor teknologi (tekhnology) dengan manfaat bersih (net benefit),selain itu juga didapatkan gambaran hambatan implementasi SISRUTE yaitu, beberapa Rumah Sakit Daerah tidak memiliki petugas khusus yang mengoperasikan SISRUTE, kurangnya pemahaman petugas kesehatan terhadap keunggulan SISRUTE dengan sistem informasi rujukan lainnya terkait keamanan data, kurangnya kepatuhan untuk melakukan log in kembali saat akun petugas ter log out  , kualitas sistem yang belum baik karena SISRUTE masih sering eror, fitur yang belum dianggap memudahkan dan terbatas, ketidakseragaman atau ketidaklengkapan informasi yang ditampilkan, belum ada layanan pengguna atau PIC dari pemilik sistem yang dapat dihubungi bila terjadi gangguan, belum ada SOP khusus dalam implementasi SISRUTE, terdapat kanal rujukan lain yang dianggap lebih cepat dan memudahkan

The focuss of this study is the implementation of the Integrated Referral Information System (SISRUTE) as assessed by the relationship between human factors, organizational factors, and technology factors with net benefits within the HOT-Fit system evaluation framework to obtain an analysis of response time optimization and an overview of its obstacles. Human factors are assessed based on the influence of system use and user satisfaction. Organizational factors are assessed based on the influence of organizational structure, organizational environment, and management support. Technology factors are assessed based on the influence of system quality, information quality, and service quality. This research is a quantitative cross sectional study with the strengthening of research results by obtaining information through the interview method. The results show that there is a positive influence of human factors, organizational factors, and technology factors on net benefits. In addition, it was also found that the obstacles to the implementation of SISRUTE are that some Regional Hospitals do not have special officers to operate SISRUTE, a lack of understanding among health workers regarding the advantages of SISRUTE compared to other referral information systems related to data security, a lack of compliance to log back in when the officer's account is logged out, poor system quality because SISRUTE is still often experiencing errors, features that are not considered easy and limited, inconsistencies or incompleteness of information displayed, no user services or PIC from the system owner that can be contacted if there are disturbances, no specific SOPs in the implementation of SISRUTE, there are other referral channels that are considered faster and easier.
Read More
B-2518
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vika Wahyudi Anggiri; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Septiara Putri, Iin Dewi Astuty, Hadijah Tahir
Abstrak: Resep elektronik merupakan salah satu sistem informasi berpusat kepada pelayanan dengan menghubungkan antara dokter dan apoteker yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi ketidakefisienan dan mengurangi kesalahan pemberian obat. Penyelenggaraan resep elektronik bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Namun, faktor kegunaan dan manfaat dari teknologi ini akan bergantung dari penerimaan pengguna dalam memanfaatkan teknologi yang ada. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh penerimaan penggunaan terhadap resep elektronik dengan pendekatan Technology Acceptance Model di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli tahun 2020 menggunakan desain penelitian studi cross sectional dengan pendekatan metode kuantitatif. Uji hipotesis menggunakan analisis Partial Least Square dengan probabilitas dua arah dimana nilai T-statistik lebih besar dari 1,96 maka hasil signifikan dengan memiliki pengaruh yang bermakna. Penerimaan teknologi resep elektronik di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Marjono dikategorikan cukup dengan nilai 69,6%. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi kemudahan penggunaan dipengaruhi oleh desain layar, terminologi dan pelatihan serta sikap terhadap penggunaan dan kecenderungan penggunaan dipengaruhi oleh persepsi kegunaan. Kondisi nyata penggunaan sistem terjadi penurunan jumlah penggunaan resep elektronik dan didapatkan nilai rata-rata penggunaan resep manual sebesar 5,4%. Implementasi resep elektronik di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono sudah berjalan cukup baik dan diperlukan peningkatan kemampuan sistem dengan tujuan meningkatkan kinerja dan kualitas layanan rumah sakit.
Electronic prescribing is one of the information systems focusing on automated service that connects doctors and pharmacists, which potentially improves safety care, reduces inefficiencies and prescription errors. Electronic prescribing assists users in delivering their daily works. However, the usefulness factor and benefits of electronic prescribing relies on the user acceptance to optimize the advantages of this technology. This research aims to find and to analyze the effect of user acceptance towards electronic prescribing by using Technology Acceptance Model approach at National Brain Center Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Hospital. The research was conducted in June to July 2020 by employing cross sectional research design and quantitative method approach. The hypothesis testing is developed by using Partial Least Square analysis with a twoway probability where if the value of T-Statistics is higher than 1,96, the effect is significant and meaningful. User acceptance towards electronic prescribing at National Brain Center Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Hospital is categorized as sufficient with a value of 69,6%. The research finds that perceived ease of use was influenced by screen design, terminology and training, while attitude towards using and behavioral intention were influenced by perceived usefulness. The actual system use signifies a decline in electronic prescribing usage and the average value of using manual prescribing was 5,4%. Implementation of electronic prescribing at National Brain Center Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Hospital has been running quite well and it is necessary to increase system capabilities with the aim of improving the performance and quality of hospital services.
Read More
B-2160
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Azwar; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Tris Eryando, R. Sutiawan, Maria Fransisca Antonelly Schoggers, Bambang Suberkah
Abstrak: Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, profesionalisme, kinerja, serta akses dan pelayanan pada rumah sakit. Informasi pada sistem tersebut digunakan oleh manajemen rumah sakit sebagai alat pendukung dalam pengambilan keputusan dan administrasi di rumah sakit. Evaluasi SIMRS diperlukan untuk memahami kinerja sistem agar dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan dan biayanya, serta untuk menentukan keamanan dan efektivitas SIMRS. Keberhasilan implementasi SIMRS dipengaruhi oleh faktor manusia, faktor lingkungan, dan faktor teknologi. Metode evaluasi manfaat SIMRS terhadap faktor manusia, organisasi, dan kesesuaian teknologi (HOT-Fit) mampu dan berguna dalam melakukan studi evaluasi SIMRS secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi SIMRS yang dianalisis menggunakan model Human Organization Technology (HOT) ? Fit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Muhammad Jamaludin I. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih dengan cara purposive sampling sebanyak 6 orang, terdiri dari 5 orang yang berasal dari unit pelayanan dan 1 orang dari staf Informasi dan Teknologi (IT) di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan secara umum implementasi penerapan SIMRS di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I telah berjalan baik dengan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Faktor Manusia menunjukkan bahwa penggunaan SIMRS telah bejalan baik dan kepuasan pengguna dirasakan terhadap sistem, namun masih dirasakan kurang dalam hal pemberian pelatihan kepada seluruh pengguna. Faktor Organisasi menunjukkan bahwa struktur organisasi dan lingkungan telah mendukung untuk pelaksanaan SIMRS, tetapi belum ada jadwal pemeliharaan rutin dan antivirus pada komputer dan jaringan SIMRS, dan kurangnya perangkat komputer serta belum ada Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk pelaksanaan SIMRS di unit-unit. Faktor Teknologi pada kualitas sistem masih terkendala gangguan koneksi jaringan akibat kendala sinyal internet dan belum dimanfaatkannya fitur keamanan, kualitas informasi yang dihasilkan telah sesuai dengan kebutuhan pengguna, dan kualitas layanan yang diberikan telah dirasakan baik namun belum disebarnya panduan dan buku pedoman penggunaan SIMRS di unit-unit. Faktor Manfaat SIMRS telah menunjukkan adanya efektivitas dan efisiensi bagi pengguna dan rumah sakit dalam pelaksanaannya. RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I disarankan untuk membuat SPO dan menambah perangkat komputer dalam pelaksanaan SIMRS, meningkatkan pelatihan dan membagikan modul penggunaan SIMRS kepada seluruh pegawai di unit, serta menerapkan sistem keamanan di SIMRS.
Hospital Management Information System (SIMRS) implementation aims to improve efficiency, effectiveness, professionalism, performance, access and services at hospitals. Information on the system is used by hospital management as a supporting tool in decision making and administration at the hospital. SIMRS evaluation is needed to understand system performance in order to help improve the quality of care and costs, as well as to determine the safety and effectiveness of SIMRS. Successful implementation of SIMRS is influenced by human factors, environmental factors, and technological factors. Evaluation method of the SIMRS benefits on human factors, organization, and technology suitability (HOT-Fit) is capable and useful in conducting a comprehensive SIMRS evaluation study. The purpose of this study was to find out the results of SIMRS implementation with analyzed using the Human Organization Technology (HOT) ? Fit model at the Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital. This research method was a qualitative research with a descriptive approach. Informants were selected by purposive sampling as many as 6 people, consisting of 5 people from the service unit and 1 person from Information and Technology (IT) staff at the hospital. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation, and document review. The results of the study found that in general the implementation of SIMRS at Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital has been going well with several obstacles encountered in its implementation. Human factors indicate that the use of SIMRS has been running well and user satisfaction have been felt with the system, but there is still a lack of training in providing training to all users. Organizational factors indicate that the organizational structure and environment have supported the implementation of SIMRS, but there is no routine maintenance schedule yet and no antivirus on SIMRS computers and networks, and there is a less of computer equipment and there is no Standard Operating Procedure for SIMRS implementation in units. Technological factors, system quality is constrained by network connection disturbances caused by internet signal problems and the security features has not utilized, the quality of information is in accordance with user needs, the quality of service has be perceived as good but the guidelines and manuals for the use of SIMRS in units have not been disseminated. SIMRS Benefit Factor has shown effectiveness and efficiency for users and hospitals in its implementation. Sultan Muhammad Jamaludin I Hospital recomended to make an SOP and add computer equipment number in the implementation of SIMRS, improve training and distribute SIMRS usage modules to all employees in the unit, and implement a security system in SIMRS.
Read More
B-2326
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive