Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40465 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bonyca Verlina; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Budi Hartono, Asep Supriatna
Abstrak:
Food waste merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan di sektor perhotelan akibat tingginya aktivitas produksi dan konsumsi makanan. Pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengelolaan food waste melalui pengukuran yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan timbulan food waste yang direpresentasikan oleh sampah organik sebelum dan sesudah implementasi teknologi berbasis AI di Hotel X pada periode 2022–2024, serta menggambarkan karakteristik food waste berdasarkan pengukuran teknologi AI pada outlet all-day dining. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan data sekunder berupa timbulan sampah organik bulanan sebelum (Juli 2022–Juni 2023) dan sesudah (Juli 2023–Juni 2024) implementasi teknologi AI, serta data food waste terukur berbasis AI. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata timbulan sampah organik sebelum implementasi teknologi AI sebesar 20.081,67 kg/bulan dan setelah implementasi sebesar 20.808,92 kg/bulan, serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,583). Namun, pengukuran berbasis AI menunjukkan penurunan food waste sebesar 7,7% pada tingkat outlet. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi berbasis AI berperan dalam meningkatkan kualitas pengukuran dan pengelolaan food waste, meskipun belum berdampak signifikan terhadap penurunan timbulan sampah organik secara keseluruhan.

Food waste is a significant environmental problem in the hospitality sector due to high food production and consumption activities. The use of Artificial Intelligence (AI) technology is one of the approaches to provide support for food waste management through more accurate measurement. This study aims to analyze the differences in food waste represented by organic waste before and after the implementation of AI-based technology at Hotel X in the period 2022–2024, as well as to describe the characteristics of food waste based on AI technology measurements at all-day dining outlets. This study uses a comparative quantitative design with secondary data in the form of monthly organic waste generation before (July 2022–June 2023) and after (July 2023–June 2024) the implementation of AI technology, as well as AI-based measured food waste data. The analysis was conducted univariately and bivariately using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average organic waste generation before the implementation of AI technology was 20,081.67 kg/month and after implementation was 20,808.92 kg/month, with no statistically significant difference (p = 0.583). However, AI-based measurements showed a 7.7% reduction in food waste at the outlet level. These findings indicate that AI-based technology plays a role in improving the quality of food waste measurement and management, although it has not had a significant impact on reducing total organic waste generation.
Read More
S-12190
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alkausyari Aziz; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Haryanto
T-1970
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Eka Desrina Purwanti; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Diah Wati S.
Abstrak: Tanpa pengelolaan yang baik, sampah dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang aman merupakan salah satu indikator kesehatan lingkungan dalam STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Pengelolaan sampah rumah tangga bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, namun masyarakat pun mempunyai kewajiban dalam pengelolaan sampah rumah tangganya. Bank sampah merupakan kelompok swadaya masyarakat dimana kegiatannya adalah menerima tabungan berupa sampah sebagai upaya reduce, reuse, dan recycle dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah di Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Adapun meode yang digunakan adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengetahuan dan sikap berhubungan dengan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sikap merupakan faktor dominan dalam penelitian ini dibanding faktor lainnya. Kesimpulan penelitian ini bahwa peran serta masyarakat Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah cukup baik, yaitu 63,8% Kata kunci: Bank sampah; pengelolaan sampah rumah tangga; peran serta. Without good management, waste can have a negative impact on public health. Safe waste management is one of the indicators of environmental health in STBM (Community-Based Total Sanitation). Household waste management is not just the responsibility of the government. But also has an obligation in household waste management. Waste Bank is a self-help group where the activity is to receive savings in the form of garbage as efforts reduce, reuse, and recycle in the field of waste management. This study discusses the factors that influence the participation of the community in waste management through the garbage bank in Tambun Utara Subdistrict, Bekasi Regency in 2018. The method used is Quantitative method with cross sectional approach. The result of the research shows that knowledge and attitude relate to community participation in waste management through waste bank. Attitude is the dominant factor in this study compared to other factors. The conclusion of this research is that community participation of Tambun Utara Sub-district of Bekasi Regency in waste management through garbage bank is good enough, that is 63,8%. Key words: Commnity participation; household waste management; waste bank.
Read More
S-9687
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adinda Intan Pertiwi; Pembimbing: Laila; Fitria; Penguji: Al Asyary, Sifa Fauzia
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran proses daur ulanglimbah plastik ABS yang terdapat dalam E-Waste di industri informal yang berada di kota Bekasi dan melihat faktor-faktor risiko kesehatan dan lingkungan yang mungkin ditimbulkan.
Read More
S-10478
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resa Mailina; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Edy Mulyanto, Edwin Nasli
Abstrak:
Peran masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik merupakan upaya yang tidak terbatas dalam hal mengelola sampah yang dihasilkan, melainkan juga upaya untuk menurunkan frekuensi pemakaian plastik sekali pakai, memilah sampah plastik sebelum dibuang, termasuk menjadikan sampah plastik bernilai ekonomis. Peneitian ini bertujuan menganalisis peran masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah plastik di Provinsi DKI Jakarta, Tahun 2022. Desain studi yang digunakan adalah kuantitatif (cross sectional) dengan jumlah sampel 198 responden dan kualitatif dengan wawancara mendalam sebanyak 6 informan kepada ketua RT/RW, pengelola Bank Sampah Induk dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Peran Masyarakat dalam Upaya Pengelolaan Sampah Plastik di Provinsi DKI Jakarta masih rendah berkisar 21,2%. Hal ini berkaitan dengan tidak melakukan pemilahan sampah (62,1 %), tidak melakukan mendaur ulang atau membuat kerajinan tangan dari sampah (87,4%) dan tidak Mengirim sampah ke bank sampah (75,3%). Hasil Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin dan pengetahuan terhadap peran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pengetahuan menjadi variabel dominan yang berpengaruh dan usia, petugas sampah serta kendaraan pengangkut sampah menjadi variabel confounder terhadap peran masyarakat. Hasil wawancara mendalam beberapa informan mendapatkan hasil bahwa kepedulian masyarakat masih rendah dalam hal pengelolaan sampah plastik, kurang dukungan dari lintas sektor, sarana prasarana masih kurang memadai serta perlunya adanya monitoring dan evaluasi terkait pengelolaan sampah plastik. Kesimpulan mendapatkan bahwa peran masyarakat masih rendah dalam pengelolaan sampah plastik, pada faktor predisposisi didapatkan lebih banyak usia produktif, jenis kelamin perempuan, penghasilan tinggi, pengetahuan tinggi dan sikap mendukung. Pada faktor penguat didapatkan bahwa dukungan keluarga dan dukungan RT/RW masih rendah. Sarana prasarana seperti bank sampah sudah tersedia, tempat sampah pilah belum tersedia, petugas dan kendaraan pengangkut sampah sudah tersedia. Kata kunci: Peran Masyarakat, Upaya Pengelolaan Sampah, Sampah Plastik

The role of the community in plastic waste management is an effort that is not limited in terms of managing the waste produced, but also an effort to reduce the frequency of single-use plastic use, sorting plastic waste before disposal, including making plastic waste economically valuable. This research aims to analyze the role of the community in efforts to manage plastic waste in Province DKI Jakarta, 2022. The study design used was quantitative (cross sectional) with a sample of 198 respondents and qualitative with in-depth interviews of 6 informants to the head of RT/RW, the manager of the Main Waste Bank and representatives of the DKI Jakarta Provincial Environmental Service. The role of the community in the effort to manage plastic waste in DKI Jakarta is still low at around 21.2%. This is related to not sorting waste (62.1%), not recycling or making handicrafts from waste (87.4%) and not sending waste to the waste bank (75.3%). The results of the statistical test showed a significant relationship between gender and knowledge of the community's role in waste management. Knowledge becomes the dominant variable that influences and age, garbage officers and waste transport vehicles become confounding variables on the role of the community. The results of in-depth interviews with several informants found that public awareness was still low in terms of plastic waste management, lack of support from across sectors, inadequate infrastructure and the need for monitoring and evaluation related to plastic waste management. The conclusion is that the community's role is still low in the management of plastic waste, on the predisposing factors it is found that more productive age, female gender, high income, high knowledge and supportive attitude. On the reinforcing factor, it was found that family support and RT/RW support were still low. Infrastructure facilities such as waste banks are already available, segregated garbage bins are not yet available, officers and waste transport vehicles are available. Key words: Communty Roles, Waste Management Efforts, Plastic Waste.
Read More
T-6369
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miefta Khoirina; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Wahyu Heryawan
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis tingkat efektivitas sampah organik lunak yang diolah menjadi pakan larva Black Soldier Fly (BSF) di TPA Jatibarang Semarang pada tahun 2019-2021 serta mengetahui sistem pengelolaan sampah di TPA Jatibarang Semarang. Penelitian dilakukan langsung di TPA Jatibrang Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan ekologi. Variabel yang digunakan adalah jumlah timbulan sampah per bulan, jumlah intake dan residu sampah sebagai bahan pakan larva BSF per bulan.
Read More
S-10592
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Pratama Tarigan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, Indra Chahaya, Adi Darmawan
Abstrak:
Limbah elektronik (e-waste) merupakan salah satu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang terus mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya. Provinsi Daerah Khusus Jakarta merupakan provinsi dengan data timbulan sampah tertinggi di Indonesia dengan timbulan tertinggi berada di Kota Administrasi Jakarta Timur sebesar 844.252,43 ton per tahun. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis kegiatan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah B3 serta menganalisis tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik (e-waste) di wilayah Daerah Khusus Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan desain mix method. Analisis mengenai tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik di tingkat rumah tangga Provinsi DKI Jakarta didapatkan hasil bahwa tingkat kesadaran tertinggi masyarakat di wilayah DKI Jakarta berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara dengan persentase sebesar 82,95%, sedangkan tingkat kesadaran masyarakat terendah berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan persentase sebesar 76%. Berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah elektronik yang berlaku di wilayah Daerah Khusus Jakarta, pengelolaan limbah elektronik sudah cukup baik. Pemerintah mampu menginisiasi program tersebut dimana daerah lain belum ada yang mencanangkan program pengelolaan limbah elektronik tersebut. Perlu adanya upaya pengkategorian lebih lanjut terhadap limbah elektronik yang dikumpulkan agar pada saat proses pemisahan dapat terurai dengan lebih sistematis.

Electronic waste (e-waste) is one of the Hazardous and Toxic (B3) wastes that continues to increase in number every year. Jakarta Special Region Province is the province with the highest waste generation data in Indonesia with the highest generation being in the East Jakarta Administrative City of 844,252.43 tons per year. The general objective of this research is to analyze e-waste management activities based on aspects of hazardous waste management and analyze the level of public awareness in managing e-waste in the Special Region of Jakarta. This research uses a combination method with a mix method design. Analysis of the level of public awareness in managing electronic waste at the household level in DKI Jakarta Province found that the highest level of public awareness in the DKI Jakarta area was in the North Jakarta Administrative City area with a percentage of 82.95%, while the lowest level of public awareness was in the Central Jakarta Administrative City area with a percentage of 76%. Based on the management aspects of e-waste management that apply in the Special Region of Jakarta, e-waste management is already quite good. The government was able to initiate the program where no other region has launched the e-waste management program. Further categorization of collected e-waste is needed so that during the separation process it can be decomposed more systematically.
Read More
T-7101
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Febrina; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Sofwan
S-6939
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sharyne Sylvani; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Warno Utomo, Sayid Muhadar
Abstrak: Latar belakang. Dalam kegiatannya di Fabrication Yard, PT X dapat menghasilkan limbah hingga 400,000 kg dalam waktu 90 hari walau telah menerapkan pedoman kerja tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang mengacu pada Peraturan Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya perbaikan pengelolaan limbah B3 yang diterapkan oleh PT X Fabrication Yard. Metode. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode pendekatan kualitatif dilihat dari karakteristik limbah B3 yang dihasilkan serta penerapan dari sistem pengelolaan limbah B3. Desain studi adalah deskriptid dan analisis data menggunakan metode triangulasi. Hasil. Penelitian menujukkan bahwa jumlah timbulan limbah dipengaruhi oleh jenis kegiatan dan jenis material yang digunakan di lapangan. Sementara upaya pengelolaan limbah B3 yang dilakukan berupa minimisasi, penyimpanan, pengumpulan, dan pengangkutan limbah B3, yang mana proses penyimpanan, pengumpulan dan pengangkutan limbah B3 belum sepenuhnya memenuhi persyaratan sesuai peraturan pemerintah. Upaya perbaikan hanya dilakukan pada pewadahan dalam proses penyimpanan. Simpulan. Upaya perbaikan belum sepenuhnya dilakukan dalam setiap proses pengelolaan limbah B3. Kata kunci: limbah B3, pengelolaan limbah, jenis pekerjaan, minimisasi limbah Background. In its activities at Fabrication Yard, Company X can generate up to 400,000 kg of waste within 90 days despite applying operating procedure regarding B3 waste management that based on Government Regulation. This study aims to determine the effort to improve the B3 waste management applied by Company X Fabrication Yard Method. This study uses secondary data with qualitative approach seen from the characteristic of B3 waste generated and the B3 waste management system applied. Study design was descriptive, and data were analyzed with triangulation method. Study results. Study shows that the amount of waste generated is influenced by the type of activity and the type of material used in the Yard. B3 waste management is carried out in the form of B3 waste minimization, storage, collection and transportation, in which the storage, collection and transportation of B3 waste has not fully complied with the requirements from the Government Regulations. Conclusion. Length of work were a potential variable that caused low erythrocytes count in benzene exposed workers in informal shoe industry. Keywords: benzene exposure, length of work, type of work, PPE, leukocytes count, erythrocytes count.
Read More
S-9632
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Insyira Ranti Diamantha; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah dapat dilakukan pada berbagai tingkatan, seperti pada tingkat rumah tangga. Partisipasi rumah tangga dalam pengelolaan sampah dapat dihitung dari keikutsertaannya dalam memilah dan mengumpulkan sampah pada program daur ulang sampah anorganik yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi rumah tangga pada jenis program daur ulang sampah anorganik di Kawasan Bintaro Jaya Wilayah Kelurahan Pondok Pucung dan mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan partisipasi rumah tangga tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 147 rumah tangga. Variabel dependen adalah partisipasi rumah tangga dalam pengelolaan sampah melalui program daur ulang sampah anorganik sementara variabel independen yaitu tingkat pendidikan, pengetahuan mengenai sampah, sikap terhadap pengelolaan sampah, dukungan tokoh masyarakat, adanya informasi melalui sosialisasi, jenis program daur ulang sampah anorganik, tempat sampah terpilah, ketersediaan dan akses sarana prasarana program. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi rumah tangga di Kawasan Bintaro Jaya Wilayah Kelurahan Pondok Pucung adalah 54.5% dengan tingkat partisipasi terbesar pada program donasi pada recycling center atau tempat penerima sampah untuk daur ulang. Adapun terdapat hubungan antara faktor-faktor yang tergolong ke dalam faktor enabling dan reinforcing, yaitu tempat sampah terpilah (pvalue <0.001), ketersediaan dan akses sarana prasarana program (pvalue <0.001), jenis program (pvalue = 0.009), dukungan tokoh masyarakat (pvalue <0.001), dan informasi melalui sosialisasi (pvalue <0.001).

Community participation in the implementation of waste management can be done at various levels, such as on household level. Household participation in waste management can be obtained by their sorting and collecting waste activities to the inorganic waste recycling program around their household. The purpose of this study is to analyze the household participation level on inorganic waste recycling programs in Bintaro Jaya area Pondok Pucung urban village region and to find out the factors related. This study used a quantitative method with a cross sectional study design with a total sample of 147 households. The dependent variabel is household participation in waste management through the inorganic waste recycling program, while the independent variables are education level, knowledge about waste, attitude towards waste management, support of community figures, information through socialization, types of inorganic waste recycling program, availability of segregated waste bins, and availability and access to program facilities. The results of this study indicate that the participation rate of households is 54.5% with the largest participation rate in the waste donation program to the recycling centers or garbage collectors for recycling. There is a relationship between the reinforcing and enabling factors to the household participation, which is the availability of segregated waste bins (pvalue <0.001), availability and access to program facilities (pvalue <0.001), types of inorganic waste recycling program (pvalue = 0.009), support of community figures (pvalue < 0.001), and information through socialization (pvalue <0.001).
Read More
S-11295
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive