Ditemukan 16250 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Pujiono; Pembimbing: Sumengen Sutomo
S-3260
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endin; Pembimbing: Agustin Kusumayati
S-3047
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aulia Salmaddiina; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Aulia Maulidha
Abstrak:
Sampah pasar merupakan sumber sampah kedua pada sampah perkotaan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi akar masalah pada sistem pengelolaansampah padat pada pasar di Kota Y pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenispenelitian kualitatif dengan melakukan obervasi menggunakan daftar tilik dan telaahdokumen. Untuk menentukan akar masalah pada sistem pengelolaan sampah padat dipasar peneliti menggunakan fishbone diagram yang dianalisis berdasarkan empat aspekyaitu, aspek kelembagaan, aspek teknis, aspek lingkungan, dan aspek sosial-budaya.Hasil penelitian menunjukkan akar masalah dari sistem pengelolaan sampah berdasarkananalisis fishbone diagram dan perhitungan skoring adalah aspek lingkungan karena tidakditemukannya penerapan dari semua kriteria aspek ini. Kesimpulan dari penelitian ini,untuk menyelesaikan permasalahan pada aspek lingkungan diperlukannya analisisstakeholder, serta perlu adanya penguatan peran dari pengelola pasar yang dapatdibangun dengan pengadaan mekanisme fit and proper test. Selain itu penting untukmelakukan asesmen kebutuhan sarana-prasarana pengelolaan sampah berdasarkan luaspasar.
Kata kunci: fishbone diagram, limbah padat, pasar, analisis masalah
Read More
Kata kunci: fishbone diagram, limbah padat, pasar, analisis masalah
S-10229
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zakianis; Promotor: I Made Djaja; Kopromotor: Sabarinah, Haruki Agustina; Penguji: Alin Halimatussadiah, Ririn Arminsih Wulandari, Rita Damayanti, Sonny P. Warouw
Abstrak:
ABSTRAK Kegagalan dalam pengelolaan sampah berarti kegagalan dalam menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini mengembangkan indikator kinerja TPS3R dan bank sampah serta indikator tingkat kepuasaan rumah tangga terhadap layanan pengelolaan sampah di TPS3R dan bank sampah. Diterapkan pendekatan gabungan, yaitu studi kualitatif untuk menggali indikator kinerja, serta studi kuantitatif untuk memeriksa validitas dan reliabilitas instrumen pengukur kinerja TPS3R dan bank sampah. Data memperlihatkan bahwa validitas dan reliabilitas instrumen yang dikembangkan cukup baik. Skor kinerja TPS3R yang berkinerja baik (skor 60 atau lebih) lebih banyak (48,61%) dari pada bank sampah (24,04%). Terungkap asosiasi secara statistik antara indikator masukan dan keluaran kinerja di TPS3R, namun tidak demikian halnya di bank sampah. Pemerintah daerah disarankan dapat memakai instrumen yang dikembangkan ini untuk mengukur kinerja TPS3R dan bank sampah. Namun tetap diperlukan studi lain guna memperbaiki indikator kinerja di wilayah yang lebih luas. Kata kunci: pengelolaan sampah padat, skala pemukiman, TPS3R, bank sampah ABSTRACT Solid waste mismanagement means failure to maintain and protect public health and the environment. This study developed performance indicator of TPS3R and waste bank, as well as household satisfaction indicators towards services done byTPS3R and waste bank. A combined qualitative approach to explore performance indicators, and quantitative study to test the validity and reliability of instruments, was employed. The validity and reliability of developed instruments were satisfied. Using total score, it was revealed that TPS3R good performance (score 60 or higher) was found more frequent (48,61%) than the waste bank (24,04%). The association of input and output performance indicators was statistically found in TPS3R, but not in waste bank. The local government to assess the level of performance of TPS3R and waste bank might use these instruments. Hence, it still calls for more studies to improve indicators in a wider area. Keywords: solid waste management, community, TPS3R, waste bank
Read More
D-393
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erze Vazela; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Read More
Permasalahan sampah menjadi isu yang terjadi secara global, nasional, hingga tingkat kota, termasuk di Kota Bogor yang sebagian besar timbulan sampahnya berasal dari sampah rumah tangga. TPS 3R hadir sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui kegiatan pemilahan, pengolahan, dan daur ulang, yang efektivitasnya bergantung pada keterkaitan komponen input, proses, dan output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah di TPS 3R KSM Tamansari Persada Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor berdasarkan ketiga komponen tersebut beserta keterkaitannya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang didukung data kuantitatif sekunder, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada empat informan, yaitu pengurus KSM, petugas lapangan, masyarakat pengguna, dan pihak kelurahan, serta data pencatatan harian pengelolaan sampah selama empat belas bulan (2025-2026). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen input tersedia secara jumlah dan kelengkapan awal, tetapi belum dikelola secara optimal, terutama karena petugas lapangan masih berada di bawah kewenangan RT, bukan KSM, sehingga memengaruhi pemanfaatan sarana prasarana, pengelolaan pendanaan, keberlanjutan partisipasi masyarakat, dan pembinaan kelembagaan. Proses operasional menunjukkan penyempitan cakupan kegiatan 3R, di mana pemilahan bergeser dari masyarakat ke petugas dan pengolahan hanya terbatas pada pengomposan sederhana. Dari total 147.690 kg sampah yang tercatat, sampah organik yang diolah sebesar 32.086 kg (21,7%), anorganik 32.258 kg (21,9%), sedangkan residu masih mendominasi sebesar 83.346 kg (56,4%). Ketiga komponen tersebut saling berkaitan membentuk satu kesatuan sistem, di mana kelemahan pada komponen input berdampak pada proses dan output, serta output yang belum optimal kembali menurunkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan tata kelola sumber daya manusia dan penguatan pembinaan kelembagaan secara berkelanjutan agar sistem pengelolaan sampah TPS 3R dapat berjalan lebih optimal.
Waste management has become a global, national, and city-level issue, including in Bogor City, where most of the generated waste originates from households. The 3R Waste Reduction Facility (TPS 3R) was established as a community-based waste management effort through sorting, processing, and recycling activities, the effectiveness of which depends on the interrelation between input, process, and output components. This study aims to analyze the waste management system at TPS 3R KSM Tamansari Persada, Cibadak Village, Tanah Sareal, Bogor City, based on these three components and their interrelation. This research used a descriptive qualitative design supported by secondary quantitative data, with data collected through observation and in-depth interviews with four informants, namely the KSM management, field officers, community members, and the local sub-district (kelurahan) representative, as well as fourteen months (2025-2026) of daily waste record data. The results show that the input component was available in terms of quantity and initial completeness, but had not been managed optimally, mainly because field officers remained under the authority of the neighborhood unit (RT) rather than the KSM, which affected the utilization of facilities and infrastructure, financial management, the sustainability of community participation, and institutional support. The process component showed a narrowing of 3R activities, in which waste sorting shifted from the community to the officers, and processing was limited to simple composting. Of the total 147,690 kg of recorded waste, 32,086 kg (21.7%) of organic waste and 32,258 kg (21.9%) of inorganic waste were processed, while residual waste remained dominant at 83,346 kg (56.4%). The three components were found to be interrelated as a single system, in which weaknesses in the input component affected the process and output, and the suboptimal output, in turn, further reduced community participation. This study recommends improving human resource governance and strengthening continuous institutional support so that the TPS 3R waste management system can function more optimally.
S-12472
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Almira Nurul Qisti; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Haryoto Kusno Putranto, Ariyanto
Abstrak:
Read More
Dalam rangka pengurangan sampah yang diangkut ke TPA, pentingnya melakukan pengelolaan sampah yang dimulai dari masyarakat yang dapat dilakukan secara sinergis melalui program nasional yaitu bank sampah. Namun hingga saat ini, bank sampah masih belum berfungsi secara maksimal. Pengurangan sampah yang berhasil dilakukan baru mencapai 27,73% dari target sebesar 30% total sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah pada bank sampah dan mengetahui strategi yang tepat untuk bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu agar dapat berkelanjutan dan dapat mengurangi sampah yang diangkut ke TPA. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT melalui perhitungan bobot dan rating pada indikator kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman berdasarkan aspek-aspek pengelolaan sampah yang ada pada teori Integrated Sustainable Waste Management (ISWM). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 13 petugas bank sampah, observasi secara langsung ke 4 bank sampah, dan telaah dokumen bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu. Hasil analisis SWOT diperoleh bahwa nilai internal atau Internal Factors Analysis Summary (IFAS) sebesar 0,732 dan nilai eksternal atau External Factors Analysis Summary (EFAS) sebesar -1,406 menunjukan bahwa bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu sudah berada di posisi yang cukup baik, yaitu berada pada kuadran 2 pada posisi antara sumbu kekuatan (strength) dan ancaman (threat). Posisi ini dapat diartikan bahwa bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu disarankan untuk melakukan strategi diversifikasi, yaitu dengan menggunakan kekuatan dari segi internal untuk mengatasi ancaman. Kesimpulannya, bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu telah berjalan dengan baik. Namun, untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas bank sampah, penting dukungan dari semua pihak dimulai dari masyarakat setempat, RT dan RW, pemerintah setempat, hingga lembaga swasta.
To reduce waste transported to the trash yard, it is important to carry out waste management starting from the community which can be carried out synergistically through a national program, waste bank. However, the waste bank is still not functioning optimally. The successful reduction of waste banks has only reached 27.73% of the target of 30% of total waste. This study aims to analyze the waste management system at the waste bank and find out the right strategy for the waste bank in Pasar Minggu District so that it can be sustainable and can reduce the waste transported to the trash yard. Data analysis was carried out using the SWOT analysis approach by calculating weights and ratings on indicators of strengths, weaknesses, opportunities, and threats based on aspects of waste management in the Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) theory. Data collection was carried out through in-depth interviews with 13 waste bank officers, direct observation of 4 waste banks, and review of waste bank documents in Pasar Minggu District. The results of the SWOT analysis showed that the internal value (IFAS) was 0.732 and the external value (EFAS) was -1.406 indicating that the waste bank in Pasar Minggu District is in a fairly good position, which is in quadrant 2 in the position between the strength and threats. This position can be interpreted that the waste bank in Pasar Minggu District is advised to carry out a diversification strategy, namely by using strength from an internal perspective to overcome threats. In conclusion, the waste bank in Pasar Minggu District is running well. However, to continue to maintain and improve the quality of bank waste, support from all parties is important, starting from the local community, RT and RW, local government, to private institutions.
S-11269
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahma Febrina; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Sofwan
S-6939
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Medali; Pembimbing: Rachmadi Purwana
S-3235
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irmawartini; Promotor: Bambang Wispriyono; Ko Promotor: Ririn Arminsih Wulandari, I Made Djaja; Penguji: Tris Eryando, Dian Ayubi, Budi Hartono, Dede Anwar Musadad, Elanda Fikri
Abstrak:
Read More
Limbah medis yang dihasilkan di puskesmas harus dikelola sesuai persyaratan agar tidak menularkan penyakit dan mencemari lingkungan. Kinerja penanganan limbah medis perlu mendapatkan perhatian. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan instrumen indikator kinerja penanganan limbah medis di puskesmas Pendekatan studi merupakan gabungan, yaitu kualitatif untuk menemukan indikator kinerja dan kuantitatif untuk menguji validitas, reliabilitas dan kualitas instrumen indikator kinerja. Sampel sebanyak 70 puskesmas yang ada di Kota Bandung. Penelitian menghasilkan instrumen penilaian kinerja penanganan limbah medis di puskesmas yang terdiri dari 20 indikator, dengan validitas dan reliabilitas instrumen sudah memenuhi persyaratan. Ditemukan adanya korelasi positif antara input, proses dan output sebagai komponen yang membentuk indikator kinerja. Terungkap kinerja penanganan limbah medis di puskesmas Kota Bandung, paling banyak pada kategori cukup (60,0%. Kategori kinerja penanganan limbah medis berkategori baik paling banyak terdapat pada puskesmas dengan akreditasi Paripurna (100,0), Utama (66,7%) dan Madya (46,2%) serta puskesmas dengan layanan PONED (100,0%). Ditemukan adanya pengaruh aspek keuangan, aspek penyimpanan dan layanan PONED terhadap jumlah limbah medis yang dikelola. Diharapkan pihak pemerintah dapat menggunakan instrumen penilaian indikator kinerja untuk menilai, monitoring dan evaluasi kinerja penanganan limbah medis di puskesmas dan juga menjadi bagian dari akreditasi puskesmas
D-431
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alkausyari Aziz; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Haryanto
T-1970
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
