Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5316 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nasrin Kodim, Krisnawaty Bantas, Yovsyah; Iwan Swarsa, Shirly I. Moningkey, M. Yantingsih
614.402 HIM
Depok : FKM-UI, [s.a.]
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasris Kodim, Krisnawati Bantas
614.402 HIM (RS)
Depok : FKM-UI, 2001
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasrin Kodim, Krisnawati Bantas, Yovsyah, Iwan Swarsa, Shirley Ivonne Moningkey, Moechedi Yantiningsih
614.4 KOD h
Depok : Epidemiologi FKM-UI, s.a.]
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Koes Irianto
614.4 IRI e
Bandung : Alfabeta, 2014
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aurora Intan Maghfira; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Trisari Anggondowati, Nining Mularsih
Abstrak:
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama sehingga deteksi dini melalui program skrining menjadi strategi penting. Namun, pemetaan capaian dan pola faktor risiko hasil skrining PTM di Provinsi Jakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan program skrining PTM di Provinsi Jakarta tahun 2020-2024 menurut tahun, jenis kelamin, dan wilayah kota di Provinsi Jakarta tahun 2020–2024. Studi menggunakan desain epidemiologi deskriptif dengan rancangan ekologi berbasis data agregat Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta menurut tahun, jenis kelamin, dan lima wilayah kota. Hasil menunjukkan capaian skrining meningkat tajam dari 38,8% (2020) menjadi 99,1% (2021), mencapai 100% (2022), dan melampaui 100% pada 2023–2024 (100,4% dan 101,4%). Jumlah peserta skrining juga naik dari 2.746.144 (2020) menjadi 7.865.422 (2024), dengan mayoritas peserta perempuan (53,5%–56,1%). Tiga faktor risiko terbanyak secara konsisten adalah obesitas sentral, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Pada 2024, proporsi obesitas sentral mencapai 45,5%, diikuti obesitas 32,0% dan tekanan darah tinggi 25,2%, dengan pola tiga faktor risiko teratas yang relatif serupa di seluruh wilayah kota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas sentral dan obesitas masih tinggi di Provinsi Jakarta sehingga diperlukan penguatan intervensi promotif–preventif yang lebih terarah menurut kelompok sasaran dan wilayah.

Non-communicable diseases (NCDs) represent a major public health concern; therefore, early detection through screening programmes is a critical strategy. However, evidence mapping screening coverage and the patterns of NCD risk factors identified through screening in Jakarta Province remains limited. This study aimed to describe the NCD screening programme in Jakarta Province from 2020 to 2024 by year, sex, and municipal area. A descriptive epidemiological study with an ecological design was conducted using aggregated data from the Jakarta Provincial Health Office by year, sex, and five municipal areas. The results showed that screening coverage increased sharply from 38.8% (2020) to 99.1% (2021), reached 100% (2022), and exceeded 100% in 2023–2024 (100.4% and 101.4%). The number of individuals screened also increased from 2,746,144 (2020) to 7,865,422 (2024), with females comprising the majority of participants (53.5%–56.1%). The three most frequently identified risk factors were consistently central obesity, obesity, and hypertension. In 2024, the proportion of central obesity reached 45.5%, followed by obesity at 32.0% and hypertension at 25.2%, with a broadly similar pattern of the top three risk factors across all municipal areas. The study concludes that central obesity and obesity remain high in Jakarta Province, underscoring the need to strengthen more targeted health promotion and preventive interventions by population group and area.
Read More
S-12210
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firdaus J. Kunoli
614.4 KUN p
Jakarta : Trans info Media, 2013
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sabila Nur Lailiah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Trisari Anggondowati, Retno Henderiawati
Abstrak:
Penelitian terkait premature mortality yaitu kematian usia 30-70 tahun akibat PTM di Indonesia masih terbatas. Penelitian bertujuan menganalisis tren premature mortality akibat 4NCD, meliputi kardiovaskular (CVD), kanker, diabetes, dan respirasi kronis (CRD) di DKI Jakarta tahun 2020-2024 menggunakan desain potong lintang berdasarkan data sekunder Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Analisis univariat mengkaji tren premature mortality 4NCD berdasarkan distribusi umur, jenis kelamin, wilayah domisili, dan laporan fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menyatakan premature mortality 4NCD diakibatkan CVD (78%), diabetes (17%), kanker (14%), dan CRD (9%). Kematian CVD disebabkan blok penyakit jantung lain (47,4%) dan serebrovaskular (19,4%). Kanker ganas primer di lokasi spesifik (88,7%), DM tipe 2 (77%). Kematian CRD didominasi blok penyakit lain pada sistem pernapasan (34%) dan penyakit pernapasan bawah kronis (27,8%). Premature mortality tertinggi terjadi di usia dewasa paruh baya (49%), lansia muda (46%), dan dewasa muda (5%). Kematian laki-laki (58%) lebih tinggi daripada perempuan (42%). Domisili angka kematian tertinggi terjadi di Jakarta Timur (30%), Jakarta Selatan (19%), Jakarta Utara (17%), dengan sumber laporan tertinggi puskesmas (56%). Kasus kematian tidak spesifik menggambarkan tantangan proses surveilans yang akurat. Penelitian ini menitikberatkan vitalitas kualitas data sebagai penunjang intervensi dan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas PTM.


Research related to premature mortality, deaths aged 30-70 years due to NCDs in Indonesia, is still limited. This study aims to analyze the trend of premature mortality due to 4NCD, including CVD, cancer, diabetes, and CRD in DKI Jakarta in 2020-2024 using a cross-sectional design based on secondary data from DKI Jakarta Health Department. Univariate analysis examined 4NCD premature mortality trends based on age distribution, gender, domicile area, and health facility reports. The results showed 4NCD premature mortality was caused by CVD (78%), diabetes (17%), cancer (14%), and CRD (9%). CVD mortality due to other heart disease (47.4%) and cerebrovascular (19.4%). Site-specific primary malignant cancer (88.7%), type 2 DM (77%). CRD mortality by other respiratory system disease block (34%) and chronic lower respiratory disease (27.8%). Premature mortality was highest in middle-aged adults (49%), young elderly (46%), young adults (5%). Male mortality (58%) was higher than female mortality (42%). Domicile of death was highest in East Jakarta (30%), South Jakarta (19%), North Jakarta (17%), the highest source of report being puskesmas (56%). Unspecified death cases illustrate the challenges of accurate surveillance processes. This study emphasizes the vitality of data quality to support effective and targeted interventions and policies in reducing morbidity.
Read More
S-12141
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwo Setiyo Nugroho; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Putri Bungsu, Julianty Pradono, Punto Dewo
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Purwo Setiyo Nugroho Program Studi :  Magister Epidemiologi Judul :  Hubungan Diabetes Melitus Dengan Penyakit Jantung Koroner (Analisis Data Baseline Kohor PTM Tahun 2011). Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi yang berakibat munculnya penyakit lainnya. Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit terbesar pada penderita diabetes mellitus. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit kardiovaskuler terbanyak dibandingkan penyakit kardiovaskuler lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diabetes mellitus dengan penyakit jantung koroner pada studi data Baseline Kohor PTM Kementrian Kesehatan. Analisis yang digunakan adalah Cox Regression yang mengestimasi nilai Prevalens Ratio. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan analisis cox regression mengungkapkan bahwa orang yang menderita diabetes melitus memiliki prevalens rasio sebesar 1,094 kali (p value 0,929 CI 95 % 0,149 – 8,026) dibanding responden yang tidak menderita diabetes melitus. Namun, hasil analisis ini menunjukkan bahwa hubungan diabetes melitus terhadap penyakit jantung koroner tidak signifikan dengan mempertimbangkan nilai p value > 0,05 dan 95 % Confidence Interval yang rentangnya melewati angka 1. Dalam peneltian ini minim terjadinya bias seleksi karena tidak missing data pada sampel eligible sebanyak 1937 responden. Begitu pula minim terjadinya bias informasi karena pengukuran variabel penelitian menggunakan alat ukur yang baku. Namun penelitian ini memiliki kelemahan dalam temporality sehingga hasil penelitian tidak dapat di justifikasi bahwa diabetes mellitus merupakan penyebab penyakit jantung koroner. Serta nilai asosiasi prevalence ratio bukan merupakan nilai risiko yang sebenarnya. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Penyakit Jantung Koroner, Baseline Kohor, Penyakit Tidak Menular


ABSTRACT Name :  Purwo Setiyo Nugroho Program :  Master of Epidemiology Title :  Association of Diabetes Mellitus With Coronary Heart Disease (Baseline Data Analysis of Non-Communicable Disease, 2011). Diabetes mellitus is a disease that can cause complications that lead to the emergence of other diseases. Cardiovascular disease is the biggest disease in patients with diabetes mellitus.  This study aims to determine the relationship of diabetes mellitus and coronary heart disease in the Baseline Data Non-Communicable Disease Cohort Study. The analysis is the Cox Regression estimate the Prevalence Ratio. Multivariate analysis using Cox regression analysis revealed that people suffering from diabetes mellitus have a prevalence ratio of 1.094 times (p value = 0.929 95% CI 0.149 to 8.026) than respondents who do not have diabetes mellitus. However, the results of this analysis showed that the association of diabetes mellitus against coronary heart disease is not significant considering p value <0.05 and 95% Confidence Intervals range is exceeded 1. This study the minimal selection bias because there is missing data on a sample of eligible total 1937 respondents. Similarly, the minimal bias variable measurement information for research using standard measurement tools. However, this study has weaknesses in temporality so that research results can not be justified that diabetes mellitus is a cause of coronary heart disease. Tthe value of association prevalence ratio is not the value of the actual risk. Keywords: Diabetes Mellitus, Coronary Heart Disease, Baseline Cohort, Non Communicable Disease

Read More
T-4835
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asrianti; Pembimbing: Nasrim Kodim; Penguji: Krisnawati Bantas, Ananda
Abstrak: Diabetes Melitus (DM) adalah masalah kesehatan yang besar merupakan penyebab penting dari angka kesakitan, kematian, kecacatan, dan kerugian ekonomi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Provinsi DKI merupakan provinsi DM tertinggi secara nasional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan diabetes Melitus berdasarkan surveilans penyakit tidak menular tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional. Data dari surveilans Faktor Risiko PTM Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat tahun 2018. Sampel yang dianalisis sebesar 115.475 respoden berumur ≥ 15 tahun. Hasil analisis menunjukkan prevalensi DM sebesar 2,8% dan terdapat hubungan antara sumur, pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, riwayat keluarga, konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, merokok, obesitas abdominal, hipertensi dan status perceraian dengan DM berdasarkan surveilans penyakit tidak menular. Perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan surveilans PTM dari pemerintah serta kesadaran warga Jakarta Pusat yang berumur ≥ 15 tahun untuk pemantauan faktor risiko serta deteksi dini PTM. Kata kunci: Diabetes melitus, data surveilans, Jakarta Pusat, Posbindu PTM
Read More
S-10008
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatikhatul Mabruroh; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Misti, Dian Meutia Sari
Abstrak:
Penyakit Jantung Koroner (PJK) dikenal sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko PJK terus mengalami peningkatan dan dikhawatirkan dapat meningkatkan pula angka morbiditas dan mortalitas akibat PJK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko obesitas terhadap timbulnya PJK di Kota Bogor. Data yang digunakan adalah data kohor Penyakit tidak menular yang dikumpulkan sejak tahun 2011 – 2015. Disain studi yang digunakan adalah nested-case control dengan variabel kovariat yang dikumpulkan antara lain usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, kolesterol total, HDL, LDL, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, stres dan riwayat keluarga. Analisis yang digunakan adalah analisis multivariat unconditional logistic regression untuk mengetahui nilai OR adjusted. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi PJK sebesar 35,1% dan prevalensi obesitas adalah 50,4%. Berat badan normal ditemukan lebih tinggi baik pada kelompok kasus maupun kontrol (45,4% dan 52,8%,). Besar nilai OR adjusted didapatkan sebesar 1,585 (CI 95% 1,2541 – 2,004) dengan nilai p 0,000. Diharapakan masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat, seperti meningkatkan aktivitas fisik, pola diet yang sehat, tidak merokok tidak stres dan istrihat yang cukup, khusunya pada jenis kelamin laki-laki dimana pada penelitian ini jenis kelamin laki-laki dan memiliki berat badan obesitas berrisiko untuk mengalami PJK. Obesitas, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Tidak Menular.

Coronary Heart Disease (CHD) was known as a public health problem in the world. Obesity, which is a risk factor for CHD, continues to increase and it is feared that it can also increase the morbidity and mortality rates due to CHD. This study aims to see the big risk of CHD in the city of Bogor. The data used was cohort data for non- communicable diseases collected from 2011 - 2015. The research used was nested-case control with covariate variables, age, gender, hypertension, diabetes mellitus, total cholesterol, HDL, LDL, consumption. alcohol, physical activity, stress and family history. The analysis used was multivariate unconditional logistic regression analysis to determine the adjusted OR value. The results of the analysis in this study indicate that the proportion of CHD was 35.1% and the prevalence of obesity was 50.4%. Normal body weight was found to be higher in both the case and control groups (45.4% and 52.8%, respectively). The adjusted OR value was 1.585 (95% CI 1.2541 – 2.004) with p value of 0.000. It is hoped that the community can implement a healthy lifestyle, such as increasing physical activity, a healthy diet, not smoking, not stressing and getting enough rest, especially for the male gender where in this study male gender and having obesity are at risk for developing obesity. experiencing CHD. Keyword : Obesity, Coronary Heart Disease, Non-Communicable Disease Research.
Read More
T-6267
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive