Ditemukan 21283 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, persepsi dan pelaksanaan Manajemen risiko klinis mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, pengelolaan, monitoring, komunikasi dan pemetaan risiko. Penelitian dilakukan di 5 (lima) rumah sakit umum swasta dan pemerintah di DKI Jakarta dan Banten dengan 13 (tiga belas) informan yang terdiri dari para Direktur utama / CEO, Direktur Medik, Ketua Komite Medik dan Manajer risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif yaitu wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (Content analysis) yaitu membandingkan hasil penelitian dengan teori dalam kepustakaan.
Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan dan persepsi sebagian besar informan untuk definisi, macam risiko dan tujuan serta fungsi risiko secara umum sudah cukup baik. Mengenai pengetahuan dan persepsi pengorganisasian, kebijakan dan proses manajemen risiko sudah baik pada informan yang berasal dari dari rumah sakit yang telah menjalankan manajemen risiko secara formal dan terstruktur. Sedangkan untuk informan yang berasal dari rumah sakit yang belum melaksanakan manajemen risiko secara formal dan terstruktur belum memahami manajemen risiko. Untuk pelaksanaan manajemen risiko secara formal dan terstruktur, sudah dilaksanakan di 2 (dua) rumah sakit.
Kata kunci : Manajemen risiko klinis, Pengetahuan , Persepsi .
These days, medical industry is under the spotlight due to growing malpractice issues. Charges and sues on the improper medical treatment is heard more often. People become more critical and selective in choosing a medical service. As an institution providing medical service, a hospital should have implemented risk management to minimize and avoid charges and losses in both financial and reputation.
This research is aimed to understand the knowledge, perception, and implementation of clinical risk management starting from identification, analysis, evaluation, management, monitoring, communication, and risk mapping. Research was performed in 5 (five) private and public general hospitals in DKI Jakarta and Banten involving 13 (thirteen) information sources consisting of President Directors / CEOs, Director of Medic, Chief of Medical Committee, and Risk Manager. Research method used are both qualitative and quantitative methods i.e. in-depth interview, filling-in questioners, and document analysis. Data analysis was performed using Content analysis method i.e. comparing results of research to literature theory.
It was found from the research that the knowledge and perception of the information about definition, type of risk and aim and function risk management resources were good in general. About organization, judgement and process of risk management in hospital where implementing is good. The other side informant from the hospital where not implementing risk management yet, could not understand. Implementation of risk management in formal and structured forms has been performed in 2 (two) hospitals.
Key Words : Clinical Risk Management, Knowledge, Perception.
Appropriate and rational use of antibiotic is believed to prevent the occurrence of resistance to antibiotic also affect the success of the treatment of pneumonia patients. The irrational use of antibiotic is thought to also be able to cause lengthening of the length of stay in the hospital, thereby affecting the cost of treating pneumonia patients. Riskesdas data for 2018 showed an increase in the prevalence of pneumonia based on diagnosis by health professionals by 2%, while in 2013 it was 1.8%. The purpose of this study was to determine the relationship between the rational use of antibiotic with the clinical outcome of pneumonia patients at the Jakarta Hajj Hospital. This research is a quantitative descriptive-analytic (cross-sectional) study whose data was collected retrospectively using medical records of patients at the Jakarta Hajj Hospital for the period of January 1 2019 to 31 December 2019. Of the 77 samples obtained, 37.7% patients get the right antibiotik, 93.5% of patients get the right dose of antibiotic, 85.7% of patients get antibiotic with the right duration, and 98.7% of patients get antibiotic with the right frequency. Clinical improvement that occurred ≤ fifth day was 88.3% and length of stay ≤ 5 days was 67.5%. The rationality of antibiotik use did not show a significant relationship to clinical outcome (p value > 0.05) and length of stay (p value > 0.05).
Sebagai institusi kesehatan pemerintah yang cukup terdepan dalam hal manajemen mutu, Rumah Sakit Duren Sawit (RSDS) telah mengimplementasikan berbagai sistem manajemen mutu, diantaranya Malcolm Baldrige National Quality Program dengan Health Care Criteria for Performance Excellence, Quality Management System (QMS) ISO 9001:2000, Occupational Health and Safety Asessment System (OHSAS 18001), Competency Based Human Resources Management, serta sistem-sistem lainnya sebagai instrumen pemberdayaan pegawai yang merupakan sumber daya utama dalam pencapaian tujuan strategis RSDS. Masing-masing sistem manajemen mutu tersebut memiliki variabelvariabel yang sifatnya spesifik dan terus menerus berubah dari waktu ke waktu. Saat ini penyajian datanya masih tersebar dari berbagai pintu dan sumber sesuai penanggungjawabnya sehingga pengambilan informasi memakan waktu yang lebih lama serta pemantauannya belum dapat menggambarkan tren, analisis multidimensi serta profil kompetitor. Penelitian ini mencari dengan terapan-terapan Baldrige Health Care Criteria for Performance Excellence yang berjalan di RSDS, namun tidak melakukan scoring terhadap variabel-variabel MBNQA. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai penyiapan implementasi Business Intelligence dengan basis Malcolm Baldrige di RS Duren Sawit pada tahun 2007. Peneliti melakukan investigasi sistem untuk mengetahui kelayakannya, kemudian dilakukan analisis sistem untuk mengetahui kebutuhan informasi yang diperlukan. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif. Informan kunci pada penelitian ini adalah Direktur RSDS, Manager Representatif, Kabag. Tata Usaha RSDS serta Koordinator EDP. Keempat informan kunci tersebut merupakan pihak yang akan banyak menggunakan informasi yang disajikan oleh business intelligence RSDS. Hasil penelitian ini adalah implementasi business intelligence telah layak untuk dilakukan. Didapatkan sebanyak 147 variabel level informasi, dengan dominasi banyaknya informasi pada kategori Process Management pada Proses Kunci Layanan RSDS. Mayoritas ketersediaan data sudah dalam bentuk non laporan manual (81%). Dari keseluruhan proses, effort implementasi business intelligence saat ini berkisar antara 15-35%. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak manajemen untuk melanjutkan sosialisasi, pelatihan sistem informasi, menegaskan kebijakan sistem informasi yang berlaku. Data dalam bentuk laporan manual perlu dilakukan standarisasi informasi sehingga bisa dikonversi menjadi bentuk database, sedangkan data dalam bentuk file non database diperlukan penyepakatan konsistensi data untuk percepatan implementasi business intelligence.
As a leader in quality management system, Duren Sawit Hospital has implement plenty of Quality Management System, such as Malcolm Baldrige National Quality Program, Quality Management System (QMS) ISO 9001:2000, Occupational Health and Safety Asessment System (OHSAS 18001), Competency Based Human Resources Management and other quality management system toward strategic goals of the organization. Each quality management system has many specific and changing variables. The report of each system is still disseminated according to its own departement. This condition leads to longer infotmation gathering time and incompatibility of showing trendline, multidimensional analysis and also profile of hospital?s competitor. This study looks for the implementation of Malcolm Baldrige Health Care Criteria in this hospital and gathered information on preparation of Duren Sawit Hospital on implementing business intelligence based on Malcolm Baldrige. It doesn?t conduct scoring of MBNQA variables. System investigation conducted to get the feasibility of business intelligence. System analysis conducted later to get the information needed. The study use qualitative approach with indepth interview and direct observation for primary data and hospitals archive for secondary one. The study showed that business intelligence is feasible to be developed. System analysis gathered 147 information variables and process management has the most of it. Most of data availibilty is on electronic form (database, non database). Estimation of existing implementation effort is 15-35%. Suggested effort including staff trainning, management consistency of single information system, continuing of breaking down the information variables and standarizing manual information into database and agreement on data consistency for acceleration of business intelligence implementation.
