Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21283 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ruli Nurul Aman; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: H.M. Hafizurrachman, Peter A.W. Pattinama, Anastina Tahjoo
Abstrak:
Rumah sakit te1ah mengalami transformasi besar, yaitu berada dalam suasana globalisasi dan kompetisi yang sangat ketal Hal ini merupakan tantangan bsgi rumah sakit terutama rumah sakit di Indonesia untuk menghadapi transformasi tersebut. Transformasi yang tidak kalah penting adalah persepsi masyarakat teotang rnutu pelayanan rumah sakit, dimana masyarakat semakio kritis. !sue rnalpraktek yang semakio marak sampai terjadi tuntutan hukum rnerupakan salah sam darnpak dari semakin kritisnya masyarakat terbadap pelayanan nunah sakit. Untuk meminirnalisir adanya komplain ataupun tuntutan maka sebagai jawaban adalah menerapkan manajemen risiko klinis rumah sakit. Pene1itian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implemenblsi manajemen risiko di rumah sakit Siloam yang notabene telah lama rnenerapkan pmgrum ini, selain itu yang lebih penting adalah mengetahui bsgaimana dakangan dan komitmen pimpinan dan anggota organisasi dalarn menyukseskan progrum ini, serta bagairnana lllhapan proses manajemen riailro. Metode yang diganakan adalah lroalitatif, dengan rnelakukan pengumpulan data melalui wawaneam meodalam, observasi dan telaah dolromen. Taltap wawancara peneliti ingin mengetahui bagaimana komitmen pimpi:nn dan para stafuntuk turut serta dalam kegiatan program manajemn risiko klinis, bagairnana kebijakan pirnpinan yang berkeitan dengan progxam ini, dan kemudian bagaimana proses manajemen risiko klinis itu sendirl. Pada tahap observasi peneliti melihat secara langsung kegiatan-kegiatan program ini pada tingkat organisasi maupun di tingkat unit/departemen RS Siloam. Pada tahap telaah dokurnen peneliti ingin melihat dolromen­ dokumen menyangkut kebijakan yang meliputi pengorganisasian, alokasi dana, tenaga khuaus dan pelatihan. Hasil penelitian menunjukan komitmen pimpinan dan anggota nunah sakit cukup lruat, terlihat dari adanya keterlibatan semua pibak dalam kegialan program !11liDajemen risiko klinis. Juga terlihat dari kebijakan. dimana pengorganisasian terstruktur dan formaalokesi dana yang memadai, tenaga khusus yang terlatih, adanya pelatihan­ pe1atihan program manajemen risiko klinis pada semua staf. Proses manajemen risiko itu sendiri telah dilaksanekan dengan baik, namun dirasakan ada yang kurang lengkep khususnya dalam lllhapan proses manajemen risiko, seperti prnses identifikesi yang hanya bersifat reaktif, baik secara formal melalui insident report form maupun secara nonforma{ melaiui case report, yang menurut hemat peneliti identifikasi juga dapat dilakukan dengan cara proaktif melalui occurance screening. Pada 1ahapan analisa, RS Siloam tidak melalrukan penilaian gabungan an!ala ftekuensi dan dampak secara kualitatif dan kwmtitatif. penilaian ini cukup penting untuk membantu dalam penggolongan kriterla risiko sebingga mudah untuk melalrukan penentuan prioritas risiko. Pada 1ahap evaluasi, banya menllai kriteria risiko yang dinyatakan dalam bentuk apakah risiko berkaitan dengan masalah medis atau non mednear miss atau sentinel event. Evaluasi risilro belum cukup spesifik sehingga sulit untuk membuat prioritas pengelolaan risikn :1BJ1g lebib spesifik lagi sesuai dengan kriteria dan ranking risiko.

Hospilal bas experienced a big transformation which is on globalization atmosphere and it is very high competition. This is a challenge for hospilal especially hospilal in Indonesia to face the transformation. Transformation which does not less important is public perception concerning hospital service quality, where public is more critic. Malpractice issue which is more glow up until happened a prosecution is one of the impact of public who is more critic to hospital service. For rninimalizing the existence of complain and demand so applying a elinic risk management at hospital as an answer. This research aim to know how risk management implementation at Siloam hospilal which hnve old apply this program, besides more important to know how bead commitment and support and organizational member in this program successand also how risk management process step used qualitative method, by conducting data collecting through circumstantial interview, document study and observation. Phase interview researcher wish to know how head commitment and all staff to hnve a shnre in activity of risk management program, how policy of head related to this program, and later then how i!Self risk management process. At researcher observation phnse see directly activity of this program at organizational level aod also in unit level I departmental of Siloam bospilal. At Researcher document study phase wish to see document concerning policy coveriag organization, fond allocation, special energy and training. Result of research show of head commitment aod hospital member enough strength. seen from existence of involvement all side in activity of risk management program. Also seen from policy, where structure organization aod is formal, adequate fond allocation, special energy training, existence of training risk management program at all of staff. Risk management process hnvc been executed better, but felt by there is less complete specially in risk management process step, like process identifY which only having the chnrecter of reactive, either through formal through incident report form and also by nonformal through case report, which according to economizing researcher identify also can be conducted by proactive through occurrence screening. At analysis step, Siloam hospital do not conduct assessment of alliance between impact and frequency qualitative and is quantitative. this important assessment enough to assist in classification risk criterion so that easy to do detennination of risk priority. At evaluation phase, only assessing expressed risk criterion in the form of do risk relate to medical problem or non is medical, miss near or event sentinel. Risk evaluation not yet specific enough so that difficult to make priority management more specific risk again as according to risk ranking and criteria.
Read More
B-1011
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chenny Muljawan; Pembimbing : Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Anhari Achadi
Abstrak: ABSTRAK
 Manajemen risiko klinis wajib dijalankan rumah sakit dalam upaya menerapkan standar keselamatan pasien. Tujuan penelitian adalah mengetahui penerapan proses manajemen risiko klinis di SHLV. Penelitian kualitatif dilakukan pada periode Maret – Mei 2013, pengumpulan data melalui teknik pengamatan, telaah dokumen dan wawancara mendalam. Informan adalah CEO, Head of Q&R Dept, komite medik, dan PSO. Analisis data dilakukan dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan proses manajemen risiko klinis mulai dari menentukan konteks, identifikasi risiko, analisis, evaluasi, pengelolaan, monitoring dan review, serta komunikasi dan konsultasi, dilakukan sesuai standar AS/NZS, ISO 31000:2009. Kendala ditemukan dalam penggunaan risk register serta pelaporan dokter.
 
  ABSTRACT
Hospitals must apply clinical risk management in order to apply patient safety standards. The purpose of this research is to understand the application of clinical risk management process at SHLV. Qualitative research was done during the period between March – May 2013, gathering information through observation, document studies and in-depth interviews. The informant is the CEO, Head of Q&R Dept, medical committee and PSOs. Data analysis was done by analyzing the content. Research shows that the application of clinical risk management process begins by establish the context, identifying risk, analysis, evaluation, risk treatment, monitoring & review and communication & consultation, in accordance with AS/NZS, ISO 31000:2009 standards. Some constraints were discovered in using the risk register and the reporting done by the physicians.
Read More
B-1540
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arjaty Wahidah Daud; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Chandra Satrya, Eka Putra A. Rahardja
Abstrak: Akhir-akhir ini dunia kesehatan sedang mendapatkan sorotan akibat isu malpraktek yang semakin merebak. Tuntutan dan gugatan terhadap kelalaian medis semakin sering terdengar. Masyarakat lebih kritis dan selektif memilih pelayanan kesehatan. Sebagai lembaga institusi yang memberikan jasa pelayanan medis, seyogyanyalah rumah sakit sudah menerapkan manajemen risiko untuk meminimalisasi dan mencegah tuntutan dan kerugian baik financial maupun reputasional.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, persepsi dan pelaksanaan Manajemen risiko klinis mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, pengelolaan, monitoring, komunikasi dan pemetaan risiko. Penelitian dilakukan di 5 (lima) rumah sakit umum swasta dan pemerintah di DKI Jakarta dan Banten dengan 13 (tiga belas) informan yang terdiri dari para Direktur utama / CEO, Direktur Medik, Ketua Komite Medik dan Manajer risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif yaitu wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (Content analysis) yaitu membandingkan hasil penelitian dengan teori dalam kepustakaan.

Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan dan persepsi sebagian besar informan untuk definisi, macam risiko dan tujuan serta fungsi risiko secara umum sudah cukup baik. Mengenai pengetahuan dan persepsi pengorganisasian, kebijakan dan proses manajemen risiko sudah baik pada informan yang berasal dari dari rumah sakit yang telah menjalankan manajemen risiko secara formal dan terstruktur. Sedangkan untuk informan yang berasal dari rumah sakit yang belum melaksanakan manajemen risiko secara formal dan terstruktur belum memahami manajemen risiko. Untuk pelaksanaan manajemen risiko secara formal dan terstruktur, sudah dilaksanakan di 2 (dua) rumah sakit.

Kata kunci : Manajemen risiko klinis, Pengetahuan , Persepsi .
These days, medical industry is under the spotlight due to growing malpractice issues. Charges and sues on the improper medical treatment is heard more often. People become more critical and selective in choosing a medical service. As an institution providing medical service, a hospital should have implemented risk management to minimize and avoid charges and losses in both financial and reputation.

This research is aimed to understand the knowledge, perception, and implementation of clinical risk management starting from identification, analysis, evaluation, management, monitoring, communication, and risk mapping. Research was performed in 5 (five) private and public general hospitals in DKI Jakarta and Banten involving 13 (thirteen) information sources consisting of President Directors / CEOs, Director of Medic, Chief of Medical Committee, and Risk Manager. Research method used are both qualitative and quantitative methods i.e. in-depth interview, filling-in questioners, and document analysis. Data analysis was performed using Content analysis method i.e. comparing results of research to literature theory.

It was found from the research that the knowledge and perception of the information about definition, type of risk and aim and function risk management resources were good in general. About organization, judgement and process of risk management in hospital where implementing is good. The other side informant from the hospital where not implementing risk management yet, could not understand. Implementation of risk management in formal and structured forms has been performed in 2 (two) hospitals.

Key Words : Clinical Risk Management, Knowledge, Perception.
Read More
B-899
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukma Marthia Rahani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Mardiati Nadjib, Erike A. Suwarsono, Dede Sri Mulyana
Abstrak:
Penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional dipercaya dapat mencegah terjadinya resistensi terhadap antibiotik juga berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan pasien pneumonia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional diduga juga dapat menyebabkan pemanjangan lama hari rawat di rumah sakit sehingga mempengaruhi biaya perawatan pasien pneumonia. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 2%, sedangkan tahun 2013 sebesar 1.8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kerasionalan penggunan antibiotik dengan outcome klinis pasien pneumonia di Rumah Sakit Haji Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik (cross-sectional) kuantitatif yang pengambilan datanya dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien di Rumah Sakit Haji Jakarta periode 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019. Dari 77 sampel yang didapat, sebanyak 37,7% pasien mendapatkan antibiotik secara tepat, 93.5% pasien mendapat dosis antibiotik secara tepat, 85.7% pasien yang mendapat antibiotik dengan durasi yang tepat, dan 98.7% pasien mendapat antibiotik dengan frekuensi yang tepat. Perbaikan klinis yang terjadi ≤ hari kelima sebanyak 88.3% dan lama hari rawat (length of stay) ≤ 5 hari sebanyak 67.5%. Kerasionalan penggunaan antibiotik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap outcome klinis (p value > 0.05) dan lama hari rawat (p value > 0.05).
Appropriate and rational use of antibiotic is believed to prevent the occurrence of resistance to antibiotic also affect the success of the treatment of pneumonia patients. The irrational use of antibiotic is thought to also be able to cause lengthening of the length of stay in the hospital, thereby affecting the cost of treating pneumonia patients. Riskesdas data for 2018 showed an increase in the prevalence of pneumonia based on diagnosis by health professionals by 2%, while in 2013 it was 1.8%. The purpose of this study was to determine the relationship between the rational use of antibiotic with the clinical outcome of pneumonia patients at the Jakarta Hajj Hospital. This research is a quantitative descriptive-analytic (cross-sectional) study whose data was collected retrospectively using medical records of patients at the Jakarta Hajj Hospital for the period of January 1 2019 to 31 December 2019. Of the 77 samples obtained, 37.7% patients get the right antibiotik, 93.5% of patients get the right dose of antibiotic, 85.7% of patients get antibiotic with the right duration, and 98.7% of patients get antibiotic with the right frequency. Clinical improvement that occurred ≤ fifth day was 88.3% and length of stay ≤ 5 days was 67.5%. The rationality of antibiotik use did not show a significant relationship to clinical outcome (p value > 0.05) and length of stay (p value > 0.05).
Read More
B-2151
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Rachmanidewi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Asnimar Azwar
B-1306
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoseph Kea Embu; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Ede Surya Darmawan, Wahyuni Dian Purwati, Wardani Arsyad
Abstrak: Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi merupakan penerapan dari manajemen SDM menghubungkan model kompetensi dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan dalam organisasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas manajemen SDM berbasis kompetensi menurut perspektif perawat manajer lini pertama di Rumah Sakit (RS) Siloam Kelapa Dua Tangerang. Jenis penelitian yakni penelitian desktriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Informan penelitian: 5 perawat manajer lini pertama dan 4 informan kunci. Data primer dengan kuesioner dan wawancara mendalam. Data sekunder dengan telaah dokumen kompetensi. Hasil penelitian yakni: Perawat manajer lini pertama setuju kebutuhan pelatihan diidentifikasi RS, adanya kesempatan pelatihan sesuai kebutuhan, dukungan RS dalam workshop dan seminar, kesempatan karir bagi yang berkinerja baik, ada perencanaan jalur karir, perencanaan dan pengembangan karir sesuai kinerja staf, RS menerapkan sistem kompensasi mendorong dalam tercapainya tujuan RS, ada perlakuan yang adil dan remunerasi dijadikan sebagai penghargaan bagi yang berkinerja baik. Perawat manajer lini pertama setuju adanya wawancara selama rekrutmen dan seleksi, jabatan staf disesuaikan dengan kompetensinya, adanya wawancara dalam rekrutmen, pemilihan kandidat rekrutmen berdasarkan kompetensinya. Perawat manajer lini pertama setuju dengan RS diperbolehkan bicara formal dengan top manajer mengenai hasil evaluasi, pengembangan berdasarkan evaluasi kinerja, RS selalu menginfokan terkait dengan standar evaluasi kinerja, serta pemberian penghargaan berdasarkan kinerja
Read More
B-2273
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Rahayu; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf
Abstrak:
Mutu Pelayanan Kesehatan merupakan standar layanan kesehatan untuk individu dan masyarakat yang dapat meningkatkan luaran kesehatan yang optimal. Indikator Nasional Mutu digunakan sebagai tolak ukur dalam mengukur mutu pelayanan kesehatan. Harapan pasien untuk mendapatkan mutu pelayanan yang baik dapat diberikan oleh dokter yang bertugas ketika melayani pasien yang mampu menerapkan kepemimpinan klinis dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan domain-domain kepemimpinan klinis dokter terhadap mutu layanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada 42 orang dokter umum dan spesialis dengan kuesioner kepemimpinan klinis dokter. Sedangkan mutu layanan kesehatan di Rumah Sakit Izza dilihat pada capaian indikator nasional mutu rumah sakit. Terdapat 5 domain dengan masing-masing 8 dimensi pada kepemimpinan klinis dan 12 indikator nasional mutu yang dianalisis dari 13 total indikator nasional mutu. Pada penelitian ini didapatkan 2 domain kepemimpinan klinis yang berhubungan dengan mutu layanan kesehatan di rumah sakit, yaitu domain kualitas personal dan peningkatan pelayanan. Tiga domain lainnya, yaitu Kerja sama dengan sejawat dan interprofesi, pengelolaan pelayanan, dan penentuan arah pelayanan tidak berhubungan terhadap mutu layanan kesehatan di rumah sakit

Quality of Health Services is a standard of health services for individuals and communities that can improve optimal health outcomes. National quality indicators are used as benchmark in measuring the quality of health services. Patient expectations for good quality of service can be provided by the doctor on duty when serving patients who are able to apply clinical leadership well. This study aims to determine the relationship of physician clinical leadership domains to the quality of health services in hospitals. This study was conducted using a survey method with a quantitative approach. The study was conducted on 42 general practitioners and specialists with a physician clinical leadership questionnaire. While the quality of health services at Izza Hospital is seen in the achievement of national indicators of hospital quality. There are 5 domains with 8 dimensions each in clinical leadership and 12 national quality indicators analyzed from 13 total national quality indicators. In this study, 2 domains of clinical leadership were found to be related to the quality of health services in the hospital, namely the domains of personal quality and service change. The other three domains, namely Collaboration with peers and interprofessionals, managing service, and setting direction are not related to the quality of health services in hospitals.
Read More
B-2367
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felicianus Novyanto S.; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito
B-611
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raditya Asri Wisuda; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Hafizurrachman, Heru Kusumanto, Asiah Suroto Gunari
Abstrak:

Sebagai institusi kesehatan pemerintah yang cukup terdepan dalam hal manajemen mutu, Rumah Sakit Duren Sawit (RSDS) telah mengimplementasikan berbagai sistem manajemen mutu, diantaranya Malcolm Baldrige National Quality Program dengan Health Care Criteria for Performance Excellence, Quality Management System (QMS) ISO 9001:2000, Occupational Health and Safety Asessment System (OHSAS 18001), Competency Based Human Resources Management, serta sistem-sistem lainnya sebagai instrumen pemberdayaan pegawai yang merupakan sumber daya utama dalam pencapaian tujuan strategis RSDS. Masing-masing sistem manajemen mutu tersebut memiliki variabelvariabel yang sifatnya spesifik dan terus menerus berubah dari waktu ke waktu. Saat ini penyajian datanya masih tersebar dari berbagai pintu dan sumber sesuai penanggungjawabnya sehingga pengambilan informasi memakan waktu yang lebih lama serta pemantauannya belum dapat menggambarkan tren, analisis multidimensi serta profil kompetitor. Penelitian ini mencari dengan terapan-terapan Baldrige Health Care Criteria for Performance Excellence yang berjalan di RSDS, namun tidak melakukan scoring terhadap variabel-variabel MBNQA. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai penyiapan implementasi Business Intelligence dengan basis Malcolm Baldrige di RS Duren Sawit pada tahun 2007. Peneliti melakukan investigasi sistem untuk mengetahui kelayakannya, kemudian dilakukan analisis sistem untuk mengetahui kebutuhan informasi yang diperlukan. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif. Informan kunci pada penelitian ini adalah Direktur RSDS, Manager Representatif, Kabag. Tata Usaha RSDS serta Koordinator EDP. Keempat informan kunci tersebut merupakan pihak yang akan banyak menggunakan informasi yang disajikan oleh business intelligence RSDS. Hasil penelitian ini adalah implementasi business intelligence telah layak untuk dilakukan. Didapatkan sebanyak 147 variabel level informasi, dengan dominasi banyaknya informasi pada kategori Process Management pada Proses Kunci Layanan RSDS. Mayoritas ketersediaan data sudah dalam bentuk non laporan manual (81%). Dari keseluruhan proses, effort implementasi business intelligence saat ini berkisar antara 15-35%. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak manajemen untuk melanjutkan sosialisasi, pelatihan sistem informasi, menegaskan kebijakan sistem informasi yang berlaku. Data dalam bentuk laporan manual perlu dilakukan standarisasi informasi sehingga bisa dikonversi menjadi bentuk database, sedangkan data dalam bentuk file non database diperlukan penyepakatan konsistensi data untuk percepatan implementasi business intelligence.


As a leader in quality management system, Duren Sawit Hospital has implement plenty of Quality Management System, such as Malcolm Baldrige National Quality Program, Quality Management System (QMS) ISO 9001:2000, Occupational Health and Safety Asessment System (OHSAS 18001), Competency Based Human Resources Management and other quality management system toward strategic goals of the organization. Each quality management system has many specific and changing variables. The report of each system is still disseminated according to its own departement. This condition leads to longer infotmation gathering time and incompatibility of showing trendline, multidimensional analysis and also profile of hospital?s competitor. This study looks for the implementation of Malcolm Baldrige Health Care Criteria in this hospital and gathered information on preparation of Duren Sawit Hospital on implementing business intelligence based on Malcolm Baldrige. It doesn?t conduct scoring of MBNQA variables. System investigation conducted to get the feasibility of business intelligence. System analysis conducted later to get the information needed. The study use qualitative approach with indepth interview and direct observation for primary data and hospitals archive for secondary one. The study showed that business intelligence is feasible to be developed. System analysis gathered 147 information variables and process management has the most of it. Most of data availibilty is on electronic form (database, non database). Estimation of existing implementation effort is 15-35%. Suggested effort including staff trainning, management consistency of single information system, continuing of breaking down the information variables and standarizing manual information into database and agreement on data consistency for acceleration of business intelligence implementation.

Read More
B-1025
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi AriawanPembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Supriyantoro, Prihantoosa Soepradja
Abstrak: ABSTRAK SIM RS di RSU Bali Royal sudah digunakan sejak tahun 2010. Tetapi pemanfaatan SIM RS masih belum optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur efektivitas implementasi SIM RS di RSU Bali Royaldengan menggunakan indikator PIECES ( Performance, Information and data, Economics, Control and security, Efficiency, Service ) di evaluasi dari sisi Informasi yang bisa dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah System Assessment Method. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam ( Indepth Interview ) menggunakan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan telaah dokumen yang telah dilakukan, didapatkan hasil kinerja SIMRS RSU Bali Royal dari sisi informasi berdasarkan performance sudah baik diketahui dari indikator throughput dan respond time, dari information sudah baik bila dinilai dari outputs, inputs serta stored data, secara economics sudah baik, dari cotrolling and security keamanan data masih kurang, dari segi efficiency informasi yang didapatkan di SIMRS sudah baik, dari segi service bahwa SIMRS RSU Bali Royal sudah baik. Saran penambahan server, penerapan elektronik rekam medis, mengintegrasikan sistem dengan peralatan yang ada, adanya log out otomatis dan pemantauan rutin implementasi SIMRS ke seluruh unit. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIM RS ), Efektivitas, Informasi, Metode PIECES. Hospital Management Information System ( HMIS ) in Bali Royal Hospital has been used since 2010. But the utilization of HMIS is not optimal. The purpose of this research is to measure the effectiveness of HMIS implementation in RSU Bali Royal by using PIECES indicator (Performance, Information and Data, Economics, Control and security, Efficiency, Service) from the Information that can be provided by HMIS. The research design is System Assessment Method. Data collection was done by in-depth interviews (Indepth Interview) using interview guidelines. Based on the results of in-depth interviews and data processing, the results is performance of HMIS in Bali Royal in terms of information seen from the performance is good known from the throughput and respond time indicators, from the information is good assessed from outputs, inputs and stored data, economics is good, from controlling and security data security is not good , in terms of information efficiency obtained in HMIS is good, in terms of service that HMIS Bali Royal Hospital is good. Suggestion of server addition, implementation of electronic medical record, integrate system with existing equipment, automatic logout and routine monitoring of HMIS implementation to all units Keyword : Hospital Management Information System (HMIS), effectiveness, Information, PIECES.
Read More
B-1991
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive