Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32119 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ayun Sari; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Jaslis Ilyas, H.M. Hafizurrachman, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak:
Tantangan bagi pengelola rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta dewasa ini semakin kompleks, tuntutan rnasyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu juga semakin menigkat. Pelayanan kesehatan yang bermutu harus berorientasi kepada pelanggan, baik pelanggan ekstemal maupun internal. Pelanggan intemal adalah tenaga kerja/SDM yang bcrada di rumah sakit. Untuk dapat melaksanakan pelayanan prima ini dibutuhkan sumber daya manusia yang prima pula. Peran SDM rumah sakit sangat penting dalam menentukan mutu jasa pelayanan maka kualitas dan kuantitas SDM merupakan faktor kdtis dalam organisasi rumah sakit. Teori Sumbcr Daya Manusia juga menyebutkan yang perlu diperhatikan dalam pcmeliharaan hubungan keria adalah mengenai kepuasan kerja yang merupakan bagian dari banyak faktor yang mempengaruhi kineqia seseorang. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai kincrja karyawan, kepuasan kerja karyawan dan hubungan antara kepuasan kelja dan kinerja karyawan di RSIJ. Ada lima faset kepuasan kelja yang diteliti yaitu pckerjaan, gaji/kompensasi, promosi, rekan kerja dan pengawasan/supervisi. Metode penelitian ini adalah cross seciional dengan pendekatan kuantitatif dimana data yang dipakai adalah data primer dengan menggunakan alat banlu berupa kuesioner. Kuesioner kinerja karyawan disadur dad lembar penilaian karyawan RSIJ dan kuesioner kepuasan kelja diadaptasi dari A/Hrmesola Sarisfaction Questionairre, yang diuji cobakan terlebih dahulu dengan nilai Crombach-alpha 0,9. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan tetap RSIJ berjumlah 132 orang. Hasil penelitian menunjukkan penilaian kinerja karyawan RSIJ karyawan yang memiliki kinezja baik sebesar 53,8% dan yang kurang baik 46,2%.. Karyawan dengan kinerja baik kebanyakan adalah tenaga perawat dan karyawan dengan kinerja kurang baik kebanyakan adalah tenaga penunjang medis. Kinerja karyawan RSIJ terendah adalah pada aspek inovatif sementara aspek tertinggi adalah pada aspek ketaatan beragama. Kinerja karyawan mulai menurun pada karyawan menjelang usia 40 tahun dengan masa kerja sekitar IO tahun dengan pendidikan setingkat nkademi. Kepuasan kezja karyawan RSIJ terhadap keseluruhan faset adalah 82%, dimana terdapat 61 ,4% karyawan yang puas sementara yang tidak puas 38,6%. Kepuasan kerja terendah ada pada variabel gaji/kompensasi sementara kepuasan kerja tertinggi ada pada variabel rekan kerja. Bonus merupakan penyebub terbesar ketidakpuasan terhadap gaji/kompensasi, suasana kckeluargaan di lingkungan RSIJ merupakan faktor terbesar yang menimbulkan kepuasan terhadap rekan kerja. Karyawan yang berada pada unit pelayanan yaitu dokter dan perawat menunjukkan jumlah yang relatif sama antara yang puas dengan tidak puas, scmentara pada km-yawan penunjang medis dan non medisjumlah kzu-yawan yang puas relatif lebih bcsar dari yang tidak puas. Ada hubungan antara kepuasan kerja dengan kineqa pada seluruh faset yaitu pekerjaan, gaji/kompensasi, promosi, rekan kenja dan pengawasarl/supervise. Kepuasan terhadap promosi memiliki kemungkinan terbesar untuk menjadikan seorang karyawan berkinelja baik. Berdasarkan uraian di atas Peneliti menyarankan kepada manajemen RSIJ untuk melakukan kriteria penilaian kinerja yang baku dan bersifat umum untuk semua jenis tenaga, mcngembangkan program pelatihan, pemberian penghargaan dan sanksi, serta mengefektifkzm peran atasan langsung atau para manajer, meningkatkan motivasi karyawan melalui kekuatan spiritual yaitu ikatan terhadap nilai-nilai agama islam, mempcrbaiki sistem penggajian dimana kinerja karyawan menjadi fokus utama, meningkatkan alokasi penerimaan untuk porsi pcmbayaran gaji/kompensasi karyawan, mengkomunikasikan kemampuan manajemen dalam membayar gaji/kompensasi di lingkungan intemal rumah sakit, suasana kekeluargazm di lingkungan rumah sakit dijadikan kekuatan untuk menghasilkan kexja yang berkualitas dengan cara membentuk tim kerja yang solid dan menumbuhkan suasana persaingan yang sehat diantara karyawan, mcningkatkan perhatian terhadap perawat dengan melakukan perhitungan beban kerja perawat melalui metode yang tepat, menganalisis jalgatan bagian keperawatan sesuai dengan kompetensi Serta me'npe1jelas jenjang karir kepada tenaga perawat, meningkatkan pengenalan terhadap karakteristik karyawan seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan sebagainya sehingga manajemen dapat mengetahui sampai dimana kemampuan karyawar; dalam bekerja dan tingkat kebutuhannya melakukan survey kepuasan kerja secara rutin sebagai bahan masukan bagi pihak manajemen dalam menilai produk-produk kebijakan.

Nowadays, the challenge for hospital management both in the state-run hospital and private hospital have become more complex. Public ask for more high-quality health ser/ice. High-quality health services are a priority issue for external and intemal customers. Intemal customers are people who work in the hospital. High-quality service needs high-quality human resources. The role of human resources is the key in delivering high-quality service. Human resources theory always said job satisfaction is among main factor which influence job performance. The workers deliver the best service when they are happy in theirjobs. The purpose of this study is to examine the relation between job satisfaction and job pcrfomance among the employees of Jakarta Islamic Hospital (RSIJ) with five facets of job satisfaction are reviewed namely job criteria, salary/compensation, promotion, coworker and supervisory. This research was based on cross sectional method with quantitative approach which primary data is obtained by surveing permanent-employee of RSIJ. In this study, the questionnaire of employees performance was adopted &orn the RSI] employee's performance appraisal, while the qustionnaifc of job satisfaction was adopted from Minnesota Satisfaction Questionairre. These instruments had been tested with Crombach»alpha 0,9. We have 132 respondents from RSI.l's permanent employee. The study revealed 53.8 percent of respondents have a good job performance and 46.2 percent less good. The respondents have assumed the innovative aspect was the lowest point of their job performance, while the religious obedience is on the top rating. Nurses comprises the largest group of good job performance while medical supporting staff are the lowest performance. The performance is slightly decrease when employee reach 4O's years old, 10 years services work and diploma education level. Total job satisfaction in the hospital reached 82 percent in which 61.4 percent of the respondents have demonstrated their satisfaction, while 38.6 percent on the opposite. The study disclosed salary/compensation issue have created the greatest dissatisfaction, while relationship with co worker bring the highest happiness. On the variable of compensation, the system of bonus awarding is a major cause of conflict creating dissatisfaction, while lack of formality with warm intra-personal relationship is the largest contribution of job satisfaction. The number of workers from medical unit service, either physicians or nurses, have expressed their dissatisfaction and satisfaction equally, while on medical supporting staff and non-medical unit staff more employee saying they are satisfied compare to those who are not. The study indicated there are a link between job satisfaction and job performance on all facets of job satisfaction, there are job criteria, salary/compensation, promotion, co worker and supervisory. Job satisfaction on promotion achievement is likely be the major cause to maximize their job performance. Based on the study, the researcher recommended to RSIJ management to formulate working standard that is more applicable to all level of employee so it will lead to a fair and open evaluation, to improve training and educational program, implement reward and punishment program, improve the role of supervisor in motivating the workers to be more creative, improve salary/compensation awarding based on employee job performance, maximize intemal communication particularly on the issue of the hospital?s capacity in providing compensation and other benefits to the employees, motivate the employee to be a motivator for eo worker as well as providing a healthy competition for them, finally a routine job satisfaction survey can be used as a mean to collect input for the management in assessing their policies.
Read More
B-1047
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kania Rayani; Pemb. Hafizurrachman; Penguji: Amila Megraini, Defrizal
Abstrak: Departemen Radioterapi RS. Dr. Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu pelayanan medik yang ada di RS. Dr. Cipto Mangunkusmo yang memberikan pengobatan terapi radiasi terhadap kasus keganasan (Kankcr). Tujuan dari pcnclitian ini agar intervensi atau rencana strategi yang dilakukan untuk meningkatkan efektiiitas kelja akan sesuai dengan kebutuhan di Departemen Radioterapi RSCM.
 
 
Penelilian ini dilakukan selama periods 30 Januari 2007 sampai 30 Juni 2007 terhadap 50 responden dengan menggunakan angket. Variabel yang diukur dalarn penelitian ini adalah lingkungan kerja, kcpuasan pegawai, kinemja dan efektiiitas kerja pegawai. Metode penelitian menggunakan metode analisis jalur atau disebut juga dengan Parh Analysis (PA). Metode ini digunakan untuk melihat pola hubungan antar variabel baik variabel penyebab (variabel eksogen) terhadap vaxiabel akibat (vatiabel endogen) dengan anaiisis data korelasi sederhana, berganda dan regresi.
 
 
Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh langsung zuaupun tidak langsung antara variabcl Iingkungan kexja, kepuasan dan kinexja pegawai terhadap efektititas kelja pegawai di Departemen Radioterapi RSCM dengan memiliki kontribusi 74,2%. Begitupula hubnngan antar masing-masing variabel yang memiliki nilai pengaruh yang signiiikan.
 
 
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka disarankan sebagai berikut: 1) Mempertahankan pengelolaan lingkungan kerja, kepuasan dan kinerja pegawai yang selama ini telah tertata dengan baik, dan selalu memperhitungkan aspek keselamatan radiasi bagi pasien, petugas maupun lingkungan sekitar. 2) Seixing dengan persaingan global, maka Dcpartemen Radioterapi RSCM harus tems meningkatkan pengcmbangan kuaiitas dari SDM yang merupakan modal utama dan subjek penggerak organisasi. 3) Perlu dilakukannya analisa beban kcrja berdasarkan jumlah pegawai di lingkungan Departemen Radioterapi RSCM
 

 
The Radiotherapy Depanment of Cipto Mangunkusumo Hospital is an institution which gives radiation treatment to cancer patients. The aim of this research was to find out the right intervention to increase the work effectivity in Radiotherapy Department.
 
 
Between January, 30 2007 and June, 30 2007, questionnaires were randomly given to 50 employees of the department. Variables measmed in the study were working environment, job satisfaction and performance to working etfectivity. Path Analysis method was done to see the correlation between exogenous and endogenous variables using simple, double correlation, and regression analysis.
 
 
We found direct and indirect effect between the variables working environment, job satisfaction, performance, and the working effectivity of employees with contribution 74,2%.
 
 
The results of this study suggest that the working effectivity of the employees is influenced by the working environment, job satisfaction and performance. Thus, we suggest that: 1) The Radiotherapy department should keep maintaining the work environment, job satisfaction and performance, with regards to the safety aspects of the patients, employees and environment. 2) The Radiotherapy Department should keep the quality of its services and increase the perfonnance of its facilities. It is essential that The Departement of Radiotherapy develop a program for developing its human resources as an important asset for better services. 3) Workload indicator of staffing need.
Read More
B-1043
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kristiana Suryaningrum; Pembimbing: M. Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Boy E.R. Wajong, Estina Nainggolan
B-1324
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noviandi Sayuti; Pembimbing; Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Yuli Prapancha Satar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dankepuasan kerja dengan kinerja karyawan Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. YunusBengkulu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode cross sectionalmenggunakan kuesioner dan lembar penilaian oleh atasan. Penelitian dilakukan diInstalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada bulan April 2014 dengansampel berjumlah 64 orang. Analisis hubungan menggunakan uji somers'dgamma dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja fisikdan non fisik serta kepuasan kerja mempunyai hubungan signifikan dengankinerja karyawan. Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu harusmeningkatkan lingkungan kerja dan kepuasan kerja agar kinerja karyawanmeningkat.
This study aims to determine the relationship between the work environment andjob satisfaction and employee performance at the Hospital Pharmacy Dr. M.Yunus Bengkulu. This type of quantitative research with cross sectional methodusing questionnaires and assessment form by the supervisor. The study wasconducted at Hospital Pharmacy Dr. M. Yunus Bengkulu in April 2014, with asample totaling 64 employees. Analysis of the relationship using gammasomers'd test and logistic regression. The results showed the physical and nonphysical work environment and job satisfaction has a significant relationshipwith employee performance. The Hospital Pharmacy should improve the workenvironment and job satisfaction in order to increase employee performance.
Read More
B-1650
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Melati SDW; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Mieke Savitri, Rosmida S.
Abstrak:

Rendahnya motivasi karyawan menunjukan adanya masalah kepemimpinan dan kepuasan kerja. Tingginya turnover pegawai di RS Yadika Pondok Bambu mengindikasi permasalahan kepuasan kerja dan komitmen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja karyawan dan hubungan kepuasan kerja dengan komitmen organisasi di RS Yadika Pondok Bambu. Besar sampel 193 orang. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner.Gaya kepemimpinan transformasional dialami 58% karyawan dan transaksional 42%. Karyawan yang puas 50.28%, yang tidak puas 49.7%. Komitmen afektif&normatif didapatkan pada 67% karyawan dan kontinu 33%. Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja karyawan. Terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi.


Low motivation of employees indicates the issue of leadership and job satisfaction. The high turnover of employees in RS Yadika Pondok Bambu indicates job satisfaction and commitment issues. The purpose of this study was to determine the association between leadership style and job satisfaction and association between employee job satisfaction and organizational commitment in RS Yadika Pondok Bambu. Sample size was 193 people. Research carried out by spreading questionnaire. Transformational leadership style was experienced by 58% of employees and transactional style was 42%. 50.28% of employees were satisfied, 49.7% dissatisfied. Affective and normative commitment was found in 67% of employees and 33% continuous commitment. There is an association between leadership style and job satisfaction of employees. There is an association between job satisfaction and organizational commitment.

Read More
B-1532
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rinto Abimanyu; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Budi Hartono
Abstrak:
Dalam menghadapi era persaingan ini dibutuhkan jajaran manajemen yang mampu membuat suatu kondisi dimana para karyawan dapat meningkatkan kinerja dari waktu kc waklu schingga ugiuan yang tclah ditctapkan dapat tcrcapai. Kineqia karyawan yang mcningkal dulam hal ini pcrawat dapat membcrikau kontribusi yang positif pada kineqia rumzih snkil danjuga pelayanan kcpada pasicn dapat terlaksana lebih optimal. Penelitian ini di latarbelakangi pentingnya meningkatkan kinelja perawat agar rumah sakit mampu bcrsaing di wilayah cakupannya. Tujuan penelitizm ini untuk mcngelahui pengaruh Iingkungan keqia, motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kincrja pcmwnl. Pcnclitiun dilakukun di RSIA I-lcrmina Bugor dcngan menggunakan kuesioner scbagai instrumen pengumpul data dan jumlah sampel sebanyak 45 orang dari jumlah populasi 80 orang. Analisa data dilakukan dcngan menggunakan metode analisis jaluf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh lingkungan kerja, motivasi kexja dan kepuasan kerja tcrhadap kinerja pérawat sebesar 83 % dan signiiikan. Juga terdapat korelasi yang kuat antara variabcl-varibel tersebut.

Nowadays in globalisation an organization must have a skillfull management to raise employes job performance, therefor they can reach a goal. This raising job perfonnance give a positive contribution to the hospital performance and to the customer services. The background of this studies are important to raise the employes performance especially nurse so the hospital can compete in the area. The goal of this studies are finding the influence of work environment, work motivation and job satisfaction on nurse job performance in RSIA Hermina Bogor. As a data collector the author use an questionare and 45 person for sample fiom 80 person in population. Path analysis is use for analyse data. The result shows that there is an influence of work environment, work motivation and job satisfaction on nurse job performance in RSIA Hermina Bogor. The percentage is 83 % and its significant, also ther is strong correlation among those variables.
Read More
B-1017
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martin Susanto; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Yasis Ilyas, Francinita Nati, Romi Jaya Saputra
Abstrak: Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam menjalankan sebuah organisasi. Apa yang mereka rasakan tentang pekerjaan dan hasil dari pekerjaannya, berdampak langsung pada pencapaian dari sebuah organisasi. Kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh kepuasan mereka terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya. Rumah sakit perlu memiliki sistem pengelolahan SDM yang baik dan mengidentifikasi hal-hal yang dapat mendorong motivasi kerja dari tenaga kerjanya. Tingkat kepuasan karyawan RS Eka Pekanbaru berdasarkan survei kepuasan karyawan pada tahun 2018, menunjukkan terdapat beberapa hal yang memiliki tingkat kepuasan rendah. Faktor atasan langsung, pelatihan dan pengembangan karir, rekan kerja, kompensasi, dan kondisi lingkungan kerja merupakan faktor kepuasan karyawan yang dinilai rendah (<80%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor kepuasan kerja (pendapatan, pelatihan, penyelia/ atasan, kondisi dan lingkungan kerja, serta rekan kerja) yang mempengaruhi kinerja karyawan di RS Eka Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metodologi cross-sectional design yang dilakukan pada Bulan April 2019. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner tertulis. Teknik pengambilan sampling dilakukan dengan teknik Incidental/ convinience sampling dengan jumlah responden 257. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan metode analisa data statistik deskriptif dan analisa jalur menggunakan pemodelan Structural Equational Modelling dengan pendekatan Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan baik secara langsung terhadap Kinerja Karyawan, dengan nilai p-value sebesar 0.001 dan koefisien jalur senilai 0.5 maupun melalui komitmen Kerja karyawan sebagai variabel pemediasi, dengan nilai pengaruh 0.001 dan koefisien jalur 0.629, sehingga variabel komitmen bersifat partial mediation, dengan determinasi model sebesar 41%. Faktor yang dominan dalam mempengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan adalah kepuasan dalam hubungan antara atasan dan bawahan, serta hubungan dengan rekan kerja, yang menunjukkan kenyamanan dalam bekerja sebagai faktor penting bagi karyawan agar memiliki kinerja yang baik, dan pendapatan sebagai faktor yang paling kecil pengaruhnya dalam menciptakan kepuasan kerja. Sedangkan pada pengukuran kinerja lebih ditekankan dengan memperhatikan efektivitas kerja karyawan, sebagai faktor yang dianggap paling kuat pengaruhnya.
Read More
B-2089
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septian Saraslina Ekawati; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Jeffry Albert Silaen, Mira Puspitasari
Abstrak: Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu merupakan salah satu rumah sakit swasta tipe C di Jakarta Timur. Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, RS Yadika perlu memiliki hubungan yang baik dengan pemasok, pelanggan eksternal, dan karyawan sebagai pelanggan internal. Dari data bagian kepegawaian di RS Yadika pada empat tahun terakhir didapatkan rata-rata nilai perputaran pegawai sebesar 24% dengan angka tertinggi pada tahun 2018 sebesar 30%. Tingginya angka perputaran pegawai menimbulkan ketidakstabilan kondisi organisasi dan meningkatkan biaya sumber daya manusia terutama untuk rekrutmen dan pelatihan karyawan baru. Dengan meningkatkan retensi karyawan, biaya tersebut dapat ditekan sehingga organisasi dapat mengalokasikan anggarannya pada sektor lain. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan angka retensi karyawan, rumah sakit harus berfokus terhadap usaha membangun dan mempertahankan budaya organisasi yang menekankan pada kepuasan karyawan melalui proses pemasaran internal yang efektif. Penelitian ini membahas hubungan pemasaran internal dengan kepuasan kerja dan retensi karyawan di Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu tahun 2022. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemasaran internal dan kepuasan kerja. Sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja dan retensi karyawan. Variabel pemasaran internal memiliki bauran yaitu produk, harga, promosi/komunikasi internal, tempat, partisipan, bukti fisik, dan proses. Variabel kepuasan kerja memiliki dimensi pekerjaan itu sendiri, gaji, kesempatan promosi, pengawasan, dan hubungan dengan rekan kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan uji korelasi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022 dengan jumlah responden sebanyak 98 orang karyawan tetap di RS Yadika Pondok Bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemasaran internal dirasa baik oleh mayoritas responden (51%). Variabel kepuasan kerja dirasa kurang oleh mayoritas responden (56%). Sedangkan pada variabel retensi karyawan dirasa baik oleh mayoritas responden (57,1%). Terdapat korelasi yang signifikan antara pemasaran internal dengan kepuasan kerja dengan hubungan kuat searah, terdapat korelasi yang signifikan antara kepuasan kerja dengan retensi karyawan dengan hubungan sedang searah, dan terdapat korelasi yang signifikan antara pemasaran internal dengan retensi karyawan dengan hubungan sedang searah. Seluruh bauran pemasaran internal secara simultan berhubungan dengan kepuasan kerja dan retensi karyawan. Bauran partisipan dan bukti fisik memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan bauran harga memiliki hubungan signifikan dengan retensi karyawan. Seluruh dimensi kepuasan kerja secara bersamaan memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi karyawan dan dimensi gaji menjadi dimensi yang memiliki hubungan signifikan. Dari hasil penelitian tersebut disarankan bagi rumah sakit untuk melakukan peningkatan hubungan baik antar karyawan dengan atasan, menyediakan fasilitas pemasaran dalam rumah sakit, menjamin kondisi fisik ruangan dan gedung selalu nyaman, melakukan evaluasi pada proses rekrutmen dan seleksi, serta meninjau besaran gaji yang diterima karyawan
Read More
B-2291
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Agustina; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Ede Surya Darmawan, Fachrudin, Irvan Kusumanegara
Abstrak: Abstrak

Pada saat ini pelayanan kesehatan dihadapkan pada situasi persaingan yang tinggi, untuk itu diperlukan suatu usaha meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pelayanan kesehatan yang berkualitas memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas kinerja yang baik. Dalam upaya mencapai hal tersebut perlu dilakukan berbagai usaha. Penelitian ini melihat hubungan antara Persepsi karyawan tentang kepemimpinan religius kepala rumah sakit dan kinerja baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja karyawan di Rumah Sakit Bersalin Duren Tiga. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi karyawan tentang kepemimpinan religius kepala rumah sakit tidak berhubungan secara langsung dengan kinerja karyawan melainkan melalui motivasi kerja karyawan Rumah Sakit Bersalin Duren Tiga.


At this time of health services are faced with a situation of high competition, for it required an effort to improve health care quality. Quality health services requires human resources that have a good quality performance. In the effort to achieve this needs to be done a variety of activity. This study looked at the relationship between employee perceptions about the hospital's head of religious leadership and performance, both directly and through employee motivation at the Duren Tiga Maternity Hospital. This study concluded that the perceptions of employees about the hospital?s headof religious leadership is not directly related to employee performance but through employee motivation.

Read More
B-1398
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Made Sumartini; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Mieke Savitri, Herri Harianto
B-1024
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive