Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 1782 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Buku III, Kompas. hal : 65
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aliyah Cendanasari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Adik Wibowo, Dumilah Ayuningtyas, Endang Lukitosari, Fiena Fithriah
Abstrak: Tuberkulosis resisten obat merupakan satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian. Jakarta Timur merupakan wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi di DKI Jakarta dan beban Tuberkulosis resisten obat di Jakarta Timur meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen terpadu dalam meningkatkan kinerja pengendalian tuberkulosis resisten obat di Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode Rapid Assessment Procedure (RAP). Hasil penelitian menunjukkan manajemen terpadu dilaksanakan secara simultan dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan monitoring dalam memanfaatkan sumber daya pengendalian TB RO yang terbatas dengan menitik beratkan pada jejaring internal dan eksternal untuk meningkatkan kinerja pengendalian TB RO. Kinerja pengendalian Tuberkulosis resisten obat di Jakarta Timur belum optimal karena tidak semua pasien terkonfirmasi Tuberkulosis resisten obat mengikuti program pengobatan dan angka keberhasilan pengobatan masih rendah. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur perlu meningkatkan program preventif promotif, berinvestasi mengembangkan jenis pelayanan penunjang di RSUD dan mengembangkan sistem survailans Tuberkulosis resisten obat untuk meningkatkan kinerja pengendalian Tuberkulosis resisten obat di Jakarta Timur.
Read More
T-5807
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Huda Rahmawati; Pembimbing: Martya Rahmaniaty; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Al Asy'ari, Titi Sundari, Rosmarlina
Abstrak: TB RO telah memperparah keadaan penyakit TB dan menghambat program penanggulangan TB di Indonesia maupun dunia. Hal ini disebabkan karena angka kesembuhan pada pengobatan relatif lebih rendah, lebih sulit, mahal dan lebih banyak efek samping. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor risiko kejadian TB RO di RSPI Prof dr Sulianti Saroso Tahun 2017-2019 Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol, dimana perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:1. Hasil penelitian yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan status HIV tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian TB RO. Status DM dan riwayat pengobatan TB sebelumnya memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian TB RO, dimana pasien dengan status DM memiliki risiko 3,3 kali lebih tinggi terjadinya TB RO (ORcrude 3,272; CI 1,244-8,749) dan riwayat pengobatan TB sebelumnya menjadi faktor paling berpengaruh terjadinya TB RO dengan ORadj=8,51; 95%CI (4,32-16,77). Kesimpulan penelitian dapat diberikan saran agar dapat disampaikan untuk memperhatikan, memberikan informasi dan dukungan pasien TB dengan DM ataupun TB saja kemungkinan terjadinya resistensi bila tidak melakukan pengobatan secara tuntas. Selain itu, sudah ada program bahwa setiap pasien TB harus diperiksa HIV dan DM,sehingga akan lebih awal mengetahui adanya komorbid pada pasien TB dan ini harus konsisten dilakukan
TB RO has exacerbated the condition of TB disease and hampered TB control programs in Indonesia and the world. This is because the cure rate on treatment is relatively lower, more difficult, expensive and has more side effects. The purpose of this study is to determine the risk factors for the incidence of TB RO at RSPI Prof dr Sulianti Saroso in 2017 - 2019 This study is a quantitative study with a case-control study design, where the ratio of cases and controls is 1:1. The results of the study, namely age, gender, occupation, education and HIV status did not have a significant relationship with the incidence of TB RO. DM status and history of previous TB treatment have a significant relationship with the incidence of TB RO, where patients with DM status have a 3.3 times higher risk of developing TB RO (ORcrude 3,272; CI 1,244-8,749) and history of previous TB treatment is the most influential factor. the occurrence of TB RO with ORadj=8.51; 95%CI (4.32-16.77). The conclusions of the study can be given suggestions so that they can be submitted to pay attention, provide information and support for TB patients with DM or TB only, the possibility of resistance if they do not complete treatment. In addition, there is a program that every TB patient must be tested for HIV and DM, so that it will be easier to find out if there are comorbidities in TB patients and this must be done consistently
Read More
T-6146
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Annisa; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Artha Prabawa; Penguji: Martya Rahmaniati Mskful, Suhardini, Diah Handayani
Abstrak: Resistensi obat merupakan masalah baru dalam program eliminasi TB yang disebut TB resisten obat. Pengobatan TB resisten obat di Indonesia dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan dan fasilitas pelayanan kesehatan satelit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas pelayanan kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan pasien TB resisten obat di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di Subdit-TB, Direktorat P2PML, Kementerian Kesehatan RI. Desain studi penelitian ini adalah kohort restrospektif. Jumlah sampel sebanyak 4288 orang, diseleksi menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menyelesaikan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan satelit sebanyak 97,20% dan di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sebanyak 2,8%. Proporsi keberhasilan pengobatan sebesar 53,2% dengan kumulatif hazard keberhasilan pengobatan sebesar 5,43 di akhir pengamatan selama 36 bulan pengamatan
Read More
T-5649
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elizabeth Wulandari; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Woro Riyadina
Abstrak:

Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu dari 4 Provinsi di Indonesia yang menjadi tempat implementasi awal dari penerapan penggunaan paduan BPaL (Bedaquiline, Pretomanid, Linezolid) untuk pengobatan TB RO dalam tatanan penelitian operasional. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan keberhasilan pengobatan pasien TB RO pada penggunaan Bedaquiline dalam paduan pengobatan dengan keberhasilan pengobatan pasien TB RO tanpa Bedaquiline dalam paduan pengobatan. Penelitian menggunakan rancangan kohort retrospektif dan analisis datanya dengan analisis survival dari data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Provinsi DKI Jakarta tahun 2020 – 2023. Hasil penelitian: Pada pola resistansi Monoresistan, Rifampisin Resistan, Poliresistan dan Multidrugs Resistant keberhasilan paduan pengobatan yang menggunakan Bedaquiline tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan keberhasilan pengobatan menggunakan paduan tanpa Bedaquiline setelah dikontrol oleh variabel jenis paduan pengobatan (HR 1,01; 95% CI 0,79 -1,29; p-value= 0,939). Pada pola resistansi pre-Extensively Drug Resistant dan Extensively Drug Resistant, keberhasilan paduan pengobatan menggunakan Bedaquiline juga tidak berbeda bermakna bila dibandingkan keberhasilan paduan pengobatan tanpa Bedaquiline dengan mempertimbangkan jenis paduan pengobatan (HR 1,14; 95% CI 0,34 – 3,82; p-value= 0,835). Diharapkan tenaga kesehatan tetap memberikan edukasi pentingnya kepatuhan regimen pengobatan dan dukungan sosial serta psikologis kepada pasien untuk menbantu pasien tetap konsisten menjalani pengobatan.


DKI Jakarta Province is one of 4 Provinces in Indonesia for the initial implementation site of the BPaL (Bedaquiline, Pretomanid, Linezolid) combination for treating DR-TB (Drug Resistant Tuberculosis) in an operational research order. The study aimed to compare the success of treatment of TB RO patients with the use of Bedaquiline in the treatment combination with the success of treatment of TB RO patients without Bedaquiline in the treatment combination. The study used a retrospective cohort design and data analysis with survival analysis from the Tuberculosis Information System (SITB) data of DKI Jakarta Province in 2020 – 2023. Results of the study shows that in Monoresistant, Rifampicin Resistant, Polyresistant and Multidrugs Resistant resistance patterns, the success of treatment combination using Bedaquiline did not show a significant difference with the success of treatment combination without using Bedaquiline after being controlled by treatment combination type variable (HR 1.01; 95% CI 0.79 -1.29; p-value = 0.939). In pre-Extensively Drug Resistant and Extensively Drug Resistant resistance patterns, the success of treatment combination using Bedaquiline was also not significantly different when compared to the success of the treatment combination without Bedaquiline after being controlled by treatment combination type variable (HR 1.14; 95% CI 0.34 – 3.82; p-value = 0.835). Health workers are expected to continue providing education on the importance of compliance with treatment regimens and giving social and psychological support to patients in order to maintain patient’s consistency in undergoing treatment.

Read More
T-6981
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 4, Koran Tempo hal. 47
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Izzatul Mardiah Saini; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Nining Mularsih, Tiopan Sipahutar
Abstrak:
Penanggulangan dan pengobatan tuberkulosis semakin sulit dan menantang dengan munculnya varian mycrobacterium tuberculosis yang resisten terhadap obat. Tuberkulosis yang resisten terhadap obat merupakan risiko kesehatan global dan dapat mmenyebabkan tingginya angka kematian. DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang tercatat sebagai provinsi dengan angka kejadian tuberkulosis dan TB-RO tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan diabetes mellitus dan HIV dengan ketahanan hidup pasien TB-RO selama masa pengobatan di Provinsi DKI Jakarta. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif pada 1100 pasien TB-RO yang menjalani pengobatan pada Januari 2021-Desember 2023 dan tercatat pada Sistem Informasi Tuberkulosis. Analisis yang dilakukan analisis univariat, kaplan-meier, bivariat menggunakan regresi cox dan multivariat dengan cox proportional hazard. Hasil penelitian ini menunjukkan 18,8% pasien TB-RO mengalami kematian dengan incidence rate kematian 15 per 1000 orang-bulan dengan probabilitas survival kumulatif sebesar 79,69%. Status HIV positif (HR 2,17; 95% CI: 1.14 – 4,12) berhubungan dengan ketahanan hidup pasien TB-RO. Status HIV positif pada pasien tuberkulosis yang resistan terhadap obat dapat mempercepat kematiannya. Pentingnya peningkatan kolaborasi program terutama TB-HIV agar pasien TB-RO dengan HIV mendapatkan pengobatan dan pemantauan yang tepat

The prevention and treatment of tuberculosis have become increasingly complicated and challenging with the emergence of drug-resistant variants of Mycobacterium tuberculosis. Drug-resistant tuberculosis poses a global health risk and can lead to high mortality rates. DKI Jakarta is one of the provinces in Indonesia with the highest incidence of tuberculosis and drug-resistant TB (TB-DR). The objective of this study is to investigate the relationship between diabetes mellitus and HIV with the survival of TB-DR patients during treatment in DKI Jakarta Province. The study design is a retrospective cohort study involving 1100 TB-DR patients who underwent treatment from January 2021 to December 2023 and were registered in the Tuberculosis Information System. The analysis included univariate analysis, Kaplan-Meier analysis, bivariate analysis using Cox regression, and multivariate analysis with Cox proportional hazard. The results of the study showed that 18.8% of TB-DR patients experienced mortality, with an incidence rate of 15 per 1000 person-months and a cumulative survival probability of 79.69%. HIV-positive status (HR 2.17; 95% CI: 1.14 – 4.12) was associated with the survival of TB-DR patients. Being HIV-positive in drug-resistant tuberculosis patients can accelerate their mortality. The importance of enhancing collaborative programs, especially TB-HIV programs, is crucial to ensure that TB-DR patients with HIV receive appropriate treatment and monitoring.
Read More
T-7011
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Rizaldi; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Alvin Kosasih, Tavip Triyono
Abstrak: Kabupaten Bogor merupakan daerah prioritas utama penanggulangan TB di Indonesia dengan jumlah kasus TB ditemukan tahun 2020-2021 sebanyak 22.189 kasus dengan 728 kasus (3,3%) terkonfirmasi sebagai TB-RO. Angka kesembuhan TB-RO semakin menurun sedangkan angka kematiannya meningkat. Tujuan penelitian ini untuk menghitung mortality rate dan perbedaan probabilitas survival antara kelompok terpapar dan tidak terpapar faktor risiko serta mengetahui hubungan antara co-infeksi HIV, DM dan pola resistensi dengan ketahanan hidup TB-RO. Studi cohort retrospektive dan analisis survival dilakukan dengan memanfaatkan data TB.03 dan TB.01 SITB Kab. Bogor, SITB RSUD Cibinong dan SITB RSPG Cisarua. Hasil penelitian didapatkan mortality rate kumulatif sebesar 31,9/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 62,3%. Mortality rate pada kelompok HIV positif:131/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 37,5% (log-rank test 0,004). Pada kelompok DM:53,3/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 40,4%. (log-rank test 0,002). Pada pola Pre-XDR/XDR sebesar 42,4/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 55,4%. Sedangkan pola poliresisten/MDR:34,8/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 56,2% (log-rank test 0,023). HIV (HR:7,32;95%CI:2,7019,81;p-value:0,001), DM T*≥ 2 bulan (HR:2,03;95%CI: 1,05-3,92;p-value:0,31). Pola Pre-XDR/XDR (HR:3,98;95%CI:1,59-9,9;p-value:0,003) serta pola poliresisten/MDR (HR:2,84;95%CI:1,23-6,58;p-value:0,014) berhubungan dengan ketahanan hidup penderita TB-RO. Diharapkan RS rujukan TB-RO memaksimalkan tatalaksana, jejaring internal, sinkronisasi data SITB.. Bagi Dinkes Kab. Bogor dapat memaksimalkan kegiatan MICA dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan TB-RO
Read More
T-6385
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karl Dalton Tjia; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Renti Mahkota, Meilina Farikhah
Abstrak:
Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-RO) merupakan ancaman kesehatan masyarakat. Indonesia menduduki peringkat keempat dalam insiden kasus resistensi TB secara global dan enrollment rate pengobatan MDR/RR-TB masih dibawah target nasional sehingga dapat mendorong beban resistensi pre-extensively drug resistant TB (pre-XDR-TB) dan extensively drug resistant TB (XDR-TB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian resistensi pre-XDR-TB dan XDR-TB di DKI Jakarta tahun 2021-2022. Desain studi penelitian adalah cross sectional dengan sumber data dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Total sampel yang digunakan adalah 1164 yang kemudian diolah dengan analisis univariat, bivariat, dan stratifikasi. Jumlah resistensi pre-XDR-TB dan XDR-TB di DKI Jakarta mencapai 9,7% dari total kasus TBC-RO DKI Jakarta. Karakteristik pasien TBC-RO di DKI Jakarta mayoritas merupakan laki-laki (57,5%), usia 45-54 tahun (22,9%), status sosioekonomi tidak bekerja (28,1%), pasien TBC-RO dengan DM tipe 2 (23,2%), pasien HIV-TBC-RO (3,3%) riwayat pengobatan baru (44,8%) dan penyebab resistensi merupakan acquired resistance (47,8%). Dari analisis bivariat didapatkan, laki-laki (POR = 0,675; 95% CI: 0,458-0,996) merupakan faktor protektif dan status sosioekonomi tidak bekerja (POR = 1,65; 95% CI: 1,021-2,649) merupakan faktor risiko terhadap resistensi pre-XDR-TB dan XDR-TB. Direkomendasikan untuk pemerintahan memberi dukungan ekonomi kepada pasien TBC-RO yang sedang menjalani pengobatan TB.

Drug resistant TB (DR-TB) has become a public health threat. Globally, Indonesia ranked the fourth place in the incidence cases of DR-TB and the enrollment rate for MDR/RR-TB was still below the national target which consequentially can push the burden of pre-extensively drug resistant TB (pre-XDR-TB) and extensively drug resistant TB (XDR-TB) in Indonesia. The objective of this research is to identify the risk factors that is associated with the occurrence of pre-XDR-TB and XDR-TB in DKI Jakarta in 2021-2022. This study uses a cross sectional design and the data is obtained from the national TB information system (SITB). The total sample used for this study is 1164 which then analysed by univariate, bivariate and stratification analysis. The number of pre-XDR-TB and XDR-TB cases in DKI Jakarta reaches 9.7% from the total cases of DR-TB in DKI Jakarta. The characteristics of the majority of DR-TB patients in DKI Jakarta are male (57,5%), age 45-54 (22,9%), unemployed socioeconomic status (28,1%), DR-TB with DM type 2 (23,2%), DR-TB with HIV (3,3%), have no history of previous treatment (44,8%) and cause of resistance is acquired resistance (47,8%). From bivariate analysis it is obtained, being male (POR = 0,68) is a protective factor and socioeconomic status of not working (POR = 1,65) is a risk factor for pre-XDR-TB and XDR-TB resistance. It is recommended for the government to provide economic support for DR-TB patients that are undergoing TB treatment.
Read More
S-11638
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsye Tendenan Malensang; Pembimbing: Yovsyah; PengujiL: Helda, Sulistyo
Abstrak:
Abstrak Tuberkulosis masih menjadi masalah Kesehatan Masyarakat sampai saat ini, baik di Indonesia maupun Tingkat global. Indonesia negara dengan peringkat ke dua sebagai negara dengan angka kasus TB terbesar di dunia. Succsess Rate TB RO di Indonesia dalam satu dekade terakhir bekisar antara 40-50%, tahun 2022 SR TB RO menjapai angka 51% masih jauh dari target nasional. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubhungan factor usia, jenis kelamin, Riwayat pengobatan, jenis faskes, status HIV dan status DM terhadap keberhasilan pengobatan TB RO Pengobatan Jangka Pendek di Indonesia tahun 2022. Desain studi yang digunakan yaitu cross sectional dengan menganalisis data dari data register TB RO 03 Aplikasi SITB Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI dengan jumlah sampel sebesar 2.028. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunkana aplikasi SPSS versi 27.Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor usia (PR=1,31; 95%; CI:1,20-1,42) dan status HIV (PR=1,4; 95%; CI: 1,02-1,90) menjadi faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan TB RO Jangka Pendek(Short Treatment Regiment) di Indonesia tahun 2022. Oleh sebab itu, perlu adanya intervensi dan pengawasan ekstra bagi pasien yang berusia > 45 tahun dan dengan infeksi HIV dalam menjalani pengobatan TRB RO Jangka Pendek untuk mencegah kegagalan pengobatan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan TB RO Jangka Pendek. Kata Kunci : Pengobatan TB RO Jangka Pendek, Usia, jenis Kelamin, Riwayat Pengobatan, Jenis Faskes, Status HIV, Status DM, Indonesia

Abstract Tuberculosis is still a public health problem today, both in Indonesia and at the global level. Indonesia is the country ranked second as the country with the largest number of TB cases in the world. The TB RO Success Rate in Indonesia in the last decade has ranged between 40-50%, in 2022 the TB RO SR will reach 51%, which is still far from the national target. The aim of this research is to determine the relationship between the factors age, gender, treatment history, type of health facility, HIV status and DM status on the success of Short Term RO TB treatment in Indonesia in 2022. The study design used is cross sectional by analyzing data from TB register data. RO 03 SITB Application Directorate General of P2P Ministry of Health of the Republic of Indonesia with a sample size of 2,028. Data were analyzed univariately and bivariately using the SPSS version 27 application. The results of the analysis showed that the factors were age (PR=1.31; 95%; CI: 1.20-1.42) and HIV status (PR=1.4; 95% ; CI: 1.02-1.90) is a factor related to the success of Short Term RO TB treatment (Short Treatment Regiment) in Indonesia in 2022. Therefore, there is a need for extra intervention and supervision for patients aged > 45 years and with HIV infection undergoing Short Term TRB RO treatment to prevent treatment failure and increase the success of Short Term TB RO treatment. Keywords: Short Term RO TB Treatment, Age, Gender, Treatment History, Type of Health Facility, HIV Status, DM Status, Indonesia
Read More
S-11509
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive