Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30840 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Felix Pramudya W; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Soeharijanto Ary Soekadi, A Eko Meinarno
Abstrak:

Pekerjaan sebagai perawat secara umum merupakan pekerjaan yang dapat menimbulkan stres. Perawat merupakan profesi tenaga medis yang paling sering berinteraksi dengan pasien, dan mereka mempunyai potensi yang lebih besar untuk terpapar dengan produk biologik yang bersifat infeksius. Rumah Sakit Ketergantungan obat merupakan rumah sakit pemerintah yang berbeda dengan rumah sakit milik pemerintah umumnya, dimana rumah sakit ketergantungan obat dikhususkan untuk menangani pasien dengan ketergantungan zat. Banyak dari pasien ketergantungan zat tersebut merupakan pengguna zat dengan menggunakan jarum suntik (intra venous drug user) dimana penggunaan zat menggunakan jarum suntik berpotensi menularkan penyakit infeksius yang sangat berbahaya seperti hepatitis, dan infeksi HIV yang sampai sekarang belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya. Selain itu, kebanyakan pasien di RSKO merupakan pasien dengan dual diagnosis yaitu selain mempunyai masalah dengan penyalahgunaan zat, juga terdapat gangguan mental lainnya, misalnya: gangguan kepribadian. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran faktor-faktor pekerjaan yang berhubungan dengan stres pada perawat di RSKO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional Non Experimental Descriptive Research. Pengukuran data menggunakan kuesioner berdasarkan life event scale. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan 15 responden (20,8%) mengalami stres, dan 57 responden (79,2%) tidak mengalami stres. Dari hasil uji statistik yang telah dilakukan, maka didapatkan bahwa faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan terjadinya stres adalah persepsi perawat terhadap faktor kondisi lingkungan, terutama persepsi terhadap bahaya biologi.


Job as a nurse basically is a stressful job. Nurse is a medical profession that spent most of the time interacting with the patient, and they have larger opportunity to have contact with infectious biological products. Rumah Sakit Ketergantungan Obat is a government owned hospital that different with the other hospitals, where the Rumah Sakit Ketergantungan Obat is specialized to caring patient with drug dependency. Most of the patients are intra venous drug user, whereas the using of needle stick has potency to transmitting infectious diseases like hepatitis, and HIV infection which there is no cure for. Besides, most of the patients in RSKO are patients with dual diagnosis, which instead of they have problem with drug abusing, they also have mentally disorder, i.e: personality disorder. This research aimed to obtain the description of factors related with work stress in nurse. This research is cross sectional non-experimental descriptive research with analytic survey. Primary data collected with questionnaires based on life event scale. The analysis of this research applies the univariate and bivariate approach. The result of the research is 15 respondents (20,8%) are stress, and 57 respondents (79,2%) are not stress. Bivariate analysis using correlation test shown that the nurses perception of their environment conditions has significant correlation with the stress, especially their perceptions of biological hazards in their workplace.

Read More
T-3022
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Muthiah; Pembimbing: Doni Himat Ramdhan; Penguji: Robiana Modjo, Faridah Tusafariah
Abstrak: PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan properti. Karyawan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan ekspektasi konsumen dan organisasi sehingga tidak terlepas dari streskerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor bahaya psikososial yangberhubungan dengan stres kerja menggunakan desain studi cross sectional pada107 responden. Hasil penelitian menunjukkan 49,5% responden mengalami stres tinggi. Faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan stres kerja padakaryawan adalah perkembangan karir, kepuasan kerja, hubungan interpersonal,desain kerja, beban kerja. tidak ada hubungan yang signifikan antara kontrolpekerjaan dan jadwal kerja dengan stres kerja.

PT. X is a company of tourism and property industry. The employees arerequired to continuously improve the quality of services in accordance theexpectation of customers and organization that cause stress of work. This studyaims to analyze the association between psychosocial hazards and work relatedstress using a cross sectional study on 107 respondents. The result showed 49.5%of respondents experiencing high stress. Psychosocial factors significantlyassociated with work-related stress on employees are career development, jobsatisfaction, interpersonal relationship, task design and workload. There was nosignificantly associated job control, and work schedule with work-related stress.
Read More
S-8315
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Ludia Safitri; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Permata Wulandari
S-7992
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Mafelia Rodhotul Awanis; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Abdul Kadir
Abstrak: Stres bukan hanya menjadi masalah individu dan organisasi, tetapi juga menjadi masalah masyarakat secara luas. Stres dianggap mempengaruhi kesehatan psikologis dan fisik individu, serta efektivitas dalam organisasi. Industri penerbangan Indonesia telah memasuki masa kejayaannya dalam tujuh tahun terakhir (2011-2017). Pada tahun 2016 jumlah keberangkatan pesawat domestik mencapai 764.156 kali keberangkatan, sebanyak 186.482 kali (24,4%) berasal dari Garuda Indonesia. Adanya tuntutan pekerjaan yang tinggi pada awak kabin seperti, bekerja dengan pola shift yang tidak teratur, melintasi zona waktu selama bekerja, waktu istirahat yang tidak teratur yang dapat mempengaruhi keadaan tubuh secara fisik dan kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada awak kabin PT. Garuda Indonesia tahun 2019. Penelitian ini ada penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah awak kabin PT. Garuda Indonesia yang berjumlah 203 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Dari hasil penelitian didapatkan 33,5% responden mengalami stres berat. Hasil analisis bivariat dengat tingkat kemaknaan 5%, diperoleh sembilan faktor yang berhubungan dengan stres kerja yaitu jenis kelamin p value 0,033, masa kerja p value 0,046, budaya dan fungsi organisasi p value 0,003, pengembangan karir p value 0,037, decision latitude and control p value 0,001, home-work interface p value 0,001, desain kerja p value 0,001, beban kerja p value 0,001, dan jadwal kerja p value 0,001. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan perusahaan dapat segera mengambil tindakan pengendalian guna mencegah stres di kalangan awak kabin yang dapat merugikan pekerja dan juga perusahaan. Kata kunci: stres kerja, awak kabin Stress is not only a problem for individuals and organizations, but also a problem for society at large. Stress is considered to affect the psychological and physical health of individuals, as well as effectiveness in organizations. The Indonesian aviation industry has entered its heyday in the past seven years (2011- 2017). In 2016 the number of domestic aircraft departures reached 764,156 times, 186,482 times (24.4%) originating from Garuda Indonesia. There are high work demands on cabin crew such as, working with irregular shift patterns, crossing time zones during work, irregular rest periods which can affect physical body and social life. This study aims to determine the factors associated with work stress on the cabin crew of PT. Garuda Indonesia in 2019. This research is a quantitative study with cross sectional study design. The sample in this study was the cabin crew of PT. Garuda Indonesia, amounting to 203 respondents. The data used in this study are primary data obtained through questionnaires given to respondents. From the results of the study found 33.5% of respondents experienced high stress. The results of the bivariate analysis with a significance level of 5%, obtained nine factors related to work stress including gender p value 0.033, years of service p value 0.046, culture and organizational functions p value 0.003, career development p value 0.037, decision latitude and control p value 0,001, homework interface p value 0,001, work design p value 0,001, work load p value 0,001, and work schedule p value 0,001. From the results of the study it is hoped that the company can immediately take control measures to prevent stress among cabin crew which can harm workers and also the company. Key words: work stress, cabin crew
Read More
S-10217
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Anggi Kurniawan Alfarisi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Neni Julyatri Sagala
Abstrak: Stres kerja merupakan psychological hazard yang terkadang tidak terlihat, dantidak diperhatikan oleh managemen perusahaan, padahal dampak dari bahayapsikososial tersebut jika tidak segera direspon dalam jangka waktu tertentu dapatmenimbulkan dampak yang merugikan. Tenaga Analis Kesehatan merupakansalah satu pekerja yang berisiko mengalami stres kerja, dikarenakan rutinitaspekerjaannya yang monoton dan selalu berinteraksi dengan bahaya biologismerupakan salah satu faktor penyebab stres kerja. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja padaTenaga Analis Kesehatan di laboratorium X. Dari hasil penelitian, diketahuifaktor-faktor yang menyebabkan stres kerja pada tenaga Analis kesehatan diLaboratorium X adalah beban kerja, rutinitas kerja, jadwal kerja, dan bahayabiologis.
Kata Kunci : Stres kerja, Tenaga Analis Kesehatan.
Work stress is psychological hazard that are sometimes not seen, and gounnoticed by the management company, but the impact of the psychosocialhazards if not immediately responded in a certain period of time can cause adverseimpacts. Health Analyst is one of the workers at risk of occupational stress, due tothe monotonous routine work and always interacting with biological hazards isone of the causes of work stress. The purpose of this study was to determine thefactors associated with work stress on Health Analyst at X Laboratory. From theresearch lab, the causes factors of work stress on health Analyst at X Laboratoryare the workload, work routines, work schedules, and biological hazards .
Keywords : Work stress , Health Analyst.
Read More
S-9226
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Vera Tiurma Tobing; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Mila Tejamaya, J. Nanang Marijanto, Suprapto
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yaitu melakukan pengukuran pada suatu populasi dengan waktu tertentu secara serentak dengan analisis deskriptif dan inferensial dengan menggunakan kuesioner penilaian stres kerja diisi oleh karyawan PT SCI untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Variabel independen adalalah karakteristik individu (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status kepegawaian, transportasi, masa kerja, wilayah kerja), variabel independen psikososial (lingkungan kerja, beban kerja, jam kerja, kontrol pekerjaan, hubungan interpersonal, homeinterface) dan variabel independen faktor manajemen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah stres kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan projek yang berjumlah 202 orang yaitu surveyor dan staf administrasi projek PLN Pertamina.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret Juli 2022. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Kuesioner yang dipilih untuk mengukur stres kerja dan faktor-faktor yang memengaruhi stres kerja dalam penelitian ini adalah NIOSH Generic Job Stres Questionnaire, karena kuesioner NIOSH dapat digunakan pada semua jenis pekerjaan, termasuk karyawan. Kuesioner ini juga memiliki topik pertanyaan/pernyataan yang sesuai dengan variabel penelitian. Selain untuk mengukur faktor psikososial di tempat kerja, kuesioner ini juga menyediakan pertanyaan/ pernyataan untuk mengetahui gejala stres kerja berupa keluhan psikis, fisik, maupun perilaku yang diakibatkan dari stres kerja. Teknik analisis data yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan software statistik dan dijelaskan berdasarkan distribusi frekuensi pada variabel independen dan dependen dalam penelitian, serta hubungan antara kedua variabel tersebut dengan analisa deskripsi dan inferensial.
Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan taraf signifikansi 5% diperoleh kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, transportasi ke lokasi kerja dan wilayah kerja responden dengan stres kerja. Variabel independen faktor individu ((usia, tingkat pendidikan, status kepegawaian, masa kerja), faktor psikososial ((lingkungan kerja, beban kerja, jam kerja, kontrol pekerjaan, hubungan interpersonal, home-interface) dan variabel independen faktor manajemen tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan stres kerja. Dari responden sejumlah 202 orang hanya terdapat 10 responden yang mengalami stres kerja dan 192 orang tidak mengalami stres kerja
Read More
T-6378
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Rosaline Darwis; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Irawan Mayarni, Agung Surya
Abstrak:

ABSTRAK

Awak kapal feri mempunyai karakteristik kerja yang unik, jadwal kerja 24 jamterus menerus di kapal dengan libur hanya 3 hari sebulan, terpajan risiko kondisilingkungan kerja yang dapat menjadi penyebab timbulnya stres kerja. Stres kerjaawak kapal jika tidak ditanggulangi akan berpengaruh terhadap kesehatannya sertakeselamatan kapal dan penumpang. Tujuan penelitian adalah untuk memperolehgambaran faktor pekerjaan (job content-job context), yang berhubungan denganstres kerja pada awak kapal feri non perwira di pelabuhan Telaga Punggur.Metode yang digunakan adalah Cross Sectional Descriptive Research, pengukurandata menggunakan kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.Dari hasil penelitian didapatkan 35 % responden mengalami stres kerja dan 65 %tidak mengalami stres kerja. Hasil uji statistik menunjukkan faktor yangmempunyai hubungan bermakna dengan stres kerja adalah kondisi lingkungankerja, dimana awak kapal yang mempunyai persepsi bahwa kondisi lingkungankerja di kapal berbahaya mempunyai peluang lebih besar mengalami stres kerjadibanding awak kapal yang menganggap lingkungan kerja di kapal tidakberbahaya.

ABSTRACT

The ferry's crew has a unique job characteristics, 24 hours work schedulecontinuously on the ship with only three days off a month, being exposed to the riskof working environment conditions that can cause an incidence of work stress.Work stress of the crew will have an effect on their health and also to the safety ofthe ship and its passengers. The purpose of the research was to gain an overview ofwork factors (job content-job context) related to work stress on the ferry crew inThe Telaga Punggur Port 2013. The method used is Cross Sectional DescriptiveResearch, measurement data using questionnaires, analysis of the data done byunivariate and bivariat. Research results obtained 35% of ferry crew experienced astressful job and 65% are not subjected to the stress of work. Results of statisticaltests indicate factor that have a meaningful relationship with work stress is acondition of the work environment, where the crew had the perception that theenvironmental conditions of work on board is harmfull has a chance of greaterstress than crew who consider the work environment on board is not harmfull.

Read More
T-4001
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Nadya Nurul Haq; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Agus Wuryanto
S-10287
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Rena Noviyanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Sri Hari Rostakari
Abstrak: Skripsi ini membahas faktor-faktor yang behubungan dengan stres kerja pada guru honorer SMA di Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian semi-kuantitiatif dengan desain penelitian cross sectional (survey deskriptif). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi tingkat stres kerja pada guru honorer SMA di Jakarta Timur dengan responden 110 orang guru honorer adalah 37.7% guru honorer mengalami stres ringan, 36.4% mengalami stres sedang, dan 26.4% mengalami stres berat. Selain itu, dari 8 variabel faktor stres kerja (context to work dan content to work) terdapat 7 variabel yang memiliki hubungan dengan stres kerja yaitu dari faktor context to work, gaji, hubungan interpersonal, peran dalam organisasi, keleluasaan dalam kontrol/pengambilan keputusan, dan faktor content to work yaitu beban kerja, jadwal kerja, dan desain kerja. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan sebagian besar faktor yang berhubungan dengan stres kerja bersumber dari faktor content to work.
 

This paper examines factors regarding stress at work on temporary high school teacher in East Jakarta. This research is a quantitative study with cross sectional research design. The result of this study shows that the proportion of work stress on temporary high school teacher in East Jakarta with 110 respondents of temporary teacher are 37.7% having mild stress, 36.4% having moderate stress, and 26.4% having severe stress. Besides, from 8 variable factors of work stress (context to work and content of work) there are 7 variables related to work stress which is from context to work factor, salary, interpersonal relationship, role in organization, decision latitude/control. and content to work factor which is workload/workpace, task design, and work schedule. From the result of the study concluded that most of the factor related to stress at work derived from content to work factor.
Read More
S-7679
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Ayu Dewi Atika; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Robiana Modjo, Istiati Suraningsih
Abstrak: Stres kerja merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang, baik secara fisik maupun psikologis terhadap suatu perubahan di lingkungan kerjanya yang dirasakan sangat mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja terhadap tingkat stres kerja pada guru SDLB dan SD. peneltian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.

Hasil penelitian yang didapat adalah terdapatnya hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan tingkatstres kerja, terdapatnya hubungan yang bermakna antara iklim dan strukturorganisasi dengan tingkat stres kerja, terdapatnya hubungan yang bermakna antara hubungan interpersonal dengan tingkat stres kerja dan terdapatnya hubungan yangbermakna antara pengembangan karir dengan tingkat stres kerja.
Kata Kunci :Stres Kerja, Guru SDLB, Guru SD

Occupational stress is a form of response to a person, both physically andpsychologically against a change in the work environment is considered to be verydisturbing and lead someone in danger. The purpose of this study was to analyzethe factors that affect the level of work stress on primary school in specialeducation and general primary school teachers. This research using quantitativeresearch with cross sectional design.

The result is the presence of a significantassociation between workload with work stress levels, the presence of asignificant association between climate and organizational structure with the levelof work stress, the presence of a significant association between interpersonalrelationship with the level of work stress and the presence of a significantassociation between the development of career with the level of work stress.
Key Words :Work stress, teacher primary school in special education, teacher in generalprimary school
Read More
S-8180
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive