Ditemukan 30170 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Azelia Rahmi; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah, Luthfi Gatam
S-6031
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febrina P.W. Pandiangan; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Edi Setiawan Tehuteru
S-6166
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Megawati; Pembimbing: Nurhayati Prihartono; Penguji: Yovsyah, Ni Ketut Susilarini
S-7467
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Oni Isnenti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Oman Abdurohman
S-7582
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yudha Asy'ari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Putri Bungsu, Esti Widorini
Abstrak:
Read More
Cedera medula spinalis merupakan peristiwa traumatis atau non-traumatis yang dapat mempengaruhi fungsi neurologis baik motorik, sensorik, atau autonom penderitanya. Insiden dan prevalensi cedera medula spinalis meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas manusia. Cedera medula spinalis dapat menyebabkan morbiditas temporer atau permanen, hingga mortalitas. Namun, beberapa studi menunjukkan adanya perbaikan selama masa perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang memprediksi perbaikan sensorik dan motorik pada pasien dengan cedera medula spinalis yang di rawat inap RSUP Fatmawati dari tahun 2022 hingga 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Besar sampel yang digunakan adalah 316 sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua variabel yang berhubungan bermakna setelah dilakukan logistik regresi yaitu, penanganan medis (RR= 2.538 95%CI 1.808-3.900; p<0.001) dan lama rawat inap (RR 0.646 95%CI 0.486-0.838; p=0.013). Selain itu, terdapat tiga variabel lain yang bertahan hingga model akhir yaitu status pernikahan, AIS saat masuk, dan komorbid hipertensi. Model menunjukkan kecocokan yang baik (Hosmer-Lemeshow p=0.268) dan kemampuan diskriminasi yang cukup (AUC = 0.710), sehingga layak digunakan untuk memprediksi kemungkinan perbaikan.
Spinal cord injury is a traumatic or non-traumatic event that can affect the neurological function, whether motoric, sensory, or autonomic. The incidence and prevalence of spinal cord injury increase along with increasing human activity. Spinal cord injury can cause temporary or permanent morbidity, even mortality. However, several studies have shown recovery of sensory and motor during the treatment period. This study aimed to identify factors that predict sensory and motor recovery in patients with spinal cord injury who were hospitalized af Fatmawati General Hospital from 2022 to 2024. A retrospective cohort design was employed, involving 316 patients who met the inclusion and exclusion criteria. The results of logistic regression analysis showed two variables significantly associated with sensory and motor recovery: medical intervention (RR= 2.538; 95%CI 1.808-3.900; p<0.001) and length of hospital stay (RR= 0.646; 95%CI 0.486-0.838; p=0.013). additionally, three other variables, marital status, AIS score at admission, and hypertension comorbidity, remained in the final model as non-significant covariate. The model demonstrated a good fit (Hosmer-Lemeshow p=.0.268) and fair discriminative ability (AUC=0.710), indicating its suitability for predicting the likelihood of sensory and motor recovery in SCI patients
T-7338
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rattih Diyan Pratiwi; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Inggariwati
Abstrak:
Jumlah kasus HIV/AIDS yang meningkat di Provinsi DKI Jakarta menjadi
posisi yang pertama dibandingkan daerah lain. Penelitian ini bertujuan melihat
gambaran kematian berdasarkan karakteristik individu dan faktor risiko pada
ODHA di Provinsi DKI Jakarta tahun 2013-2014. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan menggunakan
data sekunder Surveilans Penderita HIV/AIDS di Dinas Kesehatan Provinsi DKI
Jakarta Tahun 2013-2014. Sampel berjumlah 1575 responden, yang merupakan
pasien HIV/AIDS yang terlapor dari rumah sakit di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Hasil penelitian ini menemukan angka kematian terhadap kasus HIV/AIDS
sebesar 11 kematian per 100 kasus, serta didapatkan proporsi kematian tertinggi
pada kelompok umur 26-45 tahun, mereka yang bekerja, yang berdomisili di
wilayah Jakarta Timur, dan perbandingan laki-laki terhadap perempuan adalah
3:1. Berdasarkan faktor risiko penularan yang tertinggi ialah melalui hubungan
heteroseksual, kadar CD4 <200/µl, dan kematian yang disertai dengan infeksi
oportunistik. Berdasarkan karakteristik individu dan faktor risiko didapatkan
adanya hubungan kelompok umur >45 tahun (PR=4,1; 95%CI:4,03-4,37),
kelompok umur 26-45 tahun (PR=2,4; 95%CI:2,03-2,87), kelompok umur 12-25
tahun (PR=2,1; 95%CI:1,88-2,42), penggunaan narkotika suntik (PR=1,6; 95%CI:
1,12-2,23), jumlah CD4<200 (PR=4,1; 95%CI:1,62-10,22), infeksi oportunistik
(PR=1,6; 95%CI:1,1-2,37) dengan kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS.
Perlu dilakukan adanya program pencegahan dan penanggulangan serta diagnosis
dini pada kelompok yang mulai berisiko
Kata Kunci: Kematian, HIV/AIDS, individu, faktor risiko.
Read More
S-8629
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lela Amelia; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Renti Mahkota, Abraham Simatupang
T-2759
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dartini; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Asri C. Adisasmita
T-1905
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amanda Cherkayani Sejati; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah, Achmad Mulawarman
Abstrak:
Efusi pleura ganas (EPG) sebagai bentuk perluasan dari keganasan sering munculpada penderita kanker paru, mempersulit penatalaksanaan kanker paru, danmembuat prognosis pasien memburuk dengan rerata angka ketahanan hidup 6bulan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan ketahanan hiduppasien kanker paru dengan EPG di RS Kanker Dharmais Jakarta tahun 2009-2013.Desain penelitian ini adalah kohort longitudinal dengan analisis univariat danketahanan hidup. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker paru dengan EPG(stadium IIIB atau IV) dari metastasis kanker paru berdasarkan pemeriksaansitologi atau biopsi dan memiliki rekam medik lengkap. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rata-rata umur pasien adalah 58,73 tahun, berjenis kelaminlaki-laki, tidak merokok, dan status pekerjaan terbanyak adalah pensiunan.Mayoritas pasien mengeluhkan gangguan respirasi saat pertama berobat, memilikijenis sel kanker adenokarsinoma, sudah mencapai stadium IV, dan lokasi efusiberada di paru-paru kanan. Sekitar 68.5% pasien bertahan hidup 6 bulan setelahdiagnosis dan median survival adalah 12,5 bulan. Diharapkan ada KIE bagimasyarakat, terutama terkait kebiasaan merokok dan ditujukan untuk populasiberisiko, mengenai kanker paru untuk mengurangi jumlah pasien yang baruberobat setelah kanker mencapai stadium lanjut.Kata kunci: efusi pleura ganas, karakteristik, ketahanan hidup
Malignant pleural effusion (MPE) often appears in patients with lung cancer anddeteroriates prognosis of patients with mean survival rate of 6 months. This studyaims to look at the characteristics and survival of lung cancer patients with MPE(stage IIIB or IV) at Dharmais Cancer Hospital Jakarta in 2009-2013. Studydesign was longitudinal cohort with univariate and survival analysis. Sample waslung cancer patients with metastatic MPE based on cytology test or biopsy withcomplete medical record. Results showed average age of patients was 58.73; mostwere male, nonsmoker, and pensioner. Majority of patients had respiratorydisorder, adenocarcinoma cancer type, reached stage IV, and effusion in the rightlung. Approximately 68.5% of patients surviving 6 months after diagnosis andmedian survival were 12.5 months. IEC is needed for community; especiallypopulation with lung cancer risk, to help reducing number of new patients seekingtreatment after cancer reaches advanced stage.Keyword: malignant pleural effusion,characteristics, survival.
Read More
Malignant pleural effusion (MPE) often appears in patients with lung cancer anddeteroriates prognosis of patients with mean survival rate of 6 months. This studyaims to look at the characteristics and survival of lung cancer patients with MPE(stage IIIB or IV) at Dharmais Cancer Hospital Jakarta in 2009-2013. Studydesign was longitudinal cohort with univariate and survival analysis. Sample waslung cancer patients with metastatic MPE based on cytology test or biopsy withcomplete medical record. Results showed average age of patients was 58.73; mostwere male, nonsmoker, and pensioner. Majority of patients had respiratorydisorder, adenocarcinoma cancer type, reached stage IV, and effusion in the rightlung. Approximately 68.5% of patients surviving 6 months after diagnosis andmedian survival were 12.5 months. IEC is needed for community; especiallypopulation with lung cancer risk, to help reducing number of new patients seekingtreatment after cancer reaches advanced stage.Keyword: malignant pleural effusion,characteristics, survival.
S-8488
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Nur Aisyah; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Kurniawan Rachmadi
S-5941
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
