Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41673 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Gita Ayuningrum; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Budi Hidayat, Diah Susilowati
S-6267
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chitra Wahyuliarti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianti Permansari, Sagita Muliasari
S-5962
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Nabiyla Zhafiirah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Yusuf Subekti
Abstrak: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menimbulkan beban pembiayaan yang tinggi, sehingga pemanfaatan layanan Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) menjadi krusial, terutama bagi peserta JKN. Penelitian ini  menggunakan desain cross-sectional pada 498 pasien PGK pengguna RJTL tahun 2023. Hasil menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmentasi kepesertaan, hak kelas rawat, dan kepemilikan fasilitas berhubungan signifikan dengan utilisasi RJTL (p<0,05). Usia ≥65 tahun menjadi faktor paling dominan (AOR: 1,48; 95% CI: 1,29–1,69). Seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pemanfaatan layanan RJTL pada pasien PGK. 
Chronic Kidney Disease (CKD) poses a significant financial burden, making the utilization of Advanced  Outpatient Services (AOS) crucial, especially for National Health Insurance (JKN) participants. This cross sectional study involved 498 CKD patients who used AOS in 2023. The results showed that age, sex, marital  status, membership segmentation, class of care entitlement, and facility ownership were significantly  associated with AOS utilization (p<0.05). Age ≥65 years was the most dominant factor (AOR: 1.48; 95%  CI: 1.29–1.69). All variables had a significant influence on the utilization of AOS among CKD patients. 
Read More
S-11971
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Luh Putu Wira Dharmayanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji : Mardiati Nadjib, Santy Parulian Panjaitan
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang gambaran utilisasi kunjungan rawat jalan tingkatpertama dan rujukan berdasarkan karakteristik peserta JKN di Puskesmas Tabanan IIIdan Puskesmas Pupuan I Periode Januari-Maret tahun 2016. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian,diketahui bahwa angka kunjungan (9,32%) dan angka rujukan (9,67%) di PuskesmasTabanan III (perkotaan) lebih tinggi dibandingkan angka kunjungan (5,04%) danangka rujukan (3,81%) di Puskesmas Pupuan I (perdesaan). Kondisi tersebut dapatdisebabkan oleh akses ke pelayanan kesehatan yang lebih mudah di wilayah kerjaPuskesmas Tabanan III dibandingkan Puskesmas Pupuan I.
Kata kunci: Utilisasi, Angka Rujukan, Jaminan Kesehatan Nasional.
This study discusses the overview of outpatient utilization and referrals based on thecharacteristics of National Health Insurance (JKN) participants in Puskesmas TabananIII and Puskesmas Pupuan I from January until March 2016. This is a quantitativeresearch with cross sectional study design. Based on this research, it is known that thenumber of outpatient visits (9,32%) and referral rates (9,67%) in Tabanan III PHC(urban area) was higher than the number of visits (5,04%) and referral rates (3,81%)in Pupuan I PHC (rural area). It can be caused by the Puskesmas Tabanan III is moreaccessible than Puskesmas Pupuan I.
Keywords: Utilization, Referral Rate, National Health Insurance.
Read More
S-9150
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmira Dayanti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) Oleh Peserta JKN Di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data sampel BPJS Kesehatan Tahun 2015-2019. Sampel yang diperoleh sebesar 64.697. Uji hubungan dianalisis melalui uji Single Logistic Regression dengan menggunakan software program pengolah data. Hasil penelitian didapatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan di Sumatera Utara rendah yaitu 7,56% dan utilisasi kesehatan rawat jalan tingkat lanjut banyak diakses oleh peserta dengan kelompok lansia (12,75%), berjenis kelamin perempuan (9,01%), status pernikahan cerai (16,98%), hak kelas rawat kelas I (10,94%), dengan segmen kepesertaan PBPU (15,2%), hubungan keluarga sebagai istri (11,35%), jenis FKTP adalah klinik pratama (10,52%), kepemilikan faskes dari swasta (10,14%), berdomisili di wilayah Regional IV (9,62%) dan berdomisili di Kota (10,27%). Seluruh varaibel yang diteliti bermakna secara statistic untuk lebih berkemungkinan melakukan pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat lanjut di Provinsi Sumatera Utara.

This study aims to determine the factors related to the utilization of Advanced Outpatient Care (RJTL) by Jkn Participants in the Province of North Sumatra (BPJS Health Sample Data for 2015-2019). This research is a quantitative study with a cross-sectional design using BPJS sample data. Health Year 2015-2019. The sample obtained was 64.697. Relationship test was analyzed using data processing program. The results showed that the utilization of outpatient health services in North Sumatra was low at 7.56% and the utilization of advanced outpatient health services was mostly accessed by participants with elderly age (12,75%), female (9,01%), divorce marital status (16,98%), class I care rights (10,94%), with the PBPU membership segment (15,2%), family relations as wife (11,35%), the type of FKTP is klinik pratama (10,52 %), ownership of health facilities from the private (10,14%), domiciled in Regional IV(9,62%) and domiciled in the district (10,27%). All the variables studied were statistically significant to be more likely to perform advanced outpatient health services in North Sumatra Province
Read More
S-11184
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raina Nismara; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Puput Oktamianti, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:
Peningkatan prevalensi dan beban biaya diabetes melitus tipe 2 mendorong BPJS Kesehatan menjalankan program Prolanis dan Program Rujuk Balik (PRB) sebagai upaya pengelolaan penyakit kronis. Meski cakupan JKN hampir universal, pemanfaatan layanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) pada pasien DM tipe 2 dewasa masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan RJTL pada pasien DM tipe 2 dewasa peserta JKN di Indonesia tahun 2022–2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder Sampel BPJS Kesehatan Kontekstual Diabetes Melitus tahun 2022–2024. Hasil menunjukkan terdapat 21.407 pasien yang memanfaatkan FKRTL dengan proporsi 94,2% pada layanan rawat jalan dan 5,8% pada non-rawat jalan. Faktor predisposisi (jenis kelamin), faktor pendukung (wilayah tempat tinggal, kepemilikan FKRTL, wilayah regional FKRTL, segmentasi kepesertaan, kelas rawat), serta faktor kebutuhan (komorbiditas) berhubungan signifikan dengan pemanfaatan RJTL. Temuan ini dapat dipertimbangkan sebagai dasar program pembangunan kesehatan maupun kebijakan kesehatan.

The increasing prevalence and economic burden of type 2 diabetes mellitus have encouraged BPJS Kesehatan to implement the Prolanis and Referral Back Program (PRB) as part of chronic disease management efforts. Although JKN coverage is nearly universal, the utilization of Advanced Outpatient Care (RJTL) among adult patients with type 2 diabetes mellitus still faces various challenges. This study aimed to describe and analyze factors associated with the utilization of RJTL services among adult type 2 diabetes mellitus patients enrolled in JKN in Indonesia from 2022 to 2024. This study used a quantitative cross-sectional design with secondary data obtained from the BPJS Kesehatan Contextual Diabetes Mellitus Sample Data for 2022–2024. The results showed that 21.407 patients utilized secondary healthcare facilities, with 94,2% using outpatient services and 5,8% using non-outpatient services. Predisposing factors (sex), enabling factors (place of residence, ownership of secondary healthcare facilities, regional location of secondary healthcare facilities, membership segmentation, and ward class entitlement), and need factors (comorbidities) were significantly associated with RJTL utilization. These findings may serve as a basis for health development programs and health policy.
Read More
S-12310
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariati Dewi; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Indah Rosana Alpisahar
T-4052
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Nur Azizah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Purnawan Junadi, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis pemanfaatan pelayanan rawat jalan tingkat lanjut oleh penderita skizofrenia di Indonesia, yang merupakan peserta JKN pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder, yaitu Data Kontekstual Kesehatan Mental Tahun 2024 yang merupakan bagian dari Data Sampel BPJS tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita skizofrenia (68,1%) peserta tidak rutin (>12 kali/tahun) dalam melakukan pelayanan rawat jalan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan rawat jalan tingkat lanjut diantaranya faktor usia, jenis kelamin, status pernikahan, hubungan keluarga, segmentasi peserta, hak kelas rawat, lokasi FKRTL, serta jenis kepemilikan FKRTL. Temuan ini menunjukkan bahwa perlunya penguatan kebijakan yang mendukung kemudahan akses bagi penderita skizofrenia serta peningkatan inovasi dalam program intervensi yang dilakukan kepada penderita serta keluarga penderita skizofrenia.

This study analyzes the utilization of referral outpatient services by schizophrenia patients in Indonesia who are participants in the National Health Insurance (JKN) program in 2023. The study employs a cross-sectional approach using secondary data, specifically the 2024 Mental Health Contextual Data, which is part of the 2024 BPJS Sample Data. The results indicate that the majority of schizophrenia patients (68.1%) who are participants do not regularly (more than 12 times per year) utilize outpatient services. Factors associated with the utilization of referral outpatient services include age, gender, marital status, family relationships, participant segmentation, class of care, location of the FKRTL, and type of FKRTL ownership. These findings highlight the need for strengthened policies supporting easier access for schizophrenia patients, as well as increased innovation in intervention programs targeting both patients and their families.
Read More
S-11974
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Kurniawati; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Reza Rahman
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan antara pemanfaatan Program Pengendalian Penyakit Kronis (PROLANIS) sebagai salah satu upaya untuk mencapai kualitas hidup yang setinggi-tingginya bagi peserta BPJS Kesehatan yang terdiagnosa DM Tipe 2 dan Hipertensi. Pemanfaatan PROLANIS ini dikaitkan dengan utilisasi Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan Rujukan DM Tipe 2 dan Hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0.012), jenis kepesertaan (p=0.000), diagnosa medis (p=0.000), keikutsertaan prolanis (p=0.000), pelayanan Homevisit (p=0.041), jenis FKTP pengelola (p=0.000), ketersediaan SDM (p=0.000), ketersediaan sarana prasarana (p=0.005), ketersediaan alat medis dan obat (p=0.000), lingkup pelayanan (p=0.000), dan lingkup kegiatan prolanis (p=0.038) berhubungan dengan RJTP.
Faktor paling dominan yang mempengaruhi RJTP adalah ketersediaan SDM (OR=16.369). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0.001), jenis kepesertaan (p=0.000), diagnosa medis (p=0.000), keikutsertaan prolanis (p=0.000), lama bergabung prolanis (p=0.000), kekatifan kegiatan aktivitas klub (p=0.003), keaktifan kegiatan edukasi (p=0.015), jenis FKTP pengelola (p=0.000), ketersediaan SDM (p=0.000), ketersediaan sarana prasarana (p=0.005), ketersediaan alat medis dan obat (p=0.000), dan lingkup pelayanan (p=0.000) berhubungan dengan Rujukan. Faktor paling dominan yang mempengaruhi Rujukan adalah ketersediaan alat medis dan obat (OR=14.901). Penulis menyarankan dilakukannya promosi kesehatan terkait prolanis, peningkatan kualitas FKTP, dan optimalisasi kegiatan prolanis. Kata kunci: PROLANIS, Diabetes Mellitus, Hipertensi, Rawat Jalan, Rujukan
Read More
S-10040
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sakti Wahyu Perdana; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Okky Indra Perdana
Abstrak: Skripsi ini membahas gambaran waktu tunggu pelayanan Instalasi Farmasi Rawat Jalanlantai 3 RS Hermina Bekasi pada jam sibuk. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif berupa observasi waktu tunggu dan didukungpendekatan kualitatif berupa telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan obat pada jam sibuk melewati standar waktu tunggu yangditetapkan rumah sakit. Oleh karena itu disarankan untuk dilakukan penambahansumber daya baik berupa sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana agarmeningkatkan performa pelayanan resep obat.di Instalasi Farmasi RS Hermina Bekasi

Kata kunci:Lama waktu tunggu, pelayanan resep, farmasi
The focus of this study is the overview of waiting time of pharmacy services in 3rd flooroutpatient pharmacy at busy hours. This is a crossectional study with quantitativeapproach and qualitative approach through observation of wating time and documentreview. The result of the study shows that average of waiting times pharmacyprescribtion services is above the standard that hospital made. The study sugest toincrease the input resource to improve the performance of prescribtion services in 3rdfloor Outpatient Pharmacy in Hermina Hospital Bekasi

Key words:Waiting Time, Prescription Service, Pharmacy.
Read More
S-9706
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive