Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26808 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ratna Sari Sembiring; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Bambang Irawan
Abstrak: Tesis ini membahas tingkat pemenuhan harapan pejabat BI terhadap kualitas pelayanan MCU DPK YKKBI dan karakteristik yang mempengaruhinya. Penelitian bersifat survei observasional, pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil Penelitian terhadap 97 responden, didapatkan frekuensi pemenuhan harapan tertinggi surat pemanggilan MCU 89,74%, terendah kenyamanan ruang tunggu 72,4%, untuk aspek sumber kualitas Gummesson didapatkan kualitas desain tertinggi 84,65%, terendah kualitas teknik 76,82%. Variabel karakteristik yang signifikant umur (p-value 0,003), pendidikan (p-value 0,014) satuan kerja (p-value 0,09), lama bekerja (p-value 0,011) pengetahuan MCU DPK(p-value 0,001). Dari persamaan model regresi didapatkan satuan kerja, lama bekerja dan pengetahuan pejabat dapat mempengaruhi tingkat pemenuhan harapan pejabat BI terhadap layanan MCU DPK YKKBI.
 

 
The thesis discusses level of fulfillment expectation of BI officers towards the service quality of the MCU of DPK YKKBI and the influencing characteristics. Research is based on an observational survey, with a quantitative approach involving a cross sectional design. The result from 97 respondents found that for fulfillment expectation, the highest frequency was MCU invitation letter at 89.74%, the lowest was waiting area comfort. For Gummesson quality source aspect, the highest was design quality at 84.65%, the lowest was technical quality at 76.82%. Significant variable characteristics were age (p-value 0.003), education (p-value 0.014), workforce (p-value 0.09), length of work (p-value 0.011), and DPK knowledge of MCU (p-value 0.001). The regression model equation result was that workforce, length of work and officer`s knowledge skills could influence the level of fulfillment expectation of BI officers towards the MCU quality of DPK YKKBI.
Read More
B-1223
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irenia Tamany; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Vetty Yulainty Permasari, Andi Erlina
B-1305
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efelyn Yunita Handriani; Pembimbing: Anhari Achadi Penguji: Vetty Yulianty, Budi Hartono
S-6231
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Dwi Susanti; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, Mulyadi Muchtiar, Mochammad Bukhori Muslim
Abstrak: Rumah sakit (RS) Syariah adalah RS yang melaksanakan semua aktivitas, baik pelayanan pasien maupun pengelolaan manajemennya berdasarkan pada prinsip-prinsip Maqashid Al-Syari?ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indikator mutu dan standar pelayanan minimal RS Syariah terhadap kinerja pelayanan Medical Check-Up (MCU) di RS YARSI Jakarta. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods research) secara cross-sectional. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kepatuhan petugas melakukan identifikasi pasien, kepatuhan petugas melaksanakan cuci tangan 6 langkah 5 momen, hijab (kerudung, baju pasien, atau kain) untuk pasien, pemasangan EKG sesuai gender, mengingatkan waktu salat ke pasien, dan gharar (ketidakpastian) mempunyai hubungan terhadap kinerja pelayanan MCU setelah sertifikasi Syariah di RS YARSI Jakarta berupa memperpanjang waktu pelayanan MCU, mencegah terjadinya infeksi kepada pasien MCU, tercegah dari kontaminasi, mengurangi keraguan dalam tindakan, tepat waktu, dan tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Disarankan kepada RS YARSI Jakarta, khususnya di instalasi MCU agar alur pelayanan pasien MCU diikuti oleh seluruh petugas MCU, dilakukan pengarahan secara berkala untuk keseragaman pelayanan MCU, dan pemberian rewards/punishments kepada petugas MCU.
Sharia hospital is a hospital that carries out all activities, both patient care and management based on the principles of Maqashid Al-Shari'ah. This study aims to determine the relationship between quality indicators and minimum service standards of Sharia Hospital on the performance of Medical Check-Up (MCU) services at YARSI Hospital Jakarta. The design used in this research is a mixed methods research in a cross-sectional way. From the results of the study, it was found that the compliance of officers in identifying patients, compliance by officers in washing hands 6 steps 5 moments, hijab (veil, patient clothes, or cloth) for patients, installation of an ECG according to gender, reminding patients to pray, and gharar (uncertainty) had a relationship with the performance of MCU services after Sharia certification at YARSI Hospital Jakarta in the form of extending MCU service time, preventing infection to MCU patients, preventing contamination, reducing doubts in action, being on time, and no parties feeling aggrieved. It is recommended to YARSI Hospital Jakarta, especially at the MCU installation so that the flow of MCU patient care is followed by all MCU officers, regular briefings for uniformity of MCU services, and giving rewards/punishments to MCU officers.
Read More
B-2297
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mayang Triasih; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji; Anhari Achadi, Nonoy Royanti
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang adanya tren penurunan jumlah kunjungan pasien rawatinap yang menunjukkan indikasi rendahnya tingkat loyalitas pasien di Instalasi Rawat InapRSAB Harapan Kita, dimana pasien mungkin beralih pada rumah sakit lain atau mungkintidak kembali melakukan kunjungan karena merasa tidak puas karena layanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan variabel independen yaitu kualitas pelayanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy) dengan variabel dependen yaitu loyalitas pasien di Instalasi Rawat Inap RSAB Harapan Kita tahun2012. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel106 responden yang merupakan pasien baru ataupun pasien lama. Untuk menguji analisisunivariat digunakan analisis distribusi frekuensi, sedangkan untuk menguji analisis bivariatmenggunakan uji kai kuadrat.Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pasien karena p value < α (α = 0,05). Didapatkan nilai p value untuk masing masing dimensi kualitas pelayanan; yaitu tangibles (p value = 0,001), reliability (p value =0,023), responsiveness (p value = 0,006), assurance (p value = 0,002) dan empathy (p value =0,033). Begitu juga dengan hubungan kepuasan pasien dengan loyalitas pasien menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu p value = 0,001.
Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Loyalitas, Rawat Inap
Daftar Pustaka: 48 (1975-2012).
This thesis discusses the trend of decline in the number of patient visits that showindications of low levels of patient loyalty Installation Inpatient RSAB Harapan Kita, wherethe patient may be switched to another hospital or may not return to visit because it was notsatisfied by the services provided. The purpose of this study to determine the relationship ofindependent variables of service quality (tangibles, reliability, responsiveness, assurance andempathy) with the dependent variable in patient loyalty Installation Inpatient RSAB HarapanKita in 2012. This study used a cross-sectional study design, the sample size is 106respondents were new patients or patients longer. To test for univariate analysis of frequencydistribution analysis was used, while to test bivariate analysis using quadratic kai test.The analysis showed no significant relationship between service quality and loyalty ofpatients as p value < α (α = 0.05). Obtained p value for each dimension of service quality,that is tangibles (p value = 0.001), reliability (p value = 0.023), responsiveness (p value =0.006), assurance (p value = 0.002) and empathy (p value = 0.033). So is the relationship ofpatient satisfaction with the loyalty of the patients showed a significant relationship ie, pvalue = 0.001.
Keywords : Quality Service, Loyalty, Inpatient
References : 48 (1975-2012)(xix + 118 pages + 27 tables + 4 figures + 2 graphs + 7 appendices)
Read More
S-7718
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Effie Kartikarini; Pembimbing: Amila Megraini; Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Deni Setiawati, Wahjuda Rachim Saputra
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Effie Kartikarini Program Studi :  Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Rencana Bisnis Unit Medical Check Up Rumah Sakit Marinir  Cilandak Tahun 2016 s/d 2020 Rumah sakit merupakan salah satu usaha di bidang jasa adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelengarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, yang tidak bisa meninggalkan aspek komersial disamping peran sosialnya. Rumah Sakit Marinir Cilandak (RSMC) adalah salah satu rumah sakit pemerintah tipe B dibawah naungan        TNI AL, berdasarkan Perkasal/114/XII/2009 maka RSMC diberikan keleluasaan untuk menerima dan mengelola pasien umum. Saat ini RSMC akan mengembangkan unit Medical Check Up dengan memanfaatkan sarana dan prasarana, serta SDM yang ada. Tujuan dari penelitian adalah untuk merumuskan suatu rencana bisnis unit medical check up Rumah Sakit Marinir Cilandak tahun 2016 s/d 2020, sebagai produk layanan kesehatan yang akan dikembangkan di Rumah Sakit Marinir Cilandak. Ruang lingkup dari penelitian ini adalah Rumah Sakit Marinir Cilandak Jl. Raya Cilandak KKO Pasar Minggu Jakarta Selatan dengan menganalisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dalam upaya pemasaran dan pengembangan produk unit medical check up. Pengambilan data dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Juni 2016. Hasil dari penelitian antara lain : faktor eksternal yang menjadi peluang adalah peraturan tentang Pola Pengelolaan Keuangan PNBP Yanmasum mendukung terhadap pelayanan pasien umum , letak RS yang strategis, banyaknya tenaga kerja dan perusahaan, peningkatan PDRB, teknologi yang canggih, pelanggan dari perusahaan, dan struktur organisasi RS cukup baik. Sedangkan ancaman bagi unit MCU RSMC : perilaku pemeriksaan kesehatan berkala masih rendah, fasilitas dan jenis pemeriksaan RS pesaing, dan SIM RS belum terintegrasi. Faktor internal yang menjadi kekuatan adalah : sarana dan prasarana cukup bagus, SDM cukup lengkap, dan jenis pemeriksaan bervariasi. Kelemahan bagi unit : Belum adanya manajemen yang baik untuk unit MCU, Administrasi Keuangan belum tertata baik, dan pemasaran belum terencana secara khusus. Rencana bisnis yang disusun untuk unit MCU adalah: rencana organisasi antara lain berupa pemeliharaan dan peningkatan fasilitas kesehatan, rencana administratif antara lain berupa manajemen dan pegawai yang profesional,  dan rencana pemasaran antara lain berupa penetapan harga sesuai dengan biaya yang dikeluarkan,  serta peningkatan promosi untuk produk layanan MCU. Kata kunci : Rencana Bisnis Unit Medical Check Up Rumah Sakit Marinir Cilandak   Tahun 2016 s/d 2020. Kepustakaan :  32 ( 2001 – 2016 )


ABSTRACK Name : Effie Kartikarini Study Program : Magister of Hospital Administration Title : Business plan for Medical check up Cilandak Marine Hospital for  2016-2020 Hospital as one of business on service is a medical service institution that implement individual medical service perfectly, that could not left the aspect of commercial besides of its social role. Cilandak marine Hospital is one of governmenthospital  accredited with B type under the shade of Indonesian Navy, in which based on Regulation of Chief of Naval /114/XII/2009 was extended a freedom to accept and organize public patient. . In the meantime Cilandak marine Hospital will develop Medical Unit Cheek up by utilize the existing facility and infrastructure and human resources. The aim of this research is to formulate a business plan for medical check up of Cilandak marine Hospital for 2016-2010 as medical service product that will be developed in Cilandak Marine Hospital. Scope of the research is Cilandak marine Hospital jl.Cilandak Raya KKO pasarMinggu South Jakarta by analyzing external and internal environment in the effort of marketing and developing unit product medical check up. The sample taking was conducted in may until June 2016. The result of the research among other : the external factor that become opportunities is regulation on Finance Organizing pattern PNBP Yanmasum( public community service) support to public patient services, strategic location of the hospital, the abundant of worker and company, the increasing of PDRB, the advance of technology, customer from corporate and the good structure of the hospital. Meanwhile, the threat to medical checkup unit of CMH: the habit of regular checkup still low, facilities and kind of checkup by competitor hospital, and SIM of the hospital that is not integrated yet. internal factor that become strength are : good condition of facilities and infrastructure , complete human resources,  and the vary of medical check up. Weakness for this unit are: still no managemen so good for every unit of medical check up, disorderly administration of financial and unplanned marketing system. Business planning of medical Check up: organizational plan, administration plan, and marketing planning. Key words : Business planning Medical Check up unit  Cilandak Marine Hospital for year of 2016-2020.

Read More
B-1803
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lena Elfrida Situmeang; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Anhari Achadi, Rahmat
S-6616
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiaristy Anggraini Harnindo; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Stefanus Eke Ola
Abstrak:

Tesis ini membahas analisis strategi pemasaran unit Medical Check Up RS St. Elisabeth Bekasi dengan menggunakan QSPM, serta melihat karakteristik pelanggan MCU dan bauran pemasaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian memberikan beberapa strategi dari bauran pemasaran, diantaranya strategi produk, strategi harga, strategi penempatan, dan strategi promosi. Keempat strategi tadi terangkum dari strategi market development dan product development yang berasal dari QSPM serta karakteristik pasien, dimana semuanya terangkum dalam matriks rencana strategis pemasaran. Agar strategi yang diusulkan bermanfaat, disarankan melakukan pembenahan internal terlebih dahulu terutama memperkuat bagian pemasaran agar dapat mendorong keberhasilan program yang telah direncanakan. Kepustakaan 42 (1995- 2010), Gambar 14, Tabel 27, Lampiran 3 Kata Kunci: strategi pemasaran, medical check up, bauran pemasaran


 

The focus of this study is Marketing Strategic Analysis of Medical Check Up at Santa Elisabeth Bekasi Hospital by using QSPM, and see the characteristics of MCU customers and the marketing mix. This research is qualitative descriptive interpretive. The results provide some of the strategies of the marketing mix, including product strategy, pricing strategy, strategic placement, and promotion strategies. The four strategies summarized from the market development strategy and product development derived from QSPM and patient characteristic, which are all encapsulated a matrix of strategic marketing plans. In order for the proposed strategy is useful, it is advisable to reform internally first, especially to strengthen the marketing department in order to encourage the success of programs already planned Literature 42 (1995-2010), Picture 14, Table 27, Attachment 3 Keyword : marketing strategy, medical check up, marketing mix

Read More
B-1342
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofia Indrawati Horatio; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Yuli Prapanca Satar, Wahyu Sulistiyadi, Risalina Myrta Anggarini
Abstrak:

Peranan pemasaran saat ini sangat panting dalam organisasi Rumah Sakit karena produk yang dihasilkan dikonsumsi oleh masyarakat luas, dan juga dengan bertambahnya Rumah Sakit scrta darnpak dari arus globalisasi, maka persaingan antar Rumah Sakit semakin ketat. Berdasarkan Petunjuk Pclaksanaan Direktur Jenderal Penencanaan Sistem Pcrtahanan Departemen Pertahanan Rl No : Juklak / 03/ Xl I 2001 / DJRSH tanggal I4 November 2001 mengenai Pengelolaan Dana Rumah Sakit hasil Yankesmasum maka Unit Medical Check Up RSPAD Gatot Soebroto diberikan keleluasaan untuk mencrima pasien umum yang pengelolaannya telah diatur dalam juklak tersebut. Dalam perkembangannya Medical Check Up RSPAD Gatot Soebroto mcmbantu menunjang opcrasional RSPAD Gatot Soebroto, bcrkaitan dengan hal ini maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis bauran pnomosi yang dilakukan pada Unit Medical Check Up. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatiii dimana data yang dikumpulkan berupa data primer yang didapat mclalui kcgialan wawancara mcndalam dari Kepala Unit MCU, Wakil Kepala Unit MCU, Kepala Tata Usaha dan Kepala Pemasaran dan Customer Service RSPAD, sedangkan data sckundcr diperoleh mclalui kegiatan telaah dokumen di RSPAD Gatot Soebroto. Dari wawancara mendalam dapat diketahui bahwa kegiatan promosi diakui memang sangat penting temtama pada unit MCU. Sasaran kegiatan bauran promosi ini diprioritaskan pada pcrusahaan-perusahaan swasta yang, sudah menjadi pelanggan maupun yang baru. Namun tenaga pelaksana yang terlibat dalam kegiatan promosi ini sangat sedikit sehingga kcgiatan promosi ini belum berjalan secara optimal, selain ilu sudah ada peraturan tentang penyelenggaraan kegiatan promosi itu, laporan frekuensi kegiatan promosi di Unit MCU belum tersedia, sehingga laporan kegiatan yang digunakan bcmsal dari bidang Yanmasum sehingga bentuk pengawasan yang akan dilakukan belum optimal, misalnya dcngan mengadakan evaiuasi kepada tiap kegiatan yang sudah dilakukan. Saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian ini ditujukan kepada Unit Medical Check Up untuk memiliki tim khusus dalam menangani kegiatan promosi, dan masyarakat umum diharapkan menjadi target utama. Saran untuk Bidang Pelayanan Masyarakat Umum adalah memperkenalkan RSPAD ke masyamkat umum tidak hanya di cvcnt-event tertentu yang terbatas bagi kalangan keschatan. Di samping itu penggunaan E-mail dan Website RSPAD khususnya Unit MCU harus cepat terealisasi agar akses masymkat umum lebih mudah dan informatif.


Marketing role lately is very important in hospital organ ization because product that produced consumed by public and by the increasing of hospital and impact from globalization, so that competition between hospitals is increasing. Based on Implementation Guideline of Defensive System Plan ot`Rl Defensive Ministry No: Juklak/ 03/ Xl/ 2001/ DJRSH date I4 November 2001 toward Hospital Fund Management resulted from Yankesmasum then Medical Check Up Unit at RSPAD Gatot Soebroto gave provision to accept general patient that had it management arranged by that juldak. In development, Medical Check Up of RSPAD Gatot Soebroto is helping in assist operational of`RSPAD Gatot Soebroto, related with this matter so conduct research that aim to analyze promotion mix that do by Medical Check Up Unit. In this research, method that used is qualitative method, where data gathered in the form of primary data that got from meaningful intcrvicw activity from MCU Chief Unit, MCU Sub-Chief Unit, Administration Chief and Marketing Chief and RSPAD Costumer Service, while secondary data got ii'om document research activity at RSPAD Gatot From meaningfirl interview known, that promotion activity is important especially in MCU unit. The promotion mix activity aims to focus in private companies that already become costumer or new one. However, executor tbrce that involved in this promotion activity is very few so that this promotion activity is not optimally run; otherwise, there is already a regulation toward the promotion activity implementation. Promotiorvactivity frequency report in MCU Unit is not yet available; therefore, activity report used provided from Yanmasum so that monitoring forms that done is not yet optimal, for example conducting evaluation toward every activity that already done. Suggestion based on this research result addressed to Medical Check Up Unit to have special unit in handling promotion activity, and public expected to become the main target. Suggestion for Public Service Sector is introducing RSPAD to public not only in certain events that limited for health group. Despitefully, realize utilizing RSPAD E-mail and Website especially MCU Unit had soon in order to ease access for public and more informative.

Read More
B-1007
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enny Ekasari; Pemb. Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Yuli Prapancha Satar, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:
Rumah Sakit Mohammad Husni Thamrin Cileungsi adalah rumah sakit swasta di wilayah kabupaten Bogor yang sudah mempunyai fasilitas Medical Check Up. Karena jumlah kunjungan yang jauh dari target dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi rumah sakit, salah satu kegiatan pemasaran yang dilakukan adalah melakukan segmentasi, target dan posisi. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam menyusun program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terhadap 103 responden pelanggan unit MCU untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan pelanggan, diolah secara kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Selain itu penulis juga melakukan wawancara mendalam terhadap manajemen rumah sakit untuk menetapkan target pelanggan dan posisi unit MCU RSMHTC. Dari basil penelitian diperoleh data / informasi bahwa segmentasi pelanggan unit MCU RSIVIHTC adalah sebagai berikut: Segmen pelanggan menurut geografi adalah pasien yang berasal dari wilayah luar Cileungsi, dengan waktu tempuh > 45 menit, jarak dari tempat tinggal ke RS > 15 km, dan mengatakan bahwa letak RS adalah strategis. Segmen pelanggan menurut demografi adalah perempuan, usia 20 - 30 tahun, dengan status belum menikah, pendidikan > SMA, pekerjaan karyawan swasta, penghasilan < Rp I juta. Segmen pelangan menurut psikografi adalah: penanggung biaya pengobatan oleh pribadi, kunjungan ke rumah sakit untuk yang pertama, melakukan MCU I kali dalm setahun, alasan MCU karena perminttaan perusahaan , yang menganjurkan MCU adalah perusahaan, mencari informasi melalui keluarga/teman. Segmen pelanggan menurut perilaku didapatkan: persepsi pasien terhadap pelayanan dokter dan perawat adalah cukup, prosedur administrasi mudah, tarif MCU cukup, tarif MCU di RSMHT dibanding dengan RS lain cukup, fasilitas alat medis cukup, kebersihan dan kenyamanan ruang periksa cukup, penilaian atas pelayanan adalah puas.Target pasar pelanggan yang ditetapkan bersarna manajemen RS adalah segmen yang secara geografi berada pada wilayah Cileungsi, golongan menengah ke bawah, usia produktif. Posisi unit MCU RSIVIHTC saat ini adalah sebagai pengisi pasar clan diharapkan menjadi tujuan pasien yang ingin melakukan pemeriksaan MCU dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau untuk pasien di wilayah Cileungsi khususnya. Peneliti menyarankan kepada manajemen RS sebaiknya dilakukan analisis penjualan untuk produk MCU agar dapat diketahui besamya pasar, potensi daya beli dan perubahan-perubahan yang tedadi di pasar, dapat mengidentifikasi target market, dapat melihat perubahan penrnintaan produk dan tekanan tekanan pesaing. Segera menyusun program pemasaran unit MCU dan mempercepat realisasi kerjasarna dengan perusahaan disekitar RS baik swasta maupun instansi pemerintah.untuk pelanggan unit MCU. Meningkatkan kualitas pelayanan dan SDM, menyiapkan kelengkapan fasilitas yang memenuhi standar RS sesui tipe, khususnya proses pernbangunan dalam rangka pengembangan.

Mohammad Husni Thamrin Cileungsi Hospital (RSMHTC) is a private hospital facilitated with Medical Check Up (MCU) features in Bogor regency. Due to lack of patients visit, the hospital has not been gaining much profit in the past few years. To anticipate the recurrence in the upcoming future, a research was conducted in order to obtain comprehensive information with regard to the customer's segment and target, and hence, will provide inputs for marketing strategies to implement. The research was carried out by performing segmentation in the aspects of geographic, demographic, psychographic and customer's attitude. The hospital's position was obtained through researches or studies and literatures which have been carefully examined. This analytical-descriptive research is a quantitative research where the primary data was collected through questionnaire distributed to 103 respondents. The data was then analyzed quantitatively and illustrated in terms of frequency distribution tables. Interviews with customers and hospital's management were also conducted to identify each of their characteristics, needs, targets and position, respectively. The main outcomes of the research are as follow: Segmentation in geographic aspect: Customers who live outside Cileungsi and its vicinity, take more than 45 minutes to get to hospital, live over 15 km from hospital, and state that the hospital is strategic. Segmentation in demographic aspect: Customers are single female between 20 - 30 years of age, last education is high school, working as an employee with income of less than Rp. 1 million. Segmentation in psychographic aspect: Customers pay the medical bill themselves, visit for the first time, use the service of MCU once a year, use MCU because their company's inquiry, suggested by the company, seek information through family and/or friends. Segmentation from attitude: Customers' perception of the Doctor's and nurse's services is appropriate, administration procedures are simple, the cost of Mars service is proper, the cost of MCU at RSMHTC to be compared to other hospital is comparable, the facility if MCU is suitable, cleanliness and convenience of the examination room is adequate, overall remarks of the service is satisfied. RSMHTC management's marketing target of the customers are those who geographically live in Cileungsi and its surrounding, socially in middle to lower terrier and are still productive. RSMHTC currently is a market nicher and expected to be the sole destination of customers in Cileungsi area to be specific. To boost the market, it is suggested that RSMHTC to conduct market segmentation periodically in order to measure the market value, buying power potential and market changes, identify market target, provide insight on the current trends, and distinguish changes in demand and its product and competitors pressures. It is also recommended to compose data compiling of RSMHITC Mars customers and their bases such that may be utilized to develop and accelerate the realization of a joint venture with other instances whether it is Government or private, in Cileungsi area.
Read More
B-1005
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive