Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38313 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Menok Susanti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Robiana Modjo, Nur Ratih Permana, Rini Sasanti
T-3354
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fairuz Nurfadhilah; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Purnawan Junadi, Budi Wibowo
Abstrak:
Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat menjadi ancaman bagi pemerintah setempat karena dapat menghambat kesejahteraan masyarakat dan kesehatan masyarakat. KLB yang timbul harus segera dicegah agar kasus yang terjadi tidak banyak menimbulkan kerugian. Labkesda memiliki peran penting dalam upaya mendukung kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan untuk penegakan diagnosa penyakit, skrining penyakit dan untuk pemantauan status kesehatan daerah disatu wilayah. Ketersediaan Reagen di Laboratorium menjadi penting agar Laboratorium dapat menjalankan sesuai tugas dan fungsinya dan menjaga mutu pelayanannya. Salah satu cara untuk pengendalian persediaan reagen adalah dengan mengklasifikasikan reagen berdasarkan kepentingannya dengan metode ABC, EOQ dan ROP. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan Reagen di Labkesda Provinsi DKI Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Observational Research dengan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 10 jenis Item reagen yang masuk kedalam Kelompok A, dengan pemesanan ekonomis bervariasi mulai dari 1 sampai 2 botol untuk sekali pemesanan dengan frekuensi 20 sampai 44 kali pemesanan dalam setahun, dan hasil perhitungan ROP terhadap 10 item Reagen, Reagen dapat dipesan ketika persediaan mencapai 3 botol – 11 botol.

Extraordinary Events (KLB) can be a threat to local governments because they can hamper community welfare and public health. Outbreaks that arise must be prevented immediately so that cases that occur do not cause too much loss. Labkesda has an important role in efforts to support public health through examinations to confirm disease diagnoses, disease screening and to monitor regional health status in one region. The availability of reagents in the laboratory is important so that the laboratory can carry out its duties and functions and maintain the quality of its services. One way to control reagent inventory is to classify reagents based on their importance using the ABC, EOQ and ROP methods. Therefore, this research aims to determine the control of reagent supplies in the DKI Jakarta Province Health Lab. The type of research used in this research is Observational Research with document review. The research results show that there are 10 types of reagent items included in Group A, with economic orders varying from 1 to 2 bottles for one order with a frequency of 20 to 44 orders a year, and the results of ROP calculations for 10 Reagent items, Reagents can be ordered when inventory reaches 3 bottles – 11 bottles
Read More
S-11497
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferzah; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Agus Rahmanto
Abstrak: Pada tahun 2014, terdapat permasalahan di bagian logistik Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budi Kemuliaan yang berkaitan dengan pengendalian logistik yaitu ketidaksesuaian pencatatan kartu stok dengan jumlah persediaan aktual dan terjadinya penumpukan barang umum tidak rutin. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengendalian barang umum dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan pengendalian barang umum di bagian logistik RSIA Budi Kemuliaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan sarana pengendalian yang mempengaruhi fungsi pengendalian logistik, yaitu struktur organisasi, kebijakan, sumber daya manusia, prosedur, perencanaan, pencatatan, pelaporan dan pemeriksaan internal. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan empat titik strategis pengendalian logistik yang belum optimal diantaranya pelaksanaan prosedur pengadaan, pelaksanaan pencatatan inventarisasi, pelaksanaan penyimpanan, dan pelaksanaan pendistribusian. Hal tersebut menyebabkan keterlambatan pengadaan barang umum, kekurangan persediaan barang rutin, dan penumpukan barang tidak rutin.
Kata Kunci: Barang Umum; Logistik; Pengendalian; RSIA Budi Kemuliaan

In 2014, there were problems in the logistics control at Budi Kemuliaan Mother and Child Hospital (RSIA) which is a mismatch between the recording of stock card with the number of actual inventory and the accumulation of non routine general goods in the warehouse. This qualitative study aims to describe general goods control and its controlling in the logistics unit of RSIA Budi Kemuliaan. The results showed that there were eight control measures that affect the function of logistics control which are organizational structure, policies, human resources, procedures, planning, recording, reporting and internal audit. The conclusion of this study indicate four strategic points of control that not optimal including the implementation of procurement procedures, the implementation of recording inventory, implementation of storage, and implementatiton of distribution. These cause delays in procurement general goods, inventory shortage routine and non-routine accumulation of general goods.
Keywords: Control; General Goods; Logistics; RSIA Budi Kemuliaan
Read More
S-8590
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Prastyawati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Anhari Achadi, Syaifudin Zuhri
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jumlah kebutuhan tenaga kerja diInstalasi Farmasi Rumah Sakit Tugu Ibu yang akan disesuaikan dengan beban kerjayang ada. Metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja. Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dan kualitatif yang pengumpulan datanya didapatkan dengan observasi menggunakan teknik work sampling untuk mendiskripsikan pola kegiatan/ beban kerja serta proporsi waktu yang digunakanuntuk melakukan kegiatan. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam dan studidokumentasi. Sedangkan untuk perhitungan kebutuhan tenaga kerja menggunakan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN). Hasil dari penelitian didapatkan persentase penggunaan waktu produktif adalah 64,15%. Persentase penggunaan waktu produktif yang sangat tinggi adalah pada shift pagi dan siang yang persentasenya mencapai 84,42%, yang sudah melebihi dari batas standar optimal80%. Berdasarkan perhitungan dengan metode WISN didapatkan jumlah kebutuhan tenaga 56 orang yaitu dengan rincian yang seharusnya petugas yang bertugas pada shift pagi 22 orang, shift siang 21 orang dan shift malam, 13 orang. Sedangkan tenaga yang ada saat ini adalah 19 orang, sehingga masih kekurangan tenaga sebanyak 37orang. Dari hasil penelitian ini disarankan untuk menambah atau melakukan mutasitenaga dari bagian lain serta menyetarakan pembagian tugas untuk setiap shift.
Kata kunci:WISN, Work Sampling, Tenaga
This Reserch was conducted to analyze the number of manpower requarements inPharmacy Tugu Ibu Hospital to be tailored to existing workload. Workload IndicatorStaffing Needs (WISN) Methode is a method for calculating labor requarementsbased on workload. This study includes a qualitative study into the data collectionobtained by observation using work sampling technique to describe patterns ofactivity / workload and the propoetion of time spent on activities. To obtainsecondary data with in-depth interviews and documentary study. As for thecalculation of manpower requirements using the Workload Indicator Staffing Needs(WISN). The results of the study found the percentage of productive time is 64,15%.Percentage of very h8igh productive time is the morning and the afternoon shift thatpercentage reached 84,42%, wich already exceeds the limit of 80% of optimalstandads. Based on the calculating method of WISN obtained sum power requirementare 56 people with the details of the supposed officer who served 22 people on themorning shift, 21 people on the afternoon shift and 13 people on the nigt shift. whilethe current force is 19 people, so there is still a shortage of as many as 37 people.From these results is advisable to increase or transferring personnel from other parts,and results it is advisable to increase or transfering personnel from other parts, andequalize the division of tasks for each shift.
Kata Kunci:WISN, Work Sampling, Labor
Read More
S-7557
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hurriyani Sekar Putri; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Masyitoh, Elvira
Abstrak: Terdapat 290 item persediaan farmasi yang termasuk dalam kategori deadstock, obat tersebut menumpuk dan berdampak pada rendahnya nilai perputaran investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengendalian persediaan antara proses pengendalian yang selama ini dilakukan oleh rumah sakit dengan proses pengendalian jika menggunakan perhitungan EOQ, SS, dan ROP. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang menggunakan data sekunder dari Instalasi Farmasi RS. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh kategori A persediaan farmasi.

Hasil penelitian menunjukkan proses pengendalian menggunakan perhitungan EOQ, SS, dan ROP lebih efisien karena dapat meningkatkan nilai Inventory Turnover Ratio dan memiliki nilai rata-rata persediaan lebih rendah. Terdapat perbedaan Inventory Turnover Ratio yang signifikan antara pengendalian yang selama ini dilakukan oleh rumah sakit dengan proses pengendalian jika menggunakan perhitungan EOQ, SS dan ROP. Peneliti menyarankan untuk melakukan pengelompokkan obat dengan analisis ABC, perhitungan EOQ yang berulang untuk meningkatkan efisiensi pada pengendalian persediaan farmasi.
Read More
S-9956
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shifa Zakia; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Endang Adriyani
Abstrak: Pada tahun 2016 sektor kesehatan menyumbang setidaknya 2 gigaton CO2 kepermukaan atmosfer atau setara dengan emisi yang dihasilkan oleh 514 industri batubara setiap tahun. Volume limbah dan emisi karbon ini tidak hanya menimbulkanpencemaran lingkungan namun juga memicu terjadinya fenomena perubahan iklim yangmengancam keberlangsungan ekosistem di seluruh dunia. Sebesar 57-71% emisi karbonyang berasal dari sektor kesehatan disebabkan oleh aktivitas rantai persediaan logistik,terutama pada pengadaan sediaan farmasi dan alat kesehatan. Fungsi rumah sakitsebagai fasilitas penyembuhan dan rehabilitasi pasien justru menjadi kontradiktif akibatproduk sampingan dari kegiatan operasional pelayanan kesehatan. Melalui pelaksanaangreen procurement pihak rumah sakit dapat memastikan bahwa kegiatan perencanaanpengadaan hingga penentuan supplier mampu meminimalisir segala potensi kerusakanlingkungan yang berasal dari kegiatan produksi dan konsumsi sediaan farmasi.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait faktor yangmempengaruhi pelaksanaan green procurement terutama pada sediaan farmasi sekaligusmengetahui potensi pengimplementasian praktik serupa pada rumah sakit di Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah literature review untuk mengidentifikasifaktor-faktor terhadap green procurement di rumah sakit melalui pencarian jurnal padadatabase ScienceDirect, ProQuest, Wiley, dan PubMed. Hasil penelitian dari 10 studiterinklusi menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan greenprocurement sediaan farmasi, yakni komitmen internal, hubungan kerja sama dengansupplier, total quality management (TQM), tekanan institusional, peresepan dandispensing obat, serta manajemen sediaan farmasi yang tidak terpakai. Sementara itu diIndonesia sendiri pengadaan sediaan farmasi kini dilakukan secara daring melalui portale-procurement yang difasilitasi oleh LKPP. Kebijakan pengadaan ini ditujukan untukmendukung pelayanan kesehatan era JKN dengan melaksanakan pengadaan obat secaralebih efektif dan efisien. Walaupun belum mencapai tahap green, adanya e-procurementpada sediaan farmasi merupakan langkah awal implementasi green procurement untukmewujudkan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang aman untukpopulasi manusia maupun lingkungan hidup.Kata kunci:Pengadaan, sediaan farmasi, green procurement, lingkungan.
Read More
S-10400
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariati Dewi; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Indah Rosana Alpisahar
T-4052
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Setyorini; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujianto, Erty Masiha
Abstrak: Waktu pelayanan farmasi merupakan hal yang penting dalam pelayanan Rumah Sakit. Lean Six Sigma adalah metode untuk mengurangi waste dan menurunkan variasi. Metode Lean Six Sigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah define, measure, analyze, dan improve. Setelah melakukan analisa akar masalah, perbaikan perlu dilakukan dengan visual management, 5S, perubahan lay out, evaluasi beban kerja. Sebagai perbaikan jangka panjang dengan perbaikan resep eletronik dan heijunka. Melalui Lean Six Sigma diperoleh hasil perbaikan yang diharapkan berupa pengurangan kegiatan yang merupakan waste pada pelayanan resep non racik dari 43 kegiatan menjadi 32 dengan waktu dari 31 menit menjadi 16 menit. Pada resep racikan mengurangi kegiatan dari 60 kegiatan menjadi 46 kegiatan dengan waktu dari 47 menit menjadi 25 menit.
Kata kunci: Farmasi, Lean Sigma, Lean Six Sigma Farmasi

Time service of pharmacy is the important part of the hospital excellent services. Lean six sigma is a methodology of decreasing the waste and variation. Lean six sigma method which used are : define, measure, analyze and improve. After conducting root cause analysis with the proposed improvement are visual management, 5S culture, lay out changing, evaluation of workload. As a long term porpuse with electronic prescription and heijunka. Using of lean six sigma method to reduce the waste of non compounding prescription service from 43 to 32 activities with time allocation from 31 to 16 minutes. For the compounding prescription service, could be reduce from 60 to 46 activities with time allocation from 47 to 25 minutes.
Key words: Pharmacy, Lean Sigma, Lean Sigma Pharmacy
Read More
S-9691
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resty Juwita; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Puspa Kencana
S-6748
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wan Kynanthi Nufira; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Djoko Widagdo
Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui manajemen penyimpanan obat di Instalasi Logistik Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita tahun 2014.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui pengamatan langsung, telaah dokumen, dan wawancara mendalam kepada informan terkait. Hasil penelitian menunjukkan ada faktor-faktor input dan proses yang belum terlaksana dengan baik, sehingga berakibat kepada hasil penyimpanan seperti kualitas (mutu) obat yang belum optimal. Disarankan faktor-faktor yang menunjang manajemen penyimpanan dapat ditingkatkan seperti SDM, anggaran, prosedur, formulir/dokumen, sarana dan prasarana, penyusunan obat, serta stock opname. Kata kunci: Logistik, Obat, Penyimpanan, Rumah Sakit
Read More
S-8612
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive