Ditemukan 27412 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Selama penerbangan terjadi perubahan lingkungan hidup seiring ketinggian dari pesawat tersebut. Berbagai fenomena alam akan muncul sebagai sumber potensi bahaya yang berisiko merugikan manusia, khususnya penumpang pesawat. Tim kesehatan PT. GAH adalah dokter dan paramedik yang melakukan pelayanan kesehatan dalam pesawat King Air 200 yang disebut sebagai ambulans udara. Cedera, penyakit akibat kerja, dan penurunan kualitas kerja dapat dialami oleh tim kesehatan oleh karena terpajan dengan bahaya akibat perubahan lingkungan. Meskipun King Air 200 merupakan pesawat bertekanan, bahaya dan risiko akibat perubahan lingkungan tetap mengancam tim kesehatan PT. GAH. Penelitian ini melakukan apa yang selama ini belum dilakukan oleh PT. GAH, yaitu identifikasi bahaya, analisis risiko kualitatif, dan penilaian risiko. Identifikasi bahaya dilakukan dengan cara observasi dan studi pustaka terkait bahaya terhadap manusia yang berpotensi muncul dalam misi evakuasi medik ambulans udara. Analisis kualitatif risiko menjadi proses untuk mengembangkan pengertian tentang risiko terhadap konsekuensi (consequency/severity) dan kemungkinan (probability/likelihood). Tujuan analisis tersebut adalah risiko dapat dievaluasi dan ditemukan metode pengendaliannya. Dengan penelitian ini diharapkan memberikan masukan kepada PT. GAH terkait aspek K3 dari tim kesehatan ambulans udara King Air 200 mereka. Kata kunci: Bahaya akibat perubahan lingkungan selama penerbangan, tim kesehatan, ambulans udara King Air 200, identifikasi bahaya, analisis risiko kualitatif, K3, pengendalian risiko.
During the flight, there are changes of living environment along with increase of aircraft altitude. Some natural phenomena will occur as hazards that could harm human being. Aeromedical team of PT. GAH is doctors and paramedics who perform medical service in King Air 200 air ambulance. Injury, occupational illness, and decrease of performance could be experienced by the aeromedical team due to the environmental changes. Even though King Air 200 is a pressurized aircraft, the environmental changes still a threat to the aeromedical team. This study performs what has not been done before in PT. GAH, which is hazard identification, qualitative risk analysis, and risk assessment. Hazard identification is done by conducting observation of aeromedical evacuation process and literature review in regards to hazards possibly occurred within King Air 200 ambulance flight. Qualitative risk analysis has become the steps to develop insight of consequence/severity and probability/likelihood of risk. It is to find a method that could control the risks itself. By this study, researcher could provide advises and recommedation for aeromedical team of PT. GAH in regards to Occupational Health and safety aspect. Keywords: Environmental changes hazard in flight, aeromedcial team, King Air 200 Air Ambulance, hazard identification, qualitative risk analysis, occupational health and safety.
Stres kerja adalah respon buruk seseorang secara fisik maupun emosional, ketika kompetensi pekerja tidak mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang diberikan. Berdasarkan penelitian terdahulu, pekerja di industri garmen juga memiliki risiko mengalami stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko psikosisal dengan kejadian stres kerja pada pekerja PT X, sebuah perusahaan garmen di Semarang, Jawa Tengah. Faktor yang diteliti antara lain faktor individu, faktor konten kerja, faktor konteks kerja, dan faktor effort-reward. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain studi the explanatory sequential. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara dilakukan untuk pengumpulan data kualitatif. Pengolahan data menggunakan uji chi-square dengan software SPSS 27.0 untuk mengetahui apakah ada hubungan yang siginifikan antara variabel independen dengan variabele dependen. Berdasarkan uji statistik, didapatkan prevalensi stres kerja sebesar 24,9% pada responden secara keseluruhan, sebesar 26,5% pada tim produksi, dan 18,2% pada tim supporting. Variabel yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja secara keseluruhan antara lain: lingkungan dan peralatan kerja (p= 0,004); desain tugas (p= 0,042); beban kerja (p= 0,001); jadwal kerja (p= 0,001); pengembangan karir (p= 0,001); hubungan interpersonal (p= 0,034); status pernikahan (p= 0,003); dan effort-reward (p= 0,002). Oleh karena itu, perlu dilakukan tindak lanjut berupa penerapan manajamen stres kerja dari tingkat manajemen, terutama pada faktor yang berhubungan dengan stres kerja, untuk mencegah kejadian stres kerja yang lebih besar.
Work-related stress was an bad someone physically or emotionally, when workers ability unable to meet the demands of jobs provided. Based on the research before, workers in the garment industry also have the risk of experiencing work stress. This study attempts to analyze the relationship between the psychosocial risk factors with work stress on workers PT X, a garment company in Semarang, Central Java. The individual factors, the content of work factors, the context of work factors, and the effort-reward factors was included in this study. Mixed method were used with the explanatory sequential design study. Quantitative data collected by using questionnaire and interviews performed for qualitative data collection. Data processing uses a chi-square test with software SPSS 27.0 to analyze if there's any significant connection between independent variables and dependent variable. By statistical test, prevalence of work stress prevalence is 24.9 % on all respondents, 26.5 % on production team, and 18.2 % on supporting team. Variables associated with work stress include: environment and work equipment (p = 0.004 ); task design (p = 0,042 ); workload (p = 0.001 ); work schedule (p = 0.001 ); career development (0.001 ); interpersonal relationship (p = 0.034 ); marital status (= 0.003); and effort-reward factor (p = 0,00). Based on this research, the company needs to implemented stress management program, especially on the factors associated with work stress, to prevent more stress from happening. Keyword: work stress, psychosocial risk factor, the garment company, production team, supporting team
