Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29698 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gelaria Ongalela; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Sandi Iljanto, Stefanus Eke Ola
Abstrak:

Retensi perawat merupakan kemampuan organisasi dalam mempertahankan perawat selama mungkin bekerja dalam organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retensi perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada bulan Maret 2011 dengan melibatkan 60 perawat. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat retensi perawat sebesar 45% dan faktorfaktor yang mempengaruhi retensi perawat adalah beban kerja, lingkungan kerja, keamanan kerja, praktek professional dan organisasi tempat kerja. Faktor dominan dari beban kerja yang menyebabkan perawat tidak retensi yaitu jumlah staf keperawatan yang belum cukup dan jumlah waktu kerja yang berlebih. Faktor dominan dari lingkungan kerja yaitu ketersediaan peralatan dan teknologi, resiko cendera dan penyakit tinggi serta keadaan lingkungan kerja yang menimbulkan stress. Faktor dominan dari keamanan kerja yaitu kompensasi dan keuntungan yang didapat belum memadai. Faktor dominan dari organisasi tempat kerja yaitu manajemen belum mengerti kebutuhan perawat. Kepustakaan 33 (1986 - 2010), Tabel 21, Grafik 5, Lampiran 4 Kata Kunci : Retensi, Beban Kerja, Lingkungan Kerja, Keamanan Kerja, Praktek Professional, Organisasi Tempat Kerja


 

Nurse retention is an organization’s ability to retain nurses as long as possible to work within the organization. This study aims to determine the retention of nurses at RS Santa Elisabeth Bekasi. This study is a quantitative research with cross sectional approach, conducted in March 2011 involving 60 nurses. Data collected were analyzed by univariate and bivariate. The results showed the nurse retention rate by 45% and the factors that affect the retention of nurses are workload, working environment, employment security, professional practice and wokplace organization. Dominant factor of the workload that causes retention of nurses is not the amount of nursing staff who have not been sufficient and excessive amount of work time. Dominant factor of the work environment is the availability of equipment and technology, risk as well as souvenir high disease, situation stressfull work environment. Dominant factor of the compensation and job security benefits have not been adequate. Dominant factor of the organizational work that management has not understood the needs of nurses. Bibliography 33 (1986 - 2010), Table 21, Chart 5, Annex 4 Keywords: Retention, Workload, Working Environment, Employment security, Professional Practice, Workplace organization.

Read More
B-1347
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erie Failenggo; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Surya Ede Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Ibrahim, Timbul Mei Silitonga
Abstrak: Rumah Sakit Santa Elisabeth Baloi Batam merupakan suatu contoh bagaimana besarnya dampak dari Pandemi COVID-19 mampu melumpuhkan pelayanan kesehatan dengan akibat 22% tenaga keperawatannya terkonfirmasi COVID-19. Melalui instrumen penelitian yang dibuat berdasarkan Systematic Literature Review, dan desain penelitian mixed method, didapatkan bahwa kesiapan tenaga Keperawatan RS Santa Elisabeth Baloi Batam dalam menghadapi gelombang baru pandemi COVID-19 pada tahun 2022, dengan melihat pada nilai rata-rata yang ada pada 4 aspek yang didapat adalah 76.5% yang menyatakan diri siap, pada aspek internal yang berupa aspek riwayat pelatihan hanya memberikan nilai 70% yang menyatakan siap dalam menghadapi gelombang baru pandemi COVID-19. Adanya beban ganda dalam penanganan pasien-pasien non COVID-19 dan pasien COVID-19 dalam menghadapi pandemi COVID-19, membuat managamen belum mampu untuk memfokuskan lebih pada pengembangan SDM khusus terkait kesiapan COVID-19
Read More
B-2295
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendro; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Sumijatun, Yaniek Sufiandari
Abstrak:
Telah terjadi penurunan kinerja perawat di RS Santa Elisabeth Batam dari tahun 2019 sampai dengan semester I tahun 2023. Penurunan kinerja perawat ini dapat menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap rumah sakit terutama pada keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh coaching pada asuhan keperawatan dan komunikasi perawat terhadap kinerja perawat serta dipengaruhi oleh faktor demografi perawat. Metode penelitian bersifat kuantitatif melalui rancangan penelitian quasi experiment dengan pendekatan pre and post control group. Hasil penelitian dengan uji paired sample T test antara kelompok intervensi sebelum coaching dan sesudah coaching adalah 0,000 dan uji paired sample T test antara kelompok kontrol sebelum coaching dan tanpa coaching adalah 0,081. Untuk hasil penelitian dengan uji independent sample T test antara kelompok intervensi setelah coaching dan kelompok kontrol tanpa coaching adalah 0,000. Dengan uji statistik deskriptif pada faktor demografi perawat setelah coaching terhadap kinerja perawat dengan hasil menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lama kerja dan status penikahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah intervensi coaching pada asuhan keperawatan dan komunikasi perawat dapat meningkatkan kinerja perawat.

There has been a decline in the performance of nurses at Santa Elisabeth Batam Hospital from 2019 to the first semester of 2023. This decline in nurse performance could have an adverse impact on the hospital, especially on patient safety. The aim of this research is to determine the effect of coaching on nursing care and nurse communication on nurse performance and is influenced by nurse demographic factors. The research method is quantitative through a quasi-experimental research design with a pre and post control group approach. The results of research using the paired sample T test between the intervention group before coaching was 0.000 and the paired sample T test between the control group before coaching and without coaching was 0.081. For research results using the independent sample T test between the intervention group after coaching and the control group without coaching was 0.000. With descriptive statistical tests on nurse demographic factors after coaching on nurse performance, the results showed that there were no significant differences in gender, age, education level, length of work and marital status. The conclusion of this research is that coaching interventions in nursing care and nurse communication can improve nurse performance.
Read More
B-2449
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiaristy Anggraini Harnindo; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Stefanus Eke Ola
Abstrak:

Tesis ini membahas analisis strategi pemasaran unit Medical Check Up RS St. Elisabeth Bekasi dengan menggunakan QSPM, serta melihat karakteristik pelanggan MCU dan bauran pemasaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian memberikan beberapa strategi dari bauran pemasaran, diantaranya strategi produk, strategi harga, strategi penempatan, dan strategi promosi. Keempat strategi tadi terangkum dari strategi market development dan product development yang berasal dari QSPM serta karakteristik pasien, dimana semuanya terangkum dalam matriks rencana strategis pemasaran. Agar strategi yang diusulkan bermanfaat, disarankan melakukan pembenahan internal terlebih dahulu terutama memperkuat bagian pemasaran agar dapat mendorong keberhasilan program yang telah direncanakan. Kepustakaan 42 (1995- 2010), Gambar 14, Tabel 27, Lampiran 3 Kata Kunci: strategi pemasaran, medical check up, bauran pemasaran


 

The focus of this study is Marketing Strategic Analysis of Medical Check Up at Santa Elisabeth Bekasi Hospital by using QSPM, and see the characteristics of MCU customers and the marketing mix. This research is qualitative descriptive interpretive. The results provide some of the strategies of the marketing mix, including product strategy, pricing strategy, strategic placement, and promotion strategies. The four strategies summarized from the market development strategy and product development derived from QSPM and patient characteristic, which are all encapsulated a matrix of strategic marketing plans. In order for the proposed strategy is useful, it is advisable to reform internally first, especially to strengthen the marketing department in order to encourage the success of programs already planned Literature 42 (1995-2010), Picture 14, Table 27, Attachment 3 Keyword : marketing strategy, medical check up, marketing mix

Read More
B-1342
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jenny Darmawan; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Sandi Iljanto, Stefanus Eke
B-1315
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jenny Darmawan; Pembimbing Lapangan: Stefanus Eke Ola
L-823
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonius Yudianto; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Stefanus Eke Ola
B-1330
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maharti Siwi Handayani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Sahat H. Siahaan, Valentine Wijaya
Abstrak:
Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan terutama oleh tenaga kesehatan yang bertugas di garis depan. Tenaga kesehatan rentan mengalami kelelahan dan stres akibat bertambahnya beban kerja yang pada akhirnya dapat menurunkan kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh beban kerja dan stres kerja serta karakteristik individual terhadap kinerja perawat selama pandemi Covid-19 di RSEBK. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik cross sectional. Analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik berganda digunakan dalam penelitian ini. Dari 101 perawat di RSEBK, 50,5% perawat berkinerja baik, 58,42% perawat merasakan beban kerja yang berat, 50,5% perawat mengalami stres saat bekerja selama pandemi Covid-19. Pada analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,025) dan status perkawinan (p=0,011) dengan kinerja perawat. Sementara untuk umur (p=0,197), tingkat pendidikan (p=0,099) dan masa kerja (p=0,132) tidak ada hubungan dengan kinerja perawat. Ada hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat (p=0,019), tidak ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat (p=0,135) dan ada hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat (p=0,012). Pada analisis regresi logistik berganda didapatkan variabel paling dominan terhadap kinerja perawat adalah beban kerja (p=0,013). Beban kerja berpengaruh dominan pada kinerja perawat. Penghitungan beban kerja, mitigasi terhadap stres kerja, komunikasi dan pemberdayaan perawat dapat dilakukan agar dapat meningkatkan kinerja perawat.

The impact of the Covid-19 pandemic has been felt especially by health workers who work on the front lines. Health workers are prone to experiencing fatigue and stress due to increased workload which in turn can reduce performance. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of workload and work stress and individual characteristics on nurse performance during the Covid-19 pandemic at RSEBK. The research method used was cross-sectional analytic survey. Univariate analysis, bivariate analysis with Chi-square and multivariate analysis with multiple logistic regression were used in this study. Out of 101 nurses at RSEBK, 50.5% of nurses performed well, 58.42% of nurses felt a heavy workload, 50.5% of nurses experienced stress while working during the Covid-19 pandemic. In the bivariate analysis, it was found that there was relationship between gender (p=0.025) and marital status (p=0.011) with nurse performance. Meanwhile, there were no relationship between age (p=0.197), education level (p=0.099) and work experience (p=0.13) with nurse performance. From the Chi-square analysis it was found that there was a relationship between workload on nurse performance (p=0.019), there was no relationship between work stress and nurse performance (p=0.135) and there was a relationship between workload and nurse work stress (p=0.012). In the multiple logistic regression analysis, it was found that the most dominant variable on nurse performance was workload (p=0.013). Workload has a dominant effect on nurse performance. Calculation of workload, mitigation of work stress, communication and nurse empowerment can be done in order to improve nurse performance
Read More
B-2309
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indera; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Masyitoh, Ferdy D. Tiwow, Dini Handayani
Abstrak: Penelitian menggunakan desain sequential explanatory melalui analisis kuantitatif menggunakan kuesioner Survei Farmasi dalam Budaya Keselamatan Pasien dari AHRQ dilanjutkan focus group discussion untuk merumuskan strategi dan kebijakan dalam membangun budaya keselamatan pasien di Instalasi Farmasi RS Santa Elisabeth Batam Kota.

Analisis budaya keselamatan pasien menghasilkan 4 dimensi kategori budaya sedang yang memerlukan perbaikan keselamatan pasien serta 7 dimensi kategori budaya baik yang menjadi kekuatan dalam keselamatan pasien. Pengorganisasian ketenagaan, beban kerja dan pola kerja; konseling pasien; keterbukaan komunikasi; dan respons terhadap kesalahan menjadi kelemahan budaya keselamatan pasien yang menjadi prioritas perbaikan. Tingkat pelaporan kejadian masih rendah dan harus mendapat perbaikan.

Kata kunci: budaya keselamatan pasien, instalasi farmasi

This research uses sequential explanatory design started from quantitative analysis using questionnaire The Pharmacy Survey on Patient Safety Culture (PSOPSC) from AHRQ followed by focus group discussion to formulate strategy to build patient safety culture.

Analysis of patient safety culture resulted in 4 dimensions of moderate cultural categories that require improvement and 7 dimensions of good cultural categories that be strength of the patient safety culture. Staffing, Work Pressure and Pace; Patient counseling; Communication openness; and Response to Mistakes is weakness of the patient safety culture that become priority improvement. Level of incident reporting is still low and need improvement.

Keywords: patient safety culture, pharmacy installation
Read More
B-1904
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renny Margaretta Sitorus; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Mieke Savitri, Stefanus Eke Ola
Abstrak: Abstrak
Tesis ini menganalisis efektifitas biaya yang dikeluarkan pasien hemoroid interna grade 3-4 yang menjalani tindakan haemorrhoidectomy Stapled dan konvensional. Penelitian ini menggunakan perhitungan Activity Based Costing dengan simple distribution untuk mendapatkan cost lalu dibandingkan dengan nilai output, sehingga didapatkan Cost Effectiveness Ratio (CER). Nilai CER kemudian dibandingkan dan mana yang lebih kecil adalah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif Stapled menghasilkan nilai CER yang lebih kecil dibandingkan dengan CER alternatif konvensional. Maka dapat disimpulkan bahwa tindakan haemorrhoidectomy Stapled lebih efektif dibandingkan dengan alternatif konvensional. 
This thesis was analysing the effectiveness of cost that spent by patients with internal hemorrhoid grade 3 to 4 underwent haemorrhoidectomy Stapled and conventionals. This research was using Activity Based Costing with simple distribution method to calculate the cost then divided by output value to get Cost Effectiveness Ratio (CER). CER values were then compared and the lower is the more effective. Result of this research showed that value of CER of Stapled alternative were smaller compared with CER of conventionals alternative. It can be concluded that Stapled haemorrhoidectomy is more effective than conventionals alternative.
Read More
B-1468
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive