Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38420 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Kristiana Suryaningrum; Pembimbing: M. Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Boy E.R. Wajong, Estina Nainggolan
B-1324
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Sugiharto; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Estina Nainggolan, Wajong, Boy E.E.
B-1346
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Pradnyana Wiguna; Pembimbing: Kurniasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Puput Oktamianti, Nusati Ikawahyu, Adinnulkhasanah
B-2021
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Prita Vaudika; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Lila Miryam
S-6141
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Sri Kusuma Dewi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Adittya
Abstrak:

ABSTRAK Banyaknya keluhan dari karyawan RSU Manuaba tentang rendahnya kompensasi yang telah diterima selama ini mengakibatkan tingginya turn over karyawan terutama di kalangan paramedis sampai pertengahan tahun 2010. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh kompensasi finansial dan nonfinansial tersebut terhadap kepuasan kerja karyawan di RSU Manuaba tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 141 orang, yang merupakan jumlah total karyawan RSU Manuaba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin, status perkawinan, profesi, status kepegawaian, masa kerja, kompensasi finansial, dan kompensasi non-finansial yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah kompensasi nonfinansial. Saran untuk RSU Manuaba adalah lebih proporsional saat rekrutmen karyawan baru, melakukan perbaikan sistem pembagian insentif, perbaikan pada poin poin penilaian pemberian insentif, perbaikan pengelolaan dana untuk jamsostek karyawan, menyediakan alat DC shock, sosilaisasi prosedur secara kontinu, pelatihan tentang kepemimpinan, pemisahan jabatan struktural dan fungsional, membuat ketetapan untuk rotasi dan mutasi karyawan, menyiapkan dana pensiun untuk karyawan kontrak, menyediakan tempat istirahat buat karyawan.


 ABSTRACT In the mid year of 2010, there were too many complaint occured among the paramedic employees in Manuaba Hospital due to of low compensation offered to the employee costed of hight turn over. By the case experienced above we would like to take this opportunity to study how the charateistic individual, financial and non financial compensation affects the job satisfaction employee in Manuaba Hospital in 2012. This study will implement with cross sectional methode among 141 employees, as the total number of Manuaba Hospital employee.The employees job satisfaction is affected by many factors as the following : employes status (single/married), gender (female/male), profesionalism, employees historical (permanent/contract), longovity of work, financial and non financial compensation as result of this study. The main factor affected the employee job satisfaction is non financial compensation. Suggestion for Manuaba Hospital are propotional employe recruitmen, improvement of incentive system, value incentive indicator and source donation health insurance employee. DC Shock instrument should be ready in the hopital, continuous procedure socialisation, leadership workshop, separation of sturctural and functional position employee, pension donation prepare for contract employees, and prepare rest room for employees.

Read More
B-1422
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Azora; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Anang Setiana, Sumartono
Abstrak:

Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka sebagai institusi pelayanan kesehatan masyarakat, dalam era globalisasi berusaha meningkatkan kualitas mutu pelaksanaan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan, Salah satu indikator untuk menjaga kualitas pelayanan adalah peningkatan kinerja perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja perawat dan pengaruh kinerja perawat terhadap kepuasan perawat terhadap keuangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan sampel berjumlah 57 perawat di RSUD Majalengka. Tehnik pengambilan sampel dengan tehnik Simple Random Sampling. Sampel dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Metode analisa data dilakukan dengan tahapan univariat dan bivariat (correlation pearson dan regresi linier sederhana). Hasil penelitian menyatakan pengaruh pelatihan terhadap kinerja perawat sebesar 18,4%, dan pengaruh kinerja perawat erhadaap keuasan perawat terhadap keuangan sebesar 12%. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan untuk meningkatkan kepuasan perawat terhadap keuangan maka kinerja perawat di RSUD Majalengka perlu ditingkatkan dengan memperbanyak kegiatan pelatihan bagi perawat baik yang dilaksanakan didalam maupun diluar rumah sakit. Kata Kunci: Pelatihan, Kinerja Perawat, Kepuasan Perawat terhadap Keuangan


 

Majalengka general hospital as a community health services institution, in this era of globalization, trying to increase health services quality including care services. One of the indicator to maintain services quality is nurses performance improvement with continuosly train nurses in order to improve the performance. This research is aimed at analyzed the influence of training toward nurse’s performance and the influence of nurse’s performance toward their financial satisfaction. The research is a quantitative with using 57 nurses as respondent and conducted in April-May 2011. Data analysis methods was done by following univariate, and bivariat (pearson’s correlation and simple linier regression). The result of research finding shows that training has significant influence to nurse’s performance is 18,4%, and nurse’s performance has significant influence to nurse’s satisfy towards financial is 12 %. Based on this research, the management of Majalengka Hospital is recommended to increase improvement effort by training out door or in door. Key Words : Training, Nurse’s Performance, Nurse’s Financial Satisfaction

Read More
B-1357
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldrin Neilwan Pancaputra; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Suprijanto Rijadi, Wachyu Sulistiadi, Sumiatun, Ganda P. Sibabiat
Abstrak:
Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi pergeseran konsep rumah sakit dari konsep lama yaitu rumah sakit sebagai institusi social semata bergeser menjadi institusi sosio ekonomi yang berarti pengelolaan rumah sakit harus menggunakan prinsip ekonomi tanpa meninggalkan fungsi sosialnya. Seiring dengan itu pula persaingan dalam pemberian pelayanan kesehatan juga semakin mcningkat serta tuntutan kebutuhan masyarakat akan pclayanan kcsehatan juga Semakin Linggi yang akan bcrdampak pada pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari rumah sakit. Pelayanan kesehatan di rumah sakit menduduki porsi paling besar karena dilaksanakan terus menerus selama 24 Faktor-faktor..., Aldrin Neilwan Pancaputra, PascasrjanaU|, 2001 jam, sehingga baik bumknya rumah sakit sering dinilai dari penampilarn kerja tenaga keperawatannya Hal ini sangat berkaitan dcngan kcpuasan kelja pcrawat itu sendiri Secara umum penelitian ini bertujuan unluk memperoleh gambaran kepuasan kerja tenaga perawat di instaiasi rawat inap RSU FK-UKI dan melihat hubungan antara karakteristik individu, faklor penunjang, faktor motivasi serta untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kepuasan kerja Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh tenaga perawat di instalasi rawat inap yang berjumlah 13| orang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioncr Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kemja tenaga perawat di instalasi rawat inap RSU FK-UKI rendah. Adanya hubungan kepuasan kerja perawat di instalasi rawat inap RSU FK UKI dengan walctu lamanya bekerja derta dengan adanya pemberian penghargaan atasan alas prestasi kerja Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukannya penilaian secara berkesinambungan terhadap kepuasan kelja, menetapkan kebijakkan mmah sakit tentang pemberian insentif dan mempertahankan kebijakan pcmbcrian tunjangan tcrhadap anak serta memelihara dan meningkatkan kegiatan pembelian penghargaan atas prestasi Bahan bacaan : 26 (1977-2000)

Together with the developing petiode, hospital concept shifting has taken place Hom old concept which was as societal institution becomes economic societal institution. Means that, nowadays, hospital management should apply economic principle without living its societal function. Along as well, in creasing competition in giving heath services and public need demand give an impact to the nursing service which also as an integral part of the hospital. Nursing service at the hospital has taken the biggest portion because it is a continuous 24 hour service,therefore the hospital reputation depends on the nursing service perf`ormance.This matter is related to their job satisfactory. Faktor-faktor..., Aldrin Neilwan Pancaputra, PascasrjanaU|, 2001
Read More
B-518
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Francis Johanes; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Cecep Sutisna, Wawang Kuswarso
B-1348
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Apriane Purba; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Anhari Achadi, Enie Rochaeni
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang kepuasan pegawai non PNS Bidang Penunjang Medis terhadap remunerasi berbasis Competency Based Human Resource Management (CBHRM) di RSUD Pasar Rebo Tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Sebanyak 134 kuesioner disebarkan dan hanya 107 kuesioner lengkap yang kembali. Responden pada penelitian ini adalah 107 pegawai non PNS Bidang Penunjang Medis RSUD Pasar Rebo yang terbagi ke dalam 6 instalasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53,3% pegawai yang menyatakan tidak puas terhadap remunerasi yang diterima. Dalam penelitian ini diketahui bahwa lama kerja, pengetahuan pegawai mengenai sistem remunerasi, kepemimpinan, supervisi, kebijakan remunerasi, sosialisasi sistem remunerasi berhubungan dengan kepuasan pegawai non PNS Bidang Penunjang Medis terhadap remunerasi berbasis CBHRM. Pihak rumah sakit perlu menindaklanjuti hasil penelitian tersebut dengan melakukan evaluasi kembali terhadap remunerasi berbasis CBHRM serta meningkatkan sosialisasi sistem remunerasi di RSUD Pasar Rebo dengan melibatkan manajemen terkait serta pegawai dari setiap instalasi yang bersangkutan.

This study examines about the satisfaction of medical support affairs of non-civil servants of the remunerations based Competency Based Human Resource Management (CBHRM) in Pasar Rebo Hospital in 2011. This research is a cross sectional research using quantitative methods. The data was collected by filling questionnaires. A total of 134 questionnaires distributed but only 107 complete questionnaires are returned to the researcher. Respondents in this research are 107 medical support affairs of non-civil servants in Pasar Rebo Hospital which is divided into 6 installations. The result showed that there are 53.3 % officers who stated that they are not satisfied with the remuneration received. By this research, known that amount of time working, knowledge about remuneration system, leadership, supervision, remuneration policy, dissemination of remuneration system associated with satisfaction of medical support affairs of non-civil servants of the remunerations based CBHRM. The hospital needs to follow up these findings by evaluating remuneration and improve dissemination of the remuneration system in Pasar Rebo Hospital, involving relevant management and employees of related installation.
Read More
S-6869
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayun Sari; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Jaslis Ilyas, H.M. Hafizurrachman, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak:
Tantangan bagi pengelola rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta dewasa ini semakin kompleks, tuntutan rnasyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu juga semakin menigkat. Pelayanan kesehatan yang bermutu harus berorientasi kepada pelanggan, baik pelanggan ekstemal maupun internal. Pelanggan intemal adalah tenaga kerja/SDM yang bcrada di rumah sakit. Untuk dapat melaksanakan pelayanan prima ini dibutuhkan sumber daya manusia yang prima pula. Peran SDM rumah sakit sangat penting dalam menentukan mutu jasa pelayanan maka kualitas dan kuantitas SDM merupakan faktor kdtis dalam organisasi rumah sakit. Teori Sumbcr Daya Manusia juga menyebutkan yang perlu diperhatikan dalam pcmeliharaan hubungan keria adalah mengenai kepuasan kerja yang merupakan bagian dari banyak faktor yang mempengaruhi kineqia seseorang. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai kincrja karyawan, kepuasan kerja karyawan dan hubungan antara kepuasan kelja dan kinerja karyawan di RSIJ. Ada lima faset kepuasan kelja yang diteliti yaitu pckerjaan, gaji/kompensasi, promosi, rekan kerja dan pengawasan/supervisi. Metode penelitian ini adalah cross seciional dengan pendekatan kuantitatif dimana data yang dipakai adalah data primer dengan menggunakan alat banlu berupa kuesioner. Kuesioner kinerja karyawan disadur dad lembar penilaian karyawan RSIJ dan kuesioner kepuasan kelja diadaptasi dari A/Hrmesola Sarisfaction Questionairre, yang diuji cobakan terlebih dahulu dengan nilai Crombach-alpha 0,9. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan tetap RSIJ berjumlah 132 orang. Hasil penelitian menunjukkan penilaian kinerja karyawan RSIJ karyawan yang memiliki kinezja baik sebesar 53,8% dan yang kurang baik 46,2%.. Karyawan dengan kinerja baik kebanyakan adalah tenaga perawat dan karyawan dengan kinerja kurang baik kebanyakan adalah tenaga penunjang medis. Kinerja karyawan RSIJ terendah adalah pada aspek inovatif sementara aspek tertinggi adalah pada aspek ketaatan beragama. Kinerja karyawan mulai menurun pada karyawan menjelang usia 40 tahun dengan masa kerja sekitar IO tahun dengan pendidikan setingkat nkademi. Kepuasan kezja karyawan RSIJ terhadap keseluruhan faset adalah 82%, dimana terdapat 61 ,4% karyawan yang puas sementara yang tidak puas 38,6%. Kepuasan kerja terendah ada pada variabel gaji/kompensasi sementara kepuasan kerja tertinggi ada pada variabel rekan kerja. Bonus merupakan penyebub terbesar ketidakpuasan terhadap gaji/kompensasi, suasana kckeluargaan di lingkungan RSIJ merupakan faktor terbesar yang menimbulkan kepuasan terhadap rekan kerja. Karyawan yang berada pada unit pelayanan yaitu dokter dan perawat menunjukkan jumlah yang relatif sama antara yang puas dengan tidak puas, scmentara pada km-yawan penunjang medis dan non medisjumlah kzu-yawan yang puas relatif lebih bcsar dari yang tidak puas. Ada hubungan antara kepuasan kerja dengan kineqa pada seluruh faset yaitu pekerjaan, gaji/kompensasi, promosi, rekan kenja dan pengawasarl/supervise. Kepuasan terhadap promosi memiliki kemungkinan terbesar untuk menjadikan seorang karyawan berkinelja baik. Berdasarkan uraian di atas Peneliti menyarankan kepada manajemen RSIJ untuk melakukan kriteria penilaian kinerja yang baku dan bersifat umum untuk semua jenis tenaga, mcngembangkan program pelatihan, pemberian penghargaan dan sanksi, serta mengefektifkzm peran atasan langsung atau para manajer, meningkatkan motivasi karyawan melalui kekuatan spiritual yaitu ikatan terhadap nilai-nilai agama islam, mempcrbaiki sistem penggajian dimana kinerja karyawan menjadi fokus utama, meningkatkan alokasi penerimaan untuk porsi pcmbayaran gaji/kompensasi karyawan, mengkomunikasikan kemampuan manajemen dalam membayar gaji/kompensasi di lingkungan intemal rumah sakit, suasana kekeluargazm di lingkungan rumah sakit dijadikan kekuatan untuk menghasilkan kexja yang berkualitas dengan cara membentuk tim kerja yang solid dan menumbuhkan suasana persaingan yang sehat diantara karyawan, mcningkatkan perhatian terhadap perawat dengan melakukan perhitungan beban kerja perawat melalui metode yang tepat, menganalisis jalgatan bagian keperawatan sesuai dengan kompetensi Serta me'npe1jelas jenjang karir kepada tenaga perawat, meningkatkan pengenalan terhadap karakteristik karyawan seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan sebagainya sehingga manajemen dapat mengetahui sampai dimana kemampuan karyawar; dalam bekerja dan tingkat kebutuhannya melakukan survey kepuasan kerja secara rutin sebagai bahan masukan bagi pihak manajemen dalam menilai produk-produk kebijakan.

Nowadays, the challenge for hospital management both in the state-run hospital and private hospital have become more complex. Public ask for more high-quality health ser/ice. High-quality health services are a priority issue for external and intemal customers. Intemal customers are people who work in the hospital. High-quality service needs high-quality human resources. The role of human resources is the key in delivering high-quality service. Human resources theory always said job satisfaction is among main factor which influence job performance. The workers deliver the best service when they are happy in theirjobs. The purpose of this study is to examine the relation between job satisfaction and job pcrfomance among the employees of Jakarta Islamic Hospital (RSIJ) with five facets of job satisfaction are reviewed namely job criteria, salary/compensation, promotion, coworker and supervisory. This research was based on cross sectional method with quantitative approach which primary data is obtained by surveing permanent-employee of RSIJ. In this study, the questionnaire of employees performance was adopted &orn the RSI] employee's performance appraisal, while the qustionnaifc of job satisfaction was adopted from Minnesota Satisfaction Questionairre. These instruments had been tested with Crombach»alpha 0,9. We have 132 respondents from RSI.l's permanent employee. The study revealed 53.8 percent of respondents have a good job performance and 46.2 percent less good. The respondents have assumed the innovative aspect was the lowest point of their job performance, while the religious obedience is on the top rating. Nurses comprises the largest group of good job performance while medical supporting staff are the lowest performance. The performance is slightly decrease when employee reach 4O's years old, 10 years services work and diploma education level. Total job satisfaction in the hospital reached 82 percent in which 61.4 percent of the respondents have demonstrated their satisfaction, while 38.6 percent on the opposite. The study disclosed salary/compensation issue have created the greatest dissatisfaction, while relationship with co worker bring the highest happiness. On the variable of compensation, the system of bonus awarding is a major cause of conflict creating dissatisfaction, while lack of formality with warm intra-personal relationship is the largest contribution of job satisfaction. The number of workers from medical unit service, either physicians or nurses, have expressed their dissatisfaction and satisfaction equally, while on medical supporting staff and non-medical unit staff more employee saying they are satisfied compare to those who are not. The study indicated there are a link between job satisfaction and job performance on all facets of job satisfaction, there are job criteria, salary/compensation, promotion, co worker and supervisory. Job satisfaction on promotion achievement is likely be the major cause to maximize their job performance. Based on the study, the researcher recommended to RSIJ management to formulate working standard that is more applicable to all level of employee so it will lead to a fair and open evaluation, to improve training and educational program, implement reward and punishment program, improve the role of supervisor in motivating the workers to be more creative, improve salary/compensation awarding based on employee job performance, maximize intemal communication particularly on the issue of the hospital?s capacity in providing compensation and other benefits to the employees, motivate the employee to be a motivator for eo worker as well as providing a healthy competition for them, finally a routine job satisfaction survey can be used as a mean to collect input for the management in assessing their policies.
Read More
B-1047
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive