Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33938 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tiara Luthfie; Pembimbing: Yvone; Penguji: Ahmad Syafiq, Ratu Ayu Dewi Sartika, Kresnawan, Suroto
Abstrak:

Kromium adalah  jenis nutrien essensial yang diperlukan hampir oleh semua jaringan dalam tubuh manusia, seperti kulit, otak, otot, limpa, ginjal dan testis. Peran penting dari kromium adalah sebagai pengendali metabolisme insulin dalam tubuh dan dianggap sebagai faktor pengendali kadar gula darah (glucose tolerance factor/GTF). Penelitian ini menggunakan metode Cross sectional, waktu pelaksanaan bulan Maret- April Tahun 2011. Penelitian dilakukan pada anggota Persadi Serang sebanyak 55 orang. Cari pengambilan sampel  dilakukan dengan cara purposive dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kromium tertinggi pada bahan makanan sumber karbohidrat adalah mie kering sebesar  71 µg/100 g, dan sumber protein adalah kacang tanah sebesar 163. Ratarata asupan kromium pada anggota Persadia Serang teridentifikasi masih berada dibawah RDA yaitu 31, 95 µg. Tidak  ada hubungan antara asupan kromium dengan kadar gula darah pada anggota Persadia Serang, sedangkanvariabel IMT, aktivitas olahraga dan umur memiliki hubungan dengan kadar gula darah (p<0,05) dengan data IMT (OR= 4,5 ; 95% CI ; 1,333-15,196 ), aktivitas olahraga (OR= 9,333 ; 95% CI ; 1,115-78,154 ), dan umur (OR= 4,47 ; 95% CI ; 1,23-16,28 ). Faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kadar gula darah adalah IMT. Disarankan untuk mengontrol berat badan, dengan cara memperhatikan asupan makan dan melakukan aktivitas olahraga secara rutin serta materi kromium dimasukkan dalam kegiatan penyuluhan rutin yang dilakukan satu kali seminggu. Selain itu perlu adanya pemeriksaan kandungan kromium bahan makanan yang lebih beragam. Kata kunci : Kromium bahan makanan, kadar gula, dan asupan kromium.


 

Chromium is a type of essential nutrients needed by almost all tissues in the human body, such as skin, brain, muscle, spleen, kidney and testis. An important role of chromium is as controlling the metabolism of insulin in the body and is considered as a factor controlling blood sugar levels (glucose tolerance factor / GTF). This study uses cross sectional method, the execution time of the month from March to April Year 2011. The study was conducted on members Persadia Attack by 55 people. Find the sampling done by purposive with respect to inclusion and exclusion criteria. The results showed that the highest chromium content in food sources of carbohydrates is dried noodles at 71 μg/100 g, and protein sources are peanuts by 163. The average intake of chromium in Serang identified PERSADIA members is below the RDA, namely 31, 95 mg. There was no association between intake of chromium in blood sugar levels in member PERSADIA Serang,  while BMI  variable, exercise activity and age have a relationship with blood sugar levels (p <0.05) with BMI data (OR = 4.5, 95% CI: 1.333 -15.196), sports activity (OR = 9.333, 95% CI: 1.115 to 78.154), and age (OR = 4.47, 95% CI: 1.23 to 16.28). The most dominant factor related to blood sugar levels is BMI. It is recommended for weight control, by way of attention to food intake and doing exercise regularly and chromium material included in regular education activities are conducted once a week. In addition there is need for examination of the chromium content of food that is more diverse. Key words: Chromium food ingredients, sugar, and intake of chromium.

Read More
T-3427
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raden Roro Dewi Ngaisyah; Pembimbing: Indrawani, Yvonne M.; Penguji: Ahmad Syafiq, Fatmah, Ida Ruslita, Iip Syaiful
T-3206
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rodlia; Pembimbing: Trini SUdiarti; Penguji: Diah Mulyawati, Kusharisupeni, Kusindrati Sudibyo, Suharyati
T-4247
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astrine Permata Leoni; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Dwiretno Yuliarti
S-7352
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunung Nurjanah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Endang Laksminingsih, Titus Priyo Harjatmo
Abstrak: Kadar gula darah yang tidak normal menjadi masalah kesehatan yang penting, tak terkecuali pada penderita hipertensi yang mengarah pada komplikasi penyakit yang serius seperti diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada penderita hipertensi ysng dilakukan di Puskesmas Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggunakan desain studi cross sectional dan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 105 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 30-65 tahun yag termasuk kelompok usia dewasa dan lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 30,2% responden memiliki kadar gula darah tinggi. Terdapat hubungan bermakna antara usia (OR = 3,5 95% CI 1,361-8,890), jenis kelamin (OR = 5,1 95% CI 1,655-15,570), indeks glikemik (OR = 2,587 95% CI 1,089-6,141), dan lingkar pinggang terhadap kejadian kadar gula darah. Modifikasi gaya hidup dianjurkan seperti rutin melakukan olahraga dan konsumsi makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman dengan IG rendah dan sedang, monitoring berat badan dan lingkar pinggang, serta pemeriksaan gula darah secara rutin sangat dianjurkan untuk mencegah peningkatan kadar gula darah.
 

Blood sugar levels are not normal become important health problem, not least in patients with hypertension leading to serious complications of the disease such as diabetes. This study aims to determine the factors associated with blood sugar levels in patients with hypertension. This research was conducted at the health center Bojonggede, Bogor, West Java using cross sectional study design and purposive sampling method with a total sample of 105 people consisting of men and women aged 30-65 years including age group adults and elderly. The results showed that 30.2% of respondents have high blood sugar levels. There is a significant relationship between age (OR = 3.5 95% CI 1.361 to 8.890), gender (OR = 5.1 95% CI 1.655 to 15.570), the glycemic index (OR = 2.587 95% CI 1.089 to 6.141), and waist circumference on the incidence of blood sugar levels. Lifestyle modification is recommended such as exercise frequently and food consumption suitable with the guidelines of balanced nutrition. In addition, the consumption of foods and beverages with low and medium GI, monitoring body weight and waist circumference, and blood sugar tests are routinely highly recommended to prevent an increase in blood sugar levels.
Read More
S-8890
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryanto; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Edith Sumedi
S-5872
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Omi Haryati; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Diah Mulyawati Utari, Nurmilah, Ida Ruslita
Abstrak:

Salah satu dampak yang timbul dari pembanglman adalah transisi epidemiologi, yaitu meningkatnya penyakit degeneratifl Salah satu contoh penyakit degeneratif adalah Diabetes Mellitus (DM). Diabetes Mellitus merupakan penyakjt hiperglikemia yang ditandai oleh ketiadaan absolut insulin atau insensitivitas sel terhadap insulin. Prevalensi DM di Indonesia akan tems meningkat 2 sampai 3 kali lebih cepat dari negara maju yaitu l2,7% penduduk Indonesia. Hiperglikemi dapat mengaldbatkan gagal ginjal, gangguan penglihatan, gangguan kardiovaskuler bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dcngan kadar gula darah puasa dcngan menggunakan disain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan Poltekes Jakarta III, sebagai sampel adalah karyawan yang teliah rnelakul-can pemeriksaan kadar gula darah puasa sebanyak 153 respondcn. Analisis dilakukan secara bertahap rnulai dari analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel mcnggunakan analisis negresi linier ganda. Variabel yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, suku, riwayat penyakit kemrunan, tekanan darah, indeks masa tubuh, olah raga, pengetahuan, sikap, dan konsumsi karbohidrat. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara jenis kelamin, suku, tekanan darah, indeks massa tubuh dan pengctahuan dengan kadar gula darah puasa (nilai p < 0,05). Dali analisa multivariabcl didapatkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan bcrhubungan dengan kadar gula darah puasa. Disarankan perlu dilakukan pencegahan dan penanggulangan bagi kaxyawan berusia diatas 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan kadar gula darah setahun sekali. Bagi karyawan yang menderita hipcrtensi dianjurkan untuk memeriksakan tekanan darahnya dan kaxyawan dengan indcks massa tubuh diatas 30 kg/m2 dianjurkan untuk menurunkan berat badan melalui diet makanan dan olah raga.


One impact of development is epidemiologic transition, that is the increase of degenerative diseases including Diabetes Mellitus (DM). DM is a hyperglicernic disease characterised by absolut inexistence of insulin or cell insensitivity toward insulin. DM prevalence in Indonesia will be doubled or tripled and in a faster rate, that is 12.7% of Indonesia population. Hyperglicemic could induce kidney failure, visibility disorder, cardiovascular disease and even death. This study aims at knowing factors related to blood glucose level using cross sectional design. Population of this study is all employees of Health Polytechnic Jakarta lll, samples were 153 employees whose blood glucose level had been checked. Analysis was conducted gradually from univariate, bivariate, and multivariate using multiple linear regression. Variables under study are age, sex, education, ethnicity, family history of disease, blood pressure, body mass index, exercise, knowledge, attitude, and carbohydrate consumption. Study results shows relationship between sex, ethnicity, blood pressure, body mass index, and knowledge with blood glucose level (p<0_05)._ Multi variate analysis shows that knowledge is the most dominant factor. It is suggested that there is a need to prevent and to overcome DM among employees age more than 40 years old by yearly checking of blood glucose level. Those with hypertension are suggested to check their blood pressure and those with body mass.

Read More
T-2765
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Sri Wahyuningsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Ahmad Syafiq, Muhammad Bal`an Kamali Rangkuti, Eva Sulistiowati
Abstrak: Diabetes melitus merupakan penyakit dengan tingkat komplikasi yang tinggi,sehingga membutuhkan penanganan yang dikenal dengan empat pilarpenatalaksanaan DM. Data peserta Prolanis Puskesmas Pulo Gadung pada bulanNovember 2015-Januari 2016, berturut-turut sebanyak 87%, 84%, dan 88%diabetisi mempunyai Gula Darah Postprandial (GDPP) yang tidak terkendalitanpa adanya proses evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam pengendalian GDPP. Penelitian ini merupakanpenelitian potong lintang dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tempatdan waktu penelitian di Puskesmas Pulo Gadung pada bulan April 2016. Datakuantitatif diperoleh dari pengisian kuesioner, penilaian indeks massa tubuh, sertapemeriksaan GDPP 84 diabetisi. Sebagai sampel adalah diabetisi di sembilanPuskesmas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampeldilakukan secara non-probability sampling. Sedangkan data kualitatifdimaksudkan untuk mendapatkan informasi lebih dalam tentang empat pilarpenatalaksaan DM. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan data kualitatifdianalis dengan analisis tematik. Penelitian menunjukkan hanya 4,8% diabetisiyang memiliki GDPP terkendali. Faktor penyebab tidak terkendalinya GDPPadalah ketidakpatuhan diabetisi dalam melaksanakan pilar perencanaan makandan latihan jasmani, serta kurangnya dukungan keluarga dan dukunganmanajemen. Diperlukan peningkatan kegiatan edukasi, monitoring dan evaluasi,serta membangun kerja sama lintas sektor antara Puskesmas, Sudin Kesehatan,dan BPJS Kesehatan.Kata kunci: Diabetisi, gula darah postprandial, penatalaksanaan DM
Diabetes melitus is a disease with high complication rates, thus requirestreatment, which is known as the four pillars of DM management. Prolanisparticipant data at Puskesmas Pulo Gadung in November 2015-January 2016,respectively by 87%, 84%, and 88% of diabetic have uncontrolled PostprandialGlucose (PPG) without a process of evaluation. This study aims to determine theinhibiting factors in controlling the PPG. This is a cross sectional study withquantitative and qualitative approaches. The place and time of the study isconducted at Puskesmas Pulo Gadung, in April 2016. The quantitative data wereobtained from the questionnaires, assessment of body mass index, and the resultsof the examination PPG 84 of selected diabetic. The samples are diabetic in ninePuskesmas that fulfill the inclusion and exclusion criterias. Sampling was done bynon-probability sampling. While the qualitative data is intended to get moreinformation about the four pillars of diabetes management. Quantitative data wereanalyzed by descriptive and qualitative data were analyzed by thematic analysis.Research shows that only 4.8% diabetic who have controlled PPG. Factorscausing uncontrolled PPG are non-compliance of diabetic in implementing mealplanning and physical exercise, lack of family and management support. Requiredincrease in educational activities, monitoring and evaluation, and build crosssector cooperation between Puskesmas, Sudin Kesehatan, and BPJS.Keywords: Diabetic, DM management, postprandial glucose
Read More
T-4688
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ahmad Syafiq, Ida Ruslita
S-5989
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilya Roza Werdani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Hera Nurlita
Abstrak: Pemeriksaan kadar gula darah puasa merupakan salah satu cara yangdilakukan dalam mendiagnosa diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untukmencari faktor dominan kadar gula darah puasa pegawai BPMK dan SekretariatDaerah Kota Depok tahun 2014. Penelitian ini juga membahas gambaran danfaktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa pegawai BPMKdan Sekretariat Daerah Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa asupan karbohidrat merupakan faktor dominan peningkatankadar gula darah puasa pegawai BPMK dan Sekretariat Daerah Kota Depok (B=0,328). Rata-rata kadar gula darah puasa pegawai adalah 94,07 ± 11,55 mg/dlpada perempuan dan 96,47 ± 9,92 mg/dl pada laki-laki. Pada penelitian iniditemukan 2,9% pegawai mengalami diabetes melitus dan 22,9% pegawaimengalami impaired fasting glucose. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakadar gula darah puasa memiliki hubungan yang signifikan dengan usia, asupankarbohidrat, dan aktivitas fisik.Kata kunci: kadar gula darah puasa, impaired fasting glucose, diabetes melitus,usia, asupan karbohidrat, aktivitas fisik.
Read More
S-8501
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive