Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34533 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ita Perwira; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Wahyono, Helda, Endang Burni
Abstrak:

Infeksi virus dengue masih merupakan masalah kesehatan dunia saat ini termasuk di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2009 dilaporkan 158.912 kasus dengan jumlah kematian 1.420 orang (CFR 0,89%). Tingginya jumlah rawat inap di rumah sakit ini juga menjadi beban yang cukup besar. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama rawat inap pada pasien yang terinfeksi virus dengue di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur. Metode: Menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Hasil: Jumlah kasus infeksi dengue di RSUP Persahabatan tahun 2010 adalah 2168. Didapatkan subjek 450 orang dari total 633 subjek yang tercatat selama 1 Januari - 31 Juni 2010. Berdasarkan hasil analisis multivariat diperoleh 4 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan lama rawat inap pasien yang terinfeksi virus dengue yaitu lama sakit sebelum masuk RS (p=0.000, OR=0.229, 95% CI 0.134-0.392), penyulit (p=0.003, OR = 2.050, CI 95% : 1.276 ? 3.293),jumlah trombosit (p=0.013, OR=2.585, 95% CI 1.220-5.478) dan jumlah leukosit (p=0.024, OR=1.624, 95% CI 1.065-2.475). Variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan lama rawat inap adalah jumlah trombosit. Dari hasil tersebut disarankan agar klinisi dan akademisi perlu meningkatkan standar pelayanan penyakit yang lebih efektif dan efisien pada pasien yang terinfeksi virus dengue.


 

Background: Dengue fever remains as health problem in the world, especially in tropic and sub-tropic zone include Indonesia. DKI Jakarta province in 2009 was reported 158.912 cases with mortality rate 1.420 cases (CFR 0,89%). Very high of hospitalization rate in the hospital due to dengue infection increase the burden for the government and community. Objective: to find out factors affect to the hospitalization days in patients with dengue virus infection in Persahabatan Hospital, East Jakarta Method: This study was implemented using cross-sectional design. Result: There was 450 subject from total 633 cases reported during 1 January - 31 June 2010. Based on bivariate analysis there is 4 variable which has significant correlation with hospitalization days in patients with dengue virus infection in Persahabatan Hospital. They are days of sick before hospitalized (p=0.000, OR=0.229, 95% CI 0.134-0.392), complication (p=0.003, OR = 2.050, CI 95% : 1.276 ? 3.293), trombocyte (p=0.013, OR=2.585, 95% CI 1.220-5.478), leucocyte (p=0.024, OR=1.624, 95% CI 1.065-2.475). Dominant variable which has significant correlation with hospitalization days is trombocyte. From those result, suggestion for clinician and academician are to increase services standart to be more effective and efficient for patients with dengue virus infection.

Read More
T-3458
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Amalia; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Syahrizal Syarif; Penguji: Syahruddin, Elisna; Punto Dewo
Abstrak: ABSTRAK Kanker paru merupakan kanker yang paling sering didiagnosis dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Prognosisnya masih buruk karena di tahap awal tidak ada gejala yang merujuk pada kanker paru sehingga sebagian besar didiagnosis pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasan pasien kanker paru. Penelitian kohort retrospektifdilakukan di RSUP Persahabatan menggunakan data rekam medis pasien kanker paru yang didiagnosis pada periode 2014-2016 dengan 228 pasien eligibel. Terdapat sepuluh faktor yang dianalisisyaitu usia, jenis kelamin, status merokok, status gizi, komorbiditas, performance status, sumber pembiayaan, stadium klinis, jenis histologi dan jenis terapi. Pada analisis Kaplan Meier diperoleh survival ratesatu, dua dan tiga tahun adalah 50%, 425dan 38% dengan median 12 bulan (95% CI 6,31-17,69). Hasil analisis cox proportional hazards menunjukkan bahwa pada kesintasan 1 tahun stadium IV memiliki risiko 2,46 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,25-4,87; P=0,010). Pada kesintasan 2 tahun, stadium IV memiliki risiko 2,58 kali (95%CI: 1,35-4,93; P=0,004)dan performance status (PS) >2 memiliki risiko 1,85 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,21-2,83; P=0,005). Pada kesintasan 3 tahun, stadium IV memiliki risiko 2,26 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,24-4,11; P=0,008) dan pada interaksi stadium IV dengan PS >2 memiliki risiko 4,07 kali untuk terjadi kematian. Disimpulkan stadium klinis dan performance statusmerupakan faktor prediktor kesintasan pasien kanker paru. Kata Kunci : kesintasan, kanker paru, faktor prediktor Lung cancer is the most commonly diagnosed cancer and the leading cause of cancer deaths. The prognosis is still poor because in the early stages there are no symptoms that refer to lung cancer so that most are diagnosed at an advanced stage. The objective of this studywas to determine the factors affecting survival of lung cancer. The retrospective cohort study was conducted in Persahabatan Hospital using medical record data of lung cancer patients diagnosed in the period 2014-2016 with 228 eligible patients. There were ten factors analyzed: age, sex, smoking status, nutritional status, comorbidity, performance status, funding source, stage, histology type and therapy. In Kaplan Meier analysis showed that one-, two- and three years survival rate were 50%, 42 and 38% with median 12 months (95% CI 6.31-17,69). The results of cox proportional hazards analysis showed that in the 1st year of survival, stage IV had 2.46 times higher risk for death (95% CI: 1.25-4,87; P = 0.010). At 2 years survival, stage IV and performance status (PS) >2 had a risk of 2.58 (95% CI: 1.35-4.93; P = 0.004) and 1.85 times greater risk for death ( 95% CI: 1.21-2,83; P = 0.005). At 3-year survival, stage IV had a 2.26 times greater risk of death (95% CI: 1.24-4.11, P = 0.008) and in interaction betweenstage IV with PS> 2 had a risk of 4.07 times for death. Stage and performance status are a predictor factors of lung cancer survival. Key words:survival rate, lung cancer, predictor factors
Read More
T-5135
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yudha Asy'ari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Putri Bungsu, Esti Widorini
Abstrak:
Cedera medula spinalis merupakan peristiwa traumatis atau non-traumatis yang dapat mempengaruhi fungsi neurologis baik motorik, sensorik, atau autonom penderitanya. Insiden dan prevalensi cedera medula spinalis meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas manusia. Cedera medula spinalis dapat menyebabkan morbiditas temporer atau permanen, hingga mortalitas. Namun, beberapa studi menunjukkan adanya perbaikan selama masa perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang memprediksi perbaikan sensorik dan motorik pada pasien dengan cedera medula spinalis yang di rawat inap RSUP Fatmawati dari tahun 2022 hingga 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Besar sampel yang digunakan adalah 316 sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua variabel yang berhubungan bermakna setelah dilakukan logistik regresi yaitu, penanganan medis (RR= 2.538 95%CI 1.808-3.900; p<0.001) dan lama rawat inap (RR 0.646 95%CI 0.486-0.838; p=0.013). Selain itu, terdapat tiga variabel lain yang bertahan hingga model akhir yaitu status pernikahan, AIS saat masuk, dan komorbid hipertensi. Model menunjukkan kecocokan yang baik (Hosmer-Lemeshow p=0.268) dan kemampuan diskriminasi yang cukup (AUC = 0.710), sehingga layak digunakan untuk memprediksi kemungkinan perbaikan.

Spinal cord injury is a traumatic or non-traumatic event that can affect the neurological function, whether motoric, sensory, or autonomic. The incidence and prevalence of spinal cord injury increase along with increasing human activity. Spinal cord injury can cause temporary or permanent morbidity, even mortality. However, several studies have shown recovery of sensory and motor during the treatment period. This study aimed to identify factors that predict sensory and motor recovery in patients with spinal cord injury who were hospitalized af Fatmawati General Hospital from 2022 to 2024. A retrospective cohort design was employed, involving 316 patients who met the inclusion and exclusion criteria. The results of logistic regression analysis showed two variables significantly associated with sensory and motor recovery: medical intervention (RR= 2.538; 95%CI 1.808-3.900; p<0.001) and length of hospital stay (RR= 0.646; 95%CI 0.486-0.838; p=0.013). additionally, three other variables, marital status, AIS score at admission, and hypertension comorbidity, remained in the final model as non-significant covariate. The model demonstrated a good fit (Hosmer-Lemeshow p=.0.268) and fair discriminative ability (AUC=0.710), indicating its suitability for predicting the likelihood of sensory and motor recovery in SCI patients

Read More
T-7338
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhayati; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan Penguji: Nuning, Ratna Djuwita, Dien Emawati, I Made Setiawan
T-2966
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Ayu Lanniari Harahap; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Chita Septiawati, Mohammad Fahdhy
Abstrak: Peningkatan jumlah kasus COVID-19 dan penyebarannya di berbagai negara terjadi berlangsung cukup cepat dan dalam waktu singkat. Hingga 4 Mei 2021, total kasus konfirmasi COVID-19 global adalah 152.534.452 dengan 3.198.528 kematian. Pemerintah Indonesia telah melaporkan 1.682.004 orang dengan COVID-19 yang dikonfirmasi, tertinggi di Asia Tenggara. Sebanyak 45.949 kematian terkait COVID-19 yang dilaporkan, dengan CFR sebesar 2,7%. Kematian akibat COVID-19 di Indonesia berada pada peringkat ke-2 di Asia dan ke-17 di dunia. Studi kasus-kontrol dilakukan menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 di RSUP Haji Adam Malik Medan periode Maret 2020-Desember 2020. Penelitian ini mendeskripsikan karakteristik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pada pasien COVID-19. Hasil penelitian melalui analisis multivariat logistik regresi menunjukkan bahwa, adanya peningkatan risiko terhadap kematian pada usia ≥ 60 tahun (OR=5.495, 95% CI: 2.398-12.591), demam (OR=4.441, 95% CI: 1.401-14.077), sesak napas (OR=8.310, 95% CI: 3.415-20.220), riwayat hipertensi (OR=2.454, 95% CI: 1.159-5.196), riwayat penyakit ginjal kronik (OR=10.460 kali, 95% CI: 3.282-33.331), riwayat penyakit kanker (OR=16.137, 95% CI: 2.798-96.147) pada pasien COVID-19 yang dirawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2020
The increase in the number of cases of COVID-19 and its spread in various countries occurred quite quickly and in a short time. As of May 4, 2021, the total global confirmed cases of COVID-19 were 152,534,452 with 3,198,528 deaths. The Indonesian government has reported 1,682,004 people with confirmed COVID-19, the highest in Southeast Asia. A total of 45,949 COVID-19-related deaths were reported, with a CFR of 2.7%. Deaths from COVID-19 in Indonesia are ranked 2nd in Asia and 17th in the world. A case-control study was conducted using medical records of COVID-19 patients at Haji Adam Malik General Hospital in Medan for the period March 2020-December 2020. This study describes the characteristics and identifies factors associated with death in COVID-19 patients. The results of the study through multivariate logistic regression analysis showed that there was an increased risk of death at age 60 years (OR = 5,495, 95% CI: 2,398-12,591), fever (OR = 4,441, 95% CI: 1,401-14,077), shortness of breath. breath (OR=8,310, 95% CI: 3,415-20,220), history of hypertension (OR=2,454, 95% CI: 1.159-5,196), history of chronic kidney disease (OR=10,460 times, 95% CI: 3.282-33,331) history of cancer (OR=16,137, 95% CI: 2,798-96,147) in COVID-19 patients who were hospitalized at Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2020
Read More
T-6315
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Purnama Sari; Pembimbing: Krisnawati Bantas
S-3430
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Amalina; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Helda, Woro Riyadina, Em Yunir
Abstrak: Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit kronik ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kurangnya produksi insulin, insulin yang tidak dapat bekerja dengan optimal, atau faktor keduanya. Prevalensi diabetes di DKI Jakarta sebesar 3,4% dan mengalami peningkatan sebesar 0,9% dalam lima tahun terakhir. Tingginya prevalensi diabetes melitus di DKI Jakarta memperlihatkan bahwa diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang harus dikendalikan. Target pengendalian diabetes melitus adalah dengan mencapai kontrol glikemik yang baik dengan tujuan mencegah terjadinya komplikasi dan penyebab kematian Kesimpulan:Aktifitas fisik, kepatuhan berobat dan trigliserida adalah faktor yang paling berperan dalam kontrol glikemik.
Read More
T-6164
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Seno Aji; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Situasi pandemi COVID-19 membuka mata masyarakat akan pentingnya kesehatan, peningkatan demand akan produk-produk kesehatan mendorong industri logistik PT X yang berperan dalam distribusi barang untuk melakukan lembur kerja atas intensitas kerja yang tinggi, hal ini meningkatkan risiko terjadinya fatigue di tempat kerja yang dapat menurunkan fungsional tubuh dan berdampak baik pada kesehatan pekerja maupun risiko terjadinya error di tempat kerja, PT X juga belum memiliki sistem manajemen risiko fatigue khusus sehingga deteksi fatigue tidak dapat dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran keluhan dan faktor risiko fatigue pada pekerja logistik gudang PT X tahun 2022 yang bertempat di salah satu kawasan DKI Jakarta. Penelitian ini berdesain deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan metode studi cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner termasuk Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan triangulasi data dengan hasil wawancara di lapangan terhadap beberapa pekerja dan koordinator tiap tim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 pekerja (37,04%) mengalami keluhan fatigue ringan, mayoritas sebagian lainnya (62,96%) tidak mengalami keluhan fatigue dan tidak ditemukan pekerja dengan keluhan fatigue berat, serta untuk faktor risiko fatigue paling dominan yang ditemukan adalah pada faktor kuantitas tidur pekerja dengan mayoritas pekerja (83,33%) memiliki durasi tidur dibawah standar 7 jam
The COVID-19 pandemic situation has opened people's eyes to the importance of health, the increasing demand for health products has encouraged the logistics industry of PT X, which plays a role in the distribution of goods, to carry out overtime work to meet the high work intensity, this increases the risk of fatigue in the workplace which can reduce body function and have an impact on the health of workers and even the risk of errors in the workplace. Additionally, PT X lacks a fatigue risk management system, making it unable to do fatigue detection, thus this research aims to provide an overview of complaints and fatigue warehouse logistics workers at PT X year 2022, located in one of the DKI Jakarta region. Research design is a quantitative and qualitative with a cross-sectional study using questionnaire instruments, including the Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) which were then analyzed univariately and triangulated the data with the results of field interviews towards several workers and the coordinator of each team. The results showed that there were 20 workers (37.04%) experiencing light fatigue, the majority of the others (62.96%) did not experience any, and none with severe fatigue, as for the most dominant fatigue risk factor found is the workers' sleep quantity with the majority of workers (83.33%) having sleep duration below the standard of 7 hours minimum
Read More
S-11028
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Egydhia Zalfa Salsabila; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Putri Bungsu, Alan Dwi Krisnandi
Abstrak:
Severe Acute Respiratory Infection (SARI) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat, sebab memicu epidemi, mulai dari H1N1 hingga pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, diperlukan informasi yang dapat membantu perencanaan kesehatan, terutama untuk mengantisipasi beban penyakit SARI. Namun, studi mengenai karakteristik pasien dan lama rawat inap pasien SARI masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap pasien SARI di rumah sakit sentinel di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, menganalisis data sekunder dari surveilans sentinel SARI selama Januari 2020 hingga Desember 2023. Analisis dilakukan terhadap seluruh kasus yang tercatat dalam sistem surveilans SARI dan memenuhi definisi kasus SARI, serta memiliki informasi tanggal masuk dan keluar rumah sakit, kecuali pasien pulang paksa atau dirujuk. Terdapat 2.127 kasus SARI yang diikutsertakan dalam penelitian. Median lama rawat pasien SARI adalah 5 hari. Faktor-faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap lebih dari median (>5 hari) adalah adanya satu komorbiditas (POR = 2,34; CI 95%: 1,85—2,98), lebih dari satu komorbiditas (POR: 1,93; CI 95%: 1,51—2,46), memiliki gejala sakit tenggorokan (POR: 1,30 ; CI 95%: 1,063—1,58), sesak napas (POR: 1,48; CI 95%: 1,24—1,76), perawatan di ruang intensif (POR = 2,28; CI 95%: 1,63—3,20), penggunaan ventilator (POR: 1,56; CI 95%: 1,09—2,22), dan intubasi (POR: 3,62; CI 95%: 1,76—7,42). Kelompok umur

Severe Acute Respiratory Infection (SARI) is one of the health challenges facing communities as it can trigger epidemics, ranging from H1N1 to the Covid-19 pandemic. Therefore, there is a need for information that can assist with health planning, specifically in the anticipation of the disease burden associated with SARI. However, studies on the characteristics of patients and the length of hospitalization for SARI patients remain scarce. This research aims to identify factors associated with the length of hospitalization for SARI patients in sentinel hospitals in Indonesia. This research utilizes a cross-sectional design and analyzes secondary data from sentinel SARI surveillance from January 2020 to December 2023. The analysis was conducted on all cases recorded in the SARI surveillance system and meeting the SARI case definition, as well as having information on admission and discharge dates, except for patients who were discharged against medical advice or referred elsewhere. There were 2.127 SARI cases included in the study. The median length of hospitalization for SARI patients was 5 days. Factors associated with a hospitalization duration that exceeded the median (>5 days) included a single comorbidity (POR = 2.34; 95% CI: 1.85-2.98), multiple comorbidities (POR: 1.93; CI 95%: 1.51—2.46), symptoms of sore throat (POR: 1.30; CI 95%: 1.063—1.58), shortness of breath (POR: 1.48; CI 95%: 1.24—1.76), intensive care treatment (POR = 2.28; CI 95%: 1.63—3.20), ventilator use (POR: 1.56; CI 95%: 1.09—2.22), and intubation (POR: 3.62; CI 95%: 1.76—7.42). The age group (
Read More
S-11677
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anette Yongki Wijaya; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observatif dengan data kuantitatif. Sumber data berasal dari data sekunder berupa rekam medik RSUP Persahabatan tahun 2020. Dengan desain studi kasus kontrol, 50 sampel dalam kelompok kasus dan 100 sampel dalam kelompok kontrol dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi square, OR untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel, dan p<0,05 sebagai batas kemaknaan.
Hasil: Usia ≤30 tahun (OR=0,30; p=0,019) dan kepatuhan minum obat (OR=6,64; p=0,000) memiliki hubungan statistik yang signifikan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Read More
S-10758
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive