Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10343 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizaldy Pinzon
CDK Vol.35, No.6 (2008)
Jakarta : Kalbe Farma, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MJKI Th.XXXVI, No.4
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Suswanti; Pembimbing: Meiwita Paulina Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati, Milla Herdayati, Yuda Turana, Woro Riyadina
Abstrak:
Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, rendahnya awareness, pengobatan hipertensi, dan meningkatnya faktor risiko hipertensi berperan dalam meningkatkan kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi di Indonesia. Tujuan penelitan ini adalah mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang memengaruhi tekanan darah tidak terkontrol berdasarkan data sekunder Indonesian Family Life Survey Tahun 2014. Metode: Penelitian dengan desain studi potong lintang menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey Tahun 2014, yang mengikutsertakan 2848 anggota rumah tangga pada 9 provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera. Tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi didefinisikan sebagai subjek dengan diagnosis hipertensi oleh tenaga kesehatan namun memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan rerata tekanan darah tiga kali pengukuran berdasarkan pedoman JNC 8. Karakteristik demografi, pengobatan, kesehatan mental, gaya hidup dan komorbiditas penyakit menjadi variabel independen yang diteliti. Perhitungan bobot koreksi digunakan dalam analisis ini, setelah pembobotan jumlah sampel sebesar 4566 anggota rumah tangga, analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda model determinan . Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi sebesar 64,5%. Secara independen, lanjut usia, jenis kelamin perempuan, tidak sekolah/pendidikan rendah, konsumsi obat, merokok, depresi, rendah aktivitas fisik, obesitas, adanya komorbid diabetes mellitus dan kolesterol berhubungan secara signifikan terhadap kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi (p<0,05). Sementara itu, obesitas diketahui sebagai faktor risiko dominan tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi terkontrol, di mana obesitas meningkatkan 1,8 kali risiko untuk mengalami tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi. Analisis PAR% menunjukkan modifikasi faktor risiko obesitas diketahui dapat mengeliminasi hipertensi tidak terkontrol sebesar 15% pada subjek hipertensi. Kesimpulan: Secara independen, karakteristik demografi, pengobatan, kesehatan mental, gaya hidup dan komorbiditas penyakit berkaitan dengan kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi. Sementara obesitas ditemukan sebagai faktor risiko dominan dan memiliki dampak paling besar terhadap kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi.

Introduction: Hypertension is still as a main health problem in Indonesia. Lack of awareness, treatment and increasing of risk factors caused an increase of uncontrolled blood preassure in hypertensive subjects in Indonesia. Objective: the aims of this study was to know prevalence and determine of uncontrolled blood pressure in subjects with hypertension diagnosis based on analyses of secondary data from Indonesian Family  LIife Survey in 2014. Methods: a cross sectional study design using secondary data analyses from Indonesian Family Life Survey in 2014, and recruited 2848 houshold members in 9 province Jawa and Sumatera. Hypertension was define as subject with hypertension diagnosed by phsycian and having high blood preassure after 3 time measurement based on JNC 8 guideline. Demography characteristics, antihypertension treatment, mental health, life style and comorbid as independen variables. Corrected weighting was measured in this study, there were 4566 of household members after weighting, and data analyses using chi-square and logistic regression determinant model. Results: This study results showed that prevalence of uncontrolled blood pressure in hypertensive subjects was 64,5%. Independently, Older age, women, no school/lower education, antihypertension treatment, smoking, depression, low physical activity, obesity and presence of diabetes and cholesterol associated with uncontrolled blood preassure in hypertensive subjects (p<0,05). Meanwhile, obesity was found as a dominant factor, where having obesity 1,8 more likely to increase uncontrolled blood pressure. PAR% analyses showed modification of obesity could eliminate uncontrolled blood pressure by 15% in hypertensive subjects. Conclussion: Demography characteristics, antihypertension treatment, mental health, life style and comorbid associated with uncontrolled blood pressure in hypertension subjects. Obesity found as a dominant factor and having measurement effect to uncontrolled blood pressure.

Read More
T-5899
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratia Radiani; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Besral, Dian Ayubi, Rina Hasriana, Heni Rudiyanti
Abstrak: Meningkatnya jumlah penderita hipertensi dan belum diketahui bagaimana pengendalian hipertensi di wilayah Puskesmas Telagasari, dapat menimbulkan permasalahan kesehatan yang sangat serius dan berdampak besar pada kualitas hidup apabila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah di wilayah Puskesmas Telagasari Kabupaten Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 125 penderita hipertensi yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak (59,2%) responden memiliki tingkat kepatuhan yang buruk. Ada hubungan yang bermakna antara keterpaparan informasi (p=0,001) dan pengetahuan (p=0,016) dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan adalah keterpaparan informasi. Penderita hipertensi dengan keterpaparan informasi yang tinggi berpeluang untuk memiliki tingkat kepatuhan yang baik sebesar 2,7 kali lebih besar dibandingkan penderita hipertensi dengan keterpaparan informasi rendah setelah dikontrol dengan variabel pengetahuan dan dukungan keluarga (95% CI; 1,13-6,26). Dari hasil penelitian ini perlu peningkatan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan dalam pengendalian tekanan darah serta perlu kerjasama dengan lintas sektor lainnya termasuk swasta. Kata kunci : Kepatuhan, penderita hipertensi, pengendalian tekanan darah The increased number of patients with hypertension and the lack of information to control hypertension in Telagasari Public Health Center can lead to serious health problems and will give a big impacts on quality of life if there is no serious concern and intensive treatment. The purpose of this research is to analyze the factors related to the adherence of the patience with hypertension in controling blood pressure in Telagasari Public Health Center. Quantitative method and crosssectional design were used to analyze the data. The writer using consecutive sampling methods by interviewing 125 the respondents with hypertension using questionaire. The results showed that (59.2%) respondents were having poor adherence. There was a significant correlation between exposure of information (p = 0,001) and knowledge (p = 0,016) with adherence of hypertension patient in blood pressure control. The most dominant factor associated with adherence is the exposure of information. Hypertensive patients with high information exposure has an opportunity to have a good adherence level of 2.7 times greater than hypertensive patients with lower information exposure after controlling for the variables of knowledge and family support (95% CI; 1,13-6,26). The result of this research shows that it need to improve health promotion efforts in order to improve adherence in controlling blood pressure and need good cooperation with other cross-sector including private. Keywords: Adherence, hypertension, blood pressure control
Read More
T-4980
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.38, No.6, Agt. - Sept., 2011: hal. 464. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.54, No.12, Desember, 2004, hal. 484-490
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.12, Desember 1993, hal. 17-21
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Apsari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Fadila Wirawan, Firlia Ayu Arini
Abstrak:
Kepatuhan diet penderita hipertensi yang tidak baik dapat mempengaruhi upaya dalam pengontrol tekanan darah dan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Diet Approach to Stop Hypertension (DASH) merupakan salah satu diet yang direkomendasikan untuk mengendalikan tekanan darah bagi penderita hipertansi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan diet DASH terhadap pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Peneliti menggunakan data sekunder dari penelitian ”Hubungan Kebiasaan Minum Kopi dan Faktor Lainnya dengan Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Kemiri Muka Tahun 2023”. Pengolahan data sekunder dilakukan pada bulan April-Mei 2024. Total sampel pada penelitian ini adalah 156 penderita hipertensi usia >18 tahun yang berobat dan kontrol rutin setiap bulan serta merupakan peserta Prolanis dan Posbindu di Puskesmas Kemiri Muka Kota. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukan 68,6% responden memiliki tekanan darah tidak terkendali dan 59,4% responden pada kategori tidak patuh dalam pelaksanaan diet hipertensi DASH. Hasil uji statistik diketahui nilai p-value 0,985 dengan demikian dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kepatuhan diet DASH dengan tekanan darah responden dalam penelitian ini. Variabel usia menjadi variabel yang mempengaruhi pengendalian tekanan darah (p-value <0,05).

Non-compliance with the diet among hypertensive patients can affect efforts to control blood pressure and may increase the risk of complications. The Diet Approach to Stop Hypertension (DASH) is one of the recommended diets for managing blood pressure in hypertensive patients. This study aimed to determine adherence to the DASH diet in controlling blood pressure among hypertensive patients at the Kemiri Muka Public Health Center in Depok City. This research was a quantitative study with a cross-sectional design. Researchers used secondary data from the study "Relationship between Coffee Drinking Habits and Other Factors with Blood Pressure Control in Hypertensive Patients at the Kemiri Muka Public Health Center 2023". Data processing was conducted from April to May 2024. The total sample in this study was 156 hypertensive patients aged >18 years who received regular treatment and monthly check-ups and were participants in the Prolanis and Posbindu at Kemiri Muka Public Health Center. The data were analyzed using the chi-square test and logistic regression. The results of this study showed that 68.6% of respondents had uncontrolled blood pressure, and 59,4% of respondents were categorized as non-compliant in implementing the DASH hypertension diet. Statistical tests revealed a p-value of 0.985, indicating that there was no significant relationship between adherence to the DASH diet and respondents' blood pressure in this study. Age was identified as variable influencing blood pressure control (p-value <0.05).
Read More
T-7126
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriany; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Tri Krianto, Sundari, Sakri Sabatmaja
Abstrak:
Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan prevalensi. Komplikasi akibat hipertensi meningkatkan angka kecacatan, kesakitan, kematian dan menjadi beban yang masih sulit diatasi di Indonesia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi untuk usia 18 tahun mencapai 34,1%, di DKI Jakarta mencapai angka 33,43%. Berdasarkan data dinas kesehatan Provinsi DKI tahun 2021, Jakarta Selatan merupakan daerah penderita hipertensi terbanyak kedua di DKI Jakarta (216.137) dan di tahun 2022 (197.744). Kecamatan tertinggi prevalensi hipertensi tahun 2021 di Jakarta Selatan adalah Pasar Minggu. RS Angkatan Laut Marinir Cilandak Pasar Minggu tahun 2020 melaporkan data kunjungan pasien hipertensi sebesar 4187, tahun 2021 sebesar 4221, tahun 2022 sebesar 3875 sejalan dengan data provinsi DKI yang mengambarkan tingginya penderita hipertensi di kota Jakarta Selatan. Tingginya prevalensi menunjukkan masih kurang baiknya pengendalian tekanan darah. Menurut Riskesdas 2018 penderita hipertensi tidak minum obat disebabkan merasa sehat (59,8%). Banyak penderita hipertensi yang tidak menyadari mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi mempengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan upaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi determinan yang berhubungan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah melalui konstruk Health Belief Model di Rumah Sakit Angkatan Laut Marinir Cilandak. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner melalui wawancara pada pasien penderita hipertensi sebanyak 125 responden. Hasil Penelitian menunjukan sebanyak 76,0% responden dengan kepatuhan baik dan 24,0% responden memiliki tingkat kepatuhan yang kurang. Hasil analisis Multivariat, terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan (aOR: 10,22), pekerjaan (aOR:0,16), pengetahuan (aOR:4,41), dan keterpaparan informasi (aOR:0,22) dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah. Variabel pendidikan adalah yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam melakukan pengendalian tekanan darah. Dalam Health Belief Model, pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah. Peningkatan pendidikan kesehatan dapat menjadi intervensi yang baik pada perubahan perilaku kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah di RS Angkatan Laut Marinir Cilandak.

Hypertension is a health problem that has an increasing prevalence every year. Complications due to hypertension increase the rate of disability, morbidity and mortality and are a burden that is still difficult to overcome in Indonesia. In Indonesia, the prevalence of hypertension for those aged 18 years reached 34.1%, in DKI Jakarta it reached 33.43%. Based on data from the DKI Provincial Health Office for 2021, South Jakarta is the area with the second most hypertension sufferers in DKI Jakarta (216,137) and in 2022 (197,744). The district with the highest prevalence of hypertension in 2021 in South Jakarta is Pasar Minggu. Cilandak Pasar Minggu Marine Naval Hospital in 2020 reported data on visits of hypertensive patients of 4187, in 2021 it was 4221, in 2022 it was 3875 which is in line with DKI provincial data which illustrates the high prevalence of hypertension in the city of South Jakarta. The high prevalence indicates that blood pressure is not well controlled. According to Riskesdas 2018, people with hypertension do not take medication because they feel healthy (59.8%). Many people with hypertension are not aware that they have hypertension and do not get treatment. This shows that perception influences a person's behavior in making health efforts. This study aims to identify the determinants associated with compliance with hypertension in controlling blood pressure through the Health Belief Model construct at the Cilandak Marine Naval Hospital. Data collection was carried out by filling out questionnaires through interviews with 125 respondents with hypertension. The results of the study showed that 76.0% of respondents had good compliance and 24.0% of respondents had poor compliance. The results of the multivariate analysis showed that there was a significant relationship between the variables of education (aOR: 10,22), work (aOR:0,16), knowledge (aOR:4,41), and information exposure (aOR:0,22) with compliance hypertension patient in blood pressure control. The education variable is the most dominantly related to compliance with hypertension in controlling blood pressure. In the Health Belief Model, good knowledge can improve compliance with hypertension in controlling blood pressure. Improving health education can be a good intervention in changing compliance behavior of hypertension sufferers in controlling blood pressure at the Cilandak Marine Naval Hospital.
Read More
T-6825
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Tempo. hal : 116
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive