Ditemukan 33611 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Agil Mulyaeni; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Sorta Rossniuli
S-7047
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuliwati; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Sorta Rosniuli
S-7043
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ryanti Oktafiani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dewi Damayanti
Abstrak:
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai gambaran kinerja UPT Puskesmas Kecamatan Cinere Depok pada Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (P2DBD).Angka Bebas Jentik (ABJ) Kecamatan Cinere pada tahun 2016 sebesar 97,91% adalah yang tertinggi dibandingkan dengan kecamatan laindi Kota Depok dan telah melampaui target yang ditetapkan yaitu ≥ 95%. Jumlah kasus DBD di Kecamatan Cinere pada tahun 2016 sebesar 2016 sebesar 59 kasus adalah yang terendah dibandingkan dengan kecamatan lain di Kota Depok. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap para informan yang terlibat dalam P2DBD serta telaah dokumen.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kinerja UPT Puskesmas Kecamatan Cinere menggunakan metode Malcolm Baldrige, sehingga hal-hal yang sudah baik dapat menjadi pembelajaran dan diadopsi oleh puskesmas lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan; perencanaan program; fokus pelanggan; manajemen pengukuran,analisis, dan pengetahuan; fokus sumber daya manusia, manajemen proses dan hasil secara keseluruhan sudah baik. Setiap kriteria telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pada petunjuk teknis pelaksanaan dan di integrasikan satu sama lain. Kata kunci: P2DBD, Malcolm Baldrige, Pelaksanaan program This study discusses about an overview of the performance UPT Puskesmas Kecamatan Cinere Depok on Dengue Hemorrhagic Disease Control Program (P2DBD). Larva Free Rate/Angka Bebas Jentik (ABJ) Cinere in 2016 of 97.91% is the highest compared to other sub-districts in Depok City and has exceeded the set target of ≥ 95%. The number of cases of dengue fever in Cinere in 2016 by 2016 of 59 cases is the lowest compared to other sub-districts in Depok City. This research is a qualitative research with in-depth interview method to the informants involved in P2DBD and document review. The purpose of this research is to know the performance of UPT Puskesmas Kecamatan Cinere using Malcolm Baldrige method, so that things that have good can become learning and adopted by other. The results showed that leadership; program planning; customer focus; measurement, analysis, and knowledge management; workforce focus, operations focus and overall results are good. Each criterion has been implemented in accordance with the provisions of the implementation technical guidelines and integrated with each other. Key words: P2DBD, Malcolm Baldrige, Program Implementation
Read More
S-9797
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nathania Angela Setiawan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mardiati Nadjib, Ery Setiawan
Abstrak:
Read More
Kanker payudara (30,8%) dan leher rahim (17,2%) merupakan penyebab utama kematian kanker pada perempuan Indonesia (Globocan 2022). Meski dapat disembuhkan jika terdeteksi dini, 70% kasus baru ditemukan pada stadium lanjut. Perubahan struktur Puskesmas menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Kepmenkes HK.01.07/Menkes/2015/2023 membutuhkan penghitungan biaya satuan yang akurat untuk layanan skrining. Penelitian ini menghitung biaya aktual skrining SADANIS dan IVA/HPV-DNA di Puskesmas Tebet (percontohan ILP) menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC) dan alat Prasana ThinkWell. Data dikumpulkan April- Juni 2025. Hasil menunjukkan biaya satuan SADANIS Rp6.540 dan IVA/HPV-DNA Rp66.465 per pasien, dengan komponen terbesar berasal dari bahan medis habis pakai dan SDMK. Selisih ditemukan antara biaya aktual dan normatif akibat perbedaan daftar alat dan asumsi upah. Temuan ini merekomendasikan: penggunaan data aktual untuk penyusunan anggaran ILP; optimalisasi klaim BPJS skrining IVA (Permenkes 3/2023); dan integrasi skrining dalam program pemeriksaan gratis untuk meningkatkan cakupan.
Breast (30.8%) and cervical cancer (17.2%) are leading causes of cancer deaths among Indonesian women (Globocan 2022). Despite high treatability when detected early, 70% of cases are diagnosed at advanced stages. The 2023 transformation of community health centers (Puskesmas) into Integrated Primary Services (ILP) under Ministerial Decree HK.01.07/Menkes/2015/2023 requires accurate unit cost calculations for screening services. This study analyzes actual costs of SADANIS and IVA/HPV-DNA screening at Tebet Puskesmas, an ILP pilot for Jakarta, using Activity-Based Costing (ABC) and ThinkWell's Prasana tool (April-June 2025 data). Results show unit costs of IDR 6,540 for SADANIS and IDR 66,465 for IVA/HPV-DNA per patient, with medical consumables and human resources as major cost drivers. A gap between actual and normative costs reflects differences in equipment lists and wage assumptions. Key recommendations include: adopting actual cost data for ILP budgeting; optimizing IVA screening claims under BPJS tariff schemes (MoH Regulation 3/2023); and integrating screenings into free health check-up programs to improve coverage.
Breast (30.8%) and cervical cancer (17.2%) are leading causes of cancer deaths among Indonesian women (Globocan 2022). Despite high treatability when detected early, 70% of cases are diagnosed at advanced stages. The 2023 transformation of community health centers (Puskesmas) into Integrated Primary Services (ILP) under Ministerial Decree HK.01.07/Menkes/2015/2023 requires accurate unit cost calculations for screening services. This study analyzes actual costs of SADANIS and IVA/HPV-DNA screening at Tebet Puskesmas, an ILP pilot for Jakarta, using Activity-Based Costing (ABC) and ThinkWell's Prasana tool (April-June 2025 data). Results show unit costs of IDR 6,540 for SADANIS and IDR 66,465 for IVA/HPV-DNA per patient, with medical consumables and human resources as major cost drivers. A gap between actual and normative costs reflects differences in equipment lists and wage assumptions. Key recommendations include: adopting actual cost data for ILP budgeting; optimizing IVA screening claims under BPJS tariff schemes (MoH Regulation 3/2023); and integrating screenings into free health check-up programs to improve coverage.
S-12013
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novita Dwi Istanti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Puput Oktamiati, Suprijadi Rijadi, Linda Bahar
Abstrak:
Untuk menghasilkan mekanisme pengelolaan mutu yang bagus, organisasiperlu menerapkan metode pengukuran yang efektif untuk dapat menganalisis danmenemukan dimensi mutu yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan untukmencapai mutu yang tinggi. Salah satu model pengukuran yang sudah dikenal luasdan terbukti secara efektif membantu keberhasilan penerapan sistem manajemenmutu dengan pendekatan Malcolm Baldrige Criteria sebagai metode pengukuranmutu Bagian Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Tiara. Tujuan penelitian iniadalah untuk menilai mutu patient safety sebagai upaya Continuous QualityImprovement. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik denganpendekatan kualitatif dengan melihat gambaran akan kondisi saat ini di bagianpatient safety RS. Tiara. posisi skor kinerja RS Tiara berdasarkan MalcolmBaldrige Assessment didapatkan hasil 259 (self assessment) dan atau 241(penilaian peneliti), maka masuk dalam kisaran/ rentang 0-275, yaitu ada dalamjenjang predikat early development yang berarti menunjukkan tahap awalpengembangan implementasi approaches persyaratan kategori, deployment yangmasih lemah serta memulai proses kemajuan, upaya perbaikan berfokus padapemecahan masalah dan masih sedikit hasil penting yang dilaporkan, namunsecara umum masih miskin trend dan data pembanding. RS. Tiara dapatmengembangkan bagian yang menjadi opportunity for improvement khususnyabagian kepemimpinan, analisa data dan manajemen pengetahuan yang terintegrasisemua kriteria dengan unit yang ada. Kriteria Malcolm Baldirge dapat digunakanuntuk melakukan penilaian mutu organisasi secara umum dan juga secara khususseperti penilaian yang dilakukan untuk melihat sasaran keselamatan pasien di RS.Tiara.Kata Kunci: Malcolm Baldrige Criteria, Patient Safety, Rumah Sakit
To produce good quality management mechanism, organizations need toimplement an effective measurement method to be able to analyze and findquality dimensions that need to be repaired or upgraded to achieve a high quality.One measurement model that has been widely recognized and proven effective tohelp the successful implementation of a quality management system with theapproach of Malcolm Baldrige Criteria as a method of measuring the quality ofPatient Safety Section at the Tiara Hospital. The purpose of this study was toassess the quality of patient safety as an attempt Continuous QualityImprovement. This type of research is descriptive analytic study with a qualitativeapproach by looking of the current state of patient safety at Tiara Hospital.Position performance score is based on the Malcolm Baldrige Assessment resultsobtained 259 (self assessment) or 241 (investigator assessment), then enter therange / range 0-275, which is in early development predicate levels, indicating theearly stages of development approaches implementation requirements category,deployment is still weak and begin the process of progress, improvement effortsfocused on solving problems and still a few important results were reported, butthe general trend is still poor and comparable data. Tiara Hospital can developparts that become opportunity for improvement especially the leadership, dataanalysis and knowledge management that integrates all the criteria of the existingunits. Malcolm Baldirge criteria can be used to assess the quality of theorganization in general and also specifically like to see the assessment carried outpatient safety goals at Tiara Hospital.Keywords: Malcolm Baldrige Criteria, Patient Safety, Hospital
Read More
To produce good quality management mechanism, organizations need toimplement an effective measurement method to be able to analyze and findquality dimensions that need to be repaired or upgraded to achieve a high quality.One measurement model that has been widely recognized and proven effective tohelp the successful implementation of a quality management system with theapproach of Malcolm Baldrige Criteria as a method of measuring the quality ofPatient Safety Section at the Tiara Hospital. The purpose of this study was toassess the quality of patient safety as an attempt Continuous QualityImprovement. This type of research is descriptive analytic study with a qualitativeapproach by looking of the current state of patient safety at Tiara Hospital.Position performance score is based on the Malcolm Baldrige Assessment resultsobtained 259 (self assessment) or 241 (investigator assessment), then enter therange / range 0-275, which is in early development predicate levels, indicating theearly stages of development approaches implementation requirements category,deployment is still weak and begin the process of progress, improvement effortsfocused on solving problems and still a few important results were reported, butthe general trend is still poor and comparable data. Tiara Hospital can developparts that become opportunity for improvement especially the leadership, dataanalysis and knowledge management that integrates all the criteria of the existingunits. Malcolm Baldirge criteria can be used to assess the quality of theorganization in general and also specifically like to see the assessment carried outpatient safety goals at Tiara Hospital.Keywords: Malcolm Baldrige Criteria, Patient Safety, Hospital
B-1831
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ika Rohmawati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Helda, Fatum Basalama
S-6521
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pratiwi Agustian; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun
S-7372
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kusrini; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Mayarni
S-7122
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ester Marini Lubis; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Emilia Amir
T-4256
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Asep Rustandi Gojali; Anhari Achadi; Penguji: Purnawan Junadi, Trihono, Ganda Raja Partogi Sinaga, Astuti Yuni Nursasi
Abstrak:
Tesis ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Indonesia Sehat denganpendekatan keluarga (PIS-PK) di Kabupaten Bandung tahun 2017. Proses implementasikebijakan dilihat dari unsur proses kebijakan, komunikasi, ketersediaan sumberdayatenaga, biaya, fasilitas yang dibutuhkan, proses disposisi, dan struktur birokrasi ditingkat dinas kesehatan dan di puskesmas. Selain itu peneliti juga menganalisa faktorkondisi sosial, ekonomi dan politik terkait peran dan dukunganstakeholder terhadapimplementasi program keluarga sehat ini. Desain penelitian ini adalah penelitiankualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di dinaskesehatan dan 12 puskesmas percontohan di wilayah Kabupaten Bandung. Metodepengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam dan focus groupdiscussion(FGD) kepada beberapa informan yang dipilih (purposif sampling), informandari dinas kesehatan dan puskesmas serta melakukan trianggulasi data dengan telaahdokumen.Hasil penelitian didapatkan bahwa disposisi dan persepsi yang kurang dari pengambilkeputusan (key decision maker) di dinas kesehatan mengakibatkan kurangnya dukungandan komitmen sehingga memberikan dampak kurangnya komunikasi, tidakberjalannyakoordinasi, dan tidak jelasnya struktur birokrasi. Kurangnya komunikasi didinas kesehatan mempengaruhi proses perencanaan, pembiayaan, pelaksanaan sampaimonitoring evaluasi. Komunikasi yang kurang efektif mempegaruhi keterlibatan lintassektoral di tingkat Kabupaten Bandung.Implementasi program keluarga sehat di puskesmas tidak berjalan optimal. Hambatanutama implementasi di puskesmas karena keterbatasan tenaga dan anggaran. Meskipunsebagian besar puskesmas percontohan sudah melaksanakan beberapa tahapanpelaksanaan program, dari target pendataan keluarga yang ditetapkan sebesar 30 % ditahun 2017, hasil cakupan sementara hanya mampu mencapai kurang dari 5%.Disposisi dan komunikasi menjadi faktor yang sangat mempengaruhi implementasiprogram ditingkat dinas kesehatan. Sedangkan faktor ketenagaan dan pembiayaanmerupakan faktor penghambat utama implementasi program ditingkat puskesmas.Persepsi dan sikap dari organisasi profesi (PPNI dan IBI) dan institusi pendidikanterkait program ini cukup baik dan mendukung.Studi ini diharapkan mampu menjadi bahan masukan kepada dinas kesehatan untukmeningkatkan manajemen program terutama dalam proses komunikasi, koordinasi,perencanaan dan pembiayaan dan distribusi tenaga kesehatan dalam implementasiprogram.Kata kunci:Keluarga Sehat, Pendekatan Keluarga, Kebijakan Publik, Puskesmas.
Read More
T-5109
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
