Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40165 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Suci Lestari; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni, Albertinus Setiawan
S-7072
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurchajatie; Pembimbing: Ahmad Syafiq, Sandra Fikawati; Bobby Setiadi Dharmawan, Kusindrati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Nurchajatie Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul           :Model Prediksi Perubahan  Status  Gizi  Pasien  Diabetes Melitus Tipe 2  Di Ruang Rawat Inap RSUP Fatmawati Tahun 2018. Pembimbing : Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, Ph.d Status gizi kurang akibat  malnutrisi rumah sakit merupakan  penurunan status gizi karena kurangnya asupan  atau  daya terima makanan selama perawatan, dan menjadi masalah gizi pasien di rawat inap dan  sering mendapat sorotan. Status gizi kurang seringkali dijadikan prediksi lama rawat pasien di rumah sakit. Malnutrisi rumah sakit atau penurunan status gizi selain akibat dari kekurangan asupan makanan, peningkatan kebutuhan sehubungan dengan kondisi penyakitnya dan juga  kepuasan terhadap pelayanan gizi, umur, jenis kelamin, selera makan, dan kepatuhan diet. Tujuan penelitian adalah mengetahui model prediksi perubahan status gizi pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian perubahan status gizi berdasarkan IMT rata-rata -0,2 ± 0,3 kg/m 2 . Dari hasil analisis regresi linier multivariate diperoleh model prediksi perubahan status gizi = - 0,764 + 0,004*Asupan Makan - 0,01*Kepatuhan diet – 0,014*Kepuasan terhadap pelayanan gizi + 0,011*Selera makan. Kesimpulan: Apabila asupan makan , nilai skor  kepatuhan diet, nilai skor kepuasan terhadap pelayanan gizi serta nilai skor selera makan menurun, maka perubahan status gizi akan semakin negatif (menurun) dan asupan  makan merupakan variabel yang berpengaruh dalam perubahan status gizi pasien DM tipe 2. Kata kunci: perubahan status gizi, diabetes melitus , malnutrisi rumah sakit.


ABSTRACT Name : Nurchajatie Study Program : Public Health Title                             : Prediction Model of the Change in Nutritional Status of Hospitalized Diabetes Melitus (type 2)  Patients in Fatmawati General Hospital in  2018. Counsellor : Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, Ph.d Lack of nutrition caused by malnutrition during hospitalization is a decreasing nutritional status which is caused by lack of intake or the decreasing ability to accept food intake during hospitalization and  become a nutrition problem for a patient of which often  becomes focus of attention. Patient's lack of nutrition is often used to predict the length of treatment in the hospital. Malnutrition or decreasing nutrition status caused by lack of food intake, moreover caused by increasing need related to the condition of the sickness and also the satisfaction toward the services in nutrition provision, age, sex, appetite, and diet obedience. The main research objective is to know the model of prediction in the change  of nutritional status of diabetes mellitus type 2. This research is an analytical observational research using cross sectional approach. The research result in the change of nutritional status is based on average IMT -0.2 ± 0.3 kg/m2. From the result of multivariate linear regression, it is obtained the prediction model of the change in nutritional status = -0.764 + 0.004*Food intake - 0.01*Diet obedience - 0.014*Satisfaction towards services in nutrition provision + 0.011*Appetite. Conclusion: if the food intake, the score of satisfaction towards services in nutrition provision, and the score of eating appetite are decreasing, then the change in nutritional status tends to be more negative (decreasing) and the food intake is an influential variable in the change of DM type 2 patient's nutritional status. Key words: change in nutritional status, diabetes mellitus, hospital malnutrition.

Read More
T-5193
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Youvita Indamaika Simbolon; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Ari Wijayanti
Abstrak: Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi- quantitative food frequency questionnaire (SFFQ). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial

The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
Read More
T-5499
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Catur Mei Astuti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Deasy Martini
S-7807
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iswanto; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari
S-3992
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Fitriana Haque; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Trini Sudiarti, Ruri Harini
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan antara faktor pelayanan kesehatan dan faktorlainnya dengan kepatuhan diet DM pada anggota Persadia penyandang DiabetesMelitus (DM) tipe 2 di wilayah Depok Tahun 2013. Penelitian ini dilakukanberdasarkan kenyataan tingkat pengontrolan penyandang DM di daerah Depokyang masih tergolong buruk sehingga kepatuhan menjalankan diet sebagai salahsatu cara penanganan diabetes perlu diteliti. Penelitian ini menggunakan disaincross sectional dengan melibatkan 90 anggota Persadia penyandang DM tipe 2 diwilayah depok yang didapat dengan purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dengan kuesioner, form food recall 24 jam dankuesioner daftar makananan yang tidak dianjurkan serta pengukuranantropometri. Kunjungan konsultasi gizi merupakan satu-satunya variabel yangmemiliki hubungan dengan kepatuhan menjalankan diet DM. Responden yangmemilliki kunjungan konsultasi gizi teratur memiliki peluang 4,534 kali lebihpatuh mengikuti rekomendasi diet dibandingkan responden dengan kunjungankonsultasi gizi tidak teratur. Disarankan adanya peran aktif penyandang DM tipe2, keluarga, Persadia Cabang Depok, Puskesmas maupun Rumah Sakit untukmembantu meningkatkan jumlah kunjungan gizi yang dilakukan oleh penyandangDM, baik itu dengan memberikan dukungan maupun menyelenggarakan kegiatanbersifat edukatif dan aplikatif untuk meningkatkan motivasi dan efikasi diripenyandang DM untuk menjalankan anjuran diet.
Kata Kunci: diabetes melitus, karakteristik individu, kepatuhan diet, pelayanankesehatan, psikososial
The study discussed about association health services factor and other factorswith dietary adherence in the Type 2 Diabetes Member of Persadia Depok in2013. This study was conducted based on the fact that the level of glycemiccontrol at diabetitian in Depok is still quite poor so that dietary adherence as away of managing diabetes need to be investigated. This study was using a crosssectional design that involving 90 respondents which is obtained by purposivesampling. Data were collected through interview referring questionnaire, a foodrecall 24 hours, list of non-recommended food questionnaire, and antropometricmeasurements. Nutritional counseling was the only one variabel that related todietary adherence. Respondents who has a regular nutritional counseling are 4,534times more likely to follow diet reccomendations than respondents with irregularindividual nutrition counseling. Therefore, it suggested the Type 2 DiabetesMember of Persadia Depok, Family, Persadia Organization, Public Health Centerand Hospital contribute to help increasing the number of times patient receiveddiabetes nutrition counseling, either to provide support or hold educational andapplicable activities to improve personal motivation and self efficacy in Type 2Diabetes Member of Persadia Depok to follow dietary reccomendations.
Keywords: diabetes mellitus, individual characteristics, dietary adherence, healthservices, psychosocia
Read More
S-7766
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delis Amaliah Zam; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Ida Ruslita
S-6143
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Azka Nhadira; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Fitri Hudayani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh modifikasi standar diet diabetesmelitus terhadap penurunan sisa makanan lunak pasien diabetes melitus. Sisamakanan diukur dengan metode food weighing, sedangkan karakteristik danpenilaian pasien terhadap kualitas makanan RS diukur dengan wawancara danpengisian kuesioner. Desain studi yang digunakan adalah eksperimental kuasi serialwaktu. Sebanyak 12 orang pasien diabetes melitus yang dirawat di kelas III GedungA RSCM diamati sisa makanan, selera makan, dan penilaiannya terhadap kualitasmakanan RS selama tiga hari. Pada hari pertama pasien diberikan makanan sesuaistandar diet diabetes melitus RSCM. Pada hari kedua hingga ketiga pasiendiberikan intervensi berupa makanan sesuai standar diet diabetes melitus RSCMmodifikasi untuk makanan lunak, kemudian sisa makanan pasien hari pertama danrata-rata hari kedua dan ketiga akan dibandingkan. Hasil menunjukkan bahwa sisamakanan pasien sesudah intervensi mengalami penurunan yang signifikan(p=0,001). Rata-rata total berat sisa makanan lunak sesudah intervensi (571+381,6gr) 31,9% lebih sedikit dibanding saat sebelum intervensi (839+471 gr). Usia danlama masa rawat inap diketahui menjadi variabel perancu dalam intervensi.Penerapan standar diet diabetes melitus modifikasi untuk makanan lunak ini dapatdijadikan alternatif untuk meminimalisasi kejadian sisa makanan pada pasien.Selain itu, diharapkan ahli gizi dapat mengoptimalikan edukasi kepada pasienterutama pasien lansia dan/atau yang baru masuk rumah sakit agar lebih termotivasiuntuk menghabiskan makanan yang diberikan RS.Kata kunci :Sisa makanan, diet, makanan lunak, diabetes melitus.
Read More
S-9158
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vinca Dhias Salsabilla; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Sabbina Maharani
Abstrak:
Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat risiko DM Tipe 2 pada orang dewasa usia 35–59 tahun di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 177 responden yang dipilih secara purposif. Pengambilan data meliputi wawancara kuesioner Modified FINDRISC-BI, asupan gizi melalui Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), serta pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact, serta multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda dengan metode Backward LR. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (p-value < 0,05) antara Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, riwayat keluarga, riwayat glukosa darah tinggi, hipertensi, aktivitas fisik, dan konsumsi sayur buah dengan tingkat risiko DM Tipe 2. Sebaliknya, asupan karbohidrat, asupan lemak, frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p-value > 0,05).

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence that often presents no symptoms in its early stages, making early detection highly necessary. This study aimed to determine the factors associated with the risk level of T2DM among adults aged 35–59 years in Sukmajaya District, Depok City in 2026. This research is an observational quantitative study with a cross-sectional design. The study sample consisted of 177 respondents selected through purposive sampling. Data collection included interviews using the Modified FINDRISC-BI questionnaire, nutritional intake assessment via the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and anthropometric measurements (body weight, height, and waist circumference). Data analysis was conducted univariately, bivariately using Chi-Square and Fisher's Exact tests, and multivariately using Multiple Logistic Regression with the Backward LR method. The bivariate analysis results showed a statistically significant association (p-value < 0.05) between Body Mass Index (BMI), waist circumference, family history, history of high blood glucose, hypertension, physical activity, and vegetable and fruit consumption with the risk level of T2DM. Conversely, carbohydrate intake, fat intake, and the frequency of sweet food and beverage consumption showed no significant association (p-value > 0.05).
Read More
S-12419
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Florenta Sinuhaji; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Eman Sumarna
S-7342
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive