Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34852 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dianty Ayu Putri; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Asih Setiarini, Henri Tua
s-7270
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisrina Azra Fernandi; Pembimbing: Nurul Dina Rahmawati; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Imas Arumsari
Abstrak:
Status gizi lebih merupakan masalah kesehatan yang belum terkendali secara optimal baik di seluruh dunia, maupun di Indonesia, termasuk pada kalangan pekerja. Salah satu faktor utama terjadinya masalah ini adalah karena  mengonsumsi makanan yang padat energi, tinggi lemak, gula, dan garam, seperti Ultra-processed Food (UPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi UPF dan faktor lainnya dengan status gizi lebih pada karyawan PT X tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan 123 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei melalui pengisian kuesioner secara online dan mandiri, yang dipandu di tempat oleh peneliti dan enumerator. Sebagian besar karyawan PT X tahun 2025 memiliki status gizi lebih (82,9%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square, ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel usia (p-value = 0,049), konsumsi Sugar-sweetened Beverages (p-value = 0,037), dan aktivitas fisik (p-value = 0,007) dengan status gizi lebih. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi PT X dalam menyusun kebijakan internal yang mendukung lingkungan kerja sehat, termasuk edukasi gizi, penyediaan pilihan makanan sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Overnutrition remains a significant global health challenge, including in Indonesia, and increasingly affects the working population. One of the primary contributing factors is the high intake of energy-dense foods rich in fat, sugar, and salt, particularly Ultra-Processed Food (UPF). This study aimed to examine the association between UPF and other factors with overnutrition status among employees of PT X in 2025. A cross-sectional study design was employed, involving 123 respondents. Data were collected in May through self-administered online questionnaires, facilitated on-site by the researcher and enumerators. The majority of PT X employees in 2025 were classified as overnourished (82.9%). Chi-square statistical analysis showed significant associations between overnutrition and age (p-value = 0.049), sugar-sweetened beverage consumption (p-value = 0.037), and physical activity (p-value = 0.007). These results underscore the need for internal policy development at Company X to foster a healthier work environment, including nutrition education programs, access to healthier food options, and the implementation of regular health screenings.
Read More
S-11932
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Ayuandira; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Iih Supasih
S-7107
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Magdalena Sihotang; Pembimbing : Fatmah; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, ; Suma`mur
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhistatus gizi pegawai Kementerian Perindustrian. Status Gizi erat hubungannya dengan status kesehatan. Dengan dukungan gizi yang optimal, maka akan mendukung pegawai terhindar dari kesakitan dan non-produktivitas. Faktor-faktor yang diteliti yakni karakteristik individu, perilaku, dan konsumsi makanan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan design studicross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi, wawancara, danpengisian kuesioner mandiri. Hasil penelitian ini menghasilkan rata-rata IMT pegawai Kementerian adalah 26,88 kg/m2. Nilai IMT ini menunjukkan rata-rata pegawai Kementerian Perindustrian tergolong status gizi lebih. Faktor-faktor yang diketahui bermakna adalah umur, status pernikahan, kebiasaan mengemil, asupan energi, dan asupan karbohidrat. Para pegawai diharapkan mulai mengontrol status gizinya melalui asupan makanan, misalnya dengan memilih jenis cemilan yangrendah kalori dan tinggi serat.Kata kunci : Status Gizi, Indeks Massa Tubuh (IMT), Karakteristik Individu, Perilaku, Konsumsi Makanan.
Read More
S-7799
Depok : Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amanda Gracela Oktora Napitupulu; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Ida Ruslita
S-7138
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
XGaluh Asri Bestari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Dwi Setyo Irianingsih
Abstrak: Status gizi yang baik berhubungan erat dengan performa fisik yang baik, termasuk dalam lingkungan kerja sebagai kunci produktivitas industri. Namun, gizi pada karyawan masih belum mendapat perhatian khusus padahal karyawan menghabiskan separuh waktu terjaganya di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor yang berhubungan dengan obesitas pada karyawan PT. XYZ. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi cross-sectional melibatkan 715 karyawan dari pabrik A, B, C, dan D PT. XYZ. Analisis statistik menunjukkan bahwa obesitas memiliki hubungan bermakna dengan usia (p=0,000;OR=2,583), status pernikahan (p=0,001;OR=2,643), golongan pekerjaan (p=0,03;OR=1,721), persen lemak tubuh laki-laki (p=0,000;OR=19,314), asupan energi (p=0,047;OR=0,597), asupan protein (p=0,03;OR=0,606), asupan serat (p=0,027;OR=0,389), kebiasaan minum susu (p=0,018;OR=0,576), konsumsi suplemen (p=0,032;OR=0,693), aktivitas fisik (p=0,017;OR=1,491), dan perilaku merokok (p=0,008;OR=1,734). Adanya hubungan bermakna tersebut menjadikan karakteristik individu, konsumsi makanan, dan gaya hidup menjadi faktor yang berpengaruh terhadap obesitas. Kata kunci: gaya hidup, karakteristik individu, karyawan, konsumsi makanan, obesitas. Good nutritional status is closely related to excellent physical performance, including in workplace as a key of industrial productivity. However, nutrition of employees still has not taken care by the company, althoughthey spend half of their awaken time in workplace. The purpose of this study is to see the factors associated with obesity among employees in PT. XYZ. This study was conducted using a cross-sectional study involving 715 employees from factories A, B, C, and D in PT. XYZ. Statistical analysis showed that obesity had a significant association with age(p=0.000;OR=2.583), marital status (p=0.001;OR=2.643), occupation(p=0.03;OR=1.721), percent body fat in male (p=0.000;OR=19.314), energy intake(p=0.047;OR=0.597), protein intake (p=0.03;OR=0.606), fiber intake (p=0.027;OR=0.389), milk drinking habits (p=0.018;OR=0.576), consumption of supplements (p=0.032;OR=0.693), physical activity (p=0.017;OR=1.491), and smoking behavior (p=0.008;OR=1.734). The existence of significant associationsmade individual characteristics, food consumption, and lifestyle become factors that affect obesity. Keywords: obesity, employees, individual characteristics, food consumption, lifestyle
Read More
S-9394
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Carlita Rozetta; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Indrarti Soekotjo
S-7079
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalinda Zahara; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-6591
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Fauziyana; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Elvina Karyadi
S-7519
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiky Rahayuningtiyas; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Rahmawati
S-7181
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive