Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37927 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Myrnawati; Promotor: Buchari Lapau
D-64
Depok : PSFKM UI, 1998
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Myrnawati; Pembimbing: Buchari Lapau
D 64
Depok : FKM UI, 1998
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivo Urwah; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Martya Rahmaniati, Milwiyandia
Abstrak: Kasus penyebab kematian bayi dan anak balita di Indonesia masih tinggi dan menjadi permasalahan kesehatan disetiap kawasan provinsi, sehingga berdampak pada tingkat pembangunan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat yang rendah. Penelitian ini dengan pendekatan longitudinal untuk mengidentifikasi secara retrospektif hasil kematian dan penyebab kematian kelompok bayi dan anak balita menggunakan data laporan Feedback kesehatan keluarga Kemenkes RI tahun 2016-2018. Analisis univariat untuk mengetahui proporsi penyebab kematian, dan analisis bivariat untuk menilai perubahan kecenderungan penurunan dalam proporsi penyebab kematian berdasarkan kelompok kawasan tahun 2016-2018 menggunakan Chi Square for Trend dalam fungsi statcalc dari EpiInfo. Hasil analisis menunjukkan kasus kematian anak terbanyak di 34 provinsi Indonesia yaitu kematian masa neonatal yang terjadi pada usia 0-6 hari (masa neonatal dini). Kematian kelompok bayi dan anak balita terlihat bahwa kawasan I, II, III mengalami penurunan, sedangkan peningkatan terjadi pada kawasan IV dan kawasan V. Kawasan II,III, IV dan V masih menjadi permasalahan dalam menurunkan penyebab kematian kelompok bayi (asfiksia, BBLR, sepsis, kelainan kongenital, tetanus, pneumonia, diare, malaria, dan kelainan saluran cerna) dari tahun 2016 hingga 2018. Sedangkan, kawasan yang menjadi permasalahan dalam menurunkan penyebab kematian anak balita (diare, pneumonia, malaria, campak) yaitu kawasan V. Penelitian ini menyoroti perlunya adanya upaya komprehensif dengan kolaborasi multisektoral, peningkatan pelayanan kesehatan untuk mengurangi penyebab kematian bayi dan anak balita di Indonesia.
Read More
S-10214
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Via Dolorosa Halilintar; Promotor: Budi Hidayat; Kopromotor: Lusy Noviani, Purwantyaty; Penguji: Dwi Gayatri, Pujiyanto, Santi Purna Sari, Didik Setiawan, Mururul Aisyi
Abstrak:
Kanker pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius karena berdampak tidak hanya pada kelangsungan hidup, tetapi juga kualitas hidup anak dan keluarganya. Instrumen penilaian Health-Related Quality of Life (HRQoL) yang tersedia, seperti EQ5D-Y dan PedsQL, belum sepenuhnya mampu menangkap pengalaman spesifik anak dengan kanker di Indonesia. Di sisi lain, ketersediaan data yang menghubungkan luaran kualitas hidup dengan biaya pengobatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi instrumen HRQoL baru, yakni PEDIAQoL (Pediatric Experience and Disease-related Impact Assessment–Quality of Life), serta mengaplikasikan nilai utilitas yang diperoleh dari PEDIAQoL pada studi Evaluasi Ekonomi dalam bentuk Analisis-Biaya Utilitas (Cost-Utility Analysis). Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pengambilan data primer di RS Kanker Dharmais selama periode Juli 2025–Februari 2026 pada 219 pasien kanker anak berusia 6–18 tahun beserta orang tua atau caregiver. Instrumen PEDIAQoL dikembangkan berdasarkan tinjauan sistematis dan dievaluasi melalui serangkaian pengujian psikometri. Instrumen versi final terdiri atas enam item dengan struktur unidimensional yang terkonfirmasi, ditunjukkan oleh satu faktor dengan eigenvalue 2,502 yang menjelaskan 41,70% variansi, factor loading berkisar antara 0,536–0,641, konsistensi internal yang baik, serta tidak menunjukkan bias pengukuran berdasarkan jenis kelamin (p = 0,152). Berdasarkan performa psikometrinya, nilai utilitas PEDIAQoL diturunkan melalui pemetaan statistik terhadap EQ5D-Y dengan membandingkan tiga model regresi. Model Ordinary Least Squares (OLS) dipilih sebagai dasar algoritma skoring karena kesesuaian dengan central limit theorema dan sifat linearitas dalam perhitungannya. Pada perbandingan kinerja, PEDIAQoL dan EQ5D-Y terbukti mengukur konstruk HRQoL yang saling berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya tumpang tindih. PEDIAQoL lebih sensitif terhadap beban gejala kanker, seperti kelelahan dan nyeri, sedangkan EQ5D-Y lebih menekankan keterbatasan fungsional. Analisis determinan menunjukkan bahwa jenis kanker dan derajat toksisitas (CTCAE Grade) pengobatan merupakan faktor klinis yang paling konsisten memengaruhi biaya medis langsung, kerugian produktivitas, dan skor utilitas. Rerata biaya medis langsung mencapai Rp165.339.238 per responden, sedangkan rerata kerugian produktivitas keluarga sebesar Rp8.796.118 per tahun. Nilai utilitas PEDIAQoL selanjutnya diaplikasikan dalam Cost-Utility Analysis (CUA) yang membandingkan omeprazol dan ranitidin sebagai gastroprotektor pada pengobatan Acute Lymphoblastic Leukemia. Hasil analisis menunjukkan bahwa omeprazol merupakan strategi yang dominan dibandingkan ranitidin, dengan ICER yang konsisten menguntungkan berdasarkan nilai utilitas EQ5D-Y maupun PEDIAQoL. Temuan tersebut tetap stabil pada analisis sensitivitas satu arah, multi-arah, dan probabilistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai utilitas yang dihasilkan oleh instrumen PEDIAQoL dapat digunakan sebagai alternatif yang valid dalam evaluasi ekonomi intervensi kesehatan pada kanker anak.

Childhood cancer is a major public health concern because it affects not only survival but also the quality of life of children and their families. Existing health-related quality of life (HRQoL) instruments, such as the EQ-5D-Y and PedsQL, do not fully capture the disease-specific experiences of children with cancer in Indonesia. In addition, evidence linking HRQoL outcomes with treatment costs remains limited. This study aimed to develop and psychometrically validate a novel HRQoL instrument, the Pediatric Experience and Disease-related Impact Assessment–Quality of Life (PEDIAQoL), and to apply the utility values derived from PEDIAQoL in an economic evaluation using Cost-Utility Analysis (CUA). A cross-sectional study was conducted using primary data collected at Dharmais Cancer Hospital between July 2025 and February 2026 from 219 pediatric cancer patients aged 6–18 years and their parents or caregivers. The PEDIAQoL instrument was developed based on a systematic review and evaluated through a comprehensive psychometric assessment. The final instrument comprised six items with a confirmed unidimensional structure, characterized by a single factor with an eigenvalue of 2.502 explaining 41.70% of the variance, factor loadings ranging from 0.536 to 0.641, good internal consistency, and no evidence of measurement bias across sex (p = 0.152). Utility values were subsequently derived by statistically mapping PEDIAQoL onto the EQ-5D-Y using three regression models. The Ordinary Least Squares (OLS) model was selected as the scoring algorithm because of its consistency with the central limit theorem and its linear additive properties. Comparative analyses demonstrated that PEDIAQoL and EQ-5D-Y measure related but non-identical HRQoL constructs. PEDIAQoL was more sensitive to cancer-specific symptom burden, particularly fatigue and pain, whereas EQ-5D-Y placed greater emphasis on functional limitations. Determinant analyses identified cancer type and treatment toxicity (CTCAE grade) as the clinical factors most consistently associated with direct medical costs, productivity loss, and utility scores. The mean direct medical cost was IDR 165,339,238 per patient, while the mean annual family productivity loss was IDR 8,796,118. The utility values generated from PEDIAQoL were subsequently applied in a CUA comparing omeprazole and ranitidine as gastroprotective agents in the treatment of acute lymphoblastic leukemia. Omeprazole was found to be the dominant strategy over ranitidine, with consistently favorable incremental cost-effectiveness ratios (ICERs) based on utility values derived from both EQ-5D-Y and PEDIAQoL. These findings remained robust in one-way, multi-way, and probabilistic sensitivity analyses. Overall, the findings demonstrate that utility values generated by PEDIAQoL provide a valid alternative for conducting economic evaluations of healthcare interventions in pediatric oncology.
Read More
D-655
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Milla Herdayati; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Ratna Djuwita, Meiwita P. Budiharsana, Kemal Nazaruddin Siregar, Wendy Hartanto, Sri Sunarti Purwaningsih, Yayat Supriyatna
Abstrak: ABSTRAK Nama : Milla Herdayati Program : Kesehatan Masyarakat Judul : Pola commuting, Peran Gender dan Kualitas Hidup Komuter: Studi Kasus di Tiga Kota Metropolitan di Indonesia. Mobilitas ulang alik (commuting) telah menjadi fenomena global di seluruh kota-kota metropolitan di dunia termasuk Indonesia. Kegiatan perekonomian/bisnis cenderung berada di pusat kota, mengharuskan mereka bermobilitas (commuting) untuk bekerja. Mereka berhadapan kemacetan/kepadatan, polusi, durasi commuting yang panjang, hal ini diperberat buruknya sistem transportasi publik. Pada perempuan kondisi tersebut menjadi permasalahan tersendiri, dikarenakan perempuan bekerja tidak serta merta dapat melepaskan peran domestiknya. Tujuan studi ini menganalisis apakah commuting berkaitan dengan kualitas hidup komuter, dan apakah peran gender memodifikasi pengaruh commuting terhadap kualitas hidup komuter. Studi ini menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tiga Kawasan Metropolitan di Indonesia, yaitu Jabodetabek tahun 2014, Mebidang dan Sarbagita tahun 2015. Sampel studi: Pekerja komuter berusia 15-65 tahun di wilayah tersebut dengan kriteria eksklusi adalah commuting dengan berjalan kaki/bersepeda (active commuting). Untuk memperkaya studi ini dilakukan studi kualitatif. Temuan studi ini membuktikan adanya commuting paradox pada komuter, perempuan memiliki pola commuting yang khas multi-trips dan multi-destinatios. Temuan lain studi pola commuting berhubungan negative dengan kualitas hidup lebih baik belum dapat dibuktikan. Peran gender berpengaruh terhadap negative terhadap kualitas hidup komuter. Selain itu efek commuting terhadap kualitas hidup berbeda menurut kewilayahan. Beberapa rekomendasi studi ini bahwa beban commuting harus diminimalisir dengan mengembangkan sistem transportasi public yang handal dan humanis dan ramah perempuan, serta dan juga mendorong penggunaan transportasi massal lewat dengan kampanye dari perspektif kesehatan masyarakat. Keywords Commuting, peran gender, kualitas hidup, transportasi publik ABSTRACT Name : Milla Herdayati Study Program : Public Health Title : Commuting Patterns, Gender Roles and Quality of Life of Commuters: Case Study in Three Metropolitan Cities in Indonesia. Commuting has become a global phenomenon in various metropolitan cities in the world including Indonesia. Economic and business activities tend to be located in the city center has requires people live suburb area to commute to work. The people facing several problems such as traffic, pollution, long duration of commuting also poor transportation system. For women, this condition becomes a real problem, because women have dual role within the households. The purpose of this study is to analyze whether commuting have an impact for the quality of life of commuters, and whether gender roles also influence of commuting on the quality of life. This study uses 2015 and 2014 Central Bureau of Statistics (BPS) data on three municipality in Indonesia, namely Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok Tangerang and Bekasi) and Mebidang (Medan, Binjai, dan Deli Serdang) and Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan). Sample study: Commuter workers aged 15-65 years within three municipality with exclusion criteria are walker and people whose work by cycling (active commuting). To enrich this study a qualitative study was conducted. The findings of this study prove the existence of commuting paradoxes in commuters, women have a commuting pattern that is typical of multi-trips and multi-destinations and commuters with minor gender roles have a better quality of life. In addition, the effects of commuting on quality of life differ according to region/area. Some recommendations from this study that the burden of commuting must be minimized by developing a reliable public transportation system that is friendly to women, and providing subsidies for low-income commuters, and also encouraging the use of mass transportation through campaigns from a public health perspective. Keywords Commuting, gender roles, quality of life, public transportation
Read More
D-406
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rikawarastuti; Promotor: Kemal Nazaruddin; Ko Promotor: Tris Eryando, Kalamullah Ramli; Penguji: Anhari Achadi, Besral, Toha Muhaimin, Lely Wahyuniar, Artha Prabawa
Abstrak: Tingkat penularan HIV dari ibu ke anak di Indonesia merupakan peringkat tertinggi di dunia sehingga seorang bayi baru lahir di Indonesia berisiko lebih tinggi untuk menderita beban penyakit yang tinggi (HIV/AIDS). Hal ini karena ibu hamil tidak segera mengetahui status HIV dirinya melalui tes HIV dan penggunaan terapi Anti Retroviral (ARV) yang mampu mencegah penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke anaknya juga masih rendah. Tujuan penelitian ini mengembangkan suatu intervensi kesehatan digital berupa mHealth untuk peningkatan kinerja bidan dalam perbaikan cakupan dan kualitas layanan PPIA. Metode penelitian adalah studi longitudinal dengan intervensi kesehatan digital (mHealth). Penelitian dilakukan 6 tahap. Tahap 1: Systematic literature review; Tahap 2. Rapid asesmen dan analisis kebutuhan intervensi kesehatan digital; 3. Pengembangan model intervensi kesehatan digital; Tahap 4: Pengembangan prototipe mHealth PPIA; Tahap :5 Uji penerimaan bidan terhadap prototipe mHealth PPIA; Tahap 6. Uji efikasi intervensi kesehatan digital mHealth PPIA. Uji efikasi dilakukan dengan desain studi Quasi experiment pre and post intervention with control group design. Kelompok intervensi adalah bidan puskesmas wilayah Kecamatan Cengkareng dan kelompok kontrol adalah bidan puskesmas wilayah Kecamatan Gambir dan wilayah Kecamatan Koja. Intervensi dilakukan selama 3 bulan. Analisis statistik dilakukan dengan analsis kaskade untuk mengukur keberhasilan intervensi kesehatan digital (mHealth) meningkatkan kinerja bidan dalam perbaikan cakupan dan kualitas layanan PPIA. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe mHealth PPIA yang mengakomodir entitas eksternal (bidan, ibu hamil HIV positif, penanggung jawab program HIV), mengintegrasikan data, memiliki fitur model prediksi HIV, sistem rujukan digital, sistem alert dan reminder serta dashboard monitoring system. Selama 3 bulan intervensi, terjadi peningkatan penerimaan bidan terhadap penggunaan mHealth PPIA setiap bulan. Efikasi penggunaan mHealth ditunjukkan dengan perbaikan kaskade layanan PPIA berupa tes HIV dan terapi ARV (test and treat) yang diperoleh secara realtime, Pencapaian kaskade layanan PPIA terjadi pada perbaikan kinerja tes HIV pada kelompok intervensi dimana sebelum intervensi proporsi tes HIV sebesar 81,64% dan sesudah intervensi proporsi tes vii Universitas Indonesia HIV 100%. Terjadi perbaikan terapi ARV dimana kualitas kepatuhan terapi ARV pada kelompok intervensi sesudah penggunaan mHealth menjadi terukur dan objektif dengan adanya bukti foto minum obat ARV dibandingkan kelompok intervensi sebelum penggunaan mHealth maupun kelompok kontrol.
Read More
D-440
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ella Nurlaela Hadi; Promotor: Hadi Pratomo; Ko-promotor: Sudarto Ronoatmodjo, Rulina Suradi; Penguji: Sudarti Kresno, Sudijanto Kamso, Kusharisupeni, Suwarta Kosen
D-201
Depok : FKM UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Trina Arlym; Promotor: Endang L. Achadi; Kopromotor: Dwiana Ocviyanti, Yekti Widodo; Penguji: Besral, Kusharisupeni, Evi Martha, Anies Irawati, Indra Supradewi
Abstrak: Berat dan panjang badan lahir mencerminkan pertumbuhan janin. ANC yang berkualitas dan frekuensi kunjungan ANC yang memadai merupakan salah satu cara untuk mendeteksi dan intervensi gangguan pertumbuhan janin. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kepatuhan bidan dan ibu hamil dalam program ANC terhadap berat dan panjang badan lahir. Metode penelitian adalah mixed method dengan pendekatan potong lintang. Tahap kuantitatif menggunakan data sekunder dari studi kohor tumbuh kembang anak tahun 2012-2018 di Kota Bogor. Tahap kualitatif menggunakan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan bidan melakukan standar 5T (timbang berat badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, pemeriksaan Hb dan pemberian tablet tambah darah) sebesar 76,3% pada semua kunjungan dan 72,1% sesuai program (K1-K4). Kepatuhan bidan berpengaruh terhadap panjang badan lahir (p=0,04) dengan RR 1,5 dan kepatuhan ibu hamil berpengaruh terhadap berat badan lahir (p=0,047) dengan RR 1,6. Bidan dan ibu hamil patuh menghasilkan berat badan lahir lebih berat 93,51 gram (p=0,045) dan panjang badan lahir lebih panjang 0,46 cm (p=0,007) dibandingkan salah satu saja yang patuh. Bidan dan ibu patuh menghasilkan berat badan lahir lebih berat 166,1 gram (p=0,006) dan panjang badan lahir lebih panjang 0,54 cm (p=0,064) dibandingkan keduanya tidak patuh. Sebaiknya kepatuhan tidak hanya dari pihak ibu hamil tetapi juga dari bidan
Read More
D-454
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avliya Quratul Marjan; Promotor: Ratu Ayu Dewi Sartika; Kopromotor: Endang Laksminingsih Achadi, Sri Redatin Retno Pudjiati; Penguji: Hartono Gunardi, Atmarita, Hera Nurlita, Ceisilia Meti Dwiriani, Besral
Abstrak:
Latar Belakang : Kemampuan kognitif anak dipengaruhi oleh kondisi gizi anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau saat anak usia dini. Upaya dalam peningkatan kemampuan kognitif anak salah satunya dengan menanggulangi masalah stunting anak baduta di Indonesia. Kondisi kejar tumbuh anak memberikan pengaruh pada kemampuan kognitif saat usia sekolah hingga remaja akhir. Tujuan: Menganalisis pengaruh kejar tumbuh dengan kemampuan kognitif anak di Indonesia.Metode : Penelitian menggunakan data longitudinal Indonesia Family Life Survey (IFLS) dengan desain studi observasional metode retrospektif. Penelitian dibagi menjadi 2 model sesuai periode pengamatan yaitu model 1 usia 0-23 bulan s/d 10-12 tahun (643 anak) dan model 2 usia 0-23 bulan s/d usia 17-19 tahun (515 anak). Penelitian ini menggunakan 2 model pengamatan karena pengukuran kemampuan kognitif menggunakan kuesioner yang berbeda saat usia 10-12 tahun dan usia 17-19 tahun. Anak dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan perubahan nilai HAZ >-1 SD, menjadi (1) kelompok tidak stunted, (2) stunted kejar tumbuh, (3) tidak stunted menjadi stunted, dan (4) stunted tidak kejar tumbuh. Hasil Penelitian : Hasil multivariat model 1 menunjukkan anak yang stunted tidak kejar tumbuh saat usia balita memiliki kemampuan kognitif usia 10-12 tahun 1,7 poin lebih rendah dibandingkan dengan anak tidak pernah stunted (p=0,001). Model 2 menunjukkan bahwa kelompok anak stunted kejar tumbuh memiliki kemampuan kognitif 0,9 poin lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak stunted (p=0,020). Anak stunted yang kejar tumbuh memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak kejar tumbuh pada usia 10-12 tahun, namun memiliki skor kemampuan kognitif yang lebih rendah pada usia 17-19 tahun. Kesimpulan : Stunted pada usia 0-23 bulan merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan kognitif anak pada usia selanjutnya. Kejar tumbuh setelah stunted pada usia sebelumnya mengindikasikan hubungan dengan kemampuan kognitif pada usia selanjutnya (usia 10-12 tahun dan 17-19 tahun), walaupun usia terjadinya berbeda pada model 1 dan 2. Penelitian ini merekomendasikan anak yang sudah terlanjur stunted harus didukung untuk kejar tumbuh, dengan cara harus tetap dipantau dalam pemberian makan, stimulasi dan pertumbuhannya agar memenuhi kebutuhan pertumbuhan linier dan perkembangan otak sehingga meningkatkan kemampuan kognitif
Read More
D-465
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Anggraeni G.; Promotor : Purnawan Junadi; Kopromotor: Tris Eryando; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Adang Suhendra, Mardiati Nadjib, Didik Budijanto, Wahyu, Suprijanto Rijadi
D-331
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive