Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24352 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eka Syarifah Dewi; Pembimbing: Endah Wuryaningsih, C.; Penguji: Zarfiel Tafal, Anwar Hassan, Heni Setyowati, Prayetni
Abstrak:

ABSTRAK Latar Belakang: Perawat mempunyai risiko terinfeksi virus yang ditularkan melalui darah seperti virus HIV/AIDS, Hepatitis B dan Hepatitis C. Penularan dapat dicegah dengan penerapan prinsip kewaspadaan universal.Tujuan : Diketahuinya gambaran praktik kewaspadaan universal oleh perawat di RSUD Karawang dan hubungannya dengan faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan metode potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013. Data diperoleh dari 77 responden melalui self administered questionnaires dan observasi. Hasil : Penelitian menunjukkan hanya 44,2% responden yang melakukan praktik kewaspadaan universal dengan baik. Dari hasil uji chi square, variabel yang secara signifikan berhubungan dengan praktik kewaspadaan universal adalah pengetahuan (p = 0,045) dan pengawasan atasan (p = 0,011) serta dukungan teman sekerja (p = 0,037). Variabel yang tidak berhubungan adalah adalah pendidikan, lama masa kerja, sikap, ketersediaan SOP, ketersediaan fasilitas dan pelatihan. Kesimpulan : Faktor yang paling berhubungan dengan praktik kewaspadaan universal adalah pengawasan atasan. Responden yang mendapatkan pengawasan atasan mempunyai peluang lebih dari 3 kali untuk melakukan praktik kewaspadaan universal dibandingkan yang tidak mendapatkan pengawasan atasan.


 ABSTRACT Background : The nurse has a risk to be invected by the virus that is infected blood borne pathogens through the blood such as the virus of HIV/AIDS, Hepatitis B and Hepatitis C. The infection can be prevented by the principle of Universal Precautions. Objective: Knowledgeable overview of the practice of universal precautions by nurses in RSUD Karawang and the associated with predisposition factor, enabling factors and reinforcing factors. Methods: The research uses the analytic descriptive with a crosssectional method which is held on June-July 2013. The data is obtained from 77 respondents through self administered questionnaires and observation. Results: Result of research shows only 44.2% of respondents who practice universal precautions as well. From the results of the chi square test, the variables that were significantly associated with the practice of universal precautions is knowledge (p = 0.045) and control superiors (p = 0.011) as well as the support of co-workers (p = 0.037). Variables are unrelated is education, length of service, attitude, availability of SOP, availability of facilities and training. Conclusions: Factors most associated with the practice of universal precautions is superior supervision. Respondents who have a chance of getting control superiors more than 3 times to practice universal precautions than not getting control superiors.

Read More
T-3745
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hestilin Kartini Seilatu; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Evi Martha, I Nyoman Putra , Heni Rudiyanti
Abstrak: Kewaspadaan standar merupakan salah satu prinsip upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengan tujuan mencegah terjadinya penularan penyakit di lingkungan sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok tahun 2023 berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel sebesar 140 orang petugas yang diambil secara simple random sampling. Pengumpulan data dengan cara responden mengisi sendiri kuesioner. Analisis univariat, bivariat (Chi Square), dan multivariat (regresi logistik ganda) dilakukan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok memiliki perilaku kewaspadaan standar yang baik. Faktor persepsi individu yang berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar adalah efikasi diri. Faktor modifikasi yang berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar adalah pelatihan. Efikasi diri adalah faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar petugas, petugas yang memiliki efikasi diri rendah berpeluang 4,07 kali untuk memiliki perilaku kewaspadaan standar yang kurang dibandingkan petugas dengan efikasi diri yang tinggi (OR= 4,07 95% CI 1,788 – 9,286). Untuk itu Kementerian Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dapat bekerja sama untuk melakukan upaya guna meningkatkan efikasi diri petugas melalui penyelenggarakan program pelatihan yang intensif dan komprehensif bagi petugas sehingga penerapan perilaku kewaspadaan standar dapat lebih maksimal.


Standard precautions are one of the principles of infection prevention and control efforts with the aim of preventing disease transmission in the environment around health care facilities. This study aims to determine the factors associated with the standard vigilance behavior of Tanjung Priok Class I Port Health Office officers in 2023 based on the theory of the Health Belief Model. This study used a cross sectional study design. A sample of 140 officers was taken by simple random sampling. Data collection by means of respondents filling out the questionnaire themselves. Univariate, bivariate (Chi Square), and multivariate (multiple logistic regression) analyzes were performed in this study. The results showed that Tanjung Priok Class I Port Health Office Officers had good standard precautionary behavior. The individual perception factor associated with standard vigilance behavior is self-efficacy. The modifying factor associated with standard vigilance behavior is training. Self-efficacy is the most dominant factor associated with standard vigilance behavior of officers, officers who have low self-efficacy are 4.07 times more likely to have less standard vigilance behavior than officers with high self-efficacy (OR= 4.07 95% CI 1.788 - 9.286). For this reason, the Ministry of Health and the Tanjung Priok Class I Port Health Office can work together to make efforts to increase the self-efficacy of officers through the implementation of intensive and comprehensive training programs for officers so that the implementation of standard precautionary behaviors can be maximized. Keywords: Standard precautions, behavior, officers, Class I Tanjung Priok Port Health Office.
Read More
T-6729
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Damayanti; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Toha Muhaimin, Hana Johan, Ratih Purnamasari
Abstrak:

Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai resiko tinggi terhadap kemungkinan terpapar oleh berbagai kuman penyakit, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) dan penyakit-penyakit lain. Salah satu upaya perlindungan diri adalah dengan menerapkan kewaspadaan universal melalui tindakan cuci tangan secara benar, penggunaan alat pelindung diri, mencagah tusukan alat/benda tajam dan memprosesan alat bekas pakai. Adapun konsep yang dianut adalah, bahwa semua darah dan cairan tubuh tertentu harus dikelola sebagai sumber yang dapat menularkan HIV, Hepatitis dan berbagai penyakit melalui darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan bidan dalam menerapkan kewaspadaan universal dan factor-faktor yang berhubungan dan untuk mengetahui mengetahui seberapa jauh factor predisposisi, factor pemungkin dan factor penguat berpengaruh penerapan kewaspadaan universal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang, data diperoleh melalui observasi langsung di ruang bersalin dan pengisisan kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan 33.3% responden yang menerapkan kewaspadaan universal dengan benar yaitu menerapkan seluruh komponen kewaspadaan universal dengan baik dan 66.7% responden yang tidak menerapkan kewaspadaan universal dengan benar. Dari hasil penelitian diperoleh dari berbagai factor baik predisposisi, pemungkin dan penguat, tidak ada yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan universal. Berdasarkan hasil penelitian kemungkinan masih ada faktor lain yang belum ada didalam penelitian ini dan kemungkinan Rumah Sakit menjadi tempat rujukan, sehingga kasus yang masuk tergolong gawat darurat dan pada pasien dalam kondisi persalinana masuk dalam tahapan fase aktif yang membutuhkan waktu yang cepat dalam setiap penanganan. Secara keseluruhan terlihat bahwa hasil studi ini kurang mendukung hipotesis penelitian. Untuk itu disarankan dilakukannya penelitian lain dengan tambahan variabel, misalnya kebijakan pimpinan, pemantauan ketat, dan  kualitas pelatihan yang diberikan. Kata Kunci: Kewaspadaan universal, bidan dan Pertolongan persalinan.


 The midwife is one of the health workers who have a high risk of possible exposure to the various germs, such as HIV / AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) and other diseases. One safeguard yourself is to implement universal precautions through the action of washing hands properly, use of personal protective equipment, prevent malicious stab tools / sharps and processing more tools used. The concept adopted is that all blood and certain body fluids should be managed as a source that can transmit HIV, hepatitis and other blood-borne diseases. The purpose of this study to know the description of midwives compliance in applying universal precautions and related factors and to find out find out how far the predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors affect the application of universal precautions. This study is a descriptive study with cross-sectional design, the data obtained through direct observation in the delivery room and filling the questionnaire by respondents. The results showed that 33.3% of respondents correctly apply the universal precautions that apply all the components of universal precautions with good and 66.7% of respondents who did not correctly apply the universal precautions. From the results obtained from a variety of factors either predisposing, enabling and reinforcing, no one associated with the implementation of universal precautions. Based on the results of research are likely to still another factor that does not exist in this study and possibly become a referral hospital, so that the incoming cases classified as emergency and in patients in persalinana conditions included in the active phase of stages that require fast time in each treatment. Overall seen that the results of this study do not support the hypothesis of the study. It is recommended to do another study with additional variables, such as policy management, close monitoring, and quality of training provided. Keyword: Universal precautions, midwives and childbirth Relief.

Read More
T-3337
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miranda Adriani; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Hadi Pratomo, Elis Rohmawati
Abstrak: Penyakit gigi dan mulut memiliki hubungan dengan kehamilan dan resiko kelahiranyang merugikan seperti BBLR, preeklamsia dan kelahiran prematur. Pemeriksaan gigidan mulut saat kehamilan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayinya, namun, angkautilisasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dari penelitian sebelumnya di Indonesiamasih rendah. Kunjungan ibu hamil di KIA Puskesmas Pancoran Mas tahun 2016sebanyak 2648 kunjungan, namun, di tahun yang sama hanya terdapat 24 kunjungan dipelayanan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut oleh ibu hamil diKecamatan Pancoran Mas Kota Depok. Penelitian menggunakan desain potong lintangdengan jumlah sampel sebanyak 162 responden. Penarikan sampel menggunakan teknikrandom sampling yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki anak berusia sampaidengan satu tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden dan atauwawancara dengan responden. Data dianalisis menggunakan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat 25,9% ibu yang melakukanpemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Variabelkepemilikan asuransi kesehatan (p=0,028), perceived need (p=0,009) dan keterpaparaninformasi (p=0,026) memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan ke doktergigi selama kehamilan. Dibutuhkan adanya kebijakan, inovasi program dan strategipreventif untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut olehibu hamil serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pentingnyamenjaga kesehatan gigi dan mulut saat hamil.
Kata kunci:Kehamilan, utilisasi, pelayanan kesehatan gigi dan mulut
It has been known that dental and oral health problems are correlated with pregnancyand adverse pregnancy outcomes such as low birth weight, pre-eclampsia and pretermbirth. Seeking dental health services when pregnant has many benefits, however,previous studies showed that utilization of dental health service by pregnant womenwere low in Indonesia. In 2016, there were 2648 pregnant women utilized maternal andchild health care in Pancoran Mas Depok Public Health Center, however, only 24pregnant women utilized dental health care. The objective of this study was to identifyfactors related to utilization of dental health services among pregnant women inPancoran Mas District, Depok. This study was conducted using cross sectional designwith a total sample of 162 respondents. Random sampling method was applied forstudy subject selection that consists of pregnant women and mother who has child witha maximum age of one year living in the work area of Pancoran Mas Depok PublicHealth Center. Data collection was done by self-administered questionnaires andinterview. Data was analyzed using multiple logistic regression. The results showed thatonly 25,9% visit dental health care services during pregnancy. Health insuranceownership (p=0.028), perceived need (p=0.009) and exposure to information aboutcorrelation between dental health and pregnancy (p=0.026) have a significantrelationship with dental visits during pregnancy. These findings suggest that policies,innovation programs and prevention strategies are needed to improve dental health careservices by pregnant women and increase the knowledge and awareness of pregnantwomen about the importance of maintaining oral health during pregnancy.
Key words:pregnancy, utilization, dental health care services.
Read More
T-5340
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Azizah Ahmad; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Syarah Desvania
Abstrak:
Latar belakang: Pemerintah DKI Jakarta melakukan berbagai upaya untuk mengatasi HIV/AIDS melalui berbagai inisiatif: layanan tes HIV, pengobatan PrEP, dan kondom gratis. LSL di wilayah ini masih menghadapi tantangan dalam mengakses kondom gratis. Perilaku berganti-ganti pasangan melalui aplikasi meningkatkan risiko hubungan seksual tanpa kondom, yang berpotensi menyebabkan penularan HIV/AIDS yang lebih tinggi. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS, khususnya konsistensi penggunaan kondom pada LSL di DKI Jakarta. Metode: Studi cross-sectional melalui kuesioner pada bulan November 2023 melibatkan 208 responden, mengetahui konsistensi penggunaan kondom, pengetahuan tentang HIV, dan persepsi pencegahan HIV/AIDS. Pengetahuan terkait HIV dinilai dengan menggunakan kuesioner HIV-K18 dan teori Health Belief Model. Menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan p-value <0,05 dianggap signifikan. Hasil: Di antara 189 responden yang memenuhi syarat, tingkat seks aman dengan menggunakan adalah 54,5%. Responden yang memiliki persepsi keparahan (p-value 0,035), persepsi manfaat (p-value 0,006), persepsi hambatan (p-value 0,039), dan efikasi diri (p-value 0,015) yang lebih tinggi lebih cenderung menerapkan perilaku seks aman menggunakan kondom. Kesimpulan: Sebagian besar LSL di DKI Jakarta masih berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena tidak menerapkan perilaku seks aman. Pemerintah perlu merancang program edukasi yang lebih spesifik dan relevan dengan konteks LSL, serta memastikan distribusi kondom gratis yang mudah diakses untuk mengatasi masalah ini.

Background: Despite the Jakarta government's efforts to address HIV/AIDS through various initiatives: HIV testing services, availability of PrEP treatment, and distribution of free condoms. MSM in the region still face challenges in accessing free condoms. The common practice of changing partners through applications increases the risk of unprotected sexual encounters, potentially leading to higher HIV/AIDS transmission. This study examined the factors influencing HIV/AIDS prevention behaviour, specifically condom use among MSM in DKI Jakarta. Methods: A cross-sectional survey was conducted in November 2023 with 208 respondents to assess condom use consistency, HIV knowledge, and perceptions of HIV/AIDS prevention. HIV-related knowledge was assessed using the HIV-K18 questionnaire and the Health Belief Model theory. Univariate and bivariate analyses were used and p-value < 0,05 was considered significant. Result: Among the 189 qualified respondents, the rate of safe sex with the use of a condom was 54.5%. Participants with higher scores on perceived susceptibility (p-value 0,035), perceived benefit (p-value 0,006), perceived barrier (p-value 0,039) and self-efficacy (p-value 0,015) were more likely to report adopting safe sex by using condoms. Conclusion: A significant number of MSM in DKI Jakarta remain at high risk of HIV/AIDS infection due to unsafe sex. The government should design more specific and contextualised education programmes for MSM and ensure that free condoms are easily accessible to address this public health concern.
 
Read More
S-11516
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meita Ilyana; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Evi Martha, Hervita Diatri, Chandra Rudyanto
Abstrak: Sebagian besar kasus COVID -19 saat ini memiliki gejala ringan dan tidak bergejala serta adanya potensi reaktivasi pada pasien pasca rawat di rumah sakit mendasari pentingnya pemantauan kepatuhan keluarga dalam mengimplementasikan protokol perawatan pasien pasca rawat COVID-19 di rumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan keluarga terhadap protokol perawatan pasien pasca rawat COVID-19 di rumah dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja (usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dukungan petugas kesehatan, dukungan pelaku rawat pengganti) yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada 72 pasien pasca rawat COVID-19 di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo. Pengumpulan data dilakukan melalui daring bersama tim COMIC RSCM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki kepatuhan cukup baik dalam menerapkan protokol perawatan pasien di rumah dengan rata-rata score 81 dari skala 100. Diketahui diantara faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan pelaku rawat pengganti, faktor pengetahuan (p-value=0,004) dan ketersediaan fasilitas (pvalue=0,012) merupakan faktor dominan yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan keluarga dalam menerapkan protokol perawatan pasien pasca rawat COVID19 di rumah. Responden yang memiliki pengetahuan baik berpotensi 5,312 kali untuk memiliki kepatuhan yang tinggi dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan kurang. Selain itu, responden yang memiliki ruangan khusus dengan ventilasi baik juga berpotensi 5,2 kali untuk dapat menerapkan pedoman pencegahan penularan COVID-19 selama merawat pasien di rumah, dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki ruangan khusus. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa secara umum kepatuhan keluarga dalam menerapkan protokol perawatan COVID-19 di rumah sudah baik dan faktor pengetahuan serta ketersediaan fasilitas memiliki peran yang penting dalam mempengaruhi kepatuhan tersebut.
Read More
T-6028
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Ayu Alit Indiraswari; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Ni Luh Sri Suarti
Abstrak:
Survei Sosial dan Ekonomi Nasional menunjukkan Provinsi Nusa Tenggara Barat menempati peringkat pertama provinsi dengan proporsi rumah tangga pengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tertinggi di tahun 2022, yaitu sebesar 56,81%. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 juga memberikan fakta bahwa 61,27% penduduk Indonesia berusia ≥3 tahun mengonsumsi minuman manis sebanyak ≥1 kali perhari. Mengonsumsi MBDK melebihi batas dapat berujung pada dampak negatif seperti kegemukan, kerusakan gigi, dan gangguan metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian MBDK pada balita oleh orang tua di PAUD Kumara Asih Kota Mataram tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara primer pada 63 responden dengan kuesioner online secara self-administrated. Dari penelitian ini, sebanyak 42,9% orang tua memiliki perilaku buruk dalam pemberian MBDK untuk anak balitanya. Kebiasaan konsumsi MBDK orang tua menjadi faktor yang berhubungan dalam perilaku pemberian MBDK oleh orang tua balita PAUD Kumara Asih. Untuk itu, perlunya edukasi terhadap orang tua mengenai pentingnya batasan konsumsi MBDK sesuai anjuran sehingga dapat membuat orang tua lebih sadar dan mulai membatasi konsumsi MBDK baik pada anak maupun pada orang tua.

The National Survey on Social and Economy showed West Nusa Tenggara as the province with highest household consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) in 2022, with prevalence of 56,81%. The 2018 Basic Health Research stated 61,27% of the Indonesian citizens aged ≥3 years consumed SSBs ≥1 time per day. SSBs consumption exceeding the limit could lead to some negative impact as overweight, tooth decay, and metabolic disorder. This study aims to find description and factors associated with parents' behaviour in providing SSBs for children under 5 years old in PAUD Kumara Asih, Mataram City, 2024. The research method used is quantitative with a cross-sectional study design. The data collected from 63 respondents with self-administrated online questionnaires. From this study, around 42,9% parents had poor behaviour in providing SSBs for children under 5 years old. Parents' SSBs consumption is the factor associated with parents' behaviour in providing SSBs for children under 5 years in PAUD Kumara Asih. Education for parents about the importance of limitation on SSBs consumption are needed to make parents more aware and start limiting SSBs consumption both in children and parents.
Read More
S-11610
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saroha Pinem; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Luknis Sabri, Mieke Savitri, Asih Widowati
Abstrak:
Pada waktu memberikan pertolongan persalinan, bidan selalu mempunyai risiko terinfeksi oleh penyakit yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lain seperti HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV) dan penyakit- penyakit lain. HIV/AIDS adalah penyakit menular seksual yang paling berbahaya, belum ditemukan cara pengobatannya dan berakhir dengan kematian bagi penderitanya (Depkes RI, 2001). Di pusat-pusat pelayanan kesehatan, penularan HIV /AIDS dan HBV dapat terjadi secara silang dari pasien pengidap HIV dan pengidap HBV ke pasien bukan pengidap HIV atau pengidap HBV dari pasien ke petugas dan sebaliknya. Untuk mencegah penularan HIV/AIDS, HBV dan penyakit-penyakit lain yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya kepada bidan maupun pasien , maka setiap bidan yang menolong persalinan perlu memegang perinsip-prinsip pencegahan infeksi, yaitu prinsip kewaspadaan universal (Depkes RI,1999, Saifuddin dkk,2002). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran penerapan kewaspadan universal oleh bidan di 9 kamar bersalin Puskesmas Kecamatan Jakarta Timur pada waktu melakukan pertolongan persalinan, juga ingin dilihat hubungannya dengan faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilaksanakan pada bulan September 2003. Data diperoleh melalui observasi langsung di kamar bersalin dan pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan baru 16,7% responden yang menerapkan kewaspadaan universal dengan benar yaitu menerapkan seluruh komponen kewaspadaan universal sebagaimana mestinya. Dari hasil penelitian juga diperoleh gambaran factor-faktor yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan universal yaitu faktor predisposisi adalah pengetahuan responden tentang kewaspadaan universal (p = 0,002), dan faktor pemungkin yaitu pernah tidaknya responden mengikuti pelatihan kewaspadaan universal atau yang berkaitan dengan kewaspadaan universal (p = 0.020) dan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk penerapan kewaspadaan universal ( p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diajukan saran agar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur bersama dengan staf yang terkait menetapkan kebijakan tentang kewaspadaan universal, mengadakan pelatihan kewaspadaan universal atau yang berkaitan dengan kewaspadaan universal secara berkala dan berkesinambungan, menyebarkan poster-poster tentang kewaspadaan universal, memajang SOP tentang penerapan kewaspadaan universal di tempat yang gampang terlihat dan mudah dibaca dengan jelas oleh semua petugas di kamar bersalin dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk penerapan kewaspadaan universal khususnya alat pelindung diri dalam jumlah yang cukup untuk dipakai oleh bidan pada waktu menolong persalinan. Daftar bacaan: 41 (1980 - 2003)

When a midwife assisting a delivery, she will always have a risk to contract with a disease, such as HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV), or other diseases transmitted by blood or other body fluid. Special attention is given to HIVVAIDS, as the most dangerous sexually transmitted disease, which has not yet found the appropriate medication and will always end with the loss of life of the person who suffer from AIDS (MOH, 2001). The transmission of the HIV/AIDS or HBV at many of the centers of health services usually due to a cross-transmission from patient to patient, and not from patient to the health providers or vice versa. Therefore, to prevent the occurrence of the transmission to the patient or health provider, in this case the midwife, every midwife who assists the delivery has to follow the rule for the infection prevention, i.e. the universal precaution (MOH, 1999; Saifuddin el. al, 2002). The objective of the study is try to find out the description of the implementation of the universal precaution by the midwife at 9 delivery room at Sub-district Puskesmas in the area of East Jakarta. The study will look at the relation of the implementation by it predisposing, enabling, and reinforcing factors. The study is a descriptive study using a cross-sectional design and has been carried out in September 2003. Data were collected from a direct observation at the delivery room and a questionnaire filled by respondent. The result of the study show that only 16.7% of respondent who implement the universal precaution in appropriate way. It means that she apply the whole component of the universal precaution as it should be. The study also found that factors related to the implementation of the universal precaution are: respondent's knowledge on the universal precaution (with p: 0.002) as the predisposing factor; and ever have follow any training on or related to the universal precaution (with p: 0.020) and the availability of facility needed to implement the universal precaution (with p: 0.000) as the enabling factors. Regarding to the result of the study some suggestions are offered: to the Head of the East Jakarta Health Authority, together with his/her staff, to decide the policy on the matter of the universal precaution; to accomplish a training on the universal precaution or other training related to the universal precaution in a certain period and with continuity; to distribute the information of the universal precaution by posters or flyers, or posted the SOP of the universal precaution at the place that easy to read by every health personnel at the delivery room. Adjacent to all suggestions above, facility needed to implement the universal precaution, especially the self-protection instruments (glasses, protection gown, or gloves) should be always enough in number and available when it needed to protect the midwife at the time she has to do assisting the delivery.
Read More
T-1833
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nandita Adelia Putri; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Yovsyah, Eka Viora
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan guru sekolah dasar terhadap siswa dengan kesulitan belajar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket pada 121 guru yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil analisis multivariat diketahui bahwa keberadaan kebijakan sekolah adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap tindakan guru sekolah dasar (OR = 2,866). Faktor lain yang berhubungan yaitu jenis kelamin, sikap, jabatan, keaktifan program UKS, dan keberadaan program pemerintah.
 

The focus of this study is factors related to elementary teacher's practice toward students with learning difficulty. This study use quantitative methods. Data collecting is done through questionnaire distribution to 121 teachers randomly selected from those schools. Multivariate analysis performed find that school policy existence is the most dominant factor associated with elementary teachers' practice (OR = 2,866). Other related factors are gender, attitude, organizational function, school health's program activeness, and government's program existence.
Read More
S-7885
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delri Soni; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Anwar Hasan, Luknis Sabri, Abdurrahman
T-2737
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive