Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39662 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muthia Ashifa; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Dadan Erwandi, Wisnu Susetyo, Agung Surya Irawan
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini membahas karakteristik dan profil dari safety leadership (SL) pada posisi Supervisor, Foreman dan Leadman pada pada projek MHBL di PT. AD yang merupakan tambang batubara. Selain penilaian dilakukan dari sisi supervisor, foreman dan leadman, juga dilakukan penilaian dari sisi operator yang dipimpin langsung oleh ketiga posisi manajemen lini tersebut.Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desian deskriptif, dimana objek penelitian terdiri dari 4 posisi: supervisor, foreman, leadman dan operator. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori dari Thomas Krause (2005) mengenai safety leadership yang dipengaruhi oleh 4 faktor: Personality, Transformational Leadership Style, Best Practices dan Organizational Culture. Peneliti hanya menggunakan 3 variabel pertama sebagai konsep penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisor, foreman dan leadman menunjukkan hasil yang belum optimal dalam pemenuhan safety leadership di tempat kerja.Sedangkan hasil penilaian operator terhadap safety leadership supervisor, foreman dan leadman di tempat kerja menunjukkan hasil yang baik pada variabel transformational leadership dan best practices, namun pada variabel personality belum memenuhi kriteria safety leadership.


ABSTRACT This research discussed the characteristic and profile of Safety Leadership in job position of Supervisor, Foreman and Leadman in MHBL project at PT. AD which is the second largest coal producer in Indonesia. The evaluation also conducted on operator/ tradesman level which directly supervise within those three levels of frontline management.It?s a semi quantitative research with descriptive design, in which the research objects are four job positions: supervisor, foreman, leadman and operator. The approach being used in this Thesis is Thomas Krause?s theory (2005) of Safety Leadership, which influenced by four factors: Personality, Transformational Leadership Style, Best Practices and Organizational Culture. Researcher took three variables and excludes the organizational culture, as the concept of the research.The result shows that supervisor, foreman and leadman has not fulfil the criteria of safety leadership in their workplace, while the evaluation form operator shown that their supervisor, foreman and leadman already fill the transformational leadership and best practices criteria, although the personality criteria hasn?t fully achieved in safety leadership.

Read More
T-3825
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhyi Nur Fitrahanefi; Pembimbibng: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Junaidi, Ridwan Zahdi Syaaf, Amelia Martha, Muthia Ashifa
Abstrak: Safety Leadership merupakan salah satu komponen penting dalam menurunkan angka kecelakaan dan peningkatan perilaku keselamatan kerja. Penelitian ini mengkaji profil Safety Leadership Manajemen Lini (Koordinator dan Supervisor) pada PT X yang bergerak di bidang pertambangan emas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan mengadopsi konsep Krause (2005). Terdapat 2 elemen Safety Leadership yaitu Leadership Style (Transformational Leadership) dan Safety Best Practice. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Safety Leadership pada Manajemen Lini menurut sudut pandangnya sendiri dan sudut pandang tim masih belum baik. Safety belum menjadi prioritas dari manajemen lini di PT X. Kata kunci: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices Safety Leadership is one of the important components in reducing accident rate and increasing safety behavior. This study examines the profile of Safety Leadership Line Management (Coordinator and Supervisor) at PT X which is engaged in gold mining. The method used is quantitative, by adopting the concept of Krause (2005). There are 2 elements of Safety Leadership that are Leadership Style (Transformational Leadership) and Safety Best Practice. From the results of the research it was found that Safety Leadership on Line Management in its own perspective and team perspective is still not good. Safety has not been a priority of line management in PT X. Kata kunci: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices
Read More
T-5071
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Santoso; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo
Abstrak:
Pengeboran panas bumi, sumur minyak dan gas sangat dikenal sebagai proyek dengan risiko kerja yang tinggi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Beberapa penelitian menunjukkan secara kuat bahwa manajemen kepemimpinan keselamatan kerja mempengaruhi sukses dari behavioral safety processes. Peran kepemimpinan di departemen Drilling dalam mengerjakan projek pengeboran akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan terkait dengan hasil positif keselamatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif untuk melakukan analisis tiga faktor yang berpengaruh terhadap safety leadership yaitu personality, transformational leadership style, dan best practices pada posisi Head dan Assistant Head. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Juli 2020 di departemen Drilling PT. X melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengamatan.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sikap (personality) yang dimiliki oleh pimpinan kurang optimal pada karakteristik ketahanan emosi, bersikap terbuka, berorientasi pada pembelajaran dan sikap berhati-hati. Karakteristik gaya kepemimpinan transformasional pada pimpinan kurang optimal pada karakteristik ikut terlibat. Karakteristik praktik terbaik yang dimiliki oleh para pimpinan masih kurang optimal pada karakteristik tanggung jawab. Untuk meningkatkan karakteristik safety leadership, maka perlu adanya pelatihan ulang mengenai safety leadership bagi para pimpinan untuk menyegarkan kembali pemahaman yang kurang optimal tentang safety leadership, mengkaji ulang job description yang ada dan mengembangkan Job description safety leadership yang lebih terukur dan penilaian atau audit safety leadership di departemen drilling PT. X.

Geothermal, oil and gas drilling are known as projects with high work risks and require high costs. Several studies strongly indicate that safety leadership management influences the success of behavioral safety processes. The leadership role in the Drilling department in working on drilling projects will be one of the benchmarks of success related to positive safety outcomes. This study is a qualitative method approach to analyze three factors that influence safety leadership, namely personality, transformational leadership style, and best practices in the position of Head and Assistant Head. Data was collected in April-July 2020 in the Drilling department of PT. X through in-depth interviews, document review and observation.
The results showed the characteristics of personality possessed by the leader is less than optimal on the characteristics of emotional resilience, extroversion, learning orientation and conscientiousness. The characteristics of transformational leadership styles are less than optimal on the characteristics of Engaging. Characteristics of best practices are still not optimal in terms of accountability characteristics. To improve the characteristics of safety leadership, it is necessary to have retraining on safety leadership for leaders to refresh the suboptimal understanding of safety leadership, review existing job descriptions and develop a more measured Job description of safety leadership and an assessment or audit of safety leadership in drilling department of PT. X.
Read More
T-5936
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wildan Muhammad; Pembimbing: Chandra Sartya; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Mirza Kurniawan, Irmawan Afghani
Abstrak: Kepemimpinan adalah salah satu faktor penting pembentuk budaya keselamatan untuk mencapai kinerja K3 yang baik. Pemimpin yang memiliki perhatian safety yang tinggi akan mampu mengarahkan bawahanya dengan mempengaruhi perilakunya untuk mencapai tujuan K3 perusahaan. Tesis ini membahas karakteristik safety leadership pada posisi Supervisor divisi produksi di PT. A. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang akan mendeskripsikan mengenai karakteristik safety leadership pada posisi Supervisor divisi produksi di PT. A tahun 2017 dengan melakukan wawancara mendalam dan pengamatan langsung terhadap karakteristik saftey leadership. Ada 6 karakteristik safety leadership yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu: komitmen terhadap K3, akuntabilitas K3, komunikasi K3, mampu menjadi contoh dalam K3, keterlibatan dalam K3, dan pengakuan dan umpan balik dalam K3. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang sudah dimiliki supervisor di PT. A adalah komitmen terhadap K3, komunikasi K3, dan mampu menjadi contoh dalam K3. Karakteristik yang masih belum optimal adalah akuntabilitas K3, keterlibatan K3, dan pengakuan dan umpan balik K3. Kata kunci: Safety Leadership, Transformational Leadership, Transactional Leadership
Leadership is one of the important factors in safety culture to achieve good safety performance. Leaders who have high concerns in safety will be able to direct their team members by influencing their behavior to achieve corporate safety goals. This thesis discusses the characteristics profile of safety leadership at the Supervisor of production division at PT. A. This research is a qualitative research that will describe the characteristics profile of safety leadership in the Supervisor of production division at PT. A in 2017 by conducting in-depth interviews and direct observation of the characteristics of safety leadership. There are 6 characteristics of safety leadership used in this research: commitment to safety, safety accountability, safety communication, safety role model, safety involvement, and recognition and feedback in K3. From the results of the research, the strength characteristics of supervisors in PT. A is a commitment to safety, safety communication, and able to be role model in safety. The weak characteristics are safety accountability, involvement in safety initiatives, and safety recognition and feedback. Keywords: Safety Leadership, Transformational Leadership, Transactional Leadership
Read More
T-4914
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasyid Putra A. Suwarno; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Franky H. Sitinjak
Abstrak: Safety leadership adalah salah satu komponen yang berperan penting dalam menurunkan angka kecelakaan dan peningkatan performa keselamatan kerja di perusahaan. Penelitian ini mengkaji profil safety leadership pada manajemen lini (Manajer dan Supervisor) di workshop PT. XYZ yang bergerak dalam bidang manufaktur wireline sebagai penunjang sektor migas yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan konsep dan teori dari Krause (2005). Elemen yang diteliti berdasarkan safety leadership best practices yang terdiri dari vision, credibility, action oriented, collaboration, communication, feedback and recognition dan accountability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety leadership pada manajemen lini di PT. XYZ masih kurang baik. Kata kunci: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices, Organizational Culture Safety Leadership is the one of the important components in reducing accident rates and improving safety performance in the company. This study examines the profile of safety leadership on line management (Manager and Supervisor) in workshop of PT. XYZ engaged in wireline manufacturing as a supporter of oil and gas sector located in Cikarang, West Java. The method used is qualitative by using concept and theory from Krause (2005). The elements studied are based on the best practices of safety leadership consisting of vision, credibility, action oriented, collaboration, communication, feedback and recognition and accountability. The result showed that safety leadership on Line Management in PT. XYZ is still not good. Key words: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices, Organizational Culture
Read More
S-9636
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfina Hapsari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, M. Mushanif Mukti, Mohammad Rifki Rosady
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Alfina Hapsari Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Safety Leadership Pada Posisi Unit Pelaksana, Unit Pengelolaan Konstruksi, Pimpinan Proyek, Pimpinan Divisi, dan Pimpinan Departemen Operasi Proyek Infrastruktur di PT.X (Kontraktor Konstruksi) Tahun 2018 Pembimbing : Dadan Erwandi, S.Psi., M.Psi Industri jasa konstruksi memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Sepanjang Agustus 2017 hingga Februari 2018, telah terjadi tiga belas kecelakaan konstruksi dengan tiga kasus fatality accident pada proyek pekerjaan jalan tol dan jalan rel di Indonesia. Safety leadership merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kinerja Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L). Penelitian ini mengkaji safety leadership model pada posisi pimpinan di proyek dan departemen operasi proyek infrastruktur PT X yang bergerak di bidang kontraktor konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif berdasarkan dua variabel utama dari safety leadership, yaitu leadership style (transformational leadership) dan best practices. Data penelitian didapatkan dari kuesioner dan wawancara pada subyek penelitian serta observasi mengenai penerapan K3L di lokasi proyek PT X pada bulan April – Mei 2018. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa safety leadership masih kurang menonjol kecuali pada posisi General Manager. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai kebijakan K3L, kurangnya komunikasi, lemahnya konsistensi dan komitmen penerapan K3L, serta kurangnya tindakan proaktif dan inisiatif saat menghadapi masalah K3L. Hal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan safety leadership tersebut antara lain dengan menyusun dan melaksanakan program pelatihan safety leadership bagi semua level pimpinan serta menjaga monitoring pelaksanaan program K3L di tempat kerja. Kata kunci: Safety Leadership, Transformational Leadership, Best Practices, K3L


ABSTRACT Name : Alfina Hapsari Study Program : Occupational Health and Safety Title : Safety Leadership Analysis in The Position of Implementation Unit, Construction Management Unit, Project Manager, Division Manager, and Operation Department Manager of Infrastructure Project at PT.X (Construction Contractor) in 2018 Consellor : Dadan Erwandi, S.Psi., M.Psi. The construction industry has a high risk of occupational injury. Throughout August 2017 to February 2018, there had been thirteen construction accidents with three cases of fatality accidents in toll road and rail road projects in Indonesia. Safety Leadership is one of the important components in improving Safety, Health and Environment (SHE) performance. This study examines Safety Leadership Model at the lead position in the project and the operations department of the infrastructure project at PT X as a Construction Contractor Company. This study was a descriptive research with quantitative method based on two main variables of Safety Leadership, those are Leadership Style and Best Practice. Research data obtained from questionnaires, interviews, and observations on the application of SHE at PT X’s project location in April - May 2018. This research obtained that Safety Leadership is still weak except The General Manager. This is due to lacks of understanding of SHE policies, communication, consistency and commitment to the implementation of SHE, proactive and initiative action when facing SHE issues. This suggests that company should improve by preparing and implementing Safety Leadership training program for all manager levels as well as maintaining the monitoring of SHE program implementation in the workplace. Keywords: Safety Leadership, Transformational Leadership, Best Practices, SHE

Read More
T-5230
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rezila Annurda; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ausir Nasrudin
S-8102
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danang Kurniawan Anggoro; Pembimbing: Indri Hapsari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Irma Setiawaty Wulandari, Yuni Kusminti
Abstrak: Industri tambang merupakan salah satu industri yang mempunyai potensi bahayatinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, dimana menempati urutanjumlah kecelakaan tertinggi bila dibandingkan dengan sektor lain. PT. Smerupakan kontraktor tambang permukaan yang telah menerapkan SistemManajemen Integrasi, namun hasil observasi menunjukkan banyaknyapelanggaran dan ketidakpedulian terhadap permasalahan keselamatan dankesehatan kerja. Perlu dilakukan kajian persepsi risiko pada pekerja sektortambang permukaan sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi risiko keselamatan dankesehatan kerja menggunakan pendekatan psikometri. Desain penelitian crosssectional, menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan univariat danbivariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran persepsi risiko keselamatan dankesehatan kerja pada kategori seimbang antara persepsi risiko baik dan persepsirisiko buruk. Persepsi risiko baik terdapat pada dimensi kesegeraan dampak,keparahan konsekuensi dan pengendalian risiko. Sedangkan persepsi burukterdapat pada dimensi kesukarelaan terhadap risiko, pemahaman risikoberdasarkan pengalaman, potensi dampak, reaksi yang ditimbulkan, pengetahuanterhadap risiko dan kebaruan risiko. Disarankan bagi PT. S untuk melakukanupaya promotif melalui pelatihan yang terencana, memaksimalkan forumm safetytalk dan toolbox meeeting, meningkatkan pengawasan kerja melalui inspeksi,pembuatan rencana kerja yang sistematis dan terperinci serta menerapkan sistemhadiah dan hukuman.
Kata kunci : Persepsi Risiko, Psikometri, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Read More
T-4552
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rhandi Mulia; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari, Yuni Kusminanti, Syahrul Effendi
Abstrak: Berdasarkan hasil kajian literatur, aktivitas hauling, loading, dan dumping merupakan aktivitas berisiko tinggi di pertambangan (Kecojevic dan Radomsky, 2004; MSHA, 2018). Pada tahun 2015 sampai 2018, di PT. XYZ telah terjadi beberapa kecelakaan pada aktivitas tersebut, sehingga menyebabkan fataliti. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian risiko mendalam terkait tiga kegiatan tersebut di PT. XYZ. Kajian risiko dilakukan dengan metode failure modes and effects analysis (FMEA). Ditemukan 71 mode kegagalan potensial di PT. XYZ, terdiri dari 7 temuan tahap persiapan, 18 temuan proses pemuatan, 35 temuan proses pengangkutan, dan 11 temuan proses pembongkaran. Dari 71 mode kegagalan, 25% mode kegagalannya memiliki tingkat risiko sangat tinggi, seperti kerusakan ban dumptruck akibat batu tajam, kegagalan fungsi rem, ban bocor saat berjalan, unit loader menabrak batu besar ketika manuver, unit loader terkena pentalan batu dan mengenai kabin ketika pengisian, ban unit loader mengalami sayatan besar akibat ceceran batu tajam, unit dumptruck terperosok di permukaan labil, kendaraan ringan terjatuh saat berjalan di tebing. Oleh karena itu, perlu dilakuan peningkatan perawatan pada unit alat berat, lingkungan kerja aman, dan peningkatan kompetensi operator.
Kata kunci: Failure modes and effects analysis (FMEA), Risiko keselamatan, Tingkat risiko, Loading, Hauling, Dumping.

Loading, hauling, and dumping activities are high risk acitivities in mining, based on the literatur review (Kecojevic dan Radomsky, 2004; MSHA, 2018). During the period of 2015 to 2018, there were several accidents related to loading, hauling, and dumping activities that causing fatalities at PT. XYZ. Therefore, detail risk assessment need to be performed of these three activities at PT. XYZ. The failure modes and effects analysis (FMEA) method was used in this study. 71 potential failure modes were identified , consist of 7 failure modes at preparation step, 18 failure modes at loading process, 35 failure modes at the hauling process, and 11 failure modes at the dumping process. About 25% of the 71 potential failure modes were very high risk level. They were dumptruck tire failure due to scattered sharp stones, brake failure while operating dumptruck, tire damage while operating, loader unit crahsed with big stones while maneuvering, loader cabin hit by hanging stones while loading, scratched tire of the loader unit due to scattered sharp stones, the dumptruck caught in the labile surface, and light vehicle fell down from benches. As recommendation, it is important to strengthen maintenance of heavy equipment, improve safe environment, and increase operator competence.
Key words: Failure modes and effects analysis (FMEA), Safety risks, Risk level, Loading, Hauling, Dumping.
Read More
T-5491
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ariscasari; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Chandra Satrya, Neneng Churaeroh, Deny Rianto
Abstrak: PT. Harmoni Panca Utama (HPU) dan PT. Hasta Panca Mandiri Utama (HPMU)merupakan perusahaan penyedia jasa pertambangan batu bara dan mineral, keduaperusahaan tersebut telah mengembangkan upaya pencegahan insiden melaluipelatihan Safety Mandatory Training (SMART) kepada seluruh foreman,supervisor dan superintendent, namun pelaksanaan program pelatihan ini masihbelum sesuai dengan yang diharapkan pelaksana program, oleh karena itudisamping melakukan evaluasi terhadap pencapaian program pelatihan, perludilakukan evaluasi proses untuk mengkaji hambatan dan faktor kontekstual yangmempengaruhi pelaksanaan program pelatihan. Kajian dilakukan menggunakankonsep evaluasi proses dan dengan metode kualitatif, pengumpulan informasidilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi dokumen pelaksanaanpelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberian reward dilakukanuntuk menarik minat pekerja dalam mengikuti program pelatihan, didalam standarpelatihan perusahaan belum mengatur mengenai kewajiban pekerja untukmengikuti pelatihan SMART. Kualitas pelaksanaan program belum cukup baikkarena pencapaian pelatihan belum sesuai dengan perencanaan, namun untukpelaksanaan pelatihan sendiri sudah memenuhi harapan penerima program. Kajianpada komponen dose delivered menunjukkan bahwa materi pelatihan sudahdisampaikan secara menyeluruh, dan penerima program dilibatkan secara aktifdalam penyampaian materi (dose received). Kajian context menunjukkan faktorutama yang menghambat pelaksanaan pelatihan adalah kurangnya alokasi sumberdaya dan tingginya beban kerja.Kata kunci: evaluasi proses, tambang batu bara, fidelity, dose delivered, dosereceived, reach, satisfaction dan context.
Read More
T-5205
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive