Ditemukan 41321 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Aldia Rizki Anisa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Tris Eryando, Saripah Yuniar
Abstrak:
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi, reversibel dan berjangka panjang. Namun dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih rendah di berbagai wilayah. Padahal pemerintah telah mengeluarkan kebijaksanaan melalui program Jampersal yang didalamnya mengarahkan para peserta Jampersal untuk memakai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dengan keikutsertaan dalam program Jampersal, karakteristik akseptor dan faktor lainnya pada wanita usia subur di wilayah Puskesmas Margajaya Kota Bekasi. Desain penelitian adalah kasus-kontrol berpadanan dengan sampel penelitian 86 akseptor yang terdiri dari 43 kasus dan 43 kontrol. Populasi adalah wanita usia subur (15-49 tahun) yang mulai menjadi akseptor KB baru dari bulan Januari 2012 sampai Mei 2013 yang menetap di wilayah Puskesmas Margajaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan jumlah anak hidup, tujuan menggunakan kontrasepsi, pengetahuan dan keterpaparan terhadap sumber informasi atau media massa tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Long-acting reversible contraception (LARC) is a contraceptive method that has high effectiveness, reversible and long-term. But with many advantages, users Long - Acting Reversible Contraception (LARC) is still low in many areas. Though the government has issued wisdom through Jampersal program that includes directing the participants of Jampersal to use Long-Acting Reversible Contraception (LARC). The purpose of this study wanted to know the relationship between long-acting reversible contraceptive use with participation in the program Jampersal, acceptor characteristics and other factors in women of childbearing age in the health center Margajaya Bekasi. The study design was a case-control study sample corresponds with acceptor 86 consisting of 43 cases and 43 controls. Population is women of childbearing age (15-49 years) who started a new family planning acceptors from January 2012 to May 2013 who settled in the region Margajaya Health Center. The results showed a statistically significant association use Long- Acting Reversible Contraception (LARC) with the number of living children, the purpose of using contraception, knowledge and exposure to mass media sources or information about Long Acting Reversible Contraception (LARC).
Read More
Long-acting reversible contraception (LARC) is a contraceptive method that has high effectiveness, reversible and long-term. But with many advantages, users Long - Acting Reversible Contraception (LARC) is still low in many areas. Though the government has issued wisdom through Jampersal program that includes directing the participants of Jampersal to use Long-Acting Reversible Contraception (LARC). The purpose of this study wanted to know the relationship between long-acting reversible contraceptive use with participation in the program Jampersal, acceptor characteristics and other factors in women of childbearing age in the health center Margajaya Bekasi. The study design was a case-control study sample corresponds with acceptor 86 consisting of 43 cases and 43 controls. Population is women of childbearing age (15-49 years) who started a new family planning acceptors from January 2012 to May 2013 who settled in the region Margajaya Health Center. The results showed a statistically significant association use Long- Acting Reversible Contraception (LARC) with the number of living children, the purpose of using contraception, knowledge and exposure to mass media sources or information about Long Acting Reversible Contraception (LARC).
S-7741
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fastabiqul Khairat; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Rahmadewi
Abstrak:
Read More
Permasalahan terkait kependudukan masih terjadi di Indonesia, salah satu diantaranya peningkatan jumlah penduduk yang tinggi tetapi tidak disertai dengan peningkatan kualitas hidup. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan penduduk Indonesia pada tahun 2025 berjumlah sekitar 273,65 juta jiwa. Menurut hasil SDKI (2017) pengguna kontrasepsi terbanyak yaitu pengguna metode kontrasepsi non-MKJP yaitu kontrasepsi suntik (29%), pil (12%) dibandingkan dengan pengguna MKJP yaitu implant/AKBK (5%), IUD (5%), serta MOW (4%). Sedangkan angka putus pakai kontrasepsi yaitu mencapai 34% dan yang tertinggi merupakan pengguna pil (46%), suntik (28%), dan kondom (27%). Puskesmas Pekayon Jaya, didapatkan masih banyak pengguna KB menggunakan non-MKJP, yang didominasi oleh penggunaan suntik dengan 564 Wanita Usia Subur (WUS) dan penggunaan pil dengan 196 WUS. Untuk MKJP yakni IUD dengan 149 WUS, dan implant 49 WUS. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor dalam memilih Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas Pekayon Jaya Kota Bekasi. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara acak atau simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 90 akseptor KB. Uji statistic menggunakan chi square test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,003 dan OR 4,16) dan aksesbilitas pelayanan KB (p value = 0,012 dan OR 3,26) dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Pekayon Jaya.
The issue related to population persists in Indonesia, one of which is the high population growth without a corresponding increase in the quality of life. The Central Statistics Agency (BPS) estimates Indonesia's population in 2025 to be around 273.65 million people. According to the results of the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (SDKI), the most widely used contraceptive method is non-permanent methods (MKJP), specifically injectables (29%) and pills (12%), compared to permanent methods (MKJP), such as implants/IUDs (5%) and female sterilization (MOW - 4%). Meanwhile, the discontinuation rate of contraception reaches 34%, with the highest being among pill users (46%), injectables (28%), and condoms (27%). At Pekayon Jaya Community Health Center, it was found that there are still many family planning (KB) users utilizing non-permanent methods, predominantly injectables with 564 Women of Reproductive Age (WRA) and pills with 196 WRA. For the permanent methods, there are 149 WRA using IUDs and 49 WRA using implants. The general objective of this research is to understand the factors influencing acceptors in choosing Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (MKJP) in the working area of Pekayon Jaya Community Health Center in Bekasi City. The research design used a cross-sectional approach. Sampling was done randomly or using simple random sampling. The total sample size in this study was 90 family planning acceptors. Statistical tests employed the chi-square test. The research results showed a relationship between knowledge (p-value = 0.003 and OR 4.16) and accessibility of family planning services (p-value = 0.012 and OR 3.26) with the usage of long-acting contraceptive methods in the working area of Pekayon Jaya Community Health Center.
S-11490
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reva Mulyati; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Anwar Hassan, Dami
Abstrak:
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang adalah kontrasepsi yang efektif dan efisienuntuk tujuan pemakaian menjarangkan kelahiran atau mengakhiri kehamilan pada pasanganyang sudah tidak ingin tambah anak lagi. Secara nasional, cara KB yang paling banyakdigunakan adalah suntikan sebesar 34,4%, pil sebesar 13,9%, IUD/AKDR (4,3%), implant(3,5%), sterilisasi wanita (2,3%), dan kondom (0,7%), dan lain-lain. Penggunaan metodekontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara padaTahun 2015 sebesar 34,1% menurun menjadi 21,8% pada tahun 2016. Dalam RPJMN 2010-2014 salah satu strategi dari pelaksanaan program KB adalah meningkatnya penggunaanmetode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD, implan dan sterilisasi.Tujuanpenelitian ini untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan denganpenggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada WUS di Puskesmas KelurahanCipinang Besar Utara Tahun 2017. Desain penelitian menggunakan cross sectional.Pengambilan sampel dilakukan secara acak atau simple random sampling. Jumlah sampelyang digunakan adalah 110 responden.Uji statistik menggunakan chi square test. Hasilpenelitian didapatkan ada hubungan antara umur ibu (p =0,019dan OR 3,1 ), pengetahuan ibu(p=0,043dan OR 2,5), kelengkapan pelayanan KB (p =0,033dan OR 2,8), jarak ke tempatpelayanan KB (p =0,007dan OR 0,3), dukungan teman sebaya (p =0,002dan OR 0,2) denganpenggunaan MKJP.
Kata kunci : Kontrasepsi; Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP); Wanita Usia Subur.
Long Term Contraceptive Methods (MKJP) are effective and efficient contraceptionfor the purpose of using birth or termination of pregnancy in couples who do not wish to addmore children. Nationally, the most widely used family planning methods were injections of34.4%, pill 13.9%, iud / akdr (4.3%), implants (3.5%), female sterilization (2.3%) , Andcondoms (0.7%), and others. The use of long-term contraceptive method (MKJP) at theCipinang Besar Utara Public Health Center by 2015 by 34.1% decreased to 21.8% in 2016. Inthe RPJMN 2010-2014 one of the strategies of the implementation of family planningprogram is the increasing use of the term contraceptive method Length (MKJP) such as IUD,implant and sterilization. The purpose of this study is to obtain information about factorsrelated to long-term use of contraceptive method (MKJP) in WUS at Cipinang Besar UtaraPublic Health Center in 2017. The study design was cross-sectional. Sampling is donerandomly or simple random sampling. The number of samples used is 110 respondents. Teststatistic using chi square test. The results of the study showed that there was a relationshipbetween maternal age (p = 0.019 and OR 3.1), maternal knowledge (p = 0.043 and OR 2.5),completeness of family planning services (p = 0.033 and OR 2.8) KB (p = 0,007 and OR 0,3),peer support (p = 0,002 and OR 0,2) with the use of MKJP.
Keywords: Contraception; Long Term Contraceptive Method; Women Of Childbearing Age.
Read More
Kata kunci : Kontrasepsi; Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP); Wanita Usia Subur.
Long Term Contraceptive Methods (MKJP) are effective and efficient contraceptionfor the purpose of using birth or termination of pregnancy in couples who do not wish to addmore children. Nationally, the most widely used family planning methods were injections of34.4%, pill 13.9%, iud / akdr (4.3%), implants (3.5%), female sterilization (2.3%) , Andcondoms (0.7%), and others. The use of long-term contraceptive method (MKJP) at theCipinang Besar Utara Public Health Center by 2015 by 34.1% decreased to 21.8% in 2016. Inthe RPJMN 2010-2014 one of the strategies of the implementation of family planningprogram is the increasing use of the term contraceptive method Length (MKJP) such as IUD,implant and sterilization. The purpose of this study is to obtain information about factorsrelated to long-term use of contraceptive method (MKJP) in WUS at Cipinang Besar UtaraPublic Health Center in 2017. The study design was cross-sectional. Sampling is donerandomly or simple random sampling. The number of samples used is 110 respondents. Teststatistic using chi square test. The results of the study showed that there was a relationshipbetween maternal age (p = 0.019 and OR 3.1), maternal knowledge (p = 0.043 and OR 2.5),completeness of family planning services (p = 0.033 and OR 2.8) KB (p = 0,007 and OR 0,3),peer support (p = 0,002 and OR 0,2) with the use of MKJP.
Keywords: Contraception; Long Term Contraceptive Method; Women Of Childbearing Age.
S-9411
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alfiah Rahma; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Sabarinah, Maria Gayatri ; Dini Dachlia
Abstrak:
Read More
Indonesia terus mengalami perkembangan yang dinamis. Indonesia merupakan negara ke 4 penduduk terbanyak di dunia yaitu 275 juta jiwa. Keluarga Berencana adalah upaya pengendalian jumlah anak yang dilahirkan, jarak dan umur lahir yang ideal. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode yang dinilai paling efektif mencegah kehamilan. Angka penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 13,4%. Provinsi Banten memiliki tingkat kesertaan MKJP terendah sebesar 7,4% diikuti oleh provinsi Aceh 7,7%. Beberapa provinsi juga mengalami penurunan penggunaan MKJP, seperti provinsi riau pada tahun 2017 8,3% sedangkan tahun 2012 sebesar 8,5%, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017 18,6% pada tahun 2012 21,1%. Media informasi kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran akan suatu penyebab atau topik dengan menyebarkan data dan informasi yang relevan kepada khalayak luas. Penggunaan internet di rumah mencapai 78,18% pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan akses media informasi dengan penggunaan metode kontraseosi jangka panjangpada wanita usia subur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel wanita usia subur berstatus kawin dan menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang yang terpilih menjadi responden dalam SDKI tahun 2017 serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 18.263 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara akses media informasi dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (p value <0,001). Wanita usia subur yang akses media informasi sebanyak 3.188 responden (25,5%) memiliki kemungkinan untuk menggunakan MKJP 1,2 kali (95% CI: 1,1-1,8) lebih tinggi dibandingkan dengan wanita usia subur yang tidak akses media informasi.
Indonesia continues to experience dynamic development. Indonesia is the 4th most populous country in the world, namely 275 million people. Family planning is an effort to control the number of children born, spacing and ideal birth ages. The Long Term Contraceptive Method (MKJP) is the method that is considered the most effective in preventing pregnancy. The rate of use of long-term contraceptive methods (MKJP) in Indonesia in 2017 was 13.4%. Banten province has the lowest MKJP participation rate at 7.4% followed by Aceh province at 7.7%. Several provinces also experienced a decrease in the use of MKJP, such as Riau Province in 2017 8.3% while in 2012 it was 8.5%, Yogyakarta Special Region Province in 2017 18.6% and in 2012 21.1%. Health information media is to increase awareness of a cause or topic by disseminating relevant data and information to a wide audience. Internet use at home reached 78.18% in 2020. The aim of this research was to determine the relationship between access to information media and the use of long-term contraception methods among women of childbearing age in Indonesia. This study used a cross-sectional design with a sample of women of reproductive age who were married and used long-term contraceptive methods who were selected as respondents in the 2017 IDHS and met the inclusion and exclusion criteria of 18,263 respondents. The research results show that there is a relationship between access to information media and the use of long-term contraceptive methods (p value <0.001). Women of childbearing age who had access to information media as many as 3,188 respondents (25.5%) were 1.2 times more likely to use MKJP (95% CI: 1.1-1.8) compared to women of childbearing age who did not have access to information media.
T-7131
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diny Nahrudiani; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Evi Martha, Popy Yuniar, Eriati
Abstrak:
Read More
Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu metode kontrasepsi yang di tujukan untuk mengatur kelahiran dan menekan laju pertambahan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita usia subur (WUS) di Indonesia. Studi ini menggunakan data sekunder SDKI 2017 dan dianalisis dengan univariat, bivariat, dan multivariate korelasi logistik ganda untuk mengeksplorasi karakteristik umur, pendidikan dan tempat tinggal responden. Alasan tidak menggunakan kontrasepsi dari jarak, biaya dan larangan suami dalam kaitannya dengan penggunaan MKJP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karestistik responden: Sebagian besar WUS yang berusia ≥ 30 tahun (67,7%), memiliki pendidikan rendah (59,1%), dan tinggal di kota (50,9%). Alasan jarak mayoritas WUS (80,2%) tidak memiliki masalah dalam jarak akses terhadap layanan kontrsepsi, tidak ada masalah dalam hal pembiayaan MKJP 99,5%, dan 97,3% tidak mendapat larangan dari suami dalam penggunaan MKJP/. Analisis model regresi logistik ganda mengungkapkan bahwa perilaku penggunaan MKJP dipengaruhi oleh umur, pendidikan, tempat tinggal, jarak, biaya dan larangan suami. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan perilaku penggunaan MKJP pada WUS di Indonesia, yang dapat membantu dalam pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan penggunaan MKJP di kalangan wanita usia subur di Indonesia.
The long-term contraceptive method is one of the contraceptive methods that is intended to regulate births and reduce the rate of population growth. This study aims to identify the reasons for not using contraception and its relationship with the use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) in women of childbearing age (WUS) in Indonesia. This study used SDKI 2017 secondary data and was analyzed with univariate, bivariate, and multivariate multiple logistic correlations to determine the explore the characteristics of the respondents' age, education and place of residence. The reasons for not using contraception are distance, cost and prohibition of husbands in relation to the use of MKJP. The results showed that the respondents were charismatic: Most WUS were ≥ 30 years old (67.7%), had low education (59.1%), and lived in the city (50.9%). Distance reason: The majority of WUS (80.2%) have no problems in access distance to the contract service no problems in terms of MKJP financing is 99.5%, and 97.3% do not get a ban from the husband in using MKJP/. The analysis of the multiple logistic regression model revealed that the behavior of using MKJP was influenced by age, education, place of residence, distance, cost and husband prohibition. This study provides in-depth insights into the reasons for not using contraceptives and their relationship with the behavior of using MKJP in WUS in Indonesia, which can help in the development of more effective interventions for to increase the use of MKJP among women of childbearing age in Indonesia.
T-7061
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Safitri; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Flourisa Juliaan Sudradjat
S-8073
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nenda Wulandari Nurzakiah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Dadan Erwandi, Rahmadewi, Jusuf Kristianto
Abstrak:
Tesis ini membahas hubungan pemeriksaan kesehatan masa nifas dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dikontrol dengan variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, daerah tempat tinggal, jumlah anak ideal, pengambilan keputusan dan keterpaparan informasi pada wanita usia subur di Indonesia dengan menganalisis data sekunder SDKI tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan hasil analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian yaitu sebagian besar responden menggunakan KB jenis Non-MKJP yaitu sebesar 78,0%; responden paling banyak melakukan pemeriksaan kesehatan masa nifas pada periode late postpartum; terdapat perbedaan risiko dari variabel usia, keputusan penggunaan KB, status pekerjaan, tingkat pendidikan dan keterpaparan informasi dengan penggunaan jenis KB; tidak terdapat perbedaan risiko dari variabel status ekonomi dan jumlah anak ideal dengan penggunaan jenis KB; pemeriksaan kesehatan masa nifas tidak mempunyai pengaruh terhadap penggunaan jenis KB (nilai-p >0,05). Peningkatan konseling kontrasepsi secara individu sejak awal perlu dilakukan terutama pada masa perencanaan kehamilan hingga masa nifas agar meningkatnya penggunaan MKJP khususnya KB pascasalin sehingga berkurangnya unmetneed dan angka kejadian kehamilan tidak diinginkan
Read More
T-6431
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Dwiyanti; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Luknis Sabri, Sarjono,
S-5975
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Reni Nirmasari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi
Abstrak:
Read More
Kontrasepsi MKJP memiliki efektivitas dan efisiensi yang tinggi terhadap pencegahan kehamilan. Tingkat putus pakai MKJP yang rendah dapat mencegah dari kehamilan yang tidak diinginkan.. Di Indonesia, cakupan MKJP masih rendah yaitu 14% dibandingkan non MKJP 44%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan penggunaan MKJP pada wanita PUS (15-49 tahun) di Indonesia berdasarkan Data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari hasil survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2017. Sampel yang digunakan merupakan total sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang berjumlah 11.545 responden. Analisis data SDKI 2017 dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil analisis antara veriabel independen dengan dependen diuji secara chi square. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa wanita yang berumur >30 tahun memiliki kecenderungan untuk menggunakan MKJP 1,41 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita PUS berumur2 orang memiliki kecenderungan 1,34 kali lebih tinggi dibandingkan yang memiliki anak
MKJP contraception has high effectiveness and efficiency in preventing pregnancy. A low MKJP dropout rate can prevent unwanted pregnancies. The purpose of this study was to determine the factors that influence the use of MKJP in women of childbearing age (15-49 years) in Indonesia based on the 2017 IDHS data. This study used a quantitative method with a cross-sectional design using secondary data from the results of a health demographic survey. Indonesia in 2017. The sample used is a total sample based on inclusion and exclusion criteria, totaling 11,545 respondents. The 2017 IDHS data analysis was carried out in December 2022. The results of the analysis between the independent and dependent variables were tested by chi-square. Based on the results of the analysis, it was found that women aged >30 years tended to use MKJP 1.41 times higher than women of PUS aged
S-11209
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khairunisa Cikal Adilah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Yovsyah, Dewi Safitri
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan kehamilan berisiko. Wanita usia subur pascapersalinan sectio caesarea merupakan kelompok yang memerlukan pengaturan jarak kehamilan yang optimal, namun pemanfaatan MKJP pada kelompok ini masih belum optimal di Indonesia dan berkaitan dengan perbedaan faktor sosiodemografi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi yang bersalin Sectio Caesarea dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Hasil: Proporsi penggunaan MKJP pada wanita usia subur yang melahirkan melalui sectio caesarea sebesar 51,3%. Hasil uji bivariat menunjukan terdapat hubungan signifikan (p<0,001) pada usia reproduksi berisiko (OR=2,45; 95% CI: 2,27–2,65), tingkat pendidikan (OR=0,59; 95% CI: 0,53–0,65), pekerjaan (OR=1,39; 95% CI: 1,29–1,49), paritas (OR=2,60; 95% CI: 2,37–2,85), tempat tinggal (OR=0,83; 95% CI: 0,77–0,89), kepemilikan jaminan kesehatan (OR=0,75; 95% CI: 0,67–0,84) dengan penggunaan MKJP. Kesimpulan: Faktor sosiodemografi wanita usia 15-49 tahun yang bersalinan sectio caesarea berhubungan signifikan secara statistik dengan penggunaan MKJP di Indonesia, di mana wanita usia subur yang melahirkan melalui Sectio Caesarea memiliki peluang lebih besar untuk menggunakan MKJP.
Background: The use of long-term contraception methods is an important strategy in preventing risky pregnancies. Women of childbearing age who have undergone cesarean section are a group that requires optimal spacing between pregnancies, but the use of long-term contraception methods in this group is still not optimal in Indonesia and is related to differences in sociodemographic factors. Objective: To determine the relationship between sociodemographic factors of women who gave birth via cesarean section and the use of long-acting contraceptive methods in Indonesia. Methods: This study is a quantitative cross-sectional study using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Results: The proportion of LCM use among women of reproductive age who gave birth via cesarean section was 51.3%. Bivariate analysis showed a significant association (p<0.001) with reproductive age at risk (OR=2.45; 95% CI: 2.27–2.65), education level (OR=0.59; 95% CI: 0.53–0.65), occupation (OR=1.39; 95% CI: 1.29–1.49), parity (OR=2.60; 95% CI: 2.37–2.85), place of residence (OR=0.83; 95% CI: 0.77–0.89), and health insurance coverage (OR=0.75; 95% CI: 0.67–0.84) with the use of long-term contraceptive methods. Conclusion: Sociodemographic factors of women aged 15-49 years who gave birth by cesarean section were statistically significantly associated with the use of long-acting reversible contraception in Indonesia, where women of childbearing age who gave birth by cesarean section were more likely to use long-acting contraceptive methods.
S-12178
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
