Ditemukan 32727 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Kecelakaan penggunaan alat transportasi laut yang bervariasi, serta penggunaan boat pancung sebagai satu-satunya alat transportasi Belakang Padang-Batam menjadi latar belakang penelitian ini, tujuannya ingin melihat bagaimana persepsi penumpang boat pancung terhadap penggunaan Life Jacket, meliputi persepsi penumpang terhadap kemungkinan mengalami tenggelam, dampak yang dapat ditimbulkan oleh tenggelam serta manfaat penggunaan life jacket. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada penumpang boat pancung yang terpilih menjadi sampel. Dari 67 responden sebanyak 53 responden (79,1%) memiliki persepsi negatif terhadap kemungkinan mengalami tenggelam, 52 responden (77,6%) memiliki persepsi negatif terhadap dampak fatal akibat tenggelam,sementara sebanyak 41 responden (61,2%) memiliki persepsi negatif terhadap manfaat life jacket, kesadaran responden terhadap pentingnya life jacket kurang. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan jarak tempuh yang dekat, responden memiliki kemampuan berenang, responden belum benar-benar merasakan manfaat life jacket, life jacket tidak tersedia, kalaupun ada tidak mencukupi jumlah semua penumpang, design life jacket yang berat dan membuat tidak nyaman saat mengenakannya, serta life jacket yang tidak terawat. Promosi, sosialisasi serta advokasi manfaat penggunaan life jacket dapat dilakukan oleh semua orang, contohnya pemegang program UKK (Unit Kesehatan Kerja) PUSKESMAS, PPMS, Organisasi Masyarakat, pihak Kecamatan dan Dinas Perhubungan.
ABSTRACT Accidents use varied marine transportation, and use of boat strike as the only means of transportation from Batam to Belakang Padang its background of the study, the objective would like to see how the passenger boat perception against the usage of the Life Jacket, including passenger perception of the possibility of having drowned, the impact caused by drowning and benefits of the use of life jackets. This research is a descriptive analytic, data collection is done by distributing questionnaires for passenger boat was elected to the sample. Of the 67 respondents, 53 respondents (79.1%) had a negative perception of the possibility of having drowned, 52 respondents (77.6%) had negative perceptions of the impact caused fatal sinking, while as many as 41 respondents (61.2%) had a negative perception the benefits of life jackets, less respondent awareness of the importance of life jackets. caused by the belief that short travel distance, the respondent has ability to swim, respondent not considering the benefits of life jackets, less availability of the life jackets for all passengers, the life jackets design are heavy and uncomfortable for the passengers , as well as life jackets are not fully maintained. Promotion, dissemination and advocacy of the benefits of the use of life jackets can be done by everyone, for example holder UKK program (Health Unit) Public Health, PPMS, Civil Society Organizations, the District and the Department of Transportation.
Fumigasi adalah suatu kegiatan memasukkan/melepaskan pestisida (fumigan) kedalam ruangan tertutup/kedap udara selama waktu tertentu dengan tujuan untuk membasmi tikus dan serangga sebagai vektor penyebab penyakit menular. Pekerjaan fumigasi merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam program pemberantasan vektor dikapal dan pesawat dengan menggunakan fumigant methyl bromide. Dari revew 542 literatur (Budnik et al., Environmental Health 2012), termasuk in vitro dan studi epidemiologi pajanan untuk studi epidemiologi pestisida methyl hidrokarbon, terutama efek beracun (kronik) atau karsinogenik dari penggunaan methyl bromide antara tahun 1990-2011, ditemukan 91 kasus toksisitas methyl bromide dan 29 menggunakan istilah ?karsinogenik, neoplastik atau mutagenik".
Tiga studi epidemiologi dievaluasi, menilai suatu kemungkinan hubungan antara kanker dan methyl bromide. Methyl bromide dianggap sebagai bahan karsinogen potensial di dasarkan pada penelitian terhadap hewan yang telah menunjukkan potensi karsinogenik dari senyawa ini (J. Donald Millar, M.D., D.T.P.H., NIOSH, 2003). Penelitian Saragih (2009), aktivasi kolinesterase darah pada petugas fumigasi kapal pada 66 responden, sebanyak 25,8% yang mempunyai tingkat aktivasi kolinesterase darah yang termasuk dalam kategori keracunan dan 74,2% mempunyai tingkat aktivasi kolinesterse darah. Data Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Pinang, 2012, didapat dua orang kasus terpajan methyl bromide dengan kerusakan kulit berat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat resiko terpajan methyl bromide pada pekerja fumigasi kapal di wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam dan Tanjung Pinang, tahun 2013. Analisis resiko dilakukan secara semi-kuantitatif berdasarkan Australian Standar/New Zealand Standar 4360 Risk Management yang terdiri dari nilai kemungkinan (Likehood), nilai dampak (consequence) sehingga diperoleh tingkat resiko (Level Of Risk) dengan cara analisa matrik W.T Fine. Dari hasil analisa matrik terhadap dua metode fumigasi tersebut ditentukanlah suatu prosedur atau kontrol dalam mencegah atau menanggulangi resiko bahaya fumigasi kapal.
Fumigation is an activity insert/release pesticide (fumigant) into a closed room/airtight during a certain time in order to eradicate rodents and insects as vectors of disease-causing infectious. Fumigation on ships and aircrafts has been programmed by government to eradicate vectors such as rodents and insects used the fumigants i.e. methyl bromide. Based on 542 of review literatures (Budnik et al, Environmental Health, 2012), including in vitro and epidemiological studies of pesticide exposure for epidemiological studies methyl hydrocarbon, especially toxic effects (chronic) at or carcinogenic methyl bromide of use between the years 1990 - 2011, found 91 cases of toxicity methyl bromide and 29 used in term ?carcinogenic, neoplastic or mutagenic?.
Then, three epidemiological studies evaluated, assessing a possible link between cancer and methyl bromide. Methyl bromide considered as a potential carcinogen based on animal studies that have demonstrated the carcinogenic potential of this compound. (J. Donald Millar, MD, DTPH, NIOSH, 2003). Saragih (2009) studied activation of blood cholinesterase ship fumigation officer on 66 respondents, 25.8% have blood cholinesterase levels of activation were included in the category of poisoning and the remaining 74.2% have an activation of blood cholinesterase. According the data in Tanjung Pinang Port Health Office, 2012, acquired two cases of methyl bromide exposed to severe skin damage.
In this dissertation aims to analyze the level of risk in workers exposed to methyl bromide fumigation of ships in the Port Health Office of Batam and Tanjung Pinang, in 2013. Risk analysis performed semi-quantitatively based on Australian Standard/New Zealand Standard 4360 Risk Management consisting of the value of probability (likelihood), the value of impact (consequence) in order to obtain the level of risk analysis by matrix WT Fine. Based on the analysis of the matrix for two methods of fumigation were revealed a procedure or control in preventing or overcoming hazards ship fumigation.
Postur janggal saat bekerja dapat menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada wawancara awal di departemen produksi didapatkan hampir semua pekerja mengeluh pegal dan nyeri pada anggota tubuhnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan postur kerja dan keluhan MSDs pada pekerja konveksi di departemen produksi PT. Z Batam. Penelitian ini mengunakan desain cross sectional dan metode penilaian untuk postur tubuh pekerja dengan REBA (rapid entire body assessment). Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko MSDs pada tingkat menengah yang artinya perlu investigasi lebih lanjut dan perubahan. Dan 84 persen pekerja mengeluh mengalami keluhan MSDs yang dinilai dengan nordic body map. Penulis menyarankan agar desain kerja lebih diperhatikan dan disesuaikan dengan pekerja, memberikan pemahaman melalui pelatihan kerja tentang risiko ergonomi dan tata-tata cara bekerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi, Pekerja sebaiknya melakukan peregangan otot agar otot bisa berelaksasi.
Awkward postures while working can cause complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Almost all of the workers interviewed, at the production department convection complained of stiffness and pain in the limbs. The purpose of this study is to explain the working postures and MSDs, affecting workers at the production section of PT Z Batam. This study uses crosssectional design and posture assessment for workers, using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. The finding showed that the risk of MSDs occurred at the secondary level, which means the need for further investigation and changes to be made. And 84 percent of the workers who complained of pains related to MSDs were assessed with nordic body map. The author suggested that more attention and design work are tailored to the workers, through job training an understanding of risk governance ergonomics and work procedures in accordance with the principles of ergonomics.Workers should also perform muscle stretching in order to recharge.
Pelaut, khususnya mereka yang berada dalam peran menuntut seperti awak kapal tugboat, menghadapi tekanan yang dapat memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Meskipun peran krusial mereka dalam perdagangan global, kesejahteraan psikologis para profesional ini seringkali kurang tergarap. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor risiko depresi, kecemasan, serta stres kerja pada 36 awak kapal tugboat di PT. X pada tahun 2024. Seluruh partisipan menunjukkan indikasi gejala moderat hingga parah pada ketiga indikator psikologis tersebut. Mayoritas awak kapal (berusia 30 tahun dan sudah menikah) melaporkan bahwa pengaruh keluarga berkontribusi positif terhadap rasa aman dan kepuasan. Namun, proporsi yang signifikan juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai rendahnya umpan balik dan komitmen di lingkungan kerja mereka. Meskipun keamanan kapal secara umum dianggap memadai dan tekanan kerja dinilai seimbang, sebagian besar responden telah bekerja lebih dari lima tahun. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengaruh keluarga dan tekanan kerja dengan depresi. Lebih lanjut, pengaruh keluarga, tekanan kerja, dan keamanan kapal secara kolektif berkontribusi terhadap stres dan kecemasan. Temuan ini menggarisbawahi peran krusial dukungan keluarga, dampak tuntutan tempat kerja, dan persepsi keamanan dalam membentuk kesejahteraan mental para pelaut. Studi ini menyoroti tantangan kesehatan mental dalam kelompok pekerjaan yang rentan ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan keselamatan operasional mereka secara keseluruhan.
Kata Kunci: Kesehatan Mental Pelaut, Stres Kerja, Awak Kapal Tugboat, Faktor Risiko
Seafarers, particularly those in demanding roles like tugboat crews, face unique stressors that can significantly impact their mental health. Despite their critical role in global trade, the psychological well-being of these professionals often remains understudied. This study investigated the risk factors of depression, anxiety, and work-related stress among 36 tugboat crew members at PT. X in 2024. All participants exhibited moderate to severe symptoms across all three psychological indicators. The majority of the crew (aged 30, married) reported that family influence positively contributed to feelings of security and satisfaction. However, a notable proportion also expressed concerns regarding low feedback and commitment within their work environment. While ship safety was generally perceived as adequate, and work pressure was considered balanced, a substantial number of respondents had worked for over five years. Statistical analysis revealed a significant association between family influence and work pressure with depression. Furthermore, family influence, work pressure, and ship safety collectively contributed to both stress and anxiety. These findings underscore the critical role of familial support, the impact of workplace demands, and perceived safety in shaping the mental well-being of seafarers. The study highlights mitigating mental health challenges in this vulnerable occupational group, thus improving their overall quality of life and operational safety. Keywords: Seafarer Mental Health, Occupational Stress, Tugboat Crew, Risk Factors
Kata Kunci : Persepsi, Bahaya Psikososial.
