Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 43231 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dina Fitriana Haque; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Trini Sudiarti, Ruri Harini
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan antara faktor pelayanan kesehatan dan faktorlainnya dengan kepatuhan diet DM pada anggota Persadia penyandang DiabetesMelitus (DM) tipe 2 di wilayah Depok Tahun 2013. Penelitian ini dilakukanberdasarkan kenyataan tingkat pengontrolan penyandang DM di daerah Depokyang masih tergolong buruk sehingga kepatuhan menjalankan diet sebagai salahsatu cara penanganan diabetes perlu diteliti. Penelitian ini menggunakan disaincross sectional dengan melibatkan 90 anggota Persadia penyandang DM tipe 2 diwilayah depok yang didapat dengan purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dengan kuesioner, form food recall 24 jam dankuesioner daftar makananan yang tidak dianjurkan serta pengukuranantropometri. Kunjungan konsultasi gizi merupakan satu-satunya variabel yangmemiliki hubungan dengan kepatuhan menjalankan diet DM. Responden yangmemilliki kunjungan konsultasi gizi teratur memiliki peluang 4,534 kali lebihpatuh mengikuti rekomendasi diet dibandingkan responden dengan kunjungankonsultasi gizi tidak teratur. Disarankan adanya peran aktif penyandang DM tipe2, keluarga, Persadia Cabang Depok, Puskesmas maupun Rumah Sakit untukmembantu meningkatkan jumlah kunjungan gizi yang dilakukan oleh penyandangDM, baik itu dengan memberikan dukungan maupun menyelenggarakan kegiatanbersifat edukatif dan aplikatif untuk meningkatkan motivasi dan efikasi diripenyandang DM untuk menjalankan anjuran diet.
Kata Kunci: diabetes melitus, karakteristik individu, kepatuhan diet, pelayanankesehatan, psikososial
The study discussed about association health services factor and other factorswith dietary adherence in the Type 2 Diabetes Member of Persadia Depok in2013. This study was conducted based on the fact that the level of glycemiccontrol at diabetitian in Depok is still quite poor so that dietary adherence as away of managing diabetes need to be investigated. This study was using a crosssectional design that involving 90 respondents which is obtained by purposivesampling. Data were collected through interview referring questionnaire, a foodrecall 24 hours, list of non-recommended food questionnaire, and antropometricmeasurements. Nutritional counseling was the only one variabel that related todietary adherence. Respondents who has a regular nutritional counseling are 4,534times more likely to follow diet reccomendations than respondents with irregularindividual nutrition counseling. Therefore, it suggested the Type 2 DiabetesMember of Persadia Depok, Family, Persadia Organization, Public Health Centerand Hospital contribute to help increasing the number of times patient receiveddiabetes nutrition counseling, either to provide support or hold educational andapplicable activities to improve personal motivation and self efficacy in Type 2Diabetes Member of Persadia Depok to follow dietary reccomendations.
Keywords: diabetes mellitus, individual characteristics, dietary adherence, healthservices, psychosocia
Read More
S-7766
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shirleen Gabriele Havelaar; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Susianto, Sandra Fikawati
Abstrak: Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu 4,7% pada tahun 1980 menjadi 8,5% pada tahun 2014 dan mulai berkembang pada semua kalangan. Diabetes mellitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi, kehilangan penglihatan dan kerusakan saraf. Berdasarkan beberapa penelitian, diet vegetarian dapat menjadi salah satu cara penanggulangan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diet vegetarian (termasuk vegan, lacto/ovo dan lacto-ovo) serta beberapa faktor lainnya dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2017 di sepuluh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh wilayah 16 Jakarta. Teknik pemilhan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan FFQ. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16.3% responden terkena DM tipe 2. Prevalensi DM tipe 2 pada responden non vegetarian adalah 2.6 kali lebih besar dibandingkan dengan vegan dan vegetarian lacto-ovo. Kata kunci : Diabetes mellitus tipe 2, pola diet vegetarian, gereja masehi advent hari ketujuh Prevalence of type 2 diabetes (T2DM) is on the rise which is 4,7% on 1980 became 8,5% on 2014 and this disease increasing everywhere. T2DM may cause such complications as heart attack, stroke, kidney failure, amputation, vision loss and nerve damage. Based on some research, vegetarian diet could be one way to prevent T2DM. The purpose of this research was to determine the correlation of vegetarian diet (include vegan, lacto/ovo and lacto ovo) and also other factors with the occurrence of T2DM among Jakarta Seventh Day Adventist (SDA) Church member. This research used cross-sectional study which was held between May- June 2014 in 10 SDA churches of region 16 Jakarta. The sampling method of this reseach is consecutive sampling. Datas was collected with questionnaire and FFQ. The results showed that 16.3% of the respondents suffered from T2DM. Prevalences of T2DM among non-vegetarians was 2,6 greater than vegetarians. Keywords : Type 2 Diabetes, Vegetarian Diet, Seventh Day Adventis Church
Read More
S-9433
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Youvita Indamaika Simbolon; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Ari Wijayanti
Abstrak: Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi- quantitative food frequency questionnaire (SFFQ). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial

The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
Read More
T-5499
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasashi I. Evelyn; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dwiretno Yuliarti
S-8008
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Suci Lestari; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni, Albertinus Setiawan
S-7072
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Astheria; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Yunita
S-7930
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diannisa Damar Rahmahani; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Mury Kuswari
Abstrak: Kualitas hidup terkait kesehatan merupakan suatu gambaran umum yang dapat memberikan penilaian terhadap performa seseorang dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Penilaian terhadap kualitas hidup terkait kesehatan dianggap sangat penting untuk dilakukan karena berkaitan dengan berbagai faktor di dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesehatan, efisiensi, produktifitas, kepuasan, keterlibatan dalam kinerja, motivasi, dan kesejahteraan di dalam menjalankan aktivitas sehari-hari karena adanya pengaruh dari faktor kesehatan fisik dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keeratan hubungan di antara kualitas hidup dengan berbagai faktor gaya hidup pada anggota Komunitas lari di Kota Depok. Desain studi pada penelitian ini adalah cross sectional dengan variabel dependen yaitu kualitas hidup terkait kesehatan dan variabel independen yaitu tingkat kebugaran kardiorespiratori, jenis kelamin, usia, riwayat penyakit kronik, kualitas diet, IMT, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan kualitas tidur. Penelitian ini dilakukan kepada 125 anggota aktif dari lima Komunitas lari yang ada di Kota Depok. Nilai kualitas hidup terkait kesehatan diukur dengan menggunakan kuesioner SF 36 V2 Quality of Life. Hasil terhadap penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit kronik pada aspek kesehatan fisik dan kualitas tidur pada aspek kesehatan fisik (r = 0,593), kesehatan mental (r = 0,615) , dan kualitas hidup (r = 0,710) dengan kualitas hidup terkait kesehatan. Kata Kunci : Kualitas Hidup terkait Kesehatan, kebugaran kardiorespiratori, riwayat penyakit kronik, kualitas tidur Health-related quality of life is a general description that can provide an assessment of a person's performance in carrying out their daily lives. Assessment of quality of life related to health is considered very important because it is related to various factors in daily life, such as health, efficiency, productivity, satisfaction, involvement in performance, motivation, and welfare in carrying out daily activities due to the influence of physical health factors and mental health. This study aims to look at the close relationship between quality of life with various lifestyle factors in running community members in the city of Depok. The study design in this study was cross sectional with the dependent variable namely health related quality of life and independent variables namely cardiorespiratory fitness level, gender, age, history of chronic illness, diet quality, BMI, physical activity level, smoking habits, and sleep quality. This research was conducted on 125 active members from five running communities in the city of Depok. Health-related quality of life values were measured using the SF 36 V2 Quality of Life questionnaire. The results of this study indicate that there is a significant relationship between the history of chronic illness in physical health aspects and sleep quality in physical health aspects (r = 0.593), mental health (r = 0.615), and quality of life (r = 0.710) with health related quality of life. Keywords: Health-related Quality of Life, cardiorespiratory fitness, history of chronic disease, quality of sleep.
Read More
S-10270
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shafira Az-Zahrani Khumairoh; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Fajrinayanti
Abstrak:
Karakteristik diet modern erat kaitannya dengan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), seperti makanan ringan kemasan, makanan cepat saji, serta minuman berpemanis. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan konsumsi GGL berlebih sebesar 37,2%, sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat proporsi penduduk yang melampaui batas anjuran konsumsi GGL sebesar 33,8%. Asupan GGL yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular serta memicu kondisi pre-sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan diet digital, jenis kelamin, uang saku, emotional eating, pengaruh teman sebaya, pengaruh orang tua, paparan media sosial, aksesibilitas, dan persepsi harga dengan asupan gula, garam, dan lemak pada siswa SMAN 81 Jakarta tahun 2026. Penelitian menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan data primer yang dikumpulkan dari 143 responden siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,5% siswa memiliki asupan GGL kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan diet digital, pengaruh teman sebaya, dan paparan media sosial dengan asupan GGL, sedangkan emotional eating, pengaruh orang tua, aksesibilitas makanan, dan persepsi harga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan pembentukan peer educator, pemanfaatan media sosial sekolah sebagai sarana edukasi GGL, penyelenggaraan kampanye dan kompetisi digital, serta kerja sama dengan puskesmas setempat.

The characteristics of the modern diet are closely associated with the consumption of foods and beverages high in sugar, salt, and fat (SSF), such as packaged snacks, fast food, and sugar-sweetened beverages. The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) showed that excessive SSF consumption reached 37.2%, while the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) recorded that the proportion of the population exceeding the recommended SSF intake limit was 33.8%. Excessive SSF intake can increase the risk of non-communicable diseases (NCDs) and trigger a pre-metabolic syndrome condition. This study aimed to analyze the association of digital dietary health literacy, sex, pocket money, emotional eating, peer influence, parental influence, social media exposure, food accessibility, and price perception with sugar, salt, and fat intake among students of SMAN 81 Jakarta in 2026. This study employed a cross-sectional design using primary data collected from 143 student respondents in grades X and XI. The results showed that 54.5% of students had a high level of SSF intake. There were significant relationships between digital dietary health literacy, peer influence, and social media exposure and SSF intake, whereas emotional eating, parental influence, food accessibility, and price perception showed no significant relationship. Based on these findings, it is recommended to establish peer educators, utilize the school's social media as a means of SSF education, organize digital campaigns and competitions, and collaborate with the local community health center (puskesmas).
Read More
S-12359
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aleydia Tridita Putri; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Eti Rohati
Abstrak:
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengkhawatirkan, masih banyak remaja di Indonesia yang belum menyadari kondisi defisiensi zat besi yang mereka alami. Kelurahan Jatimulya menjadi wilayah dengan prevalensi anemia tertinggi di kota Depok tahun 2023 yaitu sebesar 39%. Konsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin merupakan salah satu intervensi pencegahan anemia defisiensi zat besi yang efektif, namun belum seluruh remaja putri melaksanakannya sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, self-efficacy, dan faktor lainnya dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri usia 15 - 18 tahun di SMK Walisongo 2 Kota Depok tahun 2025. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode pengambilan sampel consecutive sampling yang melibatkan 103 responden dari kelas X dan XI. Data penelitian diambil dengan cara pengisian kuesioner langsung oleh responden. Data kemudian akan dianalisis secara univariat, dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah di SMK Walisongo 2 Kota Depok memiliki persentase sebesar 15,5%. Pada penelitian ini, variabel pengetahuan dan dukungan teman memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri dengan p – value 0,011 dan 0,011 (P<0,05). Diharapkan sekolah serta Dinas Kesehatan dapat meningkatkan edukasi serta pendampingan terkait program konsumsi TTD pada remaja putri di sekolah.

Anemia is a serious health concern, yet many adolescents in Indonesia remain unaware of their iron deficiency. The Jatimulya subdistrict has the highest prevalence of anemia in Depok in 2023, at 39%. Regular consumption of iron supplements is an effective preventive intervention for iron-deficiency anemia, but not all adolescent girls are following the recommended guidelines. This study aims to investigate the relationship between knowledge, self-efficacy, and other factors with compliance in consuming iron-rich tablets among adolescent girls aged 15–18 years at Walisongo 2 Vocational High School in Depok 2025. The study used a cross-sectional design with consecutive sampling, involving 103 respondents from grades X and XI. Data were collected through direct questionnaire completion by the respondents. The data were then analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results showed that the compliance rate for iron supplement consumption at Walisongo 2 Vocational High School in Depok was 15.5%. In this study, the variables of knowledge and peer support were significantly associated with compliance with TTD consumption among adolescent girls, with p-values of 0.011 and 0.011 (P<0.05). It is hoped that schools and the Health Department can enhance education and guidance related to the TTD consumption program for adolescent girls in schools.
Read More
S-11901
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iftita Rakhma Ikrima; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Rahmawati
Abstrak: Kalsium merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan kalsium berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, kebiasaan konsumsi softdrink, aktivitas fisik, jenis kelamin, pengetahuan tentang kalsium, uang saku, pendidikan ibu dan ayah serta konsumsi suplemen kalsium. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan pada 161 siswa SMA Negeri 2 Kota Depok selama bulan April 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner umum, kuesioner pengetahuan, kuesioner aktivitas fisik, dan asupan kalsium diukur dengan wawancara food recall 2x24 jam. Data dianalisis dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 69,6% memiliki asupan kalsium kurang dengan ratarata asupan kalsium 785,7 mg ± 295,82. Analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan asupan kalsium yang signifikan berdasarkan kebiasaan sarapan, kebiasaan konsumsi susu, dan jenis kelamin. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan pihak sekolah dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan kalsium, konsumsi susu, dan kebiasaan sarapan kepada siswanya.
Kata Kunci: asupan kalsium, jenis kelamin, kebiasaan sarapan, konsumsi susu
Read More
S-8642
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive