Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40943 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dinda Purnamasari; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang L. Achadi, Poppy Elvira Deviany
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan umur menarche dan faktor-faktor lainnya(asupan gizi, konsumsi minuman manis, dan aktivitas fisik) dengan kejadian overweight pada remaja perempuan (13-15 tahun). Metode yang digunakan adalah studi analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran, Jakarta Selatan pada bulan April2013 dengan jumlah responden sebanyak 107 siswi. Data umur menarche dan konsumsi minuman manis diperoleh melalui pengisian kuesioner mandiri, asupangizi diperoleh dari wawancara food recall 24 jam, dan aktivitas fisik diukurmenggunakan Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C). Ujistatistik yang digunakan pada penelitian adalah uji-T independen. Dari 107responden, sebanyak 38,3% mengalami overweight. Umur menarche dan asupan lemak memiliki hubungan yang bermakna secara signifikan dengan overweight (p< 0,05). Responden yang mengalami overweight memiliki rata-rata umurmenarche lebih muda (11,53 tahun) dan rata-rata asupan lemak lebih tinggi (66,15gram/hari). Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara asupan energi, karbohidrat, protein, serat, konsumsi minuman manis, dan aktivitasfisik dengan kejadian overweight.
Kata kunci:overweight, remaja perempuan, umur menarche, asupan lemak, konsumsi minuman manis.
The aim of this study was to determine the association between age atmenarche and the other determinants (dietary intake, sugary drinks consumption,and physical activity) with overweight in adolescent girls (13-15 years old). Thisstudy was a quantitative analytic research with cross-sectional design. The studywas held at Al-Azhar 4 Kemandoran Junior High School, South Jakarta in April2013, recruiting 107 female students as participants. Age at menarche and sugarydrinks consumption were reported through self-administered questionnaire,dietary intake was obtained using 24-hours food recall interview, and physicalactivity was measured using Physical Activity Questionnaire for Older Children(PAQ-C). Independent T-test was used to identify the association betweenindependent and dependent variables. Among 107 participants, 38,3% wereoverweight. Age at menarche and fat intake were significantly associated withoverweight (p< 0,005). The overweight participants had earlier age at menarche(11,53 years old) and higher fat intake (66,15 gram/day). Meanwhile, theassociation between energy, carbohydrate, protein, fiber intake, sugary drinksconsumption, and physical activity were found to be not significantly associatedwith overweight.
Keywords:overweight, adolescent girls, age at menarche, fat intake, sugary drinksconsumption.
Read More
S-7817
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Venna Rahmawati Fatimah; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ahmad Syafiq, Hartono
Abstrak: Gangguan perilaku makan yang didefinisikan sebagai perilaku makan yang tidak normal seperti praktik dari penggunaan obat pencahar, bingeing, membatasi asupan makan dan metode tidak memadai lainnya untuk menurunkan atau mengontrol berat badan dengan frekuensi terjadinya kurang dari yang dibutuhkan untuk memenuhi kriteria penuh untuk didiagnosis sebagai perilaku makan menyimpang menjadi semakin umum dilakukan oleh remaja SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan perilaku makan pada siswi di SMAI Al-Azhar 4 Kemang Pratama Kota Bekasi Tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan desain studi cross sectional. Responden (n=150) diminta untuk mengisi kuesioner terkait gangguan perilaku makan, citra tubuh, riwayat diet, rasa percaya diri, peran orang tua, pengaruh teman dan pengaruh tokoh di media massa. Selain itu, dilakukan juga pengukuran antropometri yang meliputi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk melihat Indeks Massa Tubuh (IMT) responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 32,7% responden mengalami gangguan perilaku makan. Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara citra tubuh, riwayat diet, pengaruh orang tua, pengaruh teman dan pengaruh tokoh di media massa terhadap gangguan perilaku makan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kewaspadaan terhadap gangguan perilaku makan. Kata kunci: citra tubuh, gangguan perilaku makan, riwayat diet, peran orang tua, pengaruh teman, pengaruh tokoh di media massa, remaja putri
Read More
S-9160
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bara Miradwiyana; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni Djokosujono, Pritasari, Marzuki Iskandar
Abstrak:
Masalah gizi Iebih pada masa sekarang ini sudah menjadi masalah global. Gizi Iebih terjadi tidak hanya di negara maju, tetapi juga sudah mulai terjadi pada negara-negara dunia ketiga khususnya didaerah perkotaan. Orang dewasa yang mengalami over-weigh! dipastikan sebagian besar mengalami overweight pada masa remaja. Masa remaja merupakan tahapan kritis terakhir untuk terjadinya kemungkinan overweight. Overweight yang terjadi pada masa remaja akan menimbulkan masalah penyakit degeneratif pada masa kehidupan selanjutnya. Untuk menentukan apakah seorang remaja mengalami overweight atau tidak dilakukan pengukuran dengan menggunakan lndeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Hubungan antara asupan kalsium dengan berat badan masih menjadi kontroversi. Beberapa penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan kejadian overweight. Diduga, orang yang mengkonsumsi kalsium dalam jumlah sama dengan atau Iebih dari yang dianjurkan akan dapat mencegahnya untuk menjadi overweight. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang status gizi pada siswa SLTP Al Azhar 12 Rawamangun Jakarta beserta asupan kalsiumnya dan faktor lain yang kemungkinan mempengaruhi IMT. Penelitian ini merupakan anaiisis data primer dengan pendekatan kuantitatif observasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Jumlah sampel 125 orang. Siswa pada penelitian ini diwakili oleh siswa kelas 7 dan 8. Pemilihan sampel dilakukan secara stratyied random sampling dari IO kelas yang ada. Variabel terikat adalah IMT dan variabel bebas adalah asupan kalsium, total energi. persen energi dari Karbohidral, protein dan lemak, lama menonton tv, kebiasan konsumsi fa.s'U’oocL soda, jenis kelamin, pendidikan orangtua, pendapatan orangtua dan suku. Hasil penelitian menunjukan rata- rata IMT siswa adalah 22.28 kg/m2 i 5.09. Proporsi siswa yang overweight sebesar 4l.6%. Rana- rata asupan kalsium adalah sebesar 396 mg, asupan energi 1972 kalori. Hasil analisis multivariat bahwa ada hubungan bermakna antara jenis keiamin, suku, persen energi dari karbohidrat dan persen energi dari Iemak. Variabel persen energi dari Iemak merupakan variabel yang paiing berpengaruh dengan IMT menurut umur. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada instansi kesehatan yang terkait umuk membuat program untuk mcncegah semakin banyaknya remaja yang mengalami gizi Iebih. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya mengadakan seminar tentang overweight dengan sasaran remaja. Untuk puskesmas, perlu kerja sama dengan sekolah dalam mengadakan penyuluhan yang berkesinambungan tentang masalah gizi. Untuk sekolah lebih memanfaatkan klinik yang ada disekolah dan melakukan pemantauan IMT pada awal dan akhir semester. Overweight has a global problem of public health in recent years. Overweight not only to occurred in industrial countries but now in developing countries too, especially in urban areal.

Overweight in adolescent is directly associated with being overweight in adulthood. Adolescence, represents a second critical period for the development of overweight. Overweight present in adolescence increase the risk of degenerative disease later in life. For adolescence, Body Mass Index (BMI)-for-age is used to screen for overweight, at risk of overweight, or underweight. The relation between calcium intake and body weight still remains controversial. Some studies have reported of significant association between calcium intake and overweight. Suggested, people who is consume recommended amounts or more of calcium intake can prevent to be overweight. The objective of this study was to findings status of nutrition, calcium intake and the others factor description which may be to influencing BMI in Al Azhar junior high school adolescence Rawamangun Jakana. This study was to form primer data analyze with observational quantitative approach. This study used cross-sectional design. Sample size was l25. Sample of this study was taken from students in both class of seven and class of eight with stratified random sampling from ten class offer there.. Dependent variable was BM] and independent variables were calcium intake, total energy, percent energy from carbohydrate, protein and fat, watching tv, fast-food consumption, soda consumption, sex, parents education degree, parents income and ethnic. Results showed that average ot`BMl-for-age was 22.28 kg/m2 nt: 5.09. Propose from o students were 4 I .6%. An average of calcium intake was 396 mg, mean of energy intake was |972 kkal. Results from multivariate showed that there was not significantly relationship between calcium intake and BMI-for-age. There was significant relation between sex, ethnic, percent energy from tat and carbohydrate. Dominant variables of this study which was to influence BM l was percent energy from fat. Based from results of study, suggested to health authority was made many program for decrease overweight of adolescence. To create seminar about overweight in adolescence example, was an activity which one to worked. For Puskesmas, collaborated with the school to create of information about problem nutrition through a routine was important. For the school, to maximized the clinic offer there and BMI monitoring on both the beginning and the end of semester.
Read More
T-2717
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Puti Oktaviany; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti
S-7820
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samsiyah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum perilaku makan ibu serta faktor lainnya, yaitu interaksi saat makan, variasi makanan anak, riwayat ASI eksklusif dan riwayat BBLR, serta hubungannya dengan perilaku picky eating pada anak usia pra-sekolah di sekolah Islam Al-Azhar 10 dan EvFiA Land School, di Kota Serang tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 151 sampel dengan rentang usia antara 2-6 tahun. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dan catatan makanan anak.
 
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35,1% siswa berperilaku picky eating. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat 38,4% ibu yang berperilaku picky eating. Uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan ada hubungan antara variabel perilaku makan ibu, interaksi saat makan dan variasi makanan anak dengan perilaku picky eating pada anak. Namun uji tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel ASI eksklusif dan riwayat BBLR dengan perilaku picky eating pada anak.
 
Penelitian ini menyarankan agar orang tua memberikan contoh perilaku makan yang baik kepada anak, meluangkan waktu makan bersama, menghindari perilaku memaksa atau merayu saat anak sulit makan, dan meningkatkan variasi makanan anak.
 

This research is aim to understand the description of mothers’ eating behavior and other factors, such as interaction during meals, children's food variety, history of exclusive breastfeeding and history of low birth weight, as well as the relation with picky eating behaviors of preschooler children at Al-Azhar 10 Islamic School and EvFiA Land School in Serang, 2013. This research was quantitative with cross-sectional design. The number of samples in this study was 151 with ages ranging between 2-6 years of age. This study was conducted on April-May use questionnaire and children food diary.
 
The results found that there were 35,1% of students with picky eating behavior. The study also found that there were 38,4% of mother with picky eating behavior. Statistical test using the chi square test showed that there was relation between maternal eating behavior variables, interaction during meals, variety of children’s food and picky eating behavior in children. However, the test showed that there was no association between history of exclusive breastfeeding and history of low birth weight variables with picky eating behavior in children.
 
This study suggests parents to provide a good example of eating behavior to the children, spare time to eat together, avoid forcing or seducing when a child is not eating properly, and increase children food variety.
Read More
S-8010
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Milla Ilfariza; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Hera Ganefi
Abstrak: Prevalensi overweight dan obesitas pada remaja setiap tahun meningkat pesat di seluruh dunia. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja akan bermanifestasi menjadi penyakit kronis di masa dewasa. Menurut data Riskesdas tahun 2010 prevalensi penduduk usia 13-15 tahun di Indonesia yang mengalami status gizi overweight dan obesitas sebesar 2,5% yang kemudian meningkat menjadi 10,8% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi serat dan faktor-faktor lainnya dengan overweight dan obesitas pada siswa SMPN 98 Jakarta Tahun 2017. Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan 208 siswa dari kelas 7 dan 8 dengan metode total sampling dari 6 kelas selama April-Mei 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 29,8% responden memiliki status gizi overweight dan obesitas. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square menunjukkan hubungan antara kebiasaan konsumsi serat, kebiasaan sarapan dan durasi tidur dengan overweight dan obesitas. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu melakukan upaya pemantauan satus gizi remaja, progam penyuluhan gizi serta memasang media poster berkaitan dengan anjuran sayur dan buah. Kata Kunci Kebiasaan konsumsi serat, overweight dan obesitas, siswa SMP The prevalence overweight and obesity in adolescents increasing rapidly around the world every year. The incidence of overweight and obesity in adolescents will manifest as a chronic disease in adulthood. According to Riskesdas data in 2010 the prevalence of overweight and obesity in adolescent 13- 15 years old of 2,5% which then increased to 10,8% in 2013.The aim of this study to determine the relationship between fiber consumption habits and other factors with overweight and obesity in Junior High School Student of 98 Junior High School South Jakarta 2017. The design study used cross sectional with 208 student from grades 7th and 8th with a total sampling method from 6 classes during Aptil-May 2017. This study used univariate and bivariate analysis. Based from the result 29,8% of respondents had overweight and obesity and from analysis data by chi-square test, there were significantly relationship between fiber consumption habits, breakfast habits and duration of sleep with overweight and obesity. Therefore, the school should make efforts to monitor the nutritional status of adolescents, nutrition counseling program and putting up poster media related to vegetable and fruit recommendations. Key words fiber consumption habits, overweight and obesity, junior high school
Read More
S-9511
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Rosanti; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Asih Setiarini, Dewi Damayanti
S-7868
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Chairani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, S.R. Tri Handari
S-7156
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irmalia Afrianty; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ahmad Syafiq, Hartono
Abstrak: Citra tubuh adalah pandangan subjektif penampilan fisik seseorangberdasarkan pengamatan diri dalam kaitannya dengan kepuasan ukuran tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan faktordominan terhadap citra tubuh pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studicross sectional. Data dikumpulkan dari 120 siswa-siswi di SMAI Al-Azhar 4 Bekasidengan menyebarkan self-administered questionnaire dan pengukuran antropometri.Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda modelprediksi. Hasil penelitian menunjukkan 73,3% responden memiliki ketidakpuasancitra tubuh. Terdapat hubungan yang bermakna antara citra tubuh dengan kelompokresponden berdasarkan jenis kelamin, distorsi, status gizi, riwayat diet, pengaruhteman dan pengaruh media. Sedangkan tidak ditemukan hubungan yang bermaknaantara citra tubuh dengan kelompok responden berdasarkan aktivitas fisik,pengetahuan gizi, kepercayaan diri, dan pengaruh orang tua. Hasil analisis multivariatmenunjukkan faktor dominan terhadap ketidakpuasan citra tubuh adalah status gizi.
Kata kunci : citra tubuh; distorsi; remaja; riwayat diet; status gizi
Body image is subjective view of one's physical appearance based on observations inrelation to body size satisfaction. This study aims to determine factors associated anddominant factor to body image among students. This study used cross sectional designstudy. Data was completed by 120 students in SMAI Al-Azhar 4 Bekasi using self-administered questionnaire and anthropometric measurement. Analysis data used chisquare test and logistic regression test with prediction model. The results showed that73,3% respondents have body image dissastisfaction. There are significant relationshipof body image and respondents group according to gender, distortion, nutritionalstatus, diet history, friends influence, and media influence. Whereas, there are nosignificant relationship of body image and respondents group according to physicalactivity, nutritional knowledge, self esteem, and parental influence. Multivariateanalysis showed that the dominant factor of dissatisfaction body image is nutritionalstatus.
Keywords : body image; distortion; adolescent; diet history; nutritional status
Read More
S-9149
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enrika Rahayu Setyani; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Triyanti; Iskamndar Z
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk membandingkan tinggi badan, aktivitas fisik, dan asupan gizi antara remaja putri perenang dan remaja putri bukan perenang. Penelitian ini menggunakan desain studi ecological study. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret – April 2013 di SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran, Kolam Renang GOR Senayan, Kolam Renang Simprug Pertamina, dan Kolam Renang Cikini dengan sampel sebanyak 26 orang remaja perenang dan 26 orang remaja bukan perenang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tinggi badan (p=0,041) pada kelompok perenang dan kelompok bukan perenang. Aktivitas fisik pada kedua kelompok tersebut juga terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,001). Nilai rata-rata asupan kelompok perenang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan kelompok bukan perenang untuk asupan protein (p=0,018), vitamin A (p=0,006), kalsium (p=0,001), zat besi (p=0,001), dan zink (p=0,000). SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran disarankan untuk memasukan olahraga renang sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Untuk klub renang disarankan untuk menjalin kerja sama kepada pihak sekolah dalam memfasilitasi siswa untuk dapat melakukan olahraga renang.
 

The purpose of this research was to compare height, physical activity, and nutritional intakes (energy, protein, carbohydrate, fat, vitamin A, vitamin D, vitamin C, calcium, iron, and zinc) between adolescent female swimmers and non-swimmers. This research was an ecological study. Data were collected from March to April 2013 in SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran, GOR Senayan Swimming Pool, Simprug Pertamina Swimming Pool, and Cikini Swimming Pool with samples 26 adolescent swimmers and 26 adolescent non-swimmers. This study showed that height in adolescent female swimmers and non-swimmers were significantly different (p=0,041). Physical Activity was significantly different (p=0, 001) from adolescent swimmers and non swimmers. Mean of nutritional intakes in swimmers were significantly higher than non-swimmers for protein (p=0, 018), vitamin A (p=0, 006), calcium (p=0, 001), iron (p=0, 001), and zinc (p=0, 000). It is recommended for SMPI Al-Azhar 4 Kemandoran to include swimming as a part of the school’s curriculumm. Swim clubs and schools are suggested to cooperate to facilitate students with swimming lessons.
Read More
S-7849
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive