Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Beben Saiful Bahri; Pembimbing: Agustin Kusumayati
S-2471
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Astuti; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Beben Saiful Bahri
S-6176
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bukroanah Amir Makkau; Pembimbing: I Made Djaja, Budi Hartono; Penguji: Dian Ayubi, Beben Saiful Bahri, Rahpirn Yuswani
Abstrak: Makanan merupakan kebutuhan pokok namun dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian dan sangat berisiko bagi anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di sekolah. Sehingga mempersiapkan dan menjual makanan yang aman, penting di lakukan di kantin sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan kantin sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada 73 tempat penjualan makanan di kantin sekolah di Jakarta Timur pada bulan Maret-Juli Tahun 2019. Uji stastisik yang digunakan adalah chi square. Kontaminasi positif bakteri Escherichia coli pada makanan sebesar 30 (41,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan jenis makanan dengan nilai p = 0,045 dan OR = 2,642. Disarankan untuk melakukan program Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses pembuatan makanan untuk mengetahui titik kontaminasi, penyuluhan atau pelatihan higiene sanitasi, serta melengkapi fasilitas sanitasi
Read More
T-5562
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sasnila Pakpahan; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, Novi Silvia, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Pencemaran udara ruang kelas terkait beberapa gangguan pernapasan pada anak usia sekolah. Stres oksidatif telah dilaporkan sebagai salah satu mekanisme penting dalam dampak kesehatan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pajanan pencemar udara PM2.5 dan NO2 di lingkungan sekolah dan hubungannya dengan penanda stres oksidatif GSH dan MDA saliva siswa sekolah dasar. Pengukuran pajanan PM2.5 dan NO2 dilakukan di tiga sekolah dasar negeri Jakarta Barat serta pengambilan sampel saliva dari 76 siswa pada tiga sekolah tersebut untuk pengukuran penanda stres oksidatif GSH dan MDA. Data diolah secara statistik untuk menguji hubungan pajanan dan penanda stres oksidatif. Penelitian ini menemukan pajanan di ketiga sekolah yaitu PM2.5 ruang rata-rata 102,19 ± 86,91 μg/m3 dan median 81,50 μg/m3; PM2.5 lapangan rata-rata 82,31 ± 36,56 μg/m3 sedangkan rata-rata pajanan NO2 ruang kelas 90,37 ± 84,97 μg/m3; NO2 lapangan 116,83 ± 83,58 μg/m3. Sedangkan rata-rata konsentrasi penanda stres oksidatif GSH 0,70 ± 0,07 μg/mL dan MDA 1,63 ± 1,06 nmol/mL. Rata-rata konsentrasi GSH antara sekolah terpajan rendah dan tinggi tidak berbeda signifikan namun rata-rata konsentrasi MDA berbeda signifikan. Kenaikan PM2.5 ruang 1 μg/m³ maka konsentrasi GSH akan naik sebesar 0,001 μg/mL, kenaikan PM2.5 ruang 1 μg/m3 berhubungan dengan kenaikan GSH 0,003 μg/mL dan MDA 0,035 nmol/mL. Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan antara konsentrasi GSH saliva dengan pajanan PM2.5 ruang dan lapangan, tidak ada hubungan antara konsentrasi MDA saliva dengan PM2.5 ruang namun berhubungan dengan PM2.5 lapangan. Tidak ada hubungan antara konsentrasi GSH dan MDA saliva dengan pajanan NO2.
Read More
T-5633
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rame Manurita Verysanti Siahaan; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Robiana Modjo, Gafar Hartatiyanto, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Waktu tunggu merupakan bagian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan yang akan menunjukkan kesan terhadap rumah sakit akan ketanggapan dan kinerja pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut sehingga lamanya waktu tunggu secara tidak langsung menunjukkan rendahnya kinerja pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya perbaikan waktu tunggu rawat jalan di Poli Kebidanan dan Kandungan RSUD Mampang Prapatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah riset operasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui enam tahap penelitian yaitu identifikasi input, identifikasi proses, pengamatan output, identifikasi penyebab masalah, identifikasi alternatif solusi dan perancangan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah SDM di bagian Rekam Medis belum mencukupi, hanya ada 1 orang runner yang mendistribusikan dokumen rekam medis ke semua poli; jam mulai pelayanan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dokter sering tidak tepat waktu dalam memulai pelayanan; jarak ruangan Rekam Medis berada di gedung terpisah sedangkan bagian pendaftaran di lantai 1 dan Poli ada di Lantai 2, pasien datang terlalu cepat merupakan masalah utama yang berkontribusi terhadap lamanya waktu tunggu. Rata-rata total waktu tunggu di Poli Kebidanan dan Kandungan adalah 117.66 menit dan belum sesuai dengan SPM RS yaitu ≤60 menit. Rancangan intervensi yang disepakati adalah membuat SPO dan SK tentang pendaftaran pasien dilakukan 30 menit sebelum jadwal pelayanan dokter. Disaranan melakukan penjadwalan ulang jadwal praktek Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga ada kejelasan jam mulai pelayanan, membuat sistem reservasi yang optimal secara bertahap mulai dari offline sampai dengan online, menambah 2 orang petugas di bagian Rekam Medis dan menerapkan rekam medis elektronik
Read More
T-5800
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baikhati Cesariastevia Basuki; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, Beben Saiful Bahri, Jeffri Agustinus Tobing
Abstrak: Rumah sakit adalah sebuah institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan tersebut rumah sakit dituntut untuk menjaga keselamatan pasiennya. Dalam proses ini peran perawat dirasa sangat penting karena memiliki waktu yang lebih lama dalam perawatan pasien dibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Pada tahun 2018 masih ada indikator keselamatan pasien yang belum mencapai standar meliputi ketepatan memasang gelas identitas pasien, verifikasi terhadap pelaporan melalui telepon dalam waktu 24 jam, penandaan sisi operasi, kepatuhan cuci tangan dan kejadian pasien jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kinerja perawat dalam upaya keselamatan pasien rawat inap di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan data dikumpulkan dari pengisian kuesioner terhadap 143 perawat ruang rawat inap. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel motivasi (p-value = 0.001) dan status kepegawaian (p-value = 0.047) memiliki hubungan paling dominan dengan kinerja perawat. Motivasi yang baik mempunyai peluang 3.210 kali lebih besar memengaruhi kinerja perawat dibandingkan motivasi yang kurang baik dan status pegawai tetap mempunyai peluang 0.311 kali lebih besar memengaruhi kinerja perawat dibandingkan pegawai tidak tetap
Read More
T-5810
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lilian Susanti Nova; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Tesis ini membahas tentang gambaran kejadian ISPA serta determinan yang mempengaruhinya seperti PM10 suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin, jarak rumah dari industri, ventilasi, kepadatan hunian, asap rokok, intake, umur, jenis kelamin, status gizi, riwayat imunisasi, ASI eksklusif kepada anak balita yang tinggal di Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melakukan analisis data primer, data primer hasil dari wawancara dan pengukuran PM10, suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin pada udara ambien. Dari 13 variabel yang diteliti yang memiliki hubungan yang bermakna adalah ASI Eksklusif terhadap kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai p yang mempunyai arti anak balita yang tidak diberikan ASI eksklusif mempunyai peluang untuk mengalami kejadian ISPA 3 kali lebih besar dibandingkan dengan anak balita yang diberikan ASI eksklusif. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk warga yang tinggal di sekitar industry baja untuk dapat meningkatkan imunitas, karena dari hasil penelitian konsentrasi PM10 dari 8 titik yang diukur 37.5 % tidak memenuhi syarat. Dan perlu adanya kerjasama lintas sektor dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
This thesis discusses the description of ARI events and the determinants that influence it, such as PM10 temperature, humidity, wind direction and speed, distance from home from industry, ventilation, occupancy density, cigarette smoke, intake, age, sex, nutritional status, immunization history, breast milk exclusively for children under five living in Sukadanau Village, West Cikarang District, Bekasi Regency. This study uses a cross sectional design by analyzing primary data, primary data from interviews and measurements of PM10, temperature, humidity, direction and wind speed in ambient air. Of the 13 variables studied that have a significant relationship are exclusive breastfeeding for ARI events in children under five with p which means that children under five who are not exclusively breastfed have the opportunity to experience ARI events. 3 times greater compared to children under five who are given exclusive breastfeeding. Based on this research it is recommended for residents who live around the steel industry to be able to increase immunity, because from the results of the study the concentration of PM10 from 8 points measured 37.5% does not meet the requirements. And there needs to be crosssectoral collaboration from the Health Office, the Environmental Office and the Bekasi District Government.
Read More
T-6038
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Ayu Mirah Dwijayanti Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Robiana Modjo, Evi Martha, Atika, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Mampang Prapatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian terdiri dari Direktur, Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Komite Mutu, Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medis, Kepala Satuan Pelayanan Keperawatan, Kepala Satuan Pelayanan Rawat Inap, petugas rawat inap, pasien rawat inap, petugas Puskesmas dan masyarakat. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa faktor internal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu ketersediaan fasilitas seperti jarak antar tepi tempat tidur masih kurang standar serta kurangnya promosi dari pihak rumah sakit. Sedangkan dari faktor ekternal rumah sakit yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap yaitu banyaknya pesaing sehingga minat masyarakat untuk melakukan rawat inap masih rendah serta masyarakat memilih berobat ke pelayanan fasilitas kesehatan primer sebelum memutuskan untuk melakukan rawat inap. Dengan begitu perlu adanya perhatian khusus manajemen untuk melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai hal-hal terkait efisiensi dan pemanfaatan pelayanan rumah sakit terutama pelayanan rawat inap.
Read More
T-5816
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wan Kynanthi Nufira; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Robiana Modjo, J. Ary Sambodo, Beben Saiful Bahri
T-5818
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hairani; Pembimbing: Agustin Kusumayanti; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Dumilah Ayuningtyas, Beben Saiful Bahri, Muhammad Zaini Jauhari
Abstrak: Karyawan adalah salah satu sumberdaya paling penting dalam upaya mencapai keberhasilan dan tujuan dalam sebuah organisasi. Salah satu faktor penting agar tercapai hasil kerja yang optimal dari seorang karyawan yaitu dengan terpenuhinya kepuasan kerja. Sumberdaya manusia yang baik memiliki kualitas yang mampu mempengaruhi kinerja.Namun sebagus apapun rencana-rencana dan pengawasan dalam sebuah organisasi, jika sumber daya manusianya kurang berminat dan tidak bahagia dalam melakukan pekerjaannya maka suatu organisasi tidak akan mencapai hasil seperti yang seharusnya bisa di capai Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan di Puskesmas Selong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan rancangan studi cross sectional dengan metode campuran yaitu mengkombinasikan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Tidak ada pengaruh kepuasan kerja secara simultan terhadap kinerja pada karyawan di puskesmas selong, uji statistic menunjukkan p=1,000>0,05. Dari lima indicator variabel kepuasan kerja hanya dua indicator yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan yaitu kepuasan terhadap imbalan dengan nilai p=0,018<0,05 dan kepuasan terhadap supervisi atasan dengan nilai p=0,029<0,05. Karakteristik individu karyawan yang berpengaruh terhadap kinerja adalah karakteristik pendidikan, hal ini sesuai hasil uji statistic dimana p= 0,047<0,05. Dengan demikian manajemen Puskesmas Selong perlu memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai penentuan pembayaran imbalan, melakukan pendekatan dan komunikasi yang lebih efektif dalam upaya perbaikan system pengawasan dan memberikan feedback terhadap hasil kerja karyawan sehingga karyawan dapat mengetahui kekurangan atau kelebihannya. Dengan komunikasi yang lebih intens dengan karyawan melalui pertemuan rutin antara pimpinan dan karyawan akan terjalin komunikasi yang baik sehngga meningkatkan kualitas kerja karyawan.
Employees are one of the most important resources in achieving success and goals in an organization. One of the important factors in order to achieve optimal work results from an employee is the fulfillment of job satisfaction. Good human resources have qualities that can affect performance. However, no matter how good the plans and supervision are in an organization, if the human resources are less interested and unhappy in doing their work then an organization will not achieve the results it should be able to achieve. The purpose of this study was to determine the effect of job satisfaction and individual characteristics on employee performance at Puskesmas Selong. This type of research is descriptive using a cross-sectional study design approach with mixed methods, namely combining quantitative and qualitative methods. There is no effect of job satisfaction simultaneously on the performance of employees at Puskesmas Selong, it can be seen from the p value = 1,000> 0.05. Of the five indicators of job satisfaction variables, only two indicators have an effect on employee performance, namely satisfaction with rewards with a value of p = 0.018 <0.05, and satisfaction with superior supervision with a value of p = 0.029 <0.05. Individual characteristics of employees that affect performance are educational characteristics, it can be seen from the p value = 0,047<0,05. Thus the management of Puskesmas Selong needs to provide an understanding to employees regarding the determination of payment of compensation, approach and communicate more effectively in efforts to improve the supervision system, and provide feedback on the work of employees so that employees can find out their weaknesses or strengths. With more intense communication with employees through regular meetings between leaders and employees, good communication will be established so as to improve the quality of employee work
Read More
T-6086
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive