Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Hadi Pratomo
M-782
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Gani, Ascobat
M-369
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Bambang Wispriyono
S-3993
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Hendrik M. Taurany
S-3074
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
S-2493
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Ririn Arminsih, Laila Fitria; Penguji: Sujono, Kuat Prabowo
Abstrak:

Kebisingan merupakan salah satu polutan dan hasil samping pemanfaatan teknologi. Menurut Permenkes no. 718 tahun 1987, kebisingan diartikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu atau membahayakan kesehatan, yang bersumber dari industri dan transportasi/lalu lintas. Ketika tingkat kebisingan di suatu lokasi kerja sudah melampaui ambang batas yang dipersyaratkan berdasarkan SNI 2004, maka penanganan terhadap sumber maupun titik-titik penjalarannya perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya adanya hubungan intensitas kebisingan di tempat kerja dengan NIHL pada karyawan di bagian produksi PT. SCTI. Populasi penelitian ini meliputi karyawan di PT. SCTI, dan sebagai sampel yaitu karyawan yang bekerja di bagian produksi PT. SCTI dengan masa kerja ≥ 3 tahun dan berumur < 40 tahun berjumlah 105 responden, sampel diambil secara Stratified Random Sampling (SRS). Rancangan desain studi yaitu cross sectional. Data diambil dengan 2 (dua) cara yaitu melakukan pengukuran dan wawancara dengan kuesioner. Analisa data pada penelitian ini menggunakan program analisis yang ada di FKM UI. Hasil penelitian diperoleh, rata-rata intensitas kebisingan di lingkungan kerja adalah 96,0 dB (A) dengan intensitas terendah 78,2 dB (A) dan tertinggi 98,4 dB (A). Sedangkan rata-rata lama pajanan kebisingan per hari responden di Departemen Spinning dan Weaving adalah 10 menit sampai dengan 3,5 jam. Hasil audiogram menunjukkan, responden paling banyak tidak menderita NIHL yaitu 82 orang (781%) sedangkan yang menderita NIHL ada 23 orang (21,9%). Berdasarkan analisis hubungan antara intensitas kebisingan di lingkungan kerja dengan NIHL didapatkan nilai p = 0,023, berarti pada alpha 5% terlihat ada hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan di lingkungan kerja dengan NIHL. Analisis multivariat menunjukkan, variabel yang berhubungan bermakna (signifikan) dan mempunyai pengaruh paling besar terhadap NIHL adalah variabel intensitas kebisingan, dengan Odds Ratio (OR) = 1,115. Variabel umur, jenis kelamin, memakai APT, dan merokok merupakan variabel konfonding. Kesimpulan penelitian ini yaitu intensitas kebisingan merupakan faktor yang paling dominan dan mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap NIHL setelah dikontrol variabel umur, jenis kelamin, memakai APT, dan merokok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk mengambil kebijakan terutama bidang kesehatan karyawan, khususnya untuk mengurangi dampak akibat dari bising di lingkungan kerja. Selain itu dapat memberikan informasi yang valid dan reliable pada Instansi program terkait, mengenai prevalensi dari NIHL pada sebagian besar karyawan pabrik tekstil.


Noise is one of pollutant and by product of technology benefit. According by decree of the health minister no. 718 in 1987, noise deciphrable as unwanted sound and can annoyed or endangered of health that source from industry and transportation. When noise levels at workplaces exceeding Threshold Limit Values (TLV) based on SNI 2004 then handling to source need to do. Objectives of the research to find out there was relation of noise intensity at workplaces with NIHL on worker in PT. SCTI production departement. Population in the research is worker in PT. SCTI and as a sample that is worker in production departement has working life ≥ 3 year and be old < 40 tahun amount to 105 respondent, with Stratified Random Sampling (SRS) and a cross-sectional study. Data handling with two way that is measurement and direct interview using questionnaire. Data analysis in the research using analysis program at FKM UI. Results: noise intensity average at workplaces is 96,0 dB (A), lowest intensity 78,2 dB (A) and highest 98,4 dB (A), with exposed to time weighted average is 10 minute-3,5 hour. The most respondent who is not suffer NIHL 82 person (78,1%) and suffer NIHL 23 person (21,9%). According to relationship analysis between noise intensity at workplaces with NIHL acquired p value = 0,023, mean that on 5% alpha there was significant relationship between noise intensity at workplaces with NIHL. Multivariate analysis indicating that noise intensity variable which is significant relationship and have biggest effects to NIHL (Odds Ratio (OR) = 1,115). Variable of age, sex, APT, and smoker as confounding variable. Conclusion: noise intensity is the most dominant factor and have biggest effects to NIHL after controlable by variable of age, sex, APT, and smoker. The research result expectation can helping company to taking policy on worker health sector, particularly to reduce the effect in consequence of noise at workplaces. Beside that is can giving an information which is valid and reliable to relevant program instance about prevalence from NIHL on the most worker in textile factory.

Read More
T-2867
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Yovsyah, Luzi Adriyanti
Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator dari kualitas hidup ibu. Kualitas hidup masa nifas sangat penting dan perlu diperhatikan terutama masa nifas post operasi sectio caesarea. Keadaan tidak sehat ibu dan atau janin berdampak pada kualitas hidup ibu postpartum. Pada masa postpartum ibu harus dimotivasi untuk melakukan aktivitas fisik sesegera mungkin atau mobilisasi dini karena penting untuk meningkatkan kualitas hidup ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan kualitas hidup ibu post sectio caesarea di RSUD Koja Jakarta Utara. Analisis yang digunakan adalah Cox Regression yang mengestimasi nilai Prevalence Ratio. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan analisis Cox Regression mengungkapkan bahwa ibu yang melakukan mobilisasi dini memiliki prevalence ratio sebesar 1,686 kali (p value 0,06; :95% CI 0,978-2,908) dibanding ibu yang tidak mobilisasi dini setelah dikontrol oleh variabel pendidikan. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa hubungan mobilisasi dini tidak signiifikan dengan mempertimbangkan nilai p value >0,05 dan 95% Confidence Interval yang rentangnya diatas angka 1. . Kata Kunci : Kualitas Hidup; Mobilisasi Dini; Post Sectio Caesarea RELATIONS EARLY MOBILIZATION WITH QUALITY OF LIFE OF MOTHER POST SECTIO CAESAREA IN RSUD KOJA NORTH JAKARTA, 2017 The maternal mortality is one of an indicator of life quality of mother.The quality of life of the puerperium is very important and attention should be given to especially the puerperium post operation sectio of cæsarea. State of being unwell mother and or fetus have an impact on life quality of mother postpartum.In the postpartum have to be motivated to do physical activity as soon as possible or early mobilization because it is important to improve the quality of life mother.Research aims to understand early mobilization relations with quality of life of mother post section cæsarea in RSUD Koja hospital North Jakarta.The analysis used is coc regression who estimate value prevalence ratio.The results of the analysis multivariate with using analysis cox regression revealed that mother who performs mobilization of early having prevalence ratio of 1,686 times (p value 0,06; :95% CI 0,978-2,908) compared mother who do not early mobilization after controlled by education variable. The analysis result show that relationship early mobilization is signiifikan considering value p value >0.05 and 95 % of confidence intervals the value passed the 1. Keywords : Quality of Life; Early Mobilization; Post Sectio of Cæsarea
Read More
T-5023
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Evi Martha, Khaerudin
S-7221
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Ratih Fatimah; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Astrid Saraswaty Dewi
Abstrak: Ketidakpuasan pasien merupakan indikator keberhasilan suatu rumah sakit. Dinilai dari aspek pelayanan tenaga kesehatan hingga sarana prasarana yang ada di rumah sakit. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang mampu menurunkan persepsi ketidakpuasan pasien, maka rumah sakit perlu mengetahui apa saja yang menjadi keluhan utama di rumah sakit ini. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 96 pasien yang diperoleh melalui random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner sebanyak 7 variabel penilaian. Kata kunci: Ketidakpuasan Pasien, Pelayanan Rawat Jalan, Rawat Jalan Patient dissatisfaction is an indicator of the success of a hospital. Judged from the aspect of health care personnel to the existing infrastructure at the hospital. To improve the quality of services that can reduce the perception of patient dissatisfaction, then the hospital will need to know what are the main complaint in this hospital. This type of research is quantitative descriptive. The research sample was 96 patients were obtained through random sampling. Data was collected by questionnaire at 7 variables. Key words: Patient Dissatisfaction, Patient Satisfaction, Outpatient Services, Services
Read More
S-9287
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Indri Hapsari Susilowati, Nur Fatayani, Bintang Petralina
Abstrak:
Gangguan menstruasi merupakan gangguan pendarahan vagina yang terjadi sebagai bagian dari siklus bulanan wanita untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi gangguan menstruasi seperti stress, aktivitas fisik, status gizi, umur, umur menarche, pemakaian kontrasepsi dan jenis kontrasepsi. Di sektor pertambangan terdapat berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan menstruasi karena banyak hazard yang ada dilingkungan pekerjaan yang seringkali dikaitkan dengan penyakit system reproduksi pada wanita. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan menstruasi pada operator alat berat wanita. Penelitian ini dilakukan di perusahaan tambang XY pada operator alat berat wanita pada bulan September-Oktober 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional dilanjutkan dengan metode kualitatif melalui wawanara mendalam (in depth interview) dengan sampel total 43 responden dan 9 informan. Kuisioner yang digunakan telah teruji validitas dan realibilitasnya dari berbagai penelitian yaitu untuk pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuisioner yaitu Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO dan kuisioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk pengukuran stress. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang siginifikan antara stress (nilai p = 0,023) dan jenis kontrasepsi (nilai p = 0,03) dengan gangguan menstruasi. Sedangkan variable aktivitas fisik, status gizi, umur, umur menarche, pemakaian kontrasepsi dan jenis kontrasepsi tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan gangguan menstruasi. Variabel yang paling berhubungan adalah stress dengan nilai Odds Ratio (OR) = 6,3 (95% CI: 1,447-27,454).

Menstrual disorders are vaginal bleeding disorders that occur as part of a woman's monthly cycle in preparing for pregnancy. There are various factors that can affect menstrual disorders such as stress, physical activity, nutritional status, age, age at menarche, use of contraception and type of contraception. In the mining sector there are various factors that can cause menstrual disorders because there are many hazards in the work environment which are often associated with diseases of the reproductive system in women. The purpose of this study is to determine the risk factors associated with menstrual disorders in female heavy equipment operators. This research was conducted at mining company XY with female heavy equipment operators in September-October 2022. This research was quantitative using a cross-sectional study design followed by qualitative methods through in-depth interviews with a total sample of 43 respondents and 9 informants. The questionnaire used has been tested for validity and reliability from various studies, namely for measuring physical activity using a questionnaire, namely the WHO Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and the Perceived Stress Scale questionnaire (PSS-10) for measuring stress. The results of this study indicate that there is a significant relationship between stress (p value = 0.023) and type of contraception (p value = 0,03) towards menstrual disorders. While the variables of physical activity, nutritional status, age, age at menarche, and use of contraception found no significant association with menstrual disorders. The most related variable is stress with an Odds Ratio (OR) = 6.3 (95% CI: 1.447-27.454).
Read More
T-6509
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive