Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nursanti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Baiduri, David R. Marindra
S-4802
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Binar Nursanti; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Surya Ede Darmawan, Amal Chalik Sjaaf, Endang Adriyani
B-1339
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Mas Dewi Pratiwi; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Mieke Savitri, Binar Nursanti
T-3985
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sigit Setiawan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Binar Nursanti
S-6013
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nhadira Nhestricia; Pembimbing: Rita Damayanti, Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Bambang Wispriyono, Hendi Wijaya, Binar Nursanti
Abstrak: Abstrak

Monitoring kinerja pelayanan kesehatan pada umumnya sering kali dilakukan dengan metode self-report dengan pendekatan pada kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan. Asumsi tingginya penilaian self-report masih dipertanyakan validitasnya. Metode observasi diharapkan dapat memberikan gambaran pelaksanaan sistem pelayanan secara nyata.

Tujuan dari penelitian adalah diketahuinya gambaran pelayanan swamedikasi yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan metode pengukuran self-report dan observasi di Apotek Kimia Farma Jakarta dan Sekitarnya tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 24.

Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil pengukuran pelayanan swamedikasi oleh apoteker antara metode self-report dan observasi di Apotek Kimia Farma Jakarta dan sekitarnya tahun 2013.


Monitoring the performance of health care in general is often done using a self-report that approach to compliance officers of service standards.The validityof assumption of high self-report assessment still questionable. Observation method is expected to provide an overview of the implementation of the real service system.

The purpose of research is to know the proper description self-medication services based on standards of pharmacy servicesbetween self-report and observationmethod in Kimia Farma ApotekJakarta and surrounding 2013. This study uses cross-sectional design with a sample size of 24.

The results showed that there were significant differences of measurement results of self-medication services by pharmacists between self-report and observation method in Kimia Farma Apotek Jakarta and surrounding 2013.

Read More
T-3877
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Nursanti Imron; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Meutia Elda
B-1260
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titis Nursanti; Teng Soegilar; Penguji: Dian Ayubi, Zainudin
S-4694
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Erika Efitreswari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Fitri Nursanti
Abstrak: Literasi gizi merupakan kapasitas kemampuan seseorang untuk mendapatkan,memproses, dan memahami informasi dasar mengenai gizi serta kemampuan yangdibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat terkait informasi yang didapat.Penelitian terkait literasi gizi sudah mulai banyak dikembangkan untuk meningkatkankualitas pengetahuan gizi yang dimiliki. Namun di Indonesia, penelitian terkait literasigizi masih sangat terbatas, terutama pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran tingkat literasi gizi dan faktor terkait yang mempengaruhinya.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif pada 231 siswa/i menggunakandesain studi cross-sectional menggunakan data primer dari penelitian Literasi KesehatanMasyarakat di Indonesia yang dilakukan bersama dengan Pusat Kajian Gizi danKesehatan (PKGK) FKM UI. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan pengisiankuesioner yang bersifat self-administered. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasigizi pada remaja di Indonesia masih tergolong terbatas dan terdapat perbedaan proporsiyang bermakna antara tingkat literasi gizi fungsional dengan jenis kelamin, tingkatpendidikan orang tua, dan tingkat pendapatan keluarga (p<0.05). Literasi gizi interaktifjuga memiliki perbedaan proporsi yang bermakna dengan jenis kelamin (p<0.05).Kata kunci:Gizi, literasi gizi, remaja, pendidikan orang tua, pendapatan keluarga.
Read More
S-9682
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsa Septiani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Fatmah, Fitri Nursanti
Abstrak: LITERASI GIZI MERUPAKAN KAPASITAS INDIVIDU UNTUK MENDAPATKAN, MEMPROSES, DAN MEMAHAMI INFORMASI DASAR MENGENAI GIZI YANG DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK MENENTUKAN KEPUTUSAN TERKAIT GIZI DAN KESEHATAN YANG SESUAI. PENELITIAN INI AKAN MENGUKUR PERBEDAAN PROPORSI TINGKAT LITERASI GIZI REMAJA BERDASARKAN JENIS KELAMIN, TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, DAN TINGKAT PENGHASILAN KELUARGA. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENDEKATAN KUANTITATIF DENGAN DESAIN STUDI CROSS-SECTIONAL (POTONG LINTANG). PENELITIAN INI DILAKUKAN DI SMP NEGERI X DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA. PENGUKURAN LITERASI GIZI REMAJA DENGAN MENGGUNAKAN ANGKET YANG TERDIRI ATAS TIGA DOMAIN LITERASI GIZI (FUNGSIONAL, INTERAKTIF, DAN KRITIKAL). PENELITIAN INI DILAKUKAN PADA 228 RESPONDEN.VARIABEL YANG MEMILIKI PERBEDAAN PROPORSI YANG SIGNIFIKAN DENGAN TINGKAT LITERASI GIZI REMAJA FUNGSIONAL ADALAH TINGKAT PENDIDIKAN AYAH (P-VALUE = 0,001) DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU (P-VALUE = 0,000), SERTA TINGKAT LITERASI GIZI KRITIKAL AKSI DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU (P-VALUE = 0,026). KATA KUNCI: LITERASI GIZI, REMAJA, JENIS KELAMIN, TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, DAN TINGKAT PENGHASILAN KELUARGA.
Read More
S-9827
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Dewi Shafira; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Suyud; Siti Nursanti Permata
Abstrak:
ISPA masih menjadi tantangan besar di Indonesia karena menjadi salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang serta menjadi penyakit dengan kunjungan puskesmas sekitar 40%-60% di seluruh kalangan umur. Kasus ISPA juga selalu masuk kedalam 10 jenis penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah dan Paparan asap rokok dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Srengseng Sawah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi potong lintang dengan jumlah responden 115 rumah tangga. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji kai kuadrat dan uji regresi logistik ganda. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ISPA diantaranya yaitu luas ventilasi (p-value = 0.001), kepadatan hunian (p-value = 0.037) dan jumlah anggota keluarga yang merokok ( p-value = 0.044). Analisis multivariat menunjukkan luas ventilasi merupakan faktor risiko dominan yang mempengaruhi kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Srengseng Sawah (p-value = 0.000; OR =5.465). Peningkatan terhadap kesadaran masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kualitas lingkungan perlu dilakukan.

ARI is still a big challenge in Indonesia. It is one of the main causes of death in developing countries and a disease with around 40%-60% of health center visits in all ages. Cases of ARI are also always included in the 10 most common types of diseases in the working area of the Puskesmas Srengseng Sawah Village, Jagakarsa District. The purpose of this study was to determine the relationship between the physical environment of the house and exposure to cigarette smoke with the incidence of ARI in the working area of the Srengseng Sawah Health Center. This research was conducted using a quantitative method with a cross-sectional study design with a total of 115 households as respondents. Data collection was carried out using observation techniques and questionnaire interviews. The statistical test used is the chi-square test and the multiple logistic regression test. The results of statistical tests show that there are two variables that have a significant relationship with the incidence of ARI including ventilation area (p-value = 0.001), occupancy density (p-value = 0.037), and number of family members who smoke (p-value = 0.044). Multivariate analysis showed that ventilation area was the dominant risk factor influencing the incidence of ARI in the working area of the Puskesmas Srengseng Sawah (p-value = 0.000; OR =5.465). It is necessary to increase public awareness regarding clean and healthy living behavior and environmental quality.
Read More
S-11176
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive