Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dyah Prabaningrum; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Sri Tjahyani Budi Utami, Sofwan, Heri Nugroho
Abstrak: Pesatnya perkembangan transportasi dan pembangunan prasarananya membuat masyarakat mudah mengakses sarana transportasi dan mempermudah mobilitas. Namun, perkembangan ini menimbulkan dampak negatif, salah satunya kebisingan. Pajanan terhadap bising dapat mengakibatkan dampak kesehatan terutama pada anak-anak, antara lain gangguan fungsi kognitif seperti konsentrasi. Usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan konsentrasi akibat kebisingan dan mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif yang lain. Beberapa sekolah dasar di Jakarta terletak di pinggir perlintasan kereta api yag sibuk, dimana siswanya berisiko terpajan kebisingan selama berada di sekolah. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kebisingan dengan konsentrasi siswa di sekolah dasar negeri di pinggir perlintasan kereta api di Kecamatan Tebet. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan 68 responden yaitu siswa kelas 4 dan 5. Penelitian ini mengukur kebisingan di kelas, tes konsentrasi dengan digit span, dan variabel lainnya yang mempengaruhi konsentrasi anak. Hasil pengukuran menunjukkan kebisingan ekuivalen adalah 66,84 dBA, melebihi baku mutu KepMen LH No.48/1996 yaitu 55 dBA untuk wilayah sekolah. Hasil analisis bivariat dan multivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kebisingan dengan konsentrasi siswa (p-value=0,78 dan p-value=0,716), namun didapatkan OR 3,285. Meskipun kebisingan dengan konsentrasi siswa tidak berhubungan signifikan, namun pajanan kebisingan >55 dBA dialami siswa setiap hari di sekolah, dimana mereka menjadi kelompok rentan mengalami gangguan konsentrasi akibat kebisingan. Rekomendasi untuk mengurangi dampak kebisingan di sekolah adalah dengan rekayasa lingkungan dan untuk studi selanjutnya agar mengukur kebisingan di wilayah tempat tinggal siswa serta mengontrol variabel gangguan psikiatri dan IQ.
Kata Kunci : kebisingan, konsentrasi, siswa sekolah

Nowdays, transportation and its infrastructure has developed rapidly in order to make people easy to access and to mobilize. However, these developments have a negative impact, such as noise. Exposure to noise might result in health effects, especially in children, including cognitive function disorders such as lowering the concentration. Primary school age is a susceptible group for concentration disorder which may result disruption of other cognitive functions. Several primary schools in Jakarta are located near the busiest railway crossing, where students are exposed to noise during school time. This study analyzes the association between noise and concentration of students in public elementary schools which located near the edge of the railway crossing in Tebet. This study is a cross-sectional study with 68 respondents from 4th and 5th graders. This study measured noise in the classroom, assessing concentration with digit span instrument, and other variables which affect the concentration. Measurement result shows equivalent noise is 66.84 dBA, exceeding the standard of KepMen LH No.48 / 1996 which is 55 dBA for school. Results of bivariate and multivariate analysis showed no significant correlation between noise with student concentration (p-value = 0,78 and p-value = 0,716), however it showed odds ratio 3,285. Although noise and concentration was not significantly correlated, students were experiencing noise exposure> 55 dBA at school, which may lead the students to became susceptible to disturbance due to noise exposure. Recommendations for reducing noise impacts in schools are by doing environmental engineering and for further studies it is recommended to measure noise in the student's residence area and control the variables of psychiatric disturbances and IQ.
Keywords: Noise, Concentration, Students
Read More
T-5051
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatimah Syakura; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Dyah Prabaningrum
Abstrak: Skripsi ini membahas cakupan pengelolaan limbah medis Covid-19 yang sesuai standar dari RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta pada Tahun 2020 berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 537 Tahun 2020. Peneliti ini juga menganalisis potensi optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana dalam rangka percepatan pemusnahan limbah medis Covid-19 di DKI Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi ekologi yang menggunakan metode analisis spasial. Analisis spasial yang digunakan mencakup analisis overlay, analisis buffer, dan analisis vektor distance to nearest hub.
Read More
S-10612
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuraeni; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Laila Fitria, Dyah Prabaningrum, Lisna Djamaluddin
Abstrak:
Anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok rentan terhadap paparan pestisida pertanian melalui perilaku penggunaan pestisida oleh keluarga. Dengan menggunakan pendekatan teori Health Belief Model, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penentu perilaku pencegahan paparan pestisida pada anak-anak di keluarga petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa yang merupakan sentra produksi kentang di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian cross-sectional ini menggunakan sampel sebanyak 200 keluarga petani kentang yang dipilih secara systematic random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan menggunakan kuesioner. Data tersebut kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan keluarga sudah cukup baik dengan nilai rata-rata sebesar 71.125. Perilaku pencegahan keluarga dipengaruhi oleh persepsi manfaat (p-value=0.031; OR=1.968; 95%Cl=1.065–3.636) dan kepercayaan diri (p-value<0.001; OR=3.950; 95%Cl=2.159–7.228). Faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku pencegahan keluarga adalah kepercayaan diri. Keluarga dengan kepercayaan diri yang tinggi lebih berpotensi 3.950 kali memiliki perilaku pencegahan yang baik dibandingkan dengan keluarga yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya peningkatan pesepsi manfaat dan kepercayaan diri yang akan mendorong perilaku pencegahan yang baik. Penyuluhan perilaku pencegahan yang baik dan dampak buruk kesehatan anak akibat paparan pestisida menjadi penting untuk meningkatkan perilaku pencegahan menjadi lebih baik lagi. Pelayanan kesehatan setempat juga dapat melakukan uji kolinestrase terhadap anak untuk mengidentifikasi kasus keracunan akibat pestisida secara klinis. Hasil uji tersebut dapat menunjukkan keefektifan perilaku pencegahan pada keluarga petani. Selain itu, menyediakan fasilitas pendukung seperti papan peringatan larangan anak memasuki kebun di beberapa titik sentral lokasi pertanian dapat menjadi pemicu perilaku pencegahan paparan pestisida terhadap anak pada keluarga petani.

Children under five years of age are vulnerable to exposure to agricultural pesticides through family pesticide use behavior. Using the Health Belief Model theoretical approach, this research explores the determinants of behavior to prevent pesticide exposure to children in farming families. This research was conducted in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency, the potato production center in South Sulawesi Province. This cross-sectional research used a sample of 200 potato farming families selected using systematic random sampling. Research data was collected through interviews and using questionnaires. The data was then analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The research results show that family prevention behavior is quite good, with an average value of 71.125. Family prevention behavior is influenced by perceived benefits (p-value=0.031; OR=1.968; 95%Cl=1.065–3.636) and self-confidence (p-value<0.001; OR=3.950; 95%Cl=2.159–7.228). The most dominant factor influencing family prevention behavior is self-confidence. Families with high self-confidence are 3,950 times more likely to have good preventative behavior than those with low self-confidence. The results of this study indicate the importance of increasing perceived benefits and self-confidence, which will encourage good preventative behavior. Counseling on good preventive behavior and the negative impacts on children's health due to exposure to pesticides is important to improve preventive behavior to be even better. Local health services can also carry out cholinesterase tests on children to clinically identify cases of pesticide poisoning. The test results can show the effectiveness of preventive behavior in farming families. In addition, providing supporting facilities such as warning boards prohibiting children from entering the garden at several central points in agricultural locations can trigger behavior to prevent pesticide exposure to children in farming families.
Read More
T-6862
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elvi Sahara Lubis; Pembimbing: Budi Hartono, Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Heri , Nugroho, Prabaningrum, Dyah
Abstrak: Latar Belakang: Merkuri banyak ditemukan di sekitar PESK yang biasa digunakan dalam proses amalgamasi. Adanya pajanan merkuri kronis dapat dilihat dari kadar merkuri pada rambut masyarakat yang tinggal di sekitar PESK. Pajanan merkuri secara terus-menerus dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat salah satunya peningkatan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kadar merkuri pada rambut terhadap tekanan darah masyarakat yang tinggal di sekitar Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK). Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan menggunakan data sekunder mulai dari observasi, wawancara, pengukuran, serta pengambilan sampel rambut dengan jumlah sampel 94 responden. Adapun data yang diambil meliputi kadar merkuri pada rambut, tekanan darah, umur, jenis kelamin, IMT, status merokok, dan frekuensi konsumsi ikan. Hasil: Sebanyak 55.3% responden memiliki kadar merkuri di atas kadar normal (> 2 ppm) dan tekanan darah dominan tidak normal (≥120/80 mmHg) yaitu sebesar 72.3% orang. Namun hasil hubungan didapatkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kadar merkuri rambut di atas kadar normal terhadap tekanan darah (Pvalue = 1). Saran: dilakukan penelitian yang sama dengan sampel yang lebih banyak dan pajanan terhadap faktor risiko yang lebih lama serta dilakukan edukasi mengenai bahaya merkuri terhadap kesehatan.
Read More
T-5577
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive