Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Fitrah Habibullah; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Meitama Arief Budhiman
Abstrak: Kegiatan inspeksi K3 untuk alat berat menjadi syarat utama bagi setiap kegiatan yang dilaksanakan pada sektor konstruksi. Kegiatan inspeksi meliputi jenis alat berat, jenis inspeksi yang dilakukan, pelaksana inspeksi K3 alat berat, hingga tahapan dari pelaksanaan inspeksi yang didalamnya terdapat proses pencatatan (recording) dan pelaporan (reporting). Proses inspeksi K3 alat berat dapat dilakukan dengan memanfaatkan bantuan teknologi berbasis Android yang melibatkan pengguna, yaitu operator, pelaksana inspeksi K3 alat berat, supervisor, dan manager. Penelitian ini menggunakan metode penelitian (research) dan pengembangan (development) untuk membuat suatu rancang bangun aplikasi inspeksi K3 alat berat di sektor konstruksi. Kata kunci: Inspeksi, alat berat, konstruksi Occupational Health and Safety (OHS) inspection activities for heavy equipment are the main requirements for every activity carried out in the construction sector. Inspection activities include the type of heavy equipment, the type of inspection carried out, the implementer of OHS inspection of heavy equipment, up to the stages of carrying out the inspection in which there is a recording and reporting process. The process of inspection of heavy equipment can be done by utilizing the help of Android-based technology that involves users, such as operators, inspector of heavy equipment, supervisors, and managers. This study uses research and development methods to create a design for OHS heavy equipment inspection applications in the construction sector. Key words: Inspection, heavy equipment, construction
Read More
S-10465
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akbar Maulana; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Agung Nugroho
Abstrak: Skripsi ini menganalisis risiko kecelakaan kendaraan alat berat pada jalan hauling tambang batu bara PT. X Tahun 2020 dengan menggunakan metode bowtie. Metode bowtie digunakan untuk mengidentifikasi ancaman, pengendalian, dan konsekuensi pada kronologi kecelakaan yang kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat efektifitas pengendalian berdasarkan data kecelakaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa perusahaan perlu mengimplementasikan barrier management system, peningkatan teknologi pada pengendalian kecelakaan, pengawasan dan pemeliharaan rutin yang disiplin, serta kebijakan yang menekankan peningkatan kompetensi dan kedisiplinan pekerja sebagai upaya pencegahan kecelakaan. Kata kunci: Analisis kecelakaan, kendaraan alat berat, metode bowtie, tambang batu bara This study analyzes the risk of heavy equipment accidents on coal mining hauling road of PT. X of 2020 using the bowtie method. The bowtie method is used to identify threats, barriers, and consequences on accident chronology which are then analyzed to determine the level of effectiveness based on accident data. This research is a qualitative research with a descriptive design. The results of the study suggest that companies need to implement barrier management system, technological improvements in accident control, routine supervision and maintenance, and policies that emphasize the improvement of employee competency and discipline as an effort to prevent accidents. Key words: Accident analysis, heavy equipment, bowtie method, coal mine
Read More
S-10292
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Indri Hapsari Susilowati, Nur Fatayani, Bintang Petralina
Abstrak:
Gangguan menstruasi merupakan gangguan pendarahan vagina yang terjadi sebagai bagian dari siklus bulanan wanita untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi gangguan menstruasi seperti stress, aktivitas fisik, status gizi, umur, umur menarche, pemakaian kontrasepsi dan jenis kontrasepsi. Di sektor pertambangan terdapat berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan menstruasi karena banyak hazard yang ada dilingkungan pekerjaan yang seringkali dikaitkan dengan penyakit system reproduksi pada wanita. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan menstruasi pada operator alat berat wanita. Penelitian ini dilakukan di perusahaan tambang XY pada operator alat berat wanita pada bulan September-Oktober 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional dilanjutkan dengan metode kualitatif melalui wawanara mendalam (in depth interview) dengan sampel total 43 responden dan 9 informan. Kuisioner yang digunakan telah teruji validitas dan realibilitasnya dari berbagai penelitian yaitu untuk pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuisioner yaitu Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO dan kuisioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk pengukuran stress. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang siginifikan antara stress (nilai p = 0,023) dan jenis kontrasepsi (nilai p = 0,03) dengan gangguan menstruasi. Sedangkan variable aktivitas fisik, status gizi, umur, umur menarche, pemakaian kontrasepsi dan jenis kontrasepsi tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan gangguan menstruasi. Variabel yang paling berhubungan adalah stress dengan nilai Odds Ratio (OR) = 6,3 (95% CI: 1,447-27,454).

Menstrual disorders are vaginal bleeding disorders that occur as part of a woman's monthly cycle in preparing for pregnancy. There are various factors that can affect menstrual disorders such as stress, physical activity, nutritional status, age, age at menarche, use of contraception and type of contraception. In the mining sector there are various factors that can cause menstrual disorders because there are many hazards in the work environment which are often associated with diseases of the reproductive system in women. The purpose of this study is to determine the risk factors associated with menstrual disorders in female heavy equipment operators. This research was conducted at mining company XY with female heavy equipment operators in September-October 2022. This research was quantitative using a cross-sectional study design followed by qualitative methods through in-depth interviews with a total sample of 43 respondents and 9 informants. The questionnaire used has been tested for validity and reliability from various studies, namely for measuring physical activity using a questionnaire, namely the WHO Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and the Perceived Stress Scale questionnaire (PSS-10) for measuring stress. The results of this study indicate that there is a significant relationship between stress (p value = 0.023) and type of contraception (p value = 0,03) towards menstrual disorders. While the variables of physical activity, nutritional status, age, age at menarche, and use of contraception found no significant association with menstrual disorders. The most related variable is stress with an Odds Ratio (OR) = 6.3 (95% CI: 1.447-27.454).
Read More
T-6509
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risqi Septiana; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Abdul Kadir, Bambang Widanarko
Abstrak:
Penilaian risiko kesehatan di bengkel alat berat adalah langkah penting untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan yang timbul dari berbagai faktor lingkungan kerja, termasuk kebisingan, getaran, radiasi pengelasan, paparan panas, dan ergonomi. Penelitian ini menggunakan sequential explanatory mix-method research design yang dilakukan dengan menilai risiko secara kuantitatif dan menginterpretasi data secara kualitatif. Penelitian ini mengacu pada pedoman manajemen risiko dari AS/NZS 4360:2004 dan menggunakan metode semi kuantitatif dari W.T. Fine. Pengumpulan data primer menggunakan walk-through survey, observasi, dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari penelusuran pada dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 64 penilaian risiko dari hasil identifikasi bahaya di bengkel alat berat PT X. Pada penilaian basic risk terdapat 14 risiko kategori high (22%), kemudian turun menjadi kategori priority 2 pada penilaian existing risk setelah diketahui pengendalian yang telah dilakukan. Tiga bahaya yang memiliki risiko tertinggi yaitu kebisingan, asap pengelasan, dan bahaya angkat angkut (manual handling). Dalam penelitian ini diberikan rekomendasi pengendalian hingga bahaya dapat diperkirakan turun menjadi kategori acceptable pada penilaian predictive risk.

Occupational health risk assessment at a heavy equipment workshop is a crucial step in identifying, evaluating, and controlling hazards that can impact workers' health. This study aims to analyze the health risks arising from various workplace environmental factors, including noise, vibration, welding fumes, heat exposure, and ergonomics. The research employs a sequential explanatory mixed-method research design, which involves quantitative risk assessment and qualitative data interpretation. The study follows the risk management guidelines of AS/NZS 4360:2004 and utilizes the semi-quantitative method of W.T. Fine. Primary data were collected through walk-through surveys, observations, and interviews, while secondary data were obtained from company documents.The results indicate that 64 risk assessments were conducted following hazard identification at the heavy equipment workshop of PT X. The basic risk assessment revealed 14 high-category risks (22%), which were subsequently reduced to priority 2 category in the existing risk assessment after accounting for current control measures. The three highest risks identified were noise, welding fumes, and manual handling. This study provides control recommendations to reduce these hazards to an acceptable category in the predictive risk assessment.
Read More
S-11662
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Novasari Mei Astuti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Ade Kurdiman, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:

Data Kementerian ESDM mencatat 93 kecelakaan di area pertambangan pada tahun 2021, dengan 36 kecelakaan ringan dan 57 kecelakaan berat, merenggut 11 korban jiwa. Tahun 2019 menjadi tahun terburuk dengan 133 kecelakaan (27 ringan, 106 berat) dan 24 korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kelelahan kerja setelah dikontrol oleh variabel confounding pada operator alat berat industri pertambangan PT.X Site A 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penerapan rancangan cross-sectional. Studi ini melibatkan 213 pekerja yang diminta untuk mengisi kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji multivariat analisis faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,3% pekerja mengalami kelelahan kerja pada tingkat berat, sedangkan 50,7% responden mengalami kelelahan kerja pada tingkat ringan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p value=0,011). Pekerja yang memiliki kualitas tidur buruk berisiko 2,38 kali untuk mengalami kelelahan kerja berat dibandingkan pekerja yang memiliki kualitas tidur baik setelah dikontrol oleh variabel masa kerja, waktu perjalanan, lingkungan tidur, dan faktor psikososial (overcommitment) (aOR=2,38 95% CI 1,22 – 4,65). Kata kunci: kelelahan kerja, kualitas tidur, operator alat berat, pertambangan


Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) recorded 93 accidents in mining areas in 2021, with 36 minor accidents and 57 serious accidents, claiming 11 lives. The year 2019 was the worst year with 133 accidents (27 minor, 106 serious) and 24 fatalities. This research aims to determine the relationship between sleep quality and work fatigue after controlling for confounding variables in heavy equipment operators in the mining industry of PT.X Site A 2024. The method used in this research is the application of a cross-sectional design. This study involved 213 workers who were asked to fill out questionnaires. Data analysis was performed using multivariate risk analysis. The results of the study showed that 49.3% of workers experienced severe work fatigue, while 50.7% of respondents experienced mild work fatigue. The results of the study showed that there is a relationship between sleep quality and work fatigue (p value = 0.011). Workers with poor sleep quality were 2.38 times more likely to experience severe work fatigue compared to workers with good sleep quality after controlling for work experience, travel time, sleep environment, and psychosocial factors (overcommitment) (aOR = 2.38 95% CI 1.22 – 4.65).   Keywords : work fatigue, sleep quality, heavy equipment operators

Read More
T-7066
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Budi Hayati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Mila Tejamaya, Arief Budiman
S-10462
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sesmeri Haryani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Sjahrul Meizar Nasri, Muthia Ashifa, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Faktor kelelahan merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi kelelahan akut berdasarkanskala OFER dan jenis alat berat, menganalisa hubungan faktor work-relatedfatigue(durasi kerja, beban kerja dan shift kerja),faktor non-work-relatedfatigue(usia, status gizi, commuting time, jumlah jam tidur) dengan potensikelelahan akut pada operator alat berat. Penelitian ini dilakukan bulan Aprilhingga Juli 2016 pada operator alat berat di area 1 tambang Bukit Karang Putih.Jumlah responden penelitian 50 orang. penelitian kuantitatif observasional,metode cross-sectional. Pengukuran kelelahan menggunakan kuesioner skalaOccupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) dan hasilnya menunjukkanbahwa 48% responden mempunyai potensi kelelahan akut sedang, 44% potensikelelahan akut pada operator dump truck, shift kerja mempunyai hubungan yangsignifikan terhadap potensi kelelahan akut tinggi dan sedang (p value = 0.027).diharapkan PT Semen Padang memberikan edukasi tentang faktor risiko kelelahanpada operator alat berat.Kata Kunci:Potensi Kelelahan Akut, Kelelahan Operator Alat Berat, Skala OFER, Shift
Fatigue is one of the cause of accidents. The objective of this study is to examineacute fatigue potential based on a Occupational Fatigue Exhaustion Recovery(OFER) scale and types of heavy equipment, analyze the relationship betweenwork-related fatigue (duration, workload and shift work), response to non-work-related fatigue (age, nutritional status, commuting time, the number of hours ofsleep) with the occurrence of fatigue on heavy equipment operator. This researchwas conducted from April until July 2016 at heavy equipment operator in themine area 1 Bukit Karang Putih. Number of study respondents 50 people. Thestudy is observational quantitative research with cross-sectional method.Measurement of fatigue using a OFER scale and the results show that 48% ofrespondents experiencing moderate acute fatigue, 44% of dump truckexperiencing high acute fatigue, shift has significant correlation with high andmoderate acute fatigue potential (p value = 0.027). recomendation to company PTSemen Padang to provide education or training about risk factor fatigue to heavyequipment operator.Keywords:Acute fatigue, Heavy Equipment Operator Fatigue, OFER Scale, Shift
Read More
T-4755
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Febri Panjaitan; Oembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Arif Prihantono
Abstrak:
Iklim keselamatan merupakan persepsi pekerja tentang pentingnya perilaku aman saat bekerja berkaitan dengan kebijakan, keselamatan, prosedur, praktik, serta seluruh kepentingan dan prioritas keselamatan kerja. Iklim keselamatan yang buruk akan ditandai dengan peningkatan stress pekerja, komunikasi keselamatan yang buruk, dan kurangnya dukungan sehingga dapat menormalkan perilaku tidak aman, merusak kesadaran situasional, dan meningkatkan kemungkinan kecelakaan. Pengukuran iklim keselamatan dapat dijadikan perusahaan sebagai leading indicator untuk acuan dalam membuat/memperbaiki program keselamatan yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil safety climate pada area support point di PT X Tahun 2025 berdasarkan dimensi komitmen manajemen, komunikasi keselamatan, aturan dan prosedur, lingkungan yang mendukung, akuntabilitas pribadi, dan pelatihan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner (data primer). Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 118 orang. Analisis data digunakan melalui analisis deskriptif dan inferensial (Uji Mann Whitney dan Kruskal Wallis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil safety climate di area support point PT X tahun 2025 sudah baik, dengan rata – rata  nilai 5,18. Seluruh dimensi yang diukur mendapatkan rata – rata skor 4,98 – 5,31. Skor rata – rata safety climate pada kelompok usia, masa kerja, dan pendidikan menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada dimensi komitmen manajemen, komunikasi keselamatan, dan pelatihan.


Safety climate is a worker's perception of the importance of safe behavior at work in relation towards policies, safety, procedures, practices, and overall safety interests and priorities. A poor safety climate will be characterized by increased worker stress, poor safety communication, and lack of support thus normalizing unsafe behavior, decreasing situational awareness, and increasing the likelihood of accidents. Safety climate measurements can be used by companies as a leading indicator in establishing / improving existing safety programs. This study aims to analyze the safety climate profile in the support point area at PT X in 2025 based on the dimensions of management commitment, safety communication, rules and procedures, supportive environment, personal accountability, and training. The research design used is cross sectional with data collection methods using questionnaires (primary data). The number of samples analyzed was 118 respondents. Data analysis was used through descriptive and inferential analysis (Mann Whitney and Kruskal Wallis Test). The results of this study indicate that the safety climate profile in the PT X support point area in 2025 is good, with an average score of 5.18. All dimensions measured get an average score of 4.98 - 5.31. The average safety climate score in the age, tenure, and education groups showed significant differences in the dimensions of management commitment, safety communication, and training.
Read More
S-12064
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dandy Fadhilah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Abdul Kadir, Robiana Modjo, Hendry Ekazandri, Agni Syah
Abstrak:
Keluhan gangguan otot dan tulang rangka akibat kerja (GOTRAK) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang umum dialami oleh operator alat berat di sektor konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor pekerjaan (jam kerja, shift kerja, masa kerja, beban kerja), faktor karakteristik individu (usia, waktu tidur, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, konsumsi kafein, antropometri), dan faktor lingkungan kerja (getaran, pencahayaan, desain unit kabin) terhadap tingkat keluhan GOTRAK. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 100 operator alat berat di proyek konstruksi tambang di Sulawesi Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis SNI 9011:2021 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 72% operator mengalami keluhan GOTRAK tingkat tinggi. Faktor yang memiliki hubungan signifikan antara lain jam kerja, beban kerja, usia, waktu tidur, kebiasaan olahraga, konsumsi kafein, antropometri, getaran, dan desain kabin unit. Penelitian ini merekomendasikan penguatan intervensi ergonomi dan pengelolaan kerja berbasis data antropometri guna menurunkan risiko GOTRAK pada operator alat berat.

Work-related musculoskeletal disorders (MSDs) are a common occupational health issue among heavy equipment operators in construction sectors. This study aimed to analyze the relationship between work factors (working hours, shifts, work tenure, workload), individual characteristics (age, sleep duration, smoking habits, physical activity, caffeine consumption, anthropometry), and environmental conditions (vibration, lighting, cabin design) with the severity of MSD complaints. A cross-sectional quantitative study was conducted involving 100 operators from mining-related construction projects in Central Sulawesi. Data were collected using a questionnaire based on the Indonesian national standard (SNI 9011:2021) and analyzed using Chi-Square. Results revealed that 72% of respondents experienced high levels of MSD complaints. Significant associated factors included long working hours, heavy workload, older age, insufficient sleep, low exercise frequency, caffeine intake, anthropometric mismatch, exposure to vibration, and cabin design inconsistencies. The findings suggest the need for ergonomic interventions and equipment design improvements based on anthropometric data to mitigate MSD risks among operators. Key words: MSD, heavy equipment, ergonomics, work factors, mining construction.
Read More
T-7262
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Jihan Fairuzia; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Abdul Kadir, Endang Jojor Agustina Tinambunan
Abstrak:
Proses peleburan merupakan proses pencairan dan pematangan logam di dalam tungku dengan suhu mencapai lebih dari 1600oC untuk menghasilkan logam cair yang akan dicetak menjadi sebuah komponen penyusun alat berat. Skripsi ini bertujuan untuk menilai risiko kesehatan kerja pada proses peleburan di pabrik pengecoran perusahaan alat berat. Penelitian menggunakan desain sequential explanatory dengan menggabungkan metode kuantittaif untuk melakukan penilaian risiko berdasarkan metode penilaian semi-kuantitatif W.T. Fine dan metode kualitatif untuk menginterpretasikan penilaian risiko. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara informan, dan telaah data perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 87 risiko dari 7 tahapan proses kerja. Risiko prediktif pada kategori substantial, priority II, dan acceptable masing-masing sebanyak 45, 24, dan 18 risiko. Bahaya dengan tingkat risiko prediktif kategori substantial adalah bising, asap logam, dan debu logam, sehingga masih dibutuhkan perhatian lebih. Penyebab tingginya tingkat risiko pada bahaya kebisingan, asap, dan debu dianalisis pada penelitian ini.

Melting process of metals in the furnace is carried out at temperature exceeding 1600oC to produce molten metal that will be molded into components for heavy equipment. This thesis aims to assess occupational health risks in the melting process at heavy equipment manufacturer’s foundry plant. The research uses a sequential explanatory design, combining quantitative methods to conduct risk assessments based on the W.T. Fine semi-quantitative assessment method, and qualitative methods to interpret the risk assessments. Data collection was conducted through observation, informant interviews, and company data review. The research findings indicate the presence of 87 risks from 7 stages of the work process. The predictive risks fall into the substantial, priority II, and acceptable categories, with 45, 24, and 18 risks respectively. Hazards with substantial predictive risk levels include noise, metal fumes, and metal dust, requiring further attention. The causes of the high level of risk in noise, metal fume, and metal dust hazards were analyzed in this study.
Read More
S-11735
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive