Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Chyntia Olivia Maurine Jasirwan; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Prastuti Soewondo, Rino A. Gani, Roswin Rosnim Djaafar
Abstrak:
Tesis ini merupakan suatu studi kasus di salah satu rumah sakit rujukan utama terkait penurunan volume endoskopi selama pandemi COVID-19. Perbandingan volume endoskopi sebelum dan selama pandemi menunjukkan sangat drastis terutama pada awal pandemis saat kebijakan belum memadai dan saat terdapat loncakan kasus akibat varian Delta. Faktor usia pasien, jenis kasus pasien, asal masuk perawatan, dan jenis tindakan tampak berbeda bermakna antara sebelum dan selama pandemi COVID-19. Sedangkan faktor jenis kelamin pasien hanya bermakna secara statistik pada satu periode tertentu. Faktor kasus harian COVID-19 di Jakarta tidak bermakna secara statistik. Perubahan alur pelayanan menyebabkan berbagai dampak lain dalam pelayanan endoskopi
Read More
B-2250
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vanda Sativa Julianti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Cholid Yamani, Raden Gioseffi Purnawarman
Abstrak:
Penelitian ini merupakan studi kasus di salah satu rumah sakit swasta tipe C di Kabupaten
Bogor yang bertujuan untuk melakukan evaluasi efektivitas alur pelayanan sectio
caesarea (SC) emergency pada tahun 2021 (masa pandemi COVID-19) dari sisi input,
proses, dan outcome. Alur pelayanan sectio caesarea (SC) emergency yang ada
disesuaikan dengan referensi Pemerintah dan Profesi (POGI), yakni adanya skrining
COVID-19 dengan melakukan pemeriksaan swab-RDT Antigen dan rontgen thorax, serta
konsultasi kepada Spesialis Paru atau Penyakit Dalam. Penelitian ini dilakukan dengan
mix-method, secara kuantitatif dengan metode potong lintang dari berkas rekam medis
dan dilanjutkan dengan kualitatif dari para informan kunci dan informan tambahan.
Penelitian dilakukan pada 379 sampel pasien yang melakukan persalinan secara sectio
caesarea (SC) emergency periode Januari-Desember 2021. Karakteristik pasien
didapatkan 75,5% adalah usia 20-35 tahun dengan rata-rata 29,32 tahun; 58,8% adalah
multipara dengan rata-rata paritas 1,96; dan 92,3% usia kehamilan 37-42 minggu dengan
rata-rata 38,50 minggu. Diagnosis pasien didapatkan 77% kategori 2 dan 95,5% status
non COVID-19. Diagnosis kategori 1 sebanyak 11,8% adalah fetal distress dan diagnosis
kategori 2 sebanyak 27,7% adalah ketuban pecah dini (KPD), dengan response time
kategori 1 <30 menit hanya 1,1% dan response time kategori 2 dalam 30-75 menit
sebanyak 33,2%. Kemudian rata-rata waktu informed consent didapatkan 3,71 menit;
waktu konsul Spesialis Paru/Penyakit Dalam didapatkan 4,06 menit; waktu konsul
Spesialis Anestesi didapatkan 3,77 menit; proses transfer pasien didapatkan 6,01 menit;
waktu spinal anestesi didapatkan 5,08 menit; waktu mulai operasi sampai bayi lahir
didapatkan 20, 37 menit, dengan rata-rata pasien per-bulan adalah 31,58 dan waktu
tanggap sectio caesarea (SC) emergency selama 111,87 menit. Pada analisis bivariat
didapatkan adanya korelasi yang bermakna antara rerata jumlah pasien terhadap waktu
tanggap sectio caesarea (SC) emergency (p-value=0,019), dan tidak ada hubungan
bermakna antara diagnosis kategori 1 dan kategori 2 (p-value=0,767) serta status COVID19
dan
Non
COVID-19
(p-value=0,071)
terhadap
waktu
tanggap
sectio
caesarea
(SC)
emergency;
namun
status
COVID-19
terhadap
waktu
tanggap
SC
emergency
memiliki
hubungan
bermakna dari sisi substansi. Pada kualitatif, didapatkan bahwa seluruh
informan sudah mengetahui dan memahami alur pelayanan SC emergency selama
pandemi ini, faktor pendukung yang ada adalah kekompakan dan kerjasama tim,
dukungan manajemen rumah sakit untuk mengutamakan safety tenaga kesehatan
ditunjang oleh sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai, serta
faktor penghambat yang ada adalah proses skrining/penapisan COVID-19 (hasil
pemeriksaan penunjang), letak kamar operasi di lantai 2 dan tidak ada lift khusus transfer
pasien, serta kekosongan alat pelindung diri (APD) dan linen operasi. Kesimpulannya,
penilaian efektivitas alur pelayanan SC emergency tahun 2021 dengan pendekatan goal
approach belum efektif, dilihat dari outcome yaitu rata-rata waktu tanggap SC emergency
yang belum mencapai target indikator mutu (≤30 menit)
Read More
B-2281
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hanifah Iskhia Dilla; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Robiana Modjo, Adang Bachtiar, Septo Pawelas Arso, Budi Yunanto
Abstrak:
Alur pelayanan rumah sakit yang profesional di tuntut agar dapat dijalankan dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan pengguna jasa kesehatan dengan mengutamakan patient safety dan mutu pelayanan. Salah satu alur pelayanan di rumah sakit adalah pelayanan rawat jalan. RS X memiliki pelayanan rawat jalan dengan kunjungan yang terus meningkat setiap tahunnya dan banyaknya komplain terkait pelayanan rawat jalan yang menjadi hambatan terhadap alur rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa wawancara dan observasi dengan memakai konsep lean thinking. Observasi dibagi menjadi 5 proses: pasien tanpa pemeriksaan penunjang, pasien control rawat inap dan control rawat jalan dengan penunjang, pasien dengan pemeriksaan penunjang dari perawat, pasien dengan pemeriksaan penunjang dari dokter, dan pemeriksaan penunjang dari perawat dan dokter. Hasilnya menunjukkan adanya temuan berupa waste defect, overproduction, waiting, transportation, inventory, motion dan excess processing. Proses yang paling lama dan banyak ditemukan waste adalah pada proses pemeriksaan penunjang dari perawat dan dokter. Seluruh waste tersebar pada beberapa unit dalam pelayanan rawat jalan RS X. Usulan perbaikan jangka pendek diberikan berupa pemberian arahan serta teguran kepada petugas agar tidak perlu mengulang pekerjaan, pembuatan banner petunjuk serta alur pelayanan dan penerapan 5S. Usulan perbaikan jangka panjang yang diberikan berupa perbaikan alur pelayanan rawat jalan dengan mempertimbangkan pengurangan waste yang ditemukan
The flow of professional hospital services is demanded to be carried out properly and in accordance with what health service users want by prioritizing patient safety and quality of service. One of the service lines in the hospital is outpatient services. RS X is a hospital with outpatient services that has an increasing number of visits every year. However, this has resulted in many complaints regarding outpatient services which are an obstacle to the outpatient flow. The concept of lean thinking is used so that outpatient services at RS X can be improved. Until later it will be given improvements to outpatient flows through proposals to improve outpatient flows using simulation applications. This research uses qualitative methods in the form of interviews and observations. Observation is divided into 5 processes: patients without supporting examinations, inpatient control patients and outpatient control with support, patients with supporting examinations from nurses, patients with supporting examinations from doctors, and supporting examinations from nurses and doctors. As a result, waste was found in the form of waste defects, overproduction, waiting, transportation, inventory, motion and excess processing. The process that is the longest and the most waste is found in the supporting examination process from nurses and doctors. All of the waste is scattered in several units in the outpatient services of X Hospital. Proposals for short-term improvements are given in the form of giving directions and warnings to officers so that they do not need to repeat work, making banner instructions as well as service flow and implementation of 5S. The proposed long-term improvement is to improve outpatient service flow by considering the reduction of waste found
Read More
The flow of professional hospital services is demanded to be carried out properly and in accordance with what health service users want by prioritizing patient safety and quality of service. One of the service lines in the hospital is outpatient services. RS X is a hospital with outpatient services that has an increasing number of visits every year. However, this has resulted in many complaints regarding outpatient services which are an obstacle to the outpatient flow. The concept of lean thinking is used so that outpatient services at RS X can be improved. Until later it will be given improvements to outpatient flows through proposals to improve outpatient flows using simulation applications. This research uses qualitative methods in the form of interviews and observations. Observation is divided into 5 processes: patients without supporting examinations, inpatient control patients and outpatient control with support, patients with supporting examinations from nurses, patients with supporting examinations from doctors, and supporting examinations from nurses and doctors. As a result, waste was found in the form of waste defects, overproduction, waiting, transportation, inventory, motion and excess processing. The process that is the longest and the most waste is found in the supporting examination process from nurses and doctors. All of the waste is scattered in several units in the outpatient services of X Hospital. Proposals for short-term improvements are given in the form of giving directions and warnings to officers so that they do not need to repeat work, making banner instructions as well as service flow and implementation of 5S. The proposed long-term improvement is to improve outpatient service flow by considering the reduction of waste found
T-6027
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syally Nadya Octavia; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vivy Friyatni
S-9746
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
